Proses peroksida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28667392; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Proses peroksida''' adalah metode untuk produksi industri [[Hidrazina|hidrazin]]. | '''Proses peroksida''' adalah metode untuk produksi industri [[Hidrazina|hidrazin]]. | ||
Dalam proses ini, [[hidrogen peroksida]] digunakan sebagai [[oksidan]], bukan [[natrium hipoklorit]], yang secara tradisional digunakan untuk menghasilkan hidrazin. Keuntungan utama dari proses peroksida untuk hidrazin dibandingkan dengan proses Olin Raschig tradisional adalah tidak menghasilkan [[Garam (kimia)|garam]] secara bersamaan. Dalam hal ini, proses peroksida merupakan contoh kimia hijau. Karena jutaan kilogram hidrazin diproduksi setiap tahunnya, metode ini memiliki signifikansi komersial dan lingkungan. | Dalam proses ini, [[hidrogen peroksida]] digunakan sebagai [[oksidan]], bukan [[natrium hipoklorit]], yang secara tradisional digunakan untuk menghasilkan hidrazin. Keuntungan utama dari proses peroksida untuk hidrazin dibandingkan dengan proses Olin Raschig tradisional adalah tidak menghasilkan [[Garam (kimia)|garam]] secara bersamaan. Dalam hal ini, proses peroksida merupakan contoh kimia hijau. Karena jutaan kilogram hidrazin diproduksi setiap tahunnya, metode ini memiliki signifikansi komersial dan lingkungan.<ref>Jean-Pierre Schirmann, Paul Bourdauducq "Hydrazine" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim, 2002. .</ref> | ||
== Produksi == | == Produksi == | ||
| Baris 18: | Baris 18: | ||
:Me(Et)C=O + Me(Et)C=NNH<sub>2</sub> → Me(Et)C=NN=C(Et)Me + H<sub>2</sub>O | :Me(Et)C=O + Me(Et)C=NNH<sub>2</sub> → Me(Et)C=NN=C(Et)Me + H<sub>2</sub>O | ||
Kondisi proses yang umum adalah 50°C dan [[tekanan atmosfer]], dengan campuran umpan H<sub>2</sub>O<sub>2</sub>:keton:NH<sub>3</sub> dalam rasio molar sekitar 1:2:4. Metil etil keton lebih menguntungkan daripada aseton karena ketazin yang dihasilkan tidak dapat bercampur dalam campuran reaksi dan dapat dipisahkan dengan dekantasi. Proses serupa berdasarkan benzofenon juga telah dijelaskan. | Kondisi proses yang umum adalah 50°C dan [[tekanan atmosfer]], dengan campuran umpan H<sub>2</sub>O<sub>2</sub>:keton:NH<sub>3</sub> dalam rasio molar sekitar 1:2:4. Metil etil keton lebih menguntungkan daripada aseton karena ketazin yang dihasilkan tidak dapat bercampur dalam campuran reaksi dan dapat dipisahkan dengan dekantasi. Proses serupa berdasarkan benzofenon juga telah dijelaskan.<ref>Hiromu Hayashi. ''Hydrazine Production from Ammonia via Azine''. ''Ind. Eng. Chem. Prod. Res. Dev''. 1976. Vol. 15 (4). hlm. 299–303. doi:10.1021/i360060a016..</ref> | ||
=== Ketazine menjadi hidrazin === | === Ketazine menjadi hidrazin === | ||
| Baris 25: | Baris 25: | ||
:Me(Et)C=NN=C(Et)Me + 2 H<sub>2</sub>O → 2 Me(Et)C=O + N<sub>2</sub>H<sub>4</sub> | :Me(Et)C=NN=C(Et)Me + 2 H<sub>2</sub>O → 2 Me(Et)C=O + N<sub>2</sub>H<sub>4</sub> | ||
Hidrolisis azin dikatalisis oleh asam, oleh karena itu perlu mengisolasi azin dari campuran reaksi awal yang mengandung amonia. Reaksi ini juga bersifat [[endotermik]], dan karenanya memerlukan peningkatan suhu (dan tekanan) untuk menggeser kesetimbangan ke arah produk yang diinginkan: keton (yang didaur ulang) dan hidrazin hidrat. Reaksi dilakukan dengan distilasi sederhana azeotrop: kondisi tipikal adalah tekanan 8 bar dan suhu 130 °C di bagian atas kolom dan 179 °C di bagian bawah kolom. Hidrazin hidrat (larutan berair 30–45%) dikeluarkan dari dasar kolom, sedangkan metil etil keton didistilasi dari bagian atas kolom dan didaur ulang. | Hidrolisis azin dikatalisis oleh asam, oleh karena itu perlu mengisolasi azin dari campuran reaksi awal yang mengandung amonia. Reaksi ini juga bersifat [[endotermik]], dan karenanya memerlukan peningkatan suhu (dan tekanan) untuk menggeser kesetimbangan ke arah produk yang diinginkan: keton (yang didaur ulang) dan hidrazin hidrat. Reaksi dilakukan dengan distilasi sederhana azeotrop: kondisi tipikal adalah tekanan 8 bar dan suhu 130 °C di bagian atas kolom dan 179 °C di bagian bawah kolom. Hidrazin hidrat (larutan berair 30–45%) dikeluarkan dari dasar kolom, sedangkan metil etil keton didistilasi dari bagian atas kolom dan didaur ulang.<ref>E. C. Gilbert. ''Studies on Hydrazine. The Hydrolysis of Dimethylketazine and the Equilibrium between Hydrazine and Acetone''. ''J. Am. Chem. Soc''. 1929. Vol. 51 (11). hlm. 3394–3409. doi:10.1021/ja01386a032..</ref> | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Proses peroksida, juga disebut proses Pechiney–Ugine–Kuhlmann, dikembangkan pada awal tahun 1970-an oleh [[Produits Chimiques Ugine Kuhlmann]]. Awalnya proses ini menggunakan [[aseton]] sebagai pengganti [[Metil etil keton peroksida|metil etil keton]]. Metil etil keton menguntungkan karena ketazin yang dihasilkan tidak dapat bercampur dalam campuran reaksi dan dapat dipisahkan dengan dekantasi. Pabrik hidrat hidrazin terbesar di dunia berada di Lannemezan di Prancis, yang memproduksi 17.000 ton produk hidrazin per tahun. | Proses peroksida, juga disebut proses Pechiney–Ugine–Kuhlmann, dikembangkan pada awal tahun 1970-an oleh [[Produits Chimiques Ugine Kuhlmann]]. Awalnya proses ini menggunakan [[aseton]] sebagai pengganti [[Metil etil keton peroksida|metil etil keton]]. Metil etil keton menguntungkan karena ketazin yang dihasilkan tidak dapat bercampur dalam campuran reaksi dan dapat dipisahkan dengan dekantasi. Pabrik hidrat hidrazin terbesar di dunia berada di Lannemezan di Prancis, yang memproduksi 17.000 ton produk hidrazin per tahun.<ref>''Method for preparing azines and hydrazones''.. ''Process for the preparation of hydrazine compounds''..</ref><ref>''Preparation of a concentrated aqueous solution of hydrazine hydrate''..</ref><ref>Gary R. Maxwell. ''Synthetic nitrogen products: a practical guide to the products and processes''. Springer. 2004. hlm. 342–44. ISBN 0-306-48225-8..</ref><ref>.</ref><ref>[http://www.arkema.com/pdf/FR/corporate/SITE_LANNEMEZAN.pdf Site industriel de Lannemezan]. Arkema..</ref> | ||
=== Proses ketazin Bayer === | === Proses ketazin Bayer === | ||
| Baris 55: | Baris 55: | ||
* [[Hidrogen cair]] | * [[Hidrogen cair]] | ||
* [[RP-1]] Rocket Propellant 1 atau Refined Petroleum 1 | * [[RP-1]] Rocket Propellant 1 atau Refined Petroleum 1 | ||
* [[Dinitrogen tetroksida]] N<sub>2</sub>O<sub>4</sub> | * [[Dinitrogen tetroksida]] N<sub>2</sub>O<sub>4</sub> | ||
* [[Dimetilhidrazin tak simetris]] UDMH | * [[Dimetilhidrazin tak simetris]] UDMH | ||
* [[Monometilhidrazina]] | * [[Monometilhidrazina]] | ||
| Baris 67: | Baris 67: | ||
* [[Nitrometana]] | * [[Nitrometana]] | ||
* [[Katalisis]] | * [[Katalisis]] | ||
* [[Uap]] | * [[Uap]] | ||
* [[Oksigen]] | * [[Oksigen]] | ||
* [[Propelan]] | * [[Propelan]] | ||
* [[Roket]] | * [[Roket]] | ||
* [[Monopropelan]] | * [[Monopropelan]] | ||
* [[Bipropelan]] | * [[Bipropelan]] | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proses+peroksida&oldid=28667392 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28667392 (2025-12-06T03:49:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proses+peroksida&oldid=28667392 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28667392 (2025-12-06T03:49:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 08.59
Proses peroksida adalah metode untuk produksi industri hidrazin.
Dalam proses ini, hidrogen peroksida digunakan sebagai oksidan, bukan natrium hipoklorit, yang secara tradisional digunakan untuk menghasilkan hidrazin. Keuntungan utama dari proses peroksida untuk hidrazin dibandingkan dengan proses Olin Raschig tradisional adalah tidak menghasilkan garam secara bersamaan. Dalam hal ini, proses peroksida merupakan contoh kimia hijau. Karena jutaan kilogram hidrazin diproduksi setiap tahunnya, metode ini memiliki signifikansi komersial dan lingkungan.[1]
Produksi
Pembentukan ketazin
Dalam penerapan yang biasa, hidrogen peroksida digunakan bersama dengan asetamida. Campuran ini tidak bereaksi dengan amonia secara langsung, tetapi bereaksi dengan metil etil keton untuk menghasilkan oksaziridina.
Persamaan yang seimbang untuk setiap langkah adalah sebagai berikut. Pembentukan imina melalui kondensasi:
- Me(Et)C=O + NH3 → Me(Et)C=NH + H2O
Oksidasi imina menjadi oksaziridina:
- Me(Et)C=NH + H2O2 → Me(Et)CONH + H2O
Kondensasi oksaziridin dengan molekul amonia kedua menghasilkan hidrazon:
- Me(Et)CONH + NH3 → Me(Et)C=NNH2 + H2O
Hidrazon kemudian terkondensasi dengan ekuivalen kedua keton untuk menghasilkan ketazin :
- Me(Et)C=O + Me(Et)C=NNH2 → Me(Et)C=NN=C(Et)Me + H2O
Kondisi proses yang umum adalah 50°C dan tekanan atmosfer, dengan campuran umpan H2O2:keton:NH3 dalam rasio molar sekitar 1:2:4. Metil etil keton lebih menguntungkan daripada aseton karena ketazin yang dihasilkan tidak dapat bercampur dalam campuran reaksi dan dapat dipisahkan dengan dekantasi. Proses serupa berdasarkan benzofenon juga telah dijelaskan.[2]
Ketazine menjadi hidrazin
Tahap akhir melibatkan hidrolisis ketazine yang dimurnikan:
- Me(Et)C=NN=C(Et)Me + 2 H2O → 2 Me(Et)C=O + N2H4
Hidrolisis azin dikatalisis oleh asam, oleh karena itu perlu mengisolasi azin dari campuran reaksi awal yang mengandung amonia. Reaksi ini juga bersifat endotermik, dan karenanya memerlukan peningkatan suhu (dan tekanan) untuk menggeser kesetimbangan ke arah produk yang diinginkan: keton (yang didaur ulang) dan hidrazin hidrat. Reaksi dilakukan dengan distilasi sederhana azeotrop: kondisi tipikal adalah tekanan 8 bar dan suhu 130 °C di bagian atas kolom dan 179 °C di bagian bawah kolom. Hidrazin hidrat (larutan berair 30–45%) dikeluarkan dari dasar kolom, sedangkan metil etil keton didistilasi dari bagian atas kolom dan didaur ulang.[3]
Sejarah
Proses peroksida, juga disebut proses Pechiney–Ugine–Kuhlmann, dikembangkan pada awal tahun 1970-an oleh Produits Chimiques Ugine Kuhlmann. Awalnya proses ini menggunakan aseton sebagai pengganti metil etil keton. Metil etil keton menguntungkan karena ketazin yang dihasilkan tidak dapat bercampur dalam campuran reaksi dan dapat dipisahkan dengan dekantasi. Pabrik hidrat hidrazin terbesar di dunia berada di Lannemezan di Prancis, yang memproduksi 17.000 ton produk hidrazin per tahun.[4][5][6][7][8]
Proses ketazin Bayer
Sebelum penemuan proses peroksida, proses ketazine Bayer telah dikomersialkan. Dalam proses Bayer, oksidasi amonia oleh natrium hipoklorit dilakukan dengan adanya aseton. Proses ini menghasilkan ketazine tetapi juga natrium klorida:
- 2 Me2CO + 2 NH3 + NaOCl → Me2C=NN=CMe2 + 3 H2O + NaCl
- Me2C=NN=CMe2 + 2 H2O → N2H4 + 2 Me2CO
Lihat pula
- Roket berbahan bakar cair
- Roket monopropelan
- Propelan roket cair
- Kendaraan peluncur antariksa
- Wahana antariksa
- Mesin roket
- Pendorong vernier
- Apogee motor
- Landasan peluncuran
- Bandar antariksa
- Bahan bakar roket
- Propulsi roket
- Kriogenik (bahan bakar) penyimpanan pada temperatur yang sangat rendah berupa cair gas seperti hidrogen cair.
- Hipergolik (propelan) mudah menyala spontan ketika kontak kombinai komponen propelan eperti bahan bakar dan oksidator.
- Oksidator
- Oksigen cair
- Hidrogen cair
- RP-1 Rocket Propellant 1 atau Refined Petroleum 1
- Dinitrogen tetroksida N2O4
- Dimetilhidrazin tak simetris UDMH
- Monometilhidrazina
- Gaya dorong
- Propulsi wahana antariksa
- Hidrazina
- Dinitrogen monoksida
- Amonium dinitramida
- Hidrogen peroksida
- Hidroksilamonium nitrat
- Nitrometana
- Katalisis
- Uap
- Oksigen
- Propelan
- Roket
- Monopropelan
- Bipropelan
Referensi
- ↑ Jean-Pierre Schirmann, Paul Bourdauducq "Hydrazine" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim, 2002. .
- ↑ Hiromu Hayashi. Hydrazine Production from Ammonia via Azine. Ind. Eng. Chem. Prod. Res. Dev. 1976. Vol. 15 (4). hlm. 299–303. doi:10.1021/i360060a016..
- ↑ E. C. Gilbert. Studies on Hydrazine. The Hydrolysis of Dimethylketazine and the Equilibrium between Hydrazine and Acetone. J. Am. Chem. Soc. 1929. Vol. 51 (11). hlm. 3394–3409. doi:10.1021/ja01386a032..
- ↑ Method for preparing azines and hydrazones.. Process for the preparation of hydrazine compounds..
- ↑ Preparation of a concentrated aqueous solution of hydrazine hydrate..
- ↑ Gary R. Maxwell. Synthetic nitrogen products: a practical guide to the products and processes. Springer. 2004. hlm. 342–44. ISBN 0-306-48225-8..
- ↑ .
- ↑ Site industriel de Lannemezan. Arkema..
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28667392 (2025-12-06T03:49:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.