Polielektrolit: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29577996; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Polielektrolit''' adalah [[polimer]] yang memiliki gugus [[elektrolit]] pada satuan berulangnya. [[Ion#Anion dan kation|Polikation dan polianion]] adalah polielektrolit. Gugus ini [[disosiasi (kimia)|terdisosiasi]] dalam larutan berair ([[air]]), membuat polimer tersebut [[muatan listrik|bermuatan]]. Sifat polielektrolit dengan demikian mirip dengan baik [[elektrolit]] ([[garam]]) maupun polimer (senyawa dengan [[berat molekul]] tinggi) dan terkadang disebut sebagai '''garam poli''' (''polysalts''). Seperti garam, larutannya bersifat [[konduksi|konduktif]] secara kelistrikan. Seperti polimer, larutannya sering bersifat [[viskositas|kental]]. Rantai molekul bermuatan, biasanya hadir dalam sistem materi lunak, memainkan peran mendasar dalam menentukan struktur, stabilitas dan interaksi berbagai rakitan molekul. Pendekatan teoretis untuk menggambarkan sifat statistik mereka sangat berbeda dari jenis serupa yang bersifat netral, sementara bidang teknologi dan industri mengeksploitasi sifat unik mereka. Banyak molekul biologis adalah polielektrolit, seperti [[polipeptida]], glikosaminoglikan, dan [[DNA]]. Baik polielektrolit alami dan sintetis digunakan dalam berbagai industri. | [[File:Polyelectrolyte_examples.png|thumb|right|280px|Polyelectrolyte examples]] | ||
'''Polielektrolit''' adalah [[polimer]] yang memiliki gugus [[elektrolit]] pada satuan berulangnya. [[Ion#Anion dan kation|Polikation dan polianion]] adalah polielektrolit. Gugus ini [[disosiasi (kimia)|terdisosiasi]] dalam larutan berair ([[air]]), membuat polimer tersebut [[muatan listrik|bermuatan]]. Sifat polielektrolit dengan demikian mirip dengan baik [[elektrolit]] ([[garam]]) maupun polimer (senyawa dengan [[berat molekul]] tinggi) dan terkadang disebut sebagai '''garam poli''' (''polysalts''). Seperti garam, larutannya bersifat [[konduksi|konduktif]] secara kelistrikan. Seperti polimer, larutannya sering bersifat [[viskositas|kental]]. Rantai molekul bermuatan, biasanya hadir dalam sistem materi lunak, memainkan peran mendasar dalam menentukan struktur, stabilitas dan interaksi berbagai rakitan molekul. Pendekatan teoretis<ref>Pierre-Gilles de Gennes. ''Scaling Concepts in Polymer Physics''. Cornell University Press. 1979. ISBN 0-8014-1203-X.</ref> untuk menggambarkan sifat statistik mereka sangat berbeda dari jenis serupa yang bersifat netral, sementara bidang teknologi dan industri mengeksploitasi sifat unik mereka. Banyak molekul biologis adalah polielektrolit, seperti [[polipeptida]], glikosaminoglikan, dan [[DNA]]. Baik polielektrolit alami dan sintetis digunakan dalam berbagai industri. | |||
== Muatan == | == Muatan == | ||
[[Asam]] dapat diklasifikasikan baik sebagai asam yang [[asam lemah|lemah]] atau [[asam|kuat]] (dan [[basa]] dapat pula digolongkan sebagai [[basa|basa lemah]] atau [[basa kuat|kuat]]). Serupa dengan itu, polielektrolit dapat dibagi menjadi tipe "lemah" dan "kuat". Polielektrolit "kuat" adalah salah satu yang terdisosiasi sepenuhnya dalam larutan dengan nilai [[pH]] yang sesuai. Polielektrolit "lemah", sebaliknya, memiliki [[konstanta disosiasi]] (pKa atau pKb) dalam kisaran ~2 hingga ~10, yang berarti bahwa sebagian akan terdisosiasi pada pH menengah. Dengan demikian, polielektrolit lemah tidak bermuatan penuh dalam larutan, dan terlebih lagi [[muatan parsial]] mereka dapat dimodifikasi dengan mengubah pH larutan, konsentrasi ion lawan, atau kekuatan ioniknya. | [[Asam]] dapat diklasifikasikan baik sebagai asam yang [[asam lemah|lemah]] atau [[asam|kuat]] (dan [[basa]] dapat pula digolongkan sebagai [[basa|basa lemah]] atau [[basa kuat|kuat]]). Serupa dengan itu, polielektrolit dapat dibagi menjadi tipe "lemah" dan "kuat". Polielektrolit "kuat" adalah salah satu yang terdisosiasi sepenuhnya dalam larutan dengan nilai [[pH]] yang sesuai. Polielektrolit "lemah", sebaliknya, memiliki [[konstanta disosiasi]] (pKa atau pKb) dalam kisaran ~2 hingga ~10, yang berarti bahwa sebagian akan terdisosiasi pada pH menengah. Dengan demikian, polielektrolit lemah tidak bermuatan penuh dalam larutan, dan terlebih lagi [[muatan parsial]] mereka dapat dimodifikasi dengan mengubah pH larutan, konsentrasi ion lawan, atau kekuatan ioniknya. | ||
| Baris 10: | Baris 11: | ||
== Aplikasi == | == Aplikasi == | ||
Polielektrolit memiliki banyak aplikasi, sebagian besar terkait untuk memodifikasi aliran serta sifat stabilitas larutan berair dan [[gel]]. Misalnya, mereka dapat digunakan untuk mendestabilisasi [[suspensi]] [[koloid]] dan untuk memulai [[flokulasi]] (presipitasi). Mereka juga dapat digunakan untuk memberikan [[muatan permukaan]] pada partikel netral, memungkinkan mereka untuk [[dispersi|terdispersi]] dalam larutan berair. Polielektrolit juga sering digunakan sebagai agen [[pengental]], [[pengemulsi]], [[kondisioner]], [[agen penjernih|penjernih]], dan bahkan pengecil [[gaya hambat]]. Mereka digunakan dalam [[pengolahan air]] dan untuk [[ekstraksi minyak bumi|perolehan kembali minyak]]. Banyak [[sabun]], [[shampoo]], dan [[kosmetik]] menggabungkan polielektrolit. Selanjutnya, mereka ditambahkan ke dalam banyak makanan dan campuran [[beton]] (''superplasticizer''). Beberapa polielektrolit yang terdapat pada label makanan adalah [[pektin]], [[karagenan]], [[alginat]], dan [[karboksimetil selulosa]]. Semua kecuali yang terakhir berasal dari alam. Akhirnya, mereka digunakan dalam berbagai bahan, termasuk [[semen]]. | Polielektrolit memiliki banyak aplikasi, sebagian besar terkait untuk memodifikasi aliran serta sifat stabilitas larutan berair dan [[gel]]. Misalnya, mereka dapat digunakan untuk mendestabilisasi [[suspensi]] [[koloid]] dan untuk memulai [[flokulasi]] (presipitasi).<ref>Istvan Szilagyi. ''Destabilization of Colloidal Suspensions by Multivalent Ions and Polyelectrolytes: From Screening to Overcharging''. ''Langmuir''. 2012. Vol. 28 (15). hlm. 6211–6215. doi:10.1021/la300542y.</ref> Mereka juga dapat digunakan untuk memberikan [[muatan permukaan]] pada partikel netral, memungkinkan mereka untuk [[dispersi|terdispersi]] dalam larutan berair. Polielektrolit juga sering digunakan sebagai agen [[pengental]], [[pengemulsi]], [[kondisioner]], [[agen penjernih|penjernih]], dan bahkan pengecil [[gaya hambat]]. Mereka digunakan dalam [[pengolahan air]]<ref>Radoiu, M.T.; Martin, D.I.; Calinescu, I.; Iovu, H. [https://archive.org/details/sim_journal-of-hazardous-materials_2004-01-02_106_1/page/19 Preparation of polyelectrolytes for wastewater treatment]. ''J. Hazard Mater''. 2004. Vol. 106 (1). hlm. 19-24. doi:10.1016/j.jhazmat.2003.08.014.</ref> dan untuk [[ekstraksi minyak bumi|perolehan kembali minyak]].<ref>Mahesh Budhathoki. ''Improved oil recovery by reducing surfactant adsorption with polyelectrolyte in high saline brine''. ''Colloids and Surfaces A: Physicochemical and Engineering Aspects''. Juni 2016. Vol. 498. hlm. 66-73. doi:10.1016/j.colsurfa.2016.03.012.</ref> Banyak [[sabun]], [[shampoo]], dan [[kosmetik]] menggabungkan polielektrolit. Selanjutnya, mereka ditambahkan ke dalam banyak makanan dan campuran [[beton]] (''superplasticizer''). Beberapa polielektrolit yang terdapat pada label makanan adalah [[pektin]], [[karagenan]], [[alginat]], dan [[karboksimetil selulosa]]. Semua kecuali yang terakhir berasal dari alam. Akhirnya, mereka digunakan dalam berbagai bahan, termasuk [[semen]].<ref>Jennifer A. Lewis. [https://archive.org/details/sim_american-ceramic-society-journal_2000-08_83_8/page/1905 Polyelectrolyte Effects on the Rheological Properties of Concentrated Cement Suspensions]. ''Journal of the American Ceramic Society''. Agustus 2000. Vol. 83 (8). hlm. 1905-1913. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01489.x.</ref> | ||
Karena beberapa dari polielektrolit larut dalam air, mereka juga diselidiki untuk aplikasi [[biokimia]] dan medis. Saat ini banyak penelitian dalam penggunaan polielektrolit [[biokompatibilitas|biokompatibel]] untuk pelapis [[implan]], untuk pelepasan obat yang dikontrol, dan aplikasi lain. Dengan demikian, baru-baru ini, material makropori biokompatibel dan biodegradabel yang terdiri dari kompleks polielektrolit dijelaskan, di mana material menunjukkan [[proliferasi]] yang sangat baik dari sel [[mamalia]]. | Karena beberapa dari polielektrolit larut dalam air, mereka juga diselidiki untuk aplikasi [[biokimia]] dan medis. Saat ini banyak penelitian dalam penggunaan polielektrolit [[biokompatibilitas|biokompatibel]] untuk pelapis [[implan]], untuk pelepasan obat yang dikontrol, dan aplikasi lain. Dengan demikian, baru-baru ini, material makropori biokompatibel dan biodegradabel yang terdiri dari kompleks polielektrolit dijelaskan, di mana material menunjukkan [[proliferasi]] yang sangat baik dari sel [[mamalia]].<ref>D. Berillo. ''Oxidized Dextran as Crosslinker for Chitosan Cryogel Scaffolds and Formation of Polyelectrolyte Complexes between Chitosan and Gelatin''. ''Macromolecular Bioscience''. 2012. Vol. 12 (8). hlm. 1090. doi:10.1002/mabi.201200023.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Resin penukar ion]] | * [[Resin penukar ion]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 24: | Baris 22: | ||
* [http://www-dick.chemie.uni-regensburg.de/group/stephan_baeurle/30,0,polyelectrolytes,index,0.html Polielektrolit: Institute of Fisika & Kimia Teoritis, Universitas Regensburg, Regensburg, Jerman] | * [http://www-dick.chemie.uni-regensburg.de/group/stephan_baeurle/30,0,polyelectrolytes,index,0.html Polielektrolit: Institute of Fisika & Kimia Teoritis, Universitas Regensburg, Regensburg, Jerman] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polielektrolit&oldid=29577996 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29577996 (2026-08-14T16:40:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.12

Polielektrolit adalah polimer yang memiliki gugus elektrolit pada satuan berulangnya. Polikation dan polianion adalah polielektrolit. Gugus ini terdisosiasi dalam larutan berair (air), membuat polimer tersebut bermuatan. Sifat polielektrolit dengan demikian mirip dengan baik elektrolit (garam) maupun polimer (senyawa dengan berat molekul tinggi) dan terkadang disebut sebagai garam poli (polysalts). Seperti garam, larutannya bersifat konduktif secara kelistrikan. Seperti polimer, larutannya sering bersifat kental. Rantai molekul bermuatan, biasanya hadir dalam sistem materi lunak, memainkan peran mendasar dalam menentukan struktur, stabilitas dan interaksi berbagai rakitan molekul. Pendekatan teoretis[1] untuk menggambarkan sifat statistik mereka sangat berbeda dari jenis serupa yang bersifat netral, sementara bidang teknologi dan industri mengeksploitasi sifat unik mereka. Banyak molekul biologis adalah polielektrolit, seperti polipeptida, glikosaminoglikan, dan DNA. Baik polielektrolit alami dan sintetis digunakan dalam berbagai industri.
Muatan
Asam dapat diklasifikasikan baik sebagai asam yang lemah atau kuat (dan basa dapat pula digolongkan sebagai basa lemah atau kuat). Serupa dengan itu, polielektrolit dapat dibagi menjadi tipe "lemah" dan "kuat". Polielektrolit "kuat" adalah salah satu yang terdisosiasi sepenuhnya dalam larutan dengan nilai pH yang sesuai. Polielektrolit "lemah", sebaliknya, memiliki konstanta disosiasi (pKa atau pKb) dalam kisaran ~2 hingga ~10, yang berarti bahwa sebagian akan terdisosiasi pada pH menengah. Dengan demikian, polielektrolit lemah tidak bermuatan penuh dalam larutan, dan terlebih lagi muatan parsial mereka dapat dimodifikasi dengan mengubah pH larutan, konsentrasi ion lawan, atau kekuatan ioniknya.
Sifat fisik larutan polielektrolit biasanya sangat dipengaruhi oleh derajat muatannya. Karena disosiasi polielektrolit melepaskan ion-ion lawan, hal ini akan memengaruhi kekuatan ionik larutan, dan karenanya memengaruhi panjang Debye. Hal ini pada gilirannya memengaruhi sifat-sifat lain, seperti konduktivitas listrik.
Ketika larutan dari dua polimer bermuatan berlawanan (yaitu, larutan polikation dan polianion) dicampurkan, kompleks ruah (endapan) biasanya terbentuk. Hal ini terjadi karena polimer yang bermuatan berlawanan menarik satu sama lain dan mengikat bersama-sama.
Aplikasi
Polielektrolit memiliki banyak aplikasi, sebagian besar terkait untuk memodifikasi aliran serta sifat stabilitas larutan berair dan gel. Misalnya, mereka dapat digunakan untuk mendestabilisasi suspensi koloid dan untuk memulai flokulasi (presipitasi).[2] Mereka juga dapat digunakan untuk memberikan muatan permukaan pada partikel netral, memungkinkan mereka untuk terdispersi dalam larutan berair. Polielektrolit juga sering digunakan sebagai agen pengental, pengemulsi, kondisioner, penjernih, dan bahkan pengecil gaya hambat. Mereka digunakan dalam pengolahan air[3] dan untuk perolehan kembali minyak.[4] Banyak sabun, shampoo, dan kosmetik menggabungkan polielektrolit. Selanjutnya, mereka ditambahkan ke dalam banyak makanan dan campuran beton (superplasticizer). Beberapa polielektrolit yang terdapat pada label makanan adalah pektin, karagenan, alginat, dan karboksimetil selulosa. Semua kecuali yang terakhir berasal dari alam. Akhirnya, mereka digunakan dalam berbagai bahan, termasuk semen.[5]
Karena beberapa dari polielektrolit larut dalam air, mereka juga diselidiki untuk aplikasi biokimia dan medis. Saat ini banyak penelitian dalam penggunaan polielektrolit biokompatibel untuk pelapis implan, untuk pelepasan obat yang dikontrol, dan aplikasi lain. Dengan demikian, baru-baru ini, material makropori biokompatibel dan biodegradabel yang terdiri dari kompleks polielektrolit dijelaskan, di mana material menunjukkan proliferasi yang sangat baik dari sel mamalia.[6]
Lihat pula
Pranala luar
- Institut Max Planck untuk Penelitian Polimer, Mainz, Jerman
- Polielektrolit: Institute of Fisika & Kimia Teoritis, Universitas Regensburg, Regensburg, Jerman
Referensi
- ↑ Pierre-Gilles de Gennes. Scaling Concepts in Polymer Physics. Cornell University Press. 1979. ISBN 0-8014-1203-X.
- ↑ Istvan Szilagyi. Destabilization of Colloidal Suspensions by Multivalent Ions and Polyelectrolytes: From Screening to Overcharging. Langmuir. 2012. Vol. 28 (15). hlm. 6211–6215. doi:10.1021/la300542y.
- ↑ Radoiu, M.T.; Martin, D.I.; Calinescu, I.; Iovu, H. Preparation of polyelectrolytes for wastewater treatment. J. Hazard Mater. 2004. Vol. 106 (1). hlm. 19-24. doi:10.1016/j.jhazmat.2003.08.014.
- ↑ Mahesh Budhathoki. Improved oil recovery by reducing surfactant adsorption with polyelectrolyte in high saline brine. Colloids and Surfaces A: Physicochemical and Engineering Aspects. Juni 2016. Vol. 498. hlm. 66-73. doi:10.1016/j.colsurfa.2016.03.012.
- ↑ Jennifer A. Lewis. Polyelectrolyte Effects on the Rheological Properties of Concentrated Cement Suspensions. Journal of the American Ceramic Society. Agustus 2000. Vol. 83 (8). hlm. 1905-1913. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01489.x.
- ↑ D. Berillo. Oxidized Dextran as Crosslinker for Chitosan Cryogel Scaffolds and Formation of Polyelectrolyte Complexes between Chitosan and Gelatin. Macromolecular Bioscience. 2012. Vol. 12 (8). hlm. 1090. doi:10.1002/mabi.201200023.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29577996 (2026-08-14T16:40:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.