Lompat ke isi

Β-Pinena: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29594773; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''β-Pinena''' adalah suatu [[monoterpena]], yakni [[senyawa organik]] yang ditemukan pada tumbuhan. Senyawa ini adalah [[isomer]] dari [[pinena]] yang jumlahnya lebih sedikit dari dua isomer pinena, yang lainnya adalah [[α-Pinena|α-pinena]]. Senyawa ini adalah cairan tak berwarna yang larut dalam [[etanol]], tetapi tidak dalam air. Senyawa ini memiliki bau seperti kayu [[pinus]] hijau.
[[File:Beta-pinen.svg|thumb|right|280px|Beta-pinen]]


β-Pinena merupakan salah satu senyawa yang paling melimpah yang dilepaskan oleh pohon-pohon hutan. Jika teroksidasi di udara, produk alilik dari keluarga pinokarveol dan mirtenol akan mendominasi.
'''β-Pinena''' adalah suatu [[monoterpena]], yakni [[senyawa organik]] yang ditemukan pada tumbuhan. Senyawa ini adalah [[isomer]] dari [[pinena]] yang jumlahnya lebih sedikit dari dua isomer pinena, yang lainnya adalah [[α-Pinena|α-pinena]].<ref>Charles S. Sell. ''Kirk-Othmer Chemical Technology of Cosmetics''. John Wiley & Sons. 2013. hlm. 247–374. ISBN 978-1-118-40692-2.</ref> Senyawa ini adalah cairan tak berwarna yang larut dalam [[etanol]], tetapi tidak dalam air. Senyawa ini memiliki bau seperti kayu [[pinus]] hijau.
 
β-Pinena merupakan salah satu senyawa yang paling melimpah yang dilepaskan oleh pohon-pohon hutan.<ref>Geron, C., et al. (2000). [https://archive.today/20131111093356/http://hero.epa.gov/index.cfm?action=reference.details&reference_id=19095 A review and synthesis of monoterpene speciation from forests in the United States.] ''Atmospheric Environment'' 34(11), 1761-81.</ref> Jika teroksidasi di udara, produk alilik dari keluarga pinokarveol dan mirtenol akan mendominasi.<ref>U. Neuenschwander. ''Peculiarities of β-pinene autoxidation''. ''ChemSusChem''. 2011. Vol. 4 (11). hlm. 1613–21. doi:10.1002/cssc.201100266.</ref>


==Sumber==
==Sumber==
Banyak tumbuhan dari berbagai keluarga botani mengandung senyawa ini termasuk:
Banyak tumbuhan dari berbagai keluarga botani mengandung senyawa ini termasuk:


* [[Jintan putih]]
* [[Jintan putih]]<ref>Rong Li. ''Chemical composition of the essential oil of ''Cuminum'' cyminum L. From China''. ''Flavour and Fragrance Journal''. 2004. Vol. 19 (4). hlm. 311–313. doi:10.1002/ffj.1302.</ref><ref>L. Wang. ''Ultrasonic nebulization extraction coupled with headspace single drop microextraction and gas chromatography-mass spectrometry for analysis of the essential oil in Cuminum cyminum L''. ''Analytica Chimica Acta''. 2009. Vol. 647 (1). hlm. 72–7. doi:10.1016/j.aca.2009.05.030.</ref>
*''[[Humulus lupulus]]''
*''[[Humulus lupulus]]''<ref>Tinseth, G. [http://morebeer.com/brewingtechniques/library/backissues/issue2.1/tinseth.html The Essential Oil of Hops: Hop Aroma and Flavor in Hops and Beer.] ''Brewing Techniques'' January/February 1994. Accessed July 21, 2010.</ref>
* [[Tusam laut|Pinus laut]]
* [[Tusam laut|Pinus laut]]<ref>U. Neuenschwander. ''Peculiarities of β-pinene autoxidation''. ''ChemSusChem''. 2011. Vol. 4 (11). hlm. 1613–21. doi:10.1002/cssc.201100266.</ref>
* ''[[Clausena anisata]]''
* ''[[Clausena anisata]]''
* ''[[Cannabis sativa]]''
* ''[[Cannabis sativa]]''<ref>Karl W Hillig. [https://archive.org/details/biochemical-systematics-and-ecology_2004-10_32_10/page/876 A chemotaxonomic analysis of terpenoid variation in Cannabis]. ''Biochemical Systematics and Ecology''. October 2004. Vol. 32 (10). hlm. 875–891. doi:10.1016/j.bse.2004.04.004.</ref>
* [[Lada]]
* [[Lada]]<ref>Mozaniel Santana de Oliveira. ''Essential oils: applications and trends in food science and technology''. Springer. 2022. ISBN 978-3-030-99476-1.</ref>
* [[Pala Banda]]
* [[Pala Banda]]<ref>Mozaniel Santana de Oliveira. ''Essential oils: applications and trends in food science and technology''. Springer. 2022. ISBN 978-3-030-99476-1.</ref>
* [[Jeruk nipis]]
* [[Jeruk nipis]]<ref>Mozaniel Santana de Oliveira. ''Essential oils: applications and trends in food science and technology''. Springer. 2022. ISBN 978-3-030-99476-1.</ref>
* ''[[Pistacia lentiscus]]''
* ''[[Pistacia lentiscus]]''<ref>Mozaniel Santana de Oliveira. ''Essential oils: applications and trends in food science and technology''. Springer. 2022. ISBN 978-3-030-99476-1.</ref>
Senyawa bening dihasilkan melalui [[penyulingan]] minyak [[terpentin]].
Senyawa bening dihasilkan melalui [[penyulingan]] minyak [[terpentin]].<ref>Horst Surburg. ''Common fragrance and flavor materials: preparation, properties and uses''. Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA. 2016. ISBN 978-3-527-33160-4.</ref>


==Kegunaan==
==Kegunaan==
β-Pinena digunakan dalam produksi [[senyawa berbau]] lainnya. Senyawa ini berubah menjadi [[mirsena]] setelah dipanaskan pada suhu 500 °C. Nerol diperoleh melalui distilasi fraksional nerol mentah dari mirsena secara hati-hati).
β-Pinena digunakan dalam produksi [[senyawa berbau]] lainnya. Senyawa ini berubah menjadi [[mirsena]] setelah dipanaskan pada suhu 500 °C. Nerol diperoleh melalui distilasi fraksional nerol mentah dari mirsena secara hati-hati<ref>D. L. J. Opdyke. [https://books.google.com/books?id=IDkvBQAAQBAJ Monographs on Fragrance Raw Materials: A Collection of Monographs Originally Appearing in Food and Cosmetics Toxicology]. Elsevier. 2013-10-22. ISBN 978-1-4831-4797-0.</ref>).<ref>Joseph J. Mattiello. [https://books.google.com/books?id=2GouxJ7nsuYC Protective and Decorative Coatings]. U.S. Government Printing Office. 1945.</ref>


Reaksi dengan [[formaldehida]] (reaksi Prins) mengubah β-pinena menjadi nopol. Ketika nopol di[[asetilasi]], hasilnya adalah nopil asetat, yang digunakan sebagai bahan pewangi.
Reaksi dengan [[formaldehida]] (reaksi Prins) mengubah β-pinena menjadi nopol. Ketika nopol di[[asetilasi]], hasilnya adalah nopil asetat, yang digunakan sebagai bahan pewangi.<ref>Horst Surburg. ''Common fragrance and flavor materials: preparation, properties and uses''. Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA. 2016. ISBN 978-3-527-33160-4.</ref><ref>D. L. J. Opdyke. [https://books.google.com/books?id=IDkvBQAAQBAJ Monographs on Fragrance Raw Materials: A Collection of Monographs Originally Appearing in Food and Cosmetics Toxicology]. Elsevier. 2013-10-22. ISBN 978-1-4831-4797-0.</ref>
 
==Referensi==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=%CE%92-Pinena&oldid=29594773 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29594773 (2026-08-18T05:52:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=%CE%92-Pinena&oldid=29594773 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29594773 (2026-08-18T05:52:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.01

Beta-pinen

β-Pinena adalah suatu monoterpena, yakni senyawa organik yang ditemukan pada tumbuhan. Senyawa ini adalah isomer dari pinena yang jumlahnya lebih sedikit dari dua isomer pinena, yang lainnya adalah α-pinena.[1] Senyawa ini adalah cairan tak berwarna yang larut dalam etanol, tetapi tidak dalam air. Senyawa ini memiliki bau seperti kayu pinus hijau.

β-Pinena merupakan salah satu senyawa yang paling melimpah yang dilepaskan oleh pohon-pohon hutan.[2] Jika teroksidasi di udara, produk alilik dari keluarga pinokarveol dan mirtenol akan mendominasi.[3]

Sumber

Banyak tumbuhan dari berbagai keluarga botani mengandung senyawa ini termasuk:

Senyawa bening dihasilkan melalui penyulingan minyak terpentin.[13]

Kegunaan

β-Pinena digunakan dalam produksi senyawa berbau lainnya. Senyawa ini berubah menjadi mirsena setelah dipanaskan pada suhu 500 °C. Nerol diperoleh melalui distilasi fraksional nerol mentah dari mirsena secara hati-hati[14]).[15]

Reaksi dengan formaldehida (reaksi Prins) mengubah β-pinena menjadi nopol. Ketika nopol diasetilasi, hasilnya adalah nopil asetat, yang digunakan sebagai bahan pewangi.[16][17]

Referensi

  1. Charles S. Sell. Kirk-Othmer Chemical Technology of Cosmetics. John Wiley & Sons. 2013. hlm. 247–374. ISBN 978-1-118-40692-2.
  2. Geron, C., et al. (2000). A review and synthesis of monoterpene speciation from forests in the United States. Atmospheric Environment 34(11), 1761-81.
  3. U. Neuenschwander. Peculiarities of β-pinene autoxidation. ChemSusChem. 2011. Vol. 4 (11). hlm. 1613–21. doi:10.1002/cssc.201100266.
  4. Rong Li. Chemical composition of the essential oil of Cuminum cyminum L. From China. Flavour and Fragrance Journal. 2004. Vol. 19 (4). hlm. 311–313. doi:10.1002/ffj.1302.
  5. L. Wang. Ultrasonic nebulization extraction coupled with headspace single drop microextraction and gas chromatography-mass spectrometry for analysis of the essential oil in Cuminum cyminum L. Analytica Chimica Acta. 2009. Vol. 647 (1). hlm. 72–7. doi:10.1016/j.aca.2009.05.030.
  6. Tinseth, G. The Essential Oil of Hops: Hop Aroma and Flavor in Hops and Beer. Brewing Techniques January/February 1994. Accessed July 21, 2010.
  7. U. Neuenschwander. Peculiarities of β-pinene autoxidation. ChemSusChem. 2011. Vol. 4 (11). hlm. 1613–21. doi:10.1002/cssc.201100266.
  8. Karl W Hillig. A chemotaxonomic analysis of terpenoid variation in Cannabis. Biochemical Systematics and Ecology. October 2004. Vol. 32 (10). hlm. 875–891. doi:10.1016/j.bse.2004.04.004.
  9. Mozaniel Santana de Oliveira. Essential oils: applications and trends in food science and technology. Springer. 2022. ISBN 978-3-030-99476-1.
  10. Mozaniel Santana de Oliveira. Essential oils: applications and trends in food science and technology. Springer. 2022. ISBN 978-3-030-99476-1.
  11. Mozaniel Santana de Oliveira. Essential oils: applications and trends in food science and technology. Springer. 2022. ISBN 978-3-030-99476-1.
  12. Mozaniel Santana de Oliveira. Essential oils: applications and trends in food science and technology. Springer. 2022. ISBN 978-3-030-99476-1.
  13. Horst Surburg. Common fragrance and flavor materials: preparation, properties and uses. Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA. 2016. ISBN 978-3-527-33160-4.
  14. D. L. J. Opdyke. Monographs on Fragrance Raw Materials: A Collection of Monographs Originally Appearing in Food and Cosmetics Toxicology. Elsevier. 2013-10-22. ISBN 978-1-4831-4797-0.
  15. Joseph J. Mattiello. Protective and Decorative Coatings. U.S. Government Printing Office. 1945.
  16. Horst Surburg. Common fragrance and flavor materials: preparation, properties and uses. Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA. 2016. ISBN 978-3-527-33160-4.
  17. D. L. J. Opdyke. Monographs on Fragrance Raw Materials: A Collection of Monographs Originally Appearing in Food and Cosmetics Toxicology. Elsevier. 2013-10-22. ISBN 978-1-4831-4797-0.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29594773 (2026-08-18T05:52:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.