Lompat ke isi

Dimensi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27999237; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[fisika]] dan [[matematika]], '''dimensi''' atau '''matra''' dari suatu [[ruang]] atau [[objek matematika|objek]] secara informal diartikan sebagai jumlah minimal [[koordinat]] yang dibutuhkan untuk menentukan [[titik (geometri)|titik-titik]] yang ada di dalamnya. Jadi, sebuah [[garis (geometri)|garis]] memiliki dimensi karena hanya satu koordinat yang dibutuhkan untuk menentukan suatu titik di permukaannya (misalnya titik di garis angka 5). [[Permukaan]] seperti [[bidang (matematika)|bidang]] atau permukaan suatu [[tabung (geometri)|tabung]] atau [[sfer]] memiliki dimensi keduanya karena dibutuhkan dua koordinat untuk menentukan titik pada permukaannya (misalnya untuk menentukan titik di permukaan dibutuhkan [[lintang]] dan [[bujur]]nya). Bagian dalam [[kubus]], tabung atau sfer bersifat tiga dimensi karena dibutuhkan tiga koordinat untuk menentukan suatu titik di dalam ruangnya.
Dalam [[fisika]] dan [[matematika]], '''dimensi''' atau '''matra''' dari suatu [[ruang]] atau [[objek matematika|objek]] secara informal diartikan sebagai jumlah minimal [[koordinat]] yang dibutuhkan untuk menentukan [[titik (geometri)|titik-titik]] yang ada di dalamnya.<ref>[http://curious.astro.cornell.edu/question.php?number=4 Curious About Astronomy]</ref><ref>[http://mathworld.wolfram.com/Dimension.html MathWorld: Dimension]</ref> Jadi, sebuah [[garis (geometri)|garis]] memiliki dimensi karena hanya satu koordinat yang dibutuhkan untuk menentukan suatu titik di permukaannya (misalnya titik di garis angka 5). [[Permukaan]] seperti [[bidang (matematika)|bidang]] atau permukaan suatu [[tabung (geometri)|tabung]] atau [[sfer]] memiliki dimensi keduanya karena dibutuhkan dua koordinat untuk menentukan titik pada permukaannya (misalnya untuk menentukan titik di permukaan dibutuhkan [[lintang]] dan [[bujur]]nya). Bagian dalam [[kubus]], tabung atau sfer bersifat tiga dimensi karena dibutuhkan tiga koordinat untuk menentukan suatu titik di dalam ruangnya.


Dalam istilah fisika, ''dimensi'' merujuk pada [[struktur]] konstituen dari semua ruang ([[volum]]) dan posisinya dalam waktu (dipersepsikan sebagai dimensi skalar di sepanjang sumbu ''t''), serta cakupan spasial objek-objek di dalamnya – struktur yang memiliki korelasi dengan konsep [[dualitas gelombang-partikel|partikel dan medan]] yang berinteraksi sesuai relativitas [[massa]] dan pada dasarnya bersifat matematis. Sumbu ini atau sumbu lainnya dapat diarahkan untuk mengidentifikasi suatu titik atau struktur dalam tanggapan dan hubungannya terhadap objek lain.
Dalam istilah fisika, ''dimensi'' merujuk pada [[struktur]] konstituen dari semua ruang ([[volum]]) dan posisinya dalam waktu (dipersepsikan sebagai dimensi skalar di sepanjang sumbu ''t''), serta cakupan spasial objek-objek di dalamnya – struktur yang memiliki korelasi dengan konsep [[dualitas gelombang-partikel|partikel dan medan]] yang berinteraksi sesuai relativitas [[massa]] dan pada dasarnya bersifat matematis. Sumbu ini atau sumbu lainnya dapat diarahkan untuk mengidentifikasi suatu titik atau struktur dalam tanggapan dan hubungannya terhadap objek lain.
Baris 27: Baris 27:
* [[Hiperruang]]
* [[Hiperruang]]
* [[Dimensi intrinsik]]
* [[Dimensi intrinsik]]
== Catatan kaki ==


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
Baris 38: Baris 35:
* [[Michio Kaku]], (1994) [[Hyperspace (book)|''Hyperspace, a Scientific Odyssey Through the 10th Dimension'']], Oxford University Press.
* [[Michio Kaku]], (1994) [[Hyperspace (book)|''Hyperspace, a Scientific Odyssey Through the 10th Dimension'']], Oxford University Press.


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dimensi&oldid=27999237 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27999237 (2025-10-16T04:08:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dimensi&oldid=27999237 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27999237 (2025-10-16T04:08:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 04.06

Dalam fisika dan matematika, dimensi atau matra dari suatu ruang atau objek secara informal diartikan sebagai jumlah minimal koordinat yang dibutuhkan untuk menentukan titik-titik yang ada di dalamnya.[1][2] Jadi, sebuah garis memiliki dimensi karena hanya satu koordinat yang dibutuhkan untuk menentukan suatu titik di permukaannya (misalnya titik di garis angka 5). Permukaan seperti bidang atau permukaan suatu tabung atau sfer memiliki dimensi keduanya karena dibutuhkan dua koordinat untuk menentukan titik pada permukaannya (misalnya untuk menentukan titik di permukaan dibutuhkan lintang dan bujurnya). Bagian dalam kubus, tabung atau sfer bersifat tiga dimensi karena dibutuhkan tiga koordinat untuk menentukan suatu titik di dalam ruangnya.

Dalam istilah fisika, dimensi merujuk pada struktur konstituen dari semua ruang (volum) dan posisinya dalam waktu (dipersepsikan sebagai dimensi skalar di sepanjang sumbu t), serta cakupan spasial objek-objek di dalamnya – struktur yang memiliki korelasi dengan konsep partikel dan medan yang berinteraksi sesuai relativitas massa dan pada dasarnya bersifat matematis. Sumbu ini atau sumbu lainnya dapat diarahkan untuk mengidentifikasi suatu titik atau struktur dalam tanggapan dan hubungannya terhadap objek lain.

Teori fisika yang mencakup unsur waktu (misalnya relativitas umum) dianggap terjadi dalam "ruang waktu" empat dimensi yang didefinisikan sebagai ruang Minkowski). Teori modern cenderung lebih "berdimensi tinggi", termasuk teori medan kuantum dan string. Ruang tetap mekanika kuantum adalah ruang fungsi berdimensi tidak terbatas.

Konsep dimensi tidak dibatasi hingga benda fisik saja. Ruang berdimensi tinggi sering muncul dalam matematika dan ilmu pengetahuan atas berbagai alasan, terutama dalam bentuk ruang konfigurasi sebagaimana mekanika Lagrange atau Hamilton; keduanya adalah ruang abstrak dan terbebas dari ruang fisik yang di tempati manusia.

Suatu koordinat ruang vektor dalam 0-Dimensional disebut sebagai sebuah titik (tidak ada sisi), dalam 1-Dimensional disebut sebagai garis (panjang), dalam 2-Dimensional disebut sebagai luas (lebar), dalam 3-Dimensional disebut sebagai ukuran (tinggi), dan 4-Dimensional disebut sebagai periode (waktu).

Dalam gambaran-nya bisa seperti ini:

0-Dimensional = Diam (titik)

1-Dimensional = Depan dan Belakang (garis)

2-Dimensional = Kiri dan Kanan (luas)

3-Dimensional = Atas dan Bawah (ukuran)

4-Dimensional = Melihat titik-titik waktu (periode)

Lihat pula

Bacaan lanjutan

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27999237 (2025-10-16T04:08:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.