Lompat ke isi

Keasinan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28029053; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Wiki_plot_04.png|thumb|right|280px|Wiki plot 04]]
'''Keasinan''' atau '''salinitas''' adalah tingkat rasa asin atau kadar [[garam]] terlarut dalam [[air]]. Keasinan juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah.
'''Keasinan''' atau '''salinitas''' adalah tingkat rasa asin atau kadar [[garam]] terlarut dalam [[air]]. Keasinan juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah.


== Definisi ==
== Definisi ==
Kandungan garam pada sebagian besar [[danau]], [[sungai]], dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai [[air tawar]]. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai [[air payau]] atau menjadi ''saline'' bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebut ''[[brine]]''.
Kandungan garam pada sebagian besar [[danau]], [[sungai]], dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai [[air tawar]]. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai [[air payau]] atau menjadi ''saline'' bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebut ''[[brine]]''.


Air laut secara alami merupakan air ''saline'' dengan kandungan garam sekitar 3,5%. Beberapa [[danau garam]] di daratan dan beberapa lautan memiliki kadar garam lebih tinggi dari air laut umumnya. Sebagai contoh, [[Laut Mati]] memiliki kadar garam sekitar 30%.
Air laut secara alami merupakan air ''saline'' dengan kandungan garam sekitar 3,5%. Beberapa [[danau garam]] di daratan dan beberapa lautan memiliki kadar garam lebih tinggi dari air laut umumnya. Sebagai contoh, [[Laut Mati]] memiliki kadar garam sekitar 30%.<ref>Goetz, P. W. (ed.): "The New Encyclopaedia Britannica (15th edn)", Vol. 3, p.937, Encyclopaedia Britannica Inc., Chicago, 1986.</ref>


Istilah teknik untuk keasinan lautan adalah ''halinitas'', dengan didasarkan bahwa [[halida]]-halida—terutama [[klorida]]—adalah [[anion]] yang paling banyak dari elemen-elemen terlarut. Dalam [[oseanografi]], salinitas biasa dinyatakan bukan dalam persen tetapi dalam “bagian perseribu” (''parts per thousand'', ppt) atau permil (‰), kira-kira sama dengan jumlah gram garam untuk setiap liter larutan. Sebelum tahun 1978, salinitas atau halinitas dinyatakan sebagai ‰ dengan didasarkan pada rasio [[konduktivitas elektrik]] sampel terhadap ''"Copenhagen water"'', air laut buatan yang digunakan sebagai standar air laut dunia. Pada 1978, oseanografer meredifinisikan salinitas dalam ''Practical Salinity Units'' (psu, Unit Salinitas Praktis): rasio konduktivitas sampel air laut terhadap larutan KCL standar. Rasio tidak memiliki unit, sehingga tidak bisa dinyatakan bahwa 35 psu sama dengan 35 gram garam per liter larutan.
Istilah teknik untuk keasinan lautan adalah ''halinitas'', dengan didasarkan bahwa [[halida]]-halida—terutama [[klorida]]—adalah [[anion]] yang paling banyak dari elemen-elemen terlarut. Dalam [[oseanografi]], salinitas biasa dinyatakan bukan dalam persen tetapi dalam “bagian perseribu” (''parts per thousand'', ppt) atau permil (‰), kira-kira sama dengan jumlah gram garam untuk setiap liter larutan. Sebelum tahun 1978, salinitas atau halinitas dinyatakan sebagai ‰ dengan didasarkan pada rasio [[konduktivitas elektrik]] sampel terhadap ''"Copenhagen water"'', air laut buatan yang digunakan sebagai standar air laut dunia.<ref>Lewis, E.L. (1980). The Practical Salinity Scale 1978 and its antecedents. ''IEEE J. Ocean. Eng.'', OE-5(1): 3-8.</ref> Pada 1978, oseanografer meredifinisikan salinitas dalam ''Practical Salinity Units'' (psu, Unit Salinitas Praktis): rasio konduktivitas sampel air laut terhadap larutan KCL standar.<ref>Unesco (1981a). The Practical Salinity Scale 1978 and the International Equation of State of Seawater 1980. ''Tech. Pap. Mar. Sci.'', 36: 25 pp.</ref><ref>Unesco (1981b). Background papers and supporting data on the Practical Salinity Scale 1978. ''Tech. Pap. Mar. Sci.'', 37: 144 pp.</ref> Rasio tidak memiliki unit, sehingga tidak bisa dinyatakan bahwa 35 psu sama dengan 35 gram garam per liter larutan.<ref>Unesco (1985). The International System of Units (SI) in Oceanography. ''Tech. Pap. Mar. Sci.'', 45: 124 pp.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keasinan&oldid=28029053 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28029053 (2025-10-16T17:53:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keasinan&oldid=28029053 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28029053 (2025-10-16T17:53:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.58

Wiki plot 04

Keasinan atau salinitas adalah tingkat rasa asin atau kadar garam terlarut dalam air. Keasinan juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah.

Definisi

Kandungan garam pada sebagian besar danau, sungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebut brine.

Air laut secara alami merupakan air saline dengan kandungan garam sekitar 3,5%. Beberapa danau garam di daratan dan beberapa lautan memiliki kadar garam lebih tinggi dari air laut umumnya. Sebagai contoh, Laut Mati memiliki kadar garam sekitar 30%.[1]

Istilah teknik untuk keasinan lautan adalah halinitas, dengan didasarkan bahwa halida-halida—terutama klorida—adalah anion yang paling banyak dari elemen-elemen terlarut. Dalam oseanografi, salinitas biasa dinyatakan bukan dalam persen tetapi dalam “bagian perseribu” (parts per thousand, ppt) atau permil (‰), kira-kira sama dengan jumlah gram garam untuk setiap liter larutan. Sebelum tahun 1978, salinitas atau halinitas dinyatakan sebagai ‰ dengan didasarkan pada rasio konduktivitas elektrik sampel terhadap "Copenhagen water", air laut buatan yang digunakan sebagai standar air laut dunia.[2] Pada 1978, oseanografer meredifinisikan salinitas dalam Practical Salinity Units (psu, Unit Salinitas Praktis): rasio konduktivitas sampel air laut terhadap larutan KCL standar.[3][4] Rasio tidak memiliki unit, sehingga tidak bisa dinyatakan bahwa 35 psu sama dengan 35 gram garam per liter larutan.[5]

Referensi

  1. Goetz, P. W. (ed.): "The New Encyclopaedia Britannica (15th edn)", Vol. 3, p.937, Encyclopaedia Britannica Inc., Chicago, 1986.
  2. Lewis, E.L. (1980). The Practical Salinity Scale 1978 and its antecedents. IEEE J. Ocean. Eng., OE-5(1): 3-8.
  3. Unesco (1981a). The Practical Salinity Scale 1978 and the International Equation of State of Seawater 1980. Tech. Pap. Mar. Sci., 36: 25 pp.
  4. Unesco (1981b). Background papers and supporting data on the Practical Salinity Scale 1978. Tech. Pap. Mar. Sci., 37: 144 pp.
  5. Unesco (1985). The International System of Units (SI) in Oceanography. Tech. Pap. Mar. Sci., 45: 124 pp.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28029053 (2025-10-16T17:53:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.