Lompat ke isi

Aplikasi kecerdasan buatan untuk militer: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28667475; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
[[Kecerdasan buatan]] (AI) memiliki banyak [[aplikasi]] dalam [[peperangan]], termasuk dalam [[komunikasi]], [[intelijen]], dan pengendalian [[amunisi]].
[[Kecerdasan buatan]] (AI) memiliki banyak [[aplikasi]] dalam [[peperangan]], termasuk dalam [[komunikasi]], [[intelijen]], dan pengendalian [[amunisi]].


== Penggunaan ==
AI dapat meningkatkan [[perintah dan kontrol]], komunikasi, [[sensor]], integrasi dan interoperabilitas. Teknologi AI memungkinkan koordinasi sensor dan efektor, deteksi dan identifikasi ancaman, penandaan posisi musuh, akuisisi target, koordinasi dan dekonfliksi Joint Fires yang didistribusikan antara kendaraan tempur jaringan, baik yang dioperasikan manusia maupun otonom .
AI telah digunakan dalam operasi militer di Irak, Suriah, Ukraina, Iran dan Israel.


=== Persenjataan otonom ===
=== Persenjataan otonom ===
Baris 17: Baris 13:
Pada tahun 2023, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menguji AI generatif berdasarkan model bahasa besar untuk mendigitalkan dan mengintegrasikan data di seluruh militer.
Pada tahun 2023, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menguji AI generatif berdasarkan model bahasa besar untuk mendigitalkan dan mengintegrasikan data di seluruh militer.


Dalam perang Gaza, Israel menggunakan dua sistem AI untuk menghasilkan target yang akan diserang: Habsora (diterjemahkan: " Injil ") digunakan untuk menyusun daftar bangunan yang akan menjadi target, sementara "Lavender" menghasilkan daftar orang. "Lavender" menghasilkan daftar 37.000 orang yang akan menjadi target. Daftar bangunan yang akan menjadi target termasuk rumah-rumah pribadi warga Gaza yang diduga berafiliasi dengan para operator Hamas. Kombinasi teknologi penargetan AI dengan perubahan kebijakan dari menghindari target sipil mengakibatkan jumlah kematian warga sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pejabat [[Pasukan Pertahanan Israel|IDF]] mengatakan program tersebut mengatasi masalah sebelumnya tentang angkatan udara yang kehabisan target. Dengan menggunakan Habsora, pejabat mengatakan bahwa rumah-rumah anggota Hamas yang diduga dan junior secara signifikan memperluas "bank target AI." Sebuah sumber internal menggambarkan proses tersebut sebagai "pabrik pembunuhan massal".


Pada tahun 2024, militer AS melatih kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi target serangan udara selama operasinya di Irak dan Suriah.
Pada tahun 2024, militer AS melatih kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi target serangan udara selama operasinya di Irak dan Suriah.
Baris 32: Baris 27:
== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Sistem peringatan dini]]
* [[Sistem peringatan dini]]
* [[Radar]]
* [[Radar]]  
* [[Kecerdasan buatan]]
* [[Kecerdasan buatan]]
* [[Teknologi militer]]
* [[Teknologi militer]]
Baris 39: Baris 34:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
*
*
*
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aplikasi+kecerdasan+buatan+untuk+militer&oldid=28667475 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28667475 (2025-12-06T04:09:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aplikasi+kecerdasan+buatan+untuk+militer&oldid=28667475 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28667475 (2025-12-06T04:09:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.24

Kecerdasan buatan (AI) memiliki banyak aplikasi dalam peperangan, termasuk dalam komunikasi, intelijen, dan pengendalian amunisi.


Persenjataan otonom

Drone militer yang mampu melakukan tindakan otonom digunakan secara luas.

Perintah dan kontrol

Pada tahun 2024, laboratorium Tiongkok di Sekolah Tinggi Operasi Gabungan Universitas Pertahanan Nasional di Shijiazhuang telah menciptakan komandan militer AI, untuk digunakan dalam simulasi perang skala besar dalam peran panglima tertinggi.

Pada tahun 2024, Angkatan Darat Ukraina mengembangkan drone Kamikaze otonom untuk membuat gangguan Rusia selama penerbangan tidak efektif.

Intelijen militer

Pada tahun 2023, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menguji AI generatif berdasarkan model bahasa besar untuk mendigitalkan dan mengintegrasikan data di seluruh militer.


Pada tahun 2024, militer AS melatih kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi target serangan udara selama operasinya di Irak dan Suriah.

Tren global

Berbagai negara sedang meneliti dan menerapkan aplikasi militer AI, dalam apa yang disebut sebagai " perlombaan senjata kecerdasan buatan ". Penelitian yang sedang berlangsung difokuskan pada pengumpulan dan analisis intelijen, logistik, operasi cyber, operasi informasi, dan kendaraan semi-otonom dan otonom.

Belanja militer tahunan di seluruh dunia untuk robotika meningkat dari US$5,1 miliar pada tahun 2010 menjadi US$7,5 miliar pada tahun 2015.

Pada bulan November 2023, Wakil Presiden AS Kamala Harris mengumumkan sebuah deklarasi yang ditandatangani oleh 31 negara untuk menetapkan batasan bagi penggunaan AI untuk kepentingan militer. Komitmen tersebut mencakup penggunaan tinjauan hukum untuk memastikan kepatuhan AI militer terhadap hukum internasional, dan bersikap hati-hati dan transparan dalam pengembangan teknologi ini.

Banyak peneliti AI mencoba menghindari aplikasi militer, dengan pembatas untuk mencegah aplikasi militer terintegrasi ke sebagian besar model bahasa besar arus utama.

Lihat pula

Referensi


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28667475 (2025-12-06T04:09:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.