Dioksigen difluorida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29270658; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Dioksigen difluorida''' adalah senyawa kimia dengan rumus . Senyawa ini merupakan senyawa padat berwarna jingga yang melebur menjadi cairan merah pada suhu . Senyawa ini merupakan oksidator yang sangat kuat dan dapat berdekomposisi menjadi oksigen dan fluor bahkan pada suhu dengan laju 4% setiap harinya; maka dari itu, senyawa ini tidak dapat bertahan lama dalam suhu ruangan. Dioksigen difluorida bereaksi dengan hampir semua unsur yang ditemui. | '''Dioksigen difluorida''' adalah senyawa kimia dengan rumus . Senyawa ini merupakan senyawa padat berwarna jingga yang melebur menjadi cairan merah pada suhu . Senyawa ini merupakan oksidator yang sangat kuat dan dapat berdekomposisi menjadi oksigen dan fluor bahkan pada suhu dengan laju 4% setiap harinya; maka dari itu, senyawa ini tidak dapat bertahan lama dalam suhu ruangan.<ref>A. F. Holleman. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.</ref> Dioksigen difluorida bereaksi dengan hampir semua unsur yang ditemui. | ||
== Preparasi == | == Preparasi == | ||
Dioksigen difluorida dapat diperoleh dengan menempatkan campuran gas fluor dan oksigen dengan proporsi 1:1 pada tekanan rendah (7–17 [[milimeter raksa|mmHg]] (0.9–2.3 kPa) merupakan tekanan yang optimal) dengan transmisi listrik 25–30 [[Ampere|mA]] pada tegangan 2.1–2.4 [[Volt|kV]]. Metode serupa digunakan oleh [[Otto Ruff]] untuk mensintesiskan senyawa ini untuk pertama kalinya pada tahun 1933. Metode sintesis lainnya adalah dengan mencampur dan ke dalam bejana [[baja nirkarat]] yang didinginkan hingga suhu , dan kemudian unsur-unsur ini dipaparkan dengan [[bremsstrahlung]] selama beberapa jam. Metode ketiga adalah dengan pemanasan fluor dan oksigen hingga mencapai suhu , dan kemudian mendinginkannya dengan cepat dengan menggunakan [[oksigen cair]]. Ketiga metode ini menggunakan reaksi berikut: | Dioksigen difluorida dapat diperoleh dengan menempatkan campuran gas fluor dan oksigen dengan proporsi 1:1 pada tekanan rendah (7–17 [[milimeter raksa|mmHg]] (0.9–2.3 kPa) merupakan tekanan yang optimal) dengan transmisi listrik 25–30 [[Ampere|mA]] pada tegangan 2.1–2.4 [[Volt|kV]].<ref>W. Kwasnik. ''Handbook of Preparative Inorganic Chemistry''. Academic Press. 1963. Vol. 1. hlm. 162.</ref> Metode serupa digunakan oleh [[Otto Ruff]] untuk mensintesiskan senyawa ini untuk pertama kalinya pada tahun 1933.<ref>O. Ruff. ''Neue Sauerstofffluoride: und OF''. ''Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie''. 1933. Vol. 211 (1–2). hlm. 204–208. doi:10.1002/zaac.19332110122.</ref> Metode sintesis lainnya adalah dengan mencampur dan ke dalam bejana [[baja nirkarat]] yang didinginkan hingga suhu , dan kemudian unsur-unsur ini dipaparkan dengan [[bremsstrahlung]] selama beberapa jam. Metode ketiga adalah dengan pemanasan fluor dan oksigen hingga mencapai suhu , dan kemudian mendinginkannya dengan cepat dengan menggunakan [[oksigen cair]].<ref>Thomas Mills. ''Direct synthesis of liquid-phase dioxygen difluoride''. ''Journal of Fluorine Chemistry''. 1991. Vol. 52 (3). hlm. 267–276. doi:10.1016/S0022-1139(00)80341-3.</ref> Ketiga metode ini menggunakan reaksi berikut: | ||
: + → | : + → | ||
Dioksigen difluorida juga dapat diperoleh dari dekomposisi ozon difluorida: | Dioksigen difluorida juga dapat diperoleh dari dekomposisi ozon difluorida:<ref>A. D. Kirshenbaum. ''Ozone Fluoride or Trioxygen Difluoride,''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1959. Vol. 81 (6). hlm. 1277. doi:10.1021/ja01515a003.</ref> | ||
: → + ½ or | : → + ½ or | ||
:2 → 2 + | :2 → 2 + | ||
== Struktur dan properti == | == Struktur dan properti == | ||
| Baris 14: | Baris 14: | ||
Struktur dioksigen difluorida mirip dengan [[hidrogen peroksida]], . Geometrinya sesuai dengan prediksi [[teori VSEPR]]: | Struktur dioksigen difluorida mirip dengan [[hidrogen peroksida]], . Geometrinya sesuai dengan prediksi [[teori VSEPR]]: | ||
== Reaktivitas == | == Reaktivitas == | ||
Senyawa ini dapat dengan mudah berdekomposisi menjadi oksigen dan fluor. Bahkan pada suhu 4% senyawa ini mengalami dekomposisi setiap harinya lewat proses ini: | Senyawa ini dapat dengan mudah berdekomposisi menjadi oksigen dan fluor. Bahkan pada suhu 4% senyawa ini mengalami dekomposisi setiap harinya<ref>A. F. Holleman. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.</ref> lewat proses ini: | ||
: → + | : → + | ||
Senyawa ini juga merupakan oksidator yang kuat, walaupun sebagian besar reaksi dilakukan pada suhu yang mendekati . Sejumlah percobaan yang menggunakan senyawa ini telah mengakibatkan kebakaran dan ledakan. Beberapa senyawa yang dapat memicu ledakan dengan adalah [[etil alkohol]], [[metana]], [[amonia]] dan bahkan [[es|es air]]. | Senyawa ini juga merupakan oksidator yang kuat, walaupun sebagian besar reaksi dilakukan pada suhu yang mendekati .<ref>A. G. Streng. ''The Chemical Properties of Dioxygen Difluoride''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1963. Vol. 85 (10). hlm. 1380–1385. doi:10.1021/ja00893a004.</ref> Sejumlah percobaan yang menggunakan senyawa ini telah mengakibatkan kebakaran dan ledakan. Beberapa senyawa yang dapat memicu ledakan dengan adalah [[etil alkohol]], [[metana]], [[amonia]] dan bahkan [[es|es air]].<ref>A. G. Streng. ''The Chemical Properties of Dioxygen Difluoride''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1963. Vol. 85 (10). hlm. 1380–1385. doi:10.1021/ja00893a004.</ref> | ||
Jika bereaksi dengan dan , akan dihasilkan garam [[dioksigenil]]: | Jika bereaksi dengan dan , akan dihasilkan garam [[dioksigenil]]:<ref>A. F. Holleman. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.</ref><ref>Irvine J. Solomon. ''New Dioxygenyl Compounds''. ''Inorganic Chemistry''. 1964. Vol. 3 (3). hlm. 457. doi:10.1021/ic50013a036.</ref> | ||
: | |||
:2 + 2 → 2 + | |||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | |||
* | |||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dioksigen+difluorida&oldid=29270658 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29270658 (2026-05-25T09:19:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dioksigen+difluorida&oldid=29270658 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29270658 (2026-05-25T09:19:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 17.59
Dioksigen difluorida adalah senyawa kimia dengan rumus . Senyawa ini merupakan senyawa padat berwarna jingga yang melebur menjadi cairan merah pada suhu . Senyawa ini merupakan oksidator yang sangat kuat dan dapat berdekomposisi menjadi oksigen dan fluor bahkan pada suhu dengan laju 4% setiap harinya; maka dari itu, senyawa ini tidak dapat bertahan lama dalam suhu ruangan.[1] Dioksigen difluorida bereaksi dengan hampir semua unsur yang ditemui.
Preparasi
Dioksigen difluorida dapat diperoleh dengan menempatkan campuran gas fluor dan oksigen dengan proporsi 1:1 pada tekanan rendah (7–17 mmHg (0.9–2.3 kPa) merupakan tekanan yang optimal) dengan transmisi listrik 25–30 mA pada tegangan 2.1–2.4 kV.[2] Metode serupa digunakan oleh Otto Ruff untuk mensintesiskan senyawa ini untuk pertama kalinya pada tahun 1933.[3] Metode sintesis lainnya adalah dengan mencampur dan ke dalam bejana baja nirkarat yang didinginkan hingga suhu , dan kemudian unsur-unsur ini dipaparkan dengan bremsstrahlung selama beberapa jam. Metode ketiga adalah dengan pemanasan fluor dan oksigen hingga mencapai suhu , dan kemudian mendinginkannya dengan cepat dengan menggunakan oksigen cair.[4] Ketiga metode ini menggunakan reaksi berikut:
- + →
Dioksigen difluorida juga dapat diperoleh dari dekomposisi ozon difluorida:[5]
- → + ½ or
- 2 → 2 +
Struktur dan properti
Di dalam senyawa , oksigen memiliki bilangan oksidasi +1, sementara dalam senyawa-senyawa lainnya oksigen biasanya memiliki bilangan oksidasi −2.
Struktur dioksigen difluorida mirip dengan hidrogen peroksida, . Geometrinya sesuai dengan prediksi teori VSEPR:
Reaktivitas
Senyawa ini dapat dengan mudah berdekomposisi menjadi oksigen dan fluor. Bahkan pada suhu 4% senyawa ini mengalami dekomposisi setiap harinya[6] lewat proses ini:
- → +
Senyawa ini juga merupakan oksidator yang kuat, walaupun sebagian besar reaksi dilakukan pada suhu yang mendekati .[7] Sejumlah percobaan yang menggunakan senyawa ini telah mengakibatkan kebakaran dan ledakan. Beberapa senyawa yang dapat memicu ledakan dengan adalah etil alkohol, metana, amonia dan bahkan es air.[8]
Jika bereaksi dengan dan , akan dihasilkan garam dioksigenil:[9][10]
- 2 + 2 → 2 +
Pranala luar
Referensi
- ↑ A. F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.
- ↑ W. Kwasnik. Handbook of Preparative Inorganic Chemistry. Academic Press. 1963. Vol. 1. hlm. 162.
- ↑ O. Ruff. Neue Sauerstofffluoride: und OF. Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie. 1933. Vol. 211 (1–2). hlm. 204–208. doi:10.1002/zaac.19332110122.
- ↑ Thomas Mills. Direct synthesis of liquid-phase dioxygen difluoride. Journal of Fluorine Chemistry. 1991. Vol. 52 (3). hlm. 267–276. doi:10.1016/S0022-1139(00)80341-3.
- ↑ A. D. Kirshenbaum. Ozone Fluoride or Trioxygen Difluoride,. Journal of the American Chemical Society. 1959. Vol. 81 (6). hlm. 1277. doi:10.1021/ja01515a003.
- ↑ A. F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.
- ↑ A. G. Streng. The Chemical Properties of Dioxygen Difluoride. Journal of the American Chemical Society. 1963. Vol. 85 (10). hlm. 1380–1385. doi:10.1021/ja00893a004.
- ↑ A. G. Streng. The Chemical Properties of Dioxygen Difluoride. Journal of the American Chemical Society. 1963. Vol. 85 (10). hlm. 1380–1385. doi:10.1021/ja00893a004.
- ↑ A. F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.
- ↑ Irvine J. Solomon. New Dioxygenyl Compounds. Inorganic Chemistry. 1964. Vol. 3 (3). hlm. 457. doi:10.1021/ic50013a036.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29270658 (2026-05-25T09:19:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.