Lompat ke isi

Rubidium oksida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29580729; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Rubidium-oxide-xtal-3D-vdW-B.png|thumb|right|280px|Rubidium-oxide-xtal-3D-vdW-B]]
'''Rubidium oksida''' adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] . Rubidium oksida sangat reaktif terhadap air, sehingga senyawa ini diperkirakan tidak terdapat di alam. Kandungan [[rubidium]] dalam [[mineral]] sering dihitung dan dikutip dalam bentuk . Pada kenyataannya, rubidium biasanya hadir sebagai komponen (sebenarnya, pengotor dalam) [[silikat]] atau [[aluminosilikat]]. Sumber utama rubidium adalah [[lepidolit]], , di mana Rb terkadang menggantikan [[Kalium|K]].
'''Rubidium oksida''' adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] . Rubidium oksida sangat reaktif terhadap air, sehingga senyawa ini diperkirakan tidak terdapat di alam. Kandungan [[rubidium]] dalam [[mineral]] sering dihitung dan dikutip dalam bentuk . Pada kenyataannya, rubidium biasanya hadir sebagai komponen (sebenarnya, pengotor dalam) [[silikat]] atau [[aluminosilikat]]. Sumber utama rubidium adalah [[lepidolit]], , di mana Rb terkadang menggantikan [[Kalium|K]].


  adalah padatan berwarna kuning. Spesies terkait , dan  masing-masing tidak memiliki warna, berwarna kuning pucat, dan berwarna jingga.
  adalah padatan berwarna kuning. Spesies terkait , dan  masing-masing tidak memiliki warna, berwarna kuning pucat, dan berwarna jingga.


[[Daftar oksida logam alkali|Oksida logam alkali]]  mengkristal dalam struktur [[Struktur fluorit|antifluorit]]. Dalam motif antifluorit, posisi [[Ion#Anion dan kation|anion]] dan [[Ion#Anion dan kation|kation]] terbalik relatif terhadap posisinya dalam [[kalsium fluorida|CaF<sub>2</sub>]], dengan ion rubidium berkoordinat 4 (tetrahedral) dan ion oksida berkoordinat 8 (kubik).
[[Daftar oksida logam alkali|Oksida logam alkali]]  mengkristal dalam struktur [[Struktur fluorit|antifluorit]]. Dalam motif antifluorit, posisi [[Ion#Anion dan kation|anion]] dan [[Ion#Anion dan kation|kation]] terbalik relatif terhadap posisinya dalam [[kalsium fluorida|CaF<sub>2</sub>]], dengan ion rubidium berkoordinat 4 (tetrahedral) dan ion oksida berkoordinat 8 (kubik).<ref>Alexander Frank Wells. [https://archive.org/details/structuralinorga0000well_m8i1 Structural Inorganic Chemistry]. Clarendon Press. 1984. ISBN 978-0-19-855370-0.</ref>


==Sifat==
==Sifat==
Seperti oksida logam alkali lainnya, Rb<sub>2</sub>O adalah basa kuat. Maka dari itu, Rb<sub>2</sub>O akan bereaksi secara [[Reaksi eksoterm|eksotermis]] dengan air untuk membentuk [[rubidium hidroksida]].
Seperti oksida logam alkali lainnya, Rb<sub>2</sub>O adalah basa kuat. Maka dari itu, Rb<sub>2</sub>O akan bereaksi secara [[Reaksi eksoterm|eksotermis]] dengan air untuk membentuk [[rubidium hidroksida]].
:Rb<sub>2</sub>O  +  H<sub>2</sub>O  →  2 RbOH
:Rb<sub>2</sub>O  +  H<sub>2</sub>O  →  2 RbOH
Rb<sub>2</sub>O sangat reaktif terhadap air sehingga dianggap [[higroskopi]]s. Jika dipanaskan, Rb<sub>2</sub>O akan bereaksi dengan [[hidrogen]] menjadi rubidium hidroksida dan [[rubidium hidrida]]:
Rb<sub>2</sub>O sangat reaktif terhadap air sehingga dianggap [[higroskopi]]s. Jika dipanaskan, Rb<sub>2</sub>O akan bereaksi dengan [[hidrogen]] menjadi rubidium hidroksida dan [[rubidium hidrida]]:<ref>Howard Nechamkin. [https://archive.org/details/chemistryofeleme00nech The chemistry of the elements]. McGraw-Hill. 1968. hlm. [https://archive.org/details/chemistryofeleme00nech/page/34 34].</ref>
:Rb<sub>2</sub>O  +  H<sub>2</sub>  →  RbOH  +  RbH
:Rb<sub>2</sub>O  +  H<sub>2</sub>  →  RbOH  +  RbH


Baris 14: Baris 16:
Untuk penggunaan laboratorium, rubidium hidroksida biasanya digunakan sebagai pengganti rubidium oksida. Rubidium hidroksida dapat dibeli dengan harga sekitar [[Dolar Amerika Serikat|US$]]5/g (2006). Rubidium hidroksida lebih berguna karena kurang reaktif terhadap kelembapan atmosfer dan lebih murah daripada rubidium oksida.
Untuk penggunaan laboratorium, rubidium hidroksida biasanya digunakan sebagai pengganti rubidium oksida. Rubidium hidroksida dapat dibeli dengan harga sekitar [[Dolar Amerika Serikat|US$]]5/g (2006). Rubidium hidroksida lebih berguna karena kurang reaktif terhadap kelembapan atmosfer dan lebih murah daripada rubidium oksida.


Seperti kebanyakan oksida logam alkali, sintesis terbaik untuk Rb<sub>2</sub>O ''tidak'' memerlukan oksidasi logamnya, melainkan reduksi nitrat anhidratnya:
Seperti kebanyakan oksida logam alkali,<ref>''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref> sintesis terbaik untuk Rb<sub>2</sub>O ''tidak'' memerlukan oksidasi logamnya, melainkan reduksi nitrat anhidratnya:
:10 Rb  +  2 RbNO<sub>3</sub>  →  6 Rb<sub>2</sub>O  +  N<sub>2</sub>
:10 Rb  +  2 RbNO<sub>3</sub>  →  6 Rb<sub>2</sub>O  +  N<sub>2</sub>


Baris 20: Baris 22:
:2 Rb  +  2 RbOH  →  2 Rb<sub>2</sub>O  +  H<sub>2</sub>
:2 Rb  +  2 RbOH  →  2 Rb<sub>2</sub>O  +  H<sub>2</sub>


Logam Rb akan bereaksi dengan O<sub>2</sub>, seperti yang ditunjukkan oleh kecenderungannya untuk cepat [[Kusam (kimia)|mengusam]] di udara. Proses pengusaman ini relatif berwarna karena berlangsung melalui Rb<sub>6</sub>O yang berwarna perunggu dan Rb<sub>9</sub>O<sub>2</sub> yang berwarna tembaga. [[Suboksida]] rubidium yang telah dikarakterisasi melalui [[kristalografi sinar-X]] meliputi Rb<sub>9</sub>O<sub>2</sub> dan Rb<sub>6</sub>O, serta suboksida campuran [[sesium|Cs]]-Rb Cs<sub>11</sub>O<sub>3</sub>Rb<sub>''n''</sub> (''n'' = 1, 2, 3).
Logam Rb akan bereaksi dengan O<sub>2</sub>, seperti yang ditunjukkan oleh kecenderungannya untuk cepat [[Kusam (kimia)|mengusam]] di udara. Proses pengusaman ini relatif berwarna karena berlangsung melalui Rb<sub>6</sub>O yang berwarna perunggu dan Rb<sub>9</sub>O<sub>2</sub> yang berwarna tembaga.<ref>''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref> [[Suboksida]] rubidium yang telah dikarakterisasi melalui [[kristalografi sinar-X]] meliputi Rb<sub>9</sub>O<sub>2</sub> dan Rb<sub>6</sub>O, serta suboksida campuran [[sesium|Cs]]-Rb Cs<sub>11</sub>O<sub>3</sub>Rb<sub>''n''</sub> (''n'' = 1, 2, 3).<ref>A. Simon. [https://archive.org/details/sim_coordination-chemistry-reviews_1997-07_163/page/253 Group 1 and 2 suboxides and subnitrides — Metals with atomic size holes and tunnels]. ''Coordination Chemistry Reviews''. 1997. Vol. 163. hlm. 253–270. doi:10.1016/S0010-8545(97)00013-1.</ref>


Produk akhir dari oksigenasi Rb biasanya adalah RbO<sub>2</sub>, [[rubidium superoksida]]:
Produk akhir dari oksigenasi Rb biasanya adalah RbO<sub>2</sub>, [[rubidium superoksida]]:
Baris 29: Baris 31:


:3 Rb  +  RbO<sub>2</sub>  →  2 Rb<sub>2</sub>O
:3 Rb  +  RbO<sub>2</sub>  →  2 Rb<sub>2</sub>O
==Referensi==


==Bacaan lebih lanjut==
==Bacaan lebih lanjut==
*
*  
*
*  
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rubidium+oksida&oldid=29580729 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29580729 (2026-08-15T05:55:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rubidium+oksida&oldid=29580729 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29580729 (2026-08-15T05:55:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.09

Berkas:Rubidium-oxide-xtal-3D-vdW-B.png
Rubidium-oxide-xtal-3D-vdW-B

Rubidium oksida adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia . Rubidium oksida sangat reaktif terhadap air, sehingga senyawa ini diperkirakan tidak terdapat di alam. Kandungan rubidium dalam mineral sering dihitung dan dikutip dalam bentuk . Pada kenyataannya, rubidium biasanya hadir sebagai komponen (sebenarnya, pengotor dalam) silikat atau aluminosilikat. Sumber utama rubidium adalah lepidolit, , di mana Rb terkadang menggantikan K.

adalah padatan berwarna kuning. Spesies terkait , dan  masing-masing tidak memiliki warna, berwarna kuning pucat, dan berwarna jingga.

Oksida logam alkali mengkristal dalam struktur antifluorit. Dalam motif antifluorit, posisi anion dan kation terbalik relatif terhadap posisinya dalam CaF2, dengan ion rubidium berkoordinat 4 (tetrahedral) dan ion oksida berkoordinat 8 (kubik).[1]

Sifat

Seperti oksida logam alkali lainnya, Rb2O adalah basa kuat. Maka dari itu, Rb2O akan bereaksi secara eksotermis dengan air untuk membentuk rubidium hidroksida.

Rb2O + H2O → 2 RbOH

Rb2O sangat reaktif terhadap air sehingga dianggap higroskopis. Jika dipanaskan, Rb2O akan bereaksi dengan hidrogen menjadi rubidium hidroksida dan rubidium hidrida:[2]

Rb2O + H2 → RbOH + RbH

Sintesis

Untuk penggunaan laboratorium, rubidium hidroksida biasanya digunakan sebagai pengganti rubidium oksida. Rubidium hidroksida dapat dibeli dengan harga sekitar US$5/g (2006). Rubidium hidroksida lebih berguna karena kurang reaktif terhadap kelembapan atmosfer dan lebih murah daripada rubidium oksida.

Seperti kebanyakan oksida logam alkali,[3] sintesis terbaik untuk Rb2O tidak memerlukan oksidasi logamnya, melainkan reduksi nitrat anhidratnya:

10 Rb + 2 RbNO3 → 6 Rb2O + N2

Seperti halnya hidroksida logam alkali, rubidium hidroksida tidak dapat didehidrasi menjadi rubidium oksida. Sebaliknya, rubidium hidroksida dapat diurai menjadi rubidium oksida (melalui reduksi ion hidrogen) menggunakan logam Rb:

2 Rb + 2 RbOH → 2 Rb2O + H2

Logam Rb akan bereaksi dengan O2, seperti yang ditunjukkan oleh kecenderungannya untuk cepat mengusam di udara. Proses pengusaman ini relatif berwarna karena berlangsung melalui Rb6O yang berwarna perunggu dan Rb9O2 yang berwarna tembaga.[4] Suboksida rubidium yang telah dikarakterisasi melalui kristalografi sinar-X meliputi Rb9O2 dan Rb6O, serta suboksida campuran Cs-Rb Cs11O3Rbn (n = 1, 2, 3).[5]

Produk akhir dari oksigenasi Rb biasanya adalah RbO2, rubidium superoksida:

Rb + O2 → RbO2

Superoksida ini kemudian dapat direduksi menjadi Rb2O menggunakan logam Rb berlebih:

3 Rb + RbO2 → 2 Rb2O

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. Alexander Frank Wells. Structural Inorganic Chemistry. Clarendon Press. 1984. ISBN 978-0-19-855370-0.
  2. Howard Nechamkin. The chemistry of the elements. McGraw-Hill. 1968. hlm. 34.
  3. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.
  4. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.
  5. A. Simon. Group 1 and 2 suboxides and subnitrides — Metals with atomic size holes and tunnels. Coordination Chemistry Reviews. 1997. Vol. 163. hlm. 253–270. doi:10.1016/S0010-8545(97)00013-1.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29580729 (2026-08-15T05:55:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.