Lompat ke isi

Isotop xenon: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25760079; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''[[Xenon]]''' ('''<sub>54</sub>Xe''') yang terbentuk secara alami terdiri dari tujuh [[isotop]] [[Isotop stabil|stabil]] dan dua isotop berumur panjang. [[Penangkapan elektron ganda]] telah teramati pada <sup>124</sup>Xe ([[waktu paruh]] ) dan [[peluruhan beta ganda]] pada <sup>136</sup>Xe (waktu paruh ), yang merupakan salah satu waktu paruh terukur terpanjang dari semua nuklida. Isotop <sup>126</sup>Xe dan <sup>134</sup>Xe juga diprediksi mengalami peluruhan beta ganda, tetapi hal ini tidak pernah teramati pada dua isotop ini, sehingga dianggap stabil. Di luar bentuk stabil ini, 32 [[Radionuklida|isotop tidak stabil]] buatan dan berbagai [[Isomer nuklir|isomer]] telah dipelajari, yang berumur paling panjang adalah <sup>127</sup>Xe dengan waktu paruh 36,345 hari. Semua isotop lain memiliki waktu paruh kurang dari 12 hari, paling banyak kurang dari 20 jam. Isotop berumur paling pendek, <sup>108</sup>Xe, memiliki waktu paruh 58 detik, dan merupakan nuklida terberat yang diketahui dengan jumlah proton dan neutron yang sama. Dari isomer yang diketahui, isomer yang berumur paling panjang adalah <sup>131m</sup>Xe dengan waktu paruh 11,934 hari. <sup>129</sup>Xe dihasilkan oleh [[peluruhan beta]] [[iodin-129|<sup>129</sup>I]] (waktu paruh: 16 juta tahun); <sup>131m</sup>Xe, <sup>133</sup>Xe, <sup>133m</sup>Xe, dan <sup>135</sup>Xe adalah beberapa [[produk fisi]] dari [[uranium-235|<sup>235</sup>U]] dan [[plutonium-239|<sup>239</sup>Pu]], sehingga digunakan sebagai indikator [[ledakan nuklir]].
'''[[Xenon]]''' ('''<sub>54</sub>Xe''') yang terbentuk secara alami terdiri dari tujuh [[isotop]] [[Isotop stabil|stabil]] dan dua isotop berumur panjang. [[Penangkapan elektron ganda]] telah teramati pada <sup>124</sup>Xe ([[waktu paruh]] )<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop+xenon&oldid=25760079 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan [[peluruhan beta ganda]] pada <sup>136</sup>Xe (waktu paruh ),<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop+xenon&oldid=25760079 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> yang merupakan salah satu waktu paruh terukur terpanjang dari semua nuklida. Isotop <sup>126</sup>Xe dan <sup>134</sup>Xe juga diprediksi mengalami peluruhan beta ganda, tetapi hal ini tidak pernah teramati pada dua isotop ini, sehingga dianggap stabil.<ref>[http://www.shef.ac.uk/physics/bus2006/talks/luscher_roland.pdf Status of ββ-decay in Xenon], Roland Lüscher, diakses tanggal 8 Juli 2022.</ref><ref>N. Barros. ''Double beta decay searches of 134 Xe, 126 Xe, and 124 Xe with large scale Xe detectors''. ''Journal of Physics G''. 2014. Vol. 41 (11). hlm. 115105–1–115105–12. doi:10.1088/0954-3899/41/11/115105.</ref> Di luar bentuk stabil ini, 32 [[Radionuklida|isotop tidak stabil]] buatan dan berbagai [[Isomer nuklir|isomer]] telah dipelajari, yang berumur paling panjang adalah <sup>127</sup>Xe dengan waktu paruh 36,345 hari. Semua isotop lain memiliki waktu paruh kurang dari 12 hari, paling banyak kurang dari 20 jam. Isotop berumur paling pendek, <sup>108</sup>Xe,<ref>K. Auranen. [https://www.pure.ed.ac.uk/ws/files/77942573/PhysRevLett.121.pdf Superallowed α decay to doubly magic 100 Sn]. ''Physical Review Letters''. 2018. Vol. 121 (18). hlm. 182501. doi:10.1103/PhysRevLett.121.182501.</ref> memiliki waktu paruh 58 detik, dan merupakan nuklida terberat yang diketahui dengan jumlah proton dan neutron yang sama. Dari isomer yang diketahui, isomer yang berumur paling panjang adalah <sup>131m</sup>Xe dengan waktu paruh 11,934 hari. <sup>129</sup>Xe dihasilkan oleh [[peluruhan beta]] [[iodin-129|<sup>129</sup>I]] (waktu paruh: 16 juta tahun); <sup>131m</sup>Xe, <sup>133</sup>Xe, <sup>133m</sup>Xe, dan <sup>135</sup>Xe adalah beberapa [[produk fisi]] dari [[uranium-235|<sup>235</sup>U]] dan [[plutonium-239|<sup>239</sup>Pu]], sehingga digunakan sebagai indikator [[ledakan nuklir]].


Isotop buatan [[Xenon-135|<sup>135</sup>Xe]] sangat penting dalam pengoperasian [[Reaktor nuklir|reaktor fisi nuklir]]. <sup>135</sup>Xe memiliki [[Penampang neutron|penampang]] yang besar untuk [[neutron termal]], 2,65 [[Barn (satuan)|barn]], sehingga berfungsi sebagai [[Racun neutron|penyerap neutron]] atau "[[Racun neutron|racun]]" yang dapat [[Biji iodin|memperlambat atau menghentikan]] reaksi berantai setelah periode operasi. Ia ditemukan di [[Reaktor B|reaktor nuklir paling awal]] yang dibangun oleh [[Proyek Manhattan]] Amerika untuk produksi [[plutonium]]. Karena efek ini, perancang harus membuat ketentuan untuk meningkatkan [[Reaksi rantai nuklir|reaktivitas]] reaktor (jumlah neutron per fisi yang pergi ke fisi atom lain dari bahan bakar nuklir) di atas nilai awal yang dibutuhkan untuk memulai reaksi berantai. Untuk alasan yang sama, produk fisi yang dihasilkan dalam ledakan nuklir dan pembangkit listrik berbeda secara signifikan karena sebagian besar <sup>135</sup>Xe akan menyerap neutron dalam reaktor [[keadaan tunak]], sementara pada dasarnya tidak satu pun dari [[iodin-135|<sup>135</sup>I]] akan memiliki waktu untuk meluruh menjadi xenon sebelum ledakan bom menghilangkannya dari [[radiasi neutron]].
Isotop buatan [[Xenon-135|<sup>135</sup>Xe]] sangat penting dalam pengoperasian [[Reaktor nuklir|reaktor fisi nuklir]]. <sup>135</sup>Xe memiliki [[Penampang neutron|penampang]] yang besar untuk [[neutron termal]], 2,65 [[Barn (satuan)|barn]], sehingga berfungsi sebagai [[Racun neutron|penyerap neutron]] atau "[[Racun neutron|racun]]" yang dapat [[Biji iodin|memperlambat atau menghentikan]] reaksi berantai setelah periode operasi. Ia ditemukan di [[Reaktor B|reaktor nuklir paling awal]] yang dibangun oleh [[Proyek Manhattan]] Amerika untuk produksi [[plutonium]]. Karena efek ini, perancang harus membuat ketentuan untuk meningkatkan [[Reaksi rantai nuklir|reaktivitas]] reaktor (jumlah neutron per fisi yang pergi ke fisi atom lain dari bahan bakar nuklir) di atas nilai awal yang dibutuhkan untuk memulai reaksi berantai. Untuk alasan yang sama, produk fisi yang dihasilkan dalam ledakan nuklir dan pembangkit listrik berbeda secara signifikan karena sebagian besar <sup>135</sup>Xe akan menyerap neutron dalam reaktor [[keadaan tunak]], sementara pada dasarnya tidak satu pun dari [[iodin-135|<sup>135</sup>I]] akan memiliki waktu untuk meluruh menjadi xenon sebelum ledakan bom menghilangkannya dari [[radiasi neutron]].
Baris 5: Baris 5:
Konsentrasi isotop xenon radioaktif yang relatif tinggi juga ditemukan berasal dari reaktor nuklir karena pelepasan gas fisi ini dari [[batang bahan bakar]] yang retak atau fisi uranium dalam air pendingin. Konsentrasi isotop ini biasanya masih rendah dibandingkan dengan konsentrasi [[gas mulia]] radioaktif alami, [[radon-222|<sup>222</sup>Rn]] ([[radon]]).
Konsentrasi isotop xenon radioaktif yang relatif tinggi juga ditemukan berasal dari reaktor nuklir karena pelepasan gas fisi ini dari [[batang bahan bakar]] yang retak atau fisi uranium dalam air pendingin. Konsentrasi isotop ini biasanya masih rendah dibandingkan dengan konsentrasi [[gas mulia]] radioaktif alami, [[radon-222|<sup>222</sup>Rn]] ([[radon]]).


Karena xenon merupakan [[Pelacak isotopik|pelacak]] untuk dua [[Deret radioaktif|isotop induk]], [[Jejak isotopik|rasio isotop]] Xe dalam [[meteorit]] merupakan alat yang ampuh untuk mempelajari [[Pembentukan dan evolusi Tata Surya|pembentukan Tata Surya]]. Metode [[Penanggalan radiometrik|penanggalan]] I-Xe memberikan waktu yang berlalu antara [[nukleosintesis]] dan kondensasi benda padat dari [[Pembentukan dan evolusi Tata Surya#Pembentukan planet-planet|nebula matahari]] (xenon adalah gas, hanya bagian yang terbentuk setelah kondensasi yang akan ada di dalam objek). Isotop xenon juga merupakan alat yang ampuh untuk memahami [[Diferensiasi planet|diferensiasi terestrial]]. Kelebihan <sup>129</sup>Xe yang ditemukan dalam gas sumur [[karbon dioksida]] dari [[New Mexico]] diyakini berasal dari peluruhan gas yang berasal dari [[Mantel (geologi)|mantel]] segera setelah pembentukan Bumi. Telah diperkirakan bahwa komposisi isotop xenon atmosfer berfluktuasi sebelum [[Peristiwa Oksigenasi Besar|GOE]] sebelum menjadi stabil, mungkin sebagai akibat dari kenaikan O<sub>2</sub> atmosfer.
Karena xenon merupakan [[Pelacak isotopik|pelacak]] untuk dua [[Deret radioaktif|isotop induk]], [[Jejak isotopik|rasio isotop]] Xe dalam [[meteorit]] merupakan alat yang ampuh untuk mempelajari [[Pembentukan dan evolusi Tata Surya|pembentukan Tata Surya]]. Metode [[Penanggalan radiometrik|penanggalan]] I-Xe memberikan waktu yang berlalu antara [[nukleosintesis]] dan kondensasi benda padat dari [[Pembentukan dan evolusi Tata Surya#Pembentukan planet-planet|nebula matahari]] (xenon adalah gas, hanya bagian yang terbentuk setelah kondensasi yang akan ada di dalam objek). Isotop xenon juga merupakan alat yang ampuh untuk memahami [[Diferensiasi planet|diferensiasi terestrial]]. Kelebihan <sup>129</sup>Xe yang ditemukan dalam gas sumur [[karbon dioksida]] dari [[New Mexico]] diyakini berasal dari peluruhan gas yang berasal dari [[Mantel (geologi)|mantel]] segera setelah pembentukan Bumi.<ref>M. S. Boulos. ''The xenon record of extinct radioactivities in the Earth''. ''Science''. 1971. Vol. 174 (4016). hlm. 1334–1336. doi:10.1126/science.174.4016.1334.</ref> Telah diperkirakan bahwa komposisi isotop xenon atmosfer berfluktuasi sebelum [[Peristiwa Oksigenasi Besar|GOE]] sebelum menjadi stabil, mungkin sebagai akibat dari kenaikan O<sub>2</sub> atmosfer.<ref>L. Ardoin. ''The end of the isotopic evolution of atmospheric xenon''. ''Geochemical Perspectives Letters''. 2022. Vol. 20. hlm. 43-47. doi:10.7185/geochemlet.2207.</ref>


==Daftar isotop==
==Daftar isotop==
 
|-
 
| <sup>108</sup>Xe<ref>K. Auranen. [https://www.pure.ed.ac.uk/ws/files/77942573/PhysRevLett.121.pdf Superallowed α decay to doubly magic 100 Sn]. ''Physical Review Letters''. 2018. Vol. 121 (18). hlm. 182501. doi:10.1103/PhysRevLett.121.182501.</ref>
| <sup>108</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
|
|  
| 58(+106−23)&nbsp;[[Mikro-|μ]]dtk
| 58(+106−23)&nbsp;[[Mikro-|μ]]dtk
| [[Peluruhan alfa|α]]
| [[Peluruhan alfa|α]]
Baris 20: Baris 19:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>109</sup>Xe
| <sup>109</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 55
| style="text-align:right" | 55
|
|  
| 13(2)&nbsp;[[Mili-|m]]dtk
| 13(2)&nbsp;[[Mili-|m]]dtk
| α
| α
Baris 31: Baris 30:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>110</sup>Xe
| rowspan=2|<sup>110</sup>Xe
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
Baris 42: Baris 41:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α
| α
| <sup>106</sup>Te
| <sup>106</sup>Te
 
|-
| rowspan=2|<sup>111</sup>Xe
| rowspan=2|<sup>111</sup>Xe
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
Baris 56: Baris 55:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α (10%)
| α (10%)
| <sup>107</sup>Te
| <sup>107</sup>Te
 
|-
| rowspan=2|<sup>112</sup>Xe
| rowspan=2|<sup>112</sup>Xe
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
Baris 70: Baris 69:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| α (0,9%)
| α (0,9%)
| <sup>108</sup>Te
| <sup>108</sup>Te
 
|-
| rowspan=4|<sup>113</sup>Xe
| rowspan=4|<sup>113</sup>Xe
| rowspan=4 style="text-align:right" | 54
| rowspan=4 style="text-align:right" | 54
Baris 84: Baris 83:
| rowspan=4|
| rowspan=4|
| rowspan=4|
| rowspan=4|
 
|-
| β<sup>+</sup>, [[Emisi proton|p]] (7%)
| β<sup>+</sup>, [[Emisi proton|p]] (7%)
| <sup>112</sup>Te
| <sup>112</sup>Te
 
|-
| α (0,011%)
| α (0,011%)
| <sup>109</sup>Te
| <sup>109</sup>Te
 
|-
| β<sup>+</sup>, α (0,007%)
| β<sup>+</sup>, α (0,007%)
| <sup>109</sup>Sb
| <sup>109</sup>Sb
 
|-
| <sup>114</sup>Xe
| <sup>114</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 104: Baris 103:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=3|<sup>115</sup>Xe
| rowspan=3|<sup>115</sup>Xe
| rowspan=3 style="text-align:right" | 54
| rowspan=3 style="text-align:right" | 54
Baris 115: Baris 114:
| rowspan=3|
| rowspan=3|
| rowspan=3|
| rowspan=3|
 
|-
| β<sup>+</sup>, p (0,34%)
| β<sup>+</sup>, p (0,34%)
| <sup>114</sup>Te
| <sup>114</sup>Te
 
|-
| β<sup>+</sup>, α (3%)
| β<sup>+</sup>, α (3%)
| <sup>111</sup>Sb
| <sup>111</sup>Sb
 
|-
| <sup>116</sup>Xe
| <sup>116</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 132: Baris 131:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>117</sup>Xe
| rowspan=2|<sup>117</sup>Xe
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
Baris 143: Baris 142:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>+</sup>, p (0,0029%)
| β<sup>+</sup>, p (0,0029%)
| <sup>116</sup>Te
| <sup>116</sup>Te
 
|-
| <sup>118</sup>Xe
| <sup>118</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 157: Baris 156:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>119</sup>Xe
| <sup>119</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 168: Baris 167:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>120</sup>Xe
| <sup>120</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 179: Baris 178:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>121</sup>Xe
| <sup>121</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 190: Baris 189:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>122</sup>Xe
| <sup>122</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 201: Baris 200:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>123</sup>Xe
| <sup>123</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 212: Baris 211:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>123m</sup>Xe
| style="text-indent:1em" | <sup>123m</sup>Xe
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 185,18(22)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 185,18(22)&nbsp;keV
Baris 221: Baris 220:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>124</sup>Xe
| <sup>124</sup>Xe<ref>Radionuklida primordial</ref>
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 70
| style="text-align:right" | 70
| 123,905893(2)
| 123,905893(2)
| '''1,8(0,5 (stat), 0,1 (sis))&nbsp;thn'''
| '''1,8(0,5 (stat), 0,1 (sis))&nbsp;thn'''<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop+xenon&oldid=25760079 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
| [[Penangkapan elektron ganda|EC ganda]]
| [[Penangkapan elektron ganda|EC ganda]]
| '''<sup>124</sup>Te'''
| '''<sup>124</sup>Te'''  
| 0+
| 0+
| 9,52(3)
| 9,52(3)
|
|
 
|-
| <sup>125</sup>Xe
| <sup>125</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 243: Baris 242:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>125m1</sup>Xe
| style="text-indent:1em" | <sup>125m1</sup>Xe
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 252,60(14)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 252,60(14)&nbsp;keV
Baris 252: Baris 251:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>125m2</sup>Xe
| style="text-indent:1em" | <sup>125m2</sup>Xe
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 295,86(15)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 295,86(15)&nbsp;keV
Baris 261: Baris 260:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>126</sup>Xe
| <sup>126</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 72
| style="text-align:right" | 72
| 125,904274(7)
| 125,904274(7)
| colspan=3 align=center|'''[[Stabil Secara Pengamatan]]'''
| colspan=3 align=center|'''[[Stabil Secara Pengamatan]]'''<ref>Diduga mengalami peluruhan β + β + menjadi ''' 126 Te'''</ref>
| 0+
| 0+
| 8,90(2)
| 8,90(2)
|
|
 
|-
| <sup>127</sup>Xe
| <sup>127</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 281: Baris 280:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>127m</sup>Xe
| style="text-indent:1em" | <sup>127m</sup>Xe
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 297,10(8)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 297,10(8)&nbsp;keV
Baris 290: Baris 289:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>128</sup>Xe
| <sup>128</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 74
| style="text-align:right" | 74
| 127,9035313(15)
| 127,9035313(15)
| colspan=3 align=center|'''Stabil'''
| colspan=3 align=center|'''Stabil'''<ref>Secara teoritis mampu mengalami fisi spontan</ref>
| 0+
| 0+
| 0,019102(8)
| 0,019102(8)
|
|
 
|-
| <sup>129</sup>Xe
| <sup>129</sup>Xe<ref>Digunakan dalam metode penanggalan radio air tanah dan untuk menyimpulkan peristiwa tertentu dalam sejarah Tata Surya</ref>
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 75
| style="text-align:right" | 75
| 128,9047794(8)
| 128,9047794(8)
| colspan=3 align=center|'''Stabil'''
| colspan=3 align=center|'''Stabil'''<ref>Secara teoritis mampu mengalami fisi spontan</ref>
| 1/2+
| 1/2+
| 0,264006(82)
| 0,264006(82)
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>129m</sup>Xe
| style="text-indent:1em" | <sup>129m</sup>Xe
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 236,14(3)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 236,14(3)&nbsp;keV
Baris 317: Baris 316:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>130</sup>Xe
| <sup>130</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 76
| style="text-align:right" | 76
| 129,9035080(8)
| 129,9035080(8)
| colspan=3 align=center|'''Stabil'''
| colspan=3 align=center|'''Stabil'''<ref>Secara teoritis mampu mengalami fisi spontan</ref>
| 0+
| 0+
| 0,040710(13)
| 0,040710(13)
|
|
 
|-
| <sup>131</sup>Xe
| <sup>131</sup>Xe<ref>Produk fisi</ref>
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 77
| style="text-align:right" | 77
| 130,9050824(10)
| 130,9050824(10)
| colspan=3 align=center|'''Stabil'''
| colspan=3 align=center|'''Stabil'''<ref>Secara teoritis mampu mengalami fisi spontan</ref>
| 3/2+
| 3/2+
| 0,212324(30)
| 0,212324(30)
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>131m</sup>Xe
| style="text-indent:1em" | <sup>131m</sup>Xe
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 163,930(8)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 163,930(8)&nbsp;keV
Baris 344: Baris 343:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>132</sup>Xe
| <sup>132</sup>Xe<ref>Produk fisi</ref>
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 78
| style="text-align:right" | 78
| 131,9041535(10)
| 131,9041535(10)
| colspan=3 align=center|'''Stabil'''
| colspan=3 align=center|'''Stabil'''<ref>Secara teoritis mampu mengalami fisi spontan</ref>
| 0+
| 0+
| 0,269086(33)
| 0,269086(33)
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>132m</sup>Xe
| style="text-indent:1em" | <sup>132m</sup>Xe
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 2752,27(17)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 2752,27(17)&nbsp;keV
Baris 362: Baris 361:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>133</sup>Xe
| <sup>133</sup>Xe<ref>Produk fisi</ref><ref>Memiliki kegunaan medis</ref>
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 79
| style="text-align:right" | 79
Baris 373: Baris 372:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>133m</sup>Xe
| style="text-indent:1em" | <sup>133m</sup>Xe
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 233,221(18)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 233,221(18)&nbsp;keV
Baris 382: Baris 381:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>134</sup>Xe
| <sup>134</sup>Xe<ref>Produk fisi</ref>
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 80
| style="text-align:right" | 80
| 133,9053945(9)
| 133,9053945(9)
| colspan=3 align=center|'''Stabil Secara Pengamatan'''
| colspan=3 align=center|'''Stabil Secara Pengamatan'''<ref>Diduga mengalami peluruhan β − β − menjadi ''' 134 Ba''' dengan waktu paruh lebih dari 11 tahun</ref>
| 0+
| 0+
| 0,104357(21)
| 0,104357(21)
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>134m1</sup>Xe
| style="text-indent:1em" | <sup>134m1</sup>Xe
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 1965,5(5)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 1965,5(5)&nbsp;keV
Baris 400: Baris 399:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>134m2</sup>Xe
| style="text-indent:1em" | <sup>134m2</sup>Xe
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 3025,2(15)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 3025,2(15)&nbsp;keV
Baris 409: Baris 408:
|
|
|
|
 
|-
| [[Xenon-135|<sup>135</sup>Xe]]
| [[Xenon-135|<sup>135</sup>Xe]]<ref>Penyerap neutron paling kuat yang diketahui, diproduksi di pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai produk peluruhan 135 I, ia sendiri merupakan produk peluruhan 135 Te, sebuah produk fisi. Biasanya menyerap neutron di lingkungan fluks neutron tinggi menjadi ''''' 136 Xe'''''; lihat biji iodin untuk informasi lebih lanjut</ref>
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 81
| style="text-align:right" | 81
Baris 420: Baris 419:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>135m</sup>Xe
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>135m</sup>Xe
| rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 526,551(13)&nbsp;keV
| rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 526,551(13)&nbsp;keV
Baris 429: Baris 428:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>−</sup> (0,004%)
| β<sup>−</sup> (0,004%)
| <sup>135</sup>Cs
| <sup>135</sup>Cs
 
|-
| <sup>136</sup>Xe
| <sup>136</sup>Xe<ref>Radionuklida primordial</ref>
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 82
| style="text-align:right" | 82
| 135,907219(8)
| 135,907219(8)
| '''2,165(0,016 (stat), 0,059 (sis))&nbsp;thn'''
| '''2,165(0,016 (stat), 0,059 (sis))&nbsp;thn'''<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop+xenon&oldid=25760079 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
|β<sup>−</sup>β<sup>−</sup>
|β<sup>−</sup>β<sup>−</sup>
| '''<sup>136</sup>Ba'''
| '''<sup>136</sup>Ba'''
Baris 443: Baris 442:
| 0,088573(44)
| 0,088573(44)
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>136m</sup>Xe
| style="text-indent:1em" | <sup>136m</sup>Xe
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 1891,703(14)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 1891,703(14)&nbsp;keV
| 2,95(9)&nbsp;μdtk
| 2,95(9)&nbsp;μdtk
|
|
|
|  
| 6+
| 6+
|
|
|
|
 
|-
| <sup>137</sup>Xe
| <sup>137</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 463: Baris 462:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>138</sup>Xe
| <sup>138</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 474: Baris 473:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>139</sup>Xe
| <sup>139</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 485: Baris 484:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>140</sup>Xe
| <sup>140</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 496: Baris 495:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>141</sup>Xe
| rowspan=2|<sup>141</sup>Xe
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
Baris 507: Baris 506:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>−</sup>, [[Emisi neutron|n]] (0,043%)
| β<sup>−</sup>, [[Emisi neutron|n]] (0,043%)
| <sup>140</sup>Cs
| <sup>140</sup>Cs
 
|-
| rowspan=2|<sup>142</sup>Xe
| rowspan=2|<sup>142</sup>Xe
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
Baris 521: Baris 520:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>−</sup>, n (0,41%)
| β<sup>−</sup>, n (0,41%)
| <sup>141</sup>Cs
| <sup>141</sup>Cs
 
|-
| <sup>143</sup>Xe
| <sup>143</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 535: Baris 534:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>144</sup>Xe
| rowspan=2|<sup>144</sup>Xe
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
Baris 546: Baris 545:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>−</sup>, n
| β<sup>−</sup>, n
| <sup>143</sup>Cs
| <sup>143</sup>Cs
 
|-
| <sup>145</sup>Xe
| <sup>145</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 560: Baris 559:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>146</sup>Xe
| <sup>146</sup>Xe
| style="text-align:right" | 54
| style="text-align:right" | 54
Baris 571: Baris 570:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>147</sup>Xe
| rowspan=2|<sup>147</sup>Xe
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
| rowspan=2 style="text-align:right" | 54
Baris 582: Baris 581:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>−</sup>, n
| β<sup>−</sup>, n
| <sup>146</sup>Cs
| <sup>146</sup>Cs
Baris 589: Baris 588:


==Xenon-124==
==Xenon-124==
'''Xenon-124''' adalah sebuah [[isotop]] xenon yang mengalami [[penangkapan elektron ganda]] menjadi [[telurium-124|<sup>124</sup>Te]] dengan waktu paruh yang sangat lama, yaitu  tahun, lebih dari 12 kali lipat lebih lama daripada [[Umur alam semesta|usia alam semesta]] ( tahun).  Peluruhan tersebut telah teramati pada detektor [[XENON#XENON1T|XENON1T]] pada tahun 2019, dan merupakan proses paling langka yang pernah diamati secara langsung. (Bahkan peluruhan inti lain yang lebih lambat telah diukur, tetapi dengan mendeteksi produk peluruhan yang telah terakumulasi selama miliaran tahun daripada mengamatinya secara langsung.)
'''Xenon-124''' adalah sebuah [[isotop]] xenon yang mengalami [[penangkapan elektron ganda]] menjadi [[telurium-124|<sup>124</sup>Te]] dengan waktu paruh yang sangat lama, yaitu  tahun, lebih dari 12 kali lipat lebih lama daripada [[Umur alam semesta|usia alam semesta]] ( tahun).  Peluruhan tersebut telah teramati pada detektor [[XENON#XENON1T|XENON1T]] pada tahun 2019, dan merupakan proses paling langka yang pernah diamati secara langsung.<ref>David Nield. [https://www.sciencealert.com/a-dark-matter-detector-just-detected-one-of-the-rarest-events-ever-in-science A Dark Matter Detector Just Recorded One of The Rarest Events Known to Science]. 26 April 2019.</ref> (Bahkan peluruhan inti lain yang lebih lambat telah diukur, tetapi dengan mendeteksi produk peluruhan yang telah terakumulasi selama miliaran tahun daripada mengamatinya secara langsung.<ref>Hennecke, Edward W., O. K. Manuel, and Dwarka D. Sabu. [http://scholarsmine.mst.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=2240&context=chem_facwork Double beta decay of Te 128]. ''Physical Review C''. 1975. Vol. 11 (4). hlm. 1378–1384. doi:10.1103/PhysRevC.11.1378.</ref>)


==Xenon-133==
==Xenon-133==
 
'''Xenon-133''' (dijual sebagai obat dengan merek dagang ''Xeneisol'', [[Sistem Klasifikasi Kimiawi Terapeutik Anatomis|kode ATC]] ) adalah sebuah [[isotop]] xenon. Ia adalah [[radionuklida]] yang [[Pemindaian ventilasi/perfusi|dihirup]] untuk menilai fungsi paru, dan untuk menggambarkan [[paru-paru]].<ref>R. L. Jones. ''Measurement of regional ventilation and lung perfusion with Xe-133''. ''Journal of Nuclear Medicine''. 1978. Vol. 19 (10). hlm. 1187–1188.</ref> Ia juga digunakan untuk menggambarkan aliran darah, terutama di [[otak]].<ref>H. Hoshi. ''Cerebral blood flow imaging in patients with brain tumor and arterio-venous malformation using Tc-99m hexamethylpropylene-amine oxime--a comparison with Xe-133 and IMP''. ''Kaku Igaku''. 1987. Vol. 24 (11). hlm. 1617–1623.</ref> <sup>133</sup>Xe juga merupakan [[produk fisi]] yang penting. Ia dibuang ke atmosfer dalam jumlah kecil oleh beberapa [[pembangkit listrik tenaga nuklir]].<ref>[https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK201991/ Effluent Releases from Nuclear Power Plants and Fuel-Cycle Facilities]. National Academies Press (US). 29 Maret 2012.</ref>
'''Xenon-133''' (dijual sebagai obat dengan merek dagang ''Xeneisol'', [[Sistem Klasifikasi Kimiawi Terapeutik Anatomis|kode ATC]] ) adalah sebuah [[isotop]] xenon. Ia adalah [[radionuklida]] yang [[Pemindaian ventilasi/perfusi|dihirup]] untuk menilai fungsi paru, dan untuk menggambarkan [[paru-paru]]. Ia juga digunakan untuk menggambarkan aliran darah, terutama di [[otak]]. <sup>133</sup>Xe juga merupakan [[produk fisi]] yang penting. Ia dibuang ke atmosfer dalam jumlah kecil oleh beberapa [[pembangkit listrik tenaga nuklir]].


==Xenon-135==
==Xenon-135==
 
'''Xenon-135''' adalah sebuah [[Radionuklida|isotop radioaktif]] xenon, diproduksi sebagai [[produk fisi]] [[uranium]]. Ia memiliki [[waktu paruh]] sekitar 9,2 jam dan merupakan [[Racun neutron|racun nuklir]] penyerap [[neutron]] paling kuat yang diketahui (memiliki [[Penampang neutron|penampang penyerapan neutron]] sebesar 2 juta [[Barn (satuan)|barn]]<ref>Bagan Nuklida Edisi ke-13</ref>). Hasil keseluruhan xenon-135 dari fisi adalah 6,3%, meskipun sebagian besar hasil ini dari peluruhan radioaktif [[telurium-135|<sup>135</sup>Te]] dan [[iodin-135|<sup>135</sup>I]] yang dihasilkan oleh fisi. <sup>135</sup>Xe memberikan pengaruh yang signifikan terhadap operasi [[reaktor nuklir]] ([[Biji iodin|biji xenon]]). Ia dibuang ke atmosfer dalam jumlah kecil oleh beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir.<ref>[https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK201991/ Effluent Releases from Nuclear Power Plants and Fuel-Cycle Facilities]. National Academies Press (US). 29 Maret 2012.</ref>
'''Xenon-135''' adalah sebuah [[Radionuklida|isotop radioaktif]] xenon, diproduksi sebagai [[produk fisi]] [[uranium]]. Ia memiliki [[waktu paruh]] sekitar 9,2 jam dan merupakan [[Racun neutron|racun nuklir]] penyerap [[neutron]] paling kuat yang diketahui (memiliki [[Penampang neutron|penampang penyerapan neutron]] sebesar 2 juta [[Barn (satuan)|barn]]). Hasil keseluruhan xenon-135 dari fisi adalah 6,3%, meskipun sebagian besar hasil ini dari peluruhan radioaktif [[telurium-135|<sup>135</sup>Te]] dan [[iodin-135|<sup>135</sup>I]] yang dihasilkan oleh fisi. <sup>135</sup>Xe memberikan pengaruh yang signifikan terhadap operasi [[reaktor nuklir]] ([[Biji iodin|biji xenon]]). Ia dibuang ke atmosfer dalam jumlah kecil oleh beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir.


==Xenon-136==
==Xenon-136==
Baris 605: Baris 602:
* [[Geokimia isotop xenon]]
* [[Geokimia isotop xenon]]


==Referensi==
== Referensi ==
 
<references />
* Massa isotop dari:
**[http://amdc.in2p3.fr/web/masseval.html Ame2003 Evaluasi Massa Atom]  oleh Georges Audi, Aaldert Hendrik Wapstra, Catherine Thibault, Jean Blachot dan Olivier Bersillon di ''Nuclear Physics'' A729 (2003).
* Komposisi isotop dan massa atom standar dari:
**
**
* Data waktu paruh, spin, dan isomer dipilih dari sumber-sumber berikut.
**
**
**
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop+xenon&oldid=25760079 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25760079 (2024-05-27T04:53:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop+xenon&oldid=25760079 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25760079 (2024-05-27T04:53:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 08.56

Xenon (54Xe) yang terbentuk secara alami terdiri dari tujuh isotop stabil dan dua isotop berumur panjang. Penangkapan elektron ganda telah teramati pada 124Xe (waktu paruh )[1] dan peluruhan beta ganda pada 136Xe (waktu paruh ),[2] yang merupakan salah satu waktu paruh terukur terpanjang dari semua nuklida. Isotop 126Xe dan 134Xe juga diprediksi mengalami peluruhan beta ganda, tetapi hal ini tidak pernah teramati pada dua isotop ini, sehingga dianggap stabil.[3][4] Di luar bentuk stabil ini, 32 isotop tidak stabil buatan dan berbagai isomer telah dipelajari, yang berumur paling panjang adalah 127Xe dengan waktu paruh 36,345 hari. Semua isotop lain memiliki waktu paruh kurang dari 12 hari, paling banyak kurang dari 20 jam. Isotop berumur paling pendek, 108Xe,[5] memiliki waktu paruh 58 detik, dan merupakan nuklida terberat yang diketahui dengan jumlah proton dan neutron yang sama. Dari isomer yang diketahui, isomer yang berumur paling panjang adalah 131mXe dengan waktu paruh 11,934 hari. 129Xe dihasilkan oleh peluruhan beta 129I (waktu paruh: 16 juta tahun); 131mXe, 133Xe, 133mXe, dan 135Xe adalah beberapa produk fisi dari 235U dan 239Pu, sehingga digunakan sebagai indikator ledakan nuklir.

Isotop buatan 135Xe sangat penting dalam pengoperasian reaktor fisi nuklir. 135Xe memiliki penampang yang besar untuk neutron termal, 2,65 barn, sehingga berfungsi sebagai penyerap neutron atau "racun" yang dapat memperlambat atau menghentikan reaksi berantai setelah periode operasi. Ia ditemukan di reaktor nuklir paling awal yang dibangun oleh Proyek Manhattan Amerika untuk produksi plutonium. Karena efek ini, perancang harus membuat ketentuan untuk meningkatkan reaktivitas reaktor (jumlah neutron per fisi yang pergi ke fisi atom lain dari bahan bakar nuklir) di atas nilai awal yang dibutuhkan untuk memulai reaksi berantai. Untuk alasan yang sama, produk fisi yang dihasilkan dalam ledakan nuklir dan pembangkit listrik berbeda secara signifikan karena sebagian besar 135Xe akan menyerap neutron dalam reaktor keadaan tunak, sementara pada dasarnya tidak satu pun dari 135I akan memiliki waktu untuk meluruh menjadi xenon sebelum ledakan bom menghilangkannya dari radiasi neutron.

Konsentrasi isotop xenon radioaktif yang relatif tinggi juga ditemukan berasal dari reaktor nuklir karena pelepasan gas fisi ini dari batang bahan bakar yang retak atau fisi uranium dalam air pendingin. Konsentrasi isotop ini biasanya masih rendah dibandingkan dengan konsentrasi gas mulia radioaktif alami, 222Rn (radon).

Karena xenon merupakan pelacak untuk dua isotop induk, rasio isotop Xe dalam meteorit merupakan alat yang ampuh untuk mempelajari pembentukan Tata Surya. Metode penanggalan I-Xe memberikan waktu yang berlalu antara nukleosintesis dan kondensasi benda padat dari nebula matahari (xenon adalah gas, hanya bagian yang terbentuk setelah kondensasi yang akan ada di dalam objek). Isotop xenon juga merupakan alat yang ampuh untuk memahami diferensiasi terestrial. Kelebihan 129Xe yang ditemukan dalam gas sumur karbon dioksida dari New Mexico diyakini berasal dari peluruhan gas yang berasal dari mantel segera setelah pembentukan Bumi.[6] Telah diperkirakan bahwa komposisi isotop xenon atmosfer berfluktuasi sebelum GOE sebelum menjadi stabil, mungkin sebagai akibat dari kenaikan O2 atmosfer.[7]

Daftar isotop

|- | 108Xe[8] | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 54 | | 58(+106−23) μdtk | α | 104Te | 0+ | | |- | 109Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 55 | | 13(2) mdtk | α | 105Te | | | |- | rowspan=2|110Xe | rowspan=2 style="text-align:right" | 54 | rowspan=2 style="text-align:right" | 56 | rowspan=2|109,94428(14) | rowspan=2|310(190) mdtk
[105(+35−25) mdtk] | β+ | 110I | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | α | 106Te |- | rowspan=2|111Xe | rowspan=2 style="text-align:right" | 54 | rowspan=2 style="text-align:right" | 57 | rowspan=2|110,94160(33)# | rowspan=2|740(200) mdtk | β+ (90%) | 111I | rowspan=2|5/2+# | rowspan=2| | rowspan=2| |- | α (10%) | 107Te |- | rowspan=2|112Xe | rowspan=2 style="text-align:right" | 54 | rowspan=2 style="text-align:right" | 58 | rowspan=2|111,93562(11) | rowspan=2|2,7(8) dtk | β+ (99,1%) | 112I | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | α (0,9%) | 108Te |- | rowspan=4|113Xe | rowspan=4 style="text-align:right" | 54 | rowspan=4 style="text-align:right" | 59 | rowspan=4|112,93334(9) | rowspan=4|2,74(8) dtk | β+ (92,98%) | 113I | rowspan=4|(5/2+)# | rowspan=4| | rowspan=4| |- | β+, p (7%) | 112Te |- | α (0,011%) | 109Te |- | β+, α (0,007%) | 109Sb |- | 114Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 60 | 113,927980(12) | 10,0(4) dtk | β+ | 114I | 0+ | | |- | rowspan=3|115Xe | rowspan=3 style="text-align:right" | 54 | rowspan=3 style="text-align:right" | 61 | rowspan=3|114,926294(13) | rowspan=3|18(4) dtk | β+ (99,65%) | 115I | rowspan=3|(5/2+) | rowspan=3| | rowspan=3| |- | β+, p (0,34%) | 114Te |- | β+, α (3%) | 111Sb |- | 116Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 62 | 115,921581(14) | 59(2) dtk | β+ | 116I | 0+ | | |- | rowspan=2|117Xe | rowspan=2 style="text-align:right" | 54 | rowspan=2 style="text-align:right" | 63 | rowspan=2|116,920359(11) | rowspan=2|61(2) dtk | β+ (99,99%) | 117I | rowspan=2|5/2(+) | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+, p (0,0029%) | 116Te |- | 118Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 64 | 117,916179(11) | 3,8(9) mnt | β+ | 118I | 0+ | | |- | 119Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 65 | 118,915411(11) | 5,8(3) mnt | β+ | 119I | 5/2(+) | | |- | 120Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 66 | 119,911784(13) | 40(1) mnt | β+ | 120I | 0+ | | |- | 121Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 67 | 120,911462(12) | 40,1(20) mnt | β+ | 121I | (5/2+) | | |- | 122Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 68 | 121,908368(12) | 20,1(1) jam | β+ | 122I | 0+ | | |- | 123Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 69 | 122,908482(10) | 2,08(2) jam | EC | 123I | 1/2+ | | |- | style="text-indent:1em" | 123mXe | colspan="3" style="text-indent:2em" | 185,18(22) keV | 5,49(26) μdtk | | | 7/2(−) | | |- | 124Xe[9] | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 70 | 123,905893(2) | 1,8(0,5 (stat), 0,1 (sis)) thn[10] | EC ganda | 124Te | 0+ | 9,52(3) | |- | 125Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 71 | 124,9063955(20) | 16,9(2) jam | β+ | 125I | 1/2(+) | | |- | style="text-indent:1em" | 125m1Xe | colspan="3" style="text-indent:2em" | 252,60(14) keV | 56,9(9) dtk | IT | 125Xe | 9/2(−) | | |- | style="text-indent:1em" | 125m2Xe | colspan="3" style="text-indent:2em" | 295,86(15) keV | 0,14(3) μdtk | | | 7/2(+) | | |- | 126Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 72 | 125,904274(7) | colspan=3 align=center|Stabil Secara Pengamatan[11] | 0+ | 8,90(2) | |- | 127Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 73 | 126,905184(4) | 36,345(3) hri | EC | 127I | 1/2+ | | |- | style="text-indent:1em" | 127mXe | colspan="3" style="text-indent:2em" | 297,10(8) keV | 69,2(9) dtk | IT | 127Xe | 9/2− | | |- | 128Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 74 | 127,9035313(15) | colspan=3 align=center|Stabil[12] | 0+ | 0,019102(8) | |- | 129Xe[13] | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 75 | 128,9047794(8) | colspan=3 align=center|Stabil[14] | 1/2+ | 0,264006(82) | |- | style="text-indent:1em" | 129mXe | colspan="3" style="text-indent:2em" | 236,14(3) keV | 8,88(2) hri | IT | 129Xe | 11/2− | | |- | 130Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 76 | 129,9035080(8) | colspan=3 align=center|Stabil[15] | 0+ | 0,040710(13) | |- | 131Xe[16] | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 77 | 130,9050824(10) | colspan=3 align=center|Stabil[17] | 3/2+ | 0,212324(30) | |- | style="text-indent:1em" | 131mXe | colspan="3" style="text-indent:2em" | 163,930(8) keV | 11,934(21) hri | IT | 131Xe | 11/2− | | |- | 132Xe[18] | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 78 | 131,9041535(10) | colspan=3 align=center|Stabil[19] | 0+ | 0,269086(33) | |- | style="text-indent:1em" | 132mXe | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2752,27(17) keV | 8,39(11) mdtk | IT | 132Xe | (10+) | | |- | 133Xe[20][21] | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 79 | 132,9059107(26) | 5,2475(5) hri | β | 133Cs | 3/2+ | | |- | style="text-indent:1em" | 133mXe | colspan="3" style="text-indent:2em" | 233,221(18) keV | 2,19(1) hri | IT | 133Xe | 11/2− | | |- | 134Xe[22] | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 80 | 133,9053945(9) | colspan=3 align=center|Stabil Secara Pengamatan[23] | 0+ | 0,104357(21) | |- | style="text-indent:1em" | 134m1Xe | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1965,5(5) keV | 290(17) mdtk | IT | 134Xe | 7− | | |- | style="text-indent:1em" | 134m2Xe | colspan="3" style="text-indent:2em" | 3025,2(15) keV | 5(1) μdtk | | | (10+) | | |- | 135Xe[24] | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 81 | 134,907227(5) | 9,14(2) jam | β | 135Cs | 3/2+ | | |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 135mXe | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 526,551(13) keV | rowspan=2|15,29(5) mnt | IT (99,99%) | 135Xe | rowspan=2|11/2− | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β (0,004%) | 135Cs |- | 136Xe[25] | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 82 | 135,907219(8) | 2,165(0,016 (stat), 0,059 (sis)) thn[26]β | 136Ba | 0+ | 0,088573(44) | |- | style="text-indent:1em" | 136mXe | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1891,703(14) keV | 2,95(9) μdtk | | | 6+ | | |- | 137Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 83 | 136,911562(8) | 3,818(13) mnt | β | 137Cs | 7/2− | | |- | 138Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 84 | 137,91395(5) | 14,08(8) mnt | β | 138Cs | 0+ | | |- | 139Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 85 | 138,918793(22) | 39,68(14) dtk | β | 139Cs | 3/2− | | |- | 140Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 86 | 139,92164(7) | 13,60(10) dtk | β | 140Cs | 0+ | | |- | rowspan=2|141Xe | rowspan=2 style="text-align:right" | 54 | rowspan=2 style="text-align:right" | 87 | rowspan=2|140,92665(10) | rowspan=2|1,73(1) dtk | β (99,45%) | 141Cs | rowspan=2|5/2(−#) | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β, n (0,043%) | 140Cs |- | rowspan=2|142Xe | rowspan=2 style="text-align:right" | 54 | rowspan=2 style="text-align:right" | 88 | rowspan=2|141,92971(11) | rowspan=2|1,22(2) dtk | β (99,59%) | 142Cs | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β, n (0,41%) | 141Cs |- | 143Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 89 | 142,93511(21)# | 0,511(6) dtk | β | 143Cs | 5/2− | | |- | rowspan=2|144Xe | rowspan=2 style="text-align:right" | 54 | rowspan=2 style="text-align:right" | 90 | rowspan=2|143,93851(32)# | rowspan=2|0,388(7) dtk | β | 144Cs | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β, n | 143Cs |- | 145Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 91 | 144,94407(32)# | 188(4) mdtk | β | 145Cs | (3/2−)# | | |- | 146Xe | style="text-align:right" | 54 | style="text-align:right" | 92 | 145,94775(43)# | 146(6) mdtk | β | 146Cs | 0+ | | |- | rowspan=2|147Xe | rowspan=2 style="text-align:right" | 54 | rowspan=2 style="text-align:right" | 93 | rowspan=2|146,95356(43)# | rowspan=2|130(80) mdtk
[0,10(+10−5) dtk] | β | 147Cs | rowspan=2|3/2−# | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β, n | 146Cs

  • Komposisi isotop mengacu pada komposisi di udara.

Xenon-124

Xenon-124 adalah sebuah isotop xenon yang mengalami penangkapan elektron ganda menjadi 124Te dengan waktu paruh yang sangat lama, yaitu tahun, lebih dari 12 kali lipat lebih lama daripada usia alam semesta ( tahun). Peluruhan tersebut telah teramati pada detektor XENON1T pada tahun 2019, dan merupakan proses paling langka yang pernah diamati secara langsung.[27] (Bahkan peluruhan inti lain yang lebih lambat telah diukur, tetapi dengan mendeteksi produk peluruhan yang telah terakumulasi selama miliaran tahun daripada mengamatinya secara langsung.[28])

Xenon-133

Xenon-133 (dijual sebagai obat dengan merek dagang Xeneisol, kode ATC ) adalah sebuah isotop xenon. Ia adalah radionuklida yang dihirup untuk menilai fungsi paru, dan untuk menggambarkan paru-paru.[29] Ia juga digunakan untuk menggambarkan aliran darah, terutama di otak.[30] 133Xe juga merupakan produk fisi yang penting. Ia dibuang ke atmosfer dalam jumlah kecil oleh beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir.[31]

Xenon-135

Xenon-135 adalah sebuah isotop radioaktif xenon, diproduksi sebagai produk fisi uranium. Ia memiliki waktu paruh sekitar 9,2 jam dan merupakan racun nuklir penyerap neutron paling kuat yang diketahui (memiliki penampang penyerapan neutron sebesar 2 juta barn[32]). Hasil keseluruhan xenon-135 dari fisi adalah 6,3%, meskipun sebagian besar hasil ini dari peluruhan radioaktif 135Te dan 135I yang dihasilkan oleh fisi. 135Xe memberikan pengaruh yang signifikan terhadap operasi reaktor nuklir (biji xenon). Ia dibuang ke atmosfer dalam jumlah kecil oleh beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir.[33]

Xenon-136

Xenon-136 adalah sebuah isotop xenon yang mengalami peluruhan beta ganda menjadi 136Ba dengan waktu paruh yang sangat lama, yaitu tahun, lebih dari 10 kali lipat lebih lama daripada usia alam semesta ( tahun). Ia digunakan dalam eksperimen Enriched Xenon Observatory untuk mencari peluruhan beta ganda tanpa neutrino.

Lihat pula

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. Status of ββ-decay in Xenon, Roland Lüscher, diakses tanggal 8 Juli 2022.
  4. N. Barros. Double beta decay searches of 134 Xe, 126 Xe, and 124 Xe with large scale Xe detectors. Journal of Physics G. 2014. Vol. 41 (11). hlm. 115105–1–115105–12. doi:10.1088/0954-3899/41/11/115105.
  5. K. Auranen. Superallowed α decay to doubly magic 100 Sn. Physical Review Letters. 2018. Vol. 121 (18). hlm. 182501. doi:10.1103/PhysRevLett.121.182501.
  6. M. S. Boulos. The xenon record of extinct radioactivities in the Earth. Science. 1971. Vol. 174 (4016). hlm. 1334–1336. doi:10.1126/science.174.4016.1334.
  7. L. Ardoin. The end of the isotopic evolution of atmospheric xenon. Geochemical Perspectives Letters. 2022. Vol. 20. hlm. 43-47. doi:10.7185/geochemlet.2207.
  8. K. Auranen. Superallowed α decay to doubly magic 100 Sn. Physical Review Letters. 2018. Vol. 121 (18). hlm. 182501. doi:10.1103/PhysRevLett.121.182501.
  9. Radionuklida primordial
  10. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  11. Diduga mengalami peluruhan β + β + menjadi 126 Te
  12. Secara teoritis mampu mengalami fisi spontan
  13. Digunakan dalam metode penanggalan radio air tanah dan untuk menyimpulkan peristiwa tertentu dalam sejarah Tata Surya
  14. Secara teoritis mampu mengalami fisi spontan
  15. Secara teoritis mampu mengalami fisi spontan
  16. Produk fisi
  17. Secara teoritis mampu mengalami fisi spontan
  18. Produk fisi
  19. Secara teoritis mampu mengalami fisi spontan
  20. Produk fisi
  21. Memiliki kegunaan medis
  22. Produk fisi
  23. Diduga mengalami peluruhan β − β − menjadi 134 Ba dengan waktu paruh lebih dari 11 tahun
  24. Penyerap neutron paling kuat yang diketahui, diproduksi di pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai produk peluruhan 135 I, ia sendiri merupakan produk peluruhan 135 Te, sebuah produk fisi. Biasanya menyerap neutron di lingkungan fluks neutron tinggi menjadi 136 Xe; lihat biji iodin untuk informasi lebih lanjut
  25. Radionuklida primordial
  26. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  27. David Nield. A Dark Matter Detector Just Recorded One of The Rarest Events Known to Science. 26 April 2019.
  28. Hennecke, Edward W., O. K. Manuel, and Dwarka D. Sabu. Double beta decay of Te 128. Physical Review C. 1975. Vol. 11 (4). hlm. 1378–1384. doi:10.1103/PhysRevC.11.1378.
  29. R. L. Jones. Measurement of regional ventilation and lung perfusion with Xe-133. Journal of Nuclear Medicine. 1978. Vol. 19 (10). hlm. 1187–1188.
  30. H. Hoshi. Cerebral blood flow imaging in patients with brain tumor and arterio-venous malformation using Tc-99m hexamethylpropylene-amine oxime--a comparison with Xe-133 and IMP. Kaku Igaku. 1987. Vol. 24 (11). hlm. 1617–1623.
  31. Effluent Releases from Nuclear Power Plants and Fuel-Cycle Facilities. National Academies Press (US). 29 Maret 2012.
  32. Bagan Nuklida Edisi ke-13
  33. Effluent Releases from Nuclear Power Plants and Fuel-Cycle Facilities. National Academies Press (US). 29 Maret 2012.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25760079 (2024-05-27T04:53:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.