Lompat ke isi

Seng klorida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29624308; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Zinc_chloride.jpg|thumb|right|280px|Zinc chloride]]
'''Seng klorida''' adalah suatu [[senyawa kimia]] dengan [[rumus kimia]] '''ZnCl'''<sub>2</sub> dan hidratnya. Seng klorida, di mana sembilan bentuk kristalinnya diketahui, adalah kristal tak berwarna hingga putih, dan sangat [[larut]] dalam air. ZnCl<sub>2</sub> sendiri bersifat [[higroskopis]]. Sampel senyawa ini harus dilindungi dari sumber kelembapan, termasuk uap air yang terdapat pada udara ambien. Seng klorida memiliki aplikasi yang luas dalam pemrosesan [[tekstil]], [[fluks (metalurgi)|fluks metalurgi]], dan dalam sintesis kimia. Tidak ada mineral dengan komposisi kimia ini yang diketahui selain mineral yang sangat jarang [[simonkolleite]], Zn<sub>5</sub>(OH)<sub>8</sub>Cl<sub>2</sub>·H<sub>2</sub>O.
'''Seng klorida''' adalah suatu [[senyawa kimia]] dengan [[rumus kimia]] '''ZnCl'''<sub>2</sub> dan hidratnya. Seng klorida, di mana sembilan bentuk kristalinnya diketahui, adalah kristal tak berwarna hingga putih, dan sangat [[larut]] dalam air. ZnCl<sub>2</sub> sendiri bersifat [[higroskopis]]. Sampel senyawa ini harus dilindungi dari sumber kelembapan, termasuk uap air yang terdapat pada udara ambien. Seng klorida memiliki aplikasi yang luas dalam pemrosesan [[tekstil]], [[fluks (metalurgi)|fluks metalurgi]], dan dalam sintesis kimia. Tidak ada mineral dengan komposisi kimia ini yang diketahui selain mineral yang sangat jarang [[simonkolleite]], Zn<sub>5</sub>(OH)<sub>8</sub>Cl<sub>2</sub>·H<sub>2</sub>O.


== Struktur dan sifat ==
== Struktur dan sifat ==
Empat bentuk kristalin ([[polimorfisme|polimorf]]) dari ZnCl<sub>2</sub> diketahui: α, β, γ, dan δ, dan dalam setiap kasus ion Zn<sup>2+</sup> terkoordinasi tetrahedral dengan empat ion klorida.
Empat bentuk kristalin ([[polimorfisme|polimorf]]) dari ZnCl<sub>2</sub> diketahui: α, β, γ, dan δ, dan dalam setiap kasus ion Zn<sup>2+</sup> terkoordinasi tetrahedral dengan empat ion klorida.<ref>Wells, A. F. [https://archive.org/details/structuralinorga0000well_m8i1 Structural Inorganic Chemistry]. Clarendon Press. 1984. ISBN 0-19-855370-6.</ref>


{|class="wikitable" style="text-align:center"
|-
!Bentuk!! Simetri!![[Simbol Pearson]]!!Grup!!No!! a (nm)!! b (nm)!! c (nm) !! Z!! ρ (g/cm<sup>3</sup>)
|-
|α|| Tetragonal|| tI12 || I2d ||122 ||0.5398||0.5398 ||0.64223 ||4 ||3.00
|-
| β|| Tetragonal|| tP6 || P4<sub>2</sub>/nmc ||137 ||0.3696 ||0.3696 ||1.071 ||2 ||3.09
|-
| γ || Monoklinik|| mP36|| P2<sub>1</sub>/c ||14 ||0.654 ||1.131 ||1.23328 ||12||2.98
|-
|δ||Ortorombik|| oP12 || Pna2<sub>1</sub> ||33 ||0.6125 ||0.6443 ||0.7693 ||4 ||2.98
|}


Di sini, a, b, dan c adalah konstanta kisi, Z adalah jumlah unit struktur per satuan sel dan ρ adalah kerapatan yang dihitung dari parameter struktur.
Di sini, a, b, dan c adalah konstanta kisi, Z adalah jumlah unit struktur per satuan sel dan ρ adalah kerapatan yang dihitung dari parameter struktur.<ref>H. R. Oswald. ''Zur Struktur der wasserfreien Zinkhalogenide I. Die wasserfreien Zinkchloride''. ''Helvetica Chimica Acta''. 1960. Vol. 43 (1). hlm. 72–77. doi:10.1002/hlca.19600430109.</ref><ref>J. Brynestad. ''Preparation and Structure of Anhydrous Zinc Chloride''. ''Inorganic Chemistry''. 1978. Vol. 17 (5). hlm. 1376–1377. doi:10.1021/ic50183a059.</ref><ref>B. Brehler. ''Kristallstrukturuntersuchungen an ZnCl 2''. ''Zeitschrift für Kristallographie''. 1961. Vol. 115 (5-6). hlm. 373–402. doi:10.1524/zkri.1961.115.5-6.373.</ref>


Bentuk ortorombik anhidrat murni (δ) dengan cepat mengubah salah satu bentuk lain pada paparan atmosfer dan penjelasan yang mungkin adalah bahwa ion OH<sup>−</sup> yang berasal dari air yang diserap memudahkan penataan ulang. Pendinginan cepat dari lelehan ZnCl<sub>2</sub> menghasilkan [[kaca]].
Bentuk ortorombik anhidrat murni (δ) dengan cepat mengubah salah satu bentuk lain pada paparan atmosfer dan penjelasan yang mungkin adalah bahwa ion OH<sup>−</sup> yang berasal dari air yang diserap memudahkan penataan ulang.<ref>Wells, A. F. [https://archive.org/details/structuralinorga0000well_m8i1 Structural Inorganic Chemistry]. Clarendon Press. 1984. ISBN 0-19-855370-6.</ref> Pendinginan cepat dari lelehan ZnCl<sub>2</sub> menghasilkan [[kaca]].<ref>Mackenzie, J. D. [https://archive.org/details/sim_journal-chemical-physics_1960-08_33_2/page/366 Structure of Glass-Forming Halides. II. Liquid Zinc Chloride]. ''The Journal of Chemical Physics''. 1960. Vol. 33 (2). hlm. 366–369. doi:10.1063/1.1731151.</ref>


Karakter [[ikatan kovalen|kovalen]] pada material anhidrat diindikasikan oleh titik lelehnya yang relatif rendah yaitu 275&nbsp;°C. Bukti lebih lanjut untuk kovalensi ditandai oleh kelarutan tinggi diklorida dalam pelarut [[eter]]eal di mana ia membentuk ''adduct'' dengan rumus ZnCl<sub>2</sub>L<sub>2</sub>, di mana L = [[ligan]] seperti [[dietil eter|O(C<sub>2</sub>H<sub>5</sub>)<sub>2</sub>]]. Dalam fasa gas, molekul ZnCl<sub>2</sub> berbentuk linear dengan panjang ikatan 205 pm.
Karakter [[ikatan kovalen|kovalen]] pada material anhidrat diindikasikan oleh titik lelehnya yang relatif rendah yaitu 275&nbsp;°C.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng+klorida&oldid=29624308 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Bukti lebih lanjut untuk kovalensi ditandai oleh kelarutan tinggi diklorida dalam pelarut [[eter]]eal di mana ia membentuk ''adduct'' dengan rumus ZnCl<sub>2</sub>L<sub>2</sub>, di mana L = [[ligan]] seperti [[dietil eter|O(C<sub>2</sub>H<sub>5</sub>)<sub>2</sub>]]. Dalam fasa gas, molekul ZnCl<sub>2</sub> berbentuk linear dengan panjang ikatan 205 pm.<ref>Prince, R. H. ''Encyclopedia of Inorganic Chemistry''. John Wiley & Sons. 1994. ISBN 0-471-93620-0.</ref>


Lelehan ZnCl<sub>2</sub> memiliki viskositas tinggi pada titik lelehnya dan konduktivitas listrik yang relatif rendah yang meningkat secara nyata terhadap suhu. Studi [[hamburan Raman]] terhadap lelehan tersebut menunjukkan adanya struktur polimerik dan studi hamburan [[neutron]] menunjukkan adanya kompleks tetrahedral {ZnCl<sub>4</sub>}.
Lelehan ZnCl<sub>2</sub> memiliki viskositas tinggi pada titik lelehnya dan konduktivitas listrik yang relatif rendah yang meningkat secara nyata terhadap suhu.<ref>Prince, R. H. ''Encyclopedia of Inorganic Chemistry''. John Wiley & Sons. 1994. ISBN 0-471-93620-0.</ref><ref>Ray, H. S. ''Introduction to Melts: Molten Salts, Slags and Glasses''. Allied Publishers. 2006. ISBN 81-7764-875-6.</ref> Studi [[hamburan Raman]] terhadap lelehan tersebut menunjukkan adanya struktur polimerik <ref>Danek, V. [https://archive.org/details/physicochemicala0000dane Physico-Chemical Analysis of Molten Electrolytes]. Elsevier. 2006. ISBN 0-444-52116-X.</ref> dan studi hamburan [[neutron]] menunjukkan adanya kompleks tetrahedral {ZnCl<sub>4</sub>}.<ref>D. L. Price. ''Neutron Scattering Function of Vitreous and Molten Zinc Chloride''. ''Journal of Physics: Condensed Matter''. 1991. Vol. 3 (49). hlm. 9835–9842. doi:10.1088/0953-8984/3/49/001.</ref>


=== Hidrat ===
=== Hidrat ===
Lima [[hidrat]] dari seng klorida diketahui, ZnCl<sub>2</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>n</sub> di mana n = 1, 1.5, 2.5, 3 dan 4. Tetrahidrat ZnCl<sub>2</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>4</sub> mengkristal dari larutan berair seng klorida.
Lima [[hidrat]] dari seng klorida diketahui, ZnCl<sub>2</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>n</sub> di mana n = 1, 1.5, 2.5, 3 dan 4.<ref>Holleman, A. F. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.</ref> Tetrahidrat ZnCl<sub>2</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>4</sub> mengkristal dari larutan berair seng klorida.<ref>Holleman, A. F. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.</ref>


== Preparasi dan pemurnian ==
== Preparasi dan pemurnian ==
Baris 24: Baris 38:
Tidak seperti banyak unsur lainnya, seng pada dasarnya hanya ada dalam satu keadaan oksidasi, 2+, yang menyederhanakan pemurnian klorida.
Tidak seperti banyak unsur lainnya, seng pada dasarnya hanya ada dalam satu keadaan oksidasi, 2+, yang menyederhanakan pemurnian klorida.


Sampel seng klorida komersial biasanya mengandung [[air]] dan produk dari [[hidrolisis]] sebagai pengotir. Sampel semacam itu dapat dimurnikan dengan [[rekristalisasi]] dari [[dioksana]] panas . Sampel anhidrat dapat dimurnikan dengan [[sublimasi]] dalam aliran gas [[hidrogen klorida]], diikuti sengan pemanasan sublimat pada suhu 400&nbsp;°C dalam aliran gas [[nitrogen]] kering. Akhirnya, Metode paling sederhana bergantung pada perlakuan seng klorida dengan [[tionil klorida]].
Sampel seng klorida komersial biasanya mengandung [[air]] dan produk dari [[hidrolisis]] sebagai pengotir. Sampel semacam itu dapat dimurnikan dengan [[rekristalisasi]] dari [[dioksana]] panas . Sampel anhidrat dapat dimurnikan dengan [[sublimasi]] dalam aliran gas [[hidrogen klorida]], diikuti sengan pemanasan sublimat pada suhu 400&nbsp;°C dalam aliran gas [[nitrogen]] kering. Akhirnya, Metode paling sederhana bergantung pada perlakuan seng klorida dengan [[tionil klorida]].<ref>Pray, A. P. ''Inorganic Syntheses''. J. Wiley & Sons. 1990. Vol. 28. hlm. 321–322. ISBN 0-471-52619-3.</ref>


== Reaksi ==
== Reaksi ==
Lelehan ZnCl<sub>2</sub> anhirdat pada suhu 500–700&nbsp;°C melarutkan logam seng, dan, pada pendinginan cepat lelehan, suatu kaca diamagnetik berwarna kuning terbentuk, yang mana pada studi Raman menunjukkan kandungan ion .<ref>Holleman, A. F. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.</ref>


Lelehan ZnCl<sub>2</sub> anhirdat pada suhu 500–700&nbsp;°C melarutkan logam seng, dan, pada pendinginan cepat lelehan, suatu kaca diamagnetik berwarna kuning terbentuk, yang mana pada studi Raman menunjukkan kandungan ion .
Sejumlah garam yang mengandung anion tetraklorozinkat, Zn, diketahui.<ref>Prince, R. H. ''Encyclopedia of Inorganic Chemistry''. John Wiley & Sons. 1994. ISBN 0-471-93620-0.</ref> "pereaksi Caulton," V<sub>2</sub>Cl<sub>3</sub>(thf)<sub>6</sub>Zn<sub>2</sub>Cl<sub>6</sub> adalah salah satu contoh garam yang mengandung
 
Zn<sub>2</sub>.<ref>''Organic Synthesis Highlights''. Wiley-VCH. 1998. Vol. 3. ISBN 3-527-29500-3.</ref><ref>R. J. Bouma. ''Identification of the Zinc Reduction Product of VCl 3 · 3THF sebagai [ V 2 Cl 3 (THF) 6 ] 2 [ Zn 2 Cl 6 ]''. ''Inorganic Chemistry''. 1984. Vol. 23 (17). hlm. 2715–2718. doi:10.1021/ic00185a033.</ref>
 
Senyawa Cs<sub>3</sub>ZnCl<sub>5</sub> mengandung Zn tetrahedral dan anion Cl<sup>−</sup>.<ref>Wells, A. F. [https://archive.org/details/structuralinorga0000well_m8i1 Structural Inorganic Chemistry]. Clarendon Press. 1984. ISBN 0-19-855370-6.</ref> Tidak ada senyawa yang mengandung ion Zn yang telah dikarakterisasi.<ref>Wells, A. F. [https://archive.org/details/structuralinorga0000well_m8i1 Structural Inorganic Chemistry]. Clarendon Press. 1984. ISBN 0-19-855370-6.</ref>
Sejumlah garam yang mengandung anion tetraklorozinkat, Zn, diketahui. "pereaksi Caulton," V<sub>2</sub>Cl<sub>3</sub>(thf)<sub>6</sub>Zn<sub>2</sub>Cl<sub>6</sub> adalah salah satu contoh garam yang mengandung
Zn<sub>2</sub>.
Senyawa Cs<sub>3</sub>ZnCl<sub>5</sub> mengandung Zn tetrahedral dan anion Cl<sup>−</sup>. Tidak ada senyawa yang mengandung ion Zn yang telah dikarakterisasi.
 


Sementara seng klorida sangat larut dalam air, larutan tidak dapat dianggap mengandung ion terlarut Zn<sup>2+</sup> dan ion Cl<sup>−</sup>, spesi ZnCl<sub>x</sub>H<sub>2</sub>O<sub>(4−x)</sub> juga hadir. Larutan berair ZnCl<sub>2</sub> berisfat asam: larutan berair dengan konsentrasi 6 [[molaritas|M]] memiliki [[pH]] 1. Keasaman larutan ZnCl<sub>2</sub> berair terhadap garam Zn<sup>2+</sup> lainnya dikarenakan pembentukan kompleks tetrahedral kloro aqua di mana reduksi dalam bilangan koordinasi dari 6 menjadi 4 lebih lanjut mereduksi kekuatan ikatan O-H dalam molekul air tersolvasi.
Sementara seng klorida sangat larut dalam air, larutan tidak dapat dianggap mengandung ion terlarut Zn<sup>2+</sup> dan ion Cl<sup>−</sup>, spesi ZnCl<sub>x</sub>H<sub>2</sub>O<sub>(4−x)</sub> juga hadir.<ref>D. E. Irish. [https://archive.org/details/sim_journal-chemical-physics_1963-12-15_39_12/page/3436 Raman Study of Zinc Chloride Solutions]. ''The Journal of Chemical Physics''. 1963. Vol. 39 (12). hlm. 3436–3444. doi:10.1063/1.1734212.</ref><ref>T. Yamaguchi. ''X-Ray Diffraction and Raman Studies of Zinc(II) Chloride Hydrate Melts, ZnCl 2 · RH 2 O (R = 1.8, 2.5, 3.0, 4.0, and 6.2)''. ''The Journal of Physical Chemistry''. 1989. Vol. 93 (6). hlm. 2620–2625. doi:10.1021/j100343a074.</ref><ref>Pye, C. C. [https://archive.org/details/sim_physical-chemistry-chemical-physics-pccp_2006-12-14_8_46/page/5428 An ''ab initio'' Investigation of Zinc Chloro Complexes]. ''Physical Chemistry Chemical Physics''. 2006. Vol. 8 (46). hlm. 5428–5436. doi:10.1039/b610084h.</ref> Larutan berair ZnCl<sub>2</sub> berisfat asam: larutan berair dengan konsentrasi 6 [[molaritas|M]] memiliki [[pH]] 1.<ref>Holleman, A. F. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.</ref> Keasaman larutan ZnCl<sub>2</sub> berair terhadap garam Zn<sup>2+</sup> lainnya dikarenakan pembentukan kompleks tetrahedral kloro aqua di mana reduksi dalam bilangan koordinasi dari 6 menjadi 4 lebih lanjut mereduksi kekuatan ikatan O-H dalam molekul air tersolvasi.<ref>Brown, I. D. [https://archive.org/details/chemicalbondinin0000brow_z6l0 The Chemical Bond in Inorganic Chemistry: The Bond Valence Model]. Oxford University Press. 2006. ISBN 0-19-929881-5.</ref>


== Aplikasi ==
== Aplikasi ==
=== Dalam sintesis organik ===
=== Dalam sintesis organik ===
Penggunaan awal seng klorida (Silzic) adalah dalam membangun kerangka karbon dengan merendahkan molekul [[metanol]]. Produk [[hidrokarbon]] tak jenuh adalah produk utama, dengan kondisi reaksi yang mempengaruhi distribusi produk, meskipun beberapa [[senyawa aromatik]] terbentuk.  Pada tahun 1880, ditemukan bahwa seng cair klorida mengkatalisis reaksi [[aromatisasi]] yang menghasilkan [[heksametilbenzena]]. Pada titik lebur ZnCl<sub>2</sub> (283&nbsp;°C), reaksi tersebut memiliki [[energi bebas Gibbs|ΔG]] sebesar −1090&nbsp;kJ&nbsp;mol<sup>−1</sup> dan dapat disempurnakan menjadi:
Penggunaan awal seng klorida (Silzic) adalah dalam membangun kerangka karbon dengan merendahkan molekul [[metanol]]. Produk [[hidrokarbon]] tak jenuh adalah produk utama, dengan kondisi reaksi yang mempengaruhi distribusi produk, meskipun beberapa [[senyawa aromatik]] terbentuk.<ref>George A. Olah. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_1984-04-04_106_7/page/2143 Onium Ylide chemistry. 1. Bifunctional acid-base-catalyzed conversion of heterosubstituted methanes into ethylene and derived hydrocarbons. The onium ylide mechanism of the C 1 → C 2 conversion]. ''J. Am. Chem. Soc''. 1984. Vol. 106 (7). hlm. 2143–2149. doi:10.1021/ja00319a039.</ref> Pada tahun 1880, ditemukan bahwa seng cair klorida mengkatalisis reaksi [[aromatisasi]] yang menghasilkan [[heksametilbenzena]]. Pada titik lebur ZnCl<sub>2</sub> (283&nbsp;°C), reaksi tersebut memiliki [[energi bebas Gibbs|ΔG]] sebesar −1090&nbsp;kJ&nbsp;mol<sup>−1</sup> dan dapat disempurnakan menjadi:<ref>Clarence D. Chang. ''Hydrocarbons from Methanol''. ''Catal. Rev. - Sci. Eng''. 1983. Vol. 25 (1). hlm. 1-118. doi:10.1080/01614948308078874.</ref>
 
:15  →  + 3  + 15
 
Penemu reaksi ini merasionalisasinya karena melibatkan pengembunan unit metilen yang diikuti dengan metilasi lengkap [[reaksi Friedel-Crafts|Friedel-Crafts]] dari cincin benzena yang dihasilkan dengan [[klorometana]] yang dihasilkan secara ''in situ''. Transformasi alkilasi semacam itu adalah penerapan kekuatan moderat seng sebagai [[asam Lewis]], yang merupakan peran utamanya dalam sintesis laboratorium. Contoh lainnya termasuk [[katalisis|mengkatalisis]] (A) [[sintesis indola Fischer]], dan juga (B) reaksi [[asilasi]] [[reaksi Friedel-Crafts|Friedel-Crafts]] yang melibatkan [[senyawa aromatik|cincin aromatik]] teraktivasi.


:15  →  + 3  + 15


Berkaitan dengan yang terakhir ini adalah pembuatan pewarna klasik [[fluorescein]] dari [[anhidrida ftalat]] dan [[resorsinol]], yang melibatkan [[asilasi]] [[reaksi Friedel-Crafts|Friedel-Crafts]]. Transformasi ini sebenarnya telah dicapai dengan menggunakan sampel ZnCl<sub>2</sub> terhidrasi yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
Penemu reaksi ini merasionalisasinya karena melibatkan pengembunan unit metilen yang diikuti dengan metilasi lengkap [[reaksi Friedel-Crafts|Friedel-Crafts]] dari cincin benzena yang dihasilkan dengan [[klorometana]] yang dihasilkan secara ''in situ''.<ref>Clarence D. Chang. ''Hydrocarbons from Methanol''. ''Catal. Rev. - Sci. Eng''. 1983. Vol. 25 (1). hlm. 1-118. doi:10.1080/01614948308078874.</ref>  Transformasi alkilasi semacam itu adalah penerapan kekuatan moderat seng sebagai [[asam Lewis]], yang merupakan peran utamanya dalam sintesis laboratorium. Contoh lainnya termasuk [[katalisis|mengkatalisis]] (A) [[sintesis indola Fischer]],<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng+klorida&oldid=29624308 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan juga (B) reaksi [[asilasi]] [[reaksi Friedel-Crafts|Friedel-Crafts]] yang melibatkan [[senyawa aromatik|cincin aromatik]] teraktivasi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng+klorida&oldid=29624308 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>S. Y. Dike. [https://archive.org/details/sim_tetrahedron_1991-06-24_47_26/page/4775 A New and Efficient General Method for the Synthesis of 2-Spirobenzopyrans: First Synthesis of Cyclic Analogues of Precocene I and Related Compounds]. ''Tetrahedron''. 1991. Vol. 47 (26). hlm. 4775–4786. doi:10.1016/S0040-4020(01)86481-4.</ref>


Berkaitan dengan yang terakhir ini adalah pembuatan pewarna klasik [[fluorescein]] dari [[anhidrida ftalat]] dan [[resorsinol]], yang melibatkan [[asilasi]] [[reaksi Friedel-Crafts|Friedel-Crafts]].<ref>Furnell, B. S. ''Vogel's Textbook of Practical Organic Chemistry''. Longman/Wiley. 1989.</ref> Transformasi ini sebenarnya telah dicapai dengan menggunakan sampel ZnCl<sub>2</sub> terhidrasi yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.


[[Asam klorida]] sendiri bereaksi buruk dengan [[alkohol|alkohol primer]] dan [[alkohol|alkohol sekunder]], namun kombinasi HCl dengan ZnCl<sub>2</sub> (dikenal bersama sebagai "[[pereaksi Lucas]]") efektif untuk pembuatan alkil klorida. Reaksi tipikal dilakukan pada suhu 130&nbsp;°C. Reaksi ini kemungkinan berlangsung melalui [[reaksi SN2|mekanisme S<sub>N</sub>2]] dengan alkohol primer tetapi untuk alkohol sekunder melalui mekanisme [[reaksi SN1|S<sub>N</sub>1]].
[[Asam klorida]] sendiri bereaksi buruk dengan [[alkohol|alkohol primer]] dan [[alkohol|alkohol sekunder]], namun kombinasi HCl dengan ZnCl<sub>2</sub> (dikenal bersama sebagai "[[pereaksi Lucas]]") efektif untuk pembuatan alkil klorida. Reaksi tipikal dilakukan pada suhu 130&nbsp;°C. Reaksi ini kemungkinan berlangsung melalui [[reaksi SN2|mekanisme S<sub>N</sub>2]] dengan alkohol primer tetapi untuk alkohol sekunder melalui mekanisme [[reaksi SN1|S<sub>N</sub>1]].


 
Seng klorida juga mengaktifkan halida [[benzilik]] dan [[alilik]] ke arah substitusi oleh [[nukleofil]] lemah seperti [[alkena]]:<ref>Bauml, E. [http://epub.ub.uni-muenchen.de/3799/1/086.pdf Synthesis of γ-Lactones from Alkenes Employing p-Methoxybenzyl Chloride as + CH 2 -CO 2 − Equivalent]. ''Tetrahedron Letters''. 1988. Vol. 29 (52). hlm. 6925–6926. doi:10.1016/S0040-4039(00)88476-2.</ref>
Seng klorida juga mengaktifkan halida [[benzilik]] dan [[alilik]] ke arah substitusi oleh [[nukleofil]] lemah seperti [[alkena]]:
 


Dalam gaya yang serupa, ZnCl<sub>2</sub> mendukung reduksi selektif [[natrium sianoborohidrida|NaBH<sub>3</sub>CN]] pada halida tersier, alilik atau benzilik menjadi hidrokarbon yang sesuai.
Dalam gaya yang serupa, ZnCl<sub>2</sub> mendukung reduksi selektif [[natrium sianoborohidrida|NaBH<sub>3</sub>CN]] pada halida tersier, alilik atau benzilik menjadi hidrokarbon yang sesuai.


Seng klorida juga merupakan pereaksi awal yang berguna untuk sintesis berbagai pereaksi [[organoseng]], seperti yang digunakan dalam  [[penggandengan Negishi]] yang dikatalisis paladium dengan [[aril halida]] atau [[vinil halida]]. Dalam kasus seperti itu, senyawa organoseng biasanya dibuat dengan [[transmetalasi]] dari suatu [[organolitium]] atau [[pereaksi Grignard]], misalnya:
Seng klorida juga merupakan pereaksi awal yang berguna untuk sintesis berbagai pereaksi [[organoseng]], seperti yang digunakan dalam  [[penggandengan Negishi]] yang dikatalisis paladium dengan [[aril halida]] atau [[vinil halida]].<ref>Kim, S. ''Selective Reduction of Tertiary, Allyl, and Benzyl Halides by Zinc-Modified Cyanoborohydride in Diethyl Ether''. ''Tetrahedron Letters''. 1983. Vol. 24 (32). hlm. 3369–3372. doi:10.1016/S0040-4039(00)86272-3.</ref> Dalam kasus seperti itu, senyawa organoseng biasanya dibuat dengan [[transmetalasi]] dari suatu [[organolitium]] atau [[pereaksi Grignard]], misalnya:
 
 
[[Enolat]] seng, disiapkan dari enolat logam alkali dan ZnCl<sub>2</sub>, menyediakan kendali [[stereokimia]] dalam reaksi [[kondensasi aldol]] karena [[khelasi]] pada seng. Dalam contoh di bawah, produk ''threo''lebih disukai dibandingkan ''erythro'' dengan faktor 5:1 ketika ZnCl<sub>2</sub> dalam [[dimetoksietana|DME]]/[[dietil eter|eter]] digunakan. Khelat lebih stabil bila gugus fenil yang besar pseudo-[[ikatan ekuatorial|ekuatorial]] dibandingkan pseudo-[[rotasi sumbu|aksial]], misalnya, ''threo'' dibandingkan ''erythro''.


[[Enolat]] seng, disiapkan dari enolat logam alkali dan ZnCl<sub>2</sub>, menyediakan kendali [[stereokimia]] dalam reaksi [[kondensasi aldol]] karena [[khelasi]] pada seng. Dalam contoh di bawah, produk ''threo''lebih disukai dibandingkan ''erythro'' dengan faktor 5:1 ketika ZnCl<sub>2</sub> dalam [[dimetoksietana|DME]]/[[dietil eter|eter]] digunakan.<ref>House, H. O. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_1973-05-16_95_10/page/3310 Chemistry of Carbanions. XXIII. Use of Metal Complexes to Control the Aldol Condensation]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1973. Vol. 95 (10). hlm. 3310–3324. doi:10.1021/ja00791a039.</ref> Khelat lebih stabil bila gugus fenil yang besar pseudo-[[ikatan ekuatorial|ekuatorial]] dibandingkan pseudo-[[rotasi sumbu|aksial]], misalnya, ''threo'' dibandingkan ''erythro''.


=== Dalam pemrosesan tekstil dan kertas ===
=== Dalam pemrosesan tekstil dan kertas ===
Baris 68: Baris 73:


=== Granat asap ===
=== Granat asap ===
[[Asap|Komposisi asap campuran seng klorida]] ("HC") yang digunakan dalam [[granat asap]] mengandung [[seng oksida]] dan [[heksakloroetana]], yang jika dinyalakan, bereaksi membentuk asap seng klorida, sebuah layar asap yang efektif.
[[Asap|Komposisi asap campuran seng klorida]] ("HC") yang digunakan dalam [[granat asap]] mengandung [[seng oksida]] dan [[heksakloroetana]], yang jika dinyalakan, bereaksi membentuk asap seng klorida, sebuah layar asap yang efektif.<ref>Sample, B. E. ''Methods for Field Studies of Effects of Military Smokes, Obscurants, and Riot-control Agents on Threatened and Endangered Species''. DIANE Publishing. 1997. ISBN 1-4289-1233-9.</ref>


=== Deteksi sidik jari ===
=== Deteksi sidik jari ===
[[Ninhidrin]] bereaksi dengan [[asam amino]] dan [[amina]] untuk membentuk senyawa berwarna “ungu Ruhemann” (RP). Penyemprotan dengan larutan seng klorida membentuk kompleks 1:1 RP:ZnCl(H<sub>2</sub>O)<sub>2</sub>, Yang lebih mudah terdeteksi karena ia dapat [[fluoresens|berfluoresens]] yang lebih baik daripada ungu Ruhemann.
[[Ninhidrin]] bereaksi dengan [[asam amino]] dan [[amina]] untuk membentuk senyawa berwarna “ungu Ruhemann” (RP). Penyemprotan dengan larutan seng klorida membentuk kompleks 1:1 RP:ZnCl(H<sub>2</sub>O)<sub>2</sub>, Yang lebih mudah terdeteksi karena ia dapat [[fluoresens|berfluoresens]] yang lebih baik daripada ungu Ruhemann.<ref>Menzel, E. R. [https://archive.org/details/fingerprintdetec0002menz Fingerprint Detection with Lasers]. CRC Press. 1999. ISBN 0-8247-1974-3.</ref>


=== Desinfektan ===
=== Desinfektan ===
Secara historis, larutan encer dari seng klorida digunakan sebagai desinfektan dengan nama "''Burnett's Disinfecting Fluid''".
Secara historis, larutan encer dari seng klorida digunakan sebagai desinfektan dengan nama "''Burnett's Disinfecting Fluid''".
Senyawa ini juga digunakan dalam beberapa merek komersial obat kumur antiseptik.
<ref>Watts, H. [https://archive.org/details/adictionarychem11wattgoog A Dictionary of Chemistry and the Allied Branches of Other Sciences]. Longmans, Green. 1869.</ref> Senyawa ini juga digunakan dalam beberapa merek komersial obat kumur antiseptik.


== Keamanan ==
== Keamanan ==
Seng klorida adalah iritan kulit. Setelah kontak dengan kulit, segera lakukan pembersihan yang diperlukan dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Apabila kontak dengan mata, tindakan yang memadai dilakukan dengan mengalirinya dengan air, penggunaan obat tetes mata [[Isogutt]], dan segera menghubungi dokter mata sesegera mungkin.
Seng klorida adalah iritan kulit. Setelah kontak dengan kulit, segera lakukan pembersihan yang diperlukan dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Apabila kontak dengan mata, tindakan yang memadai dilakukan dengan mengalirinya dengan air, penggunaan obat tetes mata [[Isogutt]], dan segera menghubungi dokter mata sesegera mungkin.<ref>Dieter M. M. Rohe. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley. 2007. hlm. 1–6. doi:10.1002/14356007.a28_537.</ref>
 
Seng klorida bersifat kaustik ke saluran pencernaan, terkadang mengarah pada [[hematemesis]]. Gejala keracunan akut yang dapat terjadi seperti gangguan pencernaan, diare, mual, dan sakit perut. Muntah terjadi hampir secara universal. Dekontaminasi saluran pencernaan setelah pengambilan senyawa seng secara oral sebagian besar tidak diperlukan, karena pasien biasanya muntah secukupnya. Susu dapat diberikan untuk mengurangi penyerapan logam. Tingkat seng dapat dinormalisasi dengan [[Asam etilenadiaminatetraasetat|garam EDTA]].
 
Penghirupan uap seng, seng oksida, atau seng klorida menyebabkan [[edema paru]] dan [[demam]] asam logam. Onset terjadi dalam waktu 4-6 jam dan mungkin tertunda hingga 8 jam. Gejala yang dapat terjadi termasuk pernapasan yang cepat, batuk, demam, menggigil, berkeringat, nyeri dada dan kaki, [[mialgia]], kelelahan, rasa logam, keluarnya air liur, haus, dan [[leukositosis]], yang bisa berlangsung dari 24 sampai 48 jam. Dalam kasus inhalasi asap, persiapan [[kortison]] harus segera diterapkan (misal, dengan menghirup [[Auxiloson]]) untuk menghindari pengembangan edema paru.


== Referensi ==
Seng klorida bersifat kaustik ke saluran pencernaan, terkadang mengarah pada [[hematemesis]]. Gejala keracunan akut yang dapat terjadi seperti gangguan pencernaan, diare, mual, dan sakit perut. Muntah terjadi hampir secara universal. Dekontaminasi saluran pencernaan setelah pengambilan senyawa seng secara oral sebagian besar tidak diperlukan, karena pasien biasanya muntah secukupnya. Susu dapat diberikan untuk mengurangi penyerapan logam. Tingkat seng dapat dinormalisasi dengan [[Asam etilenadiaminatetraasetat|garam EDTA]].<ref>Dieter M. M. Rohe. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley. 2007. hlm. 1–6. doi:10.1002/14356007.a28_537.</ref>


Penghirupan uap seng, seng oksida, atau seng klorida menyebabkan [[edema paru]] dan [[demam]] asam logam. Onset terjadi dalam waktu 4-6 jam dan mungkin tertunda hingga 8 jam. Gejala yang dapat terjadi termasuk pernapasan yang cepat, batuk, demam, menggigil, berkeringat, nyeri dada dan kaki, [[mialgia]], kelelahan, rasa logam, keluarnya air liur, haus, dan [[leukositosis]], yang bisa berlangsung dari 24 sampai 48 jam. Dalam kasus inhalasi asap, persiapan [[kortison]] harus segera diterapkan (misal, dengan menghirup [[Auxiloson]]) untuk menghindari pengembangan edema paru.<ref>Dieter M. M. Rohe. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley. 2007. hlm. 1–6. doi:10.1002/14356007.a28_537.</ref>


== Bibliografi ==
== Bibliografi ==
Baris 99: Baris 101:
*[http://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/summary/summary.cgi?cid=5727 Ringkasan ZnCl<sub>2</sub> di PubChem].
*[http://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/summary/summary.cgi?cid=5727 Ringkasan ZnCl<sub>2</sub> di PubChem].


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng+klorida&oldid=29624308 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29624308 (2026-08-23T23:03:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng+klorida&oldid=29624308 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29624308 (2026-08-23T23:03:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.01

Zinc chloride

Seng klorida adalah suatu senyawa kimia dengan rumus kimia ZnCl2 dan hidratnya. Seng klorida, di mana sembilan bentuk kristalinnya diketahui, adalah kristal tak berwarna hingga putih, dan sangat larut dalam air. ZnCl2 sendiri bersifat higroskopis. Sampel senyawa ini harus dilindungi dari sumber kelembapan, termasuk uap air yang terdapat pada udara ambien. Seng klorida memiliki aplikasi yang luas dalam pemrosesan tekstil, fluks metalurgi, dan dalam sintesis kimia. Tidak ada mineral dengan komposisi kimia ini yang diketahui selain mineral yang sangat jarang simonkolleite, Zn5(OH)8Cl2·H2O.

Struktur dan sifat

Empat bentuk kristalin (polimorf) dari ZnCl2 diketahui: α, β, γ, dan δ, dan dalam setiap kasus ion Zn2+ terkoordinasi tetrahedral dengan empat ion klorida.[1]

Bentuk Simetri Simbol Pearson Grup No  a (nm)  b (nm) c (nm) Z ρ (g/cm3)
α Tetragonal tI12 I2d 122 0.5398 0.5398 0.64223 4 3.00
β Tetragonal tP6 P42/nmc 137 0.3696 0.3696 1.071 2 3.09
γ Monoklinik mP36 P21/c 14 0.654 1.131 1.23328 12 2.98
δ Ortorombik oP12 Pna21 33 0.6125 0.6443 0.7693 4 2.98

Di sini, a, b, dan c adalah konstanta kisi, Z adalah jumlah unit struktur per satuan sel dan ρ adalah kerapatan yang dihitung dari parameter struktur.[2][3][4]

Bentuk ortorombik anhidrat murni (δ) dengan cepat mengubah salah satu bentuk lain pada paparan atmosfer dan penjelasan yang mungkin adalah bahwa ion OH yang berasal dari air yang diserap memudahkan penataan ulang.[5] Pendinginan cepat dari lelehan ZnCl2 menghasilkan kaca.[6]

Karakter kovalen pada material anhidrat diindikasikan oleh titik lelehnya yang relatif rendah yaitu 275 °C.[7] Bukti lebih lanjut untuk kovalensi ditandai oleh kelarutan tinggi diklorida dalam pelarut etereal di mana ia membentuk adduct dengan rumus ZnCl2L2, di mana L = ligan seperti O(C2H5)2. Dalam fasa gas, molekul ZnCl2 berbentuk linear dengan panjang ikatan 205 pm.[8]

Lelehan ZnCl2 memiliki viskositas tinggi pada titik lelehnya dan konduktivitas listrik yang relatif rendah yang meningkat secara nyata terhadap suhu.[9][10] Studi hamburan Raman terhadap lelehan tersebut menunjukkan adanya struktur polimerik [11] dan studi hamburan neutron menunjukkan adanya kompleks tetrahedral {ZnCl4}.[12]

Hidrat

Lima hidrat dari seng klorida diketahui, ZnCl2(H2O)n di mana n = 1, 1.5, 2.5, 3 dan 4.[13] Tetrahidrat ZnCl2(H2O)4 mengkristal dari larutan berair seng klorida.[14]

Preparasi dan pemurnian

ZnCl2 anhidrat dapat disiapkan dari seng dan hidrogen klorida.

Zn(s) + 2 HCl → ZnCl2 + H2(g)

Bentuk terhidrasi dan larutan berair dapat disiapkan dengan cara serupa dengan mereaksikan logam Zn dengan asam klorida. Sng oksida dan seng sulfida bereaksi dengan HCl:

ZnS(s) + 2 HCl(aq) → ZnCl2(aq) + H2S(g)

Tidak seperti banyak unsur lainnya, seng pada dasarnya hanya ada dalam satu keadaan oksidasi, 2+, yang menyederhanakan pemurnian klorida.

Sampel seng klorida komersial biasanya mengandung air dan produk dari hidrolisis sebagai pengotir. Sampel semacam itu dapat dimurnikan dengan rekristalisasi dari dioksana panas . Sampel anhidrat dapat dimurnikan dengan sublimasi dalam aliran gas hidrogen klorida, diikuti sengan pemanasan sublimat pada suhu 400 °C dalam aliran gas nitrogen kering. Akhirnya, Metode paling sederhana bergantung pada perlakuan seng klorida dengan tionil klorida.[15]

Reaksi

Lelehan ZnCl2 anhirdat pada suhu 500–700 °C melarutkan logam seng, dan, pada pendinginan cepat lelehan, suatu kaca diamagnetik berwarna kuning terbentuk, yang mana pada studi Raman menunjukkan kandungan ion .[16]

Sejumlah garam yang mengandung anion tetraklorozinkat, Zn, diketahui.[17] "pereaksi Caulton," V2Cl3(thf)6Zn2Cl6 adalah salah satu contoh garam yang mengandung Zn2.[18][19] Senyawa Cs3ZnCl5 mengandung Zn tetrahedral dan anion Cl.[20] Tidak ada senyawa yang mengandung ion Zn yang telah dikarakterisasi.[21]

Sementara seng klorida sangat larut dalam air, larutan tidak dapat dianggap mengandung ion terlarut Zn2+ dan ion Cl, spesi ZnClxH2O(4−x) juga hadir.[22][23][24] Larutan berair ZnCl2 berisfat asam: larutan berair dengan konsentrasi 6 M memiliki pH 1.[25] Keasaman larutan ZnCl2 berair terhadap garam Zn2+ lainnya dikarenakan pembentukan kompleks tetrahedral kloro aqua di mana reduksi dalam bilangan koordinasi dari 6 menjadi 4 lebih lanjut mereduksi kekuatan ikatan O-H dalam molekul air tersolvasi.[26]

Aplikasi

Dalam sintesis organik

Penggunaan awal seng klorida (Silzic) adalah dalam membangun kerangka karbon dengan merendahkan molekul metanol. Produk hidrokarbon tak jenuh adalah produk utama, dengan kondisi reaksi yang mempengaruhi distribusi produk, meskipun beberapa senyawa aromatik terbentuk.[27] Pada tahun 1880, ditemukan bahwa seng cair klorida mengkatalisis reaksi aromatisasi yang menghasilkan heksametilbenzena. Pada titik lebur ZnCl2 (283 °C), reaksi tersebut memiliki ΔG sebesar −1090 kJ mol−1 dan dapat disempurnakan menjadi:[28]

15 → + 3 + 15

Penemu reaksi ini merasionalisasinya karena melibatkan pengembunan unit metilen yang diikuti dengan metilasi lengkap Friedel-Crafts dari cincin benzena yang dihasilkan dengan klorometana yang dihasilkan secara in situ.[29] Transformasi alkilasi semacam itu adalah penerapan kekuatan moderat seng sebagai asam Lewis, yang merupakan peran utamanya dalam sintesis laboratorium. Contoh lainnya termasuk mengkatalisis (A) sintesis indola Fischer,[30] dan juga (B) reaksi asilasi Friedel-Crafts yang melibatkan cincin aromatik teraktivasi.[31][32]

Berkaitan dengan yang terakhir ini adalah pembuatan pewarna klasik fluorescein dari anhidrida ftalat dan resorsinol, yang melibatkan asilasi Friedel-Crafts.[33] Transformasi ini sebenarnya telah dicapai dengan menggunakan sampel ZnCl2 terhidrasi yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Asam klorida sendiri bereaksi buruk dengan alkohol primer dan alkohol sekunder, namun kombinasi HCl dengan ZnCl2 (dikenal bersama sebagai "pereaksi Lucas") efektif untuk pembuatan alkil klorida. Reaksi tipikal dilakukan pada suhu 130 °C. Reaksi ini kemungkinan berlangsung melalui mekanisme SN2 dengan alkohol primer tetapi untuk alkohol sekunder melalui mekanisme SN1.

Seng klorida juga mengaktifkan halida benzilik dan alilik ke arah substitusi oleh nukleofil lemah seperti alkena:[34]

Dalam gaya yang serupa, ZnCl2 mendukung reduksi selektif NaBH3CN pada halida tersier, alilik atau benzilik menjadi hidrokarbon yang sesuai.

Seng klorida juga merupakan pereaksi awal yang berguna untuk sintesis berbagai pereaksi organoseng, seperti yang digunakan dalam penggandengan Negishi yang dikatalisis paladium dengan aril halida atau vinil halida.[35] Dalam kasus seperti itu, senyawa organoseng biasanya dibuat dengan transmetalasi dari suatu organolitium atau pereaksi Grignard, misalnya:

Enolat seng, disiapkan dari enolat logam alkali dan ZnCl2, menyediakan kendali stereokimia dalam reaksi kondensasi aldol karena khelasi pada seng. Dalam contoh di bawah, produk threolebih disukai dibandingkan erythro dengan faktor 5:1 ketika ZnCl2 dalam DME/eter digunakan.[36] Khelat lebih stabil bila gugus fenil yang besar pseudo-ekuatorial dibandingkan pseudo-aksial, misalnya, threo dibandingkan erythro.

Dalam pemrosesan tekstil dan kertas

Larutan pekat berair dari seng klorida (lebih dari 64% berat/berat seng klorida dalam air) memiliki sifat menarik pada pelarutan pati, sutra, dan selulosa. Dengan demikian, larutan tersebut tidak dapat disaring melalui kertas saring standar. Relevan dengan afinitasnya untuk bahan ini, ZnCl2 digunakan sebagai agen tahhan-api dan "penyegar" kain seperti Febreze. Serat vulkanisir dibuat dengan merendam kertas dengan seng klorida pekat.

Granat asap

Komposisi asap campuran seng klorida ("HC") yang digunakan dalam granat asap mengandung seng oksida dan heksakloroetana, yang jika dinyalakan, bereaksi membentuk asap seng klorida, sebuah layar asap yang efektif.[37]

Deteksi sidik jari

Ninhidrin bereaksi dengan asam amino dan amina untuk membentuk senyawa berwarna “ungu Ruhemann” (RP). Penyemprotan dengan larutan seng klorida membentuk kompleks 1:1 RP:ZnCl(H2O)2, Yang lebih mudah terdeteksi karena ia dapat berfluoresens yang lebih baik daripada ungu Ruhemann.[38]

Desinfektan

Secara historis, larutan encer dari seng klorida digunakan sebagai desinfektan dengan nama "Burnett's Disinfecting Fluid". [39] Senyawa ini juga digunakan dalam beberapa merek komersial obat kumur antiseptik.

Keamanan

Seng klorida adalah iritan kulit. Setelah kontak dengan kulit, segera lakukan pembersihan yang diperlukan dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Apabila kontak dengan mata, tindakan yang memadai dilakukan dengan mengalirinya dengan air, penggunaan obat tetes mata Isogutt, dan segera menghubungi dokter mata sesegera mungkin.[40]

Seng klorida bersifat kaustik ke saluran pencernaan, terkadang mengarah pada hematemesis. Gejala keracunan akut yang dapat terjadi seperti gangguan pencernaan, diare, mual, dan sakit perut. Muntah terjadi hampir secara universal. Dekontaminasi saluran pencernaan setelah pengambilan senyawa seng secara oral sebagian besar tidak diperlukan, karena pasien biasanya muntah secukupnya. Susu dapat diberikan untuk mengurangi penyerapan logam. Tingkat seng dapat dinormalisasi dengan garam EDTA.[41]

Penghirupan uap seng, seng oksida, atau seng klorida menyebabkan edema paru dan demam asam logam. Onset terjadi dalam waktu 4-6 jam dan mungkin tertunda hingga 8 jam. Gejala yang dapat terjadi termasuk pernapasan yang cepat, batuk, demam, menggigil, berkeringat, nyeri dada dan kaki, mialgia, kelelahan, rasa logam, keluarnya air liur, haus, dan leukositosis, yang bisa berlangsung dari 24 sampai 48 jam. Dalam kasus inhalasi asap, persiapan kortison harus segera diterapkan (misal, dengan menghirup Auxiloson) untuk menghindari pengembangan edema paru.[42]

Bibliografi

  • N. N. Greenwood, A. Earnshaw, Chemistry of the Elements, 2nd ed., Butterworth-Heinemann, Oxford, UK, 1997.
  • The Merck Index, 7th edition, Merck & Co, Rahway, New Jersey, USA, 1960.
  • D. Nicholls, Complexes and First-Row Transition Elements, Macmillan Press, London, 1973.
  • J. March, Advanced Organic Chemistry, 4th ed., p. 723, Wiley, New York, 1992.
  • G. J. McGarvey, in Handbook of Reagents for Organic Synthesis, Volume 1: Reagents, Auxiliaries and Catalysts for C-C Bond Formation, (R. M. Coates, S. E. Denmark, eds.), pp. 220–3, Wiley, New York, 1999.

Pranala luar

Referensi

  1. Wells, A. F. Structural Inorganic Chemistry. Clarendon Press. 1984. ISBN 0-19-855370-6.
  2. H. R. Oswald. Zur Struktur der wasserfreien Zinkhalogenide I. Die wasserfreien Zinkchloride. Helvetica Chimica Acta. 1960. Vol. 43 (1). hlm. 72–77. doi:10.1002/hlca.19600430109.
  3. J. Brynestad. Preparation and Structure of Anhydrous Zinc Chloride. Inorganic Chemistry. 1978. Vol. 17 (5). hlm. 1376–1377. doi:10.1021/ic50183a059.
  4. B. Brehler. Kristallstrukturuntersuchungen an ZnCl 2. Zeitschrift für Kristallographie. 1961. Vol. 115 (5-6). hlm. 373–402. doi:10.1524/zkri.1961.115.5-6.373.
  5. Wells, A. F. Structural Inorganic Chemistry. Clarendon Press. 1984. ISBN 0-19-855370-6.
  6. Mackenzie, J. D. Structure of Glass-Forming Halides. II. Liquid Zinc Chloride. The Journal of Chemical Physics. 1960. Vol. 33 (2). hlm. 366–369. doi:10.1063/1.1731151.
  7. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  8. Prince, R. H. Encyclopedia of Inorganic Chemistry. John Wiley & Sons. 1994. ISBN 0-471-93620-0.
  9. Prince, R. H. Encyclopedia of Inorganic Chemistry. John Wiley & Sons. 1994. ISBN 0-471-93620-0.
  10. Ray, H. S. Introduction to Melts: Molten Salts, Slags and Glasses. Allied Publishers. 2006. ISBN 81-7764-875-6.
  11. Danek, V. Physico-Chemical Analysis of Molten Electrolytes. Elsevier. 2006. ISBN 0-444-52116-X.
  12. D. L. Price. Neutron Scattering Function of Vitreous and Molten Zinc Chloride. Journal of Physics: Condensed Matter. 1991. Vol. 3 (49). hlm. 9835–9842. doi:10.1088/0953-8984/3/49/001.
  13. Holleman, A. F. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.
  14. Holleman, A. F. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.
  15. Pray, A. P. Inorganic Syntheses. J. Wiley & Sons. 1990. Vol. 28. hlm. 321–322. ISBN 0-471-52619-3.
  16. Holleman, A. F. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.
  17. Prince, R. H. Encyclopedia of Inorganic Chemistry. John Wiley & Sons. 1994. ISBN 0-471-93620-0.
  18. Organic Synthesis Highlights. Wiley-VCH. 1998. Vol. 3. ISBN 3-527-29500-3.
  19. R. J. Bouma. Identification of the Zinc Reduction Product of VCl 3 · 3THF sebagai [ V 2 Cl 3 (THF) 6 ] 2 [ Zn 2 Cl 6 ]. Inorganic Chemistry. 1984. Vol. 23 (17). hlm. 2715–2718. doi:10.1021/ic00185a033.
  20. Wells, A. F. Structural Inorganic Chemistry. Clarendon Press. 1984. ISBN 0-19-855370-6.
  21. Wells, A. F. Structural Inorganic Chemistry. Clarendon Press. 1984. ISBN 0-19-855370-6.
  22. D. E. Irish. Raman Study of Zinc Chloride Solutions. The Journal of Chemical Physics. 1963. Vol. 39 (12). hlm. 3436–3444. doi:10.1063/1.1734212.
  23. T. Yamaguchi. X-Ray Diffraction and Raman Studies of Zinc(II) Chloride Hydrate Melts, ZnCl 2 · RH 2 O (R = 1.8, 2.5, 3.0, 4.0, and 6.2). The Journal of Physical Chemistry. 1989. Vol. 93 (6). hlm. 2620–2625. doi:10.1021/j100343a074.
  24. Pye, C. C. An ab initio Investigation of Zinc Chloro Complexes. Physical Chemistry Chemical Physics. 2006. Vol. 8 (46). hlm. 5428–5436. doi:10.1039/b610084h.
  25. Holleman, A. F. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.
  26. Brown, I. D. The Chemical Bond in Inorganic Chemistry: The Bond Valence Model. Oxford University Press. 2006. ISBN 0-19-929881-5.
  27. George A. Olah. Onium Ylide chemistry. 1. Bifunctional acid-base-catalyzed conversion of heterosubstituted methanes into ethylene and derived hydrocarbons. The onium ylide mechanism of the C 1 → C 2 conversion. J. Am. Chem. Soc. 1984. Vol. 106 (7). hlm. 2143–2149. doi:10.1021/ja00319a039.
  28. Clarence D. Chang. Hydrocarbons from Methanol. Catal. Rev. - Sci. Eng. 1983. Vol. 25 (1). hlm. 1-118. doi:10.1080/01614948308078874.
  29. Clarence D. Chang. Hydrocarbons from Methanol. Catal. Rev. - Sci. Eng. 1983. Vol. 25 (1). hlm. 1-118. doi:10.1080/01614948308078874.
  30. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  31. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  32. S. Y. Dike. A New and Efficient General Method for the Synthesis of 2-Spirobenzopyrans: First Synthesis of Cyclic Analogues of Precocene I and Related Compounds. Tetrahedron. 1991. Vol. 47 (26). hlm. 4775–4786. doi:10.1016/S0040-4020(01)86481-4.
  33. Furnell, B. S. Vogel's Textbook of Practical Organic Chemistry. Longman/Wiley. 1989.
  34. Bauml, E. Synthesis of γ-Lactones from Alkenes Employing p-Methoxybenzyl Chloride as + CH 2 -CO 2 − Equivalent. Tetrahedron Letters. 1988. Vol. 29 (52). hlm. 6925–6926. doi:10.1016/S0040-4039(00)88476-2.
  35. Kim, S. Selective Reduction of Tertiary, Allyl, and Benzyl Halides by Zinc-Modified Cyanoborohydride in Diethyl Ether. Tetrahedron Letters. 1983. Vol. 24 (32). hlm. 3369–3372. doi:10.1016/S0040-4039(00)86272-3.
  36. House, H. O. Chemistry of Carbanions. XXIII. Use of Metal Complexes to Control the Aldol Condensation. Journal of the American Chemical Society. 1973. Vol. 95 (10). hlm. 3310–3324. doi:10.1021/ja00791a039.
  37. Sample, B. E. Methods for Field Studies of Effects of Military Smokes, Obscurants, and Riot-control Agents on Threatened and Endangered Species. DIANE Publishing. 1997. ISBN 1-4289-1233-9.
  38. Menzel, E. R. Fingerprint Detection with Lasers. CRC Press. 1999. ISBN 0-8247-1974-3.
  39. Watts, H. A Dictionary of Chemistry and the Allied Branches of Other Sciences. Longmans, Green. 1869.
  40. Dieter M. M. Rohe. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley. 2007. hlm. 1–6. doi:10.1002/14356007.a28_537.
  41. Dieter M. M. Rohe. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley. 2007. hlm. 1–6. doi:10.1002/14356007.a28_537.
  42. Dieter M. M. Rohe. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley. 2007. hlm. 1–6. doi:10.1002/14356007.a28_537.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29624308 (2026-08-23T23:03:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.