Prinsip Aufbau: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29211120; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Klechkovski_rule.svg|thumb|right|280px|Klechkovski rule]] | |||
'''Prinsip Aufbau''' menyatakan bahwa, secara hipotetis, [[elektron]] yang mengorbit satu atau lebih [[atom]] mengisi [[tingkat energi]] terendah yang tersedia sebelum mengisi tingkat yang lebih tinggi (misalnya, 1s sebelum 2s). Dengan cara ini, elektron pada [[atom]], [[molekul]], atau [[ion]] menyelaraskan ke [[konfigurasi elektron]] yang paling stabil. | '''Prinsip Aufbau''' menyatakan bahwa, secara hipotetis, [[elektron]] yang mengorbit satu atau lebih [[atom]] mengisi [[tingkat energi]] terendah yang tersedia sebelum mengisi tingkat yang lebih tinggi (misalnya, 1s sebelum 2s). Dengan cara ini, elektron pada [[atom]], [[molekul]], atau [[ion]] menyelaraskan ke [[konfigurasi elektron]] yang paling stabil. | ||
''[[wikt:Aufbau|Aufbau]]'' adalah kata benda bahasa Jerman yang berarti "konstruksi". Prinsip Aufbau kadang-kadang disebut '''prinsip membangun''' atau '''aturan Aufbau'''. Menurut prinsip Aufbau ini elektron di dalam suatu atom akan berada dalam kondisi yang stabil bila mempunyai energi yang rendah, sedangkan elektron-elektron akan berada pada orbital-orbital yang bergabung membentuk subkulit. Jadi, elektron mempunyai kecenderungan akan menempati subkulit yang tingkat energinya rendah. | ''[[wikt:Aufbau|Aufbau]]'' adalah kata benda bahasa Jerman yang berarti "konstruksi". Prinsip Aufbau kadang-kadang disebut '''prinsip membangun''' atau '''aturan Aufbau'''. Menurut prinsip Aufbau ini elektron di dalam suatu atom akan berada dalam kondisi yang stabil bila mempunyai energi yang rendah, sedangkan elektron-elektron akan berada pada orbital-orbital yang bergabung membentuk subkulit.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prinsip+Aufbau&oldid=29211120 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Jadi, elektron mempunyai kecenderungan akan menempati subkulit yang tingkat energinya rendah.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prinsip+Aufbau&oldid=29211120 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Rincian kecenderungan "membangun" ini dijelaskan secara matematis bedasarkan fungsi [[orbital atom]]. Perilaku elektron diuraikan oleh prinsip lain [[fisika atom]], seperti [[aturan Hund]] dan [[asas larangan Pauli]]. Aturan Hund menegaskan bahwa bahkan jika [[Orbital terdegenerasi|beberapa orbital]] dari energi yang sama yang tersedia, elektron mengisi orbital kosong pertama, sebelum menggunakan kembali orbital yang ditempati oleh elektron lainnya. Hal tersebut terjadi karena pada kenyataannya semua elektron memiliki [[muatan listrik]] yang sama, sehingga ada kecendrungan bagi elektron-elektron tersebut untuk mencari orbital kosong dengan energi sama sebelum berpasangan dengan elektron yang telah terlebih dahulu mengisi setengah orbital. Tetapi berdasarkan prinsip pengecualian Pauli, syarat agar elektron dapat mengisi orbital yang sama, mereka harus mempunyai [[putaran elektron]] yang berbeda (-1/2 dan 1/2). | Rincian kecenderungan "membangun" ini dijelaskan secara matematis bedasarkan fungsi [[orbital atom]]. Perilaku elektron diuraikan oleh prinsip lain [[fisika atom]], seperti [[aturan Hund]] dan [[asas larangan Pauli]]. Aturan Hund menegaskan bahwa bahkan jika [[Orbital terdegenerasi|beberapa orbital]] dari energi yang sama yang tersedia, elektron mengisi orbital kosong pertama, sebelum menggunakan kembali orbital yang ditempati oleh elektron lainnya. Hal tersebut terjadi karena pada kenyataannya semua elektron memiliki [[muatan listrik]] yang sama, sehingga ada kecendrungan bagi elektron-elektron tersebut untuk mencari orbital kosong dengan energi sama sebelum berpasangan dengan elektron yang telah terlebih dahulu mengisi setengah orbital.<ref>Ucu Cahyana. [http://repository.ut.ac.id/4587/2/PEKI4204-M1.pdf Kimia Anorganik 1]. Universitas Terbuka. 2007. hlm. 1.34. ISBN 9790110235.</ref> Tetapi berdasarkan prinsip pengecualian Pauli, syarat agar elektron dapat mengisi orbital yang sama, mereka harus mempunyai [[putaran elektron]] yang berbeda (-1/2 dan 1/2). | ||
Satu versi prinsip Aufbau dikenal sebagai [[model kulit nuklir]] digunakan untuk memperkirakan konfigurasi [[proton]] dan [[neutron]] dalam [[inti atom]]. | Satu versi prinsip Aufbau dikenal sebagai [[model kulit nuklir]] digunakan untuk memperkirakan konfigurasi [[proton]] dan [[neutron]] dalam [[inti atom]].<ref>W. N. Cottingham. [https://archive.org/details/introductiontonu0000cott An introduction to nuclear physics]. Cambridge University Press. 1986. ISBN 0 521 31960 9.</ref> | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
=== Prinsip Aufbau dalam teori kuantum baru === | === Prinsip Aufbau dalam teori kuantum baru === | ||
Prinsip ini mengambil namanya dari Jerman, ''Aufbauprinzip'', "prinsip membangun", bukannya diberi nama seorang ilmuwan. Bahkan, ia dirumuskan oleh [[Niels Bohr]] dan [[Wolfgang Pauli]] di awal 1920-an, dan menyatakan bahwa: | Prinsip ini mengambil namanya dari Jerman, ''Aufbauprinzip'', "prinsip membangun", bukannya diberi nama seorang ilmuwan. Bahkan, ia dirumuskan oleh [[Niels Bohr]] dan [[Wolfgang Pauli]] di awal 1920-an, dan menyatakan bahwa: | ||
Ini merupakan sebuah aplikasi awal [[mekanika kuantum]] untuk sifat-sifat [[elektron]], dan menjelaskan [[sifat kimia]] dalam hal fisik. Setiap elektron ditambahkan tunduk pada [[medan listrik]] dibuat oleh muatan positif dari [[inti atom]] ''dan'' muatan negatif elektron lainnya yang terikat untuk inti. Meskipun dalam hidrogen tidak ada perbedaan energi antara orbital dengan bilangan kuantum utama yang sama ''n'', hal ini tidak berlaku untuk elektron terluar dari atom lain. | Ini merupakan sebuah aplikasi awal [[mekanika kuantum]] untuk sifat-sifat [[elektron]], dan menjelaskan [[sifat kimia]] dalam hal fisik. Setiap elektron ditambahkan tunduk pada [[medan listrik]] dibuat oleh muatan positif dari [[inti atom]] ''dan'' muatan negatif elektron lainnya yang terikat untuk inti. Meskipun dalam hidrogen tidak ada perbedaan energi antara orbital dengan bilangan kuantum utama yang sama ''n'', hal ini tidak berlaku untuk elektron terluar dari atom lain. | ||
Dalam [[teori kuantum lama]] sebelum [[mekanika kuantum]], elektron seharusnya menempati orbit elips klasik. Orbit dengan [[momentum sudut]] tertinggi adalah 'orbit lingkaran' di luar elektron dalam, tapi orbit dengan momentum sudut rendah (''s''- dan ''p''- orbital) memiliki [[eksentrisitas orbit]] yang tinggi, sehingga mereka lebih dekat dengan inti dan merasa rata-rata muatan nuklir kurang kuat disaring. | Dalam [[teori kuantum lama]] sebelum [[mekanika kuantum]], elektron seharusnya menempati orbit elips klasik. Orbit dengan [[momentum sudut]] tertinggi adalah 'orbit lingkaran' di luar elektron dalam, tapi orbit dengan momentum sudut rendah (''s''- dan ''p''- orbital) memiliki [[eksentrisitas orbit]] yang tinggi, sehingga mereka lebih dekat dengan inti dan merasa rata-rata muatan nuklir kurang kuat disaring. | ||
== Urutan konfigurasi == | == Urutan konfigurasi == | ||
Urutan-urutan tingkat energi di tujukan pada gambar di samping kanan. Jadi pengisian orbital dimulai dari orbital 1s, 2s, 2p, dan seterusnya. Pada gambar dapat dilihat bahwa subkulit 3d mempunyai energi lebih tinggi daripada subkulit 4s. Oleh karena itu, setelah 3p terisi penuh maka elektron berikutnya akan mengisi subkulit 4s, baru kemudian akan mengisi sub kulit 3d. | Urutan-urutan tingkat energi di tujukan pada gambar di samping kanan. Jadi pengisian orbital dimulai dari orbital 1s, 2s, 2p, dan seterusnya. Pada gambar dapat dilihat bahwa subkulit 3d mempunyai energi lebih tinggi daripada subkulit 4s.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prinsip+Aufbau&oldid=29211120 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Oleh karena itu, setelah 3p terisi penuh maka elektron berikutnya akan mengisi subkulit 4s, baru kemudian akan mengisi sub kulit 3d.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prinsip+Aufbau&oldid=29211120 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
== Langkah-langkah penulisan konfigurasi elektron == | == Langkah-langkah penulisan konfigurasi elektron == | ||
# Menentukan jumlah elektron dari atom tersebut. Jumlah elektron dari atom unsur sama dengan [[nomor atom]] unsur tersebut. | # Menentukan jumlah elektron dari atom tersebut. Jumlah elektron dari atom unsur sama dengan [[nomor atom]] unsur tersebut. | ||
# Menuliskan jenis subkulit yang dibutuhkan secara urut berdasarkan diagram curah hujan pada gambar 2 yaitu: 1s- 2s- 2p- 3s- 3p- 4s- 3d- 4p- 5s- 4d- 5p- 6s- 4f- 5d- 6p- 7s- 5f- 6d- 7p- 8s | # Menuliskan jenis subkulit yang dibutuhkan secara urut berdasarkan diagram curah hujan pada gambar 2 yaitu: 1s- 2s- 2p- 3s- 3p- 4s- 3d- 4p- 5s- 4d- 5p- 6s- 4f- 5d- 6p- 7s- 5f- 6d- 7p- 8s | ||
# Mengisikan elektron pada masing-masing subkulit dengan memperhatikan jumlah elektron maksimumnya, maka sisa elektron dimasukan pada subkulit berikutnya. | # Mengisikan elektron pada masing-masing subkulit dengan memperhatikan jumlah elektron maksimumnya, maka sisa elektron dimasukan pada subkulit berikutnya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prinsip+Aufbau&oldid=29211120 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 31: | Baris 29: | ||
* [[Elektron valensi]] | * [[Elektron valensi]] | ||
* [[Teori atom]] | * [[Teori atom]] | ||
== Bacaan lebih lanjut == | == Bacaan lebih lanjut == | ||
* [http://www.iun.edu/~cpanhd/C101webnotes/modern-atomic-theory/images/energy-levels.jpg Image: Understanding order of shell filling] | * [http://www.iun.edu/~cpanhd/C101webnotes/modern-atomic-theory/images/energy-levels.jpg Image: Understanding order of shell filling] | ||
* [[Jan C. A. Boeyens|Boeyens, J. C. A.]]: ''Chemistry from First Principles''. Berlin: Springer Science 2008, ISBN 978-1-4020-8546-8 | * [[Jan C. A. Boeyens|Boeyens, J. C. A.]]: ''Chemistry from First Principles''. Berlin: Springer Science 2008, ISBN 978-1-4020-8546-8 | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://chemed.chem.purdue.edu/genchem/topicreview/bp/ch6/quantum.html#aufbau Konfigurasi Elektron, Prinsip Aufbau, Orbital Terdegenerasi, dan Aturan Hund] dari [[Purdue University]] | * [http://chemed.chem.purdue.edu/genchem/topicreview/bp/ch6/quantum.html#aufbau Konfigurasi Elektron, Prinsip Aufbau, Orbital Terdegenerasi, dan Aturan Hund] dari [[Purdue University]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prinsip+Aufbau&oldid=29211120 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29211120 (2026-05-10T14:04:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.19

Prinsip Aufbau menyatakan bahwa, secara hipotetis, elektron yang mengorbit satu atau lebih atom mengisi tingkat energi terendah yang tersedia sebelum mengisi tingkat yang lebih tinggi (misalnya, 1s sebelum 2s). Dengan cara ini, elektron pada atom, molekul, atau ion menyelaraskan ke konfigurasi elektron yang paling stabil.
Aufbau adalah kata benda bahasa Jerman yang berarti "konstruksi". Prinsip Aufbau kadang-kadang disebut prinsip membangun atau aturan Aufbau. Menurut prinsip Aufbau ini elektron di dalam suatu atom akan berada dalam kondisi yang stabil bila mempunyai energi yang rendah, sedangkan elektron-elektron akan berada pada orbital-orbital yang bergabung membentuk subkulit.[1] Jadi, elektron mempunyai kecenderungan akan menempati subkulit yang tingkat energinya rendah.[2]
Rincian kecenderungan "membangun" ini dijelaskan secara matematis bedasarkan fungsi orbital atom. Perilaku elektron diuraikan oleh prinsip lain fisika atom, seperti aturan Hund dan asas larangan Pauli. Aturan Hund menegaskan bahwa bahkan jika beberapa orbital dari energi yang sama yang tersedia, elektron mengisi orbital kosong pertama, sebelum menggunakan kembali orbital yang ditempati oleh elektron lainnya. Hal tersebut terjadi karena pada kenyataannya semua elektron memiliki muatan listrik yang sama, sehingga ada kecendrungan bagi elektron-elektron tersebut untuk mencari orbital kosong dengan energi sama sebelum berpasangan dengan elektron yang telah terlebih dahulu mengisi setengah orbital.[3] Tetapi berdasarkan prinsip pengecualian Pauli, syarat agar elektron dapat mengisi orbital yang sama, mereka harus mempunyai putaran elektron yang berbeda (-1/2 dan 1/2).
Satu versi prinsip Aufbau dikenal sebagai model kulit nuklir digunakan untuk memperkirakan konfigurasi proton dan neutron dalam inti atom.[4]
Sejarah
Prinsip Aufbau dalam teori kuantum baru
Prinsip ini mengambil namanya dari Jerman, Aufbauprinzip, "prinsip membangun", bukannya diberi nama seorang ilmuwan. Bahkan, ia dirumuskan oleh Niels Bohr dan Wolfgang Pauli di awal 1920-an, dan menyatakan bahwa:
Ini merupakan sebuah aplikasi awal mekanika kuantum untuk sifat-sifat elektron, dan menjelaskan sifat kimia dalam hal fisik. Setiap elektron ditambahkan tunduk pada medan listrik dibuat oleh muatan positif dari inti atom dan muatan negatif elektron lainnya yang terikat untuk inti. Meskipun dalam hidrogen tidak ada perbedaan energi antara orbital dengan bilangan kuantum utama yang sama n, hal ini tidak berlaku untuk elektron terluar dari atom lain.
Dalam teori kuantum lama sebelum mekanika kuantum, elektron seharusnya menempati orbit elips klasik. Orbit dengan momentum sudut tertinggi adalah 'orbit lingkaran' di luar elektron dalam, tapi orbit dengan momentum sudut rendah (s- dan p- orbital) memiliki eksentrisitas orbit yang tinggi, sehingga mereka lebih dekat dengan inti dan merasa rata-rata muatan nuklir kurang kuat disaring.
Urutan konfigurasi
Urutan-urutan tingkat energi di tujukan pada gambar di samping kanan. Jadi pengisian orbital dimulai dari orbital 1s, 2s, 2p, dan seterusnya. Pada gambar dapat dilihat bahwa subkulit 3d mempunyai energi lebih tinggi daripada subkulit 4s.[5] Oleh karena itu, setelah 3p terisi penuh maka elektron berikutnya akan mengisi subkulit 4s, baru kemudian akan mengisi sub kulit 3d.[6]
Langkah-langkah penulisan konfigurasi elektron
- Menentukan jumlah elektron dari atom tersebut. Jumlah elektron dari atom unsur sama dengan nomor atom unsur tersebut.
- Menuliskan jenis subkulit yang dibutuhkan secara urut berdasarkan diagram curah hujan pada gambar 2 yaitu: 1s- 2s- 2p- 3s- 3p- 4s- 3d- 4p- 5s- 4d- 5p- 6s- 4f- 5d- 6p- 7s- 5f- 6d- 7p- 8s
- Mengisikan elektron pada masing-masing subkulit dengan memperhatikan jumlah elektron maksimumnya, maka sisa elektron dimasukan pada subkulit berikutnya.[7]
Lihat pula
Bacaan lebih lanjut
- Image: Understanding order of shell filling
- Boeyens, J. C. A.: Chemistry from First Principles. Berlin: Springer Science 2008, ISBN 978-1-4020-8546-8
Pranala luar
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Ucu Cahyana. Kimia Anorganik 1. Universitas Terbuka. 2007. hlm. 1.34. ISBN 9790110235.
- ↑ W. N. Cottingham. An introduction to nuclear physics. Cambridge University Press. 1986. ISBN 0 521 31960 9.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29211120 (2026-05-10T14:04:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.