Efek giromagnetik: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28002380; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Efek giromagnetik''' atau efek Einstein-de Haas adalah [[teori]] yang menyatakan bahwa [[momentum orbital elektron]] dapat terjadi pada [[arus listrik]] melingkar. Momentum orbital elektron terjadi akibat adanya [[elektron]] yang bergerak membentuk lintasan [[lingkaran]]. Momentum orbital elektron yang dihasilkan memiliki arah yang berlawanan dengan [[Momen magnetik elektron|momen magnet]]. Pada awalnya, arus melingkar dan momen magnet berputar dalam arah yang tidak menentu. Setelah diberikan magnetisasi, arahnya menjadi tetap ke satu arah tertentu. Perubahan arah momen magnet dan arus melingkar membuat momentum orbital elektron juga turut berubah. Perubahan momentum pada masing-masing elektron turut menyebabkan perubahan makroskopik momentum orbital batang magnet secara keseluruhan. Hal tersebut berdasarkan kepada [[hukum kekekalan momentum orbital]]. Perubahan ini kemudian menyebabkan terjadinya [[rotasi]]. Pembuktian efek giromagnetik dilakukan melalui batang [[magnet]] yang digantung pada sebuah [[kawat]] halus. Posisi batang magnet tegak lurus di dekat sebuah [[kumparan]]. Sebuah [[kondensator]] dihubungkan dengan kumparan sehingga [[arus listrik]] yang timbul dapat diamati. Momen magnet besi tidak kembali menjadi nol setelah proses [[pelepasan muatan]] listrik selesai. Arah [[magnetisasi]] tidak berubah karena adanya [[remanensi]]. | '''Efek giromagnetik''' atau efek Einstein-de Haas adalah [[teori]] yang menyatakan bahwa [[momentum orbital elektron]] dapat terjadi pada [[arus listrik]] melingkar. Momentum orbital elektron terjadi akibat adanya [[elektron]] yang bergerak membentuk lintasan [[lingkaran]]. Momentum orbital elektron yang dihasilkan memiliki arah yang berlawanan dengan [[Momen magnetik elektron|momen magnet]]. Pada awalnya, arus melingkar dan momen magnet berputar dalam arah yang tidak menentu. Setelah diberikan magnetisasi, arahnya menjadi tetap ke satu arah tertentu. Perubahan arah momen magnet dan arus melingkar membuat momentum orbital elektron juga turut berubah. Perubahan momentum pada masing-masing elektron turut menyebabkan perubahan makroskopik momentum orbital batang magnet secara keseluruhan. Hal tersebut berdasarkan kepada [[hukum kekekalan momentum orbital]]. Perubahan ini kemudian menyebabkan terjadinya [[rotasi]]. Pembuktian efek giromagnetik dilakukan melalui batang [[magnet]] yang digantung pada sebuah [[kawat]] halus. Posisi batang magnet tegak lurus di dekat sebuah [[kumparan]]. Sebuah [[kondensator]] dihubungkan dengan kumparan sehingga [[arus listrik]] yang timbul dapat diamati. Momen magnet besi tidak kembali menjadi nol setelah proses [[pelepasan muatan]] listrik selesai. Arah [[magnetisasi]] tidak berubah karena adanya [[remanensi]].<ref>Gertshen, C., Kneser, H.O., dan Vogel, H. [https://core.ac.uk/download/pdf/227146408.pdf Fisika: Listrik, Magnet, dan Optik]. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1996. hlm. 167. ISBN 979-459-693-0.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+giromagnetik&oldid=28002380 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28002380 (2025-10-16T05:27:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+giromagnetik&oldid=28002380 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28002380 (2025-10-16T05:27:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.13
Efek giromagnetik atau efek Einstein-de Haas adalah teori yang menyatakan bahwa momentum orbital elektron dapat terjadi pada arus listrik melingkar. Momentum orbital elektron terjadi akibat adanya elektron yang bergerak membentuk lintasan lingkaran. Momentum orbital elektron yang dihasilkan memiliki arah yang berlawanan dengan momen magnet. Pada awalnya, arus melingkar dan momen magnet berputar dalam arah yang tidak menentu. Setelah diberikan magnetisasi, arahnya menjadi tetap ke satu arah tertentu. Perubahan arah momen magnet dan arus melingkar membuat momentum orbital elektron juga turut berubah. Perubahan momentum pada masing-masing elektron turut menyebabkan perubahan makroskopik momentum orbital batang magnet secara keseluruhan. Hal tersebut berdasarkan kepada hukum kekekalan momentum orbital. Perubahan ini kemudian menyebabkan terjadinya rotasi. Pembuktian efek giromagnetik dilakukan melalui batang magnet yang digantung pada sebuah kawat halus. Posisi batang magnet tegak lurus di dekat sebuah kumparan. Sebuah kondensator dihubungkan dengan kumparan sehingga arus listrik yang timbul dapat diamati. Momen magnet besi tidak kembali menjadi nol setelah proses pelepasan muatan listrik selesai. Arah magnetisasi tidak berubah karena adanya remanensi.[1]
Referensi
- ↑ Gertshen, C., Kneser, H.O., dan Vogel, H. Fisika: Listrik, Magnet, dan Optik. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1996. hlm. 167. ISBN 979-459-693-0.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28002380 (2025-10-16T05:27:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.