Lompat ke isi

Keabadian digital: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24363127; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Keabadian digital''' (atau "'''keabadian virtual'''") adalah sebuah konsep hipotetis untuk menyimpan (atau mentransfer) kepribadian seseorang dalam substrat digital, seperti [[komputer]], [[robot]] atau [[dunia maya]] dengan teknik seperti [[pengunggahan pikiran]]. Hasilnya mungkin terlihat seperti [[avatar]] yang berperilaku, bereaksi, dan berpikir seperti seseorang berdasarkan arsip digital orang tersebut. Setelah kematian seseorang, avatar ini dapat tetap bertahan atau terus belajar serta meningkatkan diri secara mandiri (mungkin menjadi [[benih kecerdasan buatan]]).
'''Keabadian digital''' (atau "'''keabadian virtual'''")<ref>Ross Farnell. [https://www.jstor.org/stable/4240849 Attempting Immortality: AI, A-Life, and the Posthuman in Greg Egan's "Permutation City"]. ''Science Fiction Studies''. 2000. Vol. 27 (1). hlm. 69–91.</ref> adalah sebuah konsep hipotetis untuk menyimpan (atau mentransfer) kepribadian seseorang dalam substrat digital, seperti [[komputer]], [[robot]] atau [[dunia maya]]<ref>Michael S. A. Graziano. [https://www.worldcat.org/oclc/1084330876 Rethinking consciousness : a scientific theory of subjective experience]. 2019. ISBN 978-0-393-65261-1.</ref> dengan teknik seperti [[pengunggahan pikiran]]. Hasilnya mungkin terlihat seperti [[avatar]] yang berperilaku, bereaksi, dan berpikir seperti seseorang berdasarkan arsip digital orang tersebut.<ref>Simon Parkin. [http://www.bbc.com/future/story/20150122-the-secret-to-immortality Back-up brains: The era of digital immortality]. BBC. 23 January 2015.</ref><ref>Martine Rothblatt. [https://books.google.com/books?id=Y7JzAwAAQBAJ Virtually Human: The Promiseand the Perilof Digital Immortality]. 2014. ISBN 978-1491532911.</ref><ref>Carla Sofka. [https://books.google.com/books?id=MkcGiLeATe8C&q=digital+immortality&pg=PA25 Dying, Death, and Grief in an Online Universe: For Counselors and Educators]. February 2012. ISBN 978-0826107329.</ref><ref>Doug DeGroot. [https://books.google.com/books?id=NzZtCQAAQBAJ&q=digital+immortality&pg=PA136 Intelligent Virtual Agents: 4th International Workshop, IVA 2003, Kloster Irsee, Germany, September 15-17, 2003, Proceedings (Lecture Notes in ... / Lecture Notes in Artificial Intelligence)]. 5 November 2003. ISBN 978-3540200031.</ref> Setelah kematian seseorang, avatar ini dapat tetap bertahan atau terus belajar serta meningkatkan diri secara mandiri (mungkin menjadi [[benih kecerdasan buatan]]).


Sebagian besar [[transhumanisme|transhumanis]] dan singularitarian menaruh harapan besar pada keyakinan bahwa mereka pada akhirnya dapat hidup [[abadi]] dengan menciptakan satu atau banyak salinan fungsional non-biologis dari otak mereka, sehingga meninggalkan "cangkang biologis" mereka. Salinan ini kemudian dapat "hidup selamanya" dalam versi "[[surga]]" digital.
Sebagian besar [[transhumanisme|transhumanis]] dan singularitarian menaruh harapan besar pada keyakinan bahwa mereka pada akhirnya dapat hidup [[abadi]]<ref>Peter Cohan. [https://www.forbes.com/sites/petercohan/2013/06/20/googles-engineering-director-32-years-to-digital-immortality/ Google's Engineering Director: 32 Years To Digital Immortality]. 20 June 2013.</ref> dengan menciptakan satu atau banyak salinan fungsional non-biologis dari otak mereka, sehingga meninggalkan "cangkang biologis" mereka. Salinan ini kemudian dapat "hidup selamanya" dalam versi "[[surga]]" digital.<ref>Tanya Lewis. [http://www.livescience.com/37499-immortality-by-2045-conference.html The Singularity Is Near: Mind Uploading by 2045?]. ''livescience.com''. 17 June 2013.</ref><ref>Jonathan Strickland. [http://electronics.howstuffworks.com/gadgets/high-tech-gadgets/digital-immortality.htm How Digital Immortality Works]. ''howstuffworks.com''. 12 April 2011.</ref>


== Realisasi konsep ==
== Realisasi konsep ==
National Science Foundation telah memberikan hibah setengah juta dolar kepada Universitas Central Florida di Orlando dan Illinois di Chicago untuk mengeksplorasi bagaimana para peneliti dapat menggunakan kecerdasan buatan, pengarsipan, dan pencitraan komputer untuk membuat versi digital yang realis dari orang-orang nyata, hal ini kemungkinan bisa menjadi langkah pertama menuju keabadian virtual.
National Science Foundation telah memberikan hibah setengah juta dolar kepada Universitas Central Florida di Orlando dan Illinois di Chicago untuk mengeksplorasi bagaimana para peneliti dapat menggunakan kecerdasan buatan, pengarsipan, dan pencitraan komputer untuk membuat versi digital yang realis dari orang-orang nyata, hal ini kemungkinan bisa menjadi langkah pertama menuju keabadian virtual.<ref>[http://bioethics.com/?p=2717 US Government funds virtual reality research], bioethics.com, 14 June 2007</ref>


''Digital Immortality Institute'' mengeksplorasi tiga faktor yang diperlukan untuk menciptakan keabadian digital. Pertama, pada tingkat implementasi apa pun, avatar memerlukan aksesibilitas [[Internet]] yang terjamin. Selanjutnya, avatar harus sesuai dengan pengaturan yang ditentukan pengguna, dan mereka harus tetap demikian. Terakhir, representasi masa depan harus diamankan sebelum pengguna yang masih hidup tidak ada lagi.
''Digital Immortality Institute'' mengeksplorasi tiga faktor yang diperlukan untuk menciptakan keabadian digital. Pertama, pada tingkat implementasi apa pun, avatar memerlukan aksesibilitas [[Internet]] yang terjamin. Selanjutnya, avatar harus sesuai dengan pengaturan yang ditentukan pengguna, dan mereka harus tetap demikian. Terakhir, representasi masa depan harus diamankan sebelum pengguna yang masih hidup tidak ada lagi.<ref>[http://www.digital-immortality.org/whatis.html What is Digital Immortality?]. Digital-immortality.org.</ref>


Sorang miliader Rusia [[Dmitry Itskov]], mencanangkan bahwa kehidupan abadi bisa terwujud pada tahun 2045 melalui keabadian digital. Tujuan Inisiatif 2045 Dmitry Itskov adalah untuk "menciptakan teknologi yang memungkinkan transfer kepribadian individu ke agen non-biologis, dan memperluas eksistensi, termasuk hingga ke titik keabadian".
Sorang miliader Rusia [[Dmitry Itskov]], mencanangkan bahwa kehidupan abadi bisa terwujud pada tahun 2045 melalui keabadian digital. Tujuan Inisiatif 2045 Dmitry Itskov adalah untuk "menciptakan teknologi yang memungkinkan transfer kepribadian individu ke agen non-biologis, dan memperluas eksistensi, termasuk hingga ke titik keabadian".<ref>Fruzsina Eördögh. [http://motherboard.vice.com/blog/russian-billionaire-dmitry-itskov-plans-on-becoming-immortal-by-2045 Russian Billionaire Dmitry Itskov Plans on Becoming Immortal by 2045]. 7 May 2013.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 18: Baris 18:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keabadian+digital&oldid=24363127 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24363127 (2023-09-29T14:49:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keabadian+digital&oldid=24363127 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24363127 (2023-09-29T14:49:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 15.06

Keabadian digital (atau "keabadian virtual")[1] adalah sebuah konsep hipotetis untuk menyimpan (atau mentransfer) kepribadian seseorang dalam substrat digital, seperti komputer, robot atau dunia maya[2] dengan teknik seperti pengunggahan pikiran. Hasilnya mungkin terlihat seperti avatar yang berperilaku, bereaksi, dan berpikir seperti seseorang berdasarkan arsip digital orang tersebut.[3][4][5][6] Setelah kematian seseorang, avatar ini dapat tetap bertahan atau terus belajar serta meningkatkan diri secara mandiri (mungkin menjadi benih kecerdasan buatan).

Sebagian besar transhumanis dan singularitarian menaruh harapan besar pada keyakinan bahwa mereka pada akhirnya dapat hidup abadi[7] dengan menciptakan satu atau banyak salinan fungsional non-biologis dari otak mereka, sehingga meninggalkan "cangkang biologis" mereka. Salinan ini kemudian dapat "hidup selamanya" dalam versi "surga" digital.[8][9]

Realisasi konsep

National Science Foundation telah memberikan hibah setengah juta dolar kepada Universitas Central Florida di Orlando dan Illinois di Chicago untuk mengeksplorasi bagaimana para peneliti dapat menggunakan kecerdasan buatan, pengarsipan, dan pencitraan komputer untuk membuat versi digital yang realis dari orang-orang nyata, hal ini kemungkinan bisa menjadi langkah pertama menuju keabadian virtual.[10]

Digital Immortality Institute mengeksplorasi tiga faktor yang diperlukan untuk menciptakan keabadian digital. Pertama, pada tingkat implementasi apa pun, avatar memerlukan aksesibilitas Internet yang terjamin. Selanjutnya, avatar harus sesuai dengan pengaturan yang ditentukan pengguna, dan mereka harus tetap demikian. Terakhir, representasi masa depan harus diamankan sebelum pengguna yang masih hidup tidak ada lagi.[11]

Sorang miliader Rusia Dmitry Itskov, mencanangkan bahwa kehidupan abadi bisa terwujud pada tahun 2045 melalui keabadian digital. Tujuan Inisiatif 2045 Dmitry Itskov adalah untuk "menciptakan teknologi yang memungkinkan transfer kepribadian individu ke agen non-biologis, dan memperluas eksistensi, termasuk hingga ke titik keabadian".[12]

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24363127 (2023-09-29T14:49:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.