Lompat ke isi

Ibn Warraq: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29407575; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Ibn Warraq''' adalah nama pena seorang [[penulis]] anonim yang [[Kritik terhadap Islam|kritis terhadap Islam]]. Dia adalah pendiri Institut Sekularisasi Masyarakat Islam dan dulunya adalah seorang peneliti senior di Pusat Penyelidikan, yang berfokus pada kritik [[Alquran]]. Warraq adalah Wakil Presiden World Encounter Institute.
[[File:Ibn_Warraq_2018.png|thumb|right|280px|Ibn Warraq 2018]]


Warraq telah menulis historiografi abad-abad awal dari garis waktu Islam dan telah menerbitkan karya-karya yang mempertanyakan konsepsi arus utama periode itu. Nama pena Ibn Warraq (Bahasa Arab: ابن وراق, paling harfiah "putra seorang pembuat kertas") digunakan karena keprihatinannya akan keselamatan pribadinya; Warraq menyatakan, "Saya takut menjadi [[Salman Rushdie]] yang kedua." Ini adalah nama yang telah diadopsi oleh penulis pembangkang sepanjang [[sejarah Islam]]. Namanya mengacu pada sarjana skeptis abad ke-9 Abu Isa al-Warraq. Warraq mengadopsi nama samaran pada tahun 1995 ketika ia menyelesaikan buku pertamanya, yang berjudul ''Why I Am Not a Muslim'' ("Mengapa Saya Bukan Muslim").
'''Ibn Warraq''' adalah nama pena seorang [[penulis]] anonim yang [[Kritik terhadap Islam|kritis terhadap Islam]]. Dia adalah pendiri Institut Sekularisasi Masyarakat Islam dan dulunya adalah seorang peneliti senior di Pusat Penyelidikan,<ref>Murray, Douglas. [http://www.spectator.co.uk/essays/all/222546/part_2/i-am-not-afraid-to-say-the-wests-values-are-better.thtml Don't be afraid to say it]. ''The Spectator''. 3 October 2007.</ref><ref>Stephen Crittenden L. [https://www.abc.net.au/radionational/programs/archived/religionreport/ibn-warraq-why-i-am-not-a-muslim/3491072 Ibn Warraq: Why I am not a Muslim]. ''The Religion Report''. 10 October 2001.</ref><ref>Ronald A. Lindsey. [http://www.centerforinquiry.net/blogs/entry/a_bittersweet_farewell/ A Bittersweet Farewell]. ''No Faith Value Blog''. 2010-09-30.</ref> yang berfokus pada kritik [[Alquran]].<ref>[http://www.spectator.co.uk/intelligence/242761/we-should-not-be-reluctant-to-assert-the-superiority-of-western-values.thtml Intelligence Squared Debates on the topic "We should not be reluctant to assert the superiority of Western values"]. ''The Spectator''. 9 October 2007.</ref><ref>[http://www.centerforinquiry.net/newsroom/press_information/religion/ Religion, Ethics, and Society - Experts and Scholars]. ''CFI website''.</ref> Warraq adalah Wakil Presiden World Encounter Institute.<ref>[http://www.newenglishreview.org/World%5FEncounter%5FInstitute/ World Encounter Institute Mission Statement]. ''New English Review''.</ref>


Komentar Warraq tentang Islam telah dikritik oleh spesialis akademis dalam sejarah Islam sebagai polemik, terlalu revisionis dan kurang keahlian, sementara yang lain memuji itu sebagai menyegarkan, diteliti dengan baik, dan sebagian besar akurat.
Warraq telah menulis historiografi abad-abad awal dari garis waktu Islam dan telah menerbitkan karya-karya yang mempertanyakan konsepsi arus utama periode itu. Nama pena Ibn Warraq (Bahasa Arab: ابن وراق, paling harfiah "putra seorang pembuat kertas") digunakan karena keprihatinannya akan keselamatan pribadinya; Warraq menyatakan, "Saya takut menjadi [[Salman Rushdie]] yang kedua."<ref>Henryk M. Broder. [https://www.spiegel.de/kultur/gesellschaft/islamkritiker-ibn-warraq-dieser-kalte-krieg-kann-100-jahre-dauern-a-499223.html Islamkritiker Ibn Warraq: "Dieser Kalte Krieg kann 100 Jahre dauern"]. ''Der Spiegel''. 12 August 2007.</ref> Ini adalah nama yang telah diadopsi oleh penulis pembangkang sepanjang [[sejarah Islam]].<ref>Stephen Crittenden L. [https://www.abc.net.au/radionational/programs/archived/religionreport/ibn-warraq-why-i-am-not-a-muslim/3491072 Ibn Warraq: Why I am not a Muslim]. ''The Religion Report''. 10 October 2001.</ref> Namanya mengacu pada sarjana skeptis abad ke-9 Abu Isa al-Warraq.<ref>Jennifer Michael Hecht. [https://archive.org/details/doubthistory00jenn Doubt: A History: The Great Doubters and Their Legacy of Innovation from Socrates and Jesus to Thomas Jefferson and Emily Dickinson]. Harper San Francisco. 2003. ISBN 0-06-009795-7.</ref> Warraq mengadopsi nama samaran pada tahun 1995 ketika ia menyelesaikan buku pertamanya, yang berjudul ''Why I Am Not a Muslim'' ("Mengapa Saya Bukan Muslim").
 
Komentar Warraq tentang Islam telah dikritik oleh spesialis akademis dalam sejarah Islam sebagai polemik, terlalu revisionis dan kurang keahlian,<ref>Donner, Fred. (2001) [http://fp.arizona.edu/mesassoc//Bulletin/35-1/35-1RelPhilLaw.htm Review: The Quest for the Historical Muhammad] . Middle East Studies Association Bulletin, University of Chicago.</ref><ref>Dutton, Y. (2000) [http://www.bismikaallahuma.org/archives/2005/ibn-warraqs-origins-of-the-koran-a-critical-analysis/ Review: The Origins of the Koran: Classic Essays on Islam’s Holy Book]. Journal of Islamic Studies.</ref><ref>As'ad AbuKhalil. [https://archive.org/details/sim_middle-east-journal_winter-2004_58_1/page/130 "The Islam Industry" and Scholarship: Review Article]. ''Middle East Journal''. Middle East Institute. 2004. Vol. 58 (1). hlm. 130–137.</ref> sementara yang lain memuji itu sebagai menyegarkan, diteliti dengan baik, dan sebagian besar akurat.<ref>Daniel Pipes, "[http://www.danielpipes.org/893/why-i-am-not-a-muslim Mengapa Saya Bukan Muslim]," (22 Januari 1996 hal1), "Ibnu Warraq membawa palu godam ilmiah untuk tugas menghancurkan Islam. Menulis polemik melawan Islam, khususnya bagi seorang penulis kelahiran Muslim, adalah tindakan yang sangat memanas sehingga penulis harus menulis dengan nama samaran; tidak melakukan itu akan menjadi tindakan bunuh diri. Dan apa yang harus ditunjukkan oleh Ibn Warraq untuk tindakan pembangkangan yang belum pernah terjadi ini? diteliti dengan baik dan cukup brilian, jika agak tidak terorganisir, tuduhan terhadap salah satu agama besar dunia. Sementara penulis menyangkal kepura-puraan terhadap orisinalitas, ia telah membaca cukup banyak untuk menulis esai yang menawarkan render novel iman yang ia tinggalkan."</ref><ref>David Cook, [http://www.reasonpapers.com/pdf/342/rp_342_22.pdf "Ibn Warraq. ''Virgins? What Virgins? and Other Essays''"] in [http://www.reasonpapers.com/ ''Reason Papers: A Journal of Interdisciplinary Normative Studies''], vol. 34, no. 2 (October 2012), p. 235</ref>


Dia adalah penulis sembilan buku, termasuk ''The Origins of the Quran'' (1998), ''The Quest for the Historical Muhammad'' (2000), ''What the Koran Really Says: Language, Text and Commentary'' (2002), ''Defending the West: A Critique of Edward Said's Orientalism'' (2007), ''Qur'an mana ?: Varian, Naskah, dan Pengaruh Puisi Pra-Islam'' (2008), ''Mengapa Barat Adalah yang Terbaik: Pertahanan Murtad untuk Demokrasi Liberal'' (2011) dan ''Perang Salib oleh Sir Walter Scott & Lainnya Fantasies'' (2013).
Dia adalah penulis sembilan buku, termasuk ''The Origins of the Quran'' (1998), ''The Quest for the Historical Muhammad'' (2000), ''What the Koran Really Says: Language, Text and Commentary'' (2002), ''Defending the West: A Critique of Edward Said's Orientalism'' (2007), ''Qur'an mana ?: Varian, Naskah, dan Pengaruh Puisi Pra-Islam'' (2008), ''Mengapa Barat Adalah yang Terbaik: Pertahanan Murtad untuk Demokrasi Liberal'' (2011) dan ''Perang Salib oleh Sir Walter Scott & Lainnya Fantasies'' (2013).


== Kehidupan awal dan pendidikan ==
== Kehidupan awal dan pendidikan ==
Warraq lahir di [[Rajkot]], [[Gujarat]] di [[Kemaharajaan Britania|India Britania]] dan keluarganya bermigrasi ke [[Pakistan]] yang baru merdeka pada tahun 1947. Keluarganya berasal dari [[Bahasa Kutchi|Kutchi]]. Ibunya meninggal ketika ia masih bayi. Dia menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia "belajar bahasa Arab dan membaca Alquran sebagai seorang pemuda dengan harapan menjadi pengikut agama Islam." Ayahnya memutuskan untuk mengirimnya ke sekolah asrama di Inggris sebagian untuk menghindari upaya nenek untuk mendorong pendidikan agama eksklusif pada putranya di Madrasah setempat. Setelah kedatangannya di [[Inggris]], dia hanya melihat ayahnya sekali lagi, ketika dia berusia 14 tahun. Ayahnya meninggal dua tahun kemudian. Warraq mengklaim telah "malu" untuk sebagian besar masa mudanya.
Warraq lahir di [[Rajkot]], [[Gujarat]] di [[Kemaharajaan Britania|India Britania]] dan keluarganya bermigrasi ke [[Pakistan]] yang baru merdeka pada tahun 1947.<ref>Stephen Crittenden L. [https://www.abc.net.au/radionational/programs/archived/religionreport/ibn-warraq-why-i-am-not-a-muslim/3491072 Ibn Warraq: Why I am not a Muslim]. ''The Religion Report''. 10 October 2001.</ref><ref>Phyllis Chesler. [https://www.meforum.org/4840/koran-the-judeo-christian-sources Interview: Ibn Warraq on the Judeo-Christian Sources of the Koran]. ''Middle East Forum''. 29 September 2014.</ref> Keluarganya berasal dari [[Bahasa Kutchi|Kutchi]].<ref>Phyllis Chesler. [https://www.meforum.org/4840/koran-the-judeo-christian-sources Interview: Ibn Warraq on the Judeo-Christian Sources of the Koran]. ''Middle East Forum''. 29 September 2014.</ref> Ibunya meninggal ketika ia masih bayi. Dia menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia "belajar bahasa Arab dan membaca Alquran sebagai seorang pemuda dengan harapan menjadi pengikut agama Islam." Ayahnya memutuskan untuk mengirimnya ke sekolah asrama di Inggris sebagian untuk menghindari upaya nenek untuk mendorong pendidikan agama eksklusif pada putranya di Madrasah setempat. Setelah kedatangannya di [[Inggris]], dia hanya melihat ayahnya sekali lagi, ketika dia berusia 14 tahun. Ayahnya meninggal dua tahun kemudian. Warraq mengklaim telah "malu" untuk sebagian besar masa mudanya.<ref>Priya Abraham, [http://www.worldmag.com/2007/06/dissident_voices "Dissident voices,"] ''World Magazine'', Vol. 22, No. 22, June 16, 2007 (accessed January 1, 2014; archive available at )</ref>


Pada 19 ia pindah ke [[Skotlandia]] untuk mengejar pendidikan di [[Universitas Edinburgh]], di mana ia belajar filsafat dan bahasa Arab dengan sarjana studi Islam W. Montgomery Watt.
Pada 19 ia pindah ke [[Skotlandia]] untuk mengejar pendidikan di [[Universitas Edinburgh]], di mana ia belajar filsafat dan bahasa Arab dengan sarjana studi Islam W. Montgomery Watt.<ref>Priya Abraham, [http://www.worldmag.com/2007/06/dissident_voices "Dissident voices,"] ''World Magazine'', Vol. 22, No. 22, June 16, 2007 (accessed January 1, 2014; archive available at )</ref>


Setelah lulus, Warraq adalah seorang guru sekolah dasar di London selama lima tahun dan pindah ke Prancis bersama istrinya pada tahun 1982, membuka sebuah restoran India. Dia juga bekerja sebagai kurir untuk agen perjalanan.
Setelah lulus, Warraq adalah seorang guru sekolah dasar di London selama lima tahun dan pindah ke Prancis bersama istrinya pada tahun 1982, membuka sebuah restoran India. Dia juga bekerja sebagai kurir untuk agen perjalanan.


== Menulis dan karya ==
Pada masa [[The Satanic Verses|perkara]] [[Salman Rushdie|Rushdie]], Ibn Warraq memperhatikan bahwa sering ada serangan kritis terhadap agama [[Kekristenan|Kristen]] dan Yahudi, tetapi tidak pernah pada Islam, yang - menurut Warraq - mencoba mengendalikan setiap aspek kehidupan individu, memberikan "tidak ada ruang untuk berpikir mandiri." Dia mengharapkan berbagai intelektual di Barat untuk membela Rushdie dan nilai-nilai seperti kebebasan berekspresi, tetapi "bukannya membela Rushdie dan haknya atas kebebasan berekspresi, mereka mengutuknya; mereka [[menyalahkan korban]]." Karena itu, Warraq mulai menulis untuk ''Free Enquiry Magazine'', publikasi humanis sekuler Amerika, tentang topik-topik seperti ''Mengapa Saya Bukan Muslim''. "Kedaulatan dalam Islam," kata Warraq dalam sebuah wawancara tahun 2006, "terletak pada Tuhan, sedangkan dalam hak asasi manusia, dalam demokrasi, misalnya, kedaulatan terletak pada manusia. Dan, hak asasi manusia, deklarasi universal hak asasi manusia, pada beberapa kesempatan, berbenturan dengan berbagai aspek hukum Islam, terutama dalam perlakuan terhadap perempuan dan non-Muslim. " Selain itu, Warraq menyatakan keprihatinan tentang kebebasan beragama: "Dalam Islam, Anda tidak memiliki hak untuk meninggalkan agama Anda. Anda terlahir sebagai seorang Muslim dan itu saja. Kemurtadan, artinya, meninggalkan agama Anda dalam Islam, Dapat dihukum mati."


Ibn Warraq terus menulis dengan beberapa karya memeriksa historiografi dari Al-Qur'an dan Muhammad. Buku-buku lain membahas topik nilai-nilai humanis sekuler di kalangan umat Islam. Dalam ''The Origins of The Quran: Esai Klasik tentang Kitab Suci Islam'', Ibn Warraq memasukkan beberapa penelitian Theodor Nöldeke.
Ibn Warraq terus menulis dengan beberapa karya memeriksa historiografi dari Al-Qur'an dan Muhammad. Buku-buku lain membahas topik nilai-nilai humanis sekuler di kalangan umat Islam. Dalam ''The Origins of The Quran: Esai Klasik tentang Kitab Suci Islam'', Ibn Warraq memasukkan beberapa penelitian Theodor Nöldeke.


Pada 2005, Warraq menghabiskan beberapa bulan bekerja dengan Christoph Luxenberg, yang menulis tentang penafsiran Sura vs. Arab tentang ayat Alquran.
Pada 2005, Warraq menghabiskan beberapa bulan bekerja dengan Christoph Luxenberg, yang menulis tentang penafsiran Sura vs. Arab tentang ayat Alquran.<ref>Center for Inquiry, Volume 9 Edisie 5, Juli 2005. Cendekiawan Qur'an Christoph Luxenberg telah mencoba menunjukkan bahwa banyak ketidakjelasan Quran menghilang jika kita membaca kata-kata tertentu sebagai bahasa Syria dan bukan bahasa Arab. Ini akan mencakup, misalnya, menafsirkan kembali janji perawan di akhirat sebagai janji untuk minuman dingin dan makanan enak. Karya Luxenberg telah diterima dengan baik di kalangan cendekiawan Islam, dan kritikus terpandang Ibn Warraq menganggapnya sebagai buku paling penting yang pernah ditulis di Alquran. Dalam serangkaian tiga kuliah, Warraq, yang telah menghabiskan beberapa bulan bekerja dengan Luxenberg, akan memberikan ringkasan penelitian Luxenberg."</ref>


Pada Februari 2006, ia berpartisipasi dengan beberapa spesialis lain di Konferensi Peringatan [[Pim Fortuyn]] tentang Islam di [[Den Haag]] (17–19 Februari 2006).
Pada Februari 2006, ia berpartisipasi dengan beberapa spesialis lain di Konferensi Peringatan [[Pim Fortuyn]] tentang Islam di [[Den Haag]] (17–19 Februari 2006).<ref>[http://www.militantislammonitor.org/article/id/1675 Pim Fortuyn Memorial Conference on Islam in The Hague on Militant Islam Monitor.]</ref><ref>[http://www.brusselsjournal.com/node/840 Pim Fortuyn Memorial Conference on Islam in The Hague on The Brussels Journal.]</ref>


Pada bulan Maret 2006, sebuah surat yang ia tandatangani bersama berjudul ''MANIFESTO: Bersama-sama menghadapi totaliterisme baru'' dengan sebelas orang lainnya (terutama [[Salman Rushdie]]) diterbitkan sebagai tanggapan atas protes keras dan mematikan di dunia Islam di sekitar [[Kontroversi kartun Nabi Muhammad Jyllands-Posten|kontroversi kartun]] ''[[Jyllands-Posten]]'' [[Muhammad]].
Pada bulan Maret 2006, sebuah surat yang ia tandatangani bersama berjudul ''MANIFESTO: Bersama-sama menghadapi totaliterisme baru'' dengan sebelas orang lainnya (terutama [[Salman Rushdie]]) diterbitkan sebagai tanggapan atas protes keras dan mematikan di dunia Islam di sekitar [[Kontroversi kartun Nabi Muhammad Jyllands-Posten|kontroversi kartun]] ''[[Jyllands-Posten]]'' [[Muhammad]].<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/4763520.stm Writers issue cartoon row warning]. ''BBC''. March 1, 2006.</ref>


Meskipun ia tidak menganut agama tertentu, ia memiliki pendapat yang lebih tinggi tentang [[humanisme]] daripada Islam. Dia adalah pendiri Lembaga Sekularisasi Masyarakat Islam (ISIS). Terlepas dari kritiknya terhadap Islam, ia tidak berpandangan bahwa Islam tidak dapat direformasi; dan dia bekerja dengan Muslim liberal di kelompoknya. Dia menggambarkan dirinya sebagai seorang [[ateisme|ateis]] atau seorang [[Agnostisisme|agnostik]].
Meskipun ia tidak menganut agama tertentu,<ref>Henryk M. Broder. [https://www.spiegel.de/kultur/gesellschaft/islamkritiker-ibn-warraq-dieser-kalte-krieg-kann-100-jahre-dauern-a-499223.html Islamkritiker Ibn Warraq: "Dieser Kalte Krieg kann 100 Jahre dauern"]. ''Der Spiegel''. 12 August 2007.</ref> ia memiliki pendapat yang lebih tinggi tentang [[humanisme]] daripada Islam.<ref>''Why I am not a Muslim'', p. 116–23.</ref> Dia adalah pendiri Lembaga Sekularisasi Masyarakat Islam (ISIS). Terlepas dari kritiknya terhadap Islam, ia tidak berpandangan bahwa Islam tidak dapat direformasi; dan dia bekerja dengan Muslim liberal di kelompoknya. Dia menggambarkan dirinya sebagai seorang [[ateisme|ateis]] atau seorang [[Agnostisisme|agnostik]].<ref>Priya Abraham, [http://www.worldmag.com/2007/06/dissident_voices "Dissident voices,"] ''World Magazine'', Vol. 22, No. 22, June 16, 2007 (accessed January 1, 2014; archive available at )</ref>


Tak lama setelah 9/11, penulis pidato [[George W. Bush]] David Frum, yang dikenal karena menciptakan istilah "Axis of Evil", menjamu Ibn Warraq pada jam makan siang satu setengah jam di [[Gedung Putih]].
Tak lama setelah 9/11, penulis pidato [[George W. Bush]] David Frum, yang dikenal karena menciptakan istilah "Axis of Evil",<ref>Matthew Engel. [https://www.theguardian.com/world/2002/feb/27/usa.matthewengel Proud wife turns 'axis of evil' speech into a resignation letter]. ''The Guardian''. February 27, 2002.</ref> menjamu Ibn Warraq pada jam makan siang satu setengah jam di [[Gedung Putih]].<ref>Chris Mooney. [http://prospect.org/article/holy-war Holy War]. ''The American Prospect''. December 19, 2001.</ref>


Karya-karya op-ed Warraq telah muncul di ''The Wall Street Journal'' dan ''The Guardian'' di London, dan ia telah berbicara kepada badan-badan pemerintahan di seluruh dunia, termasuk PBB di [[Jenewa]].
Karya-karya op-ed Warraq telah muncul di ''The Wall Street Journal'' dan ''The Guardian'' di London,<ref>Ibn Warraq. [https://www.theguardian.com/books/2002/jan/12/books.guardianreview5 Virgins? What virgins?]. ''The Guardian''. 12 January 2002.</ref> dan ia telah berbicara kepada badan-badan pemerintahan di seluruh dunia, termasuk PBB di [[Jenewa]].<ref>The Campus enquirer Volume 10, Issue 2 March 2006.</ref>


Pada tahun 2007, ia berpartisipasi dalam KTT Islam Sekuler [[St. Petersburg, Florida]] bersama dengan para pemikir dan reformasi Muslim lainnya seperti Ayaan Hirsi Ali, Wafa Sultan, dan [[Irshad Manji]]. Kelompok ini merilis Deklarasi St Petersburg, yang mendesak pemerintah dunia untuk, antara lain, menolak hukum Syariah, pengadilan [[fatwa]], pemerintahan ulama, dan agama yang disetujui negara dalam segala bentuknya; dan untuk menentang semua hukuman karena penistaan dan penyesatan, yang mereka yakini melanggar Pasal 18 [[Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia]].
Pada tahun 2007, ia berpartisipasi dalam KTT Islam Sekuler [[St. Petersburg, Florida]] bersama dengan para pemikir dan reformasi Muslim lainnya seperti Ayaan Hirsi Ali, Wafa Sultan, dan [[Irshad Manji]].<ref>[http://www.secularislam.org/blog/post/SI_Blog/21/The-St-Petersburg-Declaration The St. Petersburg Declaration].</ref> Kelompok ini merilis Deklarasi St Petersburg, yang mendesak pemerintah dunia untuk, antara lain, menolak hukum Syariah, pengadilan [[fatwa]], pemerintahan ulama, dan agama yang disetujui negara dalam segala bentuknya; dan untuk menentang semua hukuman karena penistaan dan penyesatan, yang mereka yakini melanggar Pasal 18 [[Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia]].


Pada Oktober 2007, Warraq berpartisipasi dalam debat IQ2 di London dengan Douglas Murray, David Aaronovitch, [[Tariq Ramadan]], William Dalrymple, dan Charles Glass.
Pada Oktober 2007, Warraq berpartisipasi dalam debat IQ2 di London dengan Douglas Murray, David Aaronovitch, [[Tariq Ramadan]], William Dalrymple, dan Charles Glass.<ref>[http://www.spectator.co.uk/intelligence/242761/we-should-not-be-reluctant-to-assert-the-superiority-of-western-values.thtml Intelligence Squared Debates on the topic "We should not be reluctant to assert the superiority of Western values"]. ''The Spectator''. 9 October 2007.</ref>


== Pengasingan ==
== Pengasingan ==
Sebelum 2007, Ibn Warraq menolak untuk menunjukkan wajahnya di depan umum. Ini karena kekhawatiran akan keselamatan pribadinya dan juga karena keinginannya untuk bepergian untuk melihat keluarganya di Pakistan tanpa ditolak akses ke negara-negara mayoritas Muslim. Wajahnya pingsan di situs web Lembaga Sekularisasi Masyarakat Islam.
Sebelum 2007, Ibn Warraq menolak untuk menunjukkan wajahnya di depan umum. Ini karena kekhawatiran akan keselamatan pribadinya dan juga karena keinginannya untuk bepergian untuk melihat keluarganya di Pakistan tanpa ditolak akses ke negara-negara mayoritas Muslim. Wajahnya pingsan di situs web Lembaga Sekularisasi Masyarakat Islam.<ref>[http://www.secularislam.org/blog/post/summit/3/Speakers Speakers]. ''Secular Islam Summit''. SecularIslam.org. 2006.</ref>


== Penerimaan ==
== Penerimaan ==
=== Puji ===
=== Puji ===
Dalam ulasan 1996 tentang ''Mengapa Saya Bukan Muslim'', Daniel Pipes menulis bahwa "[dengan] beberapa pengecualian, ia [Warraq] bergantung hampir sepenuhnya pada tradisi studi Islam di Barat" tetapi menyimpulkan bahwa "[d] mengemukakan kemarahannya, 'Ibn Warraq' telah menulis sebuah buku yang serius dan memancing pemikiran "menyerukan" tanggapan yang sama kuatnya dari seorang Muslim yang beriman." Pipes juga menggambarkan ''Mengapa Saya Bukan Muslim'' (1995) sebagai "diteliti dengan baik dan cukup cemerlang." David Pryce-Jones mengatakan bahwa itu adalah "pemeriksaan yang terdokumentasi dengan cermat terhadap kehidupan dan pengajaran Nabi Muhammad, Alquran dan sumber-sumbernya, dan budaya yang dihasilkan." [[Christopher Hitchens]] menggambarkan ''Mengapa Saya Bukan Muslim'' sebagai "buku favorit saya tentang Islam."
Dalam ulasan 1996 tentang ''Mengapa Saya Bukan Muslim'', Daniel Pipes menulis bahwa "[dengan] beberapa pengecualian, ia [Warraq] bergantung hampir sepenuhnya pada tradisi studi Islam di Barat" tetapi menyimpulkan bahwa "[d] mengemukakan kemarahannya, 'Ibn Warraq' telah menulis sebuah buku yang serius dan memancing pemikiran "menyerukan" tanggapan yang sama kuatnya dari seorang Muslim yang beriman."<ref>Daniel Pipes, [http://www.meforum.org/1107/why-i-am-not-a-muslim "Why I Am Not a Muslim,"] ''Middle East Quarterly'', Volume III, Edisi 1, Maret 1996</ref> Pipes juga menggambarkan ''Mengapa Saya Bukan Muslim'' (1995) sebagai "diteliti dengan baik dan cukup cemerlang."<ref>Daniel Pipes, "[http://www.danielpipes.org/893/why-i-am-not-a-muslim Mengapa Saya Bukan Muslim]," (22 Januari 1996 hal1), "Ibnu Warraq membawa palu godam ilmiah untuk tugas menghancurkan Islam. Menulis polemik melawan Islam, khususnya bagi seorang penulis kelahiran Muslim, adalah tindakan yang sangat memanas sehingga penulis harus menulis dengan nama samaran; tidak melakukan itu akan menjadi tindakan bunuh diri. Dan apa yang harus ditunjukkan oleh Ibn Warraq untuk tindakan pembangkangan yang belum pernah terjadi ini? diteliti dengan baik dan cukup brilian, jika agak tidak terorganisir, tuduhan terhadap salah satu agama besar dunia. Sementara penulis menyangkal kepura-puraan terhadap orisinalitas, ia telah membaca cukup banyak untuk menulis esai yang menawarkan render novel iman yang ia tinggalkan."</ref> David Pryce-Jones mengatakan bahwa itu adalah "pemeriksaan yang terdokumentasi dengan cermat terhadap kehidupan dan pengajaran Nabi Muhammad, Alquran dan sumber-sumbernya, dan budaya yang dihasilkan."<ref>David Pryce-Jones [http://www.newcriterion.com/articles.cfm/enough-said-3743 "Enough Said,"] ''The New Criterion'', Januari 2008</ref> [[Christopher Hitchens]] menggambarkan ''Mengapa Saya Bukan Muslim'' sebagai "buku favorit saya tentang Islam."<ref>Christopher Hitchens, [https://www.theatlantic.com/magazine/archive/2003/04/holy-writ/302701/ "Holy Writ,"] ''The Atlantic'', 1 April 2003.</ref>


Pada 2007, Douglas Murray menggambarkan Ibn Warraq sebagai:
Pada 2007, Douglas Murray menggambarkan Ibn Warraq sebagai:


Dalam review buku Ibn Warraq tahun 2008, ''Defending the West: A Critique of Edward Said's Orientalism'' ("Membela Barat: Kritik terhadap Orientalisme Edward Said"), ilmuwan politik Peter Berkowitz menggambarkan Warraq sebagai "kritik yang layak" untuk [[Edward Said]]. Berkowitz mengatakan bahwa "dengan kombinasi langka dari semangat polemik dan pembelajaran luar biasa, itu [''Membela Barat''] adalah [kritik panjang buku] pertama yang membahas dan membantah argumen Said 'dengan latar belakang presentasi yang lebih umum dari aspek-aspek penting Barat peradaban.'"<ref>Peter Berkowitz, [http://www.hoover.org/publications/policy-review/article/5664 "Answering Edward Said: Peter Berkowitz on ''Defending the West: A Critique of Edward Said's Orientalism'' by Ibn Warraq,"] ''Policy Review'' number 149, June 2, 2008.</ref> Dalam ulasan tahun 2009 tentang Membela Barat A. J. Caschetta menyimpulkan bahwa "Kritik Ibn Warraq terhadap pemikiran dan pekerjaan Said adalah teliti dan meyakinkan, benar-benar menghancurkan bagi siapa pun tergantung pada Saidisme. Seharusnya berlaku bagi ''Orientalisme'' seperti yang dilakukan Mary Lefkowitz pada ''Not Out of Africa'' terhadap Martin Bernal, ''Black Athena''."<ref>A. J. Caschetta, [http://www.meforum.org/2069/defending-the-west "Defending the West: A Critique of Edward Said's Orientalism,"] ''Middle East Quarterly'', Vol. XVI, Num. 1, Winter 2009</ref> Pryce-Jones mengatakan bahwa itu "menghancurkan dengan cermat 'narasi' Saidian."<ref>David Pryce-Jones [http://www.newcriterion.com/articles.cfm/enough-said-3743 "Enough Said,"] ''The New Criterion'', Januari 2008</ref>


Dalam review buku Ibn Warraq tahun 2008, ''Defending the West: A Critique of Edward Said's Orientalism'' ("Membela Barat: Kritik terhadap Orientalisme Edward Said"), ilmuwan politik Peter Berkowitz menggambarkan Warraq sebagai "kritik yang layak" untuk [[Edward Said]]. Berkowitz mengatakan bahwa "dengan kombinasi langka dari semangat polemik dan pembelajaran luar biasa, itu [''Membela Barat''] adalah [kritik panjang buku] pertama yang membahas dan membantah argumen Said 'dengan latar belakang presentasi yang lebih umum dari aspek-aspek penting Barat peradaban.'" Dalam ulasan tahun 2009 tentang Membela Barat A. J. Caschetta menyimpulkan bahwa "Kritik Ibn Warraq terhadap pemikiran dan pekerjaan Said adalah teliti dan meyakinkan, benar-benar menghancurkan bagi siapa pun tergantung pada Saidisme. Seharusnya berlaku bagi ''Orientalisme'' seperti yang dilakukan Mary Lefkowitz pada ''Not Out of Africa'' terhadap Martin Bernal, ''Black Athena''." Pryce-Jones mengatakan bahwa itu "menghancurkan dengan cermat 'narasi' Saidian."
Dalam ulasan 2012 buku Ibnu Warraq, ''Virgins? What Virgins?'' ("Perawan-perawan? Perawan-perawan mana?", sejarawan Universitas Rice dari Islam David Cook menulis: "Sebagai seorang sarjana Islam sendiri, saya menemukan sikap Ibn Warraq sangat menyegarkan, dan keilmuannya untuk sebagian besar akurat dan menghancurkan dalam menunjukkan dengan tepat kelemahan-kelemahan dalam ortodoksi Muslim." Esai ketiga buku itu, Cook melanjutkan, "hampir bisa berfungsi sebagai sejarah bidang kita, dan kegagalan sistematisnya untuk mengkritik teks-teks dasar Islam seperti halnya agama-agama lain telah dikritik."<ref>David Cook, [http://www.reasonpapers.com/pdf/342/rp_342_22.pdf "Ibn Warraq. ''Virgins? What Virgins? and Other Essays''"] in [http://www.reasonpapers.com/ ''Reason Papers: A Journal of Interdisciplinary Normative Studies''], vol. 34, no. 2 (October 2012), p. 235</ref>
 
Dalam ulasan 2012 buku Ibnu Warraq, ''Virgins? What Virgins?'' ("Perawan-perawan? Perawan-perawan mana?", sejarawan Universitas Rice dari Islam David Cook menulis: "Sebagai seorang sarjana Islam sendiri, saya menemukan sikap Ibn Warraq sangat menyegarkan, dan keilmuannya untuk sebagian besar akurat dan menghancurkan dalam menunjukkan dengan tepat kelemahan-kelemahan dalam ortodoksi Muslim." Esai ketiga buku itu, Cook melanjutkan, "hampir bisa berfungsi sebagai sejarah bidang kita, dan kegagalan sistematisnya untuk mengkritik teks-teks dasar Islam seperti halnya agama-agama lain telah dikritik."


=== Kritik ===
=== Kritik ===
Dalam meninjau kompilasi Ibn Warraq, ''The Origins of the Quran'' ("Asal-Usul Al-Quran"), profesor studi agama Herbert Berg telah menjulukinya "polemik dan tidak konsisten" dalam tulisannya. Berg memuji dimasukkannya esai oleh Theodor Nöldeke, tetapi panja dimasukkannya William St Clair Tisdall sebagai "bukan esai ilmiah terutama". Dia menyimpulkan "Sepertinya Ibn Warraq telah memasukkan beberapa esai tidak berdasarkan nilai keilmuan mereka atau status mereka sebagai 'klasik', tetapi lebih atas dasar permusuhan mereka terhadap Islam. Ini tidak serta merta mengurangi nilai koleksi, tetapi pembaca harus menyadari bahwa koleksi ini tidak sepenuhnya mewakili beasiswa klasik tentang Al-Qur'an."
Dalam meninjau kompilasi Ibn Warraq, ''The Origins of the Quran'' ("Asal-Usul Al-Quran"), profesor studi agama Herbert Berg telah menjulukinya "polemik dan tidak konsisten" dalam tulisannya. Berg memuji dimasukkannya esai oleh Theodor Nöldeke, tetapi panja dimasukkannya William St Clair Tisdall sebagai "bukan esai ilmiah terutama". Dia menyimpulkan "Sepertinya Ibn Warraq telah memasukkan beberapa esai tidak berdasarkan nilai keilmuan mereka atau status mereka sebagai 'klasik', tetapi lebih atas dasar permusuhan mereka terhadap Islam. Ini tidak serta merta mengurangi nilai koleksi, tetapi pembaca harus menyadari bahwa koleksi ini tidak sepenuhnya mewakili beasiswa klasik tentang Al-Qur'an."<ref>Herbert Berg. ''Ibn Warraq (ed): ''The Origins of the Koran: Classic Essays on Islam's Holy Book''''. ''Bulletin of the School of Oriental and African Studies''. 1999. Vol. 62 (3). hlm. 557–558. doi:10.1017/S0041977X00018693.</ref>


Dalam meninjau esai Ibn Warraq dalam bukunya ''The Quest for the Historical Muhammad'' (2001) [[Fred Donner]], seorang profesor dalam studi Timur Dekat, mencatat kurangnya pelatihan spesialis dalam studi Arab, mengutip "penanganan yang tidak konsisten dari bahan-bahan Arab," dan argumen tidak orisinal, dan " favoritisme berat "terhadap teori revisionis dan" agenda kompiler [yaitu Ibn Warraq], yang bukan beasiswa, tetapi polemik anti-Islam." Antropolog dan sejarawan Daniel Martin Varisco telah mengkritik buku Ibn Warraq Defending the West: A Critique of Orientalism Edward Said , menulis bahwa "Anak penjual buku modern ini mencetak lelucon polemik yang tidak sebanding dengan 500 halaman kertas yang dibuangnya."
Dalam meninjau esai Ibn Warraq dalam bukunya ''The Quest for the Historical Muhammad'' (2001) [[Fred Donner]], seorang profesor dalam studi Timur Dekat, mencatat kurangnya pelatihan spesialis dalam studi Arab, mengutip "penanganan yang tidak konsisten dari bahan-bahan Arab," dan argumen tidak orisinal, dan " favoritisme berat "terhadap teori revisionis dan" agenda kompiler [yaitu Ibn Warraq], yang bukan beasiswa, tetapi polemik anti-Islam."<ref>Donner, Fred. (2001) [http://fp.arizona.edu/mesassoc//Bulletin/35-1/35-1RelPhilLaw.htm Review: The Quest for the Historical Muhammad] . Middle East Studies Association Bulletin, University of Chicago.</ref> Antropolog dan sejarawan Daniel Martin Varisco telah mengkritik buku Ibn Warraq Defending the West: A Critique of Orientalism Edward Said , menulis bahwa "Anak penjual buku modern ini mencetak lelucon polemik yang tidak sebanding dengan 500 halaman kertas yang dibuangnya."<ref>Daniel Martin Varisco. ''Orientalism's Wake: The Ongoing Politics of a Polemic''. 2009.</ref>


Karyanya, ''The Origins of the Quran'', itu sendiri didasarkan pada polemik oleh St Clair Tisdall "Sumber asli Al-Qur'an" yang digambarkan oleh François de Blois sebagai "propaganda misionaris yang jelas-jelas jelek".
Karyanya, ''The Origins of the Quran'', itu sendiri didasarkan pada polemik oleh St Clair Tisdall "Sumber asli Al-Qur'an" yang digambarkan oleh François de Blois sebagai "propaganda misionaris yang jelas-jelas jelek".<ref>François de Blois. ''Review of Ibn Warraq's ''The Origins Of The Koran: Classic Essays On Islam's Holy Book''''. ''Journal of the Royal Asiatic Society''. 2000. Vol. 10 (1). hlm. 88. doi:10.1017/S1356186300012013.</ref>


François de Blois dalam mengkaji ''The Origins of the Quran'', menyatakan bahwa "sungguh mengejutkan bahwa editor, yang dalam bukunya ''Mengapa Saya Bukan Muslim'', mengambil postur yang sangat tinggi sebagai rasionalis kritis dan penentang segala bentuk obskurantisme, sekarang sangat bergantung banyak pada tulisan-tulisan oleh polemik Kristen dari abad kesembilan belas". Asma Afsaruddin menyatakan bahwa "Ibn Warraq tidak tertarik pada debat; ia menginginkan konversi total ke sudut pandangnya dalam komunitas ulama Islam" dan menambahkan bahwa karyanya, The Origins of The Quran , "tidak perlu meracuni atmosfer dan menghalangi upaya untuk terlibat dalam diskusi ilmiah yang jujur".


== Bekerja ==
== Bekerja ==
* ''Why I Am Not a Muslim'' ("Mengapa Saya Bukan Muslim"), Ibn Warraq, kata pengantar oleh R. Joseph Hoffmann, Prometheus Books, 1995, hardcover, 428 halaman,
* ''Why I Am Not a Muslim'' ("Mengapa Saya Bukan Muslim"), Ibn Warraq, kata pengantar oleh R. Joseph Hoffmann, Prometheus Books, 1995, hardcover, 428 halaman,  
* ''The Origins of The Koran: Classic Essays on Islam's Holy Book'' ("Asal-Usul Al-Quran: Esai Klasik tentang Kitab Suci Islam"), diedit oleh Ibn Warraq, Prometheus Books, 1998, hardcover, 420 halaman,
* ''The Origins of The Koran: Classic Essays on Islam's Holy Book'' ("Asal-Usul Al-Quran: Esai Klasik tentang Kitab Suci Islam"), diedit oleh Ibn Warraq, Prometheus Books, 1998, hardcover, 420 halaman,  
* ''The Quest for the Historical Muhammad'' ("Pencarian untuk Muhammad Sejarah"), diedit dan diterjemahkan oleh Ibn Warraq, Prometheus Books, 2000, hardcover, 554 halaman,
* ''The Quest for the Historical Muhammad'' ("Pencarian untuk Muhammad Sejarah"), diedit dan diterjemahkan oleh Ibn Warraq, Prometheus Books, 2000, hardcover, 554 halaman,  
* ''What the Koran Really Says: Language, Text, and Commentary'' ("Apa yang Sebenarnya Dikatakan oleh Al-Quran: Bahasa, Teks, dan Komentar"), diedit dan diterjemahkan oleh Ibn Warraq, Prometheus Books, 2002, 600 halaman,
* ''What the Koran Really Says: Language, Text, and Commentary'' ("Apa yang Sebenarnya Dikatakan oleh Al-Quran: Bahasa, Teks, dan Komentar"), diedit dan diterjemahkan oleh Ibn Warraq, Prometheus Books, 2002, 600 halaman,  
* ''Leaving Islam: Apostates Speak Out'' ("Meninggalkan Islam: Murtad-Murtad Berbicara"), diedit oleh Ibn Warraq, Prometheus Books, 2003, hardcover, 320 halaman,
* ''Leaving Islam: Apostates Speak Out'' ("Meninggalkan Islam: Murtad-Murtad Berbicara"), diedit oleh Ibn Warraq, Prometheus Books, 2003, hardcover, 320 halaman,  
* ''Defending the West: A Critique of Edward Said's Orientalism'' ("Membela Barat: Kritik terhadap Orientalisme Edward Said"), Prometheus Books, 2007, hardcover, 300 halaman,
* ''Defending the West: A Critique of Edward Said's Orientalism'' ("Membela Barat: Kritik terhadap Orientalisme Edward Said"), Prometheus Books, 2007, hardcover, 300 halaman,  
* ''Which Koran?: Variants, Manuscripts, and the Influence of Pre-Islamic Poetry'' ("Quran mana?: Varian, Naskah, dan Pengaruh Puisi Pra-Islam"), Prometheus Books, 2008, 631 halaman,
* ''Which Koran?: Variants, Manuscripts, and the Influence of Pre-Islamic Poetry'' ("Quran mana?: Varian, Naskah, dan Pengaruh Puisi Pra-Islam"), Prometheus Books, 2008, 631 halaman,  
* ''Why the West is Best: A Muslim Apostate's Defense of Liberal Democracy'' ("Mengapa Barat Terbaik: Pertahanan Seorang Murtad untuk Demokrasi Liberal"), Encounter Books, 2011, 286 halaman,
* ''Why the West is Best: A Muslim Apostate's Defense of Liberal Democracy'' ("Mengapa Barat Terbaik: Pertahanan Seorang Murtad untuk Demokrasi Liberal"), Encounter Books, 2011, 286 halaman,  
* ''Sir Walter Scott's Crusades & Other Fantasies'' ("Perang Salib oleh Sir Walter Scott & Lainnya Fantasies"), Ibn Warraq, New English Review Press, 2013, paperback, 259 halaman,
* ''Sir Walter Scott's Crusades & Other Fantasies'' ("Perang Salib oleh Sir Walter Scott & Lainnya Fantasies"), Ibn Warraq, New English Review Press, 2013, paperback, 259 halaman,  
* ''Koranic Allusions: The Biblical, Qumranian, and pre-Islamic background to the Koran'' ("Alusi Alquran: Latar belakang Alkitabiah, Qumranian, dan pra-Islam terhadap Alquran"), Prometheus Books, 2013, 463 halaman,
* ''Koranic Allusions: The Biblical, Qumranian, and pre-Islamic background to the Koran'' ("Alusi Alquran: Latar belakang Alkitabiah, Qumranian, dan pra-Islam terhadap Alquran"), Prometheus Books, 2013, 463 halaman,  
* ''Christmas in the Koran: Luxenberg, Syriac, and the Near Eastern and Judeo-Christian Background of Islam'' ("Natal dalam Al-Quran: Luxenberg, Suryani, dan Timur Dekat dan Latar Belakang Yahudi-Kristen Islam"), diedit oleh Ibn Warraq, Prometheus Books, 2014, hardcover, 805 halaman,
* ''The Islam in Islamic Terrorism: The Importance of Beliefs, Ideas, and Ideology'' ("Islam dalam Terorisme Islam: Pentingnya Keyakinan, Ide, dan Ideologi"), Ibn Warraq, New English Review Press, 2017, paperback, 396 halaman,  
* ''The Islam in Islamic Terrorism: The Importance of Beliefs, Ideas, and Ideology'' ("Islam dalam Terorisme Islam: Pentingnya Keyakinan, Ide, dan Ideologi"), Ibn Warraq, New English Review Press, 2017, paperback, 396 halaman,


== Catatan ==
== Catatan ==
== Referansi ==
== Referansi ==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ibn+Warraq&oldid=29407575 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29407575 (2026-07-01T09:54:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ibn+Warraq&oldid=29407575 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29407575 (2026-07-01T09:54:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.30

Ibn Warraq 2018

Ibn Warraq adalah nama pena seorang penulis anonim yang kritis terhadap Islam. Dia adalah pendiri Institut Sekularisasi Masyarakat Islam dan dulunya adalah seorang peneliti senior di Pusat Penyelidikan,[1][2][3] yang berfokus pada kritik Alquran.[4][5] Warraq adalah Wakil Presiden World Encounter Institute.[6]

Warraq telah menulis historiografi abad-abad awal dari garis waktu Islam dan telah menerbitkan karya-karya yang mempertanyakan konsepsi arus utama periode itu. Nama pena Ibn Warraq (Bahasa Arab: ابن وراق, paling harfiah "putra seorang pembuat kertas") digunakan karena keprihatinannya akan keselamatan pribadinya; Warraq menyatakan, "Saya takut menjadi Salman Rushdie yang kedua."[7] Ini adalah nama yang telah diadopsi oleh penulis pembangkang sepanjang sejarah Islam.[8] Namanya mengacu pada sarjana skeptis abad ke-9 Abu Isa al-Warraq.[9] Warraq mengadopsi nama samaran pada tahun 1995 ketika ia menyelesaikan buku pertamanya, yang berjudul Why I Am Not a Muslim ("Mengapa Saya Bukan Muslim").

Komentar Warraq tentang Islam telah dikritik oleh spesialis akademis dalam sejarah Islam sebagai polemik, terlalu revisionis dan kurang keahlian,[10][11][12] sementara yang lain memuji itu sebagai menyegarkan, diteliti dengan baik, dan sebagian besar akurat.[13][14]

Dia adalah penulis sembilan buku, termasuk The Origins of the Quran (1998), The Quest for the Historical Muhammad (2000), What the Koran Really Says: Language, Text and Commentary (2002), Defending the West: A Critique of Edward Said's Orientalism (2007), Qur'an mana ?: Varian, Naskah, dan Pengaruh Puisi Pra-Islam (2008), Mengapa Barat Adalah yang Terbaik: Pertahanan Murtad untuk Demokrasi Liberal (2011) dan Perang Salib oleh Sir Walter Scott & Lainnya Fantasies (2013).

Kehidupan awal dan pendidikan

Warraq lahir di Rajkot, Gujarat di India Britania dan keluarganya bermigrasi ke Pakistan yang baru merdeka pada tahun 1947.[15][16] Keluarganya berasal dari Kutchi.[17] Ibunya meninggal ketika ia masih bayi. Dia menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia "belajar bahasa Arab dan membaca Alquran sebagai seorang pemuda dengan harapan menjadi pengikut agama Islam." Ayahnya memutuskan untuk mengirimnya ke sekolah asrama di Inggris sebagian untuk menghindari upaya nenek untuk mendorong pendidikan agama eksklusif pada putranya di Madrasah setempat. Setelah kedatangannya di Inggris, dia hanya melihat ayahnya sekali lagi, ketika dia berusia 14 tahun. Ayahnya meninggal dua tahun kemudian. Warraq mengklaim telah "malu" untuk sebagian besar masa mudanya.[18]

Pada 19 ia pindah ke Skotlandia untuk mengejar pendidikan di Universitas Edinburgh, di mana ia belajar filsafat dan bahasa Arab dengan sarjana studi Islam W. Montgomery Watt.[19]

Setelah lulus, Warraq adalah seorang guru sekolah dasar di London selama lima tahun dan pindah ke Prancis bersama istrinya pada tahun 1982, membuka sebuah restoran India. Dia juga bekerja sebagai kurir untuk agen perjalanan.


Ibn Warraq terus menulis dengan beberapa karya memeriksa historiografi dari Al-Qur'an dan Muhammad. Buku-buku lain membahas topik nilai-nilai humanis sekuler di kalangan umat Islam. Dalam The Origins of The Quran: Esai Klasik tentang Kitab Suci Islam, Ibn Warraq memasukkan beberapa penelitian Theodor Nöldeke.

Pada 2005, Warraq menghabiskan beberapa bulan bekerja dengan Christoph Luxenberg, yang menulis tentang penafsiran Sura vs. Arab tentang ayat Alquran.[20]

Pada Februari 2006, ia berpartisipasi dengan beberapa spesialis lain di Konferensi Peringatan Pim Fortuyn tentang Islam di Den Haag (17–19 Februari 2006).[21][22]

Pada bulan Maret 2006, sebuah surat yang ia tandatangani bersama berjudul MANIFESTO: Bersama-sama menghadapi totaliterisme baru dengan sebelas orang lainnya (terutama Salman Rushdie) diterbitkan sebagai tanggapan atas protes keras dan mematikan di dunia Islam di sekitar kontroversi kartun Jyllands-Posten Muhammad.[23]

Meskipun ia tidak menganut agama tertentu,[24] ia memiliki pendapat yang lebih tinggi tentang humanisme daripada Islam.[25] Dia adalah pendiri Lembaga Sekularisasi Masyarakat Islam (ISIS). Terlepas dari kritiknya terhadap Islam, ia tidak berpandangan bahwa Islam tidak dapat direformasi; dan dia bekerja dengan Muslim liberal di kelompoknya. Dia menggambarkan dirinya sebagai seorang ateis atau seorang agnostik.[26]

Tak lama setelah 9/11, penulis pidato George W. Bush David Frum, yang dikenal karena menciptakan istilah "Axis of Evil",[27] menjamu Ibn Warraq pada jam makan siang satu setengah jam di Gedung Putih.[28]

Karya-karya op-ed Warraq telah muncul di The Wall Street Journal dan The Guardian di London,[29] dan ia telah berbicara kepada badan-badan pemerintahan di seluruh dunia, termasuk PBB di Jenewa.[30]

Pada tahun 2007, ia berpartisipasi dalam KTT Islam Sekuler St. Petersburg, Florida bersama dengan para pemikir dan reformasi Muslim lainnya seperti Ayaan Hirsi Ali, Wafa Sultan, dan Irshad Manji.[31] Kelompok ini merilis Deklarasi St Petersburg, yang mendesak pemerintah dunia untuk, antara lain, menolak hukum Syariah, pengadilan fatwa, pemerintahan ulama, dan agama yang disetujui negara dalam segala bentuknya; dan untuk menentang semua hukuman karena penistaan dan penyesatan, yang mereka yakini melanggar Pasal 18 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

Pada Oktober 2007, Warraq berpartisipasi dalam debat IQ2 di London dengan Douglas Murray, David Aaronovitch, Tariq Ramadan, William Dalrymple, dan Charles Glass.[32]

Pengasingan

Sebelum 2007, Ibn Warraq menolak untuk menunjukkan wajahnya di depan umum. Ini karena kekhawatiran akan keselamatan pribadinya dan juga karena keinginannya untuk bepergian untuk melihat keluarganya di Pakistan tanpa ditolak akses ke negara-negara mayoritas Muslim. Wajahnya pingsan di situs web Lembaga Sekularisasi Masyarakat Islam.[33]

Penerimaan

Puji

Dalam ulasan 1996 tentang Mengapa Saya Bukan Muslim, Daniel Pipes menulis bahwa "[dengan] beberapa pengecualian, ia [Warraq] bergantung hampir sepenuhnya pada tradisi studi Islam di Barat" tetapi menyimpulkan bahwa "[d] mengemukakan kemarahannya, 'Ibn Warraq' telah menulis sebuah buku yang serius dan memancing pemikiran "menyerukan" tanggapan yang sama kuatnya dari seorang Muslim yang beriman."[34] Pipes juga menggambarkan Mengapa Saya Bukan Muslim (1995) sebagai "diteliti dengan baik dan cukup cemerlang."[35] David Pryce-Jones mengatakan bahwa itu adalah "pemeriksaan yang terdokumentasi dengan cermat terhadap kehidupan dan pengajaran Nabi Muhammad, Alquran dan sumber-sumbernya, dan budaya yang dihasilkan."[36] Christopher Hitchens menggambarkan Mengapa Saya Bukan Muslim sebagai "buku favorit saya tentang Islam."[37]

Pada 2007, Douglas Murray menggambarkan Ibn Warraq sebagai:

Dalam review buku Ibn Warraq tahun 2008, Defending the West: A Critique of Edward Said's Orientalism ("Membela Barat: Kritik terhadap Orientalisme Edward Said"), ilmuwan politik Peter Berkowitz menggambarkan Warraq sebagai "kritik yang layak" untuk Edward Said. Berkowitz mengatakan bahwa "dengan kombinasi langka dari semangat polemik dan pembelajaran luar biasa, itu [Membela Barat] adalah [kritik panjang buku] pertama yang membahas dan membantah argumen Said 'dengan latar belakang presentasi yang lebih umum dari aspek-aspek penting Barat peradaban.'"[38] Dalam ulasan tahun 2009 tentang Membela Barat A. J. Caschetta menyimpulkan bahwa "Kritik Ibn Warraq terhadap pemikiran dan pekerjaan Said adalah teliti dan meyakinkan, benar-benar menghancurkan bagi siapa pun tergantung pada Saidisme. Seharusnya berlaku bagi Orientalisme seperti yang dilakukan Mary Lefkowitz pada Not Out of Africa terhadap Martin Bernal, Black Athena."[39] Pryce-Jones mengatakan bahwa itu "menghancurkan dengan cermat 'narasi' Saidian."[40]

Dalam ulasan 2012 buku Ibnu Warraq, Virgins? What Virgins? ("Perawan-perawan? Perawan-perawan mana?", sejarawan Universitas Rice dari Islam David Cook menulis: "Sebagai seorang sarjana Islam sendiri, saya menemukan sikap Ibn Warraq sangat menyegarkan, dan keilmuannya untuk sebagian besar akurat dan menghancurkan dalam menunjukkan dengan tepat kelemahan-kelemahan dalam ortodoksi Muslim." Esai ketiga buku itu, Cook melanjutkan, "hampir bisa berfungsi sebagai sejarah bidang kita, dan kegagalan sistematisnya untuk mengkritik teks-teks dasar Islam seperti halnya agama-agama lain telah dikritik."[41]

Kritik

Dalam meninjau kompilasi Ibn Warraq, The Origins of the Quran ("Asal-Usul Al-Quran"), profesor studi agama Herbert Berg telah menjulukinya "polemik dan tidak konsisten" dalam tulisannya. Berg memuji dimasukkannya esai oleh Theodor Nöldeke, tetapi panja dimasukkannya William St Clair Tisdall sebagai "bukan esai ilmiah terutama". Dia menyimpulkan "Sepertinya Ibn Warraq telah memasukkan beberapa esai tidak berdasarkan nilai keilmuan mereka atau status mereka sebagai 'klasik', tetapi lebih atas dasar permusuhan mereka terhadap Islam. Ini tidak serta merta mengurangi nilai koleksi, tetapi pembaca harus menyadari bahwa koleksi ini tidak sepenuhnya mewakili beasiswa klasik tentang Al-Qur'an."[42]

Dalam meninjau esai Ibn Warraq dalam bukunya The Quest for the Historical Muhammad (2001) Fred Donner, seorang profesor dalam studi Timur Dekat, mencatat kurangnya pelatihan spesialis dalam studi Arab, mengutip "penanganan yang tidak konsisten dari bahan-bahan Arab," dan argumen tidak orisinal, dan " favoritisme berat "terhadap teori revisionis dan" agenda kompiler [yaitu Ibn Warraq], yang bukan beasiswa, tetapi polemik anti-Islam."[43] Antropolog dan sejarawan Daniel Martin Varisco telah mengkritik buku Ibn Warraq Defending the West: A Critique of Orientalism Edward Said , menulis bahwa "Anak penjual buku modern ini mencetak lelucon polemik yang tidak sebanding dengan 500 halaman kertas yang dibuangnya."[44]

Karyanya, The Origins of the Quran, itu sendiri didasarkan pada polemik oleh St Clair Tisdall "Sumber asli Al-Qur'an" yang digambarkan oleh François de Blois sebagai "propaganda misionaris yang jelas-jelas jelek".[45]


Bekerja

  • Why I Am Not a Muslim ("Mengapa Saya Bukan Muslim"), Ibn Warraq, kata pengantar oleh R. Joseph Hoffmann, Prometheus Books, 1995, hardcover, 428 halaman,
  • The Origins of The Koran: Classic Essays on Islam's Holy Book ("Asal-Usul Al-Quran: Esai Klasik tentang Kitab Suci Islam"), diedit oleh Ibn Warraq, Prometheus Books, 1998, hardcover, 420 halaman,
  • The Quest for the Historical Muhammad ("Pencarian untuk Muhammad Sejarah"), diedit dan diterjemahkan oleh Ibn Warraq, Prometheus Books, 2000, hardcover, 554 halaman,
  • What the Koran Really Says: Language, Text, and Commentary ("Apa yang Sebenarnya Dikatakan oleh Al-Quran: Bahasa, Teks, dan Komentar"), diedit dan diterjemahkan oleh Ibn Warraq, Prometheus Books, 2002, 600 halaman,
  • Leaving Islam: Apostates Speak Out ("Meninggalkan Islam: Murtad-Murtad Berbicara"), diedit oleh Ibn Warraq, Prometheus Books, 2003, hardcover, 320 halaman,
  • Defending the West: A Critique of Edward Said's Orientalism ("Membela Barat: Kritik terhadap Orientalisme Edward Said"), Prometheus Books, 2007, hardcover, 300 halaman,
  • Which Koran?: Variants, Manuscripts, and the Influence of Pre-Islamic Poetry ("Quran mana?: Varian, Naskah, dan Pengaruh Puisi Pra-Islam"), Prometheus Books, 2008, 631 halaman,
  • Why the West is Best: A Muslim Apostate's Defense of Liberal Democracy ("Mengapa Barat Terbaik: Pertahanan Seorang Murtad untuk Demokrasi Liberal"), Encounter Books, 2011, 286 halaman,
  • Sir Walter Scott's Crusades & Other Fantasies ("Perang Salib oleh Sir Walter Scott & Lainnya Fantasies"), Ibn Warraq, New English Review Press, 2013, paperback, 259 halaman,
  • Koranic Allusions: The Biblical, Qumranian, and pre-Islamic background to the Koran ("Alusi Alquran: Latar belakang Alkitabiah, Qumranian, dan pra-Islam terhadap Alquran"), Prometheus Books, 2013, 463 halaman,
  • The Islam in Islamic Terrorism: The Importance of Beliefs, Ideas, and Ideology ("Islam dalam Terorisme Islam: Pentingnya Keyakinan, Ide, dan Ideologi"), Ibn Warraq, New English Review Press, 2017, paperback, 396 halaman,

Catatan

Referansi

Referensi

  1. Murray, Douglas. Don't be afraid to say it. The Spectator. 3 October 2007.
  2. Stephen Crittenden L. Ibn Warraq: Why I am not a Muslim. The Religion Report. 10 October 2001.
  3. Ronald A. Lindsey. A Bittersweet Farewell. No Faith Value Blog. 2010-09-30.
  4. Intelligence Squared Debates on the topic "We should not be reluctant to assert the superiority of Western values". The Spectator. 9 October 2007.
  5. Religion, Ethics, and Society - Experts and Scholars. CFI website.
  6. World Encounter Institute Mission Statement. New English Review.
  7. Henryk M. Broder. Islamkritiker Ibn Warraq: "Dieser Kalte Krieg kann 100 Jahre dauern". Der Spiegel. 12 August 2007.
  8. Stephen Crittenden L. Ibn Warraq: Why I am not a Muslim. The Religion Report. 10 October 2001.
  9. Jennifer Michael Hecht. Doubt: A History: The Great Doubters and Their Legacy of Innovation from Socrates and Jesus to Thomas Jefferson and Emily Dickinson. Harper San Francisco. 2003. ISBN 0-06-009795-7.
  10. Donner, Fred. (2001) Review: The Quest for the Historical Muhammad . Middle East Studies Association Bulletin, University of Chicago.
  11. Dutton, Y. (2000) Review: The Origins of the Koran: Classic Essays on Islam’s Holy Book. Journal of Islamic Studies.
  12. As'ad AbuKhalil. "The Islam Industry" and Scholarship: Review Article. Middle East Journal. Middle East Institute. 2004. Vol. 58 (1). hlm. 130–137.
  13. Daniel Pipes, "Mengapa Saya Bukan Muslim," (22 Januari 1996 hal1), "Ibnu Warraq membawa palu godam ilmiah untuk tugas menghancurkan Islam. Menulis polemik melawan Islam, khususnya bagi seorang penulis kelahiran Muslim, adalah tindakan yang sangat memanas sehingga penulis harus menulis dengan nama samaran; tidak melakukan itu akan menjadi tindakan bunuh diri. Dan apa yang harus ditunjukkan oleh Ibn Warraq untuk tindakan pembangkangan yang belum pernah terjadi ini? diteliti dengan baik dan cukup brilian, jika agak tidak terorganisir, tuduhan terhadap salah satu agama besar dunia. Sementara penulis menyangkal kepura-puraan terhadap orisinalitas, ia telah membaca cukup banyak untuk menulis esai yang menawarkan render novel iman yang ia tinggalkan."
  14. David Cook, "Ibn Warraq. Virgins? What Virgins? and Other Essays" in Reason Papers: A Journal of Interdisciplinary Normative Studies, vol. 34, no. 2 (October 2012), p. 235
  15. Stephen Crittenden L. Ibn Warraq: Why I am not a Muslim. The Religion Report. 10 October 2001.
  16. Phyllis Chesler. Interview: Ibn Warraq on the Judeo-Christian Sources of the Koran. Middle East Forum. 29 September 2014.
  17. Phyllis Chesler. Interview: Ibn Warraq on the Judeo-Christian Sources of the Koran. Middle East Forum. 29 September 2014.
  18. Priya Abraham, "Dissident voices," World Magazine, Vol. 22, No. 22, June 16, 2007 (accessed January 1, 2014; archive available at )
  19. Priya Abraham, "Dissident voices," World Magazine, Vol. 22, No. 22, June 16, 2007 (accessed January 1, 2014; archive available at )
  20. Center for Inquiry, Volume 9 Edisie 5, Juli 2005. Cendekiawan Qur'an Christoph Luxenberg telah mencoba menunjukkan bahwa banyak ketidakjelasan Quran menghilang jika kita membaca kata-kata tertentu sebagai bahasa Syria dan bukan bahasa Arab. Ini akan mencakup, misalnya, menafsirkan kembali janji perawan di akhirat sebagai janji untuk minuman dingin dan makanan enak. Karya Luxenberg telah diterima dengan baik di kalangan cendekiawan Islam, dan kritikus terpandang Ibn Warraq menganggapnya sebagai buku paling penting yang pernah ditulis di Alquran. Dalam serangkaian tiga kuliah, Warraq, yang telah menghabiskan beberapa bulan bekerja dengan Luxenberg, akan memberikan ringkasan penelitian Luxenberg."
  21. Pim Fortuyn Memorial Conference on Islam in The Hague on Militant Islam Monitor.
  22. Pim Fortuyn Memorial Conference on Islam in The Hague on The Brussels Journal.
  23. Writers issue cartoon row warning. BBC. March 1, 2006.
  24. Henryk M. Broder. Islamkritiker Ibn Warraq: "Dieser Kalte Krieg kann 100 Jahre dauern". Der Spiegel. 12 August 2007.
  25. Why I am not a Muslim, p. 116–23.
  26. Priya Abraham, "Dissident voices," World Magazine, Vol. 22, No. 22, June 16, 2007 (accessed January 1, 2014; archive available at )
  27. Matthew Engel. Proud wife turns 'axis of evil' speech into a resignation letter. The Guardian. February 27, 2002.
  28. Chris Mooney. Holy War. The American Prospect. December 19, 2001.
  29. Ibn Warraq. Virgins? What virgins?. The Guardian. 12 January 2002.
  30. The Campus enquirer Volume 10, Issue 2 March 2006.
  31. The St. Petersburg Declaration.
  32. Intelligence Squared Debates on the topic "We should not be reluctant to assert the superiority of Western values". The Spectator. 9 October 2007.
  33. Speakers. Secular Islam Summit. SecularIslam.org. 2006.
  34. Daniel Pipes, "Why I Am Not a Muslim," Middle East Quarterly, Volume III, Edisi 1, Maret 1996
  35. Daniel Pipes, "Mengapa Saya Bukan Muslim," (22 Januari 1996 hal1), "Ibnu Warraq membawa palu godam ilmiah untuk tugas menghancurkan Islam. Menulis polemik melawan Islam, khususnya bagi seorang penulis kelahiran Muslim, adalah tindakan yang sangat memanas sehingga penulis harus menulis dengan nama samaran; tidak melakukan itu akan menjadi tindakan bunuh diri. Dan apa yang harus ditunjukkan oleh Ibn Warraq untuk tindakan pembangkangan yang belum pernah terjadi ini? diteliti dengan baik dan cukup brilian, jika agak tidak terorganisir, tuduhan terhadap salah satu agama besar dunia. Sementara penulis menyangkal kepura-puraan terhadap orisinalitas, ia telah membaca cukup banyak untuk menulis esai yang menawarkan render novel iman yang ia tinggalkan."
  36. David Pryce-Jones "Enough Said," The New Criterion, Januari 2008
  37. Christopher Hitchens, "Holy Writ," The Atlantic, 1 April 2003.
  38. Peter Berkowitz, "Answering Edward Said: Peter Berkowitz on Defending the West: A Critique of Edward Said's Orientalism by Ibn Warraq," Policy Review number 149, June 2, 2008.
  39. A. J. Caschetta, "Defending the West: A Critique of Edward Said's Orientalism," Middle East Quarterly, Vol. XVI, Num. 1, Winter 2009
  40. David Pryce-Jones "Enough Said," The New Criterion, Januari 2008
  41. David Cook, "Ibn Warraq. Virgins? What Virgins? and Other Essays" in Reason Papers: A Journal of Interdisciplinary Normative Studies, vol. 34, no. 2 (October 2012), p. 235
  42. Herbert Berg. Ibn Warraq (ed): The Origins of the Koran: Classic Essays on Islam's Holy Book'. Bulletin of the School of Oriental and African Studies. 1999. Vol. 62 (3). hlm. 557–558. doi:10.1017/S0041977X00018693.
  43. Donner, Fred. (2001) Review: The Quest for the Historical Muhammad . Middle East Studies Association Bulletin, University of Chicago.
  44. Daniel Martin Varisco. Orientalism's Wake: The Ongoing Politics of a Polemic. 2009.
  45. François de Blois. Review of Ibn Warraq's The Origins Of The Koran: Classic Essays On Islam's Holy Book'. Journal of the Royal Asiatic Society. 2000. Vol. 10 (1). hlm. 88. doi:10.1017/S1356186300012013.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29407575 (2026-07-01T09:54:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.