Lompat ke isi

Nikel(III) oksida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27514688; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Nikel(III) oksida''' adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] Ni<sub>2</sub>O<sub>3</sub>. Senyawa ini belum dikarakterisasi dengan baik, dan terkadang disebut sebagai '''nikel oksida hitam'''. Jejak Ni<sub>2</sub>O<sub>3</sub> pada permukaan nikel telah disebutkan.
[[File:Nickel(III)_oxide_powder.jpg|thumb|right|280px|Nickel(III) oxide powder]]


Nikel(III) oksida telah dipelajari secara teoretis sejak awal tahun 1930-an, yang mendukung sifatnya yang tidak stabil pada suhu standar. Fase murni berstruktur nano dari material ini disintesis dan distabilkan untuk pertama kalinya pada tahun 2015 dari reaksi [[nikel(II) nitrat]] dengan [[natrium hipoklorit]] dan dikarakterisasi menggunakan [[difraksi sinar-X]] serbuk dan [[mikroskop elektron]].
'''Nikel(III) oksida''' adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] Ni<sub>2</sub>O<sub>3</sub>. Senyawa ini belum dikarakterisasi dengan baik,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikel%28III%29+oksida&oldid=27514688 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan terkadang disebut sebagai '''nikel oksida hitam'''. Jejak Ni<sub>2</sub>O<sub>3</sub> pada permukaan nikel telah disebutkan.<ref>P. S. Aggarwal. ''An oxide of tervalent nickel''. ''The Journal of Physical Chemistry''. 1961. Vol. 65 (11). hlm. 2105. doi:10.1021/j100828a503.</ref><ref>Jin-Kyu Kang. ''Chemical vapor deposition of nickel oxide films from Ni(C 5 H 5 ) 2 /O 2''. ''Thin Solid Films''. 2001. Vol. 391 (1). hlm. 57–61. doi:10.1016/S0040-6090(01)00962-2.</ref>


==Referensi==
Nikel(III) oksida telah dipelajari secara teoretis sejak awal tahun 1930-an,<ref>R. W. Cairns. [https://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/ja01329a013 X-Ray Studies of the System Nickel—Oxygen—Water. I. Nickelous Oxide and Hydroxide 1]. ''Journal of the American Chemical Society''. Februari 1933. Vol. 55 (2). hlm. 527–533. doi:10.1021/ja01329a013.</ref> yang mendukung sifatnya yang tidak stabil pada suhu standar. Fase murni berstruktur nano dari material ini disintesis dan distabilkan untuk pertama kalinya pada tahun 2015 dari reaksi [[nikel(II) nitrat]] dengan [[natrium hipoklorit]] dan dikarakterisasi menggunakan [[difraksi sinar-X]] serbuk dan [[mikroskop elektron]].<ref>Sayan Dey. [https://pubs.rsc.org/en/content/articlelanding/2015/ra/c5ra05810d Synthesis of pure nickel(III) oxide nanoparticles at room temperature for Cr(VI) ion removal]. ''RSC Advances''. 18 Juni 2015. Vol. 5 (67). hlm. 54717–54726. doi:10.1039/C5RA05810D.</ref>


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikel%28III%29+oksida&oldid=27514688 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27514688 (2025-07-09T00:47:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikel%28III%29+oksida&oldid=27514688 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27514688 (2025-07-09T00:47:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.06

Nickel(III) oxide powder

Nikel(III) oksida adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia Ni2O3. Senyawa ini belum dikarakterisasi dengan baik,[1] dan terkadang disebut sebagai nikel oksida hitam. Jejak Ni2O3 pada permukaan nikel telah disebutkan.[2][3]

Nikel(III) oksida telah dipelajari secara teoretis sejak awal tahun 1930-an,[4] yang mendukung sifatnya yang tidak stabil pada suhu standar. Fase murni berstruktur nano dari material ini disintesis dan distabilkan untuk pertama kalinya pada tahun 2015 dari reaksi nikel(II) nitrat dengan natrium hipoklorit dan dikarakterisasi menggunakan difraksi sinar-X serbuk dan mikroskop elektron.[5]

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. P. S. Aggarwal. An oxide of tervalent nickel. The Journal of Physical Chemistry. 1961. Vol. 65 (11). hlm. 2105. doi:10.1021/j100828a503.
  3. Jin-Kyu Kang. Chemical vapor deposition of nickel oxide films from Ni(C 5 H 5 ) 2 /O 2. Thin Solid Films. 2001. Vol. 391 (1). hlm. 57–61. doi:10.1016/S0040-6090(01)00962-2.
  4. R. W. Cairns. X-Ray Studies of the System Nickel—Oxygen—Water. I. Nickelous Oxide and Hydroxide 1. Journal of the American Chemical Society. Februari 1933. Vol. 55 (2). hlm. 527–533. doi:10.1021/ja01329a013.
  5. Sayan Dey. Synthesis of pure nickel(III) oxide nanoparticles at room temperature for Cr(VI) ion removal. RSC Advances. 18 Juni 2015. Vol. 5 (67). hlm. 54717–54726. doi:10.1039/C5RA05810D.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27514688 (2025-07-09T00:47:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.