Lompat ke isi

Oksida asam: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 18925141; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Oksida asam''' adalah suatu senyawa oksida yang dapat bereaksi dengan air dan menghasilkan larutan yang bersifat asam.
[[File:Carbon_dioxide_3D_ball.png|thumb|right|280px|Carbon dioxide 3D ball]]
 
'''Oksida asam''' adalah suatu senyawa oksida yang dapat bereaksi dengan air dan menghasilkan larutan yang bersifat asam.<ref>Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. ''Kimia SMA/MA Kls XI''. Jakarta: Grasindo.</ref>


== Konsep ==
== Konsep ==
Oksida adalah suatu senyawa yang terdiri dari suatu unsur dengan unsur oksigen. Senyawa oksida dapat membentuk larutan elektrolit, apabila dilarutkan dalam air. Hasil reaksi oksida dengan air dapat menghasilkan senyawa asam atau basa. Bilangan oksidasi suatu unsur yang berikatan dengan oksigen pada oksida asam akan tetap sama dengan bilangan oksidasi unsur tersebut pada asam yang terbentuk. Contohnya bilangan oksidasi sulfur pada SO adalah +6, maka pada larutan asam yang dihasilkan sulfur juga akan memiliki bilangan oksidasi +6, sehingga SO akan membentuk HSO ([[Asam sulfat]]).
Oksida adalah suatu senyawa yang terdiri dari suatu unsur dengan unsur oksigen.<ref>Chang R. 2003. ''Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3''. Jakarta: Erlangga.</ref> Senyawa oksida dapat membentuk larutan elektrolit, apabila dilarutkan dalam air.<ref>Chang R. 2003. ''Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3''. Jakarta: Erlangga.</ref> Hasil reaksi oksida dengan air dapat menghasilkan senyawa asam atau basa.<ref>Chang R. 2003. ''Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3''. Jakarta: Erlangga.</ref> Bilangan oksidasi suatu unsur yang berikatan dengan oksigen pada oksida asam akan tetap sama dengan bilangan oksidasi unsur tersebut pada asam yang terbentuk.<ref>Chang R. 2003. ''Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3''. Jakarta: Erlangga.</ref> Contohnya bilangan oksidasi sulfur pada SO adalah +6, maka pada larutan asam yang dihasilkan sulfur juga akan memiliki bilangan oksidasi +6, sehingga SO akan membentuk HSO ([[Asam sulfat]]).<ref>Chang R. 2003. ''Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3''. Jakarta: Erlangga.</ref>


== Contoh ==
== Contoh ==
Beberapa contoh oksida asam dan senyawa asam yang dihasilkannya bila bereaksi dengan air adalah:
Beberapa contoh oksida asam dan senyawa asam yang dihasilkannya bila bereaksi dengan air adalah:<ref>Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. ''Kimia SMA/MA Kls XI''. Jakarta: Grasindo.</ref>
# SO menjadi HSO (Asam sulfat).
# SO menjadi HSO (Asam sulfat).<ref>Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. ''Kimia SMA/MA Kls XI''. Jakarta: Grasindo.</ref>
# SO menjadi HSO ([[Asam sulfit]]).
# SO menjadi HSO ([[Asam sulfit]]).<ref>Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. ''Kimia SMA/MA Kls XI''. Jakarta: Grasindo.</ref>
# NO menjadi HNO ([[Asam nitrat]]).
# NO menjadi HNO ([[Asam nitrat]]).<ref>Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. ''Kimia SMA/MA Kls XI''. Jakarta: Grasindo.</ref>
# NO menjadi HNO ([[Asam nitrit]]).
# NO menjadi HNO ([[Asam nitrit]]).<ref>Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. ''Kimia SMA/MA Kls XI''. Jakarta: Grasindo.</ref>
# PO menjadi HPO ([[Asam fosfat]]).
# PO menjadi HPO ([[Asam fosfat]]).<ref>Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. ''Kimia SMA/MA Kls XI''. Jakarta: Grasindo.</ref>
# PO menjadi HPO ([[Asam fosfit]]).
# PO menjadi HPO ([[Asam fosfit]]).<ref>Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. ''Kimia SMA/MA Kls XI''. Jakarta: Grasindo.</ref>
# CO menjadi HCO ([[Asam karbonat]]).
# CO menjadi HCO ([[Asam karbonat]]).<ref>Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. ''Kimia SMA/MA Kls XI''. Jakarta: Grasindo.</ref>
# ClO menjadi HClO ([[Asam perklorat]]).
# ClO menjadi HClO ([[Asam perklorat]]).<ref>Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. ''Kimia SMA/MA Kls XI''. Jakarta: Grasindo.</ref>
# ClO menjadi HClO ([[Asam hipoklorit]]).
# ClO menjadi HClO ([[Asam hipoklorit]]).<ref>Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. ''Kimia SMA/MA Kls XI''. Jakarta: Grasindo.</ref>
# BO menjadi HBO ([[Asam borat]]).
# BO menjadi HBO ([[Asam borat]]).<ref>Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. ''Kimia SMA/MA Kls XI''. Jakarta: Grasindo.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksida+asam&oldid=18925141 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 18925141 (2021-08-06T05:50:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksida+asam&oldid=18925141 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 18925141 (2021-08-06T05:50:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.07

Carbon dioxide 3D ball

Oksida asam adalah suatu senyawa oksida yang dapat bereaksi dengan air dan menghasilkan larutan yang bersifat asam.[1]

Konsep

Oksida adalah suatu senyawa yang terdiri dari suatu unsur dengan unsur oksigen.[2] Senyawa oksida dapat membentuk larutan elektrolit, apabila dilarutkan dalam air.[3] Hasil reaksi oksida dengan air dapat menghasilkan senyawa asam atau basa.[4] Bilangan oksidasi suatu unsur yang berikatan dengan oksigen pada oksida asam akan tetap sama dengan bilangan oksidasi unsur tersebut pada asam yang terbentuk.[5] Contohnya bilangan oksidasi sulfur pada SO adalah +6, maka pada larutan asam yang dihasilkan sulfur juga akan memiliki bilangan oksidasi +6, sehingga SO akan membentuk HSO (Asam sulfat).[6]

Contoh

Beberapa contoh oksida asam dan senyawa asam yang dihasilkannya bila bereaksi dengan air adalah:[7]

  1. SO menjadi HSO (Asam sulfat).[8]
  2. SO menjadi HSO (Asam sulfit).[9]
  3. NO menjadi HNO (Asam nitrat).[10]
  4. NO menjadi HNO (Asam nitrit).[11]
  5. PO menjadi HPO (Asam fosfat).[12]
  6. PO menjadi HPO (Asam fosfit).[13]
  7. CO menjadi HCO (Asam karbonat).[14]
  8. ClO menjadi HClO (Asam perklorat).[15]
  9. ClO menjadi HClO (Asam hipoklorit).[16]
  10. BO menjadi HBO (Asam borat).[17]

Referensi

  1. Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. Kimia SMA/MA Kls XI. Jakarta: Grasindo.
  2. Chang R. 2003. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3. Jakarta: Erlangga.
  3. Chang R. 2003. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3. Jakarta: Erlangga.
  4. Chang R. 2003. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3. Jakarta: Erlangga.
  5. Chang R. 2003. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3. Jakarta: Erlangga.
  6. Chang R. 2003. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3. Jakarta: Erlangga.
  7. Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. Kimia SMA/MA Kls XI. Jakarta: Grasindo.
  8. Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. Kimia SMA/MA Kls XI. Jakarta: Grasindo.
  9. Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. Kimia SMA/MA Kls XI. Jakarta: Grasindo.
  10. Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. Kimia SMA/MA Kls XI. Jakarta: Grasindo.
  11. Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. Kimia SMA/MA Kls XI. Jakarta: Grasindo.
  12. Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. Kimia SMA/MA Kls XI. Jakarta: Grasindo.
  13. Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. Kimia SMA/MA Kls XI. Jakarta: Grasindo.
  14. Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. Kimia SMA/MA Kls XI. Jakarta: Grasindo.
  15. Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. Kimia SMA/MA Kls XI. Jakarta: Grasindo.
  16. Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. Kimia SMA/MA Kls XI. Jakarta: Grasindo.
  17. Suyatno, Purwadi A, Widayanto H, Kuncoro PR. 2007. Kimia SMA/MA Kls XI. Jakarta: Grasindo.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 18925141 (2021-08-06T05:50:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.