Kriogenik: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27140919; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[ilmu]] [[fisika]] atau [[teknik]], '''kriogenik''' adalah ilmu yang mempelajari materi dengan [[temperatur]] sangat rendah (di bawah –150 °C, –238 °F atau 123 K). Ilmu ini mempelajari cara memproduksi serta perilaku [[material]] pada temperatur tersebut. Dalam membahas kriogenik, tidak digunakan skala temperatur [[Fahrenheit]] atau [[Celsius]] yang umum digunakan di masyarakat, melainkan digunakan skala [[Kelvin]] (pada awalnya digunakan skala [[Rankine]]). | Dalam [[ilmu]] [[fisika]] atau [[teknik]], '''kriogenik''' adalah ilmu yang mempelajari materi dengan [[temperatur]] sangat rendah (di bawah –150 °C, –238 °F atau 123 K).<ref>Bilstein, Roger E. [https://archive.org/details/bub_gb_JnoZTbVLx0MC Stages to Saturn: A Technological History of the Apollo/Saturn Launch Vehicles (NASA SP-4206) (The NASA History Series)]. NASA History Office. 1996. hlm. [https://archive.org/details/bub_gb_JnoZTbVLx0MC/page/n109 89]–91. ISBN 978-0-7881-8186-3.</ref> Ilmu ini mempelajari cara memproduksi serta perilaku [[material]] pada temperatur tersebut. Dalam membahas kriogenik, tidak digunakan skala temperatur [[Fahrenheit]] atau [[Celsius]] yang umum digunakan di masyarakat, melainkan digunakan skala [[Kelvin]] (pada awalnya digunakan skala [[Rankine]]). | ||
Penemuan bahan superkonduktor dengan suhu kritis secara signifikan di atas titik didih nitrogen cair telah memberikan minat baru pada metode biaya rendah yang andal untuk memproduksi pendinginan kriogenik suhu tinggi. Istilah "kriogenik suhu tinggi" menggambarkan suhu mulai dari di atas titik didih [[nitrogen cair]], 195,79 °C (77,36 K; 320,42 °F), hingga 50 °C (223 K; 58 °F). | Penemuan bahan superkonduktor dengan suhu kritis secara signifikan di atas titik didih nitrogen cair telah memberikan minat baru pada metode biaya rendah yang andal untuk memproduksi pendinginan kriogenik suhu tinggi. Istilah "kriogenik suhu tinggi" menggambarkan suhu mulai dari di atas titik didih [[nitrogen cair]], 195,79 °C (77,36 K; 320,42 °F), hingga 50 °C (223 K; 58 °F).<ref>[http://dx.doi.org/10.2514/6.1994-3913 High temperature nuclear fuel-mixed carbides]. ''Intersociety Energy Conversion Engineering Conference''. American Institute of Aeronautics and Astronautics. 1994-08-07. doi:10.2514/6.1994-3913.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 23: | Baris 23: | ||
* [[Propelan roket cair]] | * [[Propelan roket cair]] | ||
* [[Gaya dorong]] | * [[Gaya dorong]] | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kriogenik&oldid=27140919 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27140919 (2025-04-13T10:42:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kriogenik&oldid=27140919 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27140919 (2025-04-13T10:42:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 03.59
Dalam ilmu fisika atau teknik, kriogenik adalah ilmu yang mempelajari materi dengan temperatur sangat rendah (di bawah –150 °C, –238 °F atau 123 K).[1] Ilmu ini mempelajari cara memproduksi serta perilaku material pada temperatur tersebut. Dalam membahas kriogenik, tidak digunakan skala temperatur Fahrenheit atau Celsius yang umum digunakan di masyarakat, melainkan digunakan skala Kelvin (pada awalnya digunakan skala Rankine).
Penemuan bahan superkonduktor dengan suhu kritis secara signifikan di atas titik didih nitrogen cair telah memberikan minat baru pada metode biaya rendah yang andal untuk memproduksi pendinginan kriogenik suhu tinggi. Istilah "kriogenik suhu tinggi" menggambarkan suhu mulai dari di atas titik didih nitrogen cair, 195,79 °C (77,36 K; 320,42 °F), hingga 50 °C (223 K; 58 °F).[2]
Lihat pula
- Nol mutlak
- Kendaraan peluncur antariksa
- Wahana antariksa
- Mesin roket
- Landasan peluncuran
- Bandar antariksa
- Bahan bakar roket
- Propulsi roket
- Mesin roket
- Kriogenik (bahan bakar) propelan cair pada temperatur yang sangat rendah berupa cair gas seperti hidrogen cair, untuk roket tahap pertama, tahap inti dan lainnya.
- Hipergolik (propelan) mudah menyala spontan ketika kontak kombinai komponen propelan eperti bahan bakar dan oksidator.
- Oksidator
- Oksigen cair
- Hidrogen cair
- RP-1 Rocket Propellant 1 atau Refined Petroleum 1
- Dinitrogen tetroksida N2O4
- Dimetilhidrazin tak simetris UDMH
- Propelan roket cair
- Gaya dorong
Referensi
- ↑ Bilstein, Roger E. Stages to Saturn: A Technological History of the Apollo/Saturn Launch Vehicles (NASA SP-4206) (The NASA History Series). NASA History Office. 1996. hlm. 89–91. ISBN 978-0-7881-8186-3.
- ↑ High temperature nuclear fuel-mixed carbides. Intersociety Energy Conversion Engineering Conference. American Institute of Aeronautics and Astronautics. 1994-08-07. doi:10.2514/6.1994-3913.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27140919 (2025-04-13T10:42:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.