Lompat ke isi

Epoksida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28003919; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Epoksida''' adalah suatu [[eter]] siklik dengan cincin beranggota-tiga. Cincin ini kira-kira membentuk suatu [[segitiga sama sisi]], yang membuatnya tegang, dan karenanya sangat reaktif, lebih dibandingkan eter lainnya. Senyawa ini diproduksi dalam skala besar untuk berbagai aplikasi. Secara umum, epoksida dengan berat molekul rendah tidak berwarna dan tidak reaktif, serta sering kali mudah menguap.
[[File:Epoxide_generic.svg|thumb|right|280px|Epoxide generic]]
 
'''Epoksida''' adalah suatu [[eter]] siklik dengan cincin beranggota-tiga. Cincin ini kira-kira membentuk suatu [[segitiga sama sisi]], yang membuatnya tegang, dan karenanya sangat reaktif, lebih dibandingkan eter lainnya. Senyawa ini diproduksi dalam skala besar untuk berbagai aplikasi. Secara umum, epoksida dengan berat molekul rendah tidak berwarna dan tidak reaktif, serta sering kali mudah menguap.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Epoksida&oldid=28003919 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


== Tata nama ==
== Tata nama ==
Senyawa yang mengandung [[gugus fungsional]] epoksida dapat disebut sebagai epoksi, epoksida, oksirana, dan etoksilin. Epoksida sederhana terkadang dirujuk sebagai oksida. Karenanya, epoksida etilena (C<sub>2</sub>H<sub>4</sub>) merupakan [[etilena oksida]] (C<sub>2</sub>H<sub>4</sub>O). Kebanyakan senyawa ini memiliki nama trivial, etilena oksida disebut sebagai "oksirana." Beberapa nama menekankan kehadiran [[gugus fungsional]] epoksida, seperti pada senyawa ''1,2-epoksisikloheptana'', yang dapat pula disebut sebagai ''1,2-heptena oksida''.
Senyawa yang mengandung [[gugus fungsional]] epoksida dapat disebut sebagai epoksi, epoksida, oksirana, dan etoksilin. Epoksida sederhana terkadang dirujuk sebagai oksida. Karenanya, epoksida etilena (C<sub>2</sub>H<sub>4</sub>) merupakan [[etilena oksida]] (C<sub>2</sub>H<sub>4</sub>O). Kebanyakan senyawa ini memiliki nama trivial, etilena oksida disebut sebagai "oksirana." Beberapa nama menekankan kehadiran [[gugus fungsional]] epoksida, seperti pada senyawa ''1,2-epoksisikloheptana'', yang dapat pula disebut sebagai ''1,2-heptena oksida''.


Baris 9: Baris 9:


== Sintesis ==
== Sintesis ==
Kebanyakan epoksida yang secara industri diproduksi adalah [[etilena oksida]] dan [[propilena oksida]], yang diproduksi masing-masing pada skala sekitar 15 dan 3 juta ton/tahun
Kebanyakan epoksida yang secara industri diproduksi adalah [[etilena oksida]] dan [[propilena oksida]], yang diproduksi masing-masing pada skala sekitar 15 dan 3 juta ton/tahun<ref>Siegfried Rebsdat, Dieter Mayer "Ethylene Oxide" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim, 2005. Article Online Posting Date: March 15, 2001.</ref>


== Reaksi ==
== Reaksi ==
Baris 21: Baris 21:


== Penggunaan ==
== Penggunaan ==
 
Etilena oksida banyak digunakan untuk menghasilkan deterjen dan surfaktan oleh [[etoksilasi]].<ref>Ha Q. Pham. ''Epoxy Resins''. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. doi:10.1002/14356007.a09_547.pub2.</ref> Hidrolisisnya menghasilkan [[etilena glikol]].
 
Etilena oksida banyak digunakan untuk menghasilkan deterjen dan surfaktan oleh [[etoksilasi]]. Hidrolisisnya menghasilkan [[etilena glikol]].


Reaksi epoksida dengan amina adalah dasar bagi pembentukan lem [[epoksi]] da material struktur. Suatu pengeras-amina yang umum digunakan adalah [[trietilenatetramina]] (TETA).
Reaksi epoksida dengan amina adalah dasar bagi pembentukan lem [[epoksi]] da material struktur. Suatu pengeras-amina yang umum digunakan adalah [[trietilenatetramina]] (TETA).


Epoksida merupakan gugus fungsional [[alkilasi|pengalkilasi]] yang potensial, membuatnya sangat beracun.
Epoksida merupakan gugus fungsional [[alkilasi|pengalkilasi]] yang potensial, membuatnya sangat beracun.<ref>Christian Niederer. ''Mechanistic approaches for evaluating the toxicity of reactive organochlorines and epoxides in green algae''. ''Environmental Toxicology and Chemistry''. 2004. Vol. 23 (3). hlm. 697–704. doi:10.1897/03-83.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 34: Baris 32:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Epoksida&oldid=28003919 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28003919 (2025-10-16T06:09:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Epoksida&oldid=28003919 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28003919 (2025-10-16T06:09:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.04

Epoxide generic

Epoksida adalah suatu eter siklik dengan cincin beranggota-tiga. Cincin ini kira-kira membentuk suatu segitiga sama sisi, yang membuatnya tegang, dan karenanya sangat reaktif, lebih dibandingkan eter lainnya. Senyawa ini diproduksi dalam skala besar untuk berbagai aplikasi. Secara umum, epoksida dengan berat molekul rendah tidak berwarna dan tidak reaktif, serta sering kali mudah menguap.[1]

Tata nama

Senyawa yang mengandung gugus fungsional epoksida dapat disebut sebagai epoksi, epoksida, oksirana, dan etoksilin. Epoksida sederhana terkadang dirujuk sebagai oksida. Karenanya, epoksida etilena (C2H4) merupakan etilena oksida (C2H4O). Kebanyakan senyawa ini memiliki nama trivial, etilena oksida disebut sebagai "oksirana." Beberapa nama menekankan kehadiran gugus fungsional epoksida, seperti pada senyawa 1,2-epoksisikloheptana, yang dapat pula disebut sebagai 1,2-heptena oksida.

Suatu polimer yang terbentuk dari prekursor epoksida disebut sebagai epoksi, tapi material tersebut tidak mengandung gugus epoksida (atau hanya berisi beberapa gugus epoksi sisa yang tetap tidak bereaksi dalam pembentukan resin).

Sintesis

Kebanyakan epoksida yang secara industri diproduksi adalah etilena oksida dan propilena oksida, yang diproduksi masing-masing pada skala sekitar 15 dan 3 juta ton/tahun[2]

Reaksi

Reaksi pembukaan-cincin mendominasi reaktivitas epoksida—mereka adalah elektrofil yang potensial. Alkohol, air, amina, tiol dan banyak pereaksi lainnya dapat bertindak sebagai nukleofil untuk reaksi ini. Reaksi ini adalah dasar bagi pembentukan perekat epoksi dan produksi glikol. Dalam kondisi asam, posisi serangan nukleofil dipengaruhi baik oleh efek sterik (seperti yang biasa terlihat dalam reaksi SN2) dan oleh kestabilan karbokation (seperti yang biasa terlihat dalam reaksi SN1). Hidrolisis suatu epksida dalam kehadiran suatu katalis asam menghasilkan suatu glikol. Hidrolisis mensyaratkan adisi nukleofilik air ke epoksida. Dalam kondisi basa, nukleofil menyerang karbon yang kurang tersubstitusi, sesuai dengan pola standar untuk proses SN2. Ketika diperlakukan dengan tiourea, epoksida diubah menjadi sulfida, yang disebut thiirana.

Polimerisasi epoksida menghasilkan polieter, misalnya etilena oksida terpolimerisasi menghasilkan polietilena glikol, juga dikenal sebagai polietilena oksida.

Epoxides juga mengalami reaksi ekspansi cincin, diilustrasikan dengan penyisipan karbon dioksida untuk menghasilkan karbonat siklik.

Penggunaan

Etilena oksida banyak digunakan untuk menghasilkan deterjen dan surfaktan oleh etoksilasi.[3] Hidrolisisnya menghasilkan etilena glikol.

Reaksi epoksida dengan amina adalah dasar bagi pembentukan lem epoksi da material struktur. Suatu pengeras-amina yang umum digunakan adalah trietilenatetramina (TETA).

Epoksida merupakan gugus fungsional pengalkilasi yang potensial, membuatnya sangat beracun.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Siegfried Rebsdat, Dieter Mayer "Ethylene Oxide" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim, 2005. Article Online Posting Date: March 15, 2001.
  3. Ha Q. Pham. Epoxy Resins. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. doi:10.1002/14356007.a09_547.pub2.
  4. Christian Niederer. Mechanistic approaches for evaluating the toxicity of reactive organochlorines and epoxides in green algae. Environmental Toxicology and Chemistry. 2004. Vol. 23 (3). hlm. 697–704. doi:10.1897/03-83.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28003919 (2025-10-16T06:09:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.