Asam hipoklorit: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29302875; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Asam hipoklorit''' (HClO) adalah suatu [[asam]] lemah yang terbentuk ketika [[klorin]] dilarutkan dalam [[air]], dan ia terdisosiasi sebagian, membentuk [[hipoklorit]], ClO<sup>−</sup>. HClO dan ClO<sup>−</sup> merupakan [[Oksidator|agen pengoksidasi]], dan merupakan agen [[disinfektan|disinfeksi]] larutan klorin utama. HClO tidak dapat diisolasi dari larutan-larutan ini karena kesetimbangan yang cepat dengan prekursornya. [[Natrium hipoklorit]] (NaClO) dan [[kalsium hipoklorit]] (Ca(ClO)<sub>2</sub>) digunakan sebagai [[pemutih]], [[pengawabau]], dan disinfektan. | [[File:Hypochlorous-acid-2D-dimensions.svg|thumb|right|280px|Hypochlorous-acid-2D-dimensions]] | ||
'''Asam hipoklorit''' (HClO) adalah suatu [[asam]] lemah yang terbentuk ketika [[klorin]] dilarutkan dalam [[air]], dan ia terdisosiasi sebagian, membentuk [[hipoklorit]], ClO<sup>−</sup>. HClO dan ClO<sup>−</sup> merupakan [[Oksidator|agen pengoksidasi]], dan merupakan agen [[disinfektan|disinfeksi]] larutan klorin utama.<ref>Sansebastiano, G. et al. Hlm. 262 dalam ''Food Safety: A Practical and Case Study Approach'' (Ed: R. J. Marshall) 2006, Springer Science & Business Media, Berlin.</ref> HClO tidak dapat diisolasi dari larutan-larutan ini karena kesetimbangan yang cepat dengan prekursornya. [[Natrium hipoklorit]] (NaClO) dan [[kalsium hipoklorit]] (Ca(ClO)<sub>2</sub>) digunakan sebagai [[pemutih]], [[pengawabau]], dan disinfektan. | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Asam hipoklorit ditemukan pada tahun 1834 oleh kimiawan Prancis [[Antoine Jérôme Balard]] (1802–1876) dengan menambahkan pada suatu bejana, gas klorin, suatu suspensi [[raksa(II) oksida]] terlarut dalam air. Ia juga menamai asam tersebut dan senyawanya. | Asam hipoklorit ditemukan pada tahun 1834 oleh kimiawan Prancis [[Antoine Jérôme Balard]] (1802–1876) dengan menambahkan pada suatu bejana, gas klorin, suatu suspensi [[raksa(II) oksida]] terlarut dalam air.<ref>Lihat: * A. J. Balard. [https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=ien.35556014128060;view=1up;seq=230 Recherches sur la nature des combinaisons décolorantes du chlore]. ''Annales de Chimie et de Physique''. 1834. Vol. 57. hlm. 225–304. Dari hlm. 246: ''" … il est beaucoup plus commode … environ d'eau distillée."'' ( … it is much easier to pour, into flasks full of chlorine, red mercury oxide [that has been] reduced to a fine powder by grinding and diluted in about twelve times its weight of distilled water.) * Thomas Graham. [https://books.google.com/books?id=UF5QAAAAcAAJ&pg=PA367#v=onepage&q&f=false Elements of Chemistry]. H. Baillière. 1840. Vol. vol. 4. hlm. 367.</ref> Ia juga menamai asam tersebut dan senyawanya.<ref>Balard (1834), hlm. 293. Dari hlm. 293: ''"Quelle dénomination … appelées ''hypochlorites''."'' (What name should one assign to this compound? It's obvious that that of "chlorous acid" can hardly be retained for it, and that it is more appropriate to call it ''hypochlorous'' acid, a name that recalls its similarity of composition with hyposulfurous acid, hypophosphorous acid, etc., [which are] formed, like it, from 1 equivalent of their radical and 1 equivalent of oxygen. Its compounds will be called ''hypochlorites''.)</ref> | ||
:<math> \mathrm{HgO} (aq) + 2 \mathrm{Cl_2} (g) + \mathrm{H_2O} (l) \rightarrow \mathrm{HgCl_2} (aq) + 2 \mathrm{HClO} (aq)</math> | :<math> \mathrm{HgO} (aq) + 2 \mathrm{Cl_2} (g) + \mathrm{H_2O} (l) \rightarrow \mathrm{HgCl_2} (aq) + 2 \mathrm{HClO} (aq)</math> | ||
== Sintesis, stabilitas dan reaksi == | == Sintesis, stabilitas dan reaksi == | ||
Penambahan [[klorin]] ke dalam [[air]] menghasilkan [[asam klorida]] (HCl) dan asam hipoklorit (HOCl): | Penambahan [[klorin]] ke dalam [[air]] menghasilkan [[asam klorida]] (HCl) dan asam hipoklorit (HOCl):<ref>Fair, G. M., J. Corris, S. L. Chang, I. Weil, and R. P. Burden. ''The behavior of chlorine as a water disinfectant''. ''J. Am. Water Works Assoc''. 1948. Vol. 40. hlm. 1051–1061.</ref> | ||
:Cl<sub>2</sub> + H<sub>2</sub>O HClO + HCl | :Cl<sub>2</sub> + H<sub>2</sub>O HClO + HCl | ||
| Baris 17: | Baris 19: | ||
:2 NaOH + Cl<sub>2</sub> → NaCl + NaClO + H<sub>2</sub>O | :2 NaOH + Cl<sub>2</sub> → NaCl + NaClO + H<sub>2</sub>O | ||
Asam hipoklorit dapat pula disiapkan dengan melarutkan [[diklorin monoksida]] dalam air; di bawah kondisi standar berair, asam hipoklorit anhidrat saat ini sulit disiapkan karena kesetimbangan bolak-balik antara asam tersebut dengan anhidridanya: | Asam hipoklorit dapat pula disiapkan dengan melarutkan [[diklorin monoksida]] dalam air; di bawah kondisi standar berair, asam hipoklorit anhidrat saat ini sulit disiapkan karena kesetimbangan bolak-balik antara asam tersebut dengan anhidridanya:<ref>''Inorganic chemistry'', Egon Wiberg, Nils Wiberg, Arnold Frederick Holleman, "Hypochlorous acid" hlm. 442, bagian 4.3.1</ref> | ||
:2 HOCl Cl<sub>2</sub>O + H<sub>2</sub>O ''K'' (pada 0 °C) = | :2 HOCl Cl<sub>2</sub>O + H<sub>2</sub>O ''K'' (pada 0 °C) = | ||
Kehadiran cahaya atau oksida [[logam transisi]] seperti [[tembaga]], [[nikel]], atau [[kobalt]] mempercepat penguraian eksotermis menjadi [[asam klorida]] dan [[oksigen]]: | Kehadiran cahaya atau oksida [[logam transisi]] seperti [[tembaga]], [[nikel]], atau [[kobalt]] mempercepat penguraian eksotermis menjadi [[asam klorida]] dan [[oksigen]]:<ref>''Inorganic chemistry'', Egon Wiberg, Nils Wiberg, Arnold Frederick Holleman, "Hypochlorous acid" hlm. 442, bagian 4.3.1</ref> | ||
:2 Cl<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>O → 4 HCl + O<sub>2</sub> | :2 Cl<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>O → 4 HCl + O<sub>2</sub> | ||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
Dalam [[sintesis organik]], HClO mengubah [[alkena]] menjadi [[klorohidrin]]. Sebagai contoh, dalam [[reaksi pembentukan halohidrin]], reaksi antara asam hipoklorit dengan 2-metil-2-butena: | Dalam [[sintesis organik]], HClO mengubah [[alkena]] menjadi [[klorohidrin]].<ref>Unangst, P. C. "Hypochlorous Acid" dalam ''Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis'' (Ed: L. Paquette) 2004, J. Wiley & Sons, New York.</ref> Sebagai contoh, dalam [[reaksi pembentukan halohidrin]], reaksi antara asam hipoklorit dengan 2-metil-2-butena: | ||
: | : | ||
Dalam [[biologi]], asam hipoklorit dihasilkan dalam [[neutrofil]] teraktivasi melalui peroksidasi ion klorida yang dimediasi oleh mieloperoksidase, dan berperan dalam penghancuran [[bakteri]]. | Dalam [[biologi]], asam hipoklorit dihasilkan dalam [[neutrofil]] teraktivasi melalui peroksidasi ion klorida yang dimediasi oleh mieloperoksidase, dan berperan dalam penghancuran [[bakteri]].<ref>Harrison, J. E. ''Studies on the chlorinating activity of myeloperoxidase''. ''Journal of Biological Chemistry''. 1976. Vol. 251 (5). hlm. 1371–1374.</ref><ref>Thomas, E. L. ''Myeloperoxidase, hydrogen peroxide, chloride antimicrobial system: Nitrogen-chlorine derivatives of bacterial components in bactericidal action against ''Escherichia coli''''. ''Infect. Immun''. 1979. Vol. 23 (2). hlm. 522–531.</ref> | ||
Dalam [[pengolahan air]], asam hipoklorit merupakan pembersih aktif dalam produk berbasis hipoklorit (misalnya digunakan di kolam renang). | Dalam [[pengolahan air]], asam hipoklorit merupakan pembersih aktif dalam produk berbasis hipoklorit (misalnya digunakan di kolam renang).<ref>Larry Gonick. [https://archive.org/details/cartoonguidetoch00gonirich The cartoon guide to chemistry]. HarperResource. 2005. hlm. [https://archive.org/details/cartoonguidetoch00gonirich/page/189 189]. ISBN 9780060936778.</ref> | ||
Dalam layanan makanan dan distribusi air, peralatan khusus untuk menghasilkan larutan HClO yang lemah dari air dan garam terkadang digunakan untuk menghasilkan disinfektan yang aman (tidak stabil) dalam jumlah yang memadai untuk menangani permukaan preparasi makanan dan persediaan air. | Dalam layanan makanan dan distribusi air, peralatan khusus untuk menghasilkan larutan HClO yang lemah dari air dan garam terkadang digunakan untuk menghasilkan disinfektan yang aman (tidak stabil) dalam jumlah yang memadai untuk menangani permukaan preparasi makanan dan persediaan air.<ref>[http://www.h2oxide.com/downloads/pdf/Disinfection%20of%20Facility%20H2O.pdf "Disinfection of Facility H 2 O"] .</ref><ref>[http://www.businessweek.com/innovate/next/archives/2008/12/water_works_hyatts_new_disinfectantcleaner_comes_from_the_tap.html "Water Works: Hyatt's New Disinfectant/Cleaner Comes from the Tap"], ''Bloomberg Businessweek''.</ref> | ||
Asam hipoklorit telah diinvestigasi terhadap kemungkinannya sebagai agen pembersih luka, dan sejak tahun 2016 [[Food and Drug Administration]] (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui produk yang berbahan aktif asam hipoklorit untuk digunakan dalam mengobati luka dan berbagai infeksi pada manusia dan hewan. Senyawa ini juga telah disetujui oleh FDA sebagai pengawet bagi larutan garam. | Asam hipoklorit telah diinvestigasi terhadap kemungkinannya sebagai agen pembersih luka,<ref>Wang L et al. "Hypochlorous acid as a potential wound care agent. Part I Stabilized hypochlorous acid: a component of the inorganic armamentarium of innate immunity". ''J Burns and Wounds'' 2007; April: 65–79.</ref><ref>Robson MC et al. [https://www.researchgate.net/publication/6339980_Hypochlorous_Acid_as_a_Potential_Wound_Care_Agent_Part_II_Stabilized_Hypochlorous_AcidIts_Role_in_Decreasing_Tissue_Bacterial_Bioburden_and_Overcoming_the_Inhibition_of_Infection_on_Wound_Healing "Hypochlorous acid as a potential wound care agent. Part II Stabilized hypochlorous acid: its role in decreasing tissue bacterial bioburden and overcoming the inhibition of infection on wound healing"]. ''Journal of Burns and Wounds'' 2007; April: 80–90.</ref><ref>JB Selkon. ''Evaluation of hypochlorous acid washes in the treatment of venous leg ulcers''. ''J Wound Care''. 2006. Vol. 2006 (15). hlm. 33–37.</ref> dan sejak tahun 2016 [[Food and Drug Administration]] (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui produk yang berbahan aktif asam hipoklorit untuk digunakan dalam mengobati luka dan berbagai infeksi pada manusia dan hewan. Senyawa ini juga telah disetujui oleh FDA sebagai pengawet bagi larutan garam. | ||
Dalam sebuah studi terbaru, suatu larutan garam higienis yang diawetkan dengan asam hipoklorit murni menunjukkan pengurangan jumlah bakteri secara signifikan tanpa mengubah keragaman spesi bakteri di [[kelopak mata]]. Setelah 20 menit perlakuan, terdapat pengurangan jumlah bakteri Staphylococci sebesar >99%. | Dalam sebuah studi terbaru, suatu larutan garam higienis yang diawetkan dengan asam hipoklorit murni menunjukkan pengurangan jumlah bakteri secara signifikan tanpa mengubah keragaman spesi bakteri di [[kelopak mata]]. Setelah 20 menit perlakuan, terdapat pengurangan jumlah bakteri Staphylococci sebesar >99%.<ref>D. W Stroman. ''Reduction in bacterial load using hypochlorous acid hygiene solution on ocular skin''. ''Clinical Ophthalmology''. 2017. Vol. 11. hlm. 707–714. doi:10.2147/OPTH.S132851.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 45: | Baris 46: | ||
* [[Asam hipofluorit]] | * [[Asam hipofluorit]] | ||
* [[Asam perklorat]] | * [[Asam perklorat]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 54: | Baris 52: | ||
* [http://www.rsc.org/eic/mole Royal Society of Chemistry-'The Mole' Magazine, terbitan MARET 2014] | * [http://www.rsc.org/eic/mole Royal Society of Chemistry-'The Mole' Magazine, terbitan MARET 2014] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+hipoklorit&oldid=29302875 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29302875 (2026-06-01T09:57:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 03.57
Asam hipoklorit (HClO) adalah suatu asam lemah yang terbentuk ketika klorin dilarutkan dalam air, dan ia terdisosiasi sebagian, membentuk hipoklorit, ClO−. HClO dan ClO− merupakan agen pengoksidasi, dan merupakan agen disinfeksi larutan klorin utama.[1] HClO tidak dapat diisolasi dari larutan-larutan ini karena kesetimbangan yang cepat dengan prekursornya. Natrium hipoklorit (NaClO) dan kalsium hipoklorit (Ca(ClO)2) digunakan sebagai pemutih, pengawabau, dan disinfektan.
Sejarah
Asam hipoklorit ditemukan pada tahun 1834 oleh kimiawan Prancis Antoine Jérôme Balard (1802–1876) dengan menambahkan pada suatu bejana, gas klorin, suatu suspensi raksa(II) oksida terlarut dalam air.[2] Ia juga menamai asam tersebut dan senyawanya.[3]
Sintesis, stabilitas dan reaksi
Penambahan klorin ke dalam air menghasilkan asam klorida (HCl) dan asam hipoklorit (HOCl):[4]
- Cl2 + H2O HClO + HCl
- Cl2 + 4 OH− 2 ClO− + 2 H2O + 2 e−
- Cl2 + 2 e− 2 Cl−
Ketika asam ditambahkan dengan larutan garam asam hipoklorit (seperti natrium hipoklorit dalam larutan pemutih komersial), reaksi yang dihasilkan mengarah ke sebelah kiri (reaktan), dan gas klorin terbentuk. Karena itu, pembuatan pemutih hipoklorit yang stabil difasilitasi dengan melarutkan gas klorin ke dalam larutan air basa, seperti natrium hidroksida.
- 2 NaOH + Cl2 → NaCl + NaClO + H2O
Asam hipoklorit dapat pula disiapkan dengan melarutkan diklorin monoksida dalam air; di bawah kondisi standar berair, asam hipoklorit anhidrat saat ini sulit disiapkan karena kesetimbangan bolak-balik antara asam tersebut dengan anhidridanya:[5]
- 2 HOCl Cl2O + H2O K (pada 0 °C) =
Kehadiran cahaya atau oksida logam transisi seperti tembaga, nikel, atau kobalt mempercepat penguraian eksotermis menjadi asam klorida dan oksigen:[6]
- 2 Cl2 + 2 H2O → 4 HCl + O2
Penggunaan
Dalam sintesis organik, HClO mengubah alkena menjadi klorohidrin.[7] Sebagai contoh, dalam reaksi pembentukan halohidrin, reaksi antara asam hipoklorit dengan 2-metil-2-butena:
Dalam biologi, asam hipoklorit dihasilkan dalam neutrofil teraktivasi melalui peroksidasi ion klorida yang dimediasi oleh mieloperoksidase, dan berperan dalam penghancuran bakteri.[8][9]
Dalam pengolahan air, asam hipoklorit merupakan pembersih aktif dalam produk berbasis hipoklorit (misalnya digunakan di kolam renang).[10]
Dalam layanan makanan dan distribusi air, peralatan khusus untuk menghasilkan larutan HClO yang lemah dari air dan garam terkadang digunakan untuk menghasilkan disinfektan yang aman (tidak stabil) dalam jumlah yang memadai untuk menangani permukaan preparasi makanan dan persediaan air.[11][12]
Asam hipoklorit telah diinvestigasi terhadap kemungkinannya sebagai agen pembersih luka,[13][14][15] dan sejak tahun 2016 Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui produk yang berbahan aktif asam hipoklorit untuk digunakan dalam mengobati luka dan berbagai infeksi pada manusia dan hewan. Senyawa ini juga telah disetujui oleh FDA sebagai pengawet bagi larutan garam.
Dalam sebuah studi terbaru, suatu larutan garam higienis yang diawetkan dengan asam hipoklorit murni menunjukkan pengurangan jumlah bakteri secara signifikan tanpa mengubah keragaman spesi bakteri di kelopak mata. Setelah 20 menit perlakuan, terdapat pengurangan jumlah bakteri Staphylococci sebesar >99%.[16]
Lihat pula
Pranala luar
- National Pollutant Inventory – Chlorine
- Reuters – Mystery solved: How bleach kills germs
- Royal Society of Chemistry-'The Mole' Magazine, terbitan MARET 2014
Referensi
- ↑ Sansebastiano, G. et al. Hlm. 262 dalam Food Safety: A Practical and Case Study Approach (Ed: R. J. Marshall) 2006, Springer Science & Business Media, Berlin.
- ↑ Lihat: * A. J. Balard. Recherches sur la nature des combinaisons décolorantes du chlore. Annales de Chimie et de Physique. 1834. Vol. 57. hlm. 225–304. Dari hlm. 246: " … il est beaucoup plus commode … environ d'eau distillée." ( … it is much easier to pour, into flasks full of chlorine, red mercury oxide [that has been] reduced to a fine powder by grinding and diluted in about twelve times its weight of distilled water.) * Thomas Graham. Elements of Chemistry. H. Baillière. 1840. Vol. vol. 4. hlm. 367.
- ↑ Balard (1834), hlm. 293. Dari hlm. 293: "Quelle dénomination … appelées hypochlorites." (What name should one assign to this compound? It's obvious that that of "chlorous acid" can hardly be retained for it, and that it is more appropriate to call it hypochlorous acid, a name that recalls its similarity of composition with hyposulfurous acid, hypophosphorous acid, etc., [which are] formed, like it, from 1 equivalent of their radical and 1 equivalent of oxygen. Its compounds will be called hypochlorites.)
- ↑ Fair, G. M., J. Corris, S. L. Chang, I. Weil, and R. P. Burden. The behavior of chlorine as a water disinfectant. J. Am. Water Works Assoc. 1948. Vol. 40. hlm. 1051–1061.
- ↑ Inorganic chemistry, Egon Wiberg, Nils Wiberg, Arnold Frederick Holleman, "Hypochlorous acid" hlm. 442, bagian 4.3.1
- ↑ Inorganic chemistry, Egon Wiberg, Nils Wiberg, Arnold Frederick Holleman, "Hypochlorous acid" hlm. 442, bagian 4.3.1
- ↑ Unangst, P. C. "Hypochlorous Acid" dalam Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis (Ed: L. Paquette) 2004, J. Wiley & Sons, New York.
- ↑ Harrison, J. E. Studies on the chlorinating activity of myeloperoxidase. Journal of Biological Chemistry. 1976. Vol. 251 (5). hlm. 1371–1374.
- ↑ Thomas, E. L. Myeloperoxidase, hydrogen peroxide, chloride antimicrobial system: Nitrogen-chlorine derivatives of bacterial components in bactericidal action against Escherichia coli'. Infect. Immun. 1979. Vol. 23 (2). hlm. 522–531.
- ↑ Larry Gonick. The cartoon guide to chemistry. HarperResource. 2005. hlm. 189. ISBN 9780060936778.
- ↑ "Disinfection of Facility H 2 O" .
- ↑ "Water Works: Hyatt's New Disinfectant/Cleaner Comes from the Tap", Bloomberg Businessweek.
- ↑ Wang L et al. "Hypochlorous acid as a potential wound care agent. Part I Stabilized hypochlorous acid: a component of the inorganic armamentarium of innate immunity". J Burns and Wounds 2007; April: 65–79.
- ↑ Robson MC et al. "Hypochlorous acid as a potential wound care agent. Part II Stabilized hypochlorous acid: its role in decreasing tissue bacterial bioburden and overcoming the inhibition of infection on wound healing". Journal of Burns and Wounds 2007; April: 80–90.
- ↑ JB Selkon. Evaluation of hypochlorous acid washes in the treatment of venous leg ulcers. J Wound Care. 2006. Vol. 2006 (15). hlm. 33–37.
- ↑ D. W Stroman. Reduction in bacterial load using hypochlorous acid hygiene solution on ocular skin. Clinical Ophthalmology. 2017. Vol. 11. hlm. 707–714. doi:10.2147/OPTH.S132851.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29302875 (2026-06-01T09:57:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.