Lompat ke isi

Banjir: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28945397; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Banjir''' () adalah peristiwa [[bencana alam]] yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air. Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti masuknya [[pasang laut]].
[[File:Areas_affected_by_floods_in_West_Sumatra_291125_(1).jpg|thumb|right|280px|Areas affected by floods in West Sumatra 291125 (1)]]
Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau melimpah dari bendungan sehingga air keluar dari sungai itu.
 
'''Banjir''' () adalah peristiwa [[bencana alam]] yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.<ref>MSN Encarta Dictionary. [http://encarta.msn.com/encnet/features/dictionary/DictionaryResults.aspx?refid=1861612277 Flood.] Retrieved on 2006-12-28. 2009-10-31.</ref> Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air.<ref>[http://eur-lex.europa.eu/LexUriServ/LexUriServ.do?uri=OJ:L:2007:288:0027:0034:EN:PDF Directive 2007/60/EC Chapter 1 Article2].</ref> Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti masuknya [[pasang laut]].
Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau melimpah dari bendungan sehingga air keluar dari sungai itu.<ref>Glossary of Meteorology (June 2000). [http://amsglossary.allenpress.com/glossary/search?id=flood1 Flood.] Retrieved on 2009-01-09.</ref>


Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.
Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.
Baris 9: Baris 11:


== Jenis dan penyebab utama ==
== Jenis dan penyebab utama ==
=== Sungai ===
=== Sungai ===
* '''Lama''': Endapan dari hujan atau pencairan salju cepat melebihi kapasitas saluran sungai. Diakibatkan hujan deras [[monsun]], hurikan dan depresi tropis, angin luar dan hujan panas yang memengaruhi salju. Rintangan drainase tidak terduga seperti [[tanah longsor]], [[es]], atau [[puing-puing]] dapat mengakibatkan banjir perlahan di sebelah hulu rintangan.
* '''Lama''': Endapan dari hujan atau pencairan salju cepat melebihi kapasitas saluran sungai. Diakibatkan hujan deras [[monsun]], hurikan dan depresi tropis, angin luar dan hujan panas yang memengaruhi salju. Rintangan drainase tidak terduga seperti [[tanah longsor]], [[es]], atau [[puing-puing]] dapat mengakibatkan banjir perlahan di sebelah hulu rintangan.
Baris 30: Baris 30:


=== Lumpur ===
=== Lumpur ===
* [[Banjir lumpur]] terjadi melalui penumpukan endapan di tanah pertanian. Sedimen kemudian terpisah dari endapan dan terangkut sebagai materi tetap atau penumpukan dasar sungai. Endapan lumpur mudah diketahui ketika mulai mencapai daerah berpenghuni. Banjir lumpur adalah proses lembah bukit, dan tidak sama dengan aliran lumpur yang diakibatkan pergerakan massal.
* [[Banjir lumpur]] terjadi melalui penumpukan endapan di tanah pertanian. Sedimen kemudian terpisah dari endapan dan terangkut sebagai materi tetap atau penumpukan dasar sungai. Endapan lumpur mudah diketahui ketika mulai mencapai daerah berpenghuni. Banjir lumpur adalah proses lembah bukit, dan tidak sama dengan aliran lumpur yang diakibatkan pergerakan massal.


Baris 39: Baris 38:


== Dampak ==
== Dampak ==
=== Dampak primer ===
=== Dampak primer ===
* Kerusakan fisik berbagai jenis struktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan, sistem [[selokan bawah tanah]], [[jalan raya]], dan [[kanal]].
* Kerusakan fisik berbagai jenis struktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan, sistem [[selokan bawah tanah]], [[jalan raya]], dan [[kanal]].
Baris 49: Baris 46:
* ''Persediaan air'' – [[polusi air|Kontaminasi air]]. [[Air minum]] bersih mulai langka
* ''Persediaan air'' – [[polusi air|Kontaminasi air]]. [[Air minum]] bersih mulai langka
* ''Penyakit'' - Kondisi tidak higienis. Penyebaran [[penyakit bawaan air]].
* ''Penyakit'' - Kondisi tidak higienis. Penyebaran [[penyakit bawaan air]].
* ''Pertanian dan persediaan makanan'' - Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen. Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat.
* ''Pertanian dan persediaan makanan'' - Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen.<ref>[http://www.southasianfloods.org/ Southasianfloods.org].</ref> Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat.
* ''Pepohonan''' - Spesies yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernapas.
* ''Pepohonan''' - Spesies yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernapas.<ref>Stephen Bratkovich, Lisa Burban, et al., "Flooding and its Effects on Trees", USDA Forest Service, Northeastern Area State and Private Forestry, St. Paul, MN, September 1993, webpage: [http://www.na.fs.fed.us/spfo/pubs/n_resource/flood/cover.htm na.fs.fed.us-flood-cover].</ref>
* ''Transportasi'' - Jalur transportasi hancur, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.
* ''Transportasi'' - Jalur transportasi hancur, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.


Baris 59: Baris 56:
== Pengendalian ==
== Pengendalian ==
:
:
Di berbagai negara di seluruh dunia, sungai yang rawan banjir dikendalikan dengan hati-hati. Pertahanan seperti [[levee|bendungan]], [[bunding|bund]], [[waduk]], dan [[weir]] digunakan untuk mencegah sungai meluap, peralatan darurat seperti karung pasir atau tabung apung portabel digunakan. Banjir pantai telah dikendalikan di Eropa dan Amerika melalui [[pengelolaan pantai|pertahanan pantai]], seperti [[tembok laut]], [[pengembalian pantai]], dan [[pulau penghalang]].
Di berbagai negara di seluruh dunia, sungai yang rawan banjir dikendalikan dengan hati-hati. Pertahanan seperti [[levee|bendungan]],<ref>Henry Petroski. ''Levees and Other Raised Ground''. American Scientist. 2006. Vol. 94 (1). hlm. 7–11.</ref> [[bunding|bund]], [[waduk]], dan [[weir]] digunakan untuk mencegah sungai meluap, peralatan darurat seperti karung pasir atau tabung apung portabel digunakan. Banjir pantai telah dikendalikan di Eropa dan Amerika melalui [[pengelolaan pantai|pertahanan pantai]], seperti [[tembok laut]], [[pengembalian pantai]], dan [[pulau penghalang]].


=== Eropa ===
=== Eropa ===
Mengingat penderitaan dan kehancuran yang diakibatkan [[Banjir Besar Paris 1910]], pemerintah Prancis membangun serangkaian waduk bernama Les Grands Lacs de Seine (atau Danau-Danau Besar) yang membantu mengurangi tekanan dari Sungai [[Seine]] ketika terjadi banjir, khususnya banjir rutin pada musim dingin.
Mengingat penderitaan dan kehancuran yang diakibatkan [[Banjir Besar Paris 1910]], pemerintah Prancis membangun serangkaian waduk bernama Les Grands Lacs de Seine (atau Danau-Danau Besar) yang membantu mengurangi tekanan dari Sungai [[Seine]] ketika terjadi banjir, khususnya banjir rutin pada musim dingin.<ref>See Jeffrey H. Jackson, ''Paris Under Water: How the City of Light Survived the Great Flood of 1910'' (New York: Palgrave Macmillan, 2010).</ref>


[[London]] terlindungi dari banjir laut oleh [[Thames Barrier]], sebuah perintang mekanis besar melintasi [[Sungai Thames]] yang dinaikkan ketika permukaan air laut mencapai ketinggian tertentu.
[[London]] terlindungi dari banjir laut oleh [[Thames Barrier]], sebuah perintang mekanis besar melintasi [[Sungai Thames]] yang dinaikkan ketika permukaan air laut mencapai ketinggian tertentu.
Baris 69: Baris 66:


Sungai [[Adige]] di Italia Utara memiliki kanal bawah tanah yang memungkinkan sebagian alirannya dialihkan ke [[Danau Garda]] (di daerah aliran sungai [[sungai Po|Po]]) untuk mengurangi risiko banjir muara. Kanal bawah tanah ini digunakan dua kali, pada 1966 dan 2000.
Sungai [[Adige]] di Italia Utara memiliki kanal bawah tanah yang memungkinkan sebagian alirannya dialihkan ke [[Danau Garda]] (di daerah aliran sungai [[sungai Po|Po]]) untuk mengurangi risiko banjir muara. Kanal bawah tanah ini digunakan dua kali, pada 1966 dan 2000.


[[Pengendalian banjir di Belanda|Pertahanan banjir]] terbesar dan tercanggih di dunia dapat ditemukan di [[Belanda]] yang disebut [[Delta Works]] dengan bendungan [[Oosterschelde]] yang menjadi pencapaian terbesar dalam pembangunan sistem pengendalian banjir ini. Sistem ini dibangun sebagai tanggapan terhadap [[banjir Laut Utara 1953]] di bagian barat daya Belanda. Belanda telah membangun salah satu bendungan terbesar di dunia di utara negara ini, yaitu [[Afsluitdijk]] (ditutup tahun 1932).
[[Pengendalian banjir di Belanda|Pertahanan banjir]] terbesar dan tercanggih di dunia dapat ditemukan di [[Belanda]] yang disebut [[Delta Works]] dengan bendungan [[Oosterschelde]] yang menjadi pencapaian terbesar dalam pembangunan sistem pengendalian banjir ini. Sistem ini dibangun sebagai tanggapan terhadap [[banjir Laut Utara 1953]] di bagian barat daya Belanda. Belanda telah membangun salah satu bendungan terbesar di dunia di utara negara ini, yaitu [[Afsluitdijk]] (ditutup tahun 1932).
Baris 80: Baris 76:


=== Amerika Utara ===
=== Amerika Utara ===
Sistem pertahanan banjir dapat ditemukan di provinsi [[Manitoba]], Kanada. [[Sungai Merah Utara|Sungai Red]] mengalir ke utara dari Amerika Serikat, melintasi kota [[Winnipeg]] (sungai ini kemudian bertemu dengan [[Sungai Assinibone]]) menuju [[Danau Winnipeg]]. Sebagaimana semua sungai yang mengalir ke utara di zona sedang belahan Bumi utara, pencairan salju di bagian selatan dapat mengakibatkan permukaan sungai naik sebelum bagian utara mencair sepenuhnya. Ini dapat menyebabkan banjir bandang, seperti yang terjadi di Winnipeg selama [[Banjir Sungai Red 1950|musim semi 1950]]. Untuk melindungi kota ini dari banjir masa depan, pemerintah Manitoba melakukan pembangunan sistem pengalihan sungai, tanggul, dan jalur banjir massal (termasuk [[Red River Floodway]] dan [[Portage Diversion]]). Sistem ini melindungi Winnipeg dari [[Banjir Sungai Red 1997|banjir 1997]] yang merendam banyak permukiman di hulu Winnipeg, termasuk [[Grand Forks, North Dakota]] dan [[Ste. Agathe, Manitoba]]. Sistem ini juga melindungi Winnipeg dari [[Banjir Sungai Red 2009|banjir 2009]].
Sistem pertahanan banjir dapat ditemukan di provinsi [[Manitoba]], Kanada. [[Sungai Merah Utara|Sungai Red]] mengalir ke utara dari Amerika Serikat, melintasi kota [[Winnipeg]] (sungai ini kemudian bertemu dengan [[Sungai Assinibone]]) menuju [[Danau Winnipeg]]. Sebagaimana semua sungai yang mengalir ke utara di zona sedang belahan Bumi utara, pencairan salju di bagian selatan dapat mengakibatkan permukaan sungai naik sebelum bagian utara mencair sepenuhnya. Ini dapat menyebabkan banjir bandang, seperti yang terjadi di Winnipeg selama [[Banjir Sungai Red 1950|musim semi 1950]]. Untuk melindungi kota ini dari banjir masa depan, pemerintah Manitoba melakukan pembangunan sistem pengalihan sungai, tanggul, dan jalur banjir massal (termasuk [[Red River Floodway]] dan [[Portage Diversion]]). Sistem ini melindungi Winnipeg dari [[Banjir Sungai Red 1997|banjir 1997]] yang merendam banyak permukiman di hulu Winnipeg, termasuk [[Grand Forks, North Dakota]] dan [[Ste. Agathe, Manitoba]]. Sistem ini juga melindungi Winnipeg dari [[Banjir Sungai Red 2009|banjir 2009]].


Di AS, 35% [[Wilayah Metropolitan New Orleans]] yang berada di bawah permukaan laut dilindungi oleh bendungan dan [[pintu banjir]] sepanjang ratusan mil. Sistem ini gagal sepenuhnya di beberapa bagian ketika [[Badai Katrina]] menerjang kota dan bagian timur wilayah metropolitan. Akibatnya sekitar 50% wilayah metropolitan terendam, mulai dari beberapa sentimeter hingga 8,2 meter (beberapa inci hingga 27 kaki) di permukiman pesisir. Dalam upaya pencegahan banjir, pemerintah federal Amerika Serikat menawarkan pembelian properti rawan banjir di Amerika Serikat untuk mencegah bencana terulang setelah banjir 1993 di seluruh Midwest. Beberapa permukiman menerima tawaran ini dan pemerintah federal bekerja sama dengan pemerintah negara bagian membeli 25.000 properti yang diubah menjadi [[lahan basah]]. Lahan basah ini berperan sebagai penyerap air ketika badai terjadi dan pada 1995, banjir terjadi dan pemerintah tidak perlu mengerahkan sumber daya di daerah-daerah tersebut.:)
Di AS, 35% [[Wilayah Metropolitan New Orleans]] yang berada di bawah permukaan laut dilindungi oleh bendungan dan [[pintu banjir]] sepanjang ratusan mil. Sistem ini gagal sepenuhnya di beberapa bagian ketika [[Badai Katrina]] menerjang kota dan bagian timur wilayah metropolitan. Akibatnya sekitar 50% wilayah metropolitan terendam, mulai dari beberapa sentimeter hingga 8,2 meter (beberapa inci hingga 27 kaki) di permukiman pesisir.<ref>United States Department of Commerce. [http://www.weather.gov/om/assessments/pdfs/Katrina.pdf Hurricane Katrina Service Assessment Report]. 2006.</ref> Dalam upaya pencegahan banjir, pemerintah federal Amerika Serikat menawarkan pembelian properti rawan banjir di Amerika Serikat untuk mencegah bencana terulang setelah banjir 1993 di seluruh Midwest. Beberapa permukiman menerima tawaran ini dan pemerintah federal bekerja sama dengan pemerintah negara bagian membeli 25.000 properti yang diubah menjadi [[lahan basah]]. Lahan basah ini berperan sebagai penyerap air ketika badai terjadi dan pada 1995, banjir terjadi dan pemerintah tidak perlu mengerahkan sumber daya di daerah-daerah tersebut.<ref>Amanda Ripley. [http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,1229102,00.html "Floods, Tornadoes, Hurricanes, Wildfires, Earthquakes... Why We Don't Prepare."] ''Time.'' August 28, 2006.</ref>:)


=== Asia ===
=== Asia ===
Di India, Bangladesh dan Cina (tepatnya di kawasan Kanal Besar Cina), daerah [[pengalihan]] banjir adalah kawasan pedesaan yang sengaja ditenggelamkan ketika keadaan darurat untuk melindungi wilayah perkotaan.<ref>[http://www.chinadaily.com.cn/en/doc/2003-07/07/content_243670.htm "China blows up seventh dike to divert flooding."] ''China Daily.'' 2003-07-07.</ref>


Di India, Bangladesh dan Cina (tepatnya di kawasan Kanal Besar Cina), daerah [[pengalihan]] banjir adalah kawasan pedesaan yang sengaja ditenggelamkan ketika keadaan darurat untuk melindungi wilayah perkotaan.
Banyak pihak mengatakan bahwa kehilangan vegetasi ([[deforestasi]]) akan mendorong peningkatan risiko. Dengan hutan alami yang mencegah banjir, durasi banjir akan berkurang. Mengurangi tingkat penebangan hutan akan mengurangi pula insiden dan tingkat keparahan banjir.<ref>Bradshaw CJ, Sodhi NS, Peh SH, Brook BW. (2007). Global evidence that deforestation amplifies flood risk and severity in the developing. Also a flood has recently hit Pakistan which is said to be more devastating then the Tsunami of 2005 world. ''Global Change Biology'', 13: 2379–2395.</ref>
 
Banyak pihak mengatakan bahwa kehilangan vegetasi ([[deforestasi]]) akan mendorong peningkatan risiko. Dengan hutan alami yang mencegah banjir, durasi banjir akan berkurang. Mengurangi tingkat penebangan hutan akan mengurangi pula insiden dan tingkat keparahan banjir.


=== Afrika ===
=== Afrika ===
Baris 96: Baris 89:


=== Keselamatan pembersihan ===
=== Keselamatan pembersihan ===
Aktivitas pembersihan setelah banjir biasanya mengancam pekerja dan relawan yang terlibat. Bahaya-bahaya mengancam tersebut yaitu air berpolusi yang tercampur dengan [[selokan bawah tanah]], [[kejutan listrik|bahaya listrik]], terpapar [[karbon monoksida]], bahaya [[otot tengkorak]], [[hipertermia]] atau [[hipotermia]], bahaya [[kendaraan bermotor]], [[kebakaran]], [[tenggelam]], dan terpapar [[bahan berbahaya]]. Karena daerah banjir tidak stabil, pekerja pembersih bisa saja menemukan puing-puing tajam, bahan biologis dalam air banjir, kabel listrik, darah atau cairan tubuh lain, dan sisa-sisa hewan dan manusia. Dalam merencanakan dan merespon bencana banjir, manajer harus menyediakan [[helm keras]], [[kacamata]], sarung tangan kerja, [[jaket keselamatan]], dan sepatu bot kedap air berlapis besi kepada para pekerja.
Aktivitas pembersihan setelah banjir biasanya mengancam pekerja dan relawan yang terlibat. Bahaya-bahaya mengancam tersebut yaitu air berpolusi yang tercampur dengan [[selokan bawah tanah]], [[kejutan listrik|bahaya listrik]], terpapar [[karbon monoksida]], bahaya [[otot tengkorak]], [[hipertermia]] atau [[hipotermia]], bahaya [[kendaraan bermotor]], [[kebakaran]], [[tenggelam]], dan terpapar [[bahan berbahaya]].<ref>United States National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). [http://www.cdc.gov/niosh/topics/flood/ ''Storm and Flood Cleanup''.] Accessed 23 September 2008.</ref> Karena daerah banjir tidak stabil, pekerja pembersih bisa saja menemukan puing-puing tajam, bahan biologis dalam air banjir, kabel listrik, darah atau cairan tubuh lain, dan sisa-sisa hewan dan manusia. Dalam merencanakan dan merespon bencana banjir, manajer harus menyediakan [[helm keras]], [[kacamata]], sarung tangan kerja, [[jaket keselamatan]], dan sepatu bot kedap air berlapis besi kepada para pekerja.<ref>NIOSH. [http://www.cdc.gov/niosh/docs/94-123/ ''NIOSH Warns of Hazards of Flood Cleanup Work''.] NIOSH Publication No. 94-123.</ref>


== Keuntungan ==
== Keuntungan ==
Ada berbagai dampak negatif banjir terhadap permukiman manusia dan aktivitas ekonomi. Namun, banjir (khususnya banjir rutin/kecil) juga dapat membawa banyak keuntungan, seperti mengisi kembali air tanah, menyuburkan serta memberikan nutrisi kepada tanah. Air banjir menyediakan air yang cukup di kawasan kering dan semi-kering yang curah hujannya tidak menentu sepanjang tahun. Air banjir tawar memainkan peran penting dalam menyeimbangkan ekosistem di koridor sungai dan merupakan faktor utama dalam penyeimbangan keragaman makhluk hidup di dataran banjir. Banjir menambahkan banyak sekali nutrisi untuk danau dan sungai yang semakin memajukan industri perikanan pada tahun-tahun mendatang, selain itu juga karena kecocokan dataran banjir untuk pengembangbiakan ikan (sedikit predasi dan banyak nutrisi). Ikan seperti [[ikan cuaca]] memanfaatkan banjir untuk berenang mencari habitat baru. Selain itu, burung juga mendapatkan manfaat dari produksi pangan yang meledak setelah banjir surut.
Ada berbagai dampak negatif banjir terhadap permukiman manusia dan aktivitas ekonomi. Namun, banjir (khususnya banjir rutin/kecil) juga dapat membawa banyak keuntungan, seperti mengisi kembali air tanah, menyuburkan serta memberikan nutrisi kepada tanah. Air banjir menyediakan air yang cukup di kawasan kering dan semi-kering yang curah hujannya tidak menentu sepanjang tahun. Air banjir tawar memainkan peran penting dalam menyeimbangkan ekosistem di koridor sungai dan merupakan faktor utama dalam penyeimbangan keragaman makhluk hidup di dataran banjir.<ref>WMO/GWP Associated Programme on Flood Management [http://www.apfm.info/pdf/ifm_environmental_aspects.pdf "Environmental Aspects of Integrated Flood Management."] WMO, 2007</ref> Banjir menambahkan banyak sekali nutrisi untuk danau dan sungai yang semakin memajukan industri perikanan pada tahun-tahun mendatang, selain itu juga karena kecocokan dataran banjir untuk pengembangbiakan ikan (sedikit predasi dan banyak nutrisi).<ref>[http://kops.ub.uni-konstanz.de/volltexte/2009/7515/pdf/2008_Wantzen_etal_An_extension_of_the_floodpulse.pdf Extension of the Flood Pulse Concept]</ref> Ikan seperti [[ikan cuaca]] memanfaatkan banjir untuk berenang mencari habitat baru. Selain itu, burung juga mendapatkan manfaat dari produksi pangan yang meledak setelah banjir surut.<ref>[http://africa.ipsterraviva.net/2010/10/15/birdlife-soars-above-botswanas-floodplains/ Birdlife soars above Botswana's floodplains].</ref>


Banjir rutin biasa terjadi di permukiman-permukiman kuno sepanjang Sungai [[Tigris-Eufrat]], [[Nil]], [[Indus]], [[Gangga]], dan [[Sungai Kuning]]. Kelangsungan sumber energi air terbarukan sangat tinggi di daerah rawan banjir.
Banjir rutin biasa terjadi di permukiman-permukiman kuno sepanjang Sungai [[Tigris-Eufrat]], [[Nil]], [[Indus]], [[Gangga]], dan [[Sungai Kuning]]. Kelangsungan sumber energi air terbarukan sangat tinggi di daerah rawan banjir.


== Pemodelan komputer ==
== Pemodelan komputer ==
 
Meski pemodelan banjir merupakan praktik yang baru diterapkan, upaya untuk memahami dan mengelola mekanisme kerja di dataran banjir telah dilakukan selama enam milenium.<ref>Dyhouse, G. et al. "Flood modelling Using HEC-RAS (First Edition)." Haestad Press, Waterbury (USA), 2003.</ref> Pengembangan terkini dalam pemodelan banjir melalui komputer telah membantu para insinyur menghentikan uji coba pendekatan "tahan atau biarkan" dan kecenderungannya memperkenalkan struktur tahan banjir. Berbagai model banjir melalui komputer telah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir, yaitu model 1D (permukaan banjir yang diukur di saluran) dan model 2D (kedalaman banjir yang diukur sepanjang dataran banjir). HEC-RAS,<ref>United States Army Corps of Engineers. Davis, CA. [http://www.hec.usace.army.mil Hydrologic Engineering Center.]</ref> model Hydraulic Engineering Centre, saat ini merupakan pemodelan banjir yang paling terkenal karena gratis. Model lain seperti TUFLOW<ref>BMT WBM Ltd. Spring Hill, Queensland. [http://www.tuflow.com/ "TUFLOW Flood and Tide Simulation Software."]</ref> menggabungkan komponen 1D dan 2D untuk mendapatkan informasi kedalaman banjir di dataran banjir. Sejauh ini, pemodelan lebih difokuskan pada pemetaan banjir pasang dan banjir sungai, tetapi karena banjir 2007 di Britania Raya pemodelan lebih diutamakan pada dampak yang muncul akibat banjir air permukaan.<ref>Cabinet Office, UK. [http://archive.cabinetoffice.gov.uk/pittreview/thepittreview.html "Pitt Review: Lessons learned from the 2007 floods."] June 2008.</ref>
Meski pemodelan banjir merupakan praktik yang baru diterapkan, upaya untuk memahami dan mengelola mekanisme kerja di dataran banjir telah dilakukan selama enam milenium. Pengembangan terkini dalam pemodelan banjir melalui komputer telah membantu para insinyur menghentikan uji coba pendekatan "tahan atau biarkan" dan kecenderungannya memperkenalkan struktur tahan banjir. Berbagai model banjir melalui komputer telah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir, yaitu model 1D (permukaan banjir yang diukur di saluran) dan model 2D (kedalaman banjir yang diukur sepanjang dataran banjir). HEC-RAS, model Hydraulic Engineering Centre, saat ini merupakan pemodelan banjir yang paling terkenal karena gratis. Model lain seperti TUFLOW menggabungkan komponen 1D dan 2D untuk mendapatkan informasi kedalaman banjir di dataran banjir. Sejauh ini, pemodelan lebih difokuskan pada pemetaan banjir pasang dan banjir sungai, tetapi karena banjir 2007 di Britania Raya pemodelan lebih diutamakan pada dampak yang muncul akibat banjir air permukaan.


== Banjir paling mematikan di Indonesia ==
== Banjir paling mematikan di Indonesia ==
 
Beberapa banjir yang pernah terjadi di Indonesia, menimbulkan kerusakan dan korban jiwa yang sangat masif. Banjir bandang di Flores tahun 1973, merupakan peristiwa banjir paling mematikan di Indonesia, akibat dampak dari [[Siklon Flores 1973]], menewaskan setidaknya 1.653 jiwa.<ref>Ahmad Arif. [https://www.kompas.id/baca/ilmu-pengetahuan-teknologi/2021/04/08/siklon-tropis-ancaman-baru-indonesia Siklon Tropis, Ancaman Baru Indonesia]. ''Kompas.com''. 8 April 2021.</ref>
Beberapa banjir yang pernah terjadi di Indonesia, menimbulkan kerusakan dan korban jiwa yang sangat masif. Banjir bandang di Flores tahun 1973, merupakan peristiwa banjir paling mematikan di Indonesia, akibat dampak dari [[Siklon Flores 1973]], menewaskan setidaknya 1.653 jiwa.
{| class="sortable wikitable" width=95%
 
|- bgcolor="#CCCCCC"
! width=20%|Korban jiwa
! width=40%|Peristiwa
! width=20%|Lokasi
! width=20%|Tanggal
|-
|1.653
|Banjir bandang akibat dari [[Siklon Flores 1973]]
|[[Flores]]
|26 April–30 April 1973
|-
|1.200<ref>[https://daerah.sindonews.com/read/1668233/174/korban-meninggal-akibat-banjir-sumatera-tembus-1200-jiwa-113903-orang-masih-mengungsi-1768953688 Korban Meninggal Akibat Banjir Sumatera Tembus 1.200 Jiwa, 113.903 Orang Masih Mengungs]. 21 Januari 2026.</ref>
|[[Banjir dan longsor Sumatra 2025]], disebabkan [[Siklon Senyar]]
|[[Sumatra Utara]], [[Sumatra Barat]], [[Aceh]]
|25–30 November 2025
|-
|178<ref>Doan Pardede. [https://kaltim.tribunnews.com/2021/04/05/update-bencana-ntt-terbaru-63-orang-tewas-ini-foto-video-parahnya-banjir-di-nusa-tenggara-timur Update Bencana NTT Terbaru - 67 orang Tewas, Ini Foto & Video Parahnya Banjir di Nusa Tenggara Timur]. ''Tribunnews.com''. 2021-04-05.</ref>
|[[Banjir dan longsor Nusa Tenggara 2021]] akibat dari [[Siklon Seroja]]
|[[Nusa Tenggara Timur]]
|3 April–12 April 2021
|-
|145<ref>[http://www.rnzi.com/pages/news.php?op=read&id=56406 Indonesia president to visit Papua disaster zone]. ''Radio New Zealand International''. 2010-10-12.</ref>
|[[Banjir Wasior 2010]]
|[[Papua Barat]]
|4 Oktober 2010
|-
|113
|[[Longsor dan banjir Sentani 2019]]
|[[Jayapura]], [[Papua]]
|16–17 Maret 2019
|-
|80
|[[Banjir Jakarta 2007]]
|[[Jakarta]]
|2 Februari–12 Februari 2007
|-
|79<ref>Matius Alfons. [https://news.detik.com/read/2019/01/31/165705/4409023/10/banjir-besar-dan-longsor-sulsel-total-79-orang-meninggal Banjir Besar dan Longsor Sulsel, Total 79 Orang Meninggal]. ''detiknews''. 31 Januari 2019.</ref>
|[[Banjir Sulawesi Selatan 2019]]
|[[Sulawesi Selatan]]
|
|-
|67<ref>Fhirlian Rizqi Utama. [https://bnpb.go.id/berita/update-banjir-lahar-dan-longsor-sumatra-barat-korban-jiwa-capai-50-orang-pemerintah-upayakan-penanganan-terbaik [UPDATE] Banjir Lahar dan Longsor Sumatra Barat: Korban Jiwa Capai 50 Orang, Pemerintah Upayakan Penanganan Terbaik]. ''BNPB''. 14 Mei 2024.</ref>
|[[Banjir lahar dingin Gunung Marapi 2024]]
|[[Sumatra Barat]]
|11 Mei–12 Mei 2024
|-
|66<ref>[https://edition.cnn.com/2020/01/06/asia/jakarta-floods-intl-hnk/index.html 66 people now killed by flooding in Jakarta, and more rain appears to be on the way]. ''CNN.com''. 6 Januari 2020.</ref>
|[[Banjir Jakarta 2020]]
|[[Jakarta]], [[Kabupaten Bekasi|Bekasi]], [[Kabupaten Bogor|Bogor]], [[Kota Depok]], [[Kabupaten Tangerang]]
|1 Januari 2020
|-
|47
|[[Banjir Jakarta 2013]]
|[[Jakarta]]
|15 Januari–25 Januari 2013
|-
|46
|[[Banjir dan longsor Kalimantan Selatan 2021]]
|[[Kalimantan Selatan]]
|9 Januari–29 Januari 2021
|-
|38
|[[Banjir Luwu Utara 2020]]
|[[Sulawesi Selatan]]
|13 Juli 2020
|-
|28
|[[Banjir Sumatera Barat 2024]]
|[[Sumatra Barat]]
|7 Maret–21 Maret 2024
|-
|26
|[[Banjir bandang Tangse 2011]]
|[[Aceh]]
|10 Maret 2011
|-
|25<ref>[https://www.beritasatu.com/jateng/2868047/3-jenazah-korban-longsor-di-pekalongan-ditemukan-total-jadi-25-orang/amp 3 Jenazah Korban Longsor di Pekalongan Ditemukan, Total Jadi 25 Orang]. ''Beritasatu.com''. 25 Januari 2025.</ref>
|[[Banjir dan longsor Pekalongan 2025]]
|[[Kabupaten Pekalongan|Pekalongan]], [[Jawa Tengah]]
|20 Januari 2025
|-
|24
|[[Banjir dan longsor Bengkulu 2019]]
|[[Bengkulu]]
|27 April 2019
|}
* '''Catatan''': Setidaknya 20+ korban jiwa dalam daftar ini
* '''Catatan''': Setidaknya 20+ korban jiwa dalam daftar ini


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Daftar daerah aliran sungai di Indonesia]]
* [[Daftar daerah aliran sungai di Indonesia]]
* [[Pengendalian banjir]]
* [[Pengendalian banjir]]
* [[Banjir bandang]]
* [[Banjir bandang]]
* [[Wilayah sungai]]
* [[Wilayah sungai]]
== Referensi ==


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
Baris 130: Baris 202:


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.cdc.gov/healthywater/emergency/flood/index.html U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Healthy Water – Flood Water Exposure] Health risks, cleanup of flood waters, and links to flood resources
* [http://www.cdc.gov/healthywater/emergency/flood/index.html U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Healthy Water – Flood Water Exposure] Health risks, cleanup of flood waters, and links to flood resources
* [http://www.apfm.info/ Associated Programme on Flood Management]  from [[World Meteorological Organization]]
* [http://www.apfm.info/ Associated Programme on Flood Management]  from [[World Meteorological Organization]]
Baris 139: Baris 210:
* [http://www.floodwarn.co.uk/ Flooding Risk and warning for Emergency Rescue Services]
* [http://www.floodwarn.co.uk/ Flooding Risk and warning for Emergency Rescue Services]
* [http://www.ifi-home.info/ International Flood Initiative]
* [http://www.ifi-home.info/ International Flood Initiative]
* [http://floodmaster.de International teaching module "Integrated Flood Risk Management of Extreme Events" (Floodmaster)]
* [http://floodmaster.de International teaching module "Integrated Flood Risk Management of Extreme Events" (Floodmaster)]  
* [http://www.planetark.com/dailynewsstory.cfm/newsid/44023/story.htm Predictions Off for Global Warming Flood Risk – Study].
* [http://www.planetark.com/dailynewsstory.cfm/newsid/44023/story.htm Predictions Off for Global Warming Flood Risk – Study].


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Banjir&oldid=28945397 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28945397 (2026-02-09T08:38:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Banjir&oldid=28945397 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28945397 (2026-02-09T08:38:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 17.56

Areas affected by floods in West Sumatra 291125 (1)

Banjir () adalah peristiwa bencana alam yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.[1] Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air.[2] Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti masuknya pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau melimpah dari bendungan sehingga air keluar dari sungai itu.[3]

Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.

Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik.

Mitos banjir besar adalah kisah mitologi banjir besar yang dikirimkan oleh Tuhan untuk menghancurkan suatu peradaban sebagai pembalasan Tuhan dan sering muncul dalam mitologi berbagai kebudayaan di dunia

Jenis dan penyebab utama

Sungai

  • Lama: Endapan dari hujan atau pencairan salju cepat melebihi kapasitas saluran sungai. Diakibatkan hujan deras monsun, hurikan dan depresi tropis, angin luar dan hujan panas yang memengaruhi salju. Rintangan drainase tidak terduga seperti tanah longsor, es, atau puing-puing dapat mengakibatkan banjir perlahan di sebelah hulu rintangan.
  • Cepat: Termasuk banjir bandang akibat curah hujan konvektif (badai petir besar) atau pelepasan mendadak endapan hulu yang terbentuk di belakang bendungan, tanah longsor, atau gletser.

Muara

Pantai

Malapetaka

  • Diakibatkan oleh peristiwa mendadak seperti jebolnya bendungan atau bencana lain seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Manusia

  • Kerusakan tak disengaja oleh pekerja terowongan atau pipa.
  • Pengelolaan tata ruang yang salah. Hal ini menyebabkan air tidak mudah terserap atau lambat mengalirnya, sehingga debit air cepat meningkat atau lebih banyak yang tertahan daripada yang tersalurkan ataupun yang terserap.
  • Sampah yang dibuang di sungai secara sembarangan.

Lumpur

  • Banjir lumpur terjadi melalui penumpukan endapan di tanah pertanian. Sedimen kemudian terpisah dari endapan dan terangkut sebagai materi tetap atau penumpukan dasar sungai. Endapan lumpur mudah diketahui ketika mulai mencapai daerah berpenghuni. Banjir lumpur adalah proses lembah bukit, dan tidak sama dengan aliran lumpur yang diakibatkan pergerakan massal.

Lainnya

  • Banjir dapat terjadi ketika air meluap di permukaan kedap air (misalnya akibat hujan) dan tidak dapat terserap dengan cepat (orientasi lemah atau penguapan rendah).
  • Rangkaian badai yang bergerak ke daerah yang sama.
  • Berang-berang pembangun bendungan dapat membanjiri wilayah perkotaan dan pedesaan rendah, umumnya mengakibatkan kerusakan besar.

Dampak

Dampak primer

Banyak warga harus mengungsi karena rumah mereka tidak dapat dihuni akibat banjir.

Dampak sekunder

  • Persediaan airKontaminasi air. Air minum bersih mulai langka
  • Penyakit - Kondisi tidak higienis. Penyebaran penyakit bawaan air.
  • Pertanian dan persediaan makanan - Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen.[4] Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat.
  • Pepohonan' - Spesies yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernapas.[5]
  • Transportasi - Jalur transportasi hancur, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.

Dampak tersier/jangka panjang

  • Ekonomi - Kesulitan ekonomi karena penurunan jumlah wisatawan, biaya pembangunan kembali, kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga, dll.

Pada kenyataannya, banjir akan membuat perekonomian lumpuh dan kondisi lainnya.

Pengendalian

Di berbagai negara di seluruh dunia, sungai yang rawan banjir dikendalikan dengan hati-hati. Pertahanan seperti bendungan,[6] bund, waduk, dan weir digunakan untuk mencegah sungai meluap, peralatan darurat seperti karung pasir atau tabung apung portabel digunakan. Banjir pantai telah dikendalikan di Eropa dan Amerika melalui pertahanan pantai, seperti tembok laut, pengembalian pantai, dan pulau penghalang.

Eropa

Mengingat penderitaan dan kehancuran yang diakibatkan Banjir Besar Paris 1910, pemerintah Prancis membangun serangkaian waduk bernama Les Grands Lacs de Seine (atau Danau-Danau Besar) yang membantu mengurangi tekanan dari Sungai Seine ketika terjadi banjir, khususnya banjir rutin pada musim dingin.[7]

London terlindungi dari banjir laut oleh Thames Barrier, sebuah perintang mekanis besar melintasi Sungai Thames yang dinaikkan ketika permukaan air laut mencapai ketinggian tertentu.

Venesia memiliki perintang sejenis, namun kota ini sudah tidak mampu menangani pasang laut yang sangat tinggi; sistem tanggul baru sedang dibangun. Pertahanan banjir London dan Venesia dapat dianggap tidak berguna jika permukaan laut terus naik.

Sungai Adige di Italia Utara memiliki kanal bawah tanah yang memungkinkan sebagian alirannya dialihkan ke Danau Garda (di daerah aliran sungai Po) untuk mengurangi risiko banjir muara. Kanal bawah tanah ini digunakan dua kali, pada 1966 dan 2000.

Pertahanan banjir terbesar dan tercanggih di dunia dapat ditemukan di Belanda yang disebut Delta Works dengan bendungan Oosterschelde yang menjadi pencapaian terbesar dalam pembangunan sistem pengendalian banjir ini. Sistem ini dibangun sebagai tanggapan terhadap banjir Laut Utara 1953 di bagian barat daya Belanda. Belanda telah membangun salah satu bendungan terbesar di dunia di utara negara ini, yaitu Afsluitdijk (ditutup tahun 1932).

Komplek Fasilitas Pencegahan Banjir Saint Petersburg di Rusia selesai dibangun tahun 2008 untuk melindungi Saint Petersburg dari banjir badai. Komplek ini juga memiliki fungsi lalu lintas, yaitu melengkapi jalan lingkar yang mengelilingi kota ini. Sebelas bendungan membentang sepanjang 25,4 kilometer dan berdiri delapan meter di atas permukaan laut.

Di Austria, banjir selama 150 tahun dikendalikan melalui berbagai tindakan sesuai regulasi Danube Wina, termasuk pengerukan sungai utama Danube pada 1870–75 dan pembentukan Danube Baru pada 1972–1988.

Pengelolaan risiko banjir di Irlandia Utara dilakukan oleh Rivers Agency.

Amerika Utara

Sistem pertahanan banjir dapat ditemukan di provinsi Manitoba, Kanada. Sungai Red mengalir ke utara dari Amerika Serikat, melintasi kota Winnipeg (sungai ini kemudian bertemu dengan Sungai Assinibone) menuju Danau Winnipeg. Sebagaimana semua sungai yang mengalir ke utara di zona sedang belahan Bumi utara, pencairan salju di bagian selatan dapat mengakibatkan permukaan sungai naik sebelum bagian utara mencair sepenuhnya. Ini dapat menyebabkan banjir bandang, seperti yang terjadi di Winnipeg selama musim semi 1950. Untuk melindungi kota ini dari banjir masa depan, pemerintah Manitoba melakukan pembangunan sistem pengalihan sungai, tanggul, dan jalur banjir massal (termasuk Red River Floodway dan Portage Diversion). Sistem ini melindungi Winnipeg dari banjir 1997 yang merendam banyak permukiman di hulu Winnipeg, termasuk Grand Forks, North Dakota dan Ste. Agathe, Manitoba. Sistem ini juga melindungi Winnipeg dari banjir 2009.

Di AS, 35% Wilayah Metropolitan New Orleans yang berada di bawah permukaan laut dilindungi oleh bendungan dan pintu banjir sepanjang ratusan mil. Sistem ini gagal sepenuhnya di beberapa bagian ketika Badai Katrina menerjang kota dan bagian timur wilayah metropolitan. Akibatnya sekitar 50% wilayah metropolitan terendam, mulai dari beberapa sentimeter hingga 8,2 meter (beberapa inci hingga 27 kaki) di permukiman pesisir.[8] Dalam upaya pencegahan banjir, pemerintah federal Amerika Serikat menawarkan pembelian properti rawan banjir di Amerika Serikat untuk mencegah bencana terulang setelah banjir 1993 di seluruh Midwest. Beberapa permukiman menerima tawaran ini dan pemerintah federal bekerja sama dengan pemerintah negara bagian membeli 25.000 properti yang diubah menjadi lahan basah. Lahan basah ini berperan sebagai penyerap air ketika badai terjadi dan pada 1995, banjir terjadi dan pemerintah tidak perlu mengerahkan sumber daya di daerah-daerah tersebut.[9]:)

Asia

Di India, Bangladesh dan Cina (tepatnya di kawasan Kanal Besar Cina), daerah pengalihan banjir adalah kawasan pedesaan yang sengaja ditenggelamkan ketika keadaan darurat untuk melindungi wilayah perkotaan.[10]

Banyak pihak mengatakan bahwa kehilangan vegetasi (deforestasi) akan mendorong peningkatan risiko. Dengan hutan alami yang mencegah banjir, durasi banjir akan berkurang. Mengurangi tingkat penebangan hutan akan mengurangi pula insiden dan tingkat keparahan banjir.[11]

Afrika

Di Mesir, Bendungan Aswan (1902) dan Bendungan Tinggi Aswan (1976) telah mengendalikan berbagai banjir di sepanjang Sungai Nil.

Keselamatan pembersihan

Aktivitas pembersihan setelah banjir biasanya mengancam pekerja dan relawan yang terlibat. Bahaya-bahaya mengancam tersebut yaitu air berpolusi yang tercampur dengan selokan bawah tanah, bahaya listrik, terpapar karbon monoksida, bahaya otot tengkorak, hipertermia atau hipotermia, bahaya kendaraan bermotor, kebakaran, tenggelam, dan terpapar bahan berbahaya.[12] Karena daerah banjir tidak stabil, pekerja pembersih bisa saja menemukan puing-puing tajam, bahan biologis dalam air banjir, kabel listrik, darah atau cairan tubuh lain, dan sisa-sisa hewan dan manusia. Dalam merencanakan dan merespon bencana banjir, manajer harus menyediakan helm keras, kacamata, sarung tangan kerja, jaket keselamatan, dan sepatu bot kedap air berlapis besi kepada para pekerja.[13]

Keuntungan

Ada berbagai dampak negatif banjir terhadap permukiman manusia dan aktivitas ekonomi. Namun, banjir (khususnya banjir rutin/kecil) juga dapat membawa banyak keuntungan, seperti mengisi kembali air tanah, menyuburkan serta memberikan nutrisi kepada tanah. Air banjir menyediakan air yang cukup di kawasan kering dan semi-kering yang curah hujannya tidak menentu sepanjang tahun. Air banjir tawar memainkan peran penting dalam menyeimbangkan ekosistem di koridor sungai dan merupakan faktor utama dalam penyeimbangan keragaman makhluk hidup di dataran banjir.[14] Banjir menambahkan banyak sekali nutrisi untuk danau dan sungai yang semakin memajukan industri perikanan pada tahun-tahun mendatang, selain itu juga karena kecocokan dataran banjir untuk pengembangbiakan ikan (sedikit predasi dan banyak nutrisi).[15] Ikan seperti ikan cuaca memanfaatkan banjir untuk berenang mencari habitat baru. Selain itu, burung juga mendapatkan manfaat dari produksi pangan yang meledak setelah banjir surut.[16]

Banjir rutin biasa terjadi di permukiman-permukiman kuno sepanjang Sungai Tigris-Eufrat, Nil, Indus, Gangga, dan Sungai Kuning. Kelangsungan sumber energi air terbarukan sangat tinggi di daerah rawan banjir.

Pemodelan komputer

Meski pemodelan banjir merupakan praktik yang baru diterapkan, upaya untuk memahami dan mengelola mekanisme kerja di dataran banjir telah dilakukan selama enam milenium.[17] Pengembangan terkini dalam pemodelan banjir melalui komputer telah membantu para insinyur menghentikan uji coba pendekatan "tahan atau biarkan" dan kecenderungannya memperkenalkan struktur tahan banjir. Berbagai model banjir melalui komputer telah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir, yaitu model 1D (permukaan banjir yang diukur di saluran) dan model 2D (kedalaman banjir yang diukur sepanjang dataran banjir). HEC-RAS,[18] model Hydraulic Engineering Centre, saat ini merupakan pemodelan banjir yang paling terkenal karena gratis. Model lain seperti TUFLOW[19] menggabungkan komponen 1D dan 2D untuk mendapatkan informasi kedalaman banjir di dataran banjir. Sejauh ini, pemodelan lebih difokuskan pada pemetaan banjir pasang dan banjir sungai, tetapi karena banjir 2007 di Britania Raya pemodelan lebih diutamakan pada dampak yang muncul akibat banjir air permukaan.[20]

Banjir paling mematikan di Indonesia

Beberapa banjir yang pernah terjadi di Indonesia, menimbulkan kerusakan dan korban jiwa yang sangat masif. Banjir bandang di Flores tahun 1973, merupakan peristiwa banjir paling mematikan di Indonesia, akibat dampak dari Siklon Flores 1973, menewaskan setidaknya 1.653 jiwa.[21]

Korban jiwa Peristiwa Lokasi Tanggal
1.653 Banjir bandang akibat dari Siklon Flores 1973 Flores 26 April–30 April 1973
1.200[22] Banjir dan longsor Sumatra 2025, disebabkan Siklon Senyar Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh 25–30 November 2025
178[23] Banjir dan longsor Nusa Tenggara 2021 akibat dari Siklon Seroja Nusa Tenggara Timur 3 April–12 April 2021
145[24] Banjir Wasior 2010 Papua Barat 4 Oktober 2010
113 Longsor dan banjir Sentani 2019 Jayapura, Papua 16–17 Maret 2019
80 Banjir Jakarta 2007 Jakarta 2 Februari–12 Februari 2007
79[25] Banjir Sulawesi Selatan 2019 Sulawesi Selatan
67[26] Banjir lahar dingin Gunung Marapi 2024 Sumatra Barat 11 Mei–12 Mei 2024
66[27] Banjir Jakarta 2020 Jakarta, Bekasi, Bogor, Kota Depok, Kabupaten Tangerang 1 Januari 2020
47 Banjir Jakarta 2013 Jakarta 15 Januari–25 Januari 2013
46 Banjir dan longsor Kalimantan Selatan 2021 Kalimantan Selatan 9 Januari–29 Januari 2021
38 Banjir Luwu Utara 2020 Sulawesi Selatan 13 Juli 2020
28 Banjir Sumatera Barat 2024 Sumatra Barat 7 Maret–21 Maret 2024
26 Banjir bandang Tangse 2011 Aceh 10 Maret 2011
25[28] Banjir dan longsor Pekalongan 2025 Pekalongan, Jawa Tengah 20 Januari 2025
24 Banjir dan longsor Bengkulu 2019 Bengkulu 27 April 2019
  • Catatan: Setidaknya 20+ korban jiwa dalam daftar ini

Lihat pula

Bacaan lanjutan

  • O'Connor, Jim E. and John E. Costa. (2004). The World's Largest Floods, Past and Present: Their Causes and Magnitudes [Circular 1254]. Washington, D.C.: U.S. Department of the Interior, U.S. Geological Survei.
  • Thompson, M.T. (1964). Historical Floods in New England [Geological Survei Water-Supply Paper 1779-M]. Washington, D.C.: United States Government Printing Office.
  • Powell, W. Gabe. 2009. Identifying Land Use/Land Cover (LULC) Using National Agriculture Imagery Program (NAIP) Data as a Hydrologic Model Input for Local Flood Plain Management. Applied Research Project. Texas State University – San Marcos.

Pranala luar

Referensi

  1. MSN Encarta Dictionary. Flood. Retrieved on 2006-12-28. 2009-10-31.
  2. Directive 2007/60/EC Chapter 1 Article2.
  3. Glossary of Meteorology (June 2000). Flood. Retrieved on 2009-01-09.
  4. Southasianfloods.org.
  5. Stephen Bratkovich, Lisa Burban, et al., "Flooding and its Effects on Trees", USDA Forest Service, Northeastern Area State and Private Forestry, St. Paul, MN, September 1993, webpage: na.fs.fed.us-flood-cover.
  6. Henry Petroski. Levees and Other Raised Ground. American Scientist. 2006. Vol. 94 (1). hlm. 7–11.
  7. See Jeffrey H. Jackson, Paris Under Water: How the City of Light Survived the Great Flood of 1910 (New York: Palgrave Macmillan, 2010).
  8. United States Department of Commerce. Hurricane Katrina Service Assessment Report. 2006.
  9. Amanda Ripley. "Floods, Tornadoes, Hurricanes, Wildfires, Earthquakes... Why We Don't Prepare." Time. August 28, 2006.
  10. "China blows up seventh dike to divert flooding." China Daily. 2003-07-07.
  11. Bradshaw CJ, Sodhi NS, Peh SH, Brook BW. (2007). Global evidence that deforestation amplifies flood risk and severity in the developing. Also a flood has recently hit Pakistan which is said to be more devastating then the Tsunami of 2005 world. Global Change Biology, 13: 2379–2395.
  12. United States National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). Storm and Flood Cleanup. Accessed 23 September 2008.
  13. NIOSH. NIOSH Warns of Hazards of Flood Cleanup Work. NIOSH Publication No. 94-123.
  14. WMO/GWP Associated Programme on Flood Management "Environmental Aspects of Integrated Flood Management." WMO, 2007
  15. Extension of the Flood Pulse Concept
  16. Birdlife soars above Botswana's floodplains.
  17. Dyhouse, G. et al. "Flood modelling Using HEC-RAS (First Edition)." Haestad Press, Waterbury (USA), 2003.
  18. United States Army Corps of Engineers. Davis, CA. Hydrologic Engineering Center.
  19. BMT WBM Ltd. Spring Hill, Queensland. "TUFLOW Flood and Tide Simulation Software."
  20. Cabinet Office, UK. "Pitt Review: Lessons learned from the 2007 floods." June 2008.
  21. Ahmad Arif. Siklon Tropis, Ancaman Baru Indonesia. Kompas.com. 8 April 2021.
  22. Korban Meninggal Akibat Banjir Sumatera Tembus 1.200 Jiwa, 113.903 Orang Masih Mengungs. 21 Januari 2026.
  23. Doan Pardede. Update Bencana NTT Terbaru - 67 orang Tewas, Ini Foto & Video Parahnya Banjir di Nusa Tenggara Timur. Tribunnews.com. 2021-04-05.
  24. Indonesia president to visit Papua disaster zone. Radio New Zealand International. 2010-10-12.
  25. Matius Alfons. Banjir Besar dan Longsor Sulsel, Total 79 Orang Meninggal. detiknews. 31 Januari 2019.
  26. Fhirlian Rizqi Utama. [UPDATE Banjir Lahar dan Longsor Sumatra Barat: Korban Jiwa Capai 50 Orang, Pemerintah Upayakan Penanganan Terbaik]. BNPB. 14 Mei 2024.
  27. 66 people now killed by flooding in Jakarta, and more rain appears to be on the way. CNN.com. 6 Januari 2020.
  28. 3 Jenazah Korban Longsor di Pekalongan Ditemukan, Total Jadi 25 Orang. Beritasatu.com. 25 Januari 2025.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28945397 (2026-02-09T08:38:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.