Lompat ke isi

Pembakaran oksigen murni: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27935766; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pembakaran oksigen murni''' merupakan salah satu jenis [[pembakaran]] yang menggunakan [[oksigen murni]] sebagai [[bahan bakar]]. Teknik ini dikembangkan untuk menghindari [[Pengenceran isotop|pengenceran]] dalam [[gas]] hasil pembakaran oleh [[nitrogen]]. Oksigen murni diperoleh dengan proses pemisahan [[oksigen]] dari [[udara]] dalam sebuah unit pemisah udara. Kekurangan dari pembakaran oksigen murni adalah [[suhu]] pembakaran yang tinggi. Kelebihannya adalah menghasilkan nyala [[api]] [[batu bara]] dengan stabil. Pembakaran oksigen murni dan [[karbon dioksida]] memiliki pengaruh yang besar terhadap [[perpindahan panas]]. Pembakarannya menghasilkan kepadatan dan kapasitas panas [[Molaritas|molar]] yang besar. Peningkatan yang dihasilkan sebanyak 1,6 hingga 1,7 kali lebih besar. Selain itu, juga dihasilkan [[spektrum]] [[inframerah]] dan [[Difusivitas termal|difusivitas]] dengan [[massa]] yang rendah. Jenis pembakaran ini memiliki sifat [[kimia]] yang aktif sehingga mampu melakukan [[reaksi Boudouard]]. Pembakaran oksigen murni dapat optimal dengan menggunakan [[Derajat kebebasan (fisika dan kimia)|derajat kebebasan]]. Namun, penambahan derajat kebebasan juga menyebabkan kepadatan aliran massa dan menghasilkan pembakar [[aerodinamika]].
'''Pembakaran oksigen murni''' merupakan salah satu jenis [[pembakaran]] yang menggunakan [[oksigen murni]] sebagai [[bahan bakar]]. Teknik ini dikembangkan untuk menghindari [[Pengenceran isotop|pengenceran]] dalam [[gas]] hasil pembakaran oleh [[nitrogen]]. Oksigen murni diperoleh dengan proses pemisahan [[oksigen]] dari [[udara]] dalam sebuah unit pemisah udara. Kekurangan dari pembakaran oksigen murni adalah [[suhu]] pembakaran yang tinggi.<ref>[http://b2tke.bppt.go.id/images/Documents/PPID/SetiapSaat/R%20-%20Publikasi%20Ilmiah/PLTU%20Batubara%20Superkritikal%20Yang%20Efisien.pdf PLTU Batubara Superkritikal Yang Efisien]. Balai Besar Teknologi Energi. 2015. hlm. 10. ISBN 978-602-1124-94-9.</ref> Kelebihannya adalah menghasilkan nyala [[api]] [[batu bara]] dengan stabil. Pembakaran oksigen murni dan [[karbon dioksida]] memiliki pengaruh yang besar terhadap [[perpindahan panas]]. Pembakarannya menghasilkan kepadatan dan kapasitas panas [[Molaritas|molar]] yang besar. Peningkatan yang dihasilkan sebanyak 1,6 hingga 1,7 kali lebih besar. Selain itu, juga dihasilkan [[spektrum]] [[inframerah]] dan [[Difusivitas termal|difusivitas]] dengan [[massa]] yang rendah. Jenis pembakaran ini memiliki sifat [[kimia]] yang aktif sehingga mampu melakukan [[reaksi Boudouard]]. Pembakaran oksigen murni dapat optimal dengan menggunakan [[Derajat kebebasan (fisika dan kimia)|derajat kebebasan]]. Namun, penambahan derajat kebebasan juga menyebabkan kepadatan aliran massa dan menghasilkan pembakar [[aerodinamika]].<ref>Toby Lockwood. [https://usea.org/sites/default/files/082014_Developments%20in%20oxyfuel%20combustion%20of%20coal_ccc240.pdf Developments in Oxyfuel Combustion of Coal]. IEA Clean Coal Centre. 2014. hlm. 17-18. ISBN 978-92-9029-561-7.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembakaran+oksigen+murni&oldid=27935766 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27935766 (2025-10-07T06:44:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembakaran+oksigen+murni&oldid=27935766 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27935766 (2025-10-07T06:44:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 09.04

Pembakaran oksigen murni merupakan salah satu jenis pembakaran yang menggunakan oksigen murni sebagai bahan bakar. Teknik ini dikembangkan untuk menghindari pengenceran dalam gas hasil pembakaran oleh nitrogen. Oksigen murni diperoleh dengan proses pemisahan oksigen dari udara dalam sebuah unit pemisah udara. Kekurangan dari pembakaran oksigen murni adalah suhu pembakaran yang tinggi.[1] Kelebihannya adalah menghasilkan nyala api batu bara dengan stabil. Pembakaran oksigen murni dan karbon dioksida memiliki pengaruh yang besar terhadap perpindahan panas. Pembakarannya menghasilkan kepadatan dan kapasitas panas molar yang besar. Peningkatan yang dihasilkan sebanyak 1,6 hingga 1,7 kali lebih besar. Selain itu, juga dihasilkan spektrum inframerah dan difusivitas dengan massa yang rendah. Jenis pembakaran ini memiliki sifat kimia yang aktif sehingga mampu melakukan reaksi Boudouard. Pembakaran oksigen murni dapat optimal dengan menggunakan derajat kebebasan. Namun, penambahan derajat kebebasan juga menyebabkan kepadatan aliran massa dan menghasilkan pembakar aerodinamika.[2]

Referensi

  1. PLTU Batubara Superkritikal Yang Efisien. Balai Besar Teknologi Energi. 2015. hlm. 10. ISBN 978-602-1124-94-9.
  2. Toby Lockwood. Developments in Oxyfuel Combustion of Coal. IEA Clean Coal Centre. 2014. hlm. 17-18. ISBN 978-92-9029-561-7.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27935766 (2025-10-07T06:44:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.