Lompat ke isi

Unsur kelumit: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28092921; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Unsur kelumit''' atau '''mikronutrien''' merupakan unsur yang dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam jumlah yang sangat sedikit (kurang dari 0.1 [[Fraksi volume|persen per volume]] [1,000 [[Bagian per notasi|bagian per juta]]). Kebutuhan unsur ini bervariasi tergantung spesies yang membutuhkannya. Kekurangan unsur kelumit memiliki hubungan dengan peningkatan risiko [[Penyakit|morbiditas]] dan [[Angka kematian|mortalitas]]. Unsur kelumit dapat mengalami defisiensi melalu beragam kondisi, seperti [[luka bakar]], [[bedah bariatrik]],  [[Sindrom usus pendek|gagal usus]], [[terapi penggantian fungsi ginjal]], [[onkologi]], [[bedah jantung]] dan penyakit parah lainnya.
'''Unsur kelumit''' atau '''mikronutrien''' merupakan unsur yang dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam jumlah yang sangat sedikit (kurang dari 0.1 [[Fraksi volume|persen per volume]] [1,000 [[Bagian per notasi|bagian per juta]]). Kebutuhan unsur ini bervariasi tergantung spesies yang membutuhkannya.<ref>[https://www.britannica.com/science/trace-element Trace element]. ''www.britannica.com''.</ref> Kekurangan unsur kelumit memiliki hubungan dengan peningkatan risiko [[Penyakit|morbiditas]] dan [[Angka kematian|mortalitas]]. Unsur kelumit dapat mengalami defisiensi melalu beragam kondisi, seperti [[luka bakar]], [[bedah bariatrik]],  [[Sindrom usus pendek|gagal usus]], [[terapi penggantian fungsi ginjal]], [[onkologi]], [[bedah jantung]] dan penyakit parah lainnya.<ref>Boutaina Zemrani. [https://journals.lww.com/co-gastroenterology/abstract/2020/03000/recent_insights_into_trace_element_deficiencies_.11.aspx Recent insights into trace element deficiencies: causes, recognition and correction]. ''Current Opinion in Gastroenterology''. 2020-03. Vol. 36 (2). hlm. 110. doi:10.1097/MOG.0000000000000612.</ref>


== Klasifikasi ==
== Klasifikasi ==
Berdasarkan klasifikasi oleh [[Organisasi Kesehatan Dunia]], unsur ini dibagi menjadi tiga klasifikasi:
Berdasarkan klasifikasi oleh [[Organisasi Kesehatan Dunia]], unsur ini dibagi menjadi tiga klasifikasi:<ref>Parveen Sultana Shaik. [https://www.ijmedrev.com/article_61319.html The Role of Vitamins and Trace Elements on Oral Health: A Systematic Review]. ''International Journal of Medical Reviews''. 2017-03-01. Vol. 4 (1). hlm. 22–31. doi:10.29252/ijmr-040105.</ref>
 
{| class="wikitable"
|+
|Unsur esensial
|[[Kromium]], [[Tembaga]], [[Selenium]], [[Molibdenum]], [[Iodin]] dan [[Seng]]
|-
|Unsur yang kemungkinan esensial
|[[Mangan]], [[Silikon]], [[Nikel]], [[Boron]] dan [[Vanadium]]
|-
|Unsur yang berpotensi toksik
|[[Fluorin]], [[Timbal]], [[Kadmium]], [[Raksa]], dan [[Litium]].
|}


== Daftar pustaka ==
== Daftar pustaka ==


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Unsur+kelumit&oldid=28092921 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28092921 (2025-10-18T01:44:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Unsur+kelumit&oldid=28092921 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28092921 (2025-10-18T01:44:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.07

Unsur kelumit atau mikronutrien merupakan unsur yang dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam jumlah yang sangat sedikit (kurang dari 0.1 persen per volume [1,000 bagian per juta). Kebutuhan unsur ini bervariasi tergantung spesies yang membutuhkannya.[1] Kekurangan unsur kelumit memiliki hubungan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas. Unsur kelumit dapat mengalami defisiensi melalu beragam kondisi, seperti luka bakar, bedah bariatrik, gagal usus, terapi penggantian fungsi ginjal, onkologi, bedah jantung dan penyakit parah lainnya.[2]

Klasifikasi

Berdasarkan klasifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia, unsur ini dibagi menjadi tiga klasifikasi:[3]

Unsur esensial Kromium, Tembaga, Selenium, Molibdenum, Iodin dan Seng
Unsur yang kemungkinan esensial Mangan, Silikon, Nikel, Boron dan Vanadium
Unsur yang berpotensi toksik Fluorin, Timbal, Kadmium, Raksa, dan Litium.

Daftar pustaka

Referensi

  1. Trace element. www.britannica.com.
  2. Boutaina Zemrani. Recent insights into trace element deficiencies: causes, recognition and correction. Current Opinion in Gastroenterology. 2020-03. Vol. 36 (2). hlm. 110. doi:10.1097/MOG.0000000000000612.
  3. Parveen Sultana Shaik. The Role of Vitamins and Trace Elements on Oral Health: A Systematic Review. International Journal of Medical Reviews. 2017-03-01. Vol. 4 (1). hlm. 22–31. doi:10.29252/ijmr-040105.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28092921 (2025-10-18T01:44:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.