Lompat ke isi

Karbon monoksida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29342940; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Carbon-monoxide-3D-vdW.png|thumb|right|280px|Carbon-monoxide-3D-vdW]]
'''Karbon monoksida''', rumus kimia [[Karbon|C]][[Oksigen|O]], adalah [[gas]] yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Ia terdiri dari satu atom [[karbon]] yang secara [[ikatan kovalen|kovalen berikatan]] dengan satu atom [[oksigen]]. Dalam ikatan ini, terdapat dua ikatan kovalen dan satu [[ikatan kovalen koordinasi]] antara atom karbon dan oksigen.
'''Karbon monoksida''', rumus kimia [[Karbon|C]][[Oksigen|O]], adalah [[gas]] yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Ia terdiri dari satu atom [[karbon]] yang secara [[ikatan kovalen|kovalen berikatan]] dengan satu atom [[oksigen]]. Dalam ikatan ini, terdapat dua ikatan kovalen dan satu [[ikatan kovalen koordinasi]] antara atom karbon dan oksigen.


Baris 4: Baris 6:


== Produksi ==
== Produksi ==
Karbon monoksida merupakan senyawa yang sangat penting, sehingga banyak metode yang telah dikembangkan untuk produksinya.
Karbon monoksida merupakan senyawa yang sangat penting, sehingga banyak metode yang telah dikembangkan untuk produksinya.<ref>Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 200. ISBN 0-12-352651-5.</ref>


'''Gas produser''' dibentuk dari pembakaran karbon di oksigen pada temperatur tinggi ketika terdapat karbon yang berlebih. Dalam sebuah oven, udara dialirkan melalui kokas. CO<sub>2</sub> yang pertama kali dihasilkan akan mengalami kesetimbangan dengan karbon panas, menghasilkan CO. Reaksi O<sub>2</sub> dengan karbon membentuk CO disebut sebagai kesetimbangan Boudouard. Di atas 800&nbsp;°C, CO adalah produk yang predominan:
'''Gas produser''' dibentuk dari pembakaran karbon di oksigen pada temperatur tinggi ketika terdapat karbon yang berlebih. Dalam sebuah oven, udara dialirkan melalui kokas. CO<sub>2</sub> yang pertama kali dihasilkan akan mengalami kesetimbangan dengan karbon panas, menghasilkan CO. Reaksi O<sub>2</sub> dengan karbon membentuk CO disebut sebagai kesetimbangan Boudouard. Di atas 800&nbsp;°C, CO adalah produk yang predominan:
Baris 27: Baris 29:


== Struktur ==
== Struktur ==
Molekul CO memiliki panjang [[ikatan kimia|ikat]] 0,1128 [[nanometer|nm]]. Perbedaan [[muatan formal]] dan [[elektronegativitas]] saling meniadakan, sehingga terdapat momen dipol yang kecil dengan kutub negatif di atom karbon walaupun oksigen memiliki elektronegativitas yang lebih besar. Alasannya adalah orbital molekul yang terpenuhi paling tinggi memiliki energi yang lebih dekat dengan orbital p karbon, yang berarti bahwa terdapat rapatan elektron yang lebih besar dekat karbon. Selain itu, elektronegativitas karbon yang lebih rendah menghasilkan awan elektron yang lebih baur, sehingga menambah momen dipol. Ini juga merupakan alasan mengapa kebanyakan reaksi kimia yang melibatkan karbon monoksida terjadi pada atom karbon, dan bukannya pada atom oksigen.
Molekul CO memiliki panjang [[ikatan kimia|ikat]] 0,1128 [[nanometer|nm]].<ref>O. R. Gilliam, C. M. Johnson and W. Gordy. [https://archive.org/details/sim_physical-review_1950-04-15_78_2/page/n44 Microwave Spectroscopy in the Region from Two to Three Millimeters]. ''Physical Review''. 1950. Vol. 78 (2). hlm. 140. doi:10.1103/PhysRev.78.140.</ref> Perbedaan [[muatan formal]] dan [[elektronegativitas]] saling meniadakan, sehingga terdapat momen dipol yang kecil dengan kutub negatif di atom karbon<ref>W. Kutzelnigg. ''Einführung in die Theoretische Chemie''. Wiley-VCH. ISBN 3-527-30609-9.</ref> walaupun oksigen memiliki elektronegativitas yang lebih besar. Alasannya adalah orbital molekul yang terpenuhi paling tinggi memiliki energi yang lebih dekat dengan orbital p karbon, yang berarti bahwa terdapat rapatan elektron yang lebih besar dekat karbon. Selain itu, elektronegativitas karbon yang lebih rendah menghasilkan awan elektron yang lebih baur, sehingga menambah momen dipol. Ini juga merupakan alasan mengapa kebanyakan reaksi kimia yang melibatkan karbon monoksida terjadi pada atom karbon, dan bukannya pada atom oksigen.


Panjang ikatan molekul karbon monoksida sesuai dengan ikatan rangkap tiga parsialnya. Molekul ini memiliki [[momen dipol]] ikatan yang kecil dan dapat diwakili dengan tiga struktur resonansi:
Panjang ikatan molekul karbon monoksida sesuai dengan ikatan rangkap tiga parsialnya. Molekul ini memiliki [[momen dipol]] ikatan yang kecil dan dapat diwakili dengan tiga struktur resonansi:
Baris 33: Baris 35:
:
:


Resonans paling kiri adalah bentuk yang paling penting. Hal ini diilustrasikan dengan reaktivitas karbon monoksida yang bereaksi dengan [[karbokation]].
Resonans paling kiri adalah bentuk yang paling penting.<ref>O. R. Gilliam, C. M. Johnson and W. Gordy. [https://archive.org/details/sim_physical-review_1950-04-15_78_2/page/n44 Microwave Spectroscopy in the Region from Two to Three Millimeters]. ''Physical Review''. 1950. Vol. 78 (2). hlm. 140. doi:10.1103/PhysRev.78.140.</ref> Hal ini diilustrasikan dengan reaktivitas karbon monoksida yang bereaksi dengan [[karbokation]].


[[Dinitrogen]] bersifat isoelektronik terhadap karbon monoksida. Hal ini berarti bahwa molekul-molekul ini memiliki jumlah elektron dan ikatan yang mirip satu sama lainnya. Sifat-sifat fisika antara N<sub>2</sub> dan CO sangat mirip, walaupun CO lebih reaktif.
[[Dinitrogen]] bersifat isoelektronik terhadap karbon monoksida. Hal ini berarti bahwa molekul-molekul ini memiliki jumlah elektron dan ikatan yang mirip satu sama lainnya. Sifat-sifat fisika antara N<sub>2</sub> dan CO sangat mirip, walaupun CO lebih reaktif.
Baris 39: Baris 41:
== Reaksi kimia dasar ==
== Reaksi kimia dasar ==
=== Penggunaan industri ===
=== Penggunaan industri ===
Karbon monoksida adalah [[gas industri]] utama yang memiliki banyak kegunaan dalam produksi bahan kimia pukal (''bulk chemical'').
Karbon monoksida adalah [[gas industri]] utama yang memiliki banyak kegunaan dalam produksi bahan kimia pukal (''bulk chemical'').<ref>Elschenbroich, C.;Salzer, A. ”Organometallics : A Concise Introduction” (2nd Ed) Wiley-VCH: Weinheim, 2006. ISBN 3-527-28165-7</ref>


Sejumlah [[aldehida]] dengan hasil volume yang tinggi dapat diproduksi dengan reaksi [[hidroformilasi]] dari [[alkena]], CO, dan H<sub>2</sub>.
Sejumlah [[aldehida]] dengan hasil volume yang tinggi dapat diproduksi dengan reaksi [[hidroformilasi]] dari [[alkena]], CO, dan H<sub>2</sub>.
Baris 50: Baris 52:


=== Kimia koordinasi ===
=== Kimia koordinasi ===
 
Kebanyakan logam akan membentuk [[kompleks koordinasi]] yang bersifat kovalen dengan karbon monoksida. Hanya logam yang mempunyai keadaan oksidasi yang lebih rendah yang membentuk kompleks dengan [[ligan]] karbon monoksida. Hal ini dikarenakan oleh perlunya rapatan elektron yang cukup untuk memfasilitasi donasi balik dari orbital d<sub>xz</sub> logam ke [[orbital molekul]] π* CO. Pasangan elektron menyendiri dari atom karbon CO juga menyumbangkan rapatan elektron ke d<sub>x²−y²</sub> logam membentuk [[ikatan sigma]]. Pada [[nikel karbonil]], Ni(CO)<sub>4</sub> terbentuk dari kombinasi langsung karbon monoksida dan logam [[nikel]] pada temperatur ruangan. [[Nikel karbonil]] dapat mengurai kembali menjadi Ni dan CO seketika bersentuhan dengan permukaan yang panas. Proses ini juga pernah digunakan dalam proses pemurnian [[nikel]] pada [[proses Mond]].<ref>Mond L, Langer K, Quincke F. ''Action of carbon monoxide on nickel''. ''Journal of the Chemical Society''. 1890. Vol. 57. hlm. 749–753. doi:10.1039/CT8905700749.</ref>
 
Kebanyakan logam akan membentuk [[kompleks koordinasi]] yang bersifat kovalen dengan karbon monoksida. Hanya logam yang mempunyai keadaan oksidasi yang lebih rendah yang membentuk kompleks dengan [[ligan]] karbon monoksida. Hal ini dikarenakan oleh perlunya rapatan elektron yang cukup untuk memfasilitasi donasi balik dari orbital d<sub>xz</sub> logam ke [[orbital molekul]] π* CO. Pasangan elektron menyendiri dari atom karbon CO juga menyumbangkan rapatan elektron ke d<sub>x²−y²</sub> logam membentuk [[ikatan sigma]]. Pada [[nikel karbonil]], Ni(CO)<sub>4</sub> terbentuk dari kombinasi langsung karbon monoksida dan logam [[nikel]] pada temperatur ruangan. [[Nikel karbonil]] dapat mengurai kembali menjadi Ni dan CO seketika bersentuhan dengan permukaan yang panas. Proses ini juga pernah digunakan dalam proses pemurnian [[nikel]] pada [[proses Mond]].


Pada nikel karbonil dan karbonil-karbonil lainnya, pasangan elektron pada karbon berinteraksi dengan logam; karbon monoksida menyumbangkan pasangan elektronnya kepada logam. Dalam situasi ini, karbon monoksida disebut sebagai [[ligan]] '''karbonil'''. Salah satu logam karbonil yang paling penting adalah [[besi pentakarbonil]], Fe(CO)<sub>5</sub>:
Pada nikel karbonil dan karbonil-karbonil lainnya, pasangan elektron pada karbon berinteraksi dengan logam; karbon monoksida menyumbangkan pasangan elektronnya kepada logam. Dalam situasi ini, karbon monoksida disebut sebagai [[ligan]] '''karbonil'''. Salah satu logam karbonil yang paling penting adalah [[besi pentakarbonil]], Fe(CO)<sub>5</sub>:


Banyak kompleks logam-CO dihasilkan dari dekarbonilasi larutan organik dan bukannya dari CO. Sebagai contoh, [[iridium(III) klorida]] dan [[trifenilfosfina]] bereaksi di [[metoksietanol]] mendidih atau [[dimetilformamida]] untuk menghasilkan [[kompleks Vaska|IrCl(CO)(PPh<SUB>3</SUB>)<SUB>2</SUB>]].
Banyak kompleks logam-CO dihasilkan dari dekarbonilasi larutan organik dan bukannya dari CO. Sebagai contoh, [[iridium(III) klorida]] dan [[trifenilfosfina]] bereaksi di [[metoksietanol]] mendidih atau [[dimetilformamida]] untuk menghasilkan [[kompleks Vaska|IrCl(CO)(PPh<SUB>3</SUB>)<SUB>2</SUB>]].


=== Kimia organik dan kimia golongan utama ===
=== Kimia organik dan kimia golongan utama ===
Dengan keberadaan asam kuat dan air, karbon monoksida bereaksi dengan [[olefin]] membentuk [[asam karboksilat]], proses ini dikenal sebagai reaksi Koch-Haaf. Pada [[reaksi Gattermann-Koch]], [[hidrokarbon aromatik|arena]] diubah menjadi turunan [[benzaldehida]] dengan keberadaan [[aluminium klorida|AlCl<sub>3</sub>]] dan [[hidrogen klorida|HCl]]. Senyawa organologam seperti [[butil litium]] dapat bereaksi dengan CO, tetapi reaksi ini jarang digunakan.
Dengan keberadaan asam kuat dan air, karbon monoksida bereaksi dengan [[olefin]] membentuk [[asam karboksilat]], proses ini dikenal sebagai reaksi Koch-Haaf.<ref>Koch, H.; Haaf, W. "1-Adamantanecarboxylic Acid" Organic Syntheses, Collected Volume 5, p.20 (1973).</ref> Pada [[reaksi Gattermann-Koch]], [[hidrokarbon aromatik|arena]] diubah menjadi turunan [[benzaldehida]] dengan keberadaan [[aluminium klorida|AlCl<sub>3</sub>]] dan [[hidrogen klorida|HCl]].<ref>Coleman, G. H.; Craig, D. "''p''-Tolualdehyde" Organic Syntheses, Collected Volume 2, p.583 (1943).</ref> Senyawa organologam seperti [[butil litium]] dapat bereaksi dengan CO, tetapi reaksi ini jarang digunakan.


Walaupun CO bereaksi dengan [[karbokation]] dan [[karbanion]], ia relatif tidak reaktif terhadap senyawa-senyawa organik tanpa intervensi katalis logam.
Walaupun CO bereaksi dengan [[karbokation]] dan [[karbanion]], ia relatif tidak reaktif terhadap senyawa-senyawa organik tanpa intervensi katalis logam.<ref>Chatani, N.; Murai, S. "Carbon Monoxide" in Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis (Ed: L. Paquette) 2004, J. Wiley & Sons, New York.</ref>


Dengan pereaksi golongan utama, CO mengalami beberapa reaksi yang penting. [[Klorinasi]] CO adalah salah satu lintasan industri yang penting untuk senyawa [[fosgena]]. Dengan [[borana]], CO membentuk sebuah aduk (''adduct'') H<sub>3</sub>BCO yang bersifat isoelektrik dengan kation [[asilium]], [H<sub>3</sub>CCO]<sup>+</sup>. CO bereaksi dengan [[natrium]], menghasilkan Na<sub>2</sub>C<sub>2</sub>O<sub>2</sub> (natrium asetilenadiolat) dari penggandengan (coupling) C-C, dan [[kalium]], menghasilkan K<sub>2</sub>C<sub>2</sub>O<sub>2</sub> (kalium asetilenadiolat) dan K<sub>2</sub>C<sub>6</sub>O<sub>6</sub> (kalium rodizonat).
Dengan pereaksi golongan utama, CO mengalami beberapa reaksi yang penting. [[Klorinasi]] CO adalah salah satu lintasan industri yang penting untuk senyawa [[fosgena]]. Dengan [[borana]], CO membentuk sebuah aduk (''adduct'') H<sub>3</sub>BCO yang bersifat isoelektrik dengan kation [[asilium]], [H<sub>3</sub>CCO]<sup>+</sup>. CO bereaksi dengan [[natrium]], menghasilkan Na<sub>2</sub>C<sub>2</sub>O<sub>2</sub> (natrium asetilenadiolat) dari penggandengan (coupling) C-C, dan [[kalium]], menghasilkan K<sub>2</sub>C<sub>2</sub>O<sub>2</sub> (kalium asetilenadiolat) dan K<sub>2</sub>C<sub>6</sub>O<sub>6</sub> (kalium rodizonat).


== Karbon monoksida di atmosfer ==
== Karbon monoksida di atmosfer ==
Karbon monoksida, walaupun dianggap sebagai polutan, telah lama ada di atmosfer sebagai hasil produk dari [[gunung berapi|aktivitas gunung berapi]]. Ia larut dalam lahar gunung berapi pada tekanan yang tinggi di dalam mantel bumi. Kandungan karbon monoksida dalam gas gunung berapi bervariasi dari kurang dari 0,01% sampai sebanyak 2% bergantung pada gunung berapi tersebut. Oleh karena sumber alami karbon monoksida bervariasi dari tahun ke tahun, sangatlah sulit untuk secara akurat menghitung emisi alami gas tersebut.
Karbon monoksida, walaupun dianggap sebagai polutan, telah lama ada di atmosfer sebagai hasil produk dari [[gunung berapi|aktivitas gunung berapi]]. Ia larut dalam lahar gunung berapi pada tekanan yang tinggi di dalam mantel bumi. Kandungan karbon monoksida dalam gas gunung berapi bervariasi dari kurang dari 0,01% sampai sebanyak 2% bergantung pada gunung berapi tersebut. Oleh karena sumber alami karbon monoksida bervariasi dari tahun ke tahun, sangatlah sulit untuk secara akurat menghitung emisi alami gas tersebut.


Baris 76: Baris 73:


== Peran dalam fisiologi dan makanan ==
== Peran dalam fisiologi dan makanan ==
Karbon monoksida digunakan dalam sistem kemasan Amerika Serikat, utamanya digunakan dalam produk-produk daging segar seperti daging kerbau dan babi. CO berkombinasi dengan [[mioglobin]] membentuk karboksimioglobin, sebuah pigmen cerah yang berwarna merah ceri. Karboksimioglobin lebih stabil dari bentuk mioglobin yang dioksigenasikan, yakni oksimioglobin, yang dapat dioksidasi menjadi pigmen coklat, metmioglobin. Warna merah yang stabil ini dapat bertahan lebih lama, sehingga memberikan kesan kesegaran. Kadar CO yang digunakan berkisar antara 0,4% sampai dengan 0,5%.
Karbon monoksida digunakan dalam sistem kemasan Amerika Serikat, utamanya digunakan dalam produk-produk daging segar seperti daging kerbau dan babi. CO berkombinasi dengan [[mioglobin]] membentuk karboksimioglobin, sebuah pigmen cerah yang berwarna merah ceri. Karboksimioglobin lebih stabil dari bentuk mioglobin yang dioksigenasikan, yakni oksimioglobin, yang dapat dioksidasi menjadi pigmen coklat, metmioglobin. Warna merah yang stabil ini dapat bertahan lebih lama, sehingga memberikan kesan kesegaran.<ref>Sorheim, S, Nissena, H, Nesbakken, T. [https://archive.org/details/sim_meat-science_1999-06_52_2/page/157 The storage life of beef and pork packaged in an atmosphere with low carbon monoxide and high carbon dioxide]. ''Journal of Meat Science''. 1999. Vol. 52 (2). hlm. 157–64. doi:10.1016/S0309-1740(98)00163-6.</ref> Kadar CO yang digunakan berkisar antara 0,4% sampai dengan 0,5%.


Teknologi ini pertama kali diberikan status "''Generally recognized as safe''" (secara umum dikenal aman) oleh [[FDA]] pada tahun 2002 untuk penggunaan sistem kemasan sekunder. Pada tahun 2004, FDA mengizinkan penggunaan CO sebagai metode kemasan primer, menyatakan bahwa CO tidak menutupi bau busuk. Walaupun begitu, teknologi ini masih kontroversial di Amerika Serikat oleh karena kekhawatiran CO akan menutupi bau busuk makanan.
Teknologi ini pertama kali diberikan status "''Generally recognized as safe''" (secara umum dikenal aman) oleh [[FDA]] pada tahun 2002 untuk penggunaan sistem kemasan sekunder. Pada tahun 2004, FDA mengizinkan penggunaan CO sebagai metode kemasan primer, menyatakan bahwa CO tidak menutupi bau busuk.<ref>Eilert EJ. ''New packaging technologies for the 21st century''. ''Journal of Meat Science''. 2005. Vol. 71 (1). hlm. 122–27. doi:10.1016/j.meatsci.2005.04.003.</ref> Walaupun begitu, teknologi ini masih kontroversial di Amerika Serikat oleh karena kekhawatiran CO akan menutupi bau busuk makanan.<ref>[http://www.foodsafetymagazine.com/article.asp?id=644&sub=sub1 Low-Oxygen Packaging with CO: A Study in Food Politics That Warrants Peer Review].</ref>


Karbon monoksida diproduksi secara alami sebagai pemecahan dari [[heme]], sebuah substrat untuk enzim [[heme oksigenase]]. Reaksi enzimatis ini memecahkan heme menjadi CO, biliverdin, dan Fe<sup>3+</sup>. CO yang diproduksi secara edogen kemungkinan memiliki peran fisiologis yang penting dalam tubuh (misalnya sebagai [[neurotransmiter]] atau pelemas pembuluh darah). Selain itu, CO meregulasi reaksi peradangan yang dapat mencegah berkembangnya beberapa penyakit seperti aterosklerosis atau malaria berat.
Karbon monoksida diproduksi secara alami sebagai pemecahan dari [[heme]], sebuah substrat untuk enzim [[heme oksigenase]]. Reaksi enzimatis ini memecahkan heme menjadi CO, biliverdin, dan Fe<sup>3+</sup>. CO yang diproduksi secara edogen kemungkinan memiliki peran fisiologis yang penting dalam tubuh (misalnya sebagai [[neurotransmiter]] atau pelemas pembuluh darah). Selain itu, CO meregulasi reaksi peradangan yang dapat mencegah berkembangnya beberapa penyakit seperti aterosklerosis atau malaria berat.


CO adalah nutrien bagi bakteri [[metanogen]], sebuah blok pembangun untuk [[asetil-KoA|asetil koenzim A]]. Pada bakteri, CO diproduksi via reduksi karbon dioksida dengan enzom karbon monoksida dehirogenase, sebuah protein yang mengandung Fe-Ni-S.
CO adalah nutrien bagi bakteri [[metanogen]],<ref>R. K. Thauer. [http://mic.sgmjournals.org/cgi/reprint/144/9/2377 Biochemistry of methanogenesis: a tribute to Marjory Stephenson. 1998 Marjory Stephenson Prize Lecture]. ''Microbiology''. 1998. Vol. 144 (9). hlm. 2377–2406.</ref> sebuah blok pembangun untuk [[asetil-KoA|asetil koenzim A]]. Pada bakteri, CO diproduksi via reduksi karbon dioksida dengan enzom karbon monoksida dehirogenase, sebuah protein yang mengandung Fe-Ni-S.<ref>Jaouen, G., Ed. ''Bioorganometallics: Biomolecules, Labeling, Medicine''. Wiley-VCH. 2006. ISBN 3-527-30990-X.</ref>


Dikenal juga sebuah protein sensor-CO yang berdasarkan heme, CooA. Cakupan peranan biologis zat ini masih tidak jelas, tetapi tampaknya ia merupakan bagian dari lintasan signal pada bakteri dan [[arkea]].
Dikenal juga sebuah protein sensor-CO yang berdasarkan heme, CooA.<ref>Roberts, G. P.; Youn, H.; Kerby, R. L. [https://archive.org/details/sim_microbiology-and-molecular-biology-reviews_2004-09_68_3/page/453 CO-Sensing Mechanisms]. ''Microbiology and Molecular Biology Reviews''. 2004. Vol. 68. hlm. 453–473. doi:10.1128/MMBR.68.3.453-473.2004.</ref> Cakupan peranan biologis zat ini masih tidak jelas, tetapi tampaknya ia merupakan bagian dari lintasan signal pada bakteri dan [[arkea]].


CO juga baru-baru ini dikaji di beberapa laboratorium riset di seluruh dunia atas sifatnya yang anti-peradangan dan sitoprotektif yang dapat digunakan untuk terapi pencegahan kondisi patologis seperti cedera reperfusi iskemia, penolakan trasplan, aterosklerosis, spesi, malaria berat, atau autoimunitas. Sampai sekarang ini tidak ada aplikasi medis CO kepada manusia.
CO juga baru-baru ini dikaji di beberapa laboratorium riset di seluruh dunia atas sifatnya yang anti-peradangan dan sitoprotektif yang dapat digunakan untuk terapi pencegahan kondisi patologis seperti cedera reperfusi iskemia, penolakan trasplan, aterosklerosis, spesi, malaria berat, atau autoimunitas. Sampai sekarang ini tidak ada aplikasi medis CO kepada manusia.
Baris 97: Baris 94:
== Konsentrasi sumber ==
== Konsentrasi sumber ==
* 0.1 ppm - kadar latar alami atmosfer ([[MOPITT]])
* 0.1 ppm - kadar latar alami atmosfer ([[MOPITT]])
* 0.5 to 5 ppm - rata-rata kadar latar di rumah
* 0.5 to 5 ppm - rata-rata kadar latar di rumah<ref>[http://www.epa.gov/iaq/co.html Basic Information : Carbon Monoxide].</ref>
* 5 to 15 ppm - kadar dekat kompor gas rumah
* 5 to 15 ppm - kadar dekat kompor gas rumah<ref>[http://www.epa.gov/iaq/co.html Basic Information : Carbon Monoxide].</ref>
* 100-200 ppm - daerah pusat kota Meksiko
* 100-200 ppm - daerah pusat kota Meksiko<ref>Siegfried Fred Singer. [http://books.google.com/books?id=Ww3DnCF_KZcC&pg=PA90&lpg=PA90&dq=%22carbon+monoxide%22+ppm+concentration+traffic+%22mexico+city%22&source=web&ots=SzIyYgUxWh&sig=ZM4p8whF1mtj1kE3XSx1YUx70zw#PPA90,M1 The Changing Global Environment]. 1975. hlm. pp. 90. ISBN 9789027704023.</ref>
* 5,000 ppm - cerobong asap rumah dari pembakaran kayu
* 5,000 ppm - cerobong asap rumah dari pembakaran kayu <ref>Tom Gosink. [http://www.gi.alaska.edu/ScienceForum/ASF5/588.html What Do Carbon Monoxide Levels Mean?]. ''Alaska Science Forum''. Geophysical Institute, University of Alaska Fairbanks. 1983-01-28.</ref>
* 7,000 ppm - gas knalpot mobil yang tidak diencerkan - tanpa pengubah katalitik
* 7,000 ppm - gas knalpot mobil yang tidak diencerkan - tanpa pengubah katalitik<ref>Tom Gosink. [http://www.gi.alaska.edu/ScienceForum/ASF5/588.html What Do Carbon Monoxide Levels Mean?]. ''Alaska Science Forum''. Geophysical Institute, University of Alaska Fairbanks. 1983-01-28.</ref>
* 30,000 ppm - asap rokok yang tidak diencerkan
* 30,000 ppm - asap rokok yang tidak diencerkan<ref>Tom Gosink. [http://www.gi.alaska.edu/ScienceForum/ASF5/588.html What Do Carbon Monoxide Levels Mean?]. ''Alaska Science Forum''. Geophysical Institute, University of Alaska Fairbanks. 1983-01-28.</ref>


== Toksisitas ==
== Toksisitas ==
Karbon monoksida sangatlah beracun dan tidak berbau maupun berwarna. Ia merupakan sebab utama keracunan yang paling umum terjadi di beberapa negara.<ref>Omaye ST. [https://archive.org/details/sim_toxicology_2002-11-15_180_2/page/138 Metabolic modulation of carbon monoxide toxicity]. ''Toxicology''. 2002. Vol. 180 (2). hlm. 139–50. doi:10.1016/S0300-483X(02)00387-6.</ref> Paparan dengan karbon monoksida dapat mengakibatkan keracunan [[sistem saraf pusat]] dan [[jantung]]. Setelah keracunan, sering terjadi [[Gejala sisa|sekuelae]] yang berkepanjangan. Karbon monoksida juga memiliki efek-efek buruk bagi [[bayi]] dari wanita hamil. Gejala dari keracunan ringan meliputi sakit kepala dan mual-mual pada konsentrasi kurang dari 100 ppm. Konsentrasi serendah 667 ppm dapat menyebabkan 50% hemoglobin tubuh berubah menjadi [[karboksihemoglobin]] (HbCO). Karboksihemoglobin cukup stabil, tetapi perubahan ini reversibel. Karboksihemoglobin tidaklah efektif dalam menghantarkan oksigen, sehingga beberapa bagian tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Sebagai akibatnya, paparan pada tingkap ini dapat membahayakan jiwa. Di Amerika Serikat, organisasi [[Administrasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja]] membatasi paparan di tempat kerja sebesar 50 ppm.


Karbon monoksida sangatlah beracun dan tidak berbau maupun berwarna. Ia merupakan sebab utama keracunan yang paling umum terjadi di beberapa negara. Paparan dengan karbon monoksida dapat mengakibatkan keracunan [[sistem saraf pusat]] dan [[jantung]]. Setelah keracunan, sering terjadi [[Gejala sisa|sekuelae]] yang berkepanjangan. Karbon monoksida juga memiliki efek-efek buruk bagi [[bayi]] dari wanita hamil. Gejala dari keracunan ringan meliputi sakit kepala dan mual-mual pada konsentrasi kurang dari 100 ppm. Konsentrasi serendah 667 ppm dapat menyebabkan 50% hemoglobin tubuh berubah menjadi [[karboksihemoglobin]] (HbCO). Karboksihemoglobin cukup stabil, tetapi perubahan ini reversibel. Karboksihemoglobin tidaklah efektif dalam menghantarkan oksigen, sehingga beberapa bagian tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Sebagai akibatnya, paparan pada tingkap ini dapat membahayakan jiwa. Di Amerika Serikat, organisasi [[Administrasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja]] membatasi paparan di tempat kerja sebesar 50 ppm.
Mekanisme bagaimana karbon monoksida mengakibatkan efek keracunan belum sepenuhnya dimegerti, tetapi [[hemoglobin]], [[mioglobin]], dan [[sitosom oksidase]] mitokondria diduga terkompromi (''compromised''). Kebanyakan pengobatan terdiri dari pemberian 100% [[oksigen]] atau terapi [[oksigen hiperbarik]], walaupun pengobatan ini masih kontroversial.<ref>Buckley NA, Isbister GK, Stokes B, Juurlink DN. [http://toxicology.adisonline.com/pt/re/tox/abstract.00139709-200524020-00002.htm Hyperbaric oxygen for carbon monoxide poisoning : a systematic review and critical analysis of the evidence]. ''Toxicol Rev''. 2005. Vol. 24 (2). hlm. 75–92.</ref> Keracunan karbon monoksida domestik dapat dicegah dengan menggunakan [[detektor karbon monoksida]].
 
Mekanisme bagaimana karbon monoksida mengakibatkan efek keracunan belum sepenuhnya dimegerti, tetapi [[hemoglobin]], [[mioglobin]], dan [[sitosom oksidase]] mitokondria diduga terkompromi (''compromised''). Kebanyakan pengobatan terdiri dari pemberian 100% [[oksigen]] atau terapi [[oksigen hiperbarik]], walaupun pengobatan ini masih kontroversial. Keracunan karbon monoksida domestik dapat dicegah dengan menggunakan [[detektor karbon monoksida]].


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 114: Baris 110:
* [[Keracunan karbon monoksida]]
* [[Keracunan karbon monoksida]]
* [[Yayasan Rubicon]]
* [[Yayasan Rubicon]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.infowars.com www.infowars.com]
* [http://www.infowars.com www.infowars.com]
* [http://www.ilo.org/public/english/protection/safework/cis/products/icsc/dtasht/_icsc00/icsc0023.htm International Chemical Safety Card 0023]
* [http://www.ilo.org/public/english/protection/safework/cis/products/icsc/dtasht/_icsc00/icsc0023.htm International Chemical Safety Card 0023]
* [http://www.npi.gov.au/database/substance-info/profiles/19.html National Pollutant Inventory - Carbon Monoxide]
* [http://www.npi.gov.au/database/substance-info/profiles/19.html National Pollutant Inventory - Carbon Monoxide]  
* [http://www.cdc.gov/niosh/npg/npgd0105.html NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards]
* [http://www.cdc.gov/niosh/npg/npgd0105.html NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards]
*
*  
* [http://www.epa.gov/ebtpages/airairpocarbonmonoxide.html United States Environmental Protection Agency Carbon Monoxide page]
* [http://www.epa.gov/ebtpages/airairpocarbonmonoxide.html United States Environmental Protection Agency Carbon Monoxide page]
* [http://physchem.ox.ac.uk/MSDS/CA/carbon_monoxide.html External MSDS data sheet]
* [http://physchem.ox.ac.uk/MSDS/CA/carbon_monoxide.html External MSDS data sheet]  
* [http://www.carbonmonoxidekills.com Carbon Monoxide Kills Awareness Campaign Site]
* [http://www.carbonmonoxidekills.com Carbon Monoxide Kills Awareness Campaign Site]
* [http://www.rccostello.com/copure.html Carbon Monoxide Purification Process]
* [http://www.rccostello.com/copure.html Carbon Monoxide Purification Process]
* [http://zenstoves.net/COHazard.htm Carbon Monoxide Hazards with Backpacking Stoves]
* [http://zenstoves.net/COHazard.htm Carbon Monoxide Hazards with Backpacking Stoves]
* [http://seafood.ucdavis.edu/Guidelines/fdabulletin16b.htm USFDA IMPORT BULLETIN 16B-95, May 1999]
* [http://seafood.ucdavis.edu/Guidelines/fdabulletin16b.htm USFDA IMPORT BULLETIN 16B-95, May 1999]  
* [http://www.cfsan.fda.gov/~rdb/opa-g083.html FDA Agency Response Letter GRAS Notice No. GRN 000083]
* [http://www.cfsan.fda.gov/~rdb/opa-g083.html FDA Agency Response Letter GRAS Notice No. GRN 000083]  
* [http://www.co-meat.com/background.html Carbon Monoxide in Fresh Meat site]
* [http://www.co-meat.com/background.html Carbon Monoxide in Fresh Meat site]  
* [http://www.carbonmonoxide.net Carbon Monoxide Network & Forum]
* [http://www.carbonmonoxide.net Carbon Monoxide Network & Forum]
* [http://mattson.creighton.edu/CO/index.html Microscale Gas Chemistry Experiments with Carbon Monoxide]
* [http://mattson.creighton.edu/CO/index.html Microscale Gas Chemistry Experiments with Carbon Monoxide]
* Research on the therapeutic effects of CO [http://www.igc.gulbenkian.pt/research/unit/43 (Gulbenkian Science Institute)]
* Research on the therapeutic effects of CO [http://www.igc.gulbenkian.pt/research/unit/43 (Gulbenkian Science Institute)]  
* [http://www.rsc.org/Publishing/Journals/cb/Volume/2007/11/Dont_blame_the_messenger.asp Instant insight] outlining the physiology of carbon monoxide from the [[Royal Society of Chemistry]]
* [http://www.rsc.org/Publishing/Journals/cb/Volume/2007/11/Dont_blame_the_messenger.asp Instant insight] outlining the physiology of carbon monoxide from the [[Royal Society of Chemistry]]
* [http://www.floridarealtors.org/NewsAndEvents/n3-072507.cfm www.floridarealtors.org]  Article about Sen. Chris mandating CO detectors in new homes & hotels in Florida as of 2008.
* [http://www.floridarealtors.org/NewsAndEvents/n3-072507.cfm www.floridarealtors.org]  Article about Sen. Chris mandating CO detectors in new homes & hotels in Florida as of 2008.


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karbon+monoksida&oldid=29342940 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29342940 (2026-06-13T22:22:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karbon+monoksida&oldid=29342940 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29342940 (2026-06-13T22:22:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.02

Carbon-monoxide-3D-vdW

Karbon monoksida, rumus kimia CO, adalah gas yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Ia terdiri dari satu atom karbon yang secara kovalen berikatan dengan satu atom oksigen. Dalam ikatan ini, terdapat dua ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi antara atom karbon dan oksigen.

Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran tak sempurna dari senyawa karbon, sering terjadi pada mesin pembakaran dalam. Karbon monoksida terbentuk apabila terdapat kekurangan oksigen dalam proses pembakaran. Karbon monoksida mudah terbakar dan menghasilkan lidah api berwarna biru, menghasilkan karbon dioksida. Walaupun ia bersifat racun, CO memainkan peran yang penting dalam teknologi modern, yakni merupakan prekursor banyak senyawa karbon.

Produksi

Karbon monoksida merupakan senyawa yang sangat penting, sehingga banyak metode yang telah dikembangkan untuk produksinya.[1]

Gas produser dibentuk dari pembakaran karbon di oksigen pada temperatur tinggi ketika terdapat karbon yang berlebih. Dalam sebuah oven, udara dialirkan melalui kokas. CO2 yang pertama kali dihasilkan akan mengalami kesetimbangan dengan karbon panas, menghasilkan CO. Reaksi O2 dengan karbon membentuk CO disebut sebagai kesetimbangan Boudouard. Di atas 800 °C, CO adalah produk yang predominan:

O2 + 2 C → 2 CO
ΔH = -221 kJ/mol

Kerugian dari metode ini adalah apabila dilakukan dengan udara, ia akan menyisakan campuran yang terdiri dari nitrogen.

Gas sintetik atau gas air diproduksi via reaksi endotermik uap air dan karbon:

H2O + C → H2 + CO
ΔH = 131 kJ/mol

CO juga merupakan hasil sampingan dari reduksi bijih logam oksida dengan karbon:

MO + C → M + CO
ΔH = 131 kJ/mol

Oleh karena CO adalah gas, proses reduksi dapat dipercepat dengan memanaskannya. Diagram Ellingham menunjukkan bahwa pembentukan CO lebih difavoritkan daripada CO2 pada temperatur tinggi.

CO adalah anhidrida dari asam format. Oleh karena itu, adalah praktis untuk menghasilkan CO dari dehidrasi asam format. Produksi CO dalam skala laboratorium lainnya adalah dengan pemanasan campuran bubuk seng dan kalsium karbonat.

Zn + CaCO3 → ZnO + CaO + CO

Metode laboratorium lainnya adalah dengan mereaksikan sukrosa dengan natrium hidroksida dalam sistem tertutup.

Struktur

Molekul CO memiliki panjang ikat 0,1128 nm.[2] Perbedaan muatan formal dan elektronegativitas saling meniadakan, sehingga terdapat momen dipol yang kecil dengan kutub negatif di atom karbon[3] walaupun oksigen memiliki elektronegativitas yang lebih besar. Alasannya adalah orbital molekul yang terpenuhi paling tinggi memiliki energi yang lebih dekat dengan orbital p karbon, yang berarti bahwa terdapat rapatan elektron yang lebih besar dekat karbon. Selain itu, elektronegativitas karbon yang lebih rendah menghasilkan awan elektron yang lebih baur, sehingga menambah momen dipol. Ini juga merupakan alasan mengapa kebanyakan reaksi kimia yang melibatkan karbon monoksida terjadi pada atom karbon, dan bukannya pada atom oksigen.

Panjang ikatan molekul karbon monoksida sesuai dengan ikatan rangkap tiga parsialnya. Molekul ini memiliki momen dipol ikatan yang kecil dan dapat diwakili dengan tiga struktur resonansi:

Resonans paling kiri adalah bentuk yang paling penting.[4] Hal ini diilustrasikan dengan reaktivitas karbon monoksida yang bereaksi dengan karbokation.

Dinitrogen bersifat isoelektronik terhadap karbon monoksida. Hal ini berarti bahwa molekul-molekul ini memiliki jumlah elektron dan ikatan yang mirip satu sama lainnya. Sifat-sifat fisika antara N2 dan CO sangat mirip, walaupun CO lebih reaktif.

Reaksi kimia dasar

Penggunaan industri

Karbon monoksida adalah gas industri utama yang memiliki banyak kegunaan dalam produksi bahan kimia pukal (bulk chemical).[5]

Sejumlah aldehida dengan hasil volume yang tinggi dapat diproduksi dengan reaksi hidroformilasi dari alkena, CO, dan H2.

Metanol diproduksi dari hidrogenasi CO. Pada reaksi yang berkaitan, hidrogenasi CO diikuti dengan pembentukan ikatan C-C, seperti yang terjadi pada proses Fischuoklker-Tropsch, CO dihirogenasi Bahamas bakar hidrokarbon cair. initial mengizinkan batu bara dikonversikan menjadi bensin.

Pada proses Monsanto, karbon monoksida bereaksi you I ke era Dan katalis rodium homogen dan HI, teacher you have. Proses ini Seara meluas dalam produski Adams you berskala industri.

Karbon monks idea mercaptan components das are dari syngas yang seeing Digi Akan untuk teenage industri. Karbon monoksida juga digunakan pada proses pemurnian nikel.

Kimia koordinasi

Kebanyakan logam akan membentuk kompleks koordinasi yang bersifat kovalen dengan karbon monoksida. Hanya logam yang mempunyai keadaan oksidasi yang lebih rendah yang membentuk kompleks dengan ligan karbon monoksida. Hal ini dikarenakan oleh perlunya rapatan elektron yang cukup untuk memfasilitasi donasi balik dari orbital dxz logam ke orbital molekul π* CO. Pasangan elektron menyendiri dari atom karbon CO juga menyumbangkan rapatan elektron ke dx²−y² logam membentuk ikatan sigma. Pada nikel karbonil, Ni(CO)4 terbentuk dari kombinasi langsung karbon monoksida dan logam nikel pada temperatur ruangan. Nikel karbonil dapat mengurai kembali menjadi Ni dan CO seketika bersentuhan dengan permukaan yang panas. Proses ini juga pernah digunakan dalam proses pemurnian nikel pada proses Mond.[6]

Pada nikel karbonil dan karbonil-karbonil lainnya, pasangan elektron pada karbon berinteraksi dengan logam; karbon monoksida menyumbangkan pasangan elektronnya kepada logam. Dalam situasi ini, karbon monoksida disebut sebagai ligan karbonil. Salah satu logam karbonil yang paling penting adalah besi pentakarbonil, Fe(CO)5:

Banyak kompleks logam-CO dihasilkan dari dekarbonilasi larutan organik dan bukannya dari CO. Sebagai contoh, iridium(III) klorida dan trifenilfosfina bereaksi di metoksietanol mendidih atau dimetilformamida untuk menghasilkan IrCl(CO)(PPh3)2.

Kimia organik dan kimia golongan utama

Dengan keberadaan asam kuat dan air, karbon monoksida bereaksi dengan olefin membentuk asam karboksilat, proses ini dikenal sebagai reaksi Koch-Haaf.[7] Pada reaksi Gattermann-Koch, arena diubah menjadi turunan benzaldehida dengan keberadaan AlCl3 dan HCl.[8] Senyawa organologam seperti butil litium dapat bereaksi dengan CO, tetapi reaksi ini jarang digunakan.

Walaupun CO bereaksi dengan karbokation dan karbanion, ia relatif tidak reaktif terhadap senyawa-senyawa organik tanpa intervensi katalis logam.[9]

Dengan pereaksi golongan utama, CO mengalami beberapa reaksi yang penting. Klorinasi CO adalah salah satu lintasan industri yang penting untuk senyawa fosgena. Dengan borana, CO membentuk sebuah aduk (adduct) H3BCO yang bersifat isoelektrik dengan kation asilium, [H3CCO]+. CO bereaksi dengan natrium, menghasilkan Na2C2O2 (natrium asetilenadiolat) dari penggandengan (coupling) C-C, dan kalium, menghasilkan K2C2O2 (kalium asetilenadiolat) dan K2C6O6 (kalium rodizonat).

Karbon monoksida di atmosfer

Karbon monoksida, walaupun dianggap sebagai polutan, telah lama ada di atmosfer sebagai hasil produk dari aktivitas gunung berapi. Ia larut dalam lahar gunung berapi pada tekanan yang tinggi di dalam mantel bumi. Kandungan karbon monoksida dalam gas gunung berapi bervariasi dari kurang dari 0,01% sampai sebanyak 2% bergantung pada gunung berapi tersebut. Oleh karena sumber alami karbon monoksida bervariasi dari tahun ke tahun, sangatlah sulit untuk secara akurat menghitung emisi alami gas tersebut.

Karbon monoksida memiliki efek radiative forcing secara tidak langsung dengan menaikkan konsentrasi metana dan ozon troposfer melalui reaksi kimia dengan konstituen atmosfer lainnya (misalnya radikal hidroksil OH-) yang sebenarnya akan melenyapkan metana dan ozon. Dengan proses alami di atmosfer, karbon monoksida pada akhirnya akan teroksidasi menjadi karbon dioksida. Konsentrasi karbon monoksida memiliki jangka waktu pendek di atmosfer.

CO antropogenik dari emisi automobil dan industri memberikan kontribusi pada efek rumah kaca dan pemanasan global. Di daerah perkotaan, karbon monoksida, bersama dengan aldehida, bereaksi secara fotokimia, meghasilkan radikal peroksi. Radikal peroksi bereaksi dengan nitrogen oksida dan meningkatkan rasio NO2 terhadap NO, sehingga mengurangi jumlah NO yang tersedia untuk bereaksi dengan ozon. Karbon monoksida juga merupakan konstituen dari asap rokok.

Peran dalam fisiologi dan makanan

Karbon monoksida digunakan dalam sistem kemasan Amerika Serikat, utamanya digunakan dalam produk-produk daging segar seperti daging kerbau dan babi. CO berkombinasi dengan mioglobin membentuk karboksimioglobin, sebuah pigmen cerah yang berwarna merah ceri. Karboksimioglobin lebih stabil dari bentuk mioglobin yang dioksigenasikan, yakni oksimioglobin, yang dapat dioksidasi menjadi pigmen coklat, metmioglobin. Warna merah yang stabil ini dapat bertahan lebih lama, sehingga memberikan kesan kesegaran.[10] Kadar CO yang digunakan berkisar antara 0,4% sampai dengan 0,5%.

Teknologi ini pertama kali diberikan status "Generally recognized as safe" (secara umum dikenal aman) oleh FDA pada tahun 2002 untuk penggunaan sistem kemasan sekunder. Pada tahun 2004, FDA mengizinkan penggunaan CO sebagai metode kemasan primer, menyatakan bahwa CO tidak menutupi bau busuk.[11] Walaupun begitu, teknologi ini masih kontroversial di Amerika Serikat oleh karena kekhawatiran CO akan menutupi bau busuk makanan.[12]

Karbon monoksida diproduksi secara alami sebagai pemecahan dari heme, sebuah substrat untuk enzim heme oksigenase. Reaksi enzimatis ini memecahkan heme menjadi CO, biliverdin, dan Fe3+. CO yang diproduksi secara edogen kemungkinan memiliki peran fisiologis yang penting dalam tubuh (misalnya sebagai neurotransmiter atau pelemas pembuluh darah). Selain itu, CO meregulasi reaksi peradangan yang dapat mencegah berkembangnya beberapa penyakit seperti aterosklerosis atau malaria berat.

CO adalah nutrien bagi bakteri metanogen,[13] sebuah blok pembangun untuk asetil koenzim A. Pada bakteri, CO diproduksi via reduksi karbon dioksida dengan enzom karbon monoksida dehirogenase, sebuah protein yang mengandung Fe-Ni-S.[14]

Dikenal juga sebuah protein sensor-CO yang berdasarkan heme, CooA.[15] Cakupan peranan biologis zat ini masih tidak jelas, tetapi tampaknya ia merupakan bagian dari lintasan signal pada bakteri dan arkea.

CO juga baru-baru ini dikaji di beberapa laboratorium riset di seluruh dunia atas sifatnya yang anti-peradangan dan sitoprotektif yang dapat digunakan untuk terapi pencegahan kondisi patologis seperti cedera reperfusi iskemia, penolakan trasplan, aterosklerosis, spesi, malaria berat, atau autoimunitas. Sampai sekarang ini tidak ada aplikasi medis CO kepada manusia.

Sejarah

Karbon monoksida pertama kali dihasilkan oleh kimiawan Prancis de Lassone pada tahun 1776 dengan memanaskan seng oksida dengan kokas. Dia menyimpulkan bahwa gas yang dihasilkan adalah hidrogen karena ketika dibakar ia menghasilkan lidah api berwarna biru. Gas ini kemudian diidentifikasi sebagai senyawa yang mengandung karbon dan oksigen oleh kimiawan Inggris William Cumberland Cruikshank pada tahun 1800.

Sifat-sifat CO yang beracun pertama kali diinvestigasi secara saksama oleh fisiolog Prancis Claude Bernard sekitar tahun 1846. Dia meracuni beberapa anjing dengan gas tersebut, dan mendapatkan bahwa darah anjing-anjing tersebut berwarna lebih merah di seluruh pembuluh darah.

Selama Perang Dunia II, karbon monoksida digunakan untuk menjaga kendaraan bermotor tetap berjalan di daerah-daerah yang kekurangan bensin. Pembakar batu-bara atau kayu dipasangkan, dan karbon monoksida yang diproduksi dengan gasifikasi dialirkan ke karburetor. CO dalam kasus ini dikenal sebagai "gas kayu". Karbon monoksida juga dilaporkan digunakan dalam skala kecil selama Holocaust di beberapa kamp eksterminasi Nazi dan di program "eutanasia" Aksi T4.

Konsentrasi sumber

  • 0.1 ppm - kadar latar alami atmosfer (MOPITT)
  • 0.5 to 5 ppm - rata-rata kadar latar di rumah[16]
  • 5 to 15 ppm - kadar dekat kompor gas rumah[17]
  • 100-200 ppm - daerah pusat kota Meksiko[18]
  • 5,000 ppm - cerobong asap rumah dari pembakaran kayu [19]
  • 7,000 ppm - gas knalpot mobil yang tidak diencerkan - tanpa pengubah katalitik[20]
  • 30,000 ppm - asap rokok yang tidak diencerkan[21]

Toksisitas

Karbon monoksida sangatlah beracun dan tidak berbau maupun berwarna. Ia merupakan sebab utama keracunan yang paling umum terjadi di beberapa negara.[22] Paparan dengan karbon monoksida dapat mengakibatkan keracunan sistem saraf pusat dan jantung. Setelah keracunan, sering terjadi sekuelae yang berkepanjangan. Karbon monoksida juga memiliki efek-efek buruk bagi bayi dari wanita hamil. Gejala dari keracunan ringan meliputi sakit kepala dan mual-mual pada konsentrasi kurang dari 100 ppm. Konsentrasi serendah 667 ppm dapat menyebabkan 50% hemoglobin tubuh berubah menjadi karboksihemoglobin (HbCO). Karboksihemoglobin cukup stabil, tetapi perubahan ini reversibel. Karboksihemoglobin tidaklah efektif dalam menghantarkan oksigen, sehingga beberapa bagian tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Sebagai akibatnya, paparan pada tingkap ini dapat membahayakan jiwa. Di Amerika Serikat, organisasi Administrasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja membatasi paparan di tempat kerja sebesar 50 ppm.

Mekanisme bagaimana karbon monoksida mengakibatkan efek keracunan belum sepenuhnya dimegerti, tetapi hemoglobin, mioglobin, dan sitosom oksidase mitokondria diduga terkompromi (compromised). Kebanyakan pengobatan terdiri dari pemberian 100% oksigen atau terapi oksigen hiperbarik, walaupun pengobatan ini masih kontroversial.[23] Keracunan karbon monoksida domestik dapat dicegah dengan menggunakan detektor karbon monoksida.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 200. ISBN 0-12-352651-5.
  2. O. R. Gilliam, C. M. Johnson and W. Gordy. Microwave Spectroscopy in the Region from Two to Three Millimeters. Physical Review. 1950. Vol. 78 (2). hlm. 140. doi:10.1103/PhysRev.78.140.
  3. W. Kutzelnigg. Einführung in die Theoretische Chemie. Wiley-VCH. ISBN 3-527-30609-9.
  4. O. R. Gilliam, C. M. Johnson and W. Gordy. Microwave Spectroscopy in the Region from Two to Three Millimeters. Physical Review. 1950. Vol. 78 (2). hlm. 140. doi:10.1103/PhysRev.78.140.
  5. Elschenbroich, C.;Salzer, A. ”Organometallics : A Concise Introduction” (2nd Ed) Wiley-VCH: Weinheim, 2006. ISBN 3-527-28165-7
  6. Mond L, Langer K, Quincke F. Action of carbon monoxide on nickel. Journal of the Chemical Society. 1890. Vol. 57. hlm. 749–753. doi:10.1039/CT8905700749.
  7. Koch, H.; Haaf, W. "1-Adamantanecarboxylic Acid" Organic Syntheses, Collected Volume 5, p.20 (1973).
  8. Coleman, G. H.; Craig, D. "p-Tolualdehyde" Organic Syntheses, Collected Volume 2, p.583 (1943).
  9. Chatani, N.; Murai, S. "Carbon Monoxide" in Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis (Ed: L. Paquette) 2004, J. Wiley & Sons, New York.
  10. Sorheim, S, Nissena, H, Nesbakken, T. The storage life of beef and pork packaged in an atmosphere with low carbon monoxide and high carbon dioxide. Journal of Meat Science. 1999. Vol. 52 (2). hlm. 157–64. doi:10.1016/S0309-1740(98)00163-6.
  11. Eilert EJ. New packaging technologies for the 21st century. Journal of Meat Science. 2005. Vol. 71 (1). hlm. 122–27. doi:10.1016/j.meatsci.2005.04.003.
  12. Low-Oxygen Packaging with CO: A Study in Food Politics That Warrants Peer Review.
  13. R. K. Thauer. Biochemistry of methanogenesis: a tribute to Marjory Stephenson. 1998 Marjory Stephenson Prize Lecture. Microbiology. 1998. Vol. 144 (9). hlm. 2377–2406.
  14. Jaouen, G., Ed. Bioorganometallics: Biomolecules, Labeling, Medicine. Wiley-VCH. 2006. ISBN 3-527-30990-X.
  15. Roberts, G. P.; Youn, H.; Kerby, R. L. CO-Sensing Mechanisms. Microbiology and Molecular Biology Reviews. 2004. Vol. 68. hlm. 453–473. doi:10.1128/MMBR.68.3.453-473.2004.
  16. Basic Information : Carbon Monoxide.
  17. Basic Information : Carbon Monoxide.
  18. Siegfried Fred Singer. The Changing Global Environment. 1975. hlm. pp. 90. ISBN 9789027704023.
  19. Tom Gosink. What Do Carbon Monoxide Levels Mean?. Alaska Science Forum. Geophysical Institute, University of Alaska Fairbanks. 1983-01-28.
  20. Tom Gosink. What Do Carbon Monoxide Levels Mean?. Alaska Science Forum. Geophysical Institute, University of Alaska Fairbanks. 1983-01-28.
  21. Tom Gosink. What Do Carbon Monoxide Levels Mean?. Alaska Science Forum. Geophysical Institute, University of Alaska Fairbanks. 1983-01-28.
  22. Omaye ST. Metabolic modulation of carbon monoxide toxicity. Toxicology. 2002. Vol. 180 (2). hlm. 139–50. doi:10.1016/S0300-483X(02)00387-6.
  23. Buckley NA, Isbister GK, Stokes B, Juurlink DN. Hyperbaric oxygen for carbon monoxide poisoning : a systematic review and critical analysis of the evidence. Toxicol Rev. 2005. Vol. 24 (2). hlm. 75–92.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29342940 (2026-06-13T22:22:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.