Lompat ke isi

Holmium: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29344733; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Holmium2.jpg|thumb|right|280px|Holmium2]]
'''Holmium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Ho''' dan [[nomor atom]] 67. Ia merupakan sebuah [[logam tanah jarang|unsur tanah jarang]] dan anggota kesebelas dari [[lantanida|deret lantanida]]. Ia adalah [[logam]] yang relatif lunak, keperakan, cukup tahan [[korosi]] dan mudah ditempa. Seperti banyak lantanida lainnya, holmium terlalu reaktif untuk ditemukan dalam bentuk aslinya, karena holmium murni akan membentuk lapisan oksida kekuningan saat terkena udara secara perlahan. Saat diisolasi, holmium relatif stabil di udara kering pada suhu kamar. Namun, ia dapat bereaksi dengan air dan mudah terkorosi, dan juga terbakar di udara saat dipanaskan.
'''Holmium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Ho''' dan [[nomor atom]] 67. Ia merupakan sebuah [[logam tanah jarang|unsur tanah jarang]] dan anggota kesebelas dari [[lantanida|deret lantanida]]. Ia adalah [[logam]] yang relatif lunak, keperakan, cukup tahan [[korosi]] dan mudah ditempa. Seperti banyak lantanida lainnya, holmium terlalu reaktif untuk ditemukan dalam bentuk aslinya, karena holmium murni akan membentuk lapisan oksida kekuningan saat terkena udara secara perlahan. Saat diisolasi, holmium relatif stabil di udara kering pada suhu kamar. Namun, ia dapat bereaksi dengan air dan mudah terkorosi, dan juga terbakar di udara saat dipanaskan.


Di alam, holmium terjadi bersama dengan logam tanah jarang lainnya (seperti [[tulium]]). Ia adalah lantanida yang relatif langka, membentuk 1,4 [[Notasi bagian per#Bagian per juta|bagian per juta]] kerak Bumi, dengan kelimpahannya mirip dengan [[wolfram]]. Holmium ditemukan melalui isolasi oleh kimiawan Swedia [[Per Teodor Cleve|Per T. Cleve]] serta secara independen oleh [[Jacques-Louis Soret]] dan [[Marc Delafontaine]], yang mengamatinya secara spektroskopi pada tahun 1878. Oksidanya pertama kali diisolasi dari bijih tanah jarang oleh Cleve pada tahun 1878. Nama unsur ini berasal dari ''Holmia'', nama Latin untuk kota [[Stockholm]].
Di alam, holmium terjadi bersama dengan logam tanah jarang lainnya (seperti [[tulium]]). Ia adalah lantanida yang relatif langka, membentuk 1,4 [[Notasi bagian per#Bagian per juta|bagian per juta]] kerak Bumi, dengan kelimpahannya mirip dengan [[wolfram]]. Holmium ditemukan melalui isolasi oleh kimiawan Swedia [[Per Teodor Cleve|Per T. Cleve]] serta secara independen oleh [[Jacques-Louis Soret]] dan [[Marc Delafontaine]], yang mengamatinya secara spektroskopi pada tahun 1878. Oksidanya pertama kali diisolasi dari bijih tanah jarang oleh Cleve pada tahun 1878. Nama unsur ini berasal dari ''Holmia'', nama Latin untuk kota [[Stockholm]].<ref>James L. Marshall Marshall. [http://www.chem.unt.edu/~jimm/REDISCOVERY%207-09-2018/Hexagon%20Articles/rare%20earths%20II.pdf Rediscovery of the elements: The Rare Earths–The Confusing Years]. ''The Hexagon''. 2015. hlm. 72–77.</ref><ref>[https://www.rsc.org/periodic-table/element/67/holmium Holmium]. ''Royal Society of Chemistry''. 2020.</ref><ref>Albert Stwertka. [https://archive.org/details/guidetoelements00stwe A guide to the elements]. Oxford University Press. 1998. hlm. [https://archive.org/details/guidetoelements00stwe/page/161 161]. ISBN 0-19-508083-1.</ref>


Seperti banyak lantanida lainnya, holmium ditemukan dalam mineral [[monasit]] dan [[gadolinit]] dan biasanya diekstraksi secara komersial dari monasit menggunakan teknik [[pertukaran ion]]. Senyawanya di alam dan di hampir semua kimia laboratoriumnya teroksidasi secara trivalen, mengandung ion Ho(III). Ion holmium trivalen memiliki sifat [[Fluoresensi|fluoresen]] yang mirip dengan banyak ion tanah jarang lainnya (sambil menghasilkan serangkaian garis cahaya emisi unik mereka sendiri), sehingga ia digunakan dengan cara yang sama seperti beberapa tanah jarang lainnya dalam aplikasi laser dan pewarna kaca tertentu.
Seperti banyak lantanida lainnya, holmium ditemukan dalam mineral [[monasit]] dan [[gadolinit]] dan biasanya diekstraksi secara komersial dari monasit menggunakan teknik [[pertukaran ion]]. Senyawanya di alam dan di hampir semua kimia laboratoriumnya teroksidasi secara trivalen, mengandung ion Ho(III). Ion holmium trivalen memiliki sifat [[Fluoresensi|fluoresen]] yang mirip dengan banyak ion tanah jarang lainnya (sambil menghasilkan serangkaian garis cahaya emisi unik mereka sendiri), sehingga ia digunakan dengan cara yang sama seperti beberapa tanah jarang lainnya dalam aplikasi laser dan pewarna kaca tertentu.
Baris 8: Baris 10:
==Karakteristik==
==Karakteristik==
===Sifat fisik===
===Sifat fisik===
Holmium adalah anggota kesebelas dari deret [[lantanida]]. Dalam tabel periodik, ia muncul di antara lantanida [[disprosium]] di sebelah kirinya dan [[erbium]] di sebelah kanannya, serta di atas [[aktinida]] [[einsteinium]]. Ia adalah unsur yang relatif lunak dan mudah ditempa yang cukup tahan [[korosi]] dan stabil di udara kering pada [[temperatur dan tekanan standar|suhu dan tekanan standar]]. Namun, di udara lembap dan pada [[suhu]] yang lebih tinggi, ia akan [[redoks|teroksidasi]] dengan cepat, membentuk oksida kekuningan. Dalam bentuk murni, holmium memiliki kilau perak metalik yang cerah. Dengan titik didih 2727&nbsp;°C, holmium adalah lantanida paling [[Volatilitas (kimia)|volatil]] keenam setelah [[iterbium]], [[europium]], [[samarium]], [[tulium]], dan [[disprosium]]. Pada kondisi sekitar, holmium, seperti banyak dari lantanida paruh kedua lainnya, biasanya memiliki struktur [[Keluarga kristal heksagon|padat heksagon (hcp)]]. Ke-67 elektronnya tersusun dalam [[konfigurasi elektron|konfigurasi]] [Xe] 4f<sup>11</sup> 6s<sup>2</sup>, sehingga ia memiliki tiga belas [[elektron valensi]] yang mengisi subkulit 4f dan.
Holmium adalah anggota kesebelas dari deret [[lantanida]]. Dalam tabel periodik, ia muncul di antara lantanida [[disprosium]] di sebelah kirinya dan [[erbium]] di sebelah kanannya, serta di atas [[aktinida]] [[einsteinium]]. Ia adalah unsur yang relatif lunak dan mudah ditempa yang cukup tahan [[korosi]] dan stabil di udara kering pada [[temperatur dan tekanan standar|suhu dan tekanan standar]]. Namun, di udara lembap dan pada [[suhu]] yang lebih tinggi, ia akan [[redoks|teroksidasi]] dengan cepat, membentuk oksida kekuningan.<ref>W. L. Phillips. [https://dx.doi.org/10.1016/0022-5088%2864%2990056-6 Oxidation of several lanthanide elements]. ''Journal of the Less Common Metals''. 1 Agustus 1964. Vol. 7 (2). hlm. 139–143. doi:10.1016/0022-5088(64)90056-6.</ref> Dalam bentuk murni, holmium memiliki kilau perak metalik yang cerah. Dengan titik didih 2727&nbsp;°C, holmium adalah lantanida paling [[Volatilitas (kimia)|volatil]] keenam setelah [[iterbium]], [[europium]], [[samarium]], [[tulium]], dan [[disprosium]]. Pada kondisi sekitar, holmium, seperti banyak dari lantanida paruh kedua lainnya, biasanya memiliki struktur [[Keluarga kristal heksagon|padat heksagon (hcp)]].<ref>D. L. Strandburg. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRev.127.2046 Electrical and Magnetic Properties of Holmium Single Crystals]. ''Physical Review''. 15 September 1962. Vol. 127 (6). hlm. 2046–2051. doi:10.1103/PhysRev.127.2046.</ref> Ke-67 elektronnya tersusun dalam [[konfigurasi elektron|konfigurasi]] [Xe] 4f<sup>11</sup> 6s<sup>2</sup>, sehingga ia memiliki tiga belas [[elektron valensi]] yang mengisi subkulit 4f dan.


Holmium, seperti semua [[lantanida]] (kecuali [[lantanum]], [[iterbium]], dan [[lutesium]], yang tidak memiliki elektron 4f tak berpasangan), bersifat [[paramagnetisme|paramagnetik]] dalam kondisi sekitar, tetapi akan bersifat [[feromagnetisme|feromagnetik]] pada suhu di bawah . Ia memiliki [[momen magnetik]] tertinggi () dari semua unsur alami dan memiliki sifat magnetik lain yang tidak biasa. Ketika dikombinasikan dengan [[itrium]], ia akan membentuk senyawa yang sangat [[magnetisme|magnetik]].
Holmium, seperti semua [[lantanida]] (kecuali [[lantanum]], [[iterbium]], dan [[lutesium]], yang tidak memiliki elektron 4f tak berpasangan), bersifat [[paramagnetisme|paramagnetik]] dalam kondisi sekitar,<ref>B. D. Cullity. ''Introduction to Magnetic Materials''. John Wiley & Sons. 2011. ISBN 978-1-118-21149-6.</ref> tetapi akan bersifat [[feromagnetisme|feromagnetik]] pada suhu di bawah .<ref>Jiles, David. [https://books.google.com/books?id=axyWXjsdorMC&pg=PA228 Introduction to magnetism and magnetic materials]. CRC Press. 1998. hlm. 228. ISBN 0-412-79860-3.</ref> Ia memiliki [[momen magnetik]] tertinggi () dari semua unsur alami dan memiliki sifat magnetik lain yang tidak biasa. Ketika dikombinasikan dengan [[itrium]], ia akan membentuk senyawa yang sangat [[magnetisme|magnetik]].<ref>C. K. Gupta. [https://books.google.com/books?id=F0Bte_XhzoAC&pg=PA32 Extractive metallurgy of rare earths]. CRC Press. 2004. hlm. 30. ISBN 0-415-33340-7.</ref>
===Sifat kimia===
===Sifat kimia===
Logam holmium akan mengusam secara perlahan bila terpapar udara, membentuk lapisan [[oksida]] kekuningan seperti karat [[besi]]. Ia mudah terbakar untuk membentuk [[holmium(III) oksida]]:
Logam holmium akan mengusam secara perlahan bila terpapar udara, membentuk lapisan [[oksida]] kekuningan seperti karat [[besi]]. Ia mudah terbakar untuk membentuk [[holmium(III) oksida]]:<ref>Tatang Wahyudi. [https://jurnal.tekmira.esdm.go.id/index.php/imj/article/view/293 REVIEWING THE PROPERTIES OF RARE EARTH ELEMENT-BEARING MINERALS, RARE EARTH ELEMENTS AND CERIUM OXIDE COMPOUND]. ''Indonesian Mining Journal''. 2015. Vol. 18 (2). hlm. 92–108. doi:10.30556/imj.Vol18.No2.2015.293.</ref>


:4 Ho + 3 O<sub>2</sub> → 2 Ho<sub>2</sub>O<sub>3</sub>
:4 Ho + 3 O<sub>2</sub> → 2 Ho<sub>2</sub>O<sub>3</sub>


Holmium cukup bersifat [[Elektronegativitas#Elektropositivitas|elektropositif]] dan umumnya trivalen. Ia bereaksi secara lambat dengan air dingin dan cukup cepat dengan air panas untuk membentuk holmium(III) hidroksida:
Holmium cukup bersifat [[Elektronegativitas#Elektropositivitas|elektropositif]] dan umumnya trivalen. Ia bereaksi secara lambat dengan air dingin dan cukup cepat dengan air panas untuk membentuk holmium(III) hidroksida:<ref>Tao An. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0042207X19302428 Microstructure, morphology, wettability and mechanical properties of Ho2O3 films prepared by glancing angle deposition]. ''Vacuum''. 1 Juni 2019. Vol. 164. hlm. 405–410. doi:10.1016/j.vacuum.2019.03.057.</ref>
:2 Ho (s) + 6 H<sub>2</sub>O (l) → 2 Ho(OH)<sub>3</sub> (aq) + 3 H<sub>2</sub> (g)
:2 Ho (s) + 6 H<sub>2</sub>O (l) → 2 Ho(OH)<sub>3</sub> (aq) + 3 H<sub>2</sub> (g)


Logam holmium dapat bereaksi dengan semua [[halogen]] stabil:
Logam holmium dapat bereaksi dengan semua [[halogen]] stabil:<ref>[https://www.webelements.com/holmium/chemistry.html Chemical reactions of Holmium]. Webelements.</ref>
:2 Ho (s) + 3 F<sub>2</sub> (g) → 2 [[Holmium(III) fluorida|HoF<sub>3</sub>]] (s) [merah muda]
:2 Ho (s) + 3 F<sub>2</sub> (g) → 2 [[Holmium(III) fluorida|HoF<sub>3</sub>]] (s) [merah muda]


Baris 28: Baris 30:
:2 Ho (s) + 3 I<sub>2</sub> (g) → 2 HoI<sub>3</sub> (s) [kuning]
:2 Ho (s) + 3 I<sub>2</sub> (g) → 2 HoI<sub>3</sub> (s) [kuning]


Holmium mudah larut dalam [[asam sulfat]] encer untuk membentuk [[larutan]] yang mengandung ion kuning Ho(III), yang eksis sebagai kompleks [Ho(OH<sub>2</sub>)<sub>9</sub>]<sup>3+</sup>:
Holmium mudah larut dalam [[asam sulfat]] encer untuk membentuk [[larutan]] yang mengandung ion kuning Ho(III), yang eksis sebagai kompleks [Ho(OH<sub>2</sub>)<sub>9</sub>]<sup>3+</sup>:<ref>[https://www.webelements.com/holmium/chemistry.html Chemical reactions of Holmium]. Webelements.</ref>


:2 Ho (s) + 3 H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> (aq) → 2 Ho<sup>3+</sup> (aq) + 3  (aq) + 3 H<sub>2</sub> (g)
:2 Ho (s) + 3 H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> (aq) → 2 Ho<sup>3+</sup> (aq) + 3  (aq) + 3 H<sub>2</sub> (g)
====Keadaan oksidasi====
====Keadaan oksidasi====
Seperti kebanyakan lantanida, holmium biasanya ditemukan dalam [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] +3, membentuk senyawa seperti [[holmium(III) fluorida]] (HoF<sub>3</sub>) dan [[holmium(III) klorida]] (HoCl<sub>3</sub>). Holmium dalam larutan memiliki bentuk Ho<sup>3+</sup> yang dikelilingi sembilan molekul air. Holmium dapat larut dalam [[asam]]. Namun, holmium juga ditemukan pada keadaan oksidasi +2, +1 dan 0.
Seperti kebanyakan lantanida, holmium biasanya ditemukan dalam [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] +3, membentuk senyawa seperti [[holmium(III) fluorida]] (HoF<sub>3</sub>) dan [[holmium(III) klorida]] (HoCl<sub>3</sub>). Holmium dalam larutan memiliki bentuk Ho<sup>3+</sup> yang dikelilingi sembilan molekul air. Holmium dapat larut dalam [[asam]].<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks]. 2011.</ref> Namun, holmium juga ditemukan pada keadaan oksidasi +2, +1 dan 0.
===Isotop===
===Isotop===
Isotop holmium berkisar mulai dari <sup>140</sup>Ho hingga <sup>175</sup>Ho. [[Peluruhan radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] utama sebelum isotop stabil yang paling melimpah, <sup>165</sup>Ho, adalah [[emisi positron]], dan mode utama setelahnya adalah [[Peluruhan beta#Peluruhan beta minus|peluruhan beta minus]]. [[Produk peluruhan]] utama sebelum <sup>165</sup>Ho adalah isotop [[terbium]] dan [[disprosium]], dan produk utama setelahnya adalah isotop [[erbium]].<ref>C. R. Hammond. [https://archive.org/details/crchandbookofche0000unse_u9i8 The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.</ref>


Isotop holmium berkisar mulai dari <sup>140</sup>Ho hingga <sup>175</sup>Ho. [[Peluruhan radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] utama sebelum isotop stabil yang paling melimpah, <sup>165</sup>Ho, adalah [[emisi positron]], dan mode utama setelahnya adalah [[Peluruhan beta#Peluruhan beta minus|peluruhan beta minus]]. [[Produk peluruhan]] utama sebelum <sup>165</sup>Ho adalah isotop [[terbium]] dan [[disprosium]], dan produk utama setelahnya adalah isotop [[erbium]].
Holmium [[alam]]i terdiri dari satu [[nuklida primordial|isotop primordial]], holmium-165; ia adalah satu-satunya isotop holmium yang dianggap stabil, meskipun ia diperkirakan mengalami [[peluruhan alfa]] menjadi [[Isotop terbium#Daftar isotop|terbium-161]] dengan waktu paruh yang sangat panjang.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&pg=PA181 Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements]. Oxford University Press. 2001. hlm. 181–182. ISBN 0-19-850341-5.</ref><ref>P. Belli. ''Experimental searches for rare alpha and beta decays''. ''European Physical Journal A''. 2019. Vol. 55 (8). hlm. 140–1–140–7. doi:10.1140/epja/i2019-12823-2.</ref> 35 isotop radioaktif [[Radioisotop sintetis|sintetis]] telah diketahui; yang paling stabil adalah holmium-163 (<sup>163</sup>Ho), dengan [[waktu paruh]] 4570&nbsp;tahun.<ref>R. A. Naumann. ''Preparation of long-lived holmium-163''. ''Journal of Inorganic and Nuclear Chemistry''. September 1960. Vol. 15 (1–2). hlm. 195–196. doi:10.1016/0022-1902(60)80035-8.</ref> Semua radioisotop lainnya memiliki waktu paruh keadaan dasar tidak lebih dari 1,117&nbsp;hari, dengan yang terpanjang, holmium-166 (<sup>166</sup>Ho) memiliki waktu paruh 26,83&nbsp;jam,<ref>Yuka S Suzuki. [https://jnm.snmjournals.org/content/jnumed/39/12/2161.full.pdf Biodistribution and kinetics of holmium-166-chitosan complex (DW-166HC) in rats and mice]. ''Journal of Nuclar Medicine''. 1998. Vol. 39 (12). hlm. 2161–2166.</ref> dan sebagian besar memiliki waktu paruh di bawah 3&nbsp;jam. Namun, isomer [[metastabilitas|metastabil]] <sup>166m1</sup>Ho memiliki waktu paruh sekitar 1200&nbsp;tahun karena [[spin]]nya yang tinggi. Fakta ini, dikombinasikan dengan energi eksitasi tinggi yang menghasilkan spektrum peluruhan [[sinar gama]] yang sangat kaya yang dihasilkan ketika keadaan metastabil mengalami deeksitasi, membuat isotop ini berguna dalam percobaan [[fisika nuklir]] sebagai sarana untuk mengalibrasi respons energi dan efisiensi intrinsik dari [[spektrometer sinar gama]].
 
Holmium [[alam]]i terdiri dari satu [[nuklida primordial|isotop primordial]], holmium-165; ia adalah satu-satunya isotop holmium yang dianggap stabil, meskipun ia diperkirakan mengalami [[peluruhan alfa]] menjadi [[Isotop terbium#Daftar isotop|terbium-161]] dengan waktu paruh yang sangat panjang. 35 isotop radioaktif [[Radioisotop sintetis|sintetis]] telah diketahui; yang paling stabil adalah holmium-163 (<sup>163</sup>Ho), dengan [[waktu paruh]] 4570&nbsp;tahun. Semua radioisotop lainnya memiliki waktu paruh keadaan dasar tidak lebih dari 1,117&nbsp;hari, dengan yang terpanjang, holmium-166 (<sup>166</sup>Ho) memiliki waktu paruh 26,83&nbsp;jam, dan sebagian besar memiliki waktu paruh di bawah 3&nbsp;jam. Namun, isomer [[metastabilitas|metastabil]] <sup>166m1</sup>Ho memiliki waktu paruh sekitar 1200&nbsp;tahun karena [[spin]]nya yang tinggi. Fakta ini, dikombinasikan dengan energi eksitasi tinggi yang menghasilkan spektrum peluruhan [[sinar gama]] yang sangat kaya yang dihasilkan ketika keadaan metastabil mengalami deeksitasi, membuat isotop ini berguna dalam percobaan [[fisika nuklir]] sebagai sarana untuk mengalibrasi respons energi dan efisiensi intrinsik dari [[spektrometer sinar gama]].
==Senyawa==
==Senyawa==
===Oksida dan kalkogenida===
===Oksida dan kalkogenida===
[[Holmium(III) oksida]] adalah satu-satunya oksida holmium. Ia mengubah warna yang terlihatnya tergantung pada kondisi pencahayaan. Di bawah cahaya siang hari, ia memiliki warna kuning kecokelatan. Di bawah [[Trikromasi|cahaya trikromatik]], ia tampak berwarna merah jingga,<ref>Mohammad Reza Ganjali. [https://books.google.com/books?id=WtecBAAAQBAJ&dq=holmium+oxide+under+trichromatic+light&pg=PP1 Lanthanides Series Determination by Various Analytical Methods]. Elsevier. 25 Februari 2016. hlm. 27. ISBN 978-0-12-420095-1.</ref> hampir tidak dapat dibedakan dari penampakan erbium oksida dalam kondisi pencahayaan yang sama.<ref>Mohammad Reza Ganjali. [https://books.google.com/books?id=WtecBAAAQBAJ&dq=erbium+oxide+orange+red+trichromatic&pg=PP1 Lanthanides Series Determination by Various Analytical Methods]. Elsevier. 25 Februari 2016. ISBN 978-0-12-420095-1.</ref> Perubahan warna yang terjadi terkait dengan [[garis spektrum|garis]] emisi yang tajam dari ion holmium trivalen yang bertindak sebagai fosfor merah.<ref>Yiguo Su. [https://archive.org/details/sim_chemistry-letters_2008-07-05_37_7/page/762 Hydrothermal Synthesis of GdVO 4 :Ho 3+ Nanorods with a Novel White-light Emission]. ''Chemistry Letters''. 2008. Vol. 37 (7). hlm. 762–763. doi:10.1246/cl.2008.762.</ref>


 
Holmium juga membentuk beberapa senyawa dengan kalkogenida lain. [[Holmium(III) sulfida]] memiliki [[kristal]] berwarna jingga-kuning dalam [[sistem kristal monoklinik]],<ref>C. R. Hammond. [https://archive.org/details/crchandbookofche0000unse_u9i8 The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.</ref> dengan [[grup ruang]]  ''P''2<sub>1</sub>/''m'' (No. 11).<ref>[https://link.springer.com/chapter/10.1007%2F10681735_623 Non-Tetrahedrally Bonded Binary Compounds II]. 2000. Vol. 41D. hlm. 1–3. doi:10.1007/10681735_623. ISBN 3-540-64966-2.</ref> Di bawah tekanan tinggi, holmium(III) sulfida dapat terbentuk dalam [[sistem kristal]] [[sistem kristal kubik|kubus]] dan [[sistem kristal ortorombus|ortorombus]].<ref>E. Yu Tonkov. [https://books.google.com/books?id=q2u4kUX8HsIC&pg=PA272 Compounds and Alloys Under High Pressure A Handbook]. CRC Press. 1998. hlm. 272. ISBN 978-90-5699-047-3.</ref> Ia dapat diperoleh dengan mereaksikan holmium(III) oksida dan [[hidrogen sulfida]] pada suhu 1325&nbsp;°C.<ref>[https://books.google.com/books?id=bnS5elHL2w8C&pg=PA329 Synthesis of Lanthanide and Actinide Compounds]. Kluwer Academic Publishers. 1991. ISBN 0792310187.</ref> Holmium(III) selenida juga dikenal. Ia bersifat [[antiferomagnetisme|antiferomagnetik]] di bawah suhu 6&nbsp;K.<ref>M. A. Bespyatov. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0021961417303804 Low-temperature thermodynamic properties of holmium selenide (2:3)]. ''The Journal of Chemical Thermodynamics''. 1 Maret 2018. Vol. 118. hlm. 21–25. doi:10.1016/j.jct.2017.10.013.</ref>
[[Holmium(III) oksida]] adalah satu-satunya oksida holmium. Ia mengubah warna yang terlihatnya tergantung pada kondisi pencahayaan. Di bawah cahaya siang hari, ia memiliki warna kuning kecokelatan. Di bawah [[Trikromasi|cahaya trikromatik]], ia tampak berwarna merah jingga, hampir tidak dapat dibedakan dari penampakan erbium oksida dalam kondisi pencahayaan yang sama. Perubahan warna yang terjadi terkait dengan [[garis spektrum|garis]] emisi yang tajam dari ion holmium trivalen yang bertindak sebagai fosfor merah.
 
Holmium juga membentuk beberapa senyawa dengan kalkogenida lain. [[Holmium(III) sulfida]] memiliki [[kristal]] berwarna jingga-kuning dalam [[sistem kristal monoklinik]], dengan [[grup ruang]]  ''P''2<sub>1</sub>/''m'' (No. 11). Di bawah tekanan tinggi, holmium(III) sulfida dapat terbentuk dalam [[sistem kristal]] [[sistem kristal kubik|kubus]] dan [[sistem kristal ortorombus|ortorombus]]. Ia dapat diperoleh dengan mereaksikan holmium(III) oksida dan [[hidrogen sulfida]] pada suhu 1325&nbsp;°C. Holmium(III) selenida juga dikenal. Ia bersifat [[antiferomagnetisme|antiferomagnetik]] di bawah suhu 6&nbsp;K.
===Halida===
===Halida===
Keempat trihalida holmium telah diketahui. [[Holmium(III) fluorida]] adalah bubuk kekuningan yang dapat dihasilkan dengan mereaksikan holmium(III) oksida dan [[amonium fluorida]], kemudian mengkristalinya dari garam amonium yang terbentuk dalam larutan. [[Holmium(III) klorida]] dapat dibuat melalui cara yang sama, dengan [[amonium klorida]] sebagai pengganti amonium fluorida. Ia memiliki struktur lapisan [[itrium(III) klorida|YCl<sub>3</sub>]] dalam keadaan padat. Kedua senyawa ini, serta [[holmium(III) bromida]] dan [[holmium(III) iodida]], dapat diperoleh dengan reaksi langsung dari unsur-unsurnya:
Keempat trihalida holmium telah diketahui. [[Holmium(III) fluorida]] adalah bubuk kekuningan yang dapat dihasilkan dengan mereaksikan holmium(III) oksida dan [[amonium fluorida]], kemudian mengkristalinya dari garam amonium yang terbentuk dalam larutan.<ref>[https://www.worldcat.org/oclc/781540844 Riedel, moderne anorganische Chemie]. De Gruyter. 2012. ISBN 978-3-11-024900-2.</ref> [[Holmium(III) klorida]] dapat dibuat melalui cara yang sama, dengan [[amonium klorida]] sebagai pengganti amonium fluorida.<ref>Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, Edisi ke-2, Disunting oleh G. Brauer, Academic Press, 1963, NY.</ref> Ia memiliki struktur lapisan [[itrium(III) klorida|YCl<sub>3</sub>]] dalam keadaan padat.<ref>A. F. Wells. [https://archive.org/details/structuralinorga0000well_m8i1 Structural inorganic chemistry]. Clarendon Press. 1984. ISBN 9780198553700.</ref> Kedua senyawa ini, serta [[holmium(III) bromida]] dan [[holmium(III) iodida]], dapat diperoleh dengan reaksi langsung dari unsur-unsurnya:<ref>[https://www.webelements.com/holmium/chemistry.html Chemical reactions of Holmium]. Webelements.</ref>


:2 Ho + 3 X<sub>2</sub> → 2 HoX<sub>3</sub>
:2 Ho + 3 X<sub>2</sub> → 2 HoX<sub>3</sub>


Selain itu, holmium(III) iodida dapat diperoleh dengan mereaksikan holmium dan [[raksa(II) iodida]] secara langsung, kemudian melepaskan [[raksa]] melalui [[distilasi]].
Selain itu, holmium(III) iodida dapat diperoleh dengan mereaksikan holmium dan [[raksa(II) iodida]] secara langsung, kemudian melepaskan [[raksa]] melalui [[distilasi]].<ref>L. B. Asprey. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc867868/ Preparation and crystal data for lanthanide and actinide triiodides]. ''Inorganic Chemistry''. 1964. Vol. 3 (8). hlm. 1137–1141. doi:10.1021/ic50018a015.</ref>
===Senyawa organoholmium===
===Senyawa organoholmium===
 
Senyawa organoholmium sangat mirip dengan [[Kimia organolantanida|lantanida lainnya]], karena semuanya memiliki ketidakmampuan untuk menjalani [[pengikatan balik π]]. Dengan demikian, mereka sebagian besar terbatas pada sebagian besar [[anion siklopentadienil|siklopentadienida]] ionik ([[isostruktural]] dengan [[lanthanum]]) serta [[alkil]] dan [[aril]] sederhana yang berikatan σ, beberapa di antaranya mungkin [[polimer]]ik.<ref>Greenwood dan Earnshaw, hlm. 1248–9</ref>
Senyawa organoholmium sangat mirip dengan [[Kimia organolantanida|lantanida lainnya]], karena semuanya memiliki ketidakmampuan untuk menjalani [[pengikatan balik π]]. Dengan demikian, mereka sebagian besar terbatas pada sebagian besar [[anion siklopentadienil|siklopentadienida]] ionik ([[isostruktural]] dengan [[lanthanum]]) serta [[alkil]] dan [[aril]] sederhana yang berikatan σ, beberapa di antaranya mungkin [[polimer]]ik.
==Sejarah==
==Sejarah==
Holmium (''Holmia'', nama [[Bahasa Latin|Latin]] untuk [[Stockholm]]) [[penemuan unsur kimia|ditemukan]] oleh [[Jacques-Louis Soret]] dan [[Marc Delafontaine]] pada tahun 1878 yang memperhatikan [[pita serapan]] [[Spektrofotometri|spektrografi]] yang menyimpang dari unsur yang tidak dikenal saat itu (mereka menyebutnya "Unsur X").<ref>Jacques-Louis Soret. [http://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k3043m/f1124.table Sur les spectres d'absorption ultra-violets des terres de la gadolinite]. ''Comptes rendus de l'Académie des sciences''. 1878. Vol. 87. hlm. 1062.</ref><ref>Jacques-Louis Soret. [https://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k3046j/f550.table Sur le spectre des terres faisant partie du groupe de l'yttria]. ''Comptes rendus de l'Académie des sciences''. 1879. Vol. 89. hlm. 521.</ref>


Holmium (''Holmia'', nama [[Bahasa Latin|Latin]] untuk [[Stockholm]]) [[penemuan unsur kimia|ditemukan]] oleh [[Jacques-Louis Soret]] dan [[Marc Delafontaine]] pada tahun 1878 yang memperhatikan [[pita serapan]] [[Spektrofotometri|spektrografi]] yang menyimpang dari unsur yang tidak dikenal saat itu (mereka menyebutnya "Unsur X").
Selain itu, [[Per Teodor Cleve|Per T. Cleve]] secara terpisah menemukan unsur tersebut saat dia bekerja dengan tanah [[Erbium(III) oksida|erbia]] ([[Erbium(III) oksida|erbium oksida]]), dan merupakan orang pertama yang mengisolasinya.<ref>James L. Marshall Marshall. [http://www.chem.unt.edu/~jimm/REDISCOVERY%207-09-2018/Hexagon%20Articles/rare%20earths%20II.pdf Rediscovery of the elements: The Rare Earths–The Confusing Years]. ''The Hexagon''. 2015. hlm. 72–77.</ref><ref>[https://www.rsc.org/periodic-table/element/67/holmium Holmium]. ''Royal Society of Chemistry''. 2020.</ref><ref>Mary Elvira Weeks. [https://archive.org/details/discoveryoftheel002045mbp The discovery of the elements]. Journal of Chemical Education. 1956.</ref><ref>Per Teodor Cleve. [https://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k3046j/f499.table Sur deux nouveaux éléments dans l'erbine]. ''Comptes rendus de l'Académie des sciences''. 1879. Vol. 89. hlm. 478–480. Cleve menamai holmium di halaman 480: ''"Je propose pour ce métal le nom de ''holmium'', Ho, dérivé du nom latinisé de Stockholm, dont les environs renferment tant de minéraux riches en yttria."'' (Saya mengusulkan untuk logam ini nama "holmium", Ho, [yang] berasal dari nama Latin untuk Stockholm, yang lingkungannya mengandung begitu banyak mineral yang kaya akan itrium.)</ref><ref>Per Teodor Cleve. [https://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k3046j/f759.table Sur l'erbine]. ''Comptes rendus de l'Académie des sciences''. 1879. Vol. 89. hlm. 708.</ref>
Menggunakan metode yang dikembangkan oleh [[Carl Gustaf Mosander|Carl G. Mosander]], Cleve pertama-tama menghilangkan semua kontaminan yang diketahui dari erbia. Hasil dari upaya itu adalah dua bahan baru, satu berwarna cokelat dan satu berwarna hijau. Dia menamai zat cokelat dengan holmia (dari nama Latin untuk kota asal Cleve, Stockholm) dan yang hijau dengan tulia. Holmia kemudian ditemukan sebagai [[Holmium(III) oksida|holmium oksida]], dan tulia adalah [[Tulium(III) oksida|tulium oksida]].<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&pg=PA181 Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements]. Oxford University Press. 2001. hlm. 181–182. ISBN 0-19-850341-5.</ref>


Selain itu, [[Per Teodor Cleve|Per T. Cleve]] secara terpisah menemukan unsur tersebut saat dia bekerja dengan tanah [[Erbium(III) oksida|erbia]] ([[Erbium(III) oksida|erbium oksida]]), dan merupakan orang pertama yang mengisolasinya.
Dalam makalah klasik [[Henry Moseley]]<ref>H.G.J. Moseley. [https://archive.org/stream/londonedinburg6261913lond#page/1024/mode/2up The high-frequency spectra of the elements]. ''Philosophical Magazine''. 1913. Vol. 26. hlm. 1024–1034.</ref> tentang nomor atom, holmium diberi nomor atom 66. Terbukti, pembuatan holmium yang telah diberikan kepadanya untuk diselidiki sangat tidak murni, didominasi oleh tetangganya disprosium (dan tidak diplot). Dia seharusnya akan melihat garis emisi sinar-X untuk kedua unsur tersebut, tetapi berasumsi bahwa yang dominan milik holmium, bukan pengotor disprosium.
Menggunakan metode yang dikembangkan oleh [[Carl Gustaf Mosander|Carl G. Mosander]], Cleve pertama-tama menghilangkan semua kontaminan yang diketahui dari erbia. Hasil dari upaya itu adalah dua bahan baru, satu berwarna cokelat dan satu berwarna hijau. Dia menamai zat cokelat dengan holmia (dari nama Latin untuk kota asal Cleve, Stockholm) dan yang hijau dengan tulia. Holmia kemudian ditemukan sebagai [[Holmium(III) oksida|holmium oksida]], dan tulia adalah [[Tulium(III) oksida|tulium oksida]].
 
Dalam makalah klasik [[Henry Moseley]] tentang nomor atom, holmium diberi nomor atom 66. Terbukti, pembuatan holmium yang telah diberikan kepadanya untuk diselidiki sangat tidak murni, didominasi oleh tetangganya disprosium (dan tidak diplot). Dia seharusnya akan melihat garis emisi sinar-X untuk kedua unsur tersebut, tetapi berasumsi bahwa yang dominan milik holmium, bukan pengotor disprosium.
==Keterjadian dan produksi==
==Keterjadian dan produksi==
Seperti semua tanah jarang lainnya, holmium tidak ditemukan secara alami sebagai unsur bebas. Ia terjadi dalam kombinasi dengan unsur-unsur lain dalam [[gadolinit]] (bagian hitam dari spesimen yang diilustrasikan di sebelah kanan), [[monasit]], dan mineral tanah jarang lainnya. Belum ada mineral dominan holmium yang ditemukan.<ref>Hudson Institute of Mineralogy. [https://www.mindat.org/ Mindat.org]. ''www.mindat.org''. 1993–2018.</ref> Daerah pertambangan utama berada di [[Tiongkok]], [[Amerika Serikat]], [[Brasil]], [[India]], [[Sri Lanka]], dan [[Australia]] dengan cadangan holmium diperkirakan mencapai 400.000&nbsp;ton.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&pg=PA181 Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements]. Oxford University Press. 2001. hlm. 181–182. ISBN 0-19-850341-5.</ref> Produksi tahunan logam holmium adalah sekitar 10&nbsp;ton per tahun.<ref>MMTA. [https://mmta.co.uk/metals/ho/ Holmium]. ''MMTA''.</ref>


Seperti semua tanah jarang lainnya, holmium tidak ditemukan secara alami sebagai unsur bebas. Ia terjadi dalam kombinasi dengan unsur-unsur lain dalam [[gadolinit]] (bagian hitam dari spesimen yang diilustrasikan di sebelah kanan), [[monasit]], dan mineral tanah jarang lainnya. Belum ada mineral dominan holmium yang ditemukan. Daerah pertambangan utama berada di [[Tiongkok]], [[Amerika Serikat]], [[Brasil]], [[India]], [[Sri Lanka]], dan [[Australia]] dengan cadangan holmium diperkirakan mencapai 400.000&nbsp;ton. Produksi tahunan logam holmium adalah sekitar 10&nbsp;ton per tahun.
Holmium membentuk 1,4 [[Notasi bagian per#Bagian per juta|bagian per juta]] massa [[kerak Bumi]]. Ini menjadikannya unsur paling melimpah ke-56 di kerak Bumi. Holmium menyusun 1 bagian per juta [[tanah]], 400 [[Notasi bagian per#Bagian per kuadriliun|bagian per kuadriliun]] [[air laut]], dan hampir tidak ada di [[atmosfer Bumi]], yang sangat langka untuk sebuah lantanida.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2011.</ref> Ia membentuk 500 [[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]] massa [[alam semesta]].<ref>Mark Winter, University of Sheffield and WebElements Ltd. [http://www.webelements.com/periodicity/abundance_universe/. WebElements Periodic Table » Periodicity » Abundance in the universe » periodicity]. ''www.webelements.com''.</ref>


Holmium membentuk 1,4 [[Notasi bagian per#Bagian per juta|bagian per juta]] massa [[kerak Bumi]]. Ini menjadikannya unsur paling melimpah ke-56 di kerak Bumi. Holmium menyusun 1 bagian per juta [[tanah]], 400 [[Notasi bagian per#Bagian per kuadriliun|bagian per kuadriliun]] [[air laut]], dan hampir tidak ada di [[atmosfer Bumi]], yang sangat langka untuk sebuah lantanida. Ia membentuk 500 [[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]] massa [[alam semesta]].
Ia diekstraksi secara komersial melalui [[pertukaran ion]] dari pasir monasit (0,05% holmium), tetapi masih sulit dipisahkan dari tanah jarang lainnya. Unsur ini telah diisolasi melalui [[redoks|reduksi]] [[klorida]] atau [[fluorida]] anhidratnya dengan [[kalsium]] metalik.<ref>C. R. Hammond. [https://archive.org/details/crchandbookofche0000unse_u9i8 The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.</ref> Perkiraan kelimpahannya di kerak Bumi adalah 1,3&nbsp;mg/kg. Holmium mematuhi [[aturan Oddo–Harkins]]: sebagai unsur bernomor ganjil, kelimpahannya kurang dari tetangganya yang bernomor genap, [[disprosium]] dan [[erbium]]. Namun, ia adalah [[lantanida]] berat bernomor ganjil yang paling melimpah. Dari semua lantanida, hanya [[prometium]], [[tulium]], [[lutesium]], dan [[terbium]] yang kurang melimpah di Bumi. Sumber holmium utama adalah beberapa tanah liat pengadsorb ion di Tiongkok selatan. Beberapa di antaranya memiliki komposisi tanah jarang yang mirip dengan yang ditemukan pada [[xenotim]] atau gadolinit. [[Itrium]] membentuk sekitar 2/3 dari total massa; holmium sekitar 1,5%. Bijih aslinya sendiri mengandung sangat sedikit, mungkin hanya 0,1% total lantanida, tetapi mudah diekstraksi.<ref>Pradyot Patnaik. [https://books.google.com/books?id=Xqj-TTzkvTEC&pg=PA338 Handbook of Inorganic Chemical Compounds]. McGraw-Hill. 2003. hlm. 338–339. ISBN 0-07-049439-8.</ref> Holmium memiliki harga yang relatif murah untuk logam tanah jarang dengan harga sekitar 1000&nbsp;[[Dolar Amerika Serikat|USD]]/kg.<ref>James B. Hedrick. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/rare_earths/740798.pdf Rare-Earth Metals]. USGS.</ref>
 
Ia diekstraksi secara komersial melalui [[pertukaran ion]] dari pasir monasit (0,05% holmium), tetapi masih sulit dipisahkan dari tanah jarang lainnya. Unsur ini telah diisolasi melalui [[redoks|reduksi]] [[klorida]] atau [[fluorida]] anhidratnya dengan [[kalsium]] metalik. Perkiraan kelimpahannya di kerak Bumi adalah 1,3&nbsp;mg/kg. Holmium mematuhi [[aturan Oddo–Harkins]]: sebagai unsur bernomor ganjil, kelimpahannya kurang dari tetangganya yang bernomor genap, [[disprosium]] dan [[erbium]]. Namun, ia adalah [[lantanida]] berat bernomor ganjil yang paling melimpah. Dari semua lantanida, hanya [[prometium]], [[tulium]], [[lutesium]], dan [[terbium]] yang kurang melimpah di Bumi. Sumber holmium utama adalah beberapa tanah liat pengadsorb ion di Tiongkok selatan. Beberapa di antaranya memiliki komposisi tanah jarang yang mirip dengan yang ditemukan pada [[xenotim]] atau gadolinit. [[Itrium]] membentuk sekitar 2/3 dari total massa; holmium sekitar 1,5%. Bijih aslinya sendiri mengandung sangat sedikit, mungkin hanya 0,1% total lantanida, tetapi mudah diekstraksi. Holmium memiliki harga yang relatif murah untuk logam tanah jarang dengan harga sekitar 1000&nbsp;[[Dolar Amerika Serikat|USD]]/kg.
==Aplikasi==
==Aplikasi==
===Magnet===
===Magnet===
Holmium memiliki kekuatan magnet tertinggi dari unsur apa pun, dan oleh karena itu digunakan untuk membuat [[medan magnet]] yang dihasilkan secara artifisial terkuat, ketika ditempatkan di dalam magnet berkekuatan tinggi sebagai potongan kutub magnet (juga disebut konsentrator fluks magnet). Holmium juga digunakan dalam pembuatan beberapa magnet permanen.
Holmium memiliki kekuatan magnet tertinggi dari unsur apa pun, dan oleh karena itu digunakan untuk membuat [[medan magnet]] yang dihasilkan secara artifisial terkuat, ketika ditempatkan di dalam magnet berkekuatan tinggi sebagai potongan kutub magnet (juga disebut konsentrator fluks magnet).<ref>R. W. Hoard. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc1200738/ Field enhancement of a 12.5-T magnet using holmium poles]. ''IEEE Transactions on Magnetics''. 1985. Vol. 21 (2). hlm. 448–450. doi:10.1109/tmag.1985.1063692.</ref> Holmium juga digunakan dalam pembuatan beberapa magnet permanen.
===Laser===
===Laser===
[[Garnet itrium besi]] (YIG) dan [[itrium litium fluorida]] (YLF) yang didoping holmium memiliki aplikasi dalam [[laser benda padat]], dan Ho-YIG memiliki aplikasi dalam [[isolator optik]] dan peralatan [[gelombang mikro]] (misalnya [[bola YIG]]). Laser holmium memancarkan pada 2,1 mikrometer. Mereka digunakan dalam aplikasi medis, gigi, dan serat optik. Ia juga sedang dipertimbangkan untuk digunakan dalam [[enukleasi (bedah)|enukleasi]] [[prostat]].
[[Garnet itrium besi]] (YIG) dan [[itrium litium fluorida]] (YLF) yang didoping holmium memiliki aplikasi dalam [[laser benda padat]], dan Ho-YIG memiliki aplikasi dalam [[isolator optik]] dan peralatan [[gelombang mikro]] (misalnya [[bola YIG]]). Laser holmium memancarkan pada 2,1 mikrometer.<ref>T. A. Wollin. ''The holmium laser in urology''. ''Journal of Clinical Laser Medicine & Surgery''. Februari 1998. Vol. 16 (1). hlm. 13–20. doi:10.1089/clm.1998.16.13.</ref> Mereka digunakan dalam aplikasi medis, gigi, dan serat optik.<ref>C. K. Gupta. [https://books.google.com/books?id=F0Bte_XhzoAC&pg=PA32 Extractive metallurgy of rare earths]. CRC Press. 2004. hlm. 30. ISBN 0-415-33340-7.</ref> Ia juga sedang dipertimbangkan untuk digunakan dalam [[enukleasi (bedah)|enukleasi]] [[prostat]].<ref>Peter J. Gilling. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0302283807005933 Holmium Laser Enucleation of the Prostate: Results at 6 Years]. ''European Urology''. 1 April 2008. Vol. 53 (4). hlm. 744–749. doi:10.1016/j.eururo.2007.04.052.</ref>
===Kalibrasi spektrometer===
===Kalibrasi spektrometer===
 
Kaca yang mengandung holmium oksida dan larutan holmium oksida (biasanya dalam [[asam perklorat]]) memiliki puncak serapan optik yang tajam dalam rentang spektrum 200–900&nbsp;nm. Oleh karena itu, mereka digunakan sebagai standar kalibrasi untuk [[Monokromator|spektrofotometer optik]].<ref>David W. Allen. ''Holmium oxide glass wavelength standards''. ''Journal of Research of the National Institute of Standards and Technology''. 2007. Vol. 112 (6). hlm. 303–306. doi:10.6028/jres.112.024.</ref><ref>John C. Travis. ''An International Evaluation of Holmium Oxide Solution Reference Materials for Wavelength Calibration in Molecular Absorption Spectrophotometry''. ''Analytical Chemistry''. 5 Juni 2002. Vol. 74 (14). hlm. 3408–3415. doi:10.1021/ac0255680.</ref><ref>R. P. MacDonald. [http://www.clinchem.org/cgi/reprint/10/12/1117.pdf Uses for a Holmium Oxide Filter in Spectrophotometry]. ''Clinical Chemistry''. 1964. Vol. 10 (12). hlm. 1117–20. doi:10.1093/clinchem/10.12.1117.</ref> Isomer radioaktif tapi berumur panjang <sup>166m1</sup>Ho (lihat bagian "[[Holmium#Isotop|Isotop]]" di atas) digunakan dalam kalibrasi spektrometer sinar gama.<ref>Ming-Chen Yuan. [https://archive.org/details/sim_applied-radiation-and-isotopes_january-february-2002_56_1-2/page/429 The absolute counting of 166m Ho, 58 Co and 88 Y]. ''Applied Radiation and Isotopes''. 2002. Vol. 56 (1–2). hlm. 429–434. doi:10.1016/S0969-8043(01)00226-3.</ref>
Kaca yang mengandung holmium oksida dan larutan holmium oksida (biasanya dalam [[asam perklorat]]) memiliki puncak serapan optik yang tajam dalam rentang spektrum 200–900&nbsp;nm. Oleh karena itu, mereka digunakan sebagai standar kalibrasi untuk [[Monokromator|spektrofotometer optik]]. Isomer radioaktif tapi berumur panjang <sup>166m1</sup>Ho (lihat bagian "[[Holmium#Isotop|Isotop]]" di atas) digunakan dalam kalibrasi spektrometer sinar gama.
===Kegunaan lainnya===
===Kegunaan lainnya===
Karena holmium dapat menyerap neutron hasil fisi nuklir, holmium digunakan sebagai [[Racun neutron#Racun yang bisa dibakar|racun yang dapat dibakar]] untuk mengatur reaktor nuklir. Ia digunakan sebagai [[pewarna]] untuk [[zirkonia kubik]], memberikan pewarnaan merah muda, dan untuk [[kaca]], memberikan pewarnaan kuning-oranye. Pada bulan Maret 2017, [[IBM]] mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan teknik untuk menyimpan satu&nbsp;[[Bit (satuan)|bit]] data pada satu set atom holmium di atas hamparan [[magnesium oksida]]. Dengan teknik kontrol kuantum dan klasik yang memadai, Ho dapat menjadi kandidat yang baik untuk membuat [[Komputasi kuantum|komputer kuantum]].
Karena holmium dapat menyerap neutron hasil fisi nuklir, holmium digunakan sebagai [[Racun neutron#Racun yang bisa dibakar|racun yang dapat dibakar]] untuk mengatur reaktor nuklir.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&pg=PA181 Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements]. Oxford University Press. 2001. hlm. 181–182. ISBN 0-19-850341-5.</ref> Ia digunakan sebagai [[pewarna]] untuk [[zirkonia kubik]], memberikan pewarnaan merah muda,<ref>Kurt Nassau. [https://www.gia.edu/doc/Cubic-Zirconia.pdf Cubic zirconia: An Update]. ''Gems & Gemology''. Musim Semi 1981. Vol. 1. hlm. 9–19. doi:10.5741/GEMS.17.1.9.</ref> dan untuk [[kaca]], memberikan pewarnaan kuning-oranye.<ref>Hatem A. El-Batal. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1151-2916.2001.tb00959.x Interaction of Gamma Rays with Calcium Aluminoborate Glasses Containing Holmium or Erbium]. ''Journal of the American Ceramic Society''. 20 Desember 2004. Vol. 84 (9). hlm. 2065–2072. doi:10.1111/j.1151-2916.2001.tb00959.x.</ref> Pada bulan Maret 2017, [[IBM]] mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan teknik untuk menyimpan satu&nbsp;[[Bit (satuan)|bit]] data pada satu set atom holmium di atas hamparan [[magnesium oksida]].<ref>Devin Coldeway. [https://techcrunch.com/2017/03/08/storing-data-in-a-single-atom-proved-possible-by-ibm-researchers/ Storing data in a single atom proved possible by IBM researchers]. ''TechCrunch''. 9 Maret 2017.</ref> Dengan teknik kontrol kuantum dan klasik yang memadai, Ho dapat menjadi kandidat yang baik untuk membuat [[Komputasi kuantum|komputer kuantum]].<ref>Patrick Robert Forrester. ''Quantum state manipulation of single atom magnets using the hyperfine interaction''. ''Physical Review B''. 19 November 2019. Vol. 100 (18). hlm. 180405. doi:10.1103/PhysRevB.100.180405.</ref>
==Peran biologis dan pencegahan==
==Peran biologis dan pencegahan==
Holmium tidak memainkan peran biologis pada [[manusia]], tetapi garamnya mampu menstimulasi [[metabolisme]]. Manusia biasanya mengonsumsi sekitar satu miligram holmium setahun. Tumbuhan tidak mudah mengambil holmium dari tanah. Beberapa sayuran telah diukur kandungan holmiumnya, dan jumlahnya mencapai 100 bagian per triliun. Holmium dan garam larutnya sedikit beracun jika tertelan, tetapi garam holmium yang tidak larut [[toksisitas|tidak beracun]]. Holmium metalik dalam bentuk debu dapat menimbulkan bahaya kebakaran dan ledakan. [[Garam (kimia)|Garam]] holmium dalam jumlah besar dapat menyebabkan kerusakan parah jika [[inhalasi|terhirup]], dikonsumsi [[mulut|secara oral]], atau [[injeksi|disuntikkan]]. Efek biologis holmium dalam jangka waktu yang lama tidak diketahui. Holmium memiliki tingkat [[toksisitas akut]] yang rendah.
Holmium tidak memainkan peran biologis pada [[manusia]], tetapi garamnya mampu menstimulasi [[metabolisme]].<ref>C. R. Hammond. [https://archive.org/details/crchandbookofche0000unse_u9i8 The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.</ref> Manusia biasanya mengonsumsi sekitar satu miligram holmium setahun. Tumbuhan tidak mudah mengambil holmium dari tanah. Beberapa sayuran telah diukur kandungan holmiumnya, dan jumlahnya mencapai 100 bagian per triliun.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks]. 2011.</ref> Holmium dan garam larutnya sedikit beracun jika tertelan, tetapi garam holmium yang tidak larut [[toksisitas|tidak beracun]].<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/136 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2001. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/136 136–139]. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> Holmium metalik dalam bentuk debu dapat menimbulkan bahaya kebakaran dan ledakan.<ref>T. J. Haley. [https://archive.org/details/toxicology-and-applied-pharmacology_1966-01_8_1/page/37 Pharmacology and toxicology of dysprosium, holmium, and erbium chlorides]. ''Toxicology and Applied Pharmacology''. 1966. Vol. 8 (1). hlm. 37–43. doi:10.1016/0041-008x(66)90098-6.</ref><ref>Haley, T. J. [https://archive.org/details/sim_journal-of-pharmaceutical-sciences_1965-05_54_5/page/663 Pharmacology and toxicology of the rare earth elements]. ''Journal of Pharmaceutical Sciences''. 1965. Vol. 54 (5). hlm. 663–70. doi:10.1002/jps.2600540502.</ref><ref>D. W. Bruce. [https://archive.org/details/toxicology-and-applied-pharmacology_1963-11_5_6/page/750 The acute mammalian toxicity of rare earth nitrates and oxides]. ''Toxicology and Applied Pharmacology''. 1963. Vol. 5 (6). hlm. 750–9. doi:10.1016/0041-008X(63)90067-X.</ref> [[Garam (kimia)|Garam]] holmium dalam jumlah besar dapat menyebabkan kerusakan parah jika [[inhalasi|terhirup]], dikonsumsi [[mulut|secara oral]], atau [[injeksi|disuntikkan]]. Efek biologis holmium dalam jangka waktu yang lama tidak diketahui. Holmium memiliki tingkat [[toksisitas akut]] yang rendah.<ref>[http://nautilus.fis.uc.pt/st2.5/scenes-e/elem/e06740.html Holmium: Biological Action]. 15 April 2011.</ref>
==Harga==
==Harga==
Harga 1 kilogram holmium oksida 99,5% (FOB Tiongkok dalam RMB/Kg) diberikan oleh Institute of Rare Earths Elements and Strategic Metals di bawah USD&nbsp;500 hingga Maret 2011; kemudian naik tajam hingga sedikit di bawah USD&nbsp;4.500 pada Juli 2011 dan terus menurun hingga USD&nbsp;750 pada pertengahan 2012. Harga rata-rata holmium untuk periode enam bulan dari April hingga September 2022 diberikan oleh Institute tersebut sebagai berikut: Holmium Oksida - 99,5%min EXW Tiongkok - 94,34&nbsp;EUR/kg.
Harga 1 kilogram holmium oksida 99,5% (FOB Tiongkok dalam RMB/Kg) diberikan oleh Institute of Rare Earths Elements and Strategic Metals di bawah USD&nbsp;500 hingga Maret 2011; kemudian naik tajam hingga sedikit di bawah USD&nbsp;4.500 pada Juli 2011 dan terus menurun hingga USD&nbsp;750 pada pertengahan 2012.<ref>Specification and spelling: [https://en.institut-seltene-erden.de/seltene-erden-und-metalle/seltene-erden/holmium/ holmium].</ref> Harga rata-rata holmium untuk periode enam bulan dari April hingga September 2022 diberikan oleh Institute tersebut sebagai berikut: Holmium Oksida - 99,5%min EXW Tiongkok - 94,34&nbsp;EUR/kg.<ref>[https://en.institut-seltene-erden.de/ ISE Metal-qoutes].</ref>
==Lihat pula==
==Lihat pula==
*[[:Kategori:Senyawa holmium|Senyawa holmium]]
*[[:Kategori:Senyawa holmium|Senyawa holmium]]
Baris 88: Baris 83:
* [[Unsur periode 6]]
* [[Unsur periode 6]]
* [[Logam tanah jarang|Unsur tanah jarang]]
* [[Logam tanah jarang|Unsur tanah jarang]]
==Referensi==
==Bibliografi==
==Bibliografi==
*
*
Baris 96: Baris 89:
* R. J. Callow, ''The Industrial Chemistry of the Lanthanons, Yttrium, Thorium, and Uranium'', Pergamon Press, 1967.
* R. J. Callow, ''The Industrial Chemistry of the Lanthanons, Yttrium, Thorium, and Uranium'', Pergamon Press, 1967.
==Pranala luar==
==Pranala luar==
*  [http://www.webelements.com/webelements/elements/text/Ho/index.html WebElements.com – Holmium] (juga digunakan sebagai referensi)
*  [http://www.webelements.com/webelements/elements/text/Ho/index.html WebElements.com – Holmium] (juga digunakan sebagai referensi)
*  [http://www.americanelements.com/hoinfo3.htm American Elements – Holmium] [[American Elements]] (juga digunakan sebagai referensi)
*  [http://www.americanelements.com/hoinfo3.htm American Elements – Holmium] [[American Elements]] (juga digunakan sebagai referensi)
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/067.htm Holmium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/067.htm Holmium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Holmium&oldid=29344733 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29344733 (2026-06-14T06:31:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Holmium&oldid=29344733 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29344733 (2026-06-14T06:31:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.00

Holmium2

Holmium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Ho dan nomor atom 67. Ia merupakan sebuah unsur tanah jarang dan anggota kesebelas dari deret lantanida. Ia adalah logam yang relatif lunak, keperakan, cukup tahan korosi dan mudah ditempa. Seperti banyak lantanida lainnya, holmium terlalu reaktif untuk ditemukan dalam bentuk aslinya, karena holmium murni akan membentuk lapisan oksida kekuningan saat terkena udara secara perlahan. Saat diisolasi, holmium relatif stabil di udara kering pada suhu kamar. Namun, ia dapat bereaksi dengan air dan mudah terkorosi, dan juga terbakar di udara saat dipanaskan.

Di alam, holmium terjadi bersama dengan logam tanah jarang lainnya (seperti tulium). Ia adalah lantanida yang relatif langka, membentuk 1,4 bagian per juta kerak Bumi, dengan kelimpahannya mirip dengan wolfram. Holmium ditemukan melalui isolasi oleh kimiawan Swedia Per T. Cleve serta secara independen oleh Jacques-Louis Soret dan Marc Delafontaine, yang mengamatinya secara spektroskopi pada tahun 1878. Oksidanya pertama kali diisolasi dari bijih tanah jarang oleh Cleve pada tahun 1878. Nama unsur ini berasal dari Holmia, nama Latin untuk kota Stockholm.[1][2][3]

Seperti banyak lantanida lainnya, holmium ditemukan dalam mineral monasit dan gadolinit dan biasanya diekstraksi secara komersial dari monasit menggunakan teknik pertukaran ion. Senyawanya di alam dan di hampir semua kimia laboratoriumnya teroksidasi secara trivalen, mengandung ion Ho(III). Ion holmium trivalen memiliki sifat fluoresen yang mirip dengan banyak ion tanah jarang lainnya (sambil menghasilkan serangkaian garis cahaya emisi unik mereka sendiri), sehingga ia digunakan dengan cara yang sama seperti beberapa tanah jarang lainnya dalam aplikasi laser dan pewarna kaca tertentu.

Holmium memiliki permeabilitas magnetik dan saturasi magnetik tertinggi dari unsur apa pun dan karenanya digunakan untuk potongan kutub magnet statis terkuat. Karena holmium sangat menyerap neutron, ia juga digunakan sebagai racun yang dapat dibakar pada reaktor nuklir.

Karakteristik

Sifat fisik

Holmium adalah anggota kesebelas dari deret lantanida. Dalam tabel periodik, ia muncul di antara lantanida disprosium di sebelah kirinya dan erbium di sebelah kanannya, serta di atas aktinida einsteinium. Ia adalah unsur yang relatif lunak dan mudah ditempa yang cukup tahan korosi dan stabil di udara kering pada suhu dan tekanan standar. Namun, di udara lembap dan pada suhu yang lebih tinggi, ia akan teroksidasi dengan cepat, membentuk oksida kekuningan.[4] Dalam bentuk murni, holmium memiliki kilau perak metalik yang cerah. Dengan titik didih 2727 °C, holmium adalah lantanida paling volatil keenam setelah iterbium, europium, samarium, tulium, dan disprosium. Pada kondisi sekitar, holmium, seperti banyak dari lantanida paruh kedua lainnya, biasanya memiliki struktur padat heksagon (hcp).[5] Ke-67 elektronnya tersusun dalam konfigurasi [Xe] 4f11 6s2, sehingga ia memiliki tiga belas elektron valensi yang mengisi subkulit 4f dan.

Holmium, seperti semua lantanida (kecuali lantanum, iterbium, dan lutesium, yang tidak memiliki elektron 4f tak berpasangan), bersifat paramagnetik dalam kondisi sekitar,[6] tetapi akan bersifat feromagnetik pada suhu di bawah .[7] Ia memiliki momen magnetik tertinggi () dari semua unsur alami dan memiliki sifat magnetik lain yang tidak biasa. Ketika dikombinasikan dengan itrium, ia akan membentuk senyawa yang sangat magnetik.[8]

Sifat kimia

Logam holmium akan mengusam secara perlahan bila terpapar udara, membentuk lapisan oksida kekuningan seperti karat besi. Ia mudah terbakar untuk membentuk holmium(III) oksida:[9]

4 Ho + 3 O2 → 2 Ho2O3

Holmium cukup bersifat elektropositif dan umumnya trivalen. Ia bereaksi secara lambat dengan air dingin dan cukup cepat dengan air panas untuk membentuk holmium(III) hidroksida:[10]

2 Ho (s) + 6 H2O (l) → 2 Ho(OH)3 (aq) + 3 H2 (g)

Logam holmium dapat bereaksi dengan semua halogen stabil:[11]

2 Ho (s) + 3 F2 (g) → 2 HoF3 (s) [merah muda]
2 Ho (s) + 3 Cl2 (g) → 2 HoCl3 (s) [kuning]
2 Ho (s) + 3 Br2 (g) → 2 HoBr3 (s) [kuning]
2 Ho (s) + 3 I2 (g) → 2 HoI3 (s) [kuning]

Holmium mudah larut dalam asam sulfat encer untuk membentuk larutan yang mengandung ion kuning Ho(III), yang eksis sebagai kompleks [Ho(OH2)9]3+:[12]

2 Ho (s) + 3 H2SO4 (aq) → 2 Ho3+ (aq) + 3 (aq) + 3 H2 (g)

Keadaan oksidasi

Seperti kebanyakan lantanida, holmium biasanya ditemukan dalam keadaan oksidasi +3, membentuk senyawa seperti holmium(III) fluorida (HoF3) dan holmium(III) klorida (HoCl3). Holmium dalam larutan memiliki bentuk Ho3+ yang dikelilingi sembilan molekul air. Holmium dapat larut dalam asam.[13] Namun, holmium juga ditemukan pada keadaan oksidasi +2, +1 dan 0.

Isotop

Isotop holmium berkisar mulai dari 140Ho hingga 175Ho. Mode peluruhan utama sebelum isotop stabil yang paling melimpah, 165Ho, adalah emisi positron, dan mode utama setelahnya adalah peluruhan beta minus. Produk peluruhan utama sebelum 165Ho adalah isotop terbium dan disprosium, dan produk utama setelahnya adalah isotop erbium.[14]

Holmium alami terdiri dari satu isotop primordial, holmium-165; ia adalah satu-satunya isotop holmium yang dianggap stabil, meskipun ia diperkirakan mengalami peluruhan alfa menjadi terbium-161 dengan waktu paruh yang sangat panjang.[15][16] 35 isotop radioaktif sintetis telah diketahui; yang paling stabil adalah holmium-163 (163Ho), dengan waktu paruh 4570 tahun.[17] Semua radioisotop lainnya memiliki waktu paruh keadaan dasar tidak lebih dari 1,117 hari, dengan yang terpanjang, holmium-166 (166Ho) memiliki waktu paruh 26,83 jam,[18] dan sebagian besar memiliki waktu paruh di bawah 3 jam. Namun, isomer metastabil 166m1Ho memiliki waktu paruh sekitar 1200 tahun karena spinnya yang tinggi. Fakta ini, dikombinasikan dengan energi eksitasi tinggi yang menghasilkan spektrum peluruhan sinar gama yang sangat kaya yang dihasilkan ketika keadaan metastabil mengalami deeksitasi, membuat isotop ini berguna dalam percobaan fisika nuklir sebagai sarana untuk mengalibrasi respons energi dan efisiensi intrinsik dari spektrometer sinar gama.

Senyawa

Oksida dan kalkogenida

Holmium(III) oksida adalah satu-satunya oksida holmium. Ia mengubah warna yang terlihatnya tergantung pada kondisi pencahayaan. Di bawah cahaya siang hari, ia memiliki warna kuning kecokelatan. Di bawah cahaya trikromatik, ia tampak berwarna merah jingga,[19] hampir tidak dapat dibedakan dari penampakan erbium oksida dalam kondisi pencahayaan yang sama.[20] Perubahan warna yang terjadi terkait dengan garis emisi yang tajam dari ion holmium trivalen yang bertindak sebagai fosfor merah.[21]

Holmium juga membentuk beberapa senyawa dengan kalkogenida lain. Holmium(III) sulfida memiliki kristal berwarna jingga-kuning dalam sistem kristal monoklinik,[22] dengan grup ruang P21/m (No. 11).[23] Di bawah tekanan tinggi, holmium(III) sulfida dapat terbentuk dalam sistem kristal kubus dan ortorombus.[24] Ia dapat diperoleh dengan mereaksikan holmium(III) oksida dan hidrogen sulfida pada suhu 1325 °C.[25] Holmium(III) selenida juga dikenal. Ia bersifat antiferomagnetik di bawah suhu 6 K.[26]

Halida

Keempat trihalida holmium telah diketahui. Holmium(III) fluorida adalah bubuk kekuningan yang dapat dihasilkan dengan mereaksikan holmium(III) oksida dan amonium fluorida, kemudian mengkristalinya dari garam amonium yang terbentuk dalam larutan.[27] Holmium(III) klorida dapat dibuat melalui cara yang sama, dengan amonium klorida sebagai pengganti amonium fluorida.[28] Ia memiliki struktur lapisan YCl3 dalam keadaan padat.[29] Kedua senyawa ini, serta holmium(III) bromida dan holmium(III) iodida, dapat diperoleh dengan reaksi langsung dari unsur-unsurnya:[30]

2 Ho + 3 X2 → 2 HoX3

Selain itu, holmium(III) iodida dapat diperoleh dengan mereaksikan holmium dan raksa(II) iodida secara langsung, kemudian melepaskan raksa melalui distilasi.[31]

Senyawa organoholmium

Senyawa organoholmium sangat mirip dengan lantanida lainnya, karena semuanya memiliki ketidakmampuan untuk menjalani pengikatan balik π. Dengan demikian, mereka sebagian besar terbatas pada sebagian besar siklopentadienida ionik (isostruktural dengan lanthanum) serta alkil dan aril sederhana yang berikatan σ, beberapa di antaranya mungkin polimerik.[32]

Sejarah

Holmium (Holmia, nama Latin untuk Stockholm) ditemukan oleh Jacques-Louis Soret dan Marc Delafontaine pada tahun 1878 yang memperhatikan pita serapan spektrografi yang menyimpang dari unsur yang tidak dikenal saat itu (mereka menyebutnya "Unsur X").[33][34]

Selain itu, Per T. Cleve secara terpisah menemukan unsur tersebut saat dia bekerja dengan tanah erbia (erbium oksida), dan merupakan orang pertama yang mengisolasinya.[35][36][37][38][39] Menggunakan metode yang dikembangkan oleh Carl G. Mosander, Cleve pertama-tama menghilangkan semua kontaminan yang diketahui dari erbia. Hasil dari upaya itu adalah dua bahan baru, satu berwarna cokelat dan satu berwarna hijau. Dia menamai zat cokelat dengan holmia (dari nama Latin untuk kota asal Cleve, Stockholm) dan yang hijau dengan tulia. Holmia kemudian ditemukan sebagai holmium oksida, dan tulia adalah tulium oksida.[40]

Dalam makalah klasik Henry Moseley[41] tentang nomor atom, holmium diberi nomor atom 66. Terbukti, pembuatan holmium yang telah diberikan kepadanya untuk diselidiki sangat tidak murni, didominasi oleh tetangganya disprosium (dan tidak diplot). Dia seharusnya akan melihat garis emisi sinar-X untuk kedua unsur tersebut, tetapi berasumsi bahwa yang dominan milik holmium, bukan pengotor disprosium.

Keterjadian dan produksi

Seperti semua tanah jarang lainnya, holmium tidak ditemukan secara alami sebagai unsur bebas. Ia terjadi dalam kombinasi dengan unsur-unsur lain dalam gadolinit (bagian hitam dari spesimen yang diilustrasikan di sebelah kanan), monasit, dan mineral tanah jarang lainnya. Belum ada mineral dominan holmium yang ditemukan.[42] Daerah pertambangan utama berada di Tiongkok, Amerika Serikat, Brasil, India, Sri Lanka, dan Australia dengan cadangan holmium diperkirakan mencapai 400.000 ton.[43] Produksi tahunan logam holmium adalah sekitar 10 ton per tahun.[44]

Holmium membentuk 1,4 bagian per juta massa kerak Bumi. Ini menjadikannya unsur paling melimpah ke-56 di kerak Bumi. Holmium menyusun 1 bagian per juta tanah, 400 bagian per kuadriliun air laut, dan hampir tidak ada di atmosfer Bumi, yang sangat langka untuk sebuah lantanida.[45] Ia membentuk 500 bagian per triliun massa alam semesta.[46]

Ia diekstraksi secara komersial melalui pertukaran ion dari pasir monasit (0,05% holmium), tetapi masih sulit dipisahkan dari tanah jarang lainnya. Unsur ini telah diisolasi melalui reduksi klorida atau fluorida anhidratnya dengan kalsium metalik.[47] Perkiraan kelimpahannya di kerak Bumi adalah 1,3 mg/kg. Holmium mematuhi aturan Oddo–Harkins: sebagai unsur bernomor ganjil, kelimpahannya kurang dari tetangganya yang bernomor genap, disprosium dan erbium. Namun, ia adalah lantanida berat bernomor ganjil yang paling melimpah. Dari semua lantanida, hanya prometium, tulium, lutesium, dan terbium yang kurang melimpah di Bumi. Sumber holmium utama adalah beberapa tanah liat pengadsorb ion di Tiongkok selatan. Beberapa di antaranya memiliki komposisi tanah jarang yang mirip dengan yang ditemukan pada xenotim atau gadolinit. Itrium membentuk sekitar 2/3 dari total massa; holmium sekitar 1,5%. Bijih aslinya sendiri mengandung sangat sedikit, mungkin hanya 0,1% total lantanida, tetapi mudah diekstraksi.[48] Holmium memiliki harga yang relatif murah untuk logam tanah jarang dengan harga sekitar 1000 USD/kg.[49]

Aplikasi

Magnet

Holmium memiliki kekuatan magnet tertinggi dari unsur apa pun, dan oleh karena itu digunakan untuk membuat medan magnet yang dihasilkan secara artifisial terkuat, ketika ditempatkan di dalam magnet berkekuatan tinggi sebagai potongan kutub magnet (juga disebut konsentrator fluks magnet).[50] Holmium juga digunakan dalam pembuatan beberapa magnet permanen.

Laser

Garnet itrium besi (YIG) dan itrium litium fluorida (YLF) yang didoping holmium memiliki aplikasi dalam laser benda padat, dan Ho-YIG memiliki aplikasi dalam isolator optik dan peralatan gelombang mikro (misalnya bola YIG). Laser holmium memancarkan pada 2,1 mikrometer.[51] Mereka digunakan dalam aplikasi medis, gigi, dan serat optik.[52] Ia juga sedang dipertimbangkan untuk digunakan dalam enukleasi prostat.[53]

Kalibrasi spektrometer

Kaca yang mengandung holmium oksida dan larutan holmium oksida (biasanya dalam asam perklorat) memiliki puncak serapan optik yang tajam dalam rentang spektrum 200–900 nm. Oleh karena itu, mereka digunakan sebagai standar kalibrasi untuk spektrofotometer optik.[54][55][56] Isomer radioaktif tapi berumur panjang 166m1Ho (lihat bagian "Isotop" di atas) digunakan dalam kalibrasi spektrometer sinar gama.[57]

Kegunaan lainnya

Karena holmium dapat menyerap neutron hasil fisi nuklir, holmium digunakan sebagai racun yang dapat dibakar untuk mengatur reaktor nuklir.[58] Ia digunakan sebagai pewarna untuk zirkonia kubik, memberikan pewarnaan merah muda,[59] dan untuk kaca, memberikan pewarnaan kuning-oranye.[60] Pada bulan Maret 2017, IBM mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan teknik untuk menyimpan satu bit data pada satu set atom holmium di atas hamparan magnesium oksida.[61] Dengan teknik kontrol kuantum dan klasik yang memadai, Ho dapat menjadi kandidat yang baik untuk membuat komputer kuantum.[62]

Peran biologis dan pencegahan

Holmium tidak memainkan peran biologis pada manusia, tetapi garamnya mampu menstimulasi metabolisme.[63] Manusia biasanya mengonsumsi sekitar satu miligram holmium setahun. Tumbuhan tidak mudah mengambil holmium dari tanah. Beberapa sayuran telah diukur kandungan holmiumnya, dan jumlahnya mencapai 100 bagian per triliun.[64] Holmium dan garam larutnya sedikit beracun jika tertelan, tetapi garam holmium yang tidak larut tidak beracun.[65] Holmium metalik dalam bentuk debu dapat menimbulkan bahaya kebakaran dan ledakan.[66][67][68] Garam holmium dalam jumlah besar dapat menyebabkan kerusakan parah jika terhirup, dikonsumsi secara oral, atau disuntikkan. Efek biologis holmium dalam jangka waktu yang lama tidak diketahui. Holmium memiliki tingkat toksisitas akut yang rendah.[69]

Harga

Harga 1 kilogram holmium oksida 99,5% (FOB Tiongkok dalam RMB/Kg) diberikan oleh Institute of Rare Earths Elements and Strategic Metals di bawah USD 500 hingga Maret 2011; kemudian naik tajam hingga sedikit di bawah USD 4.500 pada Juli 2011 dan terus menurun hingga USD 750 pada pertengahan 2012.[70] Harga rata-rata holmium untuk periode enam bulan dari April hingga September 2022 diberikan oleh Institute tersebut sebagai berikut: Holmium Oksida - 99,5%min EXW Tiongkok - 94,34 EUR/kg.[71]

Lihat pula

Bibliografi

Bacaan lebih lanjut

  • R. J. Callow, The Industrial Chemistry of the Lanthanons, Yttrium, Thorium, and Uranium, Pergamon Press, 1967.

Pranala luar

Referensi

  1. James L. Marshall Marshall. Rediscovery of the elements: The Rare Earths–The Confusing Years. The Hexagon. 2015. hlm. 72–77.
  2. Holmium. Royal Society of Chemistry. 2020.
  3. Albert Stwertka. A guide to the elements. Oxford University Press. 1998. hlm. 161. ISBN 0-19-508083-1.
  4. W. L. Phillips. Oxidation of several lanthanide elements. Journal of the Less Common Metals. 1 Agustus 1964. Vol. 7 (2). hlm. 139–143. doi:10.1016/0022-5088(64)90056-6.
  5. D. L. Strandburg. Electrical and Magnetic Properties of Holmium Single Crystals. Physical Review. 15 September 1962. Vol. 127 (6). hlm. 2046–2051. doi:10.1103/PhysRev.127.2046.
  6. B. D. Cullity. Introduction to Magnetic Materials. John Wiley & Sons. 2011. ISBN 978-1-118-21149-6.
  7. Jiles, David. Introduction to magnetism and magnetic materials. CRC Press. 1998. hlm. 228. ISBN 0-412-79860-3.
  8. C. K. Gupta. Extractive metallurgy of rare earths. CRC Press. 2004. hlm. 30. ISBN 0-415-33340-7.
  9. Tatang Wahyudi. REVIEWING THE PROPERTIES OF RARE EARTH ELEMENT-BEARING MINERALS, RARE EARTH ELEMENTS AND CERIUM OXIDE COMPOUND. Indonesian Mining Journal. 2015. Vol. 18 (2). hlm. 92–108. doi:10.30556/imj.Vol18.No2.2015.293.
  10. Tao An. Microstructure, morphology, wettability and mechanical properties of Ho2O3 films prepared by glancing angle deposition. Vacuum. 1 Juni 2019. Vol. 164. hlm. 405–410. doi:10.1016/j.vacuum.2019.03.057.
  11. Chemical reactions of Holmium. Webelements.
  12. Chemical reactions of Holmium. Webelements.
  13. John Emsley. Nature's Building Blocks. 2011.
  14. C. R. Hammond. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.
  15. John Emsley. Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements. Oxford University Press. 2001. hlm. 181–182. ISBN 0-19-850341-5.
  16. P. Belli. Experimental searches for rare alpha and beta decays. European Physical Journal A. 2019. Vol. 55 (8). hlm. 140–1–140–7. doi:10.1140/epja/i2019-12823-2.
  17. R. A. Naumann. Preparation of long-lived holmium-163. Journal of Inorganic and Nuclear Chemistry. September 1960. Vol. 15 (1–2). hlm. 195–196. doi:10.1016/0022-1902(60)80035-8.
  18. Yuka S Suzuki. Biodistribution and kinetics of holmium-166-chitosan complex (DW-166HC) in rats and mice. Journal of Nuclar Medicine. 1998. Vol. 39 (12). hlm. 2161–2166.
  19. Mohammad Reza Ganjali. Lanthanides Series Determination by Various Analytical Methods. Elsevier. 25 Februari 2016. hlm. 27. ISBN 978-0-12-420095-1.
  20. Mohammad Reza Ganjali. Lanthanides Series Determination by Various Analytical Methods. Elsevier. 25 Februari 2016. ISBN 978-0-12-420095-1.
  21. Yiguo Su. Hydrothermal Synthesis of GdVO 4 :Ho 3+ Nanorods with a Novel White-light Emission. Chemistry Letters. 2008. Vol. 37 (7). hlm. 762–763. doi:10.1246/cl.2008.762.
  22. C. R. Hammond. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.
  23. Non-Tetrahedrally Bonded Binary Compounds II. 2000. Vol. 41D. hlm. 1–3. doi:10.1007/10681735_623. ISBN 3-540-64966-2.
  24. E. Yu Tonkov. Compounds and Alloys Under High Pressure A Handbook. CRC Press. 1998. hlm. 272. ISBN 978-90-5699-047-3.
  25. Synthesis of Lanthanide and Actinide Compounds. Kluwer Academic Publishers. 1991. ISBN 0792310187.
  26. M. A. Bespyatov. Low-temperature thermodynamic properties of holmium selenide (2:3). The Journal of Chemical Thermodynamics. 1 Maret 2018. Vol. 118. hlm. 21–25. doi:10.1016/j.jct.2017.10.013.
  27. Riedel, moderne anorganische Chemie. De Gruyter. 2012. ISBN 978-3-11-024900-2.
  28. Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, Edisi ke-2, Disunting oleh G. Brauer, Academic Press, 1963, NY.
  29. A. F. Wells. Structural inorganic chemistry. Clarendon Press. 1984. ISBN 9780198553700.
  30. Chemical reactions of Holmium. Webelements.
  31. L. B. Asprey. Preparation and crystal data for lanthanide and actinide triiodides. Inorganic Chemistry. 1964. Vol. 3 (8). hlm. 1137–1141. doi:10.1021/ic50018a015.
  32. Greenwood dan Earnshaw, hlm. 1248–9
  33. Jacques-Louis Soret. Sur les spectres d'absorption ultra-violets des terres de la gadolinite. Comptes rendus de l'Académie des sciences. 1878. Vol. 87. hlm. 1062.
  34. Jacques-Louis Soret. Sur le spectre des terres faisant partie du groupe de l'yttria. Comptes rendus de l'Académie des sciences. 1879. Vol. 89. hlm. 521.
  35. James L. Marshall Marshall. Rediscovery of the elements: The Rare Earths–The Confusing Years. The Hexagon. 2015. hlm. 72–77.
  36. Holmium. Royal Society of Chemistry. 2020.
  37. Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. Journal of Chemical Education. 1956.
  38. Per Teodor Cleve. Sur deux nouveaux éléments dans l'erbine. Comptes rendus de l'Académie des sciences. 1879. Vol. 89. hlm. 478–480. Cleve menamai holmium di halaman 480: "Je propose pour ce métal le nom de holmium, Ho, dérivé du nom latinisé de Stockholm, dont les environs renferment tant de minéraux riches en yttria." (Saya mengusulkan untuk logam ini nama "holmium", Ho, [yang] berasal dari nama Latin untuk Stockholm, yang lingkungannya mengandung begitu banyak mineral yang kaya akan itrium.)
  39. Per Teodor Cleve. Sur l'erbine. Comptes rendus de l'Académie des sciences. 1879. Vol. 89. hlm. 708.
  40. John Emsley. Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements. Oxford University Press. 2001. hlm. 181–182. ISBN 0-19-850341-5.
  41. H.G.J. Moseley. The high-frequency spectra of the elements. Philosophical Magazine. 1913. Vol. 26. hlm. 1024–1034.
  42. Hudson Institute of Mineralogy. Mindat.org. www.mindat.org. 1993–2018.
  43. John Emsley. Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements. Oxford University Press. 2001. hlm. 181–182. ISBN 0-19-850341-5.
  44. MMTA. Holmium. MMTA.
  45. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2011.
  46. Mark Winter, University of Sheffield and WebElements Ltd. WebElements Periodic Table » Periodicity » Abundance in the universe » periodicity. www.webelements.com.
  47. C. R. Hammond. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.
  48. Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemical Compounds. McGraw-Hill. 2003. hlm. 338–339. ISBN 0-07-049439-8.
  49. James B. Hedrick. Rare-Earth Metals. USGS.
  50. R. W. Hoard. Field enhancement of a 12.5-T magnet using holmium poles. IEEE Transactions on Magnetics. 1985. Vol. 21 (2). hlm. 448–450. doi:10.1109/tmag.1985.1063692.
  51. T. A. Wollin. The holmium laser in urology. Journal of Clinical Laser Medicine & Surgery. Februari 1998. Vol. 16 (1). hlm. 13–20. doi:10.1089/clm.1998.16.13.
  52. C. K. Gupta. Extractive metallurgy of rare earths. CRC Press. 2004. hlm. 30. ISBN 0-415-33340-7.
  53. Peter J. Gilling. Holmium Laser Enucleation of the Prostate: Results at 6 Years. European Urology. 1 April 2008. Vol. 53 (4). hlm. 744–749. doi:10.1016/j.eururo.2007.04.052.
  54. David W. Allen. Holmium oxide glass wavelength standards. Journal of Research of the National Institute of Standards and Technology. 2007. Vol. 112 (6). hlm. 303–306. doi:10.6028/jres.112.024.
  55. John C. Travis. An International Evaluation of Holmium Oxide Solution Reference Materials for Wavelength Calibration in Molecular Absorption Spectrophotometry. Analytical Chemistry. 5 Juni 2002. Vol. 74 (14). hlm. 3408–3415. doi:10.1021/ac0255680.
  56. R. P. MacDonald. Uses for a Holmium Oxide Filter in Spectrophotometry. Clinical Chemistry. 1964. Vol. 10 (12). hlm. 1117–20. doi:10.1093/clinchem/10.12.1117.
  57. Ming-Chen Yuan. The absolute counting of 166m Ho, 58 Co and 88 Y. Applied Radiation and Isotopes. 2002. Vol. 56 (1–2). hlm. 429–434. doi:10.1016/S0969-8043(01)00226-3.
  58. John Emsley. Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements. Oxford University Press. 2001. hlm. 181–182. ISBN 0-19-850341-5.
  59. Kurt Nassau. Cubic zirconia: An Update. Gems & Gemology. Musim Semi 1981. Vol. 1. hlm. 9–19. doi:10.5741/GEMS.17.1.9.
  60. Hatem A. El-Batal. Interaction of Gamma Rays with Calcium Aluminoborate Glasses Containing Holmium or Erbium. Journal of the American Ceramic Society. 20 Desember 2004. Vol. 84 (9). hlm. 2065–2072. doi:10.1111/j.1151-2916.2001.tb00959.x.
  61. Devin Coldeway. Storing data in a single atom proved possible by IBM researchers. TechCrunch. 9 Maret 2017.
  62. Patrick Robert Forrester. Quantum state manipulation of single atom magnets using the hyperfine interaction. Physical Review B. 19 November 2019. Vol. 100 (18). hlm. 180405. doi:10.1103/PhysRevB.100.180405.
  63. C. R. Hammond. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.
  64. John Emsley. Nature's Building Blocks. 2011.
  65. John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2001. hlm. 136–139. ISBN 978-0-19-850340-8.
  66. T. J. Haley. Pharmacology and toxicology of dysprosium, holmium, and erbium chlorides. Toxicology and Applied Pharmacology. 1966. Vol. 8 (1). hlm. 37–43. doi:10.1016/0041-008x(66)90098-6.
  67. Haley, T. J. Pharmacology and toxicology of the rare earth elements. Journal of Pharmaceutical Sciences. 1965. Vol. 54 (5). hlm. 663–70. doi:10.1002/jps.2600540502.
  68. D. W. Bruce. The acute mammalian toxicity of rare earth nitrates and oxides. Toxicology and Applied Pharmacology. 1963. Vol. 5 (6). hlm. 750–9. doi:10.1016/0041-008X(63)90067-X.
  69. Holmium: Biological Action. 15 April 2011.
  70. Specification and spelling: holmium.
  71. ISE Metal-qoutes.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29344733 (2026-06-14T06:31:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.