Osmium: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29573661; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Osmium_crystals.jpg|thumb|right|280px|Osmium crystals]] | |||
'''Osmium''' () adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Os''' dan [[nomor atom]] 76. Ia adalah sebuah [[logam transisi]] yang keras, [[rapuh]], berwarna putih kebiruan dalam [[golongan platina]] yang ditemukan sebagai [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|unsur jejak]] dalam paduan, kebanyakan dalam bijih [[platina]]. Osmium adalah unsur alami yang paling padat. Ketika diukur secara eksperimental menggunakan kristalografi sinar-X, ia memiliki [[massa jenis|kepadatan]] sebesar . Pabrikan menggunakan [[logam paduan|paduan]]nya dengan platina, [[iridium]], dan logam golongan platina lainnya untuk membuat [[Ujung (pena)#Ujung pena|ujung]] [[pulpen]], [[kontak listrik]], dan aplikasi lain yang membutuhkan daya tahan dan [[Kekerasan (fisika)|kekerasan]] ekstrem. | '''Osmium''' () adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Os''' dan [[nomor atom]] 76. Ia adalah sebuah [[logam transisi]] yang keras, [[rapuh]], berwarna putih kebiruan dalam [[golongan platina]] yang ditemukan sebagai [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|unsur jejak]] dalam paduan, kebanyakan dalam bijih [[platina]]. Osmium adalah unsur alami yang paling padat. Ketika diukur secara eksperimental menggunakan kristalografi sinar-X, ia memiliki [[massa jenis|kepadatan]] sebesar . Pabrikan menggunakan [[logam paduan|paduan]]nya dengan platina, [[iridium]], dan logam golongan platina lainnya untuk membuat [[Ujung (pena)#Ujung pena|ujung]] [[pulpen]], [[kontak listrik]], dan aplikasi lain yang membutuhkan daya tahan dan [[Kekerasan (fisika)|kekerasan]] ekstrem. | ||
Osmium adalah salah satu [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|unsur paling]] langka di kerak Bumi, yang jumlahnya hanya 50 bagian per triliun ([[Notasi bagian per#Bagian per triliun|ppt]]). Ia diperkirakan membentuk sekitar 0,6 [[Notasi bagian per#Bagian per miliar|bagian per miliar]] di alam semesta sehingga merupakan [[logam berharga]] yang paling langka. | Osmium adalah salah satu [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|unsur paling]] langka di kerak Bumi, yang jumlahnya hanya 50 bagian per triliun ([[Notasi bagian per#Bagian per triliun|ppt]]).<ref>Michael Fleischer. [https://pubs.usgs.gov/circ/1953/0285/report.pdf Recent estimates of the abundances of the elements in the Earth's crust]. U.S. Geological Survey. 1953.</ref><ref>[https://courses.lumenlearning.com/geology/chapter/reading-abundance-of-elements-in-earths-crust/ Reading: Abundance of Elements in Earth's Crust Geology]. ''courses.lumenlearning.com''.</ref> Ia diperkirakan membentuk sekitar 0,6 [[Notasi bagian per#Bagian per miliar|bagian per miliar]] di alam semesta sehingga merupakan [[logam berharga]] yang paling langka.<ref>[https://sciencing.com/rarest-metal-12959.html What Is the Rarest Metal?]. ''Sciencing''.</ref> | ||
==Karakteristik== | ==Karakteristik== | ||
===Sifat fisik=== | ===Sifat fisik=== | ||
Osmium memiliki warna biru keabu-abuan dan merupakan [[Daftar unsur menurut stabilitas isotop|unsur stabil]] yang paling padat; ia kira-kira dua kali lebih padat daripada [[timbal]] dan sedikit lebih padat daripada [[iridium]].<ref>Arblaster, J. W. [http://www.platinummetalsreview.com/pdf/pmr-v33-i1-014-016.pdf Densities of osmium and iridium: recalculations based upon a review of the latest crystallographic data]. ''Platinum Metals Review''. 1989. Vol. 33 (1). hlm. 14–16.</ref> Perhitungan kepadatan dari data [[Kristalografi sinar-X|difraksi sinar-X]] dapat menghasilkan data yang paling andal untuk unsur-unsur ini, memberikan nilai untuk osmium, sedikit lebih padat daripada iridium pada ; kedua logam tersebut hampir 23 kali lebih padat dari air, dan kali lebih padat dari [[emas]].<ref>Arblaster, J. W. [http://www.platinummetalsreview.com/dynamic/article/view/pmr-v39-i4-164-164 Osmium, the Densest Metal Known]. ''Platinum Metals Review''. 1995. Vol. 39 (4). hlm. 164.</ref> | |||
[[Reflektivitas]] kristal tunggal osmium adalah kompleks dan sangat bergantung pada arah, dengan cahaya dalam panjang gelombang merah dan inframerah-dekat akan diserap lebih kuat ketika [[Polarisasi (gelombang)|terpolarisasi]] sejajar dengan sumbu kristal ''c'' daripada ketika terpolarisasi tegak lurus terhadap ''c''; polarisasi sejajar-''c'' juga sedikit lebih tecermin dalam kisaran ultraungu-tengah. Reflektivitas akan mencapai minimum tajam pada sekitar 1,5 [[Elektronvolt|eV]] (inframerah-dekat) untuk polarisasi sejajar-''c'' dan pada 2,0 eV (oranye) untuk polarisasi tegak-lurus-''c'', dan puncak keduanya dalam spektrum kasatmata adalah sekitar 3,0 eV (biru-ungu).<ref>V. V. Nemoshkalenko. [http://www.jetp.ras.ru/cgi-bin/dn/e_063_01_0115.pdf The structure of the energy bands and optical absorption in osmium]. ''Sov. Phys. JETP''. January 1986. Vol. 63 (I). hlm. 115.</ref> | |||
Osmium adalah sebuah [[logam]] keras tapi rapuh yang tetap [[Kilau (mineralogi)|berkilau]] bahkan pada suhu tinggi. Ia memiliki [[kompresibilitas]] yang sangat rendah. Sejalan dengan itu, [[modulus kompresi|modulus curah]]nya sangat tinggi, dilaporkan antara dan , yang menyaingi [[intan]] (). Kekerasan osmium terbilang cukup tinggi pada .<ref>Michelle Weinberger. [https://semanticscholar.org/paper/26284f357ffc6a0d689ee720f0ee0079f5de0922 Osmium Metal Studied under High Pressure and Nonhydrostatic Stress]. ''Phys. Rev. Lett''. 2008. Vol. 100 (4). hlm. 045506. doi:10.1103/PhysRevLett.100.045506.</ref><ref>Hyunchae Cynn. [https://zenodo.org/record/1233939 Osmium has the Lowest Experimentally Determined Compressibility]. ''Physical Review Letters''. 2002. Vol. 88 (13). hlm. 135701. doi:10.1103/PhysRevLett.88.135701.</ref><ref>B. R. Sahu. ''Osmium Is Not Harder Than Diamond''. ''Physical Review B''. 2005. Vol. 72 (11). hlm. 113106. doi:10.1103/PhysRevB.72.113106.</ref> Karena [[Kekerasan (fisika)|kekerasan]]nya, kerapuhannya, [[tekanan uap]]nya yang rendah (paling rendah dari logam golongan platina), dan [[titik lebur]]nya yang sangat tinggi ([[Daftar unsur menurut nomor atom|tertinggi keempat]] dari semua unsur, setelah [[karbon]], [[wolfram]], dan [[renium]]), osmium padat sulit dikerjakan, dibentuk, atau dikerjakan dengan mesin. | |||
Osmium adalah sebuah [[logam]] keras tapi rapuh yang tetap [[Kilau (mineralogi)|berkilau]] bahkan pada suhu tinggi. Ia memiliki [[kompresibilitas]] yang sangat rendah. Sejalan dengan itu, [[modulus kompresi|modulus curah]]nya sangat tinggi, dilaporkan antara dan , yang menyaingi [[intan]] (). Kekerasan osmium terbilang cukup tinggi pada . Karena [[Kekerasan (fisika)|kekerasan]]nya, kerapuhannya, [[tekanan uap]]nya yang rendah (paling rendah dari logam golongan platina), dan [[titik lebur]]nya yang sangat tinggi ([[Daftar unsur menurut nomor atom|tertinggi keempat]] dari semua unsur, setelah [[karbon]], [[wolfram]], dan [[renium]]), osmium padat sulit dikerjakan, dibentuk, atau dikerjakan dengan mesin. | |||
===Sifat kimia=== | ===Sifat kimia=== | ||
{|class="wikitable" | |||
|- | |||
! colspan=2|Keadaan oksidasi osmium | |||
|- | |||
| −4 || [OsIn<sub>6−''x''</sub>Sn<sub>''x''</sub>]<ref>Fe(−4), Ru(−4), dan Os(−4) telah teramati dalam senyawa kaya logam yang mengandung kompleks oktahedron [MIn 6−''x'' Sn ''x'' ]; Pt(−3) (sebagai anion dimerik [Pt–Pt] 6− ), Cu(−2), Zn(−2), Ag(−2), Cd(−2), Au(−2), dan Hg(−2) telah teramati (sebagai anion dimerik dan monomerik; ion dimerik awalnya dilaporkan sebagai [T–T] 2− untuk Zn, Cd, Hg, tetapi kemudian terbukti sebagai [T–T] 4− untuk semua unsur-unsur ini) dalam La 2 Pt 2 In, La 2 Cu 2 In, Ca 5 Au 3 , Ca 5 Ag 3 , Ca 5 Hg 3 , Sr 5 Cd 3 , Ca 5 Zn 3 (struktur (AE 2+ ) 5 (T–T) 4− T 2− ⋅4e − ), Yb 3 Ag 2 , Ca 5 Au 4 , dan Ca 3 Hg 2 ; Au(–3) telah teramati dalam ScAuSn dan dalam senyawa setengah-Heusler 18-elektron lainnya. Lihat Changhoon Lee. ''Late transition metal anions acting as p-metal elements''. ''Solid State Sciences''. 2008. Vol. 10 (4). hlm. 444–449. doi:10.1016/j.solidstatesciences.2007.12.001. dan Changhoon Lee. ''Analysis of Electronic Structures and Chemical Bonding of Metal-rich Compounds. 2. Presence of Dimer (T–T) 4– and Isolated T 2– Anions in the Polar Intermetallic Cr 5 B 3 -Type Compounds AE 5 T 3 (AE = Ca, Sr; T = Au, Ag, Hg, Cd, Zn)''. ''Zeitschrift für Anorganische und Allgemeine Chemie''. 2010. Vol. 636 (1). hlm. 36–40. doi:10.1002/zaac.200900421.</ref> | |||
|- | |||
| −2 || | |||
|- | |||
| −1 || | |||
|- | |||
| 0 ||[[Triosmium dodekakarbonil|Triosmium dodekakarbonil]] | |||
|- | |||
| +1 || | | +1 || | ||
|- | |||
| '''+2''' || | | '''+2''' || | ||
|- | |||
| '''+3''' || | | '''+3''' || | ||
|- | |||
| '''+4''' || [[Osmium dioksida|Osmium dioksida]], [[Osmium(IV) klorida|Osmium(IV) klorida]] | | '''+4''' || [[Osmium dioksida|Osmium dioksida]], [[Osmium(IV) klorida|Osmium(IV) klorida]] | ||
|- | |||
| +5 || | | +5 || | ||
|- | |||
| +6 ||[[Osmium heksafluorida|Osmium heksafluorida]] | | +6 ||[[Osmium heksafluorida|Osmium heksafluorida]] | ||
|- | |||
| +7 || | | +7 || | ||
|- | |||
| '''+8''' ||[[Osmium tetroksida|Osmium tetroksida]], | |||
|} | |||
Osmium membentuk berbagai senyawa dengan [[Bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] mulai dari −4 hingga +8. Keadaan oksidasi yang paling umum adalah +2, +3, +4, dan +8. Keadaan oksidasi +8 terkenal sebagai yang tertinggi yang dicapai oleh unsur kimia apa pun selain dari [[Iridium tetroksida|+9 iridium]]<ref>Stoye, Emma. [http://www.rsc.org/chemistryworld/2014/10/iridium-oxide-cation-oxidation-state-9 Iridium forms compound in +9 oxidation state]. ''Chemistry World''. Royal Society of Chemistry. 23 October 2014.</ref> dan hanya ditemui pada [[xenon]],<ref>H. Selig. [https://archive.org/details/sim_science_1964-03-20_143_3612/page/1322 Xenon tetroxide – Preparation + Some Properties]. ''Science''. 1964. Vol. 143 (3612). hlm. 1322–1323. doi:10.1126/science.143.3612.1322.</ref><ref>J. L. Huston. [https://archive.org/details/sim_science_1964-03-13_143_3611/page/1162 Xenon tetroxide – Mass Spectrum]. ''Science''. 1964. Vol. 143 (3611). hlm. 1162–1163. doi:10.1126/science.143.3611.1161-a.</ref> [[rutenium]],<ref>Barnard, C. F. J. ''Oxidation States of Ruthenium and Osmium''. ''Platinum Metals Review''. 2004. Vol. 48 (4). hlm. 157. doi:10.1595/147106704X10801.</ref> [[hasium]],<ref>[http://www.gsi.de/documents/DOC-2003-Jun-29-2.pdf Chemistry of Hassium]. ''Gesellschaft für Schwerionenforschung mbH''. 2002.</ref> [[iridium]],<ref>Yu Gong. ''Formation and Characterization of the Iridium Tetroxide Molecule with Iridium in the Oxidation State +VIII''. ''Angewandte Chemie International Edition''. 2009. Vol. 48 (42). hlm. 7879–7883. doi:10.1002/anie.200902733.</ref> dan [[plutonium]].<ref>Yu. M. Kiselev. ''On existence and properties of plutonium(VIII) derivatives''. ''Radiochimica Acta''. 17 Januari 2014. Vol. 102 (3). hlm. 227–237. doi:10.1515/ract-2014-2146.</ref><ref>Andréi Zaitsevskii. ''Relativistic density functional theory modeling of plutonium and americium higher oxide molecules''. ''The Journal of Chemical Physics''. 21 Juli 2013. Vol. 139 (3). hlm. 034307. doi:10.1063/1.4813284.</ref> Keadaan oksidasi −1 dan −2 yang diwakili oleh dua senyawa reaktif dan digunakan dalam sintesis [[Gugus nano#Gugus atom|senyawa gugus]] osmium.<ref>J. Krause. [https://archive.org/details/sim_journal-of-organometallic-chemistry_1993-07-27_454_1-2/page/263 Preparation of [Os 3 (CO) 11 ] 2− and its reactions with Os 3 (CO) 12 ; structures of [Et 4 N] [HOs 3 (CO) 11 ] and H 2 OsS 4 (CO)]. ''Journal of Organometallic Chemistry''. 1993. Vol. 454 (1–2). hlm. 263–271. doi:10.1016/0022-328X(93)83250-Y.</ref><ref>Willie J. Carter. ''Mononuclear hydrido alkyl carbonyl complexes of osmium and their polynuclear derivatives''. ''Inorganic Chemistry''. 1982. Vol. 21 (11). hlm. 3955–3960. doi:10.1021/ic00141a019.</ref> | |||
Osmium membentuk berbagai senyawa dengan [[Bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] mulai dari −4 hingga +8. Keadaan oksidasi yang paling umum adalah +2, +3, +4, dan +8. Keadaan oksidasi +8 terkenal sebagai yang tertinggi yang dicapai oleh unsur kimia apa pun selain dari [[Iridium tetroksida|+9 iridium]] dan hanya ditemui pada [[xenon]], [[rutenium]], [[hasium]], [[iridium]], dan [[plutonium]]. Keadaan oksidasi −1 dan −2 yang diwakili oleh dua senyawa reaktif dan digunakan dalam sintesis [[Gugus nano#Gugus atom|senyawa gugus]] osmium. | |||
Senyawa paling umum yang menunjukkan keadaan oksidasi +8 adalah [[osmium tetroksida]]. Senyawa beracun ini terbentuk ketika bubuk osmium terpapar udara. Ia adalah padatan kristalin yang sangat volatil, larut dalam air, dan berwarna kuning pucat dengan bau yang kuat. Bubuk osmium memiliki bau khas osmium tetroksida. Osmium tetroksida membentuk osmat () merah saat bereaksi dengan basa. Dengan [[amonia]], ia membentuk nitrido-osmat . Osmium tetroksida mendidih pada suhu 130 °[[Celsius|C]] dan merupakan sebuah [[oksidator]] kuat. Sebaliknya, [[osmium dioksida]] () memiliki warna hitam, tidak volatil, serta lebih tidak reaktif dan beracun. | Senyawa paling umum yang menunjukkan keadaan oksidasi +8 adalah [[osmium tetroksida]]. Senyawa beracun ini terbentuk ketika bubuk osmium terpapar udara. Ia adalah padatan kristalin yang sangat volatil, larut dalam air, dan berwarna kuning pucat dengan bau yang kuat. Bubuk osmium memiliki bau khas osmium tetroksida.<ref>J. Mager Stellman. [https://archive.org/details/encyclopaediaofo0003unse/page/63 Encyclopaedia of Occupational Health and Safety]. International Labour Organization. 1998. hlm. [https://archive.org/details/encyclopaediaofo0003unse/page/63 63.34]. ISBN 978-92-2-109816-4.</ref> Osmium tetroksida membentuk osmat () merah saat bereaksi dengan basa. Dengan [[amonia]], ia membentuk nitrido-osmat .<ref>A. F. Holleman. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref><ref>W. P. Griffith. ''Osmium and its compounds''. ''Quarterly Reviews, Chemical Society''. 1965. Vol. 19 (3). hlm. 254–273. doi:10.1039/QR9651900254.</ref><ref>((Subcommittee on Platinum-Group Metals, Committee on Medical and Biologic Effects of Environmental Pollutants, Division of Medical Sciences, Assembly of Life Sciences, National Research Council)). [https://books.google.com/books?id=yEcrAAAAYAAJ Platinum-group metals]. National Academy of Sciences. 1977. hlm. 55. ISBN 978-0-309-02640-6.</ref> Osmium tetroksida mendidih pada suhu 130 °[[Celsius|C]] dan merupakan sebuah [[oksidator]] kuat. Sebaliknya, [[osmium dioksida]] () memiliki warna hitam, tidak volatil, serta lebih tidak reaktif dan beracun. | ||
Hanya dua senyawa osmium yang memiliki aplikasi utama: osmium tetroksida untuk [[pewarnaan]] jaringan dalam [[mikroskop elektron]] dan untuk oksidasi [[alkena]] dalam [[sintesis organik]], dan osmat yang tidak volatil untuk [[Dihidroksilasi asimetris Sharpless|reaksi oksidasi organik]]. | Hanya dua senyawa osmium yang memiliki aplikasi utama: osmium tetroksida untuk [[pewarnaan]] jaringan dalam [[mikroskop elektron]] dan untuk oksidasi [[alkena]] dalam [[sintesis organik]], dan osmat yang tidak volatil untuk [[Dihidroksilasi asimetris Sharpless|reaksi oksidasi organik]].<ref>John J. Bozzola. [https://books.google.com/books?id=zMkBAPACbEkC&pg=PA21 Electron microscopy : principles and techniques for biologists]. Jones and Bartlett. 1999. hlm. 21–31. ISBN 978-0-7637-0192-5.</ref> | ||
Osmium pentafluorida () telah diketahui, tetapi osmium trifluorida () belum disintesis. Keadaan oksidasi yang lebih rendah distabilkan oleh halogen yang lebih besar, sehingga triklorida, tribromida, triiodida, dan bahkan diiodida telah diketahui. Keadaan oksidasi +1 hanya diketahui untuk osmium monoiodida (OsI), sedangkan beberapa kompleks karbonil osmium, seperti [[triosmium dodekakarbonil]] (), mewakili keadaan oksidasi 0. | Osmium pentafluorida () telah diketahui, tetapi osmium trifluorida () belum disintesis. Keadaan oksidasi yang lebih rendah distabilkan oleh halogen yang lebih besar, sehingga triklorida, tribromida, triiodida, dan bahkan diiodida telah diketahui. Keadaan oksidasi +1 hanya diketahui untuk osmium monoiodida (OsI), sedangkan beberapa kompleks karbonil osmium, seperti [[triosmium dodekakarbonil]] (), mewakili keadaan oksidasi 0.<ref>A. F. Holleman. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref><ref>W. P. Griffith. ''Osmium and its compounds''. ''Quarterly Reviews, Chemical Society''. 1965. Vol. 19 (3). hlm. 254–273. doi:10.1039/QR9651900254.</ref><ref>N. N. Greenwood. ''Chemistry of the Elements''. Oxford:Butterworth-Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref><ref>Gulliver, D. J. ''The chemistry of ruthenium, osmium, rhodium, iridium, palladium, and platinum in the higher oxidation states''. ''Coordination Chemistry Reviews''. 1982. Vol. 46. hlm. 1–127. doi:10.1016/0010-8545(82)85001-7.</ref> | ||
Secara umum, keadaan oksidasi osmium yang lebih rendah distabilkan oleh [[ligan]] yang merupakan donor-σ (seperti [[amina]]) dan akseptor-π ([[senyawa heterosiklik|heterosiklik]] yang mengandung [[nitrogen]]). Keadaan oksidasi yang lebih tinggi distabilkan oleh donor-σ dan -π yang kuat, seperti dan . | Secara umum, keadaan oksidasi osmium yang lebih rendah distabilkan oleh [[ligan]] yang merupakan donor-σ (seperti [[amina]]) dan akseptor-π ([[senyawa heterosiklik|heterosiklik]] yang mengandung [[nitrogen]]). Keadaan oksidasi yang lebih tinggi distabilkan oleh donor-σ dan -π yang kuat, seperti dan .<ref>Sykes, A. G. ''Advances in Inorganic Chemistry''. Academic Press. 1992. hlm. 221. ISBN 978-0-12-023637-4.</ref> | ||
Meskipun memiliki jangkauan senyawa yang luas dalam berbagai keadaan oksidasi, osmium dalam bentuk curah pada suhu dan tekanan biasa stabil di udara, menolak serangan semua asam, termasuk [[air raja]], tetapi dapat diserang oleh alkali yang menyatu, asam nitrat panas, dan air raja panas. | Meskipun memiliki jangkauan senyawa yang luas dalam berbagai keadaan oksidasi, osmium dalam bentuk curah pada suhu dan tekanan biasa stabil di udara, menolak serangan semua asam, termasuk [[air raja]], tetapi dapat diserang oleh alkali yang menyatu,<ref>[https://mmta.co.uk/metals/os/ Osmium]. Minor Metals Trade Association. 2016.</ref> asam nitrat panas, dan air raja panas.<ref>Lyon, S. B. "Corrosion of noble metals." (2010): 2205-2223.</ref> | ||
===Isotop=== | ===Isotop=== | ||
Osmium memiliki tujuh [[isotop]] alami, dengan lima di antaranya stabil: , , , , dan (yang paling melimpah) . mengalami [[peluruhan alfa]] dengan [[waktu paruh]] yang begitu lama sebesar tahun, kira-kira kali [[umur alam semesta|usia alam semesta]], sehingga untuk tujuan praktis dapat dianggap stabil. juga diketahui mengalami peluruhan alfa dengan waktu paruh tahun.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Osmium&oldid=29573661 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Peluruhan alfa diprediksi untuk semua isotop alami lainnya, tetapi hal ini tidak pernah teramati, mungkin karena waktu paruh yang sangat panjang. Diperkirakan bahwa dan dapat mengalami [[peluruhan beta ganda]], tetapi radioaktivitasnya belum teramati.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Osmium&oldid=29573661 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
adalah turunan dari (waktu paruh tahun) dan digunakan secara luas dalam penanggalan terestrial serta [[batu]]an [[meteorit|meteorik]] (lihat [[penanggalan renium–osmium]]). Ia juga telah digunakan untuk mengukur intensitas pelapukan benua selama waktu geologis dan untuk menetapkan usia minimum untuk stabilisasi akar [[Mantel Bumi|mantel]] [[kraton]] benua. Peluruhan ini adalah alasan mengapa mineral kaya renium sangat kaya akan .<ref>Józef Dąbek. ''Physical Foundations of Rhenium-Osmium Method – A Review''. ''Geochronometria''. 2007. Vol. 27. hlm. 23–26. doi:10.2478/v10003-007-0011-4.</ref> Namun, aplikasi isotop osmium yang paling menonjol dalam geologi adalah dalam hubungannya dengan kelimpahan iridium, untuk mengarakterisasi lapisan [[kuarsa terkejut]] di sepanjang [[batas Kapur–Paleogen]] yang menandai kepunahan [[dinosaurus]] non-unggas 65 juta tahun yang lalu.<ref>Alvarez, L. W. [http://earthscience.rice.edu/wp-content/uploads/2015/11/Alvarez_K-Timpact_Science80.pdf Extraterrestrial cause for the Cretaceous–Tertiary extinction]. ''Science''. 1980. Vol. 208 (4448). hlm. 1095–1108. doi:10.1126/science.208.4448.1095.</ref> | |||
adalah turunan dari (waktu paruh tahun) dan digunakan secara luas dalam penanggalan terestrial serta [[batu]]an [[meteorit|meteorik]] (lihat [[penanggalan renium–osmium]]). Ia juga telah digunakan untuk mengukur intensitas pelapukan benua selama waktu geologis dan untuk menetapkan usia minimum untuk stabilisasi akar [[Mantel Bumi|mantel]] [[kraton]] benua. Peluruhan ini adalah alasan mengapa mineral kaya renium sangat kaya akan . Namun, aplikasi isotop osmium yang paling menonjol dalam geologi adalah dalam hubungannya dengan kelimpahan iridium, untuk mengarakterisasi lapisan [[kuarsa terkejut]] di sepanjang [[batas Kapur–Paleogen]] yang menandai kepunahan [[dinosaurus]] non-unggas 65 juta tahun yang lalu. | |||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
Osmium [[Penemuan unsur kimia|ditemukan]] pada tahun 1803 oleh [[Smithson Tennant]] dan [[William Hyde Wollaston|William H. Wollaston]] di [[London]], Inggris. Penemuan osmium memiliki kaitan dengan platina dan logam lain dari [[golongan platina]]. Platina mencapai Eropa sebagai ''platina'' ("perak kecil"), pertama kali ditemukan pada akhir abad ke-17 di tambang perak di sekitar [[Departemen Chocó]], [[Kolombia]]. Penemuan bahwa logam ini bukanlah paduan, tetapi unsur baru yang berbeda, diterbitkan pada tahun 1748. Kimiawan yang mempelajari platina melarutkannya dalam [[air raja]] (sebuah campuran [[asam klorida]] dan [[asam nitrat|nitrat]]) untuk membuat garam yang larut. Mereka selalu mengamati sejumlah kecil residu yang gelap dan tidak larut. [[Joseph Louis Proust|Joseph L. Proust]] berpikir bahwa residu itu adalah [[grafit]]. [[Victor Collet-Descotils]], [[Antoine-François de Fourcroy|A. François, comte de Fourcroy]], dan [[Louis Nicolas Vauquelin|Louis N. Vauquelin]] juga mengamati iridium dalam residu platina hitam tersebut pada tahun 1803, tetapi tidak memperoleh bahan yang cukup untuk percobaan lebih lanjut. Kemudian, dua kimiawan Prancis Fourcroy dan Vauquelin mengidentifikasi sebuah logam dalam residu platina yang mereka sebut ''ptène''. | Osmium [[Penemuan unsur kimia|ditemukan]] pada tahun 1803 oleh [[Smithson Tennant]] dan [[William Hyde Wollaston|William H. Wollaston]] di [[London]], Inggris.<ref>S. I. Venetskii. [https://archive.org/details/sim_metallurgist_january-february-1974_18_1-2/page/155 Osmium]. ''Metallurgist''. 1974. Vol. 18 (2). hlm. 155–157. doi:10.1007/BF01132596.</ref> Penemuan osmium memiliki kaitan dengan platina dan logam lain dari [[golongan platina]]. Platina mencapai Eropa sebagai ''platina'' ("perak kecil"), pertama kali ditemukan pada akhir abad ke-17 di tambang perak di sekitar [[Departemen Chocó]], [[Kolombia]].<ref>McDonald, M. [http://www.platinummetalsreview.com/dynamic/article/view/pmr-v3-i4-140-145 The Platinum of New Granada: Mining and Metallurgy in the Spanish Colonial Empire]. ''Platinum Metals Review''. 959. Vol. 3 (4). hlm. 140–145.</ref> Penemuan bahwa logam ini bukanlah paduan, tetapi unsur baru yang berbeda, diterbitkan pada tahun 1748.<ref>Juan, J. ''Relación histórica del viage a la América Meridional''. 1748. Vol. 1. hlm. 606.</ref> Kimiawan yang mempelajari platina melarutkannya dalam [[air raja]] (sebuah campuran [[asam klorida]] dan [[asam nitrat|nitrat]]) untuk membuat garam yang larut. Mereka selalu mengamati sejumlah kecil residu yang gelap dan tidak larut.<ref>L. B. Hunt. [http://www.platinummetalsreview.com/pdf/pmr-v31-i1-032-041.pdf A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> [[Joseph Louis Proust|Joseph L. Proust]] berpikir bahwa residu itu adalah [[grafit]].<ref>L. B. Hunt. [http://www.platinummetalsreview.com/pdf/pmr-v31-i1-032-041.pdf A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> [[Victor Collet-Descotils]], [[Antoine-François de Fourcroy|A. François, comte de Fourcroy]], dan [[Louis Nicolas Vauquelin|Louis N. Vauquelin]] juga mengamati iridium dalam residu platina hitam tersebut pada tahun 1803, tetapi tidak memperoleh bahan yang cukup untuk percobaan lebih lanjut.<ref>L. B. Hunt. [http://www.platinummetalsreview.com/pdf/pmr-v31-i1-032-041.pdf A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref> Kemudian, dua kimiawan Prancis Fourcroy dan Vauquelin mengidentifikasi sebuah logam dalam residu platina yang mereka sebut ''ptène''.<ref>Rolf Haubrichs. [http://www.technology.matthey.com/article/61/3/190-196/ Osmium vs. 'Ptène': The Naming of the Densest Metal]. ''Johnson Matthey Technology Review''. 2017. Vol. 61 (3). hlm. 190. doi:10.1595/205651317x695631.</ref> | ||
Pada tahun 1803, [[Smithson Tennant]] menganalisis residu yang tidak larut tersebut dan menyimpulkan bahwa itu pasti mengandung sebuah logam baru. Vauquelin mengolah bubuk itu secara bergantian dengan alkali dan asam dan memperoleh sebuah oksida baru yang volatil, yang dia yakini berasal dari logam baru ini—yang dia beri nama ''ptene'', dari kata Yunani (ptènos) yang berarti "bersayap". Namun, Tennant, yang memiliki keuntungan dari jumlah residu yang jauh lebih besar, melanjutkan penelitiannya dan mengidentifikasi dua unsur yang sebelumnya belum ditemukan dalam residu hitam tersebut, iridium dan osmium. Dia memperoleh sebuah larutan kuning (kemungkinan ''cis''–<nowiki>[</nowiki>Os(OH)<sub>2</sub>O<sub>4</sub><nowiki>]</nowiki><sup>2−</sup>) melalui reaksi dengan [[natrium hidroksida]] pada panas merah (''[[:en:Red heat|red heat]]''). Setelah pengasaman, dia mampu menyaring OsO<sub>4</sub> yang terbentuk. Dia menamainya osmium dari [[bahasa Yunani]] ''osme'' yang berarti "bau", karena bau seperti abu dan asap dari [[osmium tetroksida]] yang volatil. Penemuan unsur baru ini didokumentasikan dalam sebuah surat kepada [[Royal Society]] pada 21 Juni 1804. | Pada tahun 1803, [[Smithson Tennant]] menganalisis residu yang tidak larut tersebut dan menyimpulkan bahwa itu pasti mengandung sebuah logam baru. Vauquelin mengolah bubuk itu secara bergantian dengan alkali dan asam<ref>J. Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/199 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/199 199–201]. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> dan memperoleh sebuah oksida baru yang volatil, yang dia yakini berasal dari logam baru ini—yang dia beri nama ''ptene'', dari kata Yunani (ptènos) yang berarti "bersayap".<ref>Griffith, W. P. ''Bicentenary of Four Platinum Group Metals. Part II: Osmium and iridium – events surrounding their discoveries''. ''Platinum Metals Review''. 2004. Vol. 48 (4). hlm. 182–189. doi:10.1595/147106704X4844.</ref><ref>Thomson, T. [https://archive.org/details/asystemchemistr08thomgoog A System of Chemistry of Inorganic Bodies]. Baldwin & Cradock, London; and William Blackwood, Edinburgh. 1831. hlm. [https://archive.org/details/asystemchemistr08thomgoog/page/n726 693].</ref> Namun, Tennant, yang memiliki keuntungan dari jumlah residu yang jauh lebih besar, melanjutkan penelitiannya dan mengidentifikasi dua unsur yang sebelumnya belum ditemukan dalam residu hitam tersebut, iridium dan osmium.<ref>L. B. Hunt. [http://www.platinummetalsreview.com/pdf/pmr-v31-i1-032-041.pdf A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref><ref>J. Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/199 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/199 199–201]. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> Dia memperoleh sebuah larutan kuning (kemungkinan ''cis''–<nowiki>[</nowiki>Os(OH)<sub>2</sub>O<sub>4</sub><nowiki>]</nowiki><sup>2−</sup>) melalui reaksi dengan [[natrium hidroksida]] pada panas merah (''[[:en:Red heat|red heat]]''). Setelah pengasaman, dia mampu menyaring OsO<sub>4</sub> yang terbentuk.<ref>W. P. Griffith. ''Osmium and its compounds''. ''Quarterly Reviews, Chemical Society''. 1965. Vol. 19 (3). hlm. 254–273. doi:10.1039/QR9651900254.</ref> Dia menamainya osmium dari [[bahasa Yunani]] ''osme'' yang berarti "bau", karena bau seperti abu dan asap dari [[osmium tetroksida]] yang volatil.<ref>Weeks, M. E. [https://archive.org/details/discoveryofeleme07edunse Discovery of the Elements]. Journal of Chemical Education. 1968. hlm. [https://archive.org/details/discoveryofeleme07edunse/page/414 414]–418. ISBN 978-0-8486-8579-9.</ref> Penemuan unsur baru ini didokumentasikan dalam sebuah surat kepada [[Royal Society]] pada 21 Juni 1804.<ref>L. B. Hunt. [http://www.platinummetalsreview.com/pdf/pmr-v31-i1-032-041.pdf A History of Iridium]. ''Platinum Metals Review''. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.</ref><ref>S. Tennant. [https://zenodo.org/record/1432312 On Two Metals, Found in the Black Powder Remaining after the Solution of Platina]. ''Philosophical Transactions of the Royal Society''. 1804. Vol. 94. hlm. 411–418. doi:10.1098/rstl.1804.0018.</ref> | ||
[[Uranium]] dan osmium adalah [[katalisis|katalis]] sukses awal dalam [[proses Haber]], reaksi [[pengikatan nitrogen|fiksasi nitrogen]] antara [[nitrogen]] dan [[hidrogen]] untuk menghasilkan [[amonia]], memberikan hasil yang cukup untuk membuat proses tersebut sukses secara ekonomi. Pada saat itu, sebuah grup di [[BASF]] yang dipimpin oleh [[Carl Bosch]] membeli sebagian besar pasokan osmium dunia untuk digunakan sebagai katalis. Tak lama kemudian, pada tahun 1908, katalis yang lebih murah yang berdasar pada besi dan besi oksida diperkenalkan oleh grup yang sama untuk [[pabrik percontohan]] pertama, menghilangkan kebutuhan akan osmium yang mahal dan langka. | [[Uranium]] dan osmium adalah [[katalisis|katalis]] sukses awal dalam [[proses Haber]], reaksi [[pengikatan nitrogen|fiksasi nitrogen]] antara [[nitrogen]] dan [[hidrogen]] untuk menghasilkan [[amonia]], memberikan hasil yang cukup untuk membuat proses tersebut sukses secara ekonomi. Pada saat itu, sebuah grup di [[BASF]] yang dipimpin oleh [[Carl Bosch]] membeli sebagian besar pasokan osmium dunia untuk digunakan sebagai katalis. Tak lama kemudian, pada tahun 1908, katalis yang lebih murah yang berdasar pada besi dan besi oksida diperkenalkan oleh grup yang sama untuk [[pabrik percontohan]] pertama, menghilangkan kebutuhan akan osmium yang mahal dan langka.<ref>Vaclav Smil. [https://books.google.com/books?id=G9FljcEASycC Enriching the Earth: Fritz Haber, Carl Bosch, and the Transformation of World Food Production]. MIT Press. 2004. hlm. 80–86. ISBN 978-0-262-69313-4.</ref> | ||
Osmium saat ini diperoleh terutama dari pengolahan bijih [[platina]] dan [[nikel]]. | Osmium saat ini diperoleh terutama dari pengolahan bijih [[platina]] dan [[nikel]].<ref>Micheal W. George. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/platinum/myb1-2006-plati.pdf 2006 Minerals Yearbook: Platinum-Group Metals]. United States Geological Survey USGS.</ref> | ||
==Keterjadian== | ==Keterjadian== | ||
Osmium adalah unsur stabil [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|paling tidak melimpah]] di [[kerak (geologi)|kerak]] Bumi, dengan fraksi massa rata-rata 50 [[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]] di [[kerak benua]].<ref>Wedepohl, Hans K. [https://doi.pangaea.de/10.1594/PANGAEA.841674 The composition of the continental crust]. ''Geochimica et Cosmochimica Acta''. 1995. Vol. 59 (7). hlm. 1217–1232. doi:10.1016/0016-7037(95)00038-2.</ref> | |||
Osmium ditemukan di alam sebagai unsur yang tidak digabungkan atau dalam [[logam paduan|paduan]] alami; terutama paduan iridium–osmium, [[osmiridium]] (kaya iridium), dan [[Osmiridium|iridosmium]] (kaya osmium).<ref>J. Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/199 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/199 199–201]. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> Dalam endapan [[nikel]] dan [[tembaga]], logam golongan platina terjadi sebagai [[sulfida]] (yakni ), [[telurida]] (misalnya ), [[antimonida]] (misalnya ), dan [[arsenida]] (misalnya ); dalam semua senyawa ini, platina ditukar dengan sejumlah kecil iridium dan osmium. Seperti semua logam golongan platina, osmium dapat ditemukan secara alami dalam paduan dengan nikel atau [[tembaga asli|tembaga]].<ref>Z. Xiao. ''Characterizing and recovering the platinum group minerals—a review''. ''Minerals Engineering''. 2004. Vol. 17 (9–10). hlm. 961–979. doi:10.1016/j.mineng.2004.04.001.</ref> | |||
Di dalam kerak Bumi, osmium, seperti halnya iridium, ditemukan pada konsentrasi tertinggi dalam tiga jenis struktur geologis: [[kawah tumbukan]], endapan beku (intrusi kerak dari bawah), dan endapan yang dikerjakan ulang dari endapan beku. Cadangan utama terbesar yang diketahui berada di [[Kompleks Batuan Beku Bushveld]] di [[Afrika Selatan]],<ref>R. J. Seymour. ''Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. Wiley. 2001. doi:10.1002/0471238961.1612012019052513.a01.pub2. ISBN 978-0471238966.</ref> meskipun deposit tembaga–nikel yang besar di dekat [[Norilsk#Endapan nikel Norilsk-Talnakh|Norilsk]] di [[Rusia]], dan [[Cekungan Sudbury]] di [[Kanada]] juga merupakan sumber osmium yang signifikan. Cadangan yang lebih kecil dapat ditemukan di Amerika Serikat.<ref>R. J. Seymour. ''Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. Wiley. 2001. doi:10.1002/0471238961.1612012019052513.a01.pub2. ISBN 978-0471238966.</ref> Endapan [[aluvium|aluvial]] yang digunakan oleh orang-orang [[Amerika Pra-Kolumbus|pra-Kolumbus]] di [[Departemen Chocó]], Kolombia, masih menjadi sumber logam golongan platina. Endapan aluvial besar kedua ditemukan di [[Pegunungan Ural]], Rusia, yang masih ditambang hingga saat ini.<ref>Micheal W. George. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/platinum/myb1-2006-plati.pdf 2006 Minerals Yearbook: Platinum-Group Metals]. United States Geological Survey USGS.</ref><ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/platinum/mcs-2008-plati.pdf Commodity Report: Platinum-Group Metals]. United States Geological Survey USGS.</ref> | |||
Di dalam kerak Bumi, osmium, seperti halnya iridium, ditemukan pada konsentrasi tertinggi dalam tiga jenis struktur geologis: [[kawah tumbukan]], endapan beku (intrusi kerak dari bawah), dan endapan yang dikerjakan ulang dari endapan beku. Cadangan utama terbesar yang diketahui berada di [[Kompleks Batuan Beku Bushveld]] di [[Afrika Selatan]], meskipun deposit tembaga–nikel yang besar di dekat [[Norilsk#Endapan nikel Norilsk-Talnakh|Norilsk]] di [[Rusia]], dan [[Cekungan Sudbury]] di [[Kanada]] juga merupakan sumber osmium yang signifikan. Cadangan yang lebih kecil dapat ditemukan di Amerika Serikat. Endapan [[aluvium|aluvial]] yang digunakan oleh orang-orang [[Amerika Pra-Kolumbus|pra-Kolumbus]] di [[Departemen Chocó]], Kolombia, masih menjadi sumber logam golongan platina. Endapan aluvial besar kedua ditemukan di [[Pegunungan Ural]], Rusia, yang masih ditambang hingga saat ini. | |||
==Produksi== | ==Produksi== | ||
Osmium diperoleh secara komersial sebagai produk sampingan dari penambangan dan pengolahan [[nikel]] dan [[tembaga]]. Selama [[Ekstraksi tembaga#Pemurnian|pengekstrakan elektrolisis tembaga]] dan nikel, beberapa [[logam mulia]] seperti perak, emas, dan logam golongan platina, bersama dengan unsur [[nonlogam]] seperti [[selenium]] dan [[telurium]], mengendap di dasar sel sebagai ''lumpur anoda'', yang membentuk bahan awal untuk ekstraksi mereka.<ref>George, M. W. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/platinum/mcs-2008-plati.pdf Platinum-group metals]. ''U.S. Geological Survey Mineral Commodity Summaries''. 2008.</ref><ref>M. W. George. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/platinum/myb1-2006-plati.pdf 2006 Minerals Yearbook: Platinum-Group Metals]. United States Geological Survey USGS<.</ref> Memisahkan logam-logam ini mengharuskan mereka terlebih dahulu dibawa ke dalam larutan. Beberapa metode dapat mencapai hal ini, tergantung pada proses pemisahan dan komposisi campurannya. Dua metode yang representatif adalah peleburan dengan [[natrium peroksida]] diikuti dengan disolusi dalam [[air raja]], dan disolusi dalam sebuah campuran [[klorin]] dan [[asam klorida]].<ref>R. J. Seymour. ''Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. Wiley. 2001. doi:10.1002/0471238961.1612012019052513.a01.pub2. ISBN 978-0471238966.</ref><ref>Renner, H. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley. 2002. doi:10.1002/14356007.a21_075. ISBN 978-3527306732.</ref> Osmium, rutenium, rodium, dan iridium dapat dipisahkan dari platina, emas, dan logam dasar karena ketidaklarutannya dalam air raja, meninggalkan residu padat. Rodium dapat dipisahkan dari residu tersebut melalui pengolahan dengan [[natrium bisulfat]] cair. Residu yang tidak larut, yang mengandung rutenium, osmium, dan iridium, diolah dengan [[natrium oksida]], di mana Ir tidak larut, menghasilkan garam rutenium dan osmium yang larut dalam air. Setelah oksidasi menjadi oksida yang volatil, dipisahkan dari melalui pengendapan (NH<sub>4</sub>)<sub>3</sub>RuCl<sub>6</sub> dengan amonium klorida. | |||
Setelah dilarutkan, osmium dipisahkan dari logam golongan platina lainnya melalui distilasi atau ekstraksi dengan pelarut organik osmium tetroksida yang volatil.<ref>Raleigh Gilchrist. ''The Platinum Metals''. ''Chemical Reviews''. 1943. Vol. 32 (3). hlm. 277–372. doi:10.1021/cr60103a002.</ref> Metode pertama mirip dengan prosedur yang digunakan oleh Tennant dan Wollaston. Kedua metode tersebut cocok untuk produksi skala industri. Dalam kedua kasus tersebut, produk tersebut direduksi menggunakan hidrogen, menghasilkan logam osmium sebagai bubuk atau [[busa logam|spons]] yang dapat diolah dengan menggunakan teknik [[metalurgi bubuk]].<ref>L. B. Hunt. [http://www.platinummetalsreview.com/pdf/pmr-v13-i4-126-138.pdf Platinum Metals: A Survey of Productive Resources to industrial Uses]. ''Platinum Metals Review''. 1969. Vol. 13 (4). hlm. 126–138.</ref> | |||
Baik produsen maupun Survei Geologi Amerika Serikat tidak pernah menerbitkan jumlah produksi osmium. Pada tahun 1971, perkiraan produksi osmium di Amerika Serikat sebagai produk sampingan dari pemurnian tembaga adalah 2000 [[Troy (satuan)#Troy ons|troy ons]] (62 kg).<ref>Ivan C. Smith. ''Osmium: An Appraisal of Environmental Exposure''. ''Environmental Health Perspectives''. 1974. Vol. 8. hlm. 201–213. doi:10.2307/3428200.</ref> Antara tahun 2010 dan 2019, impor tahunan osmium A.S. berkisar antara kurang dari 0,5 kg hingga 856 kg, dengan rata-rata 157 kg/tahun.<ref>[https://www.usgs.gov/centers/nmic/platinum-group-metals-statistics-and-information Platinum-Group Metals Statistics and Information]. US Geological Survey National Minerals Information Center.</ref> | |||
Baik produsen maupun Survei Geologi Amerika Serikat tidak pernah menerbitkan jumlah produksi osmium. Pada tahun 1971, perkiraan produksi osmium di Amerika Serikat sebagai produk sampingan dari pemurnian tembaga adalah 2000 [[Troy (satuan)#Troy ons|troy ons]] (62 kg). Antara tahun 2010 dan 2019, impor tahunan osmium A.S. berkisar antara kurang dari 0,5 kg hingga 856 kg, dengan rata-rata 157 kg/tahun. | |||
Salah satu cara untuk memproduksi osmium adalah dari renium. , yang terjadi 62,6% di alam, dapat menyerap sebuah neutron menjadi . Ia memiliki [[waktu paruh]] pendek, sekitar 17 jam; intinya berubah menjadi , yang terjadi 13,24% di alam. | Salah satu cara untuk memproduksi osmium adalah dari renium. , yang terjadi 62,6% di alam, dapat menyerap sebuah neutron menjadi . Ia memiliki [[waktu paruh]] pendek, sekitar 17 jam; intinya berubah menjadi , yang terjadi 13,24% di alam. | ||
==Aplikasi== | ==Aplikasi== | ||
Karena volatilitas dan toksisitas oksidanya yang ekstrem, osmium jarang digunakan dalam keadaan murni, tetapi sering dicampur dengan logam lain untuk aplikasi dengan keausan tinggi. Paduan osmium seperti [[osmiridium]] sangatlah keras dan, bersama dengan logam golongan platina lainnya, digunakan pada ujung [[pulpen]], poros instrumen, dan kontak listrik, karena mereka dapat menahan keausan akibat pengoperasian yang sering. Mereka juga digunakan untuk ujung [[Fonograf#Jarum|jarum piringan hitam]] selama akhir 78 [[Revolusi per menit|rpm]] dan awal era rekaman "[[Rekaman LP|LP]]" dan "[[Singel|45]]", sekitar tahun 1945 hingga 1955. Ujung paduan osmium secara signifikan lebih tahan lama daripada titik jarum baja dan kromium, tetapi jauh lebih cepat aus daripada ujung [[safir]] dan [[intan]] yang lebih mahal, sehingga mereka dihentikan. | Karena volatilitas dan toksisitas oksidanya yang ekstrem, osmium jarang digunakan dalam keadaan murni, tetapi sering dicampur dengan logam lain untuk aplikasi dengan keausan tinggi. Paduan osmium seperti [[osmiridium]] sangatlah keras dan, bersama dengan logam golongan platina lainnya, digunakan pada ujung [[pulpen]], poros instrumen, dan kontak listrik, karena mereka dapat menahan keausan akibat pengoperasian yang sering. Mereka juga digunakan untuk ujung [[Fonograf#Jarum|jarum piringan hitam]] selama akhir 78 [[Revolusi per menit|rpm]] dan awal era rekaman "[[Rekaman LP|LP]]" dan "[[Singel|45]]", sekitar tahun 1945 hingga 1955. Ujung paduan osmium secara signifikan lebih tahan lama daripada titik jarum baja dan kromium, tetapi jauh lebih cepat aus daripada ujung [[safir]] dan [[intan]] yang lebih mahal, sehingga mereka dihentikan.<ref>Cramer, Stephen D. [https://books.google.com/books?id=wGdFAAAAYAAJ ASM Handbook Volume 13B. Corrosion: Materials]. ASM International. 2005. ISBN 978-0-87170-707-9.</ref> | ||
[ | |||
[[Osmium tetroksida]] telah digunakan dalam deteksi [[sidik jari]]<ref>Herbert L. MacDonell. [https://scholarlycommons.law.northwestern.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=4971&context=jclc The Use of Hydrogen Fluoride in the Development of Latent Fingerprints Found on Glass Surfaces]. ''The Journal of Criminal Law, Criminology, and Police Science''. 1960. Vol. 51 (4). hlm. 465–470. doi:10.2307/1140672.</ref> dan pewarnaan jaringan [[lemak]] untuk [[mikroskop elektron]] dan optik. Sebagai oksidan yang kuat, ia mengikat silang lipid terutama dengan bereaksi dengan ikatan karbon–karbon tak jenuh dan dengan demikian memperbaiki [[membran biologis]] pada tempatnya dalam sampel jaringan dan sekaligus menodainya. Karena atom osmium sangat padat elektron, pewarnaan osmium akan sangat meningkatkan kontras citra dalam studi [[mikroskop transmisi elektron]] (TEM) bahan biologis. Sebaliknya, bahan karbon memiliki kontras TEM yang sangat lemah.<ref>John J. Bozzola. [https://books.google.com/books?id=zMkBAPACbEkC&pg=PA21 Electron microscopy : principles and techniques for biologists]. Jones and Bartlett. 1999. hlm. 21–31. ISBN 978-0-7637-0192-5.</ref> Senyawa osmium lainnya, osmium ferisianida (OsFeCN), menunjukkan aksi pengikatan dan pewarnaan yang serupa.<ref>Chadwick, D. [https://archive.org/details/roleofsarcoplasm0000unse/page/259 Role of the sarcoplasmic reticulum in smooth muscle]. John Wiley and Sons. 2002. hlm. [https://archive.org/details/roleofsarcoplasm0000unse/page/259 259–264]. ISBN 978-0-470-84479-3.</ref> | |||
Tetroksida dan turunannya, [[kalium osmat]], merupakan oksidan penting dalam [[sintesis organik]]. Untuk [[dihidroksilasi asimetris Sharpless]], yang menggunakan osmat untuk konversi [[ikatan ganda]] menjadi [[diol]] [[Visinal (kimia)|visinal]], [[Karl Barry Sharpless|Karl B. Sharpless]] dianugerahi [[Penghargaan Nobel Kimia]] pada tahun 2001.<ref>H. C. Kolb. ''Catalytic Asymmetric Dihydroxylation''. ''Chemical Reviews''. 1994. Vol. 94 (8). hlm. 2483–2547. doi:10.1021/cr00032a009.</ref><ref>T. J. Colacot. [http://www.platinummetalsreview.com/pdf/pmr-v46-i2-082-083.pdf 2001 Nobel Prize in Chemistry]. ''Platinum Metals Review''. 2002. Vol. 46 (2). hlm. 82–83.</ref> OsO<sub>4</sub> sangat mahal untuk penggunaan ini, sehingga KMnO<sub>4</sub> sering digunakan sebagai pengganti, bahkan meskipun hasilnya lebih sedikit untuk reagen kimia yang lebih murah ini. | |||
Pada tahun 1898, kimiawan Austria [[Carl Auer von Welsbach|Auer von Welsbach]] mengembangkan Oslamp dengan [[Lampu pijar#Filamen|filamen]] yang terbuat dari osmium, yang diperkenalkannya secara komersial pada tahun 1902. Hanya dalam beberapa tahun, osmium digantikan oleh [[wolfram]], yang lebih melimpah (dan dengan demikian lebih murah) dan lebih stabil. Wolfram memiliki titik lebur tertinggi di antara semua logam, dan penggunaannya dalam bola lampu akan meningkatkan kemanjuran bercahaya dan masa pakai [[lampu pijar]].<ref>W. P. Griffith. ''Osmium and its compounds''. ''Quarterly Reviews, Chemical Society''. 1965. Vol. 19 (3). hlm. 254–273. doi:10.1039/QR9651900254.</ref> | |||
Produsen bola lampu [[Osram]] (didirikan pada tahun 1906, ketika tiga perusahaan Jerman, Auer-Gesellschaft, AEG dan Siemens & Halske, menggabungkan fasilitas produksi lampu mereka) mendapatkan namanya dari unsur '''os'''mium dan ''wolf'''ram'''''.<ref>B. Bowers, B. [https://archive.org/details/sim_ieee-proceedings_proceedings-of-the-ieee_2001-03_89_3/page/413 Scanning our past from London: the filament lamp and new materials]. ''Proceedings of the IEEE''. 2001. Vol. 89 (3). hlm. 413–415. doi:10.1109/5.915382.</ref> | |||
Seperti [[paladium]], bubuk osmium akan menyerap atom hidrogen secara efektif. Hal ini dapat membuat osmium menjadi kandidat potensial untuk elektrode baterai logam-hidrida. Namun, osmium memiliki harga yang tinggi dan akan bereaksi dengan kalium hidroksida, elektrolit baterai yang paling umum.<ref>V. E. Antonov. [http://www.platinummetalsreview.com/pdf/pmr-v28-i4-158-163.pdf The Solubility of Hydrogen in the Platinum Metals under High Pressure]. ''Platinum Metals Review''. 1984. Vol. 28 (4). hlm. 158–163.</ref> | |||
Osmium memiliki [[reflektifitas]] tinggi dalam rentang [[ultraungu]] dari [[spektrum elektromagnetik]]; misalnya, pada 600 [[Ångström|Å]] osmium memiliki reflektifitas dua kali lipat dari emas.<ref>Torr, Marsha R. [https://archive.org/details/applied-optics_1985-09-15_24_18/page/2959 Osmium coated diffraction grating in the Space Shuttle environment: performance]. ''Applied Optics''. 1985. Vol. 24 (18). hlm. 2959. doi:10.1364/AO.24.002959.</ref> Reflektivitas tinggi ini diinginkan dalam [[Spektroskopi ultraungu–kasatmata|spektrometer UV]] berbasis luar angkasa, yang telah mengurangi ukuran cermin karena keterbatasan luar angkasa. Cermin berlapis osmium diterbangkan dalam beberapa misi luar angkasa dengan [[Pesawat Ulang Alik]], tetapi segera menjadi jelas bahwa radikal oksigen di [[orbit rendah Bumi]] cukup melimpah untuk merusak lapisan osmium secara signifikan.<ref>Gull, T. R. [https://archive.org/details/applied-optics_1985-08-15_24_16/page/2660 Low earth orbit environmental effects on osmium and related optical thin-film coatings]. ''Applied Optics''. 1985. Vol. 24 (16). hlm. 2660. doi:10.1364/AO.24.002660.</ref> | |||
Satu-satunya penggunaan klinis osmium yang diketahui adalah [[sinovektomi]] pada pasien artritis di Skandinavia.<ref>H. Sheppeard. [https://archive.org/details/sim_arthritis-rheumatology_1980-01_23_1/page/25 Intra-articular osmic acid in rheumatoid arthritis: five years' experience]. ''Rheumatology''. 1980. Vol. 19 (1). hlm. 25–29. doi:10.1093/rheumatology/19.1.25.</ref> Ia melibatkan administrasi lokal osmium tetroksida (OsO<sub>4</sub>), yang merupakan senyawa yang sangat beracun. Kurangnya laporan mengenai efek samping jangka panjang menunjukkan bahwa osmium itu sendiri dapat menjadi [[Biokompatibilitas|biokompatibel]], meskipun ini tergantung pada senyawa osmium yang diberikan. Pada tahun 2011, senyawa osmium(VI)<ref>T.-C Lau. [https://semanticscholar.org/paper/cddae47b12a6e9ad34687029d0f8293d8f1aa647 Osmium(vi) complexes as a new class of potential anti-cancer agents]. ''Chem. Commun''. 2011. Vol. 47 (7). hlm. 2140–2142. doi:10.1039/C0CC04515B.</ref> dan osmium(II)<ref>Peter Sadler. [http://wrap.warwick.ac.uk/38704/1/WRAP_Fu_467_MCC_2011_Ying%20Fu_2_666_deposit.pdf Anti-colorectal cancer activity of an organometallic osmium arene azopyridine complex]. ''Med. Chem. Commun''. 2011. Vol. 2 (7). hlm. 666–668. doi:10.1039/C1MD00075F.</ref> menunjukkan aktivitas antikanker secara ''in vivo''; ini menunjukkan masa depan yang menjanjikan untuk menggunakan senyawa osmium sebagai obat [[antikarsinogen|antikanker]].<ref>Ying Fu. [http://wrap.warwick.ac.uk/53174/1/WRAP_Romero_489_Chem%20Sci%202012_3_2485_Maria%20J%20Romero_deposit.pdf The contrasting chemical reactivity of potent isoelectronic iminopyridine and azopyridine osmium(II) arene anticancer complexes]. ''Chemical Science''. 2012. Vol. 3 (8). hlm. 2485–2494. doi:10.1039/C2SC20220D.</ref> | |||
==Pencegahan== | ==Pencegahan== | ||
Logam osmium curah tidak berbahaya dan tidak terlalu reaktif. Sebaliknya, masalah keamanan yang paling penting adalah potensi pembentukan [[osmium tetroksida]] (OsO<sub>4</sub>), yang bersifat [[Volatilitas (kimia)|volatil]] dan sangat beracun. Reaksi ini menguntungkan secara termodinamika pada suhu kamar, tetapi lajunya bergantung pada luas permukaan logam. Akibatnya, bahan curah lebih tidak berbahaya daripada bubuk, yang bereaksi cukup cepat sehingga sampel kadang-kadang berbau seperti OsO<sub>4</sub> jika ditangani di udara. | Logam osmium curah tidak berbahaya dan tidak terlalu reaktif.<ref>A. I. G. McLaughlin. ''Toxic Manifestations of Osmium Tetroxide''. ''Occupational and Environmental Medicine''. 1 Juli 1946. Vol. 3 (3). hlm. 183–186. doi:10.1136/oem.3.3.183.</ref><ref>[https://doi.org/10.1002/0471701343.sdp45229 Sax's Dangerous Properties of Industrial Materials]. John Wiley & Sons, Inc. 15 Oktober 2012. doi:10.1002/0471701343.sdp45229. ISBN 978-0-471-70134-7.</ref> Sebaliknya, masalah keamanan yang paling penting adalah potensi pembentukan [[osmium tetroksida]] (OsO<sub>4</sub>), yang bersifat [[Volatilitas (kimia)|volatil]] dan sangat beracun.<ref>Alex Lebeau. ''Hamilton & Hardy's Industrial Toxicology''. John Wiley & Sons, Inc. 20 Maret 2015. hlm. 187–192. ISBN 978-1-118-83401-5.</ref> Reaksi ini menguntungkan secara termodinamika pada suhu kamar,<ref>[https://hbcp.chemnetbase.com/ Osmium(VIII) oxide]. ''CRC Handbook of Chemistry and Physics, 103rd Edition (Internet Version 2022)''. CRC Press/Taylor & Francis Group.</ref> tetapi lajunya bergantung pada luas permukaan logam.<ref>A. I. G. McLaughlin. ''Toxic Manifestations of Osmium Tetroxide''. ''Occupational and Environmental Medicine''. 1 Juli 1946. Vol. 3 (3). hlm. 183–186. doi:10.1136/oem.3.3.183.</ref><ref>Natalie Friedova. ''Osmium absorption after osmium tetroxide skin and eye exposure''. ''Basic & Clinical Pharmacology & Toxicology''. November 2020. Vol. 127 (5). hlm. 429–433. doi:10.1111/bcpt.13450.</ref> Akibatnya, bahan curah lebih tidak berbahaya<ref>William E. Luttrell. ''Toxic tips: Osmium tetroxide''. ''Journal of Chemical Health & Safety''. 1 September 2007. Vol. 14 (5). hlm. 40–41. doi:10.1016/j.jchas.2007.07.003.</ref><ref>Ivan C. Smith. [https://doi.org/10.1289/ehp.748201 Osmium: An Appraisal of Environmental Exposure]. ''Environmental Health Perspectives''. Agustus 1974. Vol. 8. hlm. 201–213. doi:10.1289/ehp.748201.</ref> daripada bubuk, yang bereaksi cukup cepat sehingga sampel kadang-kadang berbau seperti OsO<sub>4</sub> jika ditangani di udara.<ref>[https://doi.org/10.1016/B978-0-7506-3365-9.50031-6 Chemistry of the Elements]. Elsevier. 1997. hlm. 1070–1112. doi:10.1016/B978-0-7506-3365-9.50031-6. ISBN 978-0-7506-3365-9.</ref><ref>I. D. Gadaskina. [https://www.iloencyclopaedia.org/part-ix-21851/metals-chemical-properties-and-toxicity/item/178-osmium Osmium]. ''ILO Encyclopaedia of Occupational Health and Safety''.</ref> | ||
==Harga== | ==Harga== | ||
Antara tahun 1990 dan 2010, harga nominal logam osmium hampir konstan, sementara inflasi menurunkan nilai riil dari ~950 USD/ons menjadi ~600 USD/ons. Karena osmium hanya memiliki sedikit aplikasi komersial, osmium tidak banyak diperdagangkan dan harganya jarang dilaporkan. | Antara tahun 1990 dan 2010, harga nominal logam osmium hampir konstan, sementara inflasi menurunkan nilai riil dari ~950 USD/ons menjadi ~600 USD/ons.<ref>[http://pubs.usgs.gov/sir/2012/5188 USGS Scientific Investigations Report 2012–5188: Metal Prices in the United States Through 2010]. ''pubs.usgs.gov''. U.S. Geological Survey. 2013. hlm. 119-128.</ref> Karena osmium hanya memiliki sedikit aplikasi komersial, osmium tidak banyak diperdagangkan dan harganya jarang dilaporkan.<ref>[http://pubs.usgs.gov/sir/2012/5188 USGS Scientific Investigations Report 2012–5188: Metal Prices in the United States Through 2010]. ''pubs.usgs.gov''. U.S. Geological Survey. 2013. hlm. 119-128.</ref> | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* | |||
* | |||
* [http://www.periodicvideos.com/videos/076.htm Osmium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | * [http://www.periodicvideos.com/videos/076.htm Osmium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | ||
* Flegenheimer, J. (2014). The mystery of the disappearing isotope. ''Revista Virtual de Química''. V. XX. Available at [https://web.archive.org/web/20150619170958/http://www.uff.br/RVQ/index.php/rvq/article/viewFile/660/450 Wayback Machine] | * Flegenheimer, J. (2014). The mystery of the disappearing isotope. ''Revista Virtual de Química''. V. XX. Available at [https://web.archive.org/web/20150619170958/http://www.uff.br/RVQ/index.php/rvq/article/viewFile/660/450 Wayback Machine] | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Osmium&oldid=29573661 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29573661 (2026-08-13T22:31:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 22.58

Osmium () adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Os dan nomor atom 76. Ia adalah sebuah logam transisi yang keras, rapuh, berwarna putih kebiruan dalam golongan platina yang ditemukan sebagai unsur jejak dalam paduan, kebanyakan dalam bijih platina. Osmium adalah unsur alami yang paling padat. Ketika diukur secara eksperimental menggunakan kristalografi sinar-X, ia memiliki kepadatan sebesar . Pabrikan menggunakan paduannya dengan platina, iridium, dan logam golongan platina lainnya untuk membuat ujung pulpen, kontak listrik, dan aplikasi lain yang membutuhkan daya tahan dan kekerasan ekstrem.
Osmium adalah salah satu unsur paling langka di kerak Bumi, yang jumlahnya hanya 50 bagian per triliun (ppt).[1][2] Ia diperkirakan membentuk sekitar 0,6 bagian per miliar di alam semesta sehingga merupakan logam berharga yang paling langka.[3]
Karakteristik
Sifat fisik
Osmium memiliki warna biru keabu-abuan dan merupakan unsur stabil yang paling padat; ia kira-kira dua kali lebih padat daripada timbal dan sedikit lebih padat daripada iridium.[4] Perhitungan kepadatan dari data difraksi sinar-X dapat menghasilkan data yang paling andal untuk unsur-unsur ini, memberikan nilai untuk osmium, sedikit lebih padat daripada iridium pada ; kedua logam tersebut hampir 23 kali lebih padat dari air, dan kali lebih padat dari emas.[5]
Reflektivitas kristal tunggal osmium adalah kompleks dan sangat bergantung pada arah, dengan cahaya dalam panjang gelombang merah dan inframerah-dekat akan diserap lebih kuat ketika terpolarisasi sejajar dengan sumbu kristal c daripada ketika terpolarisasi tegak lurus terhadap c; polarisasi sejajar-c juga sedikit lebih tecermin dalam kisaran ultraungu-tengah. Reflektivitas akan mencapai minimum tajam pada sekitar 1,5 eV (inframerah-dekat) untuk polarisasi sejajar-c dan pada 2,0 eV (oranye) untuk polarisasi tegak-lurus-c, dan puncak keduanya dalam spektrum kasatmata adalah sekitar 3,0 eV (biru-ungu).[6]
Osmium adalah sebuah logam keras tapi rapuh yang tetap berkilau bahkan pada suhu tinggi. Ia memiliki kompresibilitas yang sangat rendah. Sejalan dengan itu, modulus curahnya sangat tinggi, dilaporkan antara dan , yang menyaingi intan (). Kekerasan osmium terbilang cukup tinggi pada .[7][8][9] Karena kekerasannya, kerapuhannya, tekanan uapnya yang rendah (paling rendah dari logam golongan platina), dan titik leburnya yang sangat tinggi (tertinggi keempat dari semua unsur, setelah karbon, wolfram, dan renium), osmium padat sulit dikerjakan, dibentuk, atau dikerjakan dengan mesin.
Sifat kimia
| Keadaan oksidasi osmium | |
|---|---|
| −4 | [OsIn6−xSnx][10] |
| −2 | |
| −1 | |
| 0 | Triosmium dodekakarbonil |
| +1 | |
| +2 | |
| +3 | |
| +4 | Osmium dioksida, Osmium(IV) klorida |
| +5 | |
| +6 | Osmium heksafluorida |
| +7 | |
| +8 | Osmium tetroksida, |
Osmium membentuk berbagai senyawa dengan keadaan oksidasi mulai dari −4 hingga +8. Keadaan oksidasi yang paling umum adalah +2, +3, +4, dan +8. Keadaan oksidasi +8 terkenal sebagai yang tertinggi yang dicapai oleh unsur kimia apa pun selain dari +9 iridium[11] dan hanya ditemui pada xenon,[12][13] rutenium,[14] hasium,[15] iridium,[16] dan plutonium.[17][18] Keadaan oksidasi −1 dan −2 yang diwakili oleh dua senyawa reaktif dan digunakan dalam sintesis senyawa gugus osmium.[19][20]
Senyawa paling umum yang menunjukkan keadaan oksidasi +8 adalah osmium tetroksida. Senyawa beracun ini terbentuk ketika bubuk osmium terpapar udara. Ia adalah padatan kristalin yang sangat volatil, larut dalam air, dan berwarna kuning pucat dengan bau yang kuat. Bubuk osmium memiliki bau khas osmium tetroksida.[21] Osmium tetroksida membentuk osmat () merah saat bereaksi dengan basa. Dengan amonia, ia membentuk nitrido-osmat .[22][23][24] Osmium tetroksida mendidih pada suhu 130 °C dan merupakan sebuah oksidator kuat. Sebaliknya, osmium dioksida () memiliki warna hitam, tidak volatil, serta lebih tidak reaktif dan beracun.
Hanya dua senyawa osmium yang memiliki aplikasi utama: osmium tetroksida untuk pewarnaan jaringan dalam mikroskop elektron dan untuk oksidasi alkena dalam sintesis organik, dan osmat yang tidak volatil untuk reaksi oksidasi organik.[25]
Osmium pentafluorida () telah diketahui, tetapi osmium trifluorida () belum disintesis. Keadaan oksidasi yang lebih rendah distabilkan oleh halogen yang lebih besar, sehingga triklorida, tribromida, triiodida, dan bahkan diiodida telah diketahui. Keadaan oksidasi +1 hanya diketahui untuk osmium monoiodida (OsI), sedangkan beberapa kompleks karbonil osmium, seperti triosmium dodekakarbonil (), mewakili keadaan oksidasi 0.[26][27][28][29]
Secara umum, keadaan oksidasi osmium yang lebih rendah distabilkan oleh ligan yang merupakan donor-σ (seperti amina) dan akseptor-π (heterosiklik yang mengandung nitrogen). Keadaan oksidasi yang lebih tinggi distabilkan oleh donor-σ dan -π yang kuat, seperti dan .[30]
Meskipun memiliki jangkauan senyawa yang luas dalam berbagai keadaan oksidasi, osmium dalam bentuk curah pada suhu dan tekanan biasa stabil di udara, menolak serangan semua asam, termasuk air raja, tetapi dapat diserang oleh alkali yang menyatu,[31] asam nitrat panas, dan air raja panas.[32]
Isotop
Osmium memiliki tujuh isotop alami, dengan lima di antaranya stabil: , , , , dan (yang paling melimpah) . mengalami peluruhan alfa dengan waktu paruh yang begitu lama sebesar tahun, kira-kira kali usia alam semesta, sehingga untuk tujuan praktis dapat dianggap stabil. juga diketahui mengalami peluruhan alfa dengan waktu paruh tahun.[33] Peluruhan alfa diprediksi untuk semua isotop alami lainnya, tetapi hal ini tidak pernah teramati, mungkin karena waktu paruh yang sangat panjang. Diperkirakan bahwa dan dapat mengalami peluruhan beta ganda, tetapi radioaktivitasnya belum teramati.[34]
adalah turunan dari (waktu paruh tahun) dan digunakan secara luas dalam penanggalan terestrial serta batuan meteorik (lihat penanggalan renium–osmium). Ia juga telah digunakan untuk mengukur intensitas pelapukan benua selama waktu geologis dan untuk menetapkan usia minimum untuk stabilisasi akar mantel kraton benua. Peluruhan ini adalah alasan mengapa mineral kaya renium sangat kaya akan .[35] Namun, aplikasi isotop osmium yang paling menonjol dalam geologi adalah dalam hubungannya dengan kelimpahan iridium, untuk mengarakterisasi lapisan kuarsa terkejut di sepanjang batas Kapur–Paleogen yang menandai kepunahan dinosaurus non-unggas 65 juta tahun yang lalu.[36]
Sejarah
Osmium ditemukan pada tahun 1803 oleh Smithson Tennant dan William H. Wollaston di London, Inggris.[37] Penemuan osmium memiliki kaitan dengan platina dan logam lain dari golongan platina. Platina mencapai Eropa sebagai platina ("perak kecil"), pertama kali ditemukan pada akhir abad ke-17 di tambang perak di sekitar Departemen Chocó, Kolombia.[38] Penemuan bahwa logam ini bukanlah paduan, tetapi unsur baru yang berbeda, diterbitkan pada tahun 1748.[39] Kimiawan yang mempelajari platina melarutkannya dalam air raja (sebuah campuran asam klorida dan nitrat) untuk membuat garam yang larut. Mereka selalu mengamati sejumlah kecil residu yang gelap dan tidak larut.[40] Joseph L. Proust berpikir bahwa residu itu adalah grafit.[41] Victor Collet-Descotils, A. François, comte de Fourcroy, dan Louis N. Vauquelin juga mengamati iridium dalam residu platina hitam tersebut pada tahun 1803, tetapi tidak memperoleh bahan yang cukup untuk percobaan lebih lanjut.[42] Kemudian, dua kimiawan Prancis Fourcroy dan Vauquelin mengidentifikasi sebuah logam dalam residu platina yang mereka sebut ptène.[43]
Pada tahun 1803, Smithson Tennant menganalisis residu yang tidak larut tersebut dan menyimpulkan bahwa itu pasti mengandung sebuah logam baru. Vauquelin mengolah bubuk itu secara bergantian dengan alkali dan asam[44] dan memperoleh sebuah oksida baru yang volatil, yang dia yakini berasal dari logam baru ini—yang dia beri nama ptene, dari kata Yunani (ptènos) yang berarti "bersayap".[45][46] Namun, Tennant, yang memiliki keuntungan dari jumlah residu yang jauh lebih besar, melanjutkan penelitiannya dan mengidentifikasi dua unsur yang sebelumnya belum ditemukan dalam residu hitam tersebut, iridium dan osmium.[47][48] Dia memperoleh sebuah larutan kuning (kemungkinan cis–[Os(OH)2O4]2−) melalui reaksi dengan natrium hidroksida pada panas merah (red heat). Setelah pengasaman, dia mampu menyaring OsO4 yang terbentuk.[49] Dia menamainya osmium dari bahasa Yunani osme yang berarti "bau", karena bau seperti abu dan asap dari osmium tetroksida yang volatil.[50] Penemuan unsur baru ini didokumentasikan dalam sebuah surat kepada Royal Society pada 21 Juni 1804.[51][52]
Uranium dan osmium adalah katalis sukses awal dalam proses Haber, reaksi fiksasi nitrogen antara nitrogen dan hidrogen untuk menghasilkan amonia, memberikan hasil yang cukup untuk membuat proses tersebut sukses secara ekonomi. Pada saat itu, sebuah grup di BASF yang dipimpin oleh Carl Bosch membeli sebagian besar pasokan osmium dunia untuk digunakan sebagai katalis. Tak lama kemudian, pada tahun 1908, katalis yang lebih murah yang berdasar pada besi dan besi oksida diperkenalkan oleh grup yang sama untuk pabrik percontohan pertama, menghilangkan kebutuhan akan osmium yang mahal dan langka.[53]
Osmium saat ini diperoleh terutama dari pengolahan bijih platina dan nikel.[54]
Keterjadian
Osmium adalah unsur stabil paling tidak melimpah di kerak Bumi, dengan fraksi massa rata-rata 50 bagian per triliun di kerak benua.[55]
Osmium ditemukan di alam sebagai unsur yang tidak digabungkan atau dalam paduan alami; terutama paduan iridium–osmium, osmiridium (kaya iridium), dan iridosmium (kaya osmium).[56] Dalam endapan nikel dan tembaga, logam golongan platina terjadi sebagai sulfida (yakni ), telurida (misalnya ), antimonida (misalnya ), dan arsenida (misalnya ); dalam semua senyawa ini, platina ditukar dengan sejumlah kecil iridium dan osmium. Seperti semua logam golongan platina, osmium dapat ditemukan secara alami dalam paduan dengan nikel atau tembaga.[57]
Di dalam kerak Bumi, osmium, seperti halnya iridium, ditemukan pada konsentrasi tertinggi dalam tiga jenis struktur geologis: kawah tumbukan, endapan beku (intrusi kerak dari bawah), dan endapan yang dikerjakan ulang dari endapan beku. Cadangan utama terbesar yang diketahui berada di Kompleks Batuan Beku Bushveld di Afrika Selatan,[58] meskipun deposit tembaga–nikel yang besar di dekat Norilsk di Rusia, dan Cekungan Sudbury di Kanada juga merupakan sumber osmium yang signifikan. Cadangan yang lebih kecil dapat ditemukan di Amerika Serikat.[59] Endapan aluvial yang digunakan oleh orang-orang pra-Kolumbus di Departemen Chocó, Kolombia, masih menjadi sumber logam golongan platina. Endapan aluvial besar kedua ditemukan di Pegunungan Ural, Rusia, yang masih ditambang hingga saat ini.[60][61]
Produksi
Osmium diperoleh secara komersial sebagai produk sampingan dari penambangan dan pengolahan nikel dan tembaga. Selama pengekstrakan elektrolisis tembaga dan nikel, beberapa logam mulia seperti perak, emas, dan logam golongan platina, bersama dengan unsur nonlogam seperti selenium dan telurium, mengendap di dasar sel sebagai lumpur anoda, yang membentuk bahan awal untuk ekstraksi mereka.[62][63] Memisahkan logam-logam ini mengharuskan mereka terlebih dahulu dibawa ke dalam larutan. Beberapa metode dapat mencapai hal ini, tergantung pada proses pemisahan dan komposisi campurannya. Dua metode yang representatif adalah peleburan dengan natrium peroksida diikuti dengan disolusi dalam air raja, dan disolusi dalam sebuah campuran klorin dan asam klorida.[64][65] Osmium, rutenium, rodium, dan iridium dapat dipisahkan dari platina, emas, dan logam dasar karena ketidaklarutannya dalam air raja, meninggalkan residu padat. Rodium dapat dipisahkan dari residu tersebut melalui pengolahan dengan natrium bisulfat cair. Residu yang tidak larut, yang mengandung rutenium, osmium, dan iridium, diolah dengan natrium oksida, di mana Ir tidak larut, menghasilkan garam rutenium dan osmium yang larut dalam air. Setelah oksidasi menjadi oksida yang volatil, dipisahkan dari melalui pengendapan (NH4)3RuCl6 dengan amonium klorida.
Setelah dilarutkan, osmium dipisahkan dari logam golongan platina lainnya melalui distilasi atau ekstraksi dengan pelarut organik osmium tetroksida yang volatil.[66] Metode pertama mirip dengan prosedur yang digunakan oleh Tennant dan Wollaston. Kedua metode tersebut cocok untuk produksi skala industri. Dalam kedua kasus tersebut, produk tersebut direduksi menggunakan hidrogen, menghasilkan logam osmium sebagai bubuk atau spons yang dapat diolah dengan menggunakan teknik metalurgi bubuk.[67]
Baik produsen maupun Survei Geologi Amerika Serikat tidak pernah menerbitkan jumlah produksi osmium. Pada tahun 1971, perkiraan produksi osmium di Amerika Serikat sebagai produk sampingan dari pemurnian tembaga adalah 2000 troy ons (62 kg).[68] Antara tahun 2010 dan 2019, impor tahunan osmium A.S. berkisar antara kurang dari 0,5 kg hingga 856 kg, dengan rata-rata 157 kg/tahun.[69]
Salah satu cara untuk memproduksi osmium adalah dari renium. , yang terjadi 62,6% di alam, dapat menyerap sebuah neutron menjadi . Ia memiliki waktu paruh pendek, sekitar 17 jam; intinya berubah menjadi , yang terjadi 13,24% di alam.
Aplikasi
Karena volatilitas dan toksisitas oksidanya yang ekstrem, osmium jarang digunakan dalam keadaan murni, tetapi sering dicampur dengan logam lain untuk aplikasi dengan keausan tinggi. Paduan osmium seperti osmiridium sangatlah keras dan, bersama dengan logam golongan platina lainnya, digunakan pada ujung pulpen, poros instrumen, dan kontak listrik, karena mereka dapat menahan keausan akibat pengoperasian yang sering. Mereka juga digunakan untuk ujung jarum piringan hitam selama akhir 78 rpm dan awal era rekaman "LP" dan "45", sekitar tahun 1945 hingga 1955. Ujung paduan osmium secara signifikan lebih tahan lama daripada titik jarum baja dan kromium, tetapi jauh lebih cepat aus daripada ujung safir dan intan yang lebih mahal, sehingga mereka dihentikan.[70]
Osmium tetroksida telah digunakan dalam deteksi sidik jari[71] dan pewarnaan jaringan lemak untuk mikroskop elektron dan optik. Sebagai oksidan yang kuat, ia mengikat silang lipid terutama dengan bereaksi dengan ikatan karbon–karbon tak jenuh dan dengan demikian memperbaiki membran biologis pada tempatnya dalam sampel jaringan dan sekaligus menodainya. Karena atom osmium sangat padat elektron, pewarnaan osmium akan sangat meningkatkan kontras citra dalam studi mikroskop transmisi elektron (TEM) bahan biologis. Sebaliknya, bahan karbon memiliki kontras TEM yang sangat lemah.[72] Senyawa osmium lainnya, osmium ferisianida (OsFeCN), menunjukkan aksi pengikatan dan pewarnaan yang serupa.[73]
Tetroksida dan turunannya, kalium osmat, merupakan oksidan penting dalam sintesis organik. Untuk dihidroksilasi asimetris Sharpless, yang menggunakan osmat untuk konversi ikatan ganda menjadi diol visinal, Karl B. Sharpless dianugerahi Penghargaan Nobel Kimia pada tahun 2001.[74][75] OsO4 sangat mahal untuk penggunaan ini, sehingga KMnO4 sering digunakan sebagai pengganti, bahkan meskipun hasilnya lebih sedikit untuk reagen kimia yang lebih murah ini.
Pada tahun 1898, kimiawan Austria Auer von Welsbach mengembangkan Oslamp dengan filamen yang terbuat dari osmium, yang diperkenalkannya secara komersial pada tahun 1902. Hanya dalam beberapa tahun, osmium digantikan oleh wolfram, yang lebih melimpah (dan dengan demikian lebih murah) dan lebih stabil. Wolfram memiliki titik lebur tertinggi di antara semua logam, dan penggunaannya dalam bola lampu akan meningkatkan kemanjuran bercahaya dan masa pakai lampu pijar.[76]
Produsen bola lampu Osram (didirikan pada tahun 1906, ketika tiga perusahaan Jerman, Auer-Gesellschaft, AEG dan Siemens & Halske, menggabungkan fasilitas produksi lampu mereka) mendapatkan namanya dari unsur osmium dan wolfram.[77]
Seperti paladium, bubuk osmium akan menyerap atom hidrogen secara efektif. Hal ini dapat membuat osmium menjadi kandidat potensial untuk elektrode baterai logam-hidrida. Namun, osmium memiliki harga yang tinggi dan akan bereaksi dengan kalium hidroksida, elektrolit baterai yang paling umum.[78]
Osmium memiliki reflektifitas tinggi dalam rentang ultraungu dari spektrum elektromagnetik; misalnya, pada 600 Å osmium memiliki reflektifitas dua kali lipat dari emas.[79] Reflektivitas tinggi ini diinginkan dalam spektrometer UV berbasis luar angkasa, yang telah mengurangi ukuran cermin karena keterbatasan luar angkasa. Cermin berlapis osmium diterbangkan dalam beberapa misi luar angkasa dengan Pesawat Ulang Alik, tetapi segera menjadi jelas bahwa radikal oksigen di orbit rendah Bumi cukup melimpah untuk merusak lapisan osmium secara signifikan.[80]
Satu-satunya penggunaan klinis osmium yang diketahui adalah sinovektomi pada pasien artritis di Skandinavia.[81] Ia melibatkan administrasi lokal osmium tetroksida (OsO4), yang merupakan senyawa yang sangat beracun. Kurangnya laporan mengenai efek samping jangka panjang menunjukkan bahwa osmium itu sendiri dapat menjadi biokompatibel, meskipun ini tergantung pada senyawa osmium yang diberikan. Pada tahun 2011, senyawa osmium(VI)[82] dan osmium(II)[83] menunjukkan aktivitas antikanker secara in vivo; ini menunjukkan masa depan yang menjanjikan untuk menggunakan senyawa osmium sebagai obat antikanker.[84]
Pencegahan
Logam osmium curah tidak berbahaya dan tidak terlalu reaktif.[85][86] Sebaliknya, masalah keamanan yang paling penting adalah potensi pembentukan osmium tetroksida (OsO4), yang bersifat volatil dan sangat beracun.[87] Reaksi ini menguntungkan secara termodinamika pada suhu kamar,[88] tetapi lajunya bergantung pada luas permukaan logam.[89][90] Akibatnya, bahan curah lebih tidak berbahaya[91][92] daripada bubuk, yang bereaksi cukup cepat sehingga sampel kadang-kadang berbau seperti OsO4 jika ditangani di udara.[93][94]
Harga
Antara tahun 1990 dan 2010, harga nominal logam osmium hampir konstan, sementara inflasi menurunkan nilai riil dari ~950 USD/ons menjadi ~600 USD/ons.[95] Karena osmium hanya memiliki sedikit aplikasi komersial, osmium tidak banyak diperdagangkan dan harganya jarang dilaporkan.[96]
Pranala luar
- Osmium di The Periodic Table of Videos (Universitas Nottingham)
- Flegenheimer, J. (2014). The mystery of the disappearing isotope. Revista Virtual de Química. V. XX. Available at Wayback Machine
Referensi
- ↑ Michael Fleischer. Recent estimates of the abundances of the elements in the Earth's crust. U.S. Geological Survey. 1953.
- ↑ Reading: Abundance of Elements in Earth's Crust Geology. courses.lumenlearning.com.
- ↑ What Is the Rarest Metal?. Sciencing.
- ↑ Arblaster, J. W. Densities of osmium and iridium: recalculations based upon a review of the latest crystallographic data. Platinum Metals Review. 1989. Vol. 33 (1). hlm. 14–16.
- ↑ Arblaster, J. W. Osmium, the Densest Metal Known. Platinum Metals Review. 1995. Vol. 39 (4). hlm. 164.
- ↑ V. V. Nemoshkalenko. The structure of the energy bands and optical absorption in osmium. Sov. Phys. JETP. January 1986. Vol. 63 (I). hlm. 115.
- ↑ Michelle Weinberger. Osmium Metal Studied under High Pressure and Nonhydrostatic Stress. Phys. Rev. Lett. 2008. Vol. 100 (4). hlm. 045506. doi:10.1103/PhysRevLett.100.045506.
- ↑ Hyunchae Cynn. Osmium has the Lowest Experimentally Determined Compressibility. Physical Review Letters. 2002. Vol. 88 (13). hlm. 135701. doi:10.1103/PhysRevLett.88.135701.
- ↑ B. R. Sahu. Osmium Is Not Harder Than Diamond. Physical Review B. 2005. Vol. 72 (11). hlm. 113106. doi:10.1103/PhysRevB.72.113106.
- ↑ Fe(−4), Ru(−4), dan Os(−4) telah teramati dalam senyawa kaya logam yang mengandung kompleks oktahedron [MIn 6−x Sn x ]; Pt(−3) (sebagai anion dimerik [Pt–Pt] 6− ), Cu(−2), Zn(−2), Ag(−2), Cd(−2), Au(−2), dan Hg(−2) telah teramati (sebagai anion dimerik dan monomerik; ion dimerik awalnya dilaporkan sebagai [T–T] 2− untuk Zn, Cd, Hg, tetapi kemudian terbukti sebagai [T–T] 4− untuk semua unsur-unsur ini) dalam La 2 Pt 2 In, La 2 Cu 2 In, Ca 5 Au 3 , Ca 5 Ag 3 , Ca 5 Hg 3 , Sr 5 Cd 3 , Ca 5 Zn 3 (struktur (AE 2+ ) 5 (T–T) 4− T 2− ⋅4e − ), Yb 3 Ag 2 , Ca 5 Au 4 , dan Ca 3 Hg 2 ; Au(–3) telah teramati dalam ScAuSn dan dalam senyawa setengah-Heusler 18-elektron lainnya. Lihat Changhoon Lee. Late transition metal anions acting as p-metal elements. Solid State Sciences. 2008. Vol. 10 (4). hlm. 444–449. doi:10.1016/j.solidstatesciences.2007.12.001. dan Changhoon Lee. Analysis of Electronic Structures and Chemical Bonding of Metal-rich Compounds. 2. Presence of Dimer (T–T) 4– and Isolated T 2– Anions in the Polar Intermetallic Cr 5 B 3 -Type Compounds AE 5 T 3 (AE = Ca, Sr; T = Au, Ag, Hg, Cd, Zn). Zeitschrift für Anorganische und Allgemeine Chemie. 2010. Vol. 636 (1). hlm. 36–40. doi:10.1002/zaac.200900421.
- ↑ Stoye, Emma. Iridium forms compound in +9 oxidation state. Chemistry World. Royal Society of Chemistry. 23 October 2014.
- ↑ H. Selig. Xenon tetroxide – Preparation + Some Properties. Science. 1964. Vol. 143 (3612). hlm. 1322–1323. doi:10.1126/science.143.3612.1322.
- ↑ J. L. Huston. Xenon tetroxide – Mass Spectrum. Science. 1964. Vol. 143 (3611). hlm. 1162–1163. doi:10.1126/science.143.3611.1161-a.
- ↑ Barnard, C. F. J. Oxidation States of Ruthenium and Osmium. Platinum Metals Review. 2004. Vol. 48 (4). hlm. 157. doi:10.1595/147106704X10801.
- ↑ Chemistry of Hassium. Gesellschaft für Schwerionenforschung mbH. 2002.
- ↑ Yu Gong. Formation and Characterization of the Iridium Tetroxide Molecule with Iridium in the Oxidation State +VIII. Angewandte Chemie International Edition. 2009. Vol. 48 (42). hlm. 7879–7883. doi:10.1002/anie.200902733.
- ↑ Yu. M. Kiselev. On existence and properties of plutonium(VIII) derivatives. Radiochimica Acta. 17 Januari 2014. Vol. 102 (3). hlm. 227–237. doi:10.1515/ract-2014-2146.
- ↑ Andréi Zaitsevskii. Relativistic density functional theory modeling of plutonium and americium higher oxide molecules. The Journal of Chemical Physics. 21 Juli 2013. Vol. 139 (3). hlm. 034307. doi:10.1063/1.4813284.
- ↑ J. Krause. Preparation of [Os 3 (CO) 11 2− and its reactions with Os 3 (CO) 12 ; structures of [Et 4 N] [HOs 3 (CO) 11 ] and H 2 OsS 4 (CO)]. Journal of Organometallic Chemistry. 1993. Vol. 454 (1–2). hlm. 263–271. doi:10.1016/0022-328X(93)83250-Y.
- ↑ Willie J. Carter. Mononuclear hydrido alkyl carbonyl complexes of osmium and their polynuclear derivatives. Inorganic Chemistry. 1982. Vol. 21 (11). hlm. 3955–3960. doi:10.1021/ic00141a019.
- ↑ J. Mager Stellman. Encyclopaedia of Occupational Health and Safety. International Labour Organization. 1998. hlm. 63.34. ISBN 978-92-2-109816-4.
- ↑ A. F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.
- ↑ W. P. Griffith. Osmium and its compounds. Quarterly Reviews, Chemical Society. 1965. Vol. 19 (3). hlm. 254–273. doi:10.1039/QR9651900254.
- ↑ ((Subcommittee on Platinum-Group Metals, Committee on Medical and Biologic Effects of Environmental Pollutants, Division of Medical Sciences, Assembly of Life Sciences, National Research Council)). Platinum-group metals. National Academy of Sciences. 1977. hlm. 55. ISBN 978-0-309-02640-6.
- ↑ John J. Bozzola. Electron microscopy : principles and techniques for biologists. Jones and Bartlett. 1999. hlm. 21–31. ISBN 978-0-7637-0192-5.
- ↑ A. F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.
- ↑ W. P. Griffith. Osmium and its compounds. Quarterly Reviews, Chemical Society. 1965. Vol. 19 (3). hlm. 254–273. doi:10.1039/QR9651900254.
- ↑ N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Oxford:Butterworth-Heinemann. 1997. hlm. 1113–1143, 1294. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ Gulliver, D. J. The chemistry of ruthenium, osmium, rhodium, iridium, palladium, and platinum in the higher oxidation states. Coordination Chemistry Reviews. 1982. Vol. 46. hlm. 1–127. doi:10.1016/0010-8545(82)85001-7.
- ↑ Sykes, A. G. Advances in Inorganic Chemistry. Academic Press. 1992. hlm. 221. ISBN 978-0-12-023637-4.
- ↑ Osmium. Minor Metals Trade Association. 2016.
- ↑ Lyon, S. B. "Corrosion of noble metals." (2010): 2205-2223.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Józef Dąbek. Physical Foundations of Rhenium-Osmium Method – A Review. Geochronometria. 2007. Vol. 27. hlm. 23–26. doi:10.2478/v10003-007-0011-4.
- ↑ Alvarez, L. W. Extraterrestrial cause for the Cretaceous–Tertiary extinction. Science. 1980. Vol. 208 (4448). hlm. 1095–1108. doi:10.1126/science.208.4448.1095.
- ↑ S. I. Venetskii. Osmium. Metallurgist. 1974. Vol. 18 (2). hlm. 155–157. doi:10.1007/BF01132596.
- ↑ McDonald, M. The Platinum of New Granada: Mining and Metallurgy in the Spanish Colonial Empire. Platinum Metals Review. 959. Vol. 3 (4). hlm. 140–145.
- ↑ Juan, J. Relación histórica del viage a la América Meridional. 1748. Vol. 1. hlm. 606.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ Rolf Haubrichs. Osmium vs. 'Ptène': The Naming of the Densest Metal. Johnson Matthey Technology Review. 2017. Vol. 61 (3). hlm. 190. doi:10.1595/205651317x695631.
- ↑ J. Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 199–201. ISBN 978-0-19-850340-8.
- ↑ Griffith, W. P. Bicentenary of Four Platinum Group Metals. Part II: Osmium and iridium – events surrounding their discoveries. Platinum Metals Review. 2004. Vol. 48 (4). hlm. 182–189. doi:10.1595/147106704X4844.
- ↑ Thomson, T. A System of Chemistry of Inorganic Bodies. Baldwin & Cradock, London; and William Blackwood, Edinburgh. 1831. hlm. 693.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ J. Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 199–201. ISBN 978-0-19-850340-8.
- ↑ W. P. Griffith. Osmium and its compounds. Quarterly Reviews, Chemical Society. 1965. Vol. 19 (3). hlm. 254–273. doi:10.1039/QR9651900254.
- ↑ Weeks, M. E. Discovery of the Elements. Journal of Chemical Education. 1968. hlm. 414–418. ISBN 978-0-8486-8579-9.
- ↑ L. B. Hunt. A History of Iridium. Platinum Metals Review. 1987. Vol. 31 (1). hlm. 32–41.
- ↑ S. Tennant. On Two Metals, Found in the Black Powder Remaining after the Solution of Platina. Philosophical Transactions of the Royal Society. 1804. Vol. 94. hlm. 411–418. doi:10.1098/rstl.1804.0018.
- ↑ Vaclav Smil. Enriching the Earth: Fritz Haber, Carl Bosch, and the Transformation of World Food Production. MIT Press. 2004. hlm. 80–86. ISBN 978-0-262-69313-4.
- ↑ Micheal W. George. 2006 Minerals Yearbook: Platinum-Group Metals. United States Geological Survey USGS.
- ↑ Wedepohl, Hans K. The composition of the continental crust. Geochimica et Cosmochimica Acta. 1995. Vol. 59 (7). hlm. 1217–1232. doi:10.1016/0016-7037(95)00038-2.
- ↑ J. Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 199–201. ISBN 978-0-19-850340-8.
- ↑ Z. Xiao. Characterizing and recovering the platinum group minerals—a review. Minerals Engineering. 2004. Vol. 17 (9–10). hlm. 961–979. doi:10.1016/j.mineng.2004.04.001.
- ↑ R. J. Seymour. Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. Wiley. 2001. doi:10.1002/0471238961.1612012019052513.a01.pub2. ISBN 978-0471238966.
- ↑ R. J. Seymour. Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. Wiley. 2001. doi:10.1002/0471238961.1612012019052513.a01.pub2. ISBN 978-0471238966.
- ↑ Micheal W. George. 2006 Minerals Yearbook: Platinum-Group Metals. United States Geological Survey USGS.
- ↑ Commodity Report: Platinum-Group Metals. United States Geological Survey USGS.
- ↑ George, M. W. Platinum-group metals. U.S. Geological Survey Mineral Commodity Summaries. 2008.
- ↑ M. W. George. 2006 Minerals Yearbook: Platinum-Group Metals. United States Geological Survey USGS<.
- ↑ R. J. Seymour. Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. Wiley. 2001. doi:10.1002/0471238961.1612012019052513.a01.pub2. ISBN 978-0471238966.
- ↑ Renner, H. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley. 2002. doi:10.1002/14356007.a21_075. ISBN 978-3527306732.
- ↑ Raleigh Gilchrist. The Platinum Metals. Chemical Reviews. 1943. Vol. 32 (3). hlm. 277–372. doi:10.1021/cr60103a002.
- ↑ L. B. Hunt. Platinum Metals: A Survey of Productive Resources to industrial Uses. Platinum Metals Review. 1969. Vol. 13 (4). hlm. 126–138.
- ↑ Ivan C. Smith. Osmium: An Appraisal of Environmental Exposure. Environmental Health Perspectives. 1974. Vol. 8. hlm. 201–213. doi:10.2307/3428200.
- ↑ Platinum-Group Metals Statistics and Information. US Geological Survey National Minerals Information Center.
- ↑ Cramer, Stephen D. ASM Handbook Volume 13B. Corrosion: Materials. ASM International. 2005. ISBN 978-0-87170-707-9.
- ↑ Herbert L. MacDonell. The Use of Hydrogen Fluoride in the Development of Latent Fingerprints Found on Glass Surfaces. The Journal of Criminal Law, Criminology, and Police Science. 1960. Vol. 51 (4). hlm. 465–470. doi:10.2307/1140672.
- ↑ John J. Bozzola. Electron microscopy : principles and techniques for biologists. Jones and Bartlett. 1999. hlm. 21–31. ISBN 978-0-7637-0192-5.
- ↑ Chadwick, D. Role of the sarcoplasmic reticulum in smooth muscle. John Wiley and Sons. 2002. hlm. 259–264. ISBN 978-0-470-84479-3.
- ↑ H. C. Kolb. Catalytic Asymmetric Dihydroxylation. Chemical Reviews. 1994. Vol. 94 (8). hlm. 2483–2547. doi:10.1021/cr00032a009.
- ↑ T. J. Colacot. 2001 Nobel Prize in Chemistry. Platinum Metals Review. 2002. Vol. 46 (2). hlm. 82–83.
- ↑ W. P. Griffith. Osmium and its compounds. Quarterly Reviews, Chemical Society. 1965. Vol. 19 (3). hlm. 254–273. doi:10.1039/QR9651900254.
- ↑ B. Bowers, B. Scanning our past from London: the filament lamp and new materials. Proceedings of the IEEE. 2001. Vol. 89 (3). hlm. 413–415. doi:10.1109/5.915382.
- ↑ V. E. Antonov. The Solubility of Hydrogen in the Platinum Metals under High Pressure. Platinum Metals Review. 1984. Vol. 28 (4). hlm. 158–163.
- ↑ Torr, Marsha R. Osmium coated diffraction grating in the Space Shuttle environment: performance. Applied Optics. 1985. Vol. 24 (18). hlm. 2959. doi:10.1364/AO.24.002959.
- ↑ Gull, T. R. Low earth orbit environmental effects on osmium and related optical thin-film coatings. Applied Optics. 1985. Vol. 24 (16). hlm. 2660. doi:10.1364/AO.24.002660.
- ↑ H. Sheppeard. Intra-articular osmic acid in rheumatoid arthritis: five years' experience. Rheumatology. 1980. Vol. 19 (1). hlm. 25–29. doi:10.1093/rheumatology/19.1.25.
- ↑ T.-C Lau. Osmium(vi) complexes as a new class of potential anti-cancer agents. Chem. Commun. 2011. Vol. 47 (7). hlm. 2140–2142. doi:10.1039/C0CC04515B.
- ↑ Peter Sadler. Anti-colorectal cancer activity of an organometallic osmium arene azopyridine complex. Med. Chem. Commun. 2011. Vol. 2 (7). hlm. 666–668. doi:10.1039/C1MD00075F.
- ↑ Ying Fu. The contrasting chemical reactivity of potent isoelectronic iminopyridine and azopyridine osmium(II) arene anticancer complexes. Chemical Science. 2012. Vol. 3 (8). hlm. 2485–2494. doi:10.1039/C2SC20220D.
- ↑ A. I. G. McLaughlin. Toxic Manifestations of Osmium Tetroxide. Occupational and Environmental Medicine. 1 Juli 1946. Vol. 3 (3). hlm. 183–186. doi:10.1136/oem.3.3.183.
- ↑ Sax's Dangerous Properties of Industrial Materials. John Wiley & Sons, Inc. 15 Oktober 2012. doi:10.1002/0471701343.sdp45229. ISBN 978-0-471-70134-7.
- ↑ Alex Lebeau. Hamilton & Hardy's Industrial Toxicology. John Wiley & Sons, Inc. 20 Maret 2015. hlm. 187–192. ISBN 978-1-118-83401-5.
- ↑ Osmium(VIII) oxide. CRC Handbook of Chemistry and Physics, 103rd Edition (Internet Version 2022). CRC Press/Taylor & Francis Group.
- ↑ A. I. G. McLaughlin. Toxic Manifestations of Osmium Tetroxide. Occupational and Environmental Medicine. 1 Juli 1946. Vol. 3 (3). hlm. 183–186. doi:10.1136/oem.3.3.183.
- ↑ Natalie Friedova. Osmium absorption after osmium tetroxide skin and eye exposure. Basic & Clinical Pharmacology & Toxicology. November 2020. Vol. 127 (5). hlm. 429–433. doi:10.1111/bcpt.13450.
- ↑ William E. Luttrell. Toxic tips: Osmium tetroxide. Journal of Chemical Health & Safety. 1 September 2007. Vol. 14 (5). hlm. 40–41. doi:10.1016/j.jchas.2007.07.003.
- ↑ Ivan C. Smith. Osmium: An Appraisal of Environmental Exposure. Environmental Health Perspectives. Agustus 1974. Vol. 8. hlm. 201–213. doi:10.1289/ehp.748201.
- ↑ Chemistry of the Elements. Elsevier. 1997. hlm. 1070–1112. doi:10.1016/B978-0-7506-3365-9.50031-6. ISBN 978-0-7506-3365-9.
- ↑ I. D. Gadaskina. Osmium. ILO Encyclopaedia of Occupational Health and Safety.
- ↑ USGS Scientific Investigations Report 2012–5188: Metal Prices in the United States Through 2010. pubs.usgs.gov. U.S. Geological Survey. 2013. hlm. 119-128.
- ↑ USGS Scientific Investigations Report 2012–5188: Metal Prices in the United States Through 2010. pubs.usgs.gov. U.S. Geological Survey. 2013. hlm. 119-128.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29573661 (2026-08-13T22:31:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.