Lompat ke isi

Subsidensi (atmosfer): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29398822; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[meteorologi]], '''subsidensi''' adalah pergerakan massa [[udara]] ke bawah secara perlahan di [[atmosfer]]. Fenomena ini skala luasnya biasanya berkaitan dengan sistem [[Wilayah bertekanan tinggi|tekanan tinggi]] atau [[antisiklon]].
[[File:Diatermancia_Cuenca_del_Congo.jpg|thumb|right|280px|Subsidensi di atas Cekungan Sungai Kongo, termasuk aliran Sungai Kongo dan beberapa anak sungainya. Perhatikan minimnya awan di atas sungai-sungai tersebut akibat subsidensi udara yang lebih dingin yang mencegah terjadinya konveksi, yaitu proses kebalikan dari subsidensi. Sumber: NASA]]
 
Dalam [[meteorologi]], '''subsidensi''' adalah pergerakan massa [[udara]] ke bawah secara perlahan di [[atmosfer]]. Fenomena ini skala luasnya biasanya berkaitan dengan sistem [[Wilayah bertekanan tinggi|tekanan tinggi]] atau [[antisiklon]].<ref>C. Donald Ahrens. ''Meteorology Today: An Introduction to Weather, Climate, and the Environment''. Cengage Learning. 2022. ISBN 9780357452059.</ref>


== Mekanisme ==
== Mekanisme ==
 
Ketika massa udara bergerak turun menuju permukaan bumi, tekanan atmosfer yang lebih tinggi di lapisan bawah menyebabkan udara tersebut mengalami kompresi (pemampatan). Proses kompresi ini memanaskan suhu udara secara [[Proses adiabatik]].  
Ketika massa udara bergerak turun menuju permukaan bumi, tekanan atmosfer yang lebih tinggi di lapisan bawah menyebabkan udara tersebut mengalami kompresi (pemampatan). Proses kompresi ini memanaskan suhu udara secara [[Proses adiabatik]].


Karena udara yang hangat mampu menampung lebih banyak uap air, [[kelembapan relatif]] (''relative humidity'') di dalam massa udara tersebut akan menurun. Akibatnya, titik-titik air atau [[awan]] di area tersebut cenderung menguap dan menghilang. Oleh karena itu, wilayah atmosfer yang mengalami subsidensi umumnya ditandai dengan cuaca yang cerah, kering, dan minim pembentukan awan.
Karena udara yang hangat mampu menampung lebih banyak uap air, [[kelembapan relatif]] (''relative humidity'') di dalam massa udara tersebut akan menurun. Akibatnya, titik-titik air atau [[awan]] di area tersebut cenderung menguap dan menghilang. Oleh karena itu, wilayah atmosfer yang mengalami subsidensi umumnya ditandai dengan cuaca yang cerah, kering, dan minim pembentukan awan.


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Subsidensi+%28atmosfer%29&oldid=29398822 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29398822 (2026-06-29T05:44:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Subsidensi+%28atmosfer%29&oldid=29398822 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29398822 (2026-06-29T05:44:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.12

Subsidensi di atas Cekungan Sungai Kongo, termasuk aliran Sungai Kongo dan beberapa anak sungainya. Perhatikan minimnya awan di atas sungai-sungai tersebut akibat subsidensi udara yang lebih dingin yang mencegah terjadinya konveksi, yaitu proses kebalikan dari subsidensi. Sumber: NASA

Dalam meteorologi, subsidensi adalah pergerakan massa udara ke bawah secara perlahan di atmosfer. Fenomena ini skala luasnya biasanya berkaitan dengan sistem tekanan tinggi atau antisiklon.[1]

Mekanisme

Ketika massa udara bergerak turun menuju permukaan bumi, tekanan atmosfer yang lebih tinggi di lapisan bawah menyebabkan udara tersebut mengalami kompresi (pemampatan). Proses kompresi ini memanaskan suhu udara secara Proses adiabatik.

Karena udara yang hangat mampu menampung lebih banyak uap air, kelembapan relatif (relative humidity) di dalam massa udara tersebut akan menurun. Akibatnya, titik-titik air atau awan di area tersebut cenderung menguap dan menghilang. Oleh karena itu, wilayah atmosfer yang mengalami subsidensi umumnya ditandai dengan cuaca yang cerah, kering, dan minim pembentukan awan.

Referensi

  1. C. Donald Ahrens. Meteorology Today: An Introduction to Weather, Climate, and the Environment. Cengage Learning. 2022. ISBN 9780357452059.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29398822 (2026-06-29T05:44:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.