Lompat ke isi

Reaksi asam–basa: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29457452; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Acid_Base_Reaction_Models.png|thumb|right|280px|Acid Base Reaction Models]]
'''Reaksi asam–basa''' adalah [[reaksi kimia]] yang melibatkan pereaksi [[asam]] dan [[basa]], yang dapat digunakan dalam menentukan [[pH]]. Beberapa kerangka [[teori]]tis menyediakan konsepsi alternatif bagi mekanisme reaksi dan aplikasinya dalam penyelesaian masalah terkait; kerangka tersebut dikenal sebagai teori asam–basa, sebagai contoh, [[teori asam basa Brønsted–Lowry]].
'''Reaksi asam–basa''' adalah [[reaksi kimia]] yang melibatkan pereaksi [[asam]] dan [[basa]], yang dapat digunakan dalam menentukan [[pH]]. Beberapa kerangka [[teori]]tis menyediakan konsepsi alternatif bagi mekanisme reaksi dan aplikasinya dalam penyelesaian masalah terkait; kerangka tersebut dikenal sebagai teori asam–basa, sebagai contoh, [[teori asam basa Brønsted–Lowry]].


Pentingnya reaksi ini menjadi terlihat jelas dalam analisis reaksi asam–basa bagi spesi fasa gas dan cair, atau ketika sifat suatu asam dan basa tidak terlihat begitu jelas. Konsep pertama reaksi ini dikemukakan oleh [[kimiawan]] Prancis [[Antoine Lavoisier]], sekitar tahun 1776.
Pentingnya reaksi ini menjadi terlihat jelas dalam analisis reaksi asam–basa bagi spesi fasa gas dan cair, atau ketika sifat suatu asam dan basa tidak terlihat begitu jelas. Konsep pertama reaksi ini dikemukakan oleh [[kimiawan]] Prancis [[Antoine Lavoisier]], sekitar tahun 1776.<ref>–Daftar penemuan yang dikaitkan dengan Antoine Lavoisier sebagai tokoh pertama yang menempatkan teori ilmiah dalam kaitannya dengan asam okso.</ref>


 
Penting untuk memahami model reaksi asam basa sebagai teori yang saling terkait satu sama lain.<ref>Seoung-Hey Paik. ''Understanding the Relationship Among Arrhenius, Brønsted–Lowry, and Lewis Theories''. ''Journal of Chemical Education''. 2015. Vol. 92 (9). hlm. 1484–1489. doi:10.1021/ed500891w.</ref> Sebagai contoh, model Lewis saat ini memiliki definisi asam basa yang lebih luas, dibandingkan dengan teori Bronsted-Lowry, yang cakupan definisinya lebih luas dibandingkan teori Arrhenius yang lebih terbatas.
Penting untuk memahami model reaksi asam basa sebagai teori yang saling terkait satu sama lain. Sebagai contoh, model Lewis saat ini memiliki definisi asam basa yang lebih luas, dibandingkan dengan teori Bronsted-Lowry, yang cakupan definisinya lebih luas dibandingkan teori Arrhenius yang lebih terbatas.


== Definisi asam–basa ==
== Definisi asam–basa ==
=== Pengembangan bersejarah ===
=== Pengembangan bersejarah ===
==== Teori asam oksigen Lavoisier ====
==== Teori asam oksigen Lavoisier ====
Konsep ilmiah pertama asam dan basa dipaparkan oleh [[Lavoisier]] pada sekitar tahun 1776. Karena pengetahuan Lavoisier mengenai [[asam kuat]] terutama terbatas pada [[asam okso]], seperti  (asam nitrat) and  (asam sulfat), yang cenderung mengandung atom pusat dalam [[bilangan oksidasi]] tinggi yang dikelilingi oleh oksigen, dan karena ia tidak mengetahui komposisi sebenarnya dari [[hidrogen halida|asam hidrohalat]] ([[hidrogen fluorida|HF]], [[hidrogen klorida|HCl]], [[hidrogen bromida|HBr]], dan [[hidrogen iodida|HI]]), ia mendefinisikan asam sebagai spesi yang mengandung ''[[oksigen]]'', yang faktanya atom oksigen ia namai dari kata Yunani yang berarti "pembentuk-asam" (dari [[bahasa Yunani]] οξυς (''oxys'') berarti "asam" atau "tajam" dan γεινομαι (''geinomai'') berarti "menimbulkan"). Definisi Lavoisier terus bertahan selama lebih dari 30 tahun, hingga diterbitkannya artikel dan ceramah oleh [[Humphry Davy|Sir Humphry Davy]] tahun 1810 yang membuktikan adanya asam tak beroksigen dalam , [[hidrogen telurida|H<sub>2</sub>Te]], dan asam hidrohalat. Namun, Davy gagal mengembangkan teori baru, menyimpulkan bahwa "keasaman tidak tergantung pada zat dasar tertentu, tetapi pada pengaturan khusus berbagai zat". Salah satu modifikasi penting dari teori oksigen diberikan oleh [[Jöns Jakob Berzelius|Berzelius]], yang menyatakan bahwa asam adalah "oksida bukan logam" sedangkan basa adalah "oksida logam".
Konsep ilmiah pertama asam dan basa dipaparkan oleh [[Lavoisier]] pada sekitar tahun 1776. Karena pengetahuan Lavoisier mengenai [[asam kuat]] terutama terbatas pada [[asam okso]], seperti  (asam nitrat) and  (asam sulfat), yang cenderung mengandung atom pusat dalam [[bilangan oksidasi]] tinggi yang dikelilingi oleh oksigen, dan karena ia tidak mengetahui komposisi sebenarnya dari [[hidrogen halida|asam hidrohalat]] ([[hidrogen fluorida|HF]], [[hidrogen klorida|HCl]], [[hidrogen bromida|HBr]], dan [[hidrogen iodida|HI]]), ia mendefinisikan asam sebagai spesi yang mengandung ''[[oksigen]]'', yang faktanya atom oksigen ia namai dari kata Yunani yang berarti "pembentuk-asam" (dari [[bahasa Yunani]] οξυς (''oxys'') berarti "asam" atau "tajam" dan γεινομαι (''geinomai'') berarti "menimbulkan"). Definisi Lavoisier terus bertahan selama lebih dari 30 tahun, hingga diterbitkannya artikel dan ceramah oleh [[Humphry Davy|Sir Humphry Davy]] tahun 1810 yang membuktikan adanya asam tak beroksigen dalam , [[hidrogen telurida|H<sub>2</sub>Te]], dan asam hidrohalat. Namun, Davy gagal mengembangkan teori baru, menyimpulkan bahwa "keasaman tidak tergantung pada zat dasar tertentu, tetapi pada pengaturan khusus berbagai zat".<ref>Norris F. Hall. ''Systems of Acids and Bases''. ''Journal of Chemical Education''. March 1940. Vol. 17 (3). hlm. 124–128. doi:10.1021/ed017p124.</ref> Salah satu modifikasi penting dari teori oksigen diberikan oleh [[Jöns Jakob Berzelius|Berzelius]], yang menyatakan bahwa asam adalah "oksida bukan logam" sedangkan basa adalah "oksida logam".


==== Teori asam hidrogen Liebig ====
==== Teori asam hidrogen Liebig ====
Tahun 1838, [[Justus von Liebig]] mengusulkan bahwa asam adalah spesi yang mengandung [[hidrogen]] yang dapat diganti oleh atom logam. Redefinisi ini didasarkan pada karyanya yang luas pada komposisi kimia [[asam organik]], menyelesaikan perubahan doktrinal dari asam berbasis oksigen ke asam berbasis hidrogen yang dimulai oleh Davy. Definisi Liebig, meskipun sepenuhnya empiris, tetap digunakan selama hampir 50 tahun sampai adopsi definisi Arrhenius.
Tahun 1838, [[Justus von Liebig]] mengusulkan bahwa asam adalah spesi yang mengandung [[hidrogen]] yang dapat diganti oleh atom logam.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+asam%E2%80%93basa&oldid=29457452 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+asam%E2%80%93basa&oldid=29457452 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>–tabel penemuan yang dikaitkan dengan publikasi Justus von Liebig sejak 1838</ref> Redefinisi ini didasarkan pada karyanya yang luas pada komposisi kimia [[asam organik]], menyelesaikan perubahan doktrinal dari asam berbasis oksigen ke asam berbasis hidrogen yang dimulai oleh Davy. Definisi Liebig, meskipun sepenuhnya empiris, tetap digunakan selama hampir 50 tahun sampai adopsi definisi Arrhenius.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+asam%E2%80%93basa&oldid=29457452 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


=== Definisi Arrhenius ===
=== Definisi Arrhenius ===
 
Definisi modern pertama asam dan basa dalam istilah molekuler dirancang oleh [[Svante Arrhenius]].<ref>Miessler G.L. dan Tarr D.A. ''Inorganic Chemistry'' (edisi ke-2, Prentice-Hall 1999) hlm. 154</ref><ref>Whitten K.W., Galley K.D. and Davis R.E. ''General Chemistry'' (edisi ke-4, Saunders 1992) hlm. 356</ref> Ia melanjutkan karyanya tahun 1884 bersama [[Friedrich Wilhelm Ostwald]] dalam menetapkan keberadaan ion di [[larutan berair]] dan karenanya membuat Arrhenius menerima [[Hadiah Nobel dalam Kimia]] pada tahun 1903.
 
Definisi modern pertama asam dan basa dalam istilah molekuler dirancang oleh [[Svante Arrhenius]]. Ia melanjutkan karyanya tahun 1884 bersama [[Friedrich Wilhelm Ostwald]] dalam menetapkan keberadaan ion di [[larutan berair]] dan karenanya membuat Arrhenius menerima [[Hadiah Nobel dalam Kimia]] pada tahun 1903.


Seperti yang didefinisikan oleh Arrhenius:
Seperti yang didefinisikan oleh Arrhenius:
* ''Asam Arrhenius'' adalah spesi yang [[disosiasi (kimia)|terdisosiasi]] dalam air untuk membentuk ion hidrogen (H<sup>+</sup>); sehingga, suatu asam meningkatkan konsentrasi ion H<sup>+</sup> dalam larutan berair.
* ''Asam Arrhenius'' adalah spesi yang [[disosiasi (kimia)|terdisosiasi]] dalam air untuk membentuk ion hidrogen (H<sup>+</sup>);<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+asam%E2%80%93basa&oldid=29457452 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> sehingga, suatu asam meningkatkan konsentrasi ion H<sup>+</sup> dalam larutan berair.


Hal ini menyebabkan [[protonasi]] air, atau pembentukan ion [[hidronium]] (H<sub>3</sub>O<sup>+</sup>). Karenanya, pada era modern, simbol H<sup>+</sup> dianggap sebagai kependekan dari H<sub>3</sub>O<sup>+</sup>, karena saat ini diketahui bahwa proton yang berdiri sendiri tidak terdapat sebagai spesi bebas dalam larutan air.
Hal ini menyebabkan [[protonasi]] air, atau pembentukan ion [[hidronium]] (H<sub>3</sub>O<sup>+</sup>). Karenanya, pada era modern, simbol H<sup>+</sup> dianggap sebagai kependekan dari H<sub>3</sub>O<sup>+</sup>, karena saat ini diketahui bahwa proton yang berdiri sendiri tidak terdapat sebagai spesi bebas dalam larutan air.<ref>Eugene LeMay. [https://archive.org/details/prenticehallchem0000unse_j3v2 Chemistry]. Prentice-Hall. 2002. hlm. [https://archive.org/details/prenticehallchem0000unse_j3v2/page/602 602]. ISBN 978-0-13-054383-7.</ref>
* ''Basa Arrhenius'' adalah spesi yang terdisosiasi dalam air untuk membentuk ion [[hidroksida]] (OH<sup>−</sup>); sehingga, suatu basa meningkatkan konsentrasi ion OH<sup>−</sup> dalam larutan berair."
* ''Basa Arrhenius'' adalah spesi yang terdisosiasi dalam air untuk membentuk ion [[hidroksida]] (OH<sup>−</sup>); sehingga, suatu basa meningkatkan konsentrasi ion OH<sup>−</sup> dalam larutan berair."


Baris 39: Baris 36:


=== Definisi Brønsted–Lowry ===
=== Definisi Brønsted–Lowry ===
Definisi Brønsted–Lowry, dirumuskan pada tahun 1923, secara independen oleh [[Johannes Nicolaus Brønsted]] di Denmark dan [[Martin Lowry]] di Inggris,<ref>J.N. Brönsted. ''Einige Bemerkungen über den Begriff der Säuren und Basen''. ''Recueil des Travaux Chimiques des Pays-Bas''. 1923. Vol. 42 (8). hlm. 718–728.</ref><ref>T.M. Lowry. [https://archive.org/stream/ost-chemistry-chemistryindustr01soci/chemistryindustr01soci#page/n65/mode/2up The uniqueness of hydrogen]. ''Journal of the Society of Chemical Industry''. 1923. Vol. 42 (3). hlm. 43–47.</ref> didasarkan pada gagasan [[protonasi]] basa melalui [[deprotonasi|de-protonasi]] asam–yaitu, kemampuan asam untuk "mendonorkan" ion hidrogen (H<sup>+</sup>)—atau dikenal sebagai [[proton]]—kepada suatu basa, yang "menerima" proton tersebut.<ref>–Menurut halaman ini, definisi aslinya adalah bahwa "asam memiliki kecenderungan kehilangan proton"</ref><ref>"Pelepasan proton dari inti atom tidak terjadi–hal tersebut akan membutuhkan energi yang jauh lebih banyak daripada yang terlibat dalam disosiasi asam."</ref>


 
Reaksi asam–basa, dengan demikian, merupakan pelepasan ion hidrogen dari asam dan penambahannya ke basa.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+asam%E2%80%93basa&oldid=29457452 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pelepasan ion hidrogen dari suatu asam menghasilkan ''[[asam konjugasi|basa konjugasi]]'', yang merupakan asam dengan ion hidrogen yang telah lepas. Penerimaan proton oleh basa menghasilkan ''[[asam konjugasi]]'', yang merupakan basa dengan ion hidrogen yang telah ditambahkan.
Definisi Brønsted–Lowry, dirumuskan pada tahun 1923, secara independen oleh [[Johannes Nicolaus Brønsted]] di Denmark dan [[Martin Lowry]] di Inggris, didasarkan pada gagasan [[protonasi]] basa melalui [[deprotonasi|de-protonasi]] asam–yaitu, kemampuan asam untuk "mendonorkan" ion hidrogen (H<sup>+</sup>)—atau dikenal sebagai [[proton]]—kepada suatu basa, yang "menerima" proton tersebut.
 
Reaksi asam–basa, dengan demikian, merupakan pelepasan ion hidrogen dari asam dan penambahannya ke basa. Pelepasan ion hidrogen dari suatu asam menghasilkan ''[[asam konjugasi|basa konjugasi]]'', yang merupakan asam dengan ion hidrogen yang telah lepas. Penerimaan proton oleh basa menghasilkan ''[[asam konjugasi]]'', yang merupakan basa dengan ion hidrogen yang telah ditambahkan.


Rumusan umum untuk reaksi asam–basa menurut definisi Brønsted–Lowry adalah:
Rumusan umum untuk reaksi asam–basa menurut definisi Brønsted–Lowry adalah:
Baris 54: Baris 49:


Persamaan ini dijelaskan dalam diagram berikut:
Persamaan ini dijelaskan dalam diagram berikut:


=== Definisi Lewis ===
=== Definisi Lewis ===
 
Kebutuhan hidrogen Arrhenius dan Brønsted–Lowry dihapus oleh definisi reaksi asam-basa Lewis, yang dibuat oleh [[Gilbert N. Lewis]] pada tahun 1923,<ref>–Daftar penemuan yang dikaitkan dengan tanggal publikasi/rilis untuk teori Lewis sejak 1924.</ref> pada tahun yang sama dengan Brønsted–Lowry, tetapi itu tidak diuraikan olehnya sampai tahun 1938.<ref>Norris F. Hall. ''Systems of Acids and Bases''. ''Journal of Chemical Education''. March 1940. Vol. 17 (3). hlm. 124–128. doi:10.1021/ed017p124.</ref> Alih-alih mendefinisikan reaksi asam-basa dalam hal proton atau spesi terikat lainnya, definisi Lewis mendefinisikan basa (dirujuk sebagai ''basa Lewis'') sebagai spesi yang dapat menyumbangkan ''[[pasangan elektron sunyi]]'', dan asam (suatu ''asam Lewis'') merupakan spesi yang dapat menerima pasangan elektron tersebut.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+asam%E2%80%93basa&oldid=29457452 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
Kebutuhan hidrogen Arrhenius dan Brønsted–Lowry dihapus oleh definisi reaksi asam-basa Lewis, yang dibuat oleh [[Gilbert N. Lewis]] pada tahun 1923, pada tahun yang sama dengan Brønsted–Lowry, tetapi itu tidak diuraikan olehnya sampai tahun 1938. Alih-alih mendefinisikan reaksi asam-basa dalam hal proton atau spesi terikat lainnya, definisi Lewis mendefinisikan basa (dirujuk sebagai ''basa Lewis'') sebagai spesi yang dapat menyumbangkan ''[[pasangan elektron sunyi]]'', dan asam (suatu ''asam Lewis'') merupakan spesi yang dapat menerima pasangan elektron tersebut.


Sebagai contoh, [[boron trifluorida]], BF<sub>3</sub> adalah asam Lewis yang khas. Ia dapat menerima sepasang elektron karena memiliki kekosongan dalam [[orbital elektron|orbitalnya]]. Ion [[fluorida]] memiliki [[aturan oktet|oktet]] penuh dan dapat mendonorkan sepasang elektron. Karenanya:
Sebagai contoh, [[boron trifluorida]], BF<sub>3</sub> adalah asam Lewis yang khas. Ia dapat menerima sepasang elektron karena memiliki kekosongan dalam [[orbital elektron|orbitalnya]]. Ion [[fluorida]] memiliki [[aturan oktet|oktet]] penuh dan dapat mendonorkan sepasang elektron. Karenanya:


:BF<sub>3</sub> + F<sup>−</sup> →
:BF<sub>3</sub> + F<sup>−</sup> →  


ia merupakan asam lewis yang khas. Seluruh senyawa berunsur [[Unsur golongan 13|golongan 13]] dengan rumus AX<sub>3</sub> dapat bertindak sebagai asam Lewis. Serupa dengan itu, senyawa berunsur [[Unsur golongan 15|golongan 15]] dengan rumus DY<sub>3</sub>, seperti [[amina]], NR<sub>3</sub>, dan [[fosfina]], PR<sub>3</sub>, dapat bertindak sebagai basa Lewis. Aduk, hasil reaksi asam basa Lewis memiliki rumus X<sub>3</sub>A←DY<sub>3</sub> dengan [[ikatan kovalen koordinasi]], disimbolkan dengan ←, antara atom A (akseptor) dan D (donor). Rumusan untuk reaksi asam–basa menurut definisi Lewis adalah:
ia merupakan asam lewis yang khas. Seluruh senyawa berunsur [[Unsur golongan 13|golongan 13]] dengan rumus AX<sub>3</sub> dapat bertindak sebagai asam Lewis. Serupa dengan itu, senyawa berunsur [[Unsur golongan 15|golongan 15]] dengan rumus DY<sub>3</sub>, seperti [[amina]], NR<sub>3</sub>, dan [[fosfina]], PR<sub>3</sub>, dapat bertindak sebagai basa Lewis. Aduk, hasil reaksi asam basa Lewis memiliki rumus X<sub>3</sub>A←DY<sub>3</sub> dengan [[ikatan kovalen koordinasi]], disimbolkan dengan ←, antara atom A (akseptor) dan D (donor). Rumusan untuk reaksi asam–basa menurut definisi Lewis adalah:
Baris 79: Baris 72:


== Catatan ==
== Catatan ==
== Referensi ==
=== Daftar pustaka ===
*
*
*
*
== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*  [http://www.anaesthesiamcq.com/AcidBaseBook/ABindex.php Acid-base Physiology: an on-line text]
*  [http://www.anaesthesiamcq.com/AcidBaseBook/ABindex.php Acid-base Physiology: an on-line text]
*  [https://web.archive.org/web/20070207082349/http://users.rcn.com/jkimball.ma.ultranet/BiologyPages/A/Acids_Bases.html Bagian buku Biology daring John W. Kimball mengenai asam dan basa.]
*  [https://web.archive.org/web/20070207082349/http://users.rcn.com/jkimball.ma.ultranet/BiologyPages/A/Acids_Bases.html Bagian buku Biology daring John W. Kimball mengenai asam dan basa.]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+asam%E2%80%93basa&oldid=29457452 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29457452 (2026-07-14T10:40:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+asam%E2%80%93basa&oldid=29457452 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29457452 (2026-07-14T10:40:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.03

Acid Base Reaction Models

Reaksi asam–basa adalah reaksi kimia yang melibatkan pereaksi asam dan basa, yang dapat digunakan dalam menentukan pH. Beberapa kerangka teoritis menyediakan konsepsi alternatif bagi mekanisme reaksi dan aplikasinya dalam penyelesaian masalah terkait; kerangka tersebut dikenal sebagai teori asam–basa, sebagai contoh, teori asam basa Brønsted–Lowry.

Pentingnya reaksi ini menjadi terlihat jelas dalam analisis reaksi asam–basa bagi spesi fasa gas dan cair, atau ketika sifat suatu asam dan basa tidak terlihat begitu jelas. Konsep pertama reaksi ini dikemukakan oleh kimiawan Prancis Antoine Lavoisier, sekitar tahun 1776.[1]

Penting untuk memahami model reaksi asam basa sebagai teori yang saling terkait satu sama lain.[2] Sebagai contoh, model Lewis saat ini memiliki definisi asam basa yang lebih luas, dibandingkan dengan teori Bronsted-Lowry, yang cakupan definisinya lebih luas dibandingkan teori Arrhenius yang lebih terbatas.

Definisi asam–basa

Pengembangan bersejarah

Teori asam oksigen Lavoisier

Konsep ilmiah pertama asam dan basa dipaparkan oleh Lavoisier pada sekitar tahun 1776. Karena pengetahuan Lavoisier mengenai asam kuat terutama terbatas pada asam okso, seperti (asam nitrat) and (asam sulfat), yang cenderung mengandung atom pusat dalam bilangan oksidasi tinggi yang dikelilingi oleh oksigen, dan karena ia tidak mengetahui komposisi sebenarnya dari asam hidrohalat (HF, HCl, HBr, dan HI), ia mendefinisikan asam sebagai spesi yang mengandung oksigen, yang faktanya atom oksigen ia namai dari kata Yunani yang berarti "pembentuk-asam" (dari bahasa Yunani οξυς (oxys) berarti "asam" atau "tajam" dan γεινομαι (geinomai) berarti "menimbulkan"). Definisi Lavoisier terus bertahan selama lebih dari 30 tahun, hingga diterbitkannya artikel dan ceramah oleh Sir Humphry Davy tahun 1810 yang membuktikan adanya asam tak beroksigen dalam , H2Te, dan asam hidrohalat. Namun, Davy gagal mengembangkan teori baru, menyimpulkan bahwa "keasaman tidak tergantung pada zat dasar tertentu, tetapi pada pengaturan khusus berbagai zat".[3] Salah satu modifikasi penting dari teori oksigen diberikan oleh Berzelius, yang menyatakan bahwa asam adalah "oksida bukan logam" sedangkan basa adalah "oksida logam".

Teori asam hidrogen Liebig

Tahun 1838, Justus von Liebig mengusulkan bahwa asam adalah spesi yang mengandung hidrogen yang dapat diganti oleh atom logam.[4][5][6] Redefinisi ini didasarkan pada karyanya yang luas pada komposisi kimia asam organik, menyelesaikan perubahan doktrinal dari asam berbasis oksigen ke asam berbasis hidrogen yang dimulai oleh Davy. Definisi Liebig, meskipun sepenuhnya empiris, tetap digunakan selama hampir 50 tahun sampai adopsi definisi Arrhenius.[7]

Definisi Arrhenius

Definisi modern pertama asam dan basa dalam istilah molekuler dirancang oleh Svante Arrhenius.[8][9] Ia melanjutkan karyanya tahun 1884 bersama Friedrich Wilhelm Ostwald dalam menetapkan keberadaan ion di larutan berair dan karenanya membuat Arrhenius menerima Hadiah Nobel dalam Kimia pada tahun 1903.

Seperti yang didefinisikan oleh Arrhenius:

  • Asam Arrhenius adalah spesi yang terdisosiasi dalam air untuk membentuk ion hidrogen (H+);[10] sehingga, suatu asam meningkatkan konsentrasi ion H+ dalam larutan berair.

Hal ini menyebabkan protonasi air, atau pembentukan ion hidronium (H3O+). Karenanya, pada era modern, simbol H+ dianggap sebagai kependekan dari H3O+, karena saat ini diketahui bahwa proton yang berdiri sendiri tidak terdapat sebagai spesi bebas dalam larutan air.[11]

  • Basa Arrhenius adalah spesi yang terdisosiasi dalam air untuk membentuk ion hidroksida (OH); sehingga, suatu basa meningkatkan konsentrasi ion OH dalam larutan berair."

Secara keseluruhan, untuk memenuhi syarat sebagai asam Arrhenius, setelah dimasukkan ke dalam air, spesi kimia tersebut harus menyebabkan, secara langsung atau sebaliknya:

  • Peningkatan konsentrasi hidronium berair, atau
  • Penurunan konsentrasi hidroksida berair.

Sebaliknya, untuk memenuhi syarat sebagai basa Arrhenius, setelah dimasukkan dalam air, spesi kimia tersebut harus menyebabkan, secara langsung atau sebaliknya:

  • Penurunan konsentrasi hidronium berair, atau
  • Peningkatan konsentrasi hidroksida berair.

Reaksi asam dengan basa disebut reaksi netralisasi. Produk dari reaksi ini adalah garam dan air.

asam + basa → garam + air

Definisi Brønsted–Lowry

Definisi Brønsted–Lowry, dirumuskan pada tahun 1923, secara independen oleh Johannes Nicolaus Brønsted di Denmark dan Martin Lowry di Inggris,[12][13] didasarkan pada gagasan protonasi basa melalui de-protonasi asam–yaitu, kemampuan asam untuk "mendonorkan" ion hidrogen (H+)—atau dikenal sebagai proton—kepada suatu basa, yang "menerima" proton tersebut.[14][15]

Reaksi asam–basa, dengan demikian, merupakan pelepasan ion hidrogen dari asam dan penambahannya ke basa.[16] Pelepasan ion hidrogen dari suatu asam menghasilkan basa konjugasi, yang merupakan asam dengan ion hidrogen yang telah lepas. Penerimaan proton oleh basa menghasilkan asam konjugasi, yang merupakan basa dengan ion hidrogen yang telah ditambahkan.

Rumusan umum untuk reaksi asam–basa menurut definisi Brønsted–Lowry adalah:

HA + B → BH+ + A

dalam reaksi di atas, HA mewakili asam, B mewakili basa, BH+ mewakili asam konjugasi dari B, dan A mewakili basa konjugasi dari HA.

Air bersifat amfoterik—yaitu, ia dapat bertindak sebagai asam dan basa. Model Brønsted–Lowry menjelaskan ini, menunjukkan disosiasi air menjadi hidronium dan ion hidroksida berkonsentrasi rendah:

H2O + H2O H3O+ + OH

Persamaan ini dijelaskan dalam diagram berikut:

Definisi Lewis

Kebutuhan hidrogen Arrhenius dan Brønsted–Lowry dihapus oleh definisi reaksi asam-basa Lewis, yang dibuat oleh Gilbert N. Lewis pada tahun 1923,[17] pada tahun yang sama dengan Brønsted–Lowry, tetapi itu tidak diuraikan olehnya sampai tahun 1938.[18] Alih-alih mendefinisikan reaksi asam-basa dalam hal proton atau spesi terikat lainnya, definisi Lewis mendefinisikan basa (dirujuk sebagai basa Lewis) sebagai spesi yang dapat menyumbangkan pasangan elektron sunyi, dan asam (suatu asam Lewis) merupakan spesi yang dapat menerima pasangan elektron tersebut.[19]

Sebagai contoh, boron trifluorida, BF3 adalah asam Lewis yang khas. Ia dapat menerima sepasang elektron karena memiliki kekosongan dalam orbitalnya. Ion fluorida memiliki oktet penuh dan dapat mendonorkan sepasang elektron. Karenanya:

BF3 + F

ia merupakan asam lewis yang khas. Seluruh senyawa berunsur golongan 13 dengan rumus AX3 dapat bertindak sebagai asam Lewis. Serupa dengan itu, senyawa berunsur golongan 15 dengan rumus DY3, seperti amina, NR3, dan fosfina, PR3, dapat bertindak sebagai basa Lewis. Aduk, hasil reaksi asam basa Lewis memiliki rumus X3A←DY3 dengan ikatan kovalen koordinasi, disimbolkan dengan ←, antara atom A (akseptor) dan D (donor). Rumusan untuk reaksi asam–basa menurut definisi Lewis adalah:

Lihat pula

Catatan

Pranala luar

Referensi

  1. –Daftar penemuan yang dikaitkan dengan Antoine Lavoisier sebagai tokoh pertama yang menempatkan teori ilmiah dalam kaitannya dengan asam okso.
  2. Seoung-Hey Paik. Understanding the Relationship Among Arrhenius, Brønsted–Lowry, and Lewis Theories. Journal of Chemical Education. 2015. Vol. 92 (9). hlm. 1484–1489. doi:10.1021/ed500891w.
  3. Norris F. Hall. Systems of Acids and Bases. Journal of Chemical Education. March 1940. Vol. 17 (3). hlm. 124–128. doi:10.1021/ed017p124.
  4. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  5. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  6. –tabel penemuan yang dikaitkan dengan publikasi Justus von Liebig sejak 1838
  7. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  8. Miessler G.L. dan Tarr D.A. Inorganic Chemistry (edisi ke-2, Prentice-Hall 1999) hlm. 154
  9. Whitten K.W., Galley K.D. and Davis R.E. General Chemistry (edisi ke-4, Saunders 1992) hlm. 356
  10. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  11. Eugene LeMay. Chemistry. Prentice-Hall. 2002. hlm. 602. ISBN 978-0-13-054383-7.
  12. J.N. Brönsted. Einige Bemerkungen über den Begriff der Säuren und Basen. Recueil des Travaux Chimiques des Pays-Bas. 1923. Vol. 42 (8). hlm. 718–728.
  13. T.M. Lowry. The uniqueness of hydrogen. Journal of the Society of Chemical Industry. 1923. Vol. 42 (3). hlm. 43–47.
  14. –Menurut halaman ini, definisi aslinya adalah bahwa "asam memiliki kecenderungan kehilangan proton"
  15. "Pelepasan proton dari inti atom tidak terjadi–hal tersebut akan membutuhkan energi yang jauh lebih banyak daripada yang terlibat dalam disosiasi asam."
  16. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  17. –Daftar penemuan yang dikaitkan dengan tanggal publikasi/rilis untuk teori Lewis sejak 1924.
  18. Norris F. Hall. Systems of Acids and Bases. Journal of Chemical Education. March 1940. Vol. 17 (3). hlm. 124–128. doi:10.1021/ed017p124.
  19. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29457452 (2026-07-14T10:40:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.