Demetilasi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29440552; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Demetilasi''' adalah proses kimia yang menghasilkan penghilangan gugus metil (CH<sub>3</sub>) dari suatu molekul. Cara umum demetilasi adalah penggantian [[gugus metil]] dengan atom hidrogen, yang mengakibatkan hilangnya satu atom karbon dan dua atom hidrogen. | '''Demetilasi''' adalah proses kimia yang menghasilkan penghilangan gugus metil (CH<sub>3</sub>) dari suatu molekul.<ref>J. Clayden. [https://archive.org/details/organicchemistry00clay_0 Organic Chemistry]. Oxford University Press. 2001. ISBN 978-0-19-850346-0.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Demetilasi&oldid=29440552 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Cara umum demetilasi adalah penggantian [[gugus metil]] dengan atom hidrogen, yang mengakibatkan hilangnya satu atom karbon dan dua atom hidrogen. | ||
Kebalikan dari demetilasi adalah [[metilasi]]. | Kebalikan dari demetilasi adalah [[metilasi]]. | ||
| Baris 5: | Baris 5: | ||
==Dalam biokimia== | ==Dalam biokimia== | ||
: | : | ||
Demetilasi relevan dengan [[epigenetika]]. Demetilasi DNA di[[katalisis]] oleh [[demetilase]]. Enzim-enzim ini [[redoks|mengoksidasi]] gugus ''N''-metil, yang terdapat dalam [[histon]], dalam turunan lisin, dan dalam beberapa bentuk DNA. Alkaloid alami nornikotin dihasilkan melalui demetilasi [[nikotin]] yang terkait. | Demetilasi relevan dengan [[epigenetika]]. Demetilasi DNA di[[katalisis]] oleh [[demetilase]]. Enzim-enzim ini [[redoks|mengoksidasi]] gugus ''N''-metil, yang terdapat dalam [[histon]], dalam turunan lisin, dan dalam beberapa bentuk DNA.<ref>''Histone demethylases in development and disease''. ''Trends in Cell Biology''. Nov 2010. Vol. 20 (11). hlm. 662–71. doi:10.1016/j.tcb.2010.08.011.</ref> Alkaloid alami nornikotin dihasilkan melalui demetilasi [[nikotin]] yang terkait.<ref>Ralph E. Dewey. ''Molecular genetics of alkaloid biosynthesis in Nicotiana tabacum''. ''Phytochemistry''. 2013. Vol. 94. hlm. 10–27. doi:10.1016/j.phytochem.2013.06.002.</ref> | ||
Seringkali demetilasi ini berlangsung dengan stoikiometri berikut: | Seringkali demetilasi ini berlangsung dengan stoikiometri berikut: | ||
:R<sub>2</sub>N-CH<sub>3</sub> + O → R<sub>2</sub>N-H + CH<sub>2</sub>O | :R<sub>2</sub>N-CH<sub>3</sub> + O → R<sub>2</sub>N-H + CH<sub>2</sub>O | ||
Reaksi tersebut dikatalisis oleh [[sitokrom P450]]. Hidroksilase yang bergantung pada alfa-ketoglutarat juga aktif untuk demetilasi DNA, beroperasi dengan stoikiometri serupa. Reaksi ini, yang berlangsung melalui [[hidroksilasi]], memanfaatkan [[Ikatan karbon–hidrogen|ikatan C-H]] yang sedikit melemah dari [[metilamina]] dan [[metil eter]]. | Reaksi tersebut dikatalisis oleh [[sitokrom P450]].<ref>Roland Sigel. [https://archive.org/details/ubiquitousroleso0000unse The Ubiquitous Roles of Cytochrome P450 Proteins: Metal Ions in Life Sciences]. Wiley. 2007. ISBN 978-0-470-01672-5.</ref> Hidroksilase yang bergantung pada alfa-ketoglutarat juga aktif untuk demetilasi DNA, beroperasi dengan stoikiometri serupa.<ref>''TET enzymes, TDG and the dynamics of DNA demethylation''. ''Nature''. October 2013. Vol. 502 (7472). hlm. 472–9. doi:10.1038/nature12750.</ref> Reaksi ini, yang berlangsung melalui [[hidroksilasi]], memanfaatkan [[Ikatan karbon–hidrogen|ikatan C-H]] yang sedikit melemah dari [[metilamina]] dan [[metil eter]]. | ||
Demetilasi beberapa [[sterol]] merupakan langkah dalam biosintesis [[testosteron]] dan [[kolesterol]]. Gugus metil hilang sebagai [[format (kimia)|format]]. | Demetilasi beberapa [[sterol]] merupakan langkah dalam biosintesis [[testosteron]] dan [[kolesterol]]. Gugus metil hilang sebagai [[format (kimia)|format]].<ref>Matthias Pietzke. ''Formate Metabolism in Health and Disease''. ''Molecular Metabolism''. 2020. Vol. 33. hlm. 23–37. doi:10.1016/j.molmet.2019.05.012.</ref> | ||
==Pengolahan Biomassa== | ==Pengolahan Biomassa== | ||
Gugus metoksi banyak menghiasi biopolimer [[lignin]]. Banyak minat telah ditunjukkan dalam mengubah bentuk biomassa yang melimpah ini menjadi bahan kimia yang bermanfaat selain bahan bakar. Salah satu langkah dalam pengolahan tersebut adalah demetilasi. Demetilasi [[vanilin]], turunan lignin, membutuhkan suhu 250 °C (482 °F) dan basa kuat. [[Industri pulp dan kertas]] mencerna lignin menggunakan [[natrium sulfida]] berair, yang sebagian mendepolimerisasi lignin. Delignifikasi disertai dengan ''O''-demetilasi ekstensif, menghasilkan [[metanatiol]], yang dikeluarkan oleh [[pabrik kertas]] sebagai polutan udara. | Gugus metoksi banyak menghiasi biopolimer [[lignin]]. Banyak minat telah ditunjukkan dalam mengubah bentuk biomassa yang melimpah ini menjadi bahan kimia yang bermanfaat selain bahan bakar. Salah satu langkah dalam pengolahan tersebut adalah demetilasi.<ref>Sandy Schmidt. [https://research.rug.nl/en/publications/fee939a3-ddb1-4737-a355-88033a066151 Expanding the repertoire of Rieske oxygenases for O-demethylations]. ''Chem Catalysis''. 2022. Vol. 2 (8). hlm. 1843–1845. doi:10.1016/j.checat.2022.07.005.</ref><ref>W. Boerjan. [https://biblio.ugent.be/publication/211742/file/4144786 Lignin biosynthesis]. ''Annu. Rev. Plant Biol''. June 2003. Vol. 54 (1). hlm. 519–549. doi:10.1146/annurev.arplant.54.031902.134938.</ref> Demetilasi [[vanilin]], turunan lignin, membutuhkan suhu 250 °C (482 °F) dan basa kuat.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Demetilasi&oldid=29440552 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Industri pulp dan kertas]] mencerna lignin menggunakan [[natrium sulfida]] berair, yang sebagian mendepolimerisasi lignin. Delignifikasi disertai dengan ''O''-demetilasi ekstensif, menghasilkan [[metanatiol]], yang dikeluarkan oleh [[pabrik kertas]] sebagai polutan udara.<ref>G. A. Hansen. ''Odor ''and'' Fallout Control ''in a Kraft Pulp Mill''''. ''Journal of the Air Pollution Control Association''. 1962. Vol. 12 (9). hlm. 409–436. doi:10.1080/00022470.1962.10468107.</ref> | ||
==Dalam kimia organik== | ==Dalam kimia organik== | ||
Demetilasi sering mengacu pada pemutusan [[eter]], terutama eter aril. | Demetilasi sering mengacu pada pemutusan [[eter]], terutama eter aril.<ref>Steven A. Weissman. ''Recent Advances in Ether Dealkylation''. ''Tetrahedron''. 2005. Vol. 61 (33). hlm. 7833–7863. doi:10.1016/j.tet.2005.05.041.</ref> | ||
Secara historis, eter metil aril, termasuk produk alami seperti [[kodein]] (''O''-metilmorfin), telah didemetilasi dengan memanaskan zat tersebut dalam piridina [[hidroklorida]] cair (titik leleh 144 °C (291 °F)) pada suhu 180 hingga 220 °C (356 hingga 428 °F), terkadang dengan kelebihan [[hidrogen klorida]], dalam proses yang dikenal sebagai "pemutusan eter Zeisel–Prey". Analisis kuantitatif untuk eter metil aromatik dapat dilakukan dengan penentuan [[argentometri]] dari ''N''-metilpiridinium klorida yang terbentuk. Mekanisme reaksi ini dimulai dengan transfer proton dari ion piridinium ke aril metil eter, suatu langkah yang sangat tidak menguntungkan (''K'' < 10<sup>−11</sup>) yang menjelaskan kondisi keras yang diperlukan, mengingat keasaman [[piridinium]] yang jauh lebih lemah ([[konstanta disosiasi asam|p''K''<sub>a</sub>]] = 5,2) dibandingkan dengan aril metil eter ter[[protonasi]] (ion arilmetiloksonium, p''K''<sub>a</sub> = –6,7 untuk aril = Ph). Ini diikuti oleh [[reaksi SN2|serangan S<sub>N</sub>2]] dari ion arilmetiloksonium pada gugus metil oleh [[piridina]] atau ion klorida (tergantung pada substrat) untuk menghasilkan fenol bebas, dan pada akhirnya, N-metilpiridinium klorida, baik secara langsung atau melalui transfer metil selanjutnya dari metil klorida ke piridina. | Secara historis, eter metil aril, termasuk produk alami seperti [[kodein]] (''O''-metilmorfin), telah didemetilasi dengan memanaskan zat tersebut dalam piridina [[hidroklorida]] cair (titik leleh 144 °C (291 °F)) pada suhu 180 hingga 220 °C (356 hingga 428 °F), terkadang dengan kelebihan [[hidrogen klorida]], dalam proses yang dikenal sebagai "pemutusan eter Zeisel–Prey".<ref>J. A. Lawson. ''An improved method for O-demethylation of codeine''. ''Journal of Medicinal Chemistry''. 1977. Vol. 20 (1). hlm. 165–166. doi:10.1021/jm00211a037.</ref><ref>Alfred Hassner. [https://archive.org/details/organicsyntheses0000hass Organic syntheses based on name reactions]. Pergamon. 2002. ISBN 9780080513348.</ref> Analisis kuantitatif untuk eter metil aromatik dapat dilakukan dengan penentuan [[argentometri]] dari ''N''-metilpiridinium klorida yang terbentuk.<ref>Robert L. Burwell. ''The Cleavage of Ethers''. ''Chemical Reviews''. 1954-08-01. Vol. 54 (4). hlm. 615–685. doi:10.1021/cr60170a003.</ref> Mekanisme reaksi ini dimulai dengan transfer proton dari ion piridinium ke aril metil eter, suatu langkah yang sangat tidak menguntungkan (''K'' < 10<sup>−11</sup>) yang menjelaskan kondisi keras yang diperlukan, mengingat keasaman [[piridinium]] yang jauh lebih lemah ([[konstanta disosiasi asam|p''K''<sub>a</sub>]] = 5,2) dibandingkan dengan aril metil eter ter[[protonasi]] (ion arilmetiloksonium, p''K''<sub>a</sub> = –6,7 untuk aril = Ph<ref>Peter Vollhardt. [https://archive.org/details/organicchemistry0000voll_o6v2 Organic chemistry : structure and function]. 2014-01-01. ISBN 9781464120275.</ref>). Ini diikuti oleh [[reaksi SN2|serangan S<sub>N</sub>2]] dari ion arilmetiloksonium pada gugus metil oleh [[piridina]] atau ion klorida (tergantung pada substrat) untuk menghasilkan fenol bebas, dan pada akhirnya, N-metilpiridinium klorida, baik secara langsung atau melalui transfer metil selanjutnya dari metil klorida ke piridina.<ref>Robert L. Burwell. ''The Cleavage of Ethers''. ''Chemical Reviews''. 1954-08-01. Vol. 54 (4). hlm. 615–685. doi:10.1021/cr60170a003.</ref> | ||
Metode klasik lainnya (tetapi, sekali lagi, kasar) untuk menghilangkan gugus metil dari aril metil eter adalah dengan memanaskan eter dalam larutan [[hidrogen bromida]] atau [[hidrogen iodida]], terkadang juga dengan [[asam asetat]]. Pemutusan ikatan eter oleh asam hidrobromat atau hidroiodat berlangsung melalui protonasi eter, diikuti oleh substitusi oleh [[bromida]] atau [[iodida]]. Kondisi yang sedikit lebih ringan menggunakan sikloheksil iodida (CyI, 10 ekivalen) dalam ''N,N''-[[dimetilformamida]] untuk menghasilkan sejumlah kecil hidrogen iodida secara ''[[in situ]]''. | Metode klasik lainnya (tetapi, sekali lagi, kasar) untuk menghilangkan gugus metil dari aril metil eter adalah dengan memanaskan eter dalam larutan [[hidrogen bromida]] atau [[hidrogen iodida]], terkadang juga dengan [[asam asetat]].<ref>Andrew Streitwieser. [https://archive.org/details/introductiontoor0004andr Introduction to organic chemistry]. Prentice Hall. 1992. ISBN 978-0139738500.</ref> Pemutusan ikatan eter oleh asam hidrobromat atau hidroiodat berlangsung melalui protonasi eter, diikuti oleh substitusi oleh [[bromida]] atau [[iodida]]. Kondisi yang sedikit lebih ringan menggunakan sikloheksil iodida (CyI, 10 ekivalen) dalam ''N,N''-[[dimetilformamida]] untuk menghasilkan sejumlah kecil hidrogen iodida secara ''[[in situ]]''.<ref>Li Zuo. ''An efficient method for demethylation of aryl methyl ethers''. ''Tetrahedron Letters''. June 2008. Vol. 49 (25). hlm. 4054–4056. doi:10.1016/j.tetlet.2008.04.070.</ref> | ||
Boron tribromida, yang dapat digunakan pada suhu kamar atau di bawahnya, adalah reagen yang lebih khusus untuk demetilasi aril metil eter. Mekanisme dealkilasi eter berlangsung melalui pembentukan awal ''adduct'' [[Asam dan basa Lewis|asam-basa Lewis]] yang reversibel antara BBr<sup>3</sup> yang bersifat asam Lewis kuat dan eter yang bersifat basa Lewis. ''Adduct'' Lewis ini dapat berdisosiasi secara reversibel untuk menghasilkan kation oksonium dibromoboril dan Br<sup>–</sup>. Putusnya ikatan eter terjadi melalui serangan nukleofilik selanjutnya pada spesies oksonium oleh Br<sup>–</sup> untuk menghasilkan ariloksidibromoborana dan metil bromida. Setelah reaksi selesai, fenol dibebaskan bersama dengan asam borat (H<sub>3</sub>BO<sub>3</sub>) dan asam hidrobromat (HBr dalam larutan) setelah [[hidrolisis]] turunan dibromoborana selama pengolahan dalam larutan air. | Boron tribromida, yang dapat digunakan pada suhu kamar atau di bawahnya, adalah reagen yang lebih khusus untuk demetilasi aril metil eter. Mekanisme dealkilasi eter berlangsung melalui pembentukan awal ''adduct'' [[Asam dan basa Lewis|asam-basa Lewis]] yang reversibel antara BBr<sup>3</sup> yang bersifat asam Lewis kuat dan eter yang bersifat basa Lewis. ''Adduct'' Lewis ini dapat berdisosiasi secara reversibel untuk menghasilkan kation oksonium dibromoboril dan Br<sup>–</sup>. Putusnya ikatan eter terjadi melalui serangan nukleofilik selanjutnya pada spesies oksonium oleh Br<sup>–</sup> untuk menghasilkan ariloksidibromoborana dan metil bromida. Setelah reaksi selesai, fenol dibebaskan bersama dengan asam borat (H<sub>3</sub>BO<sub>3</sub>) dan asam hidrobromat (HBr dalam larutan) setelah [[hidrolisis]] turunan dibromoborana selama pengolahan dalam larutan air.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Demetilasi&oldid=29440552 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
[[Nukleofil]] yang lebih kuat seperti diorganofosfida (LiPPh<sub>2</sub>) juga memecah eter aril, terkadang dalam kondisi ringan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Demetilasi&oldid=29440552 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Nukleofil kuat lainnya yang telah digunakan termasuk garam [[tiol]]at seperti EtSNa.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Demetilasi&oldid=29440552 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Eter metil aromatik, khususnya yang memiliki gugus karbonil yang berdekatan, dapat didemetilasi secara [[regioselektivitas|regioselektif]] menggunakan [[magnesium iodida]] eterat.<ref>Seiji Yamaguchi. ''Regioselective demethylation of 2,6-dimethoxybenzaldehydes with magnesium iodide etherate''. ''Tetrahedron Letters''. October 1999. Vol. 40 (41). hlm. 7363–7365. doi:10.1016/S0040-4039(99)01411-2.</ref> Contoh penggunaannya adalah dalam sintesis produk alami kalfostin A,<ref>Craig A. Merlic. ''Carbene Complexes in the Synthesis of Complex Natural Products: Total Synthesis of the Calphostins''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1 April 2000. Vol. 122 (13). hlm. 3224–3225. doi:10.1021/ja994313+.</ref> seperti yang terlihat di bawah ini. | |||
Eter metil aromatik, khususnya yang memiliki gugus karbonil yang berdekatan, dapat didemetilasi secara [[regioselektivitas|regioselektif]] menggunakan [[magnesium iodida]] eterat. Contoh penggunaannya adalah dalam sintesis produk alami kalfostin A, seperti yang terlihat di bawah ini. | |||
Ester metil juga rentan terhadap demetilasi, yang biasanya dicapai dengan [[saponifikasi]]. Demetilasi yang sangat khusus banyak ditemukan, seperti [[dekarboksilasi Krapcho]]: | Ester metil juga rentan terhadap demetilasi, yang biasanya dicapai dengan [[saponifikasi]]. Demetilasi yang sangat khusus banyak ditemukan, seperti [[dekarboksilasi Krapcho]]: | ||
| Baris 46: | Baris 44: | ||
*[[Metilasi]], penambahan [[gugus metil]] ke [[substrat (kimia)|substrat]] | *[[Metilasi]], penambahan [[gugus metil]] ke [[substrat (kimia)|substrat]] | ||
==Referensi== | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Demetilasi&oldid=29440552 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29440552 (2026-07-10T15:00:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Demetilasi&oldid=29440552 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29440552 (2026-07-10T15:00:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.18
Demetilasi adalah proses kimia yang menghasilkan penghilangan gugus metil (CH3) dari suatu molekul.[1][2] Cara umum demetilasi adalah penggantian gugus metil dengan atom hidrogen, yang mengakibatkan hilangnya satu atom karbon dan dua atom hidrogen.
Kebalikan dari demetilasi adalah metilasi.
Dalam biokimia
Demetilasi relevan dengan epigenetika. Demetilasi DNA dikatalisis oleh demetilase. Enzim-enzim ini mengoksidasi gugus N-metil, yang terdapat dalam histon, dalam turunan lisin, dan dalam beberapa bentuk DNA.[3] Alkaloid alami nornikotin dihasilkan melalui demetilasi nikotin yang terkait.[4]
Seringkali demetilasi ini berlangsung dengan stoikiometri berikut:
- R2N-CH3 + O → R2N-H + CH2O
Reaksi tersebut dikatalisis oleh sitokrom P450.[5] Hidroksilase yang bergantung pada alfa-ketoglutarat juga aktif untuk demetilasi DNA, beroperasi dengan stoikiometri serupa.[6] Reaksi ini, yang berlangsung melalui hidroksilasi, memanfaatkan ikatan C-H yang sedikit melemah dari metilamina dan metil eter.
Demetilasi beberapa sterol merupakan langkah dalam biosintesis testosteron dan kolesterol. Gugus metil hilang sebagai format.[7]
Pengolahan Biomassa
Gugus metoksi banyak menghiasi biopolimer lignin. Banyak minat telah ditunjukkan dalam mengubah bentuk biomassa yang melimpah ini menjadi bahan kimia yang bermanfaat selain bahan bakar. Salah satu langkah dalam pengolahan tersebut adalah demetilasi.[8][9] Demetilasi vanilin, turunan lignin, membutuhkan suhu 250 °C (482 °F) dan basa kuat.[10] Industri pulp dan kertas mencerna lignin menggunakan natrium sulfida berair, yang sebagian mendepolimerisasi lignin. Delignifikasi disertai dengan O-demetilasi ekstensif, menghasilkan metanatiol, yang dikeluarkan oleh pabrik kertas sebagai polutan udara.[11]
Dalam kimia organik
Demetilasi sering mengacu pada pemutusan eter, terutama eter aril.[12]
Secara historis, eter metil aril, termasuk produk alami seperti kodein (O-metilmorfin), telah didemetilasi dengan memanaskan zat tersebut dalam piridina hidroklorida cair (titik leleh 144 °C (291 °F)) pada suhu 180 hingga 220 °C (356 hingga 428 °F), terkadang dengan kelebihan hidrogen klorida, dalam proses yang dikenal sebagai "pemutusan eter Zeisel–Prey".[13][14] Analisis kuantitatif untuk eter metil aromatik dapat dilakukan dengan penentuan argentometri dari N-metilpiridinium klorida yang terbentuk.[15] Mekanisme reaksi ini dimulai dengan transfer proton dari ion piridinium ke aril metil eter, suatu langkah yang sangat tidak menguntungkan (K < 10−11) yang menjelaskan kondisi keras yang diperlukan, mengingat keasaman piridinium yang jauh lebih lemah (pKa = 5,2) dibandingkan dengan aril metil eter terprotonasi (ion arilmetiloksonium, pKa = –6,7 untuk aril = Ph[16]). Ini diikuti oleh serangan SN2 dari ion arilmetiloksonium pada gugus metil oleh piridina atau ion klorida (tergantung pada substrat) untuk menghasilkan fenol bebas, dan pada akhirnya, N-metilpiridinium klorida, baik secara langsung atau melalui transfer metil selanjutnya dari metil klorida ke piridina.[17]
Metode klasik lainnya (tetapi, sekali lagi, kasar) untuk menghilangkan gugus metil dari aril metil eter adalah dengan memanaskan eter dalam larutan hidrogen bromida atau hidrogen iodida, terkadang juga dengan asam asetat.[18] Pemutusan ikatan eter oleh asam hidrobromat atau hidroiodat berlangsung melalui protonasi eter, diikuti oleh substitusi oleh bromida atau iodida. Kondisi yang sedikit lebih ringan menggunakan sikloheksil iodida (CyI, 10 ekivalen) dalam N,N-dimetilformamida untuk menghasilkan sejumlah kecil hidrogen iodida secara in situ.[19]
Boron tribromida, yang dapat digunakan pada suhu kamar atau di bawahnya, adalah reagen yang lebih khusus untuk demetilasi aril metil eter. Mekanisme dealkilasi eter berlangsung melalui pembentukan awal adduct asam-basa Lewis yang reversibel antara BBr3 yang bersifat asam Lewis kuat dan eter yang bersifat basa Lewis. Adduct Lewis ini dapat berdisosiasi secara reversibel untuk menghasilkan kation oksonium dibromoboril dan Br–. Putusnya ikatan eter terjadi melalui serangan nukleofilik selanjutnya pada spesies oksonium oleh Br– untuk menghasilkan ariloksidibromoborana dan metil bromida. Setelah reaksi selesai, fenol dibebaskan bersama dengan asam borat (H3BO3) dan asam hidrobromat (HBr dalam larutan) setelah hidrolisis turunan dibromoborana selama pengolahan dalam larutan air.[20]
Nukleofil yang lebih kuat seperti diorganofosfida (LiPPh2) juga memecah eter aril, terkadang dalam kondisi ringan.[21] Nukleofil kuat lainnya yang telah digunakan termasuk garam tiolat seperti EtSNa.[22]
Eter metil aromatik, khususnya yang memiliki gugus karbonil yang berdekatan, dapat didemetilasi secara regioselektif menggunakan magnesium iodida eterat.[23] Contoh penggunaannya adalah dalam sintesis produk alami kalfostin A,[24] seperti yang terlihat di bawah ini.
Ester metil juga rentan terhadap demetilasi, yang biasanya dicapai dengan saponifikasi. Demetilasi yang sangat khusus banyak ditemukan, seperti dekarboksilasi Krapcho:
Campuran anetol, KOH, dan alkohol dipanaskan dalam autoklaf. Meskipun produk reaksi ini adalah anol yang diharapkan, produk dimerisasi yang sangat reaktif dalam cairan induk yang disebut "dianol" juga ditemukan oleh Charles Dodds.
N-demetilasi
N-demetilasi amina 3° dilakukan dengan reaksi von Braun, yang menggunakan BrCN sebagai pereaksi kimia untuk menghasilkan turunan nor- yang sesuai. Variasi modern dari reaksi von Braun dikembangkan, di mana sianogen bromida digantikan oleh etil kloroformat. Pembuatan paroksetin dari arekolina adalah penggunaan dari reaksi ini, serta sintesis GSK-372,475; misalnya.
Demetilasi N-imipramin menghasilkan desipramin.
Lihat juga
- Metilasi, penambahan gugus metil ke substrat
Referensi
- ↑ J. Clayden. Organic Chemistry. Oxford University Press. 2001. ISBN 978-0-19-850346-0.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Histone demethylases in development and disease. Trends in Cell Biology. Nov 2010. Vol. 20 (11). hlm. 662–71. doi:10.1016/j.tcb.2010.08.011.
- ↑ Ralph E. Dewey. Molecular genetics of alkaloid biosynthesis in Nicotiana tabacum. Phytochemistry. 2013. Vol. 94. hlm. 10–27. doi:10.1016/j.phytochem.2013.06.002.
- ↑ Roland Sigel. The Ubiquitous Roles of Cytochrome P450 Proteins: Metal Ions in Life Sciences. Wiley. 2007. ISBN 978-0-470-01672-5.
- ↑ TET enzymes, TDG and the dynamics of DNA demethylation. Nature. October 2013. Vol. 502 (7472). hlm. 472–9. doi:10.1038/nature12750.
- ↑ Matthias Pietzke. Formate Metabolism in Health and Disease. Molecular Metabolism. 2020. Vol. 33. hlm. 23–37. doi:10.1016/j.molmet.2019.05.012.
- ↑ Sandy Schmidt. Expanding the repertoire of Rieske oxygenases for O-demethylations. Chem Catalysis. 2022. Vol. 2 (8). hlm. 1843–1845. doi:10.1016/j.checat.2022.07.005.
- ↑ W. Boerjan. Lignin biosynthesis. Annu. Rev. Plant Biol. June 2003. Vol. 54 (1). hlm. 519–549. doi:10.1146/annurev.arplant.54.031902.134938.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ G. A. Hansen. Odor and Fallout Control in a Kraft Pulp Mill'. Journal of the Air Pollution Control Association. 1962. Vol. 12 (9). hlm. 409–436. doi:10.1080/00022470.1962.10468107.
- ↑ Steven A. Weissman. Recent Advances in Ether Dealkylation. Tetrahedron. 2005. Vol. 61 (33). hlm. 7833–7863. doi:10.1016/j.tet.2005.05.041.
- ↑ J. A. Lawson. An improved method for O-demethylation of codeine. Journal of Medicinal Chemistry. 1977. Vol. 20 (1). hlm. 165–166. doi:10.1021/jm00211a037.
- ↑ Alfred Hassner. Organic syntheses based on name reactions. Pergamon. 2002. ISBN 9780080513348.
- ↑ Robert L. Burwell. The Cleavage of Ethers. Chemical Reviews. 1954-08-01. Vol. 54 (4). hlm. 615–685. doi:10.1021/cr60170a003.
- ↑ Peter Vollhardt. Organic chemistry : structure and function. 2014-01-01. ISBN 9781464120275.
- ↑ Robert L. Burwell. The Cleavage of Ethers. Chemical Reviews. 1954-08-01. Vol. 54 (4). hlm. 615–685. doi:10.1021/cr60170a003.
- ↑ Andrew Streitwieser. Introduction to organic chemistry. Prentice Hall. 1992. ISBN 978-0139738500.
- ↑ Li Zuo. An efficient method for demethylation of aryl methyl ethers. Tetrahedron Letters. June 2008. Vol. 49 (25). hlm. 4054–4056. doi:10.1016/j.tetlet.2008.04.070.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Seiji Yamaguchi. Regioselective demethylation of 2,6-dimethoxybenzaldehydes with magnesium iodide etherate. Tetrahedron Letters. October 1999. Vol. 40 (41). hlm. 7363–7365. doi:10.1016/S0040-4039(99)01411-2.
- ↑ Craig A. Merlic. Carbene Complexes in the Synthesis of Complex Natural Products: Total Synthesis of the Calphostins. Journal of the American Chemical Society. 1 April 2000. Vol. 122 (13). hlm. 3224–3225. doi:10.1021/ja994313+.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29440552 (2026-07-10T15:00:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.