Keadaan standar: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27569594; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[kimia]], '''keadaan standar''' dari suatu material ([[zat kimia|zat]], [[campuran]] atau [[larutan]] murni) adalah titik referensi yang digunakan untuk menghitung sifatnya dalam kondisi yang berbeda. Pada prinsipnya, pilihan keadaan standar bersifat sembarang, meskipun [[International Union of Pure and Applied Chemistry]] (IUPAC) merekomendasikan seperangkat keadaan standar konvensional untuk penggunaan umum. IUPAC merekomendasikan penggunaan [[tekanan]] standar ''p''<sup><s>o</s></sup> = 10<sup>5</sup> [[Pascal|Pa]]. Tegasnya, [[suhu]] bukanlah merupakan bagian dari definisi keadaan standar. Sebagai contoh, seperti yang dibahas di bawah ini, keadaan standar gas secara konvensional dipilih untuk berada pada satuan tekanan (biasanya dalam [[Bar (satuan)|bar]]) [[gas ideal]], tanpa memandang suhu. Namun, sebagian besar tabel kuantitas termodinamika dikompilasi pada suhu tertentu, paling sering atau, terkadang dan tak umum, pada . | Dalam [[kimia]], '''keadaan standar''' dari suatu material ([[zat kimia|zat]], [[campuran]] atau [[larutan]] murni) adalah titik referensi yang digunakan untuk menghitung sifatnya dalam kondisi yang berbeda. Pada prinsipnya, pilihan keadaan standar bersifat sembarang, meskipun [[International Union of Pure and Applied Chemistry]] (IUPAC) merekomendasikan seperangkat keadaan standar konvensional untuk penggunaan umum.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keadaan+standar&oldid=27569594 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> IUPAC merekomendasikan penggunaan [[tekanan]] standar ''p''<sup><s>o</s></sup> = 10<sup>5</sup> [[Pascal|Pa]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keadaan+standar&oldid=27569594 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Tegasnya, [[suhu]] bukanlah merupakan bagian dari definisi keadaan standar. Sebagai contoh, seperti yang dibahas di bawah ini, keadaan standar gas secara konvensional dipilih untuk berada pada satuan tekanan (biasanya dalam [[Bar (satuan)|bar]]) [[gas ideal]], tanpa memandang suhu. Namun, sebagian besar tabel kuantitas termodinamika dikompilasi pada suhu tertentu, paling sering atau, terkadang dan tak umum, pada . | ||
Keadaan standar seharusnya tidak terbingungkan dengan [[suhu dan tekanan standar]] (STP) untuk gas, atau dengan [[larutan standar]] yang digunakan dalam [[kimia analitik]]. | Keadaan standar seharusnya tidak terbingungkan dengan [[suhu dan tekanan standar]] (STP) untuk gas,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keadaan+standar&oldid=27569594 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> atau dengan [[larutan standar]] yang digunakan dalam [[kimia analitik]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keadaan+standar&oldid=27569594 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Untuk material atau zat tertentu, keadaan standar adalah '''keadaan referensi''' untuk berbagai sifat termodinamika material seperti [[entalpi]], [[entropi]], [[energi bebas Gibbs]], dan untuk banyak standar material lainnya. [[Perubahan entalpi pembentukan standar]] untuk unsur dalam keadaan standarnya adalah nol, dan konvensi ini memungkinkan berbagai kuantitas [[termodinamika]] lainnya untuk dihitung dan ditabulasikan. Keadaan standar suatu zat tidak harus ada di alam: misalnya, adalah mungkin untuk menghitung nilai [[uap]] pada suhu 298.15 K dan 10<sup>5</sup> [[Pascal|Pa]], walaupun uap tidak ada (sebagai gas) di bawah kondisi tersebut. Keuntungan dari praktik ini adalah bahwa tabel sifat termodinamika yang disiapkan dengan cara ini adalah konsisten. | Untuk material atau zat tertentu, keadaan standar adalah '''keadaan referensi''' untuk berbagai sifat termodinamika material seperti [[entalpi]], [[entropi]], [[energi bebas Gibbs]], dan untuk banyak standar material lainnya. [[Perubahan entalpi pembentukan standar]] untuk unsur dalam keadaan standarnya adalah nol, dan konvensi ini memungkinkan berbagai kuantitas [[termodinamika]] lainnya untuk dihitung dan ditabulasikan. Keadaan standar suatu zat tidak harus ada di alam: misalnya, adalah mungkin untuk menghitung nilai [[uap]] pada suhu 298.15 K dan 10<sup>5</sup> [[Pascal|Pa]], walaupun uap tidak ada (sebagai gas) di bawah kondisi tersebut. Keuntungan dari praktik ini adalah bahwa tabel sifat termodinamika yang disiapkan dengan cara ini adalah konsisten. | ||
| Baris 12: | Baris 12: | ||
=== Cairan dan padatan === | === Cairan dan padatan === | ||
Keadaan standar untuk [[cairan]] dan [[padatan]] hanyalah keadaan zat murni yang mengalami tekanan total 10<sup>5</sup> Pa. Untuk sebagian besar unsur, titik referensi dari Δ''H''<sub>f</sub><sup><s>o</s></sup> = 0 didefinisikan untuk [[alotrop]] yang paling stabil dari unsur tersebut, seperti [[grafit]] dalam kasus [[karbon]], dan fase-β ([[timah putih]]) dalam kasus [[timah]]. Sebagai pengecualian adalah [[fosfor]] putih, alotrop fosfor yang paling umum, yang didefinisikan sebagai keadaan standar meskipun faktanya hanya [[Metastabilitas|metastabil]]. | Keadaan standar untuk [[cairan]] dan [[padatan]] hanyalah keadaan zat murni yang mengalami tekanan total 10<sup>5</sup> Pa. Untuk sebagian besar unsur, titik referensi dari Δ''H''<sub>f</sub><sup><s>o</s></sup> = 0 didefinisikan untuk [[alotrop]] yang paling stabil dari unsur tersebut, seperti [[grafit]] dalam kasus [[karbon]], dan fase-β ([[timah putih]]) dalam kasus [[timah]]. Sebagai pengecualian adalah [[fosfor]] putih, alotrop fosfor yang paling umum, yang didefinisikan sebagai keadaan standar meskipun faktanya hanya [[Metastabilitas|metastabil]].<ref>Housecroft C.E. and Sharpe A.G., ''Inorganic Chemistry'' (2nd ed., Pearson Prentice-Hall 2005) p.392</ref> | ||
=== Zat terlarut === | === Zat terlarut === | ||
| Baris 18: | Baris 18: | ||
== Penulisan == | == Penulisan == | ||
Pada saat perkembangannya di abad kesembilan belas, superskrip [[simbol Plimsoll]] (<sup>⦵</sup>) diadopsi untuk menunjukkan sifat non-nol dari keadaan standar. [[IUPAC]] merekomendasikan dalam edisi ke-3 dari ''Quantities, Units and Symbols in Physical Chemistry'' simbol yang tampaknya adalah tanda derajat (°) sebagai pengganti tanda plimsoll. Dalam publikasi yang sama tanda plimsoll tampaknya dibangun dengan menggabungkan tanda derajat dengan garis coret horizontal. Berbagai simbol yang serupa digunakan dalam literatur: huruf kecil O yang dicoret (<sup><s>o</s></sup>), nol superskrip (<sup>0</sup>) atau lingkaran dengan garis horizontal di mana garis memanjang melewati batas lingkaran () atau diapit oleh lingkaran, membagi lingkaran menjadi dua (). Jika dibandingkan dengan simbol plimsoll yang digunakan pada bejana, garis horizontal harus melewati batas lingkaran; perhatian harus diambil untuk tidak membingungkan simbol tersebut dengan huruf Yunani [[theta]] (huruf kapital Θ atau ϴ, huruf kecil θ ). | Pada saat perkembangannya di abad kesembilan belas, superskrip [[simbol Plimsoll]] (<sup>⦵</sup>) diadopsi untuk menunjukkan sifat non-nol dari keadaan standar.<ref>Prigogine, I. & Defay, R. (1954) ''Chemical thermodynamics'', hlm. xxiv</ref> [[IUPAC]] merekomendasikan dalam edisi ke-3 dari ''Quantities, Units and Symbols in Physical Chemistry'' simbol yang tampaknya adalah tanda derajat (°) sebagai pengganti tanda plimsoll. Dalam publikasi yang sama tanda plimsoll tampaknya dibangun dengan menggabungkan tanda derajat dengan garis coret horizontal.<ref>E.R. Cohen, T. Cvitas, J.G. Frey, B. Holmström, K. Kuchitsu, R. Marquardt, I. Mills, F. Pavese, M. Quack, J. Stohner, H.L. Strauss, M. Takami, and A.J. Thor, "Quantities, Units and Symbols in Physical Chemistry", IUPAC Green Book, 3rd Edition, 2nd Printing, IUPAC & RSC Publishing, Cambridge (2008), hlm. 60</ref> Berbagai simbol yang serupa digunakan dalam literatur: huruf kecil O yang dicoret (<sup><s>o</s></sup>),<ref>IUPAC (1993) ''Quantities, units and symbols in physical chemistry'' (also known as ''The Green Book'') (2nd ed.), hlm. 51</ref> nol superskrip (<sup>0</sup>)<ref>Narayanan, K. V. (2001) ''A Textbook of Chemical Engineering Thermodynamics'' (8th printing, 2006), hlm. 63</ref> atau lingkaran dengan garis horizontal di mana garis memanjang melewati batas lingkaran () atau diapit oleh lingkaran, membagi lingkaran menjadi dua ().<ref>[https://www.unicode.org/charts/PDF/U2980.pdf Miscellaneous Mathematical Symbols-B]. Unicode. 2013.</ref><ref>Mills, I. M. (1989) "The choice of names and symbols for quantities in chemistry". ''Journal of Chemical Education'' (vol. 66, number 11, November 1989 hlm. 887–889) [Note that Mills (who was involved in producing a revision of ''Quantities, units and symbols in physical chemistry'') refers to the symbol ⊖ (Unicode 2296 "Circled minus" as displayed in https://www.unicode.org/charts/PDF/U2980.pdf) as a plimsoll symbol although it lacks an extending bar in the printed article. Mills also says that a superscript zero is an equal alternative to indicate "standard state", though a degree symbol (°) is used in the same article]</ref> Jika dibandingkan dengan simbol plimsoll yang digunakan pada bejana, garis horizontal harus melewati batas lingkaran; perhatian harus diambil untuk tidak membingungkan simbol tersebut dengan huruf Yunani [[theta]] (huruf kapital Θ atau ϴ, huruf kecil θ ). | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Suhu dan tekanan standar]] | * [[Suhu dan tekanan standar]] | ||
* [[Larutan standar]] | * [[Larutan standar]] | ||
== Bacaan lebih lanjut == | == Bacaan lebih lanjut == | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keadaan+standar&oldid=27569594 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27569594 (2025-07-19T05:48:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keadaan+standar&oldid=27569594 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27569594 (2025-07-19T05:48:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.05
Dalam kimia, keadaan standar dari suatu material (zat, campuran atau larutan murni) adalah titik referensi yang digunakan untuk menghitung sifatnya dalam kondisi yang berbeda. Pada prinsipnya, pilihan keadaan standar bersifat sembarang, meskipun International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) merekomendasikan seperangkat keadaan standar konvensional untuk penggunaan umum.[1] IUPAC merekomendasikan penggunaan tekanan standar po = 105 Pa.[2] Tegasnya, suhu bukanlah merupakan bagian dari definisi keadaan standar. Sebagai contoh, seperti yang dibahas di bawah ini, keadaan standar gas secara konvensional dipilih untuk berada pada satuan tekanan (biasanya dalam bar) gas ideal, tanpa memandang suhu. Namun, sebagian besar tabel kuantitas termodinamika dikompilasi pada suhu tertentu, paling sering atau, terkadang dan tak umum, pada .
Keadaan standar seharusnya tidak terbingungkan dengan suhu dan tekanan standar (STP) untuk gas,[3] atau dengan larutan standar yang digunakan dalam kimia analitik.[4]
Untuk material atau zat tertentu, keadaan standar adalah keadaan referensi untuk berbagai sifat termodinamika material seperti entalpi, entropi, energi bebas Gibbs, dan untuk banyak standar material lainnya. Perubahan entalpi pembentukan standar untuk unsur dalam keadaan standarnya adalah nol, dan konvensi ini memungkinkan berbagai kuantitas termodinamika lainnya untuk dihitung dan ditabulasikan. Keadaan standar suatu zat tidak harus ada di alam: misalnya, adalah mungkin untuk menghitung nilai uap pada suhu 298.15 K dan 105 Pa, walaupun uap tidak ada (sebagai gas) di bawah kondisi tersebut. Keuntungan dari praktik ini adalah bahwa tabel sifat termodinamika yang disiapkan dengan cara ini adalah konsisten.
Keadaan standar konvensional
Banyak keadaan standar adalah keadaan non-fisik, sering disebut sebagai "keadaan hipotetis". Namun demikian, sifat termodinamika mereka terdefinisi dengan baik, biasanya oleh ekstrapolasi dari beberapa kondisi yang membatasi, seperti tekanan nol atau konsentrasi nol, ke kondisi yang ditentukan (biasanya satuan konsentrasi atau tekanan) menggunakan fungsi ekstrapolasi yang ideal, seperti larutan ideal atau perilaku gas ideal, atau dengan pengukuran empiris.
Gas
Kondisi standar untuk gas adalah keadaan hipotetis yang dimiliki sebagai zat murni yang mematuhi persamaan gas ideal pada tekanan standar (105 Pa, atau 1 bar). Tidak ada gas nyata yang memiliki perilaku ideal secara sempurna, tetapi definisi dari keadaan standar ini memungkinkan koreksi untuk non-idealitas untuk dibuat secara konsisten untuk semua gas yang berbeda.
Cairan dan padatan
Keadaan standar untuk cairan dan padatan hanyalah keadaan zat murni yang mengalami tekanan total 105 Pa. Untuk sebagian besar unsur, titik referensi dari ΔHfo = 0 didefinisikan untuk alotrop yang paling stabil dari unsur tersebut, seperti grafit dalam kasus karbon, dan fase-β (timah putih) dalam kasus timah. Sebagai pengecualian adalah fosfor putih, alotrop fosfor yang paling umum, yang didefinisikan sebagai keadaan standar meskipun faktanya hanya metastabil.[5]
Zat terlarut
Untuk zat dalam larutan (zat terlarut), keadaan standar adalah keadaan hipotetis yang akan ada pada molalitas atau jumlah konsentrasi keadaan standar namun menunjukkan perilaku pengenceran tak terbatas. Alasan untuk definisi yang tidak biasa ini adalah bahwa perilaku zat terlarut pada batas pengenceran tak terbatas dijelaskan oleh persamaan yang sangat mirip dengan persamaan untuk gas ideal. Oleh karena itu mengambil perilaku pengenceran tanpa batas menjadi keadaan standar memungkinkan koreksi untuk non-idealitas untuk dibuat secara konsisten untuk semua zat terlarut yang berbeda. Molalitas keadaan standar adalah 1 mol kg−1, sedangkan konsentrasi jumlah keadaan standar adalah 1 mol dm−3.
Penulisan
Pada saat perkembangannya di abad kesembilan belas, superskrip simbol Plimsoll (⦵) diadopsi untuk menunjukkan sifat non-nol dari keadaan standar.[6] IUPAC merekomendasikan dalam edisi ke-3 dari Quantities, Units and Symbols in Physical Chemistry simbol yang tampaknya adalah tanda derajat (°) sebagai pengganti tanda plimsoll. Dalam publikasi yang sama tanda plimsoll tampaknya dibangun dengan menggabungkan tanda derajat dengan garis coret horizontal.[7] Berbagai simbol yang serupa digunakan dalam literatur: huruf kecil O yang dicoret (o),[8] nol superskrip (0)[9] atau lingkaran dengan garis horizontal di mana garis memanjang melewati batas lingkaran () atau diapit oleh lingkaran, membagi lingkaran menjadi dua ().[10][11] Jika dibandingkan dengan simbol plimsoll yang digunakan pada bejana, garis horizontal harus melewati batas lingkaran; perhatian harus diambil untuk tidak membingungkan simbol tersebut dengan huruf Yunani theta (huruf kapital Θ atau ϴ, huruf kecil θ ).
Lihat pula
Bacaan lebih lanjut
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Housecroft C.E. and Sharpe A.G., Inorganic Chemistry (2nd ed., Pearson Prentice-Hall 2005) p.392
- ↑ Prigogine, I. & Defay, R. (1954) Chemical thermodynamics, hlm. xxiv
- ↑ E.R. Cohen, T. Cvitas, J.G. Frey, B. Holmström, K. Kuchitsu, R. Marquardt, I. Mills, F. Pavese, M. Quack, J. Stohner, H.L. Strauss, M. Takami, and A.J. Thor, "Quantities, Units and Symbols in Physical Chemistry", IUPAC Green Book, 3rd Edition, 2nd Printing, IUPAC & RSC Publishing, Cambridge (2008), hlm. 60
- ↑ IUPAC (1993) Quantities, units and symbols in physical chemistry (also known as The Green Book) (2nd ed.), hlm. 51
- ↑ Narayanan, K. V. (2001) A Textbook of Chemical Engineering Thermodynamics (8th printing, 2006), hlm. 63
- ↑ Miscellaneous Mathematical Symbols-B. Unicode. 2013.
- ↑ Mills, I. M. (1989) "The choice of names and symbols for quantities in chemistry". Journal of Chemical Education (vol. 66, number 11, November 1989 hlm. 887–889) [Note that Mills (who was involved in producing a revision of Quantities, units and symbols in physical chemistry) refers to the symbol ⊖ (Unicode 2296 "Circled minus" as displayed in https://www.unicode.org/charts/PDF/U2980.pdf) as a plimsoll symbol although it lacks an extending bar in the printed article. Mills also says that a superscript zero is an equal alternative to indicate "standard state", though a degree symbol (°) is used in the same article]
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27569594 (2025-07-19T05:48:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.