Udara cair: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29497162; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Udara cair''' adalah [[Atmosfer Bumi|udara]] yang telah didinginkan hingga mencapai suhu yang sangat rendah ([[kriogenik|suhu kriogenik]]), sehingga mengembun menjadi cairan berwarna biru pucat yang mudah mengalir. Udara cair disimpan dalam wadah khusus, seperti [[termos|botol vakum]], untuk mengisolasinya dari [[suhu kamar|suhu ruangan]]. Udara cair dapat menyerap panas dengan cepat dan kembali ke wujud gas. Udara cair sering digunakan untuk mengembunkan zat lain menjadi cair atau memadatkannya menjadi padat, serta sebagai sumber industri untuk memperoleh [[nitrogen]], [[oksigen]], [[argon]], dan [[gas lengai]] lainnya melalui proses yang disebut [[pemisahan udara]] atau dalam industri dikenal sebagai rektifikasi udara). | '''Udara cair''' adalah [[Atmosfer Bumi|udara]] yang telah didinginkan hingga mencapai suhu yang sangat rendah ([[kriogenik|suhu kriogenik]]), sehingga mengembun menjadi cairan berwarna biru pucat yang mudah mengalir.<ref>Babbage. [https://www.economist.com/blogs/babbage/2012/10/nitrogen-cycle Difference Engine: End of the electric car?]. ''The Economist''. 15 Oktober 2012.</ref> Udara cair disimpan dalam wadah khusus, seperti [[termos|botol vakum]], untuk mengisolasinya dari [[suhu kamar|suhu ruangan]]. Udara cair dapat menyerap panas dengan cepat dan kembali ke wujud gas. Udara cair sering digunakan untuk mengembunkan zat lain menjadi cair atau memadatkannya menjadi padat, serta sebagai sumber industri untuk memperoleh [[nitrogen]], [[oksigen]], [[argon]], dan [[gas lengai]] lainnya melalui proses yang disebut [[pemisahan udara]] atau dalam industri dikenal sebagai rektifikasi udara). | ||
==Sifat== | ==Sifat== | ||
Udara cair memiliki massa jenis sekitar . Massa jenis suatu sampel udara bergantung pada komposisinya, seperti kadar kelembapan dan konsentrasi . Karena udara kering terdiri atas sekitar 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% argon, maka massa jenis udara cair dengan komposisi standar dihitung berdasarkan persentase masing-masing komponen serta massa jenis cairannya (lihat [[nitrogen cair]] dan [[oksigen cair]]). Meskipun udara mengandung sejumlah kecil [[karbon dioksida]] (sekitar 0,0425%), karbon dioksida akan langsung berubah menjadi padat dari fase gas tanpa melalui fase cair. Oleh karena itu, karbon dioksida tidak akan terdapat dalam udara cair pada tekanan di bawah . | Udara cair memiliki massa jenis sekitar . Massa jenis suatu sampel udara bergantung pada komposisinya, seperti kadar kelembapan dan konsentrasi . Karena udara kering terdiri atas sekitar 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% argon, maka massa jenis udara cair dengan komposisi standar dihitung berdasarkan persentase masing-masing komponen serta massa jenis cairannya (lihat [[nitrogen cair]] dan [[oksigen cair]]). Meskipun udara mengandung sejumlah kecil [[karbon dioksida]] (sekitar 0,0425%), karbon dioksida akan langsung berubah menjadi padat dari fase gas tanpa melalui fase cair. Oleh karena itu, karbon dioksida tidak akan terdapat dalam udara cair pada tekanan di bawah . | ||
Titik didih udara cair adalah sekitar , berada di antara titik didih nitrogen cair dan oksigen cair. Namun, menjaga suhu tetap stabil cukup sulit karena nitrogen akan mendidih lebih dahulu, sehingga campuran menjadi lebih kaya oksigen dan titik didihnya berubah. Hal ini juga dapat terjadi ketika udara cair mengembunkan oksigen dari atmosfer. | Titik didih udara cair adalah sekitar , berada di antara titik didih nitrogen cair dan oksigen cair. Namun, menjaga suhu tetap stabil cukup sulit karena nitrogen akan mendidih lebih dahulu, sehingga campuran menjadi lebih kaya oksigen dan titik didihnya berubah. Hal ini juga dapat terjadi ketika udara cair mengembunkan oksigen dari atmosfer.<ref>W. L. F. Armarego. ''Purification of Laboratory Chemicals''. Butterworth-Heinemann. 1996-10-16. ISBN 978-0750628396.</ref> | ||
Udara cair mulai membeku pada suhu sekitar , membentuk padatan yang kaya nitrogen (namun masih mengandung sejumlah oksigen yang larut dalam padatan tersebut). Jika oksigen sebelumnya tidak terlarut dalam padatan, campuran [[Sistem eutektik|eutektik]] akan membeku pada suhu sekitar . | Udara cair mulai membeku pada suhu sekitar , membentuk padatan yang kaya nitrogen (namun masih mengandung sejumlah oksigen yang larut dalam padatan tersebut). Jika oksigen sebelumnya tidak terlarut dalam padatan, campuran [[Sistem eutektik|eutektik]] akan membeku pada suhu sekitar .<ref>Thomas M. Kochenburger. ''Evaluation of a Two-stage Mixed Refrigerant Cascade for HTS Cooling Below 60 K''. ''Physics Procedia''. 2015. Vol. 67. hlm. 227–232. doi:10.1016/j.phpro.2015.06.039.</ref> | ||
==Pembuatan== | ==Pembuatan== | ||
===Prinsip produksi=== | ===Prinsip produksi=== | ||
| Baris 12: | Baris 12: | ||
Komponen utama udara pertama kali berhasil dicairkan oleh ilmuwan Polandia [[Karol Olszewski|Karol S. Olszewski]] dan [[Zygmunt Florenty Wróblewski|Zygmunt F. Wróblewski]] pada tahu 1883. | Komponen utama udara pertama kali berhasil dicairkan oleh ilmuwan Polandia [[Karol Olszewski|Karol S. Olszewski]] dan [[Zygmunt Florenty Wróblewski|Zygmunt F. Wróblewski]] pada tahu 1883. | ||
===Proses produksi=== | ===Proses produksi=== | ||
Proses yang paling umum digunakan untuk menghasilkan udara cair adalah [[siklus Hampson–Linde]] dua kolom yang memanfaatkan [[efek Joule–Thomson]]. Udara dialirkan dengan tekanan tinggi (>) ke kolom bawah, tempat udara dipisahkan menjadi nitrogen murni dan cairan yang kaya oksigen. Cairan kaya oksigen serta sebagian nitrogen kemudian dialirkan kembali sebagai refluks ke kolom atas yang beroperasi pada tekanan rendah (kurang dari ), sehingga terjadi pemisahan akhir menjadi nitrogen murni dan oksigen murni. Produk argon mentah juga dapat diambil dari bagian tengah kolom atas untuk dimurnikan lebih lanjut. | Proses yang paling umum digunakan untuk menghasilkan udara cair adalah [[siklus Hampson–Linde]] dua kolom yang memanfaatkan [[efek Joule–Thomson]]. Udara dialirkan dengan tekanan tinggi (>) ke kolom bawah, tempat udara dipisahkan menjadi nitrogen murni dan cairan yang kaya oksigen. Cairan kaya oksigen serta sebagian nitrogen kemudian dialirkan kembali sebagai refluks ke kolom atas yang beroperasi pada tekanan rendah (kurang dari ), sehingga terjadi pemisahan akhir menjadi nitrogen murni dan oksigen murni. Produk argon mentah juga dapat diambil dari bagian tengah kolom atas untuk dimurnikan lebih lanjut.<ref>[http://www.linde.com/international/web/linde/like35lindecom.nsf/docbyalias/page_ch_chronicle_18911934details_1 Air liquefaction, "Linde Air", rectification: into new markets with new research findings]. The Linde Group.</ref> | ||
Udara juga dapat dicairkan menggunakan [[proses Claude]], yang menggabungkan pendinginan melalui efek Joule–Thomson, ekspansi isentropik, dan pendinginan regeneratif. | Udara juga dapat dicairkan menggunakan [[proses Claude]], yang menggabungkan pendinginan melalui efek Joule–Thomson, ekspansi isentropik, dan pendinginan regeneratif.<ref>[https://uspas.fnal.gov/materials/10MIT/Lecture_2.1.pdf Refrigeration & Liquefaction].</ref> | ||
==Aplikasi== | ==Aplikasi== | ||
Dalam proses manufaktur, udara cair biasanya dipisahkan menjadi gas-gas penyusunnya dalam bentuk cair maupun gas. | Dalam proses manufaktur, udara cair biasanya dipisahkan menjadi gas-gas penyusunnya dalam bentuk cair maupun gas. | ||
* Oksigen sangat bermanfaat untuk [[Las gas|pengelasan dan pemotongan menggunakan gas bakar]], serta untuk keperluan medis. | * Oksigen sangat bermanfaat untuk [[Las gas|pengelasan dan pemotongan menggunakan gas bakar]], serta untuk keperluan medis. | ||
* Argon digunakan sebagai [[gas pelindung]] yang mencegah kontak dengan oksigen pada proses [[Las busur wolfram gas|pengelasan busur wolfram gas]]. | * Argon digunakan sebagai [[gas pelindung]] yang mencegah kontak dengan oksigen pada proses [[Las busur wolfram gas|pengelasan busur wolfram gas]]. | ||
* Nitrogen cair banyak digunakan dalam berbagai aplikasi suhu rendah karena bersifat tidak reaktif pada suhu normal (berbeda dengan oksigen) dan memiliki titik didih sekitar . | * Nitrogen cair banyak digunakan dalam berbagai aplikasi suhu rendah karena bersifat tidak reaktif pada suhu normal (berbeda dengan oksigen) dan memiliki titik didih sekitar . | ||
===Transportasi dan penyimpanan energi=== | ===Transportasi dan penyimpanan energi=== | ||
Pada periode 1899–1902, perusahaan Liquid Air Power and Automobile Co. memproduksi dan mendemonstrasikan sebuah mobil bernama [[Liquid Air]], yang diklaim mampu menempuh jarak sekitar 100 mil menggunakan udara cair sebagai sumber tenaga. | Pada periode 1899–1902, perusahaan Liquid Air Power and Automobile Co. memproduksi dan mendemonstrasikan sebuah mobil bernama [[Liquid Air]], yang diklaim mampu menempuh jarak sekitar 100 mil menggunakan udara cair sebagai sumber tenaga. | ||
Pada 2 Oktober 2012, [[Institution of Mechanical Engineers]] menyatakan bahwa udara cair berpotensi digunakan sebagai media penyimpanan energi. Pernyataan tersebut didasarkan pada teknologi yang dikembangkan oleh Peter Dearman, seorang penemu dari [[Hertfordshire]], Inggris, yang merancang sistem tenaga kendaraan berbasis udara cair. | Pada 2 Oktober 2012, [[Institution of Mechanical Engineers]] menyatakan bahwa udara cair berpotensi digunakan sebagai media penyimpanan energi. Pernyataan tersebut didasarkan pada teknologi yang dikembangkan oleh Peter Dearman, seorang penemu dari [[Hertfordshire]], Inggris, yang merancang sistem tenaga kendaraan berbasis udara cair.<ref>[https://www.bbc.co.uk/news/science-environment-19785689 Liquid air 'offers energy storage hope']. ''BBC News''. 2 Oktober 2012.</ref> | ||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
* [[Gas industri]] | * [[Gas industri]] | ||
* [[Mesin nitrogen cair|Kendaraan nitrogen cair]] | * [[Mesin nitrogen cair|Kendaraan nitrogen cair]] | ||
| Baris 33: | Baris 31: | ||
* [[Pencairan gas]] | * [[Pencairan gas]] | ||
* [[Penyimpanan energi kriogenik]] | * [[Penyimpanan energi kriogenik]] | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* Artikel [[MIT Technology Review]] tanggal 20 Mei 2013 [https://www.technologyreview.com/news/514936/liquefied-air-could-power-cars-and-store-energy-from-sun-and-wind/ tentang perkembangan teknologi udara cair untuk transportasi dan penyimpanan energi pada jaringan listrik] | * Artikel [[MIT Technology Review]] tanggal 20 Mei 2013 [https://www.technologyreview.com/news/514936/liquefied-air-could-power-cars-and-store-energy-from-sun-and-wind/ tentang perkembangan teknologi udara cair untuk transportasi dan penyimpanan energi pada jaringan listrik] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Udara+cair&oldid=29497162 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29497162 (2026-07-27T04:34:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Udara+cair&oldid=29497162 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29497162 (2026-07-27T04:34:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.05
Udara cair adalah udara yang telah didinginkan hingga mencapai suhu yang sangat rendah (suhu kriogenik), sehingga mengembun menjadi cairan berwarna biru pucat yang mudah mengalir.[1] Udara cair disimpan dalam wadah khusus, seperti botol vakum, untuk mengisolasinya dari suhu ruangan. Udara cair dapat menyerap panas dengan cepat dan kembali ke wujud gas. Udara cair sering digunakan untuk mengembunkan zat lain menjadi cair atau memadatkannya menjadi padat, serta sebagai sumber industri untuk memperoleh nitrogen, oksigen, argon, dan gas lengai lainnya melalui proses yang disebut pemisahan udara atau dalam industri dikenal sebagai rektifikasi udara).
Sifat
Udara cair memiliki massa jenis sekitar . Massa jenis suatu sampel udara bergantung pada komposisinya, seperti kadar kelembapan dan konsentrasi . Karena udara kering terdiri atas sekitar 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% argon, maka massa jenis udara cair dengan komposisi standar dihitung berdasarkan persentase masing-masing komponen serta massa jenis cairannya (lihat nitrogen cair dan oksigen cair). Meskipun udara mengandung sejumlah kecil karbon dioksida (sekitar 0,0425%), karbon dioksida akan langsung berubah menjadi padat dari fase gas tanpa melalui fase cair. Oleh karena itu, karbon dioksida tidak akan terdapat dalam udara cair pada tekanan di bawah .
Titik didih udara cair adalah sekitar , berada di antara titik didih nitrogen cair dan oksigen cair. Namun, menjaga suhu tetap stabil cukup sulit karena nitrogen akan mendidih lebih dahulu, sehingga campuran menjadi lebih kaya oksigen dan titik didihnya berubah. Hal ini juga dapat terjadi ketika udara cair mengembunkan oksigen dari atmosfer.[2]
Udara cair mulai membeku pada suhu sekitar , membentuk padatan yang kaya nitrogen (namun masih mengandung sejumlah oksigen yang larut dalam padatan tersebut). Jika oksigen sebelumnya tidak terlarut dalam padatan, campuran eutektik akan membeku pada suhu sekitar .[3]
Pembuatan
Prinsip produksi
Komponen penyusun udara dahulu dikenal sebagai "gas permanen" karena tidak dapat dicairkan hanya dengan memberikan tekanan pada suhu ruang. Proses pemampatan (kompresi) akan meningkatkan suhu gas. Panas tersebut kemudian dihilangkan dengan mendinginkan gas hingga mencapai suhu lingkungan menggunakan penukar kalor. Setelah itu, gas diperluas dengan mengalirkannya ke dalam suatu ruang ekspansi. Proses ekspansi ini menurunkan suhu gas. Melalui pertukaran panas aliran berlawanan dengan udara yang telah mengembang, udara bertekanan yang masuk ke alat ekspansi menjadi semakin dingin. Dengan kompresi, laju aliran, dan pelepasan panas yang cukup, tetesan udara cair akhirnya akan terbentuk. Udara cair tersebut kemudian dapat digunakan langsung untuk berbagai demonstrasi suhu rendah.
Komponen utama udara pertama kali berhasil dicairkan oleh ilmuwan Polandia Karol S. Olszewski dan Zygmunt F. Wróblewski pada tahu 1883.
Proses produksi
Proses yang paling umum digunakan untuk menghasilkan udara cair adalah siklus Hampson–Linde dua kolom yang memanfaatkan efek Joule–Thomson. Udara dialirkan dengan tekanan tinggi (>) ke kolom bawah, tempat udara dipisahkan menjadi nitrogen murni dan cairan yang kaya oksigen. Cairan kaya oksigen serta sebagian nitrogen kemudian dialirkan kembali sebagai refluks ke kolom atas yang beroperasi pada tekanan rendah (kurang dari ), sehingga terjadi pemisahan akhir menjadi nitrogen murni dan oksigen murni. Produk argon mentah juga dapat diambil dari bagian tengah kolom atas untuk dimurnikan lebih lanjut.[4]
Udara juga dapat dicairkan menggunakan proses Claude, yang menggabungkan pendinginan melalui efek Joule–Thomson, ekspansi isentropik, dan pendinginan regeneratif.[5]
Aplikasi
Dalam proses manufaktur, udara cair biasanya dipisahkan menjadi gas-gas penyusunnya dalam bentuk cair maupun gas.
- Oksigen sangat bermanfaat untuk pengelasan dan pemotongan menggunakan gas bakar, serta untuk keperluan medis.
- Argon digunakan sebagai gas pelindung yang mencegah kontak dengan oksigen pada proses pengelasan busur wolfram gas.
- Nitrogen cair banyak digunakan dalam berbagai aplikasi suhu rendah karena bersifat tidak reaktif pada suhu normal (berbeda dengan oksigen) dan memiliki titik didih sekitar .
Transportasi dan penyimpanan energi
Pada periode 1899–1902, perusahaan Liquid Air Power and Automobile Co. memproduksi dan mendemonstrasikan sebuah mobil bernama Liquid Air, yang diklaim mampu menempuh jarak sekitar 100 mil menggunakan udara cair sebagai sumber tenaga.
Pada 2 Oktober 2012, Institution of Mechanical Engineers menyatakan bahwa udara cair berpotensi digunakan sebagai media penyimpanan energi. Pernyataan tersebut didasarkan pada teknologi yang dikembangkan oleh Peter Dearman, seorang penemu dari Hertfordshire, Inggris, yang merancang sistem tenaga kendaraan berbasis udara cair.[6]
Lihat pula
- Gas industri
- Kendaraan nitrogen cair
- Nitrogen cair
- Oksigen cair
- Pencairan gas
- Penyimpanan energi kriogenik
Pranala luar
- Artikel MIT Technology Review tanggal 20 Mei 2013 tentang perkembangan teknologi udara cair untuk transportasi dan penyimpanan energi pada jaringan listrik
Referensi
- ↑ Babbage. Difference Engine: End of the electric car?. The Economist. 15 Oktober 2012.
- ↑ W. L. F. Armarego. Purification of Laboratory Chemicals. Butterworth-Heinemann. 1996-10-16. ISBN 978-0750628396.
- ↑ Thomas M. Kochenburger. Evaluation of a Two-stage Mixed Refrigerant Cascade for HTS Cooling Below 60 K. Physics Procedia. 2015. Vol. 67. hlm. 227–232. doi:10.1016/j.phpro.2015.06.039.
- ↑ Air liquefaction, "Linde Air", rectification: into new markets with new research findings. The Linde Group.
- ↑ Refrigeration & Liquefaction.
- ↑ Liquid air 'offers energy storage hope'. BBC News. 2 Oktober 2012.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29497162 (2026-07-27T04:34:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.