Tetrasena: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28641569; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Tetracene_molecule_spacefill.png|thumb|right|280px|Tetracene molecule spacefill]] | |||
'''Tetrasena''' (juga disebut '''naftasena''') adalah [[hidrokarbon aromatik polisiklik]]. Senyawa ini tampak seperti bubuk berwarna jingga pucat. Tetrasena adalah anggota bercincin empat dari rangkaian [[asena]]. | '''Tetrasena''' (juga disebut '''naftasena''') adalah [[hidrokarbon aromatik polisiklik]]. Senyawa ini tampak seperti bubuk berwarna jingga pucat. Tetrasena adalah anggota bercincin empat dari rangkaian [[asena]]. | ||
| Baris 4: | Baris 6: | ||
==Sejarah dan sintesis== | ==Sejarah dan sintesis== | ||
Pada tahun 1884, W. Roser mencoba mensintesis senyawa yang disebut "aetindiftalil" (harfiahnya "etina diftalil") dengan memanaskan 3 bagian [[ftalat anhidrida]], 3 bagian [[asam suksinat]], dan 1 bagian [[natrium asetat]] menurut prosedur Siegmund Gabriel. Ia kemudian menemukan bahwa terdapat produk sampingan berwarna merah bata yang dihasilkan dalam jumlah besar dalam reaksi tersebut, yang disebut ''Isoäthindiphtalid'' ("Isoetiena diftalida") dan ternyata merupakan isomer dari aetindiftalil. Pada tahun 1898, Gabriel dan Ernst Leupold melakukan penelitian terhadap produk sampingan tersebut dan mengonfirmasi bahwa produk tersebut merupakan senyawa golongan baru yang mengandung 4 cincin. | Pada tahun 1884, W. Roser mencoba mensintesis senyawa yang disebut "aetindiftalil" (harfiahnya "etina diftalil")<ref>W. Roser. [https://chemistry-europe.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/cber.188401702230 Ueber Phtalylderivate. II]. ''Chemische Berichte''. 1884. Vol. 17 (2). hlm. 2770–2775. doi:10.1002/cber.188401702230.</ref> dengan memanaskan 3 bagian [[ftalat anhidrida]], 3 bagian [[asam suksinat]], dan 1 bagian [[natrium asetat]] menurut prosedur Siegmund Gabriel.<ref>S. Gabriel. [https://chemistry-europe.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/cber.18770100271 Ueber die Einwirkung von wasserentziehenden Mitteln auf Säureanhydride]. ''Chemische Berichte''. 1877. Vol. 10 (2). hlm. 1559–1560. doi:10.1002/cber.18770100271.</ref> Ia kemudian menemukan bahwa terdapat produk sampingan berwarna merah bata yang dihasilkan dalam jumlah besar dalam reaksi tersebut, yang disebut ''Isoäthindiphtalid'' ("Isoetiena diftalida") dan ternyata merupakan isomer dari aetindiftalil. Pada tahun 1898, Gabriel dan Ernst Leupold melakukan penelitian terhadap produk sampingan tersebut dan mengonfirmasi bahwa produk tersebut merupakan senyawa golongan baru yang mengandung 4 cincin.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tetrasena&oldid=28641569 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Dalam dokumen yang sama, Gabriel dan Leupold melaporkan sintesis tetrasena mereka dengan mengkondensasi dua mol anhidrida ftalat dengan satu mol asam suksinat menjadi [[kuinona]], lalu direduksi dengan debu seng. Mereka menamakannya dengan naftasena, kemungkinan sebagai [[lakuran (linguistik)|lakuran]] dari [[naftalena]] dan [[antrasena]]. Tata nama modern untuk polisena (termasuk tetrasena) diperkenalkan oleh Erich Clar pada tahun 1939. Clar juga mengembangkan rute baru untuk mensintesis tetrasena dari [[Reaksi Friedel–Crafts|asilasi Friedel-Crafts]] antara anhidrida ftalat dan tetralin yang dikatalisis oleh [[Aluminium klorida|AlCl<sub>3</sub>]], [[seng klorida|ZnCl<sub>2</sub>]], dan [[natrium klorida|NaCl]] yang melibatkan [[reduksi Clemmensen]], membentuk 5,12-dihidrotetrasena yang kemudian didehidrogenasi oleh kloranil untuk membentuk tetrasena. | Dalam dokumen yang sama, Gabriel dan Leupold melaporkan sintesis tetrasena mereka dengan mengkondensasi dua mol anhidrida ftalat dengan satu mol asam suksinat menjadi [[kuinona]], lalu direduksi dengan debu seng.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tetrasena&oldid=28641569 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>S. Gabriel. ''Transformations of Ethinediphthalide''. ''Journal of the Chemical Society: Abstracts of Chemical Papers''. Gurney & Jackson. 1898. hlm. [https://books.google.com/books?id=m8s1AQAAMAAJ&pg=RA3-PA482 482].</ref> Mereka menamakannya dengan naftasena, kemungkinan sebagai [[lakuran (linguistik)|lakuran]] dari [[naftalena]] dan [[antrasena]]. Tata nama modern untuk polisena (termasuk tetrasena) diperkenalkan oleh Erich Clar pada tahun 1939.<ref>E. Clar. [https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-662-01665-7_1 Polycyclic Hydrocarbons]. Springer. 1964. hlm. 3–11. doi:10.1007/978-3-662-01665-7_1. ISBN 978-3-662-01665-7.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tetrasena&oldid=28641569 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Clar juga mengembangkan rute baru untuk mensintesis tetrasena dari [[Reaksi Friedel–Crafts|asilasi Friedel-Crafts]] antara anhidrida ftalat dan tetralin yang dikatalisis oleh [[Aluminium klorida|AlCl<sub>3</sub>]], [[seng klorida|ZnCl<sub>2</sub>]], dan [[natrium klorida|NaCl]] yang melibatkan [[reduksi Clemmensen]], membentuk 5,12-dihidrotetrasena yang kemudian didehidrogenasi oleh kloranil untuk membentuk tetrasena.<ref>E. Clar. ''Eine neue Synthese des Tetracens''. ''Chemische Berichte''. 1942. Vol. 75 (10). hlm. 1271–1273. doi:10.1002/cber.19420751015.</ref> | ||
[[Fisikawan]] Jerman [[Jan Hendrik Schön]] mengklaim telah mengembangkan laser pompa elektrik berbasis tetrasena selama masa kerjanya di [[Bell Labs]] (1997–2002). Namun, hasilnya tidak dapat direproduksi, dan hal tersebut dianggap sebagai penipuan ilmiah. | [[Fisikawan]] Jerman [[Jan Hendrik Schön]] mengklaim telah mengembangkan laser pompa elektrik berbasis tetrasena selama masa kerjanya di [[Bell Labs]] (1997–2002). Namun, hasilnya tidak dapat direproduksi, dan hal tersebut dianggap sebagai penipuan ilmiah.<ref>Dan Agin. [https://books.google.com/books?id=VxcjOL1j8iAC Junk Science: An Overdue Indictment of Government, Industry, and Faith Groups That Twist Science for Their Own Gain]. Macmillan. 2007. ISBN 978-0-312-37480-8.</ref> | ||
Pada bulan Mei 2007, peneliti Jepang dari [[Universitas Tohoku]] dan [[Universitas Osaka]] melaporkan sebuah transistor pemancar cahaya ambipolar yang terbuat dari kristal tetrasena tunggal. Ambipolar berarti [[muatan listrik]] diangkut oleh lubang bermuatan positif dan [[elektron]] bermuatan negatif. | Pada bulan Mei 2007, peneliti Jepang dari [[Universitas Tohoku]] dan [[Universitas Osaka]] melaporkan sebuah transistor pemancar cahaya ambipolar yang terbuat dari kristal tetrasena tunggal.<ref>T. Takahashi. [http://www3.interscience.wiley.com/cgi-bin/abstract/114266185/ABSTRACT Ambipolar Light-Emitting Transistors of a Tetracene Single Crystal]. ''Advanced Functional Materials''. 2007. Vol. 17 (10). hlm. 1623–1628. doi:10.1002/adfm.200700046.</ref> Ambipolar berarti [[muatan listrik]] diangkut oleh lubang bermuatan positif dan [[elektron]] bermuatan negatif. | ||
Pada tahun 2024, transistor ini digunakan untuk menghasilkan eksitasi berenergi rendah dalam sel surya dalam proses yang dikenal sebagai fisi singlet. Lapisan antarmuka antara tetrasena dan silikon mentransfernya ke lapisan silikon, tempat sebagian besar energinya dapat diubah menjadi listrik.<ref>[https://cleantechnica.com/2024/03/08/hawk-supercomputer-improves-solar-cell-efficiency/ University of Paderborn Researchers Use Hawk Supercomputer and Lean into Imperfection to Improve Solar Cell Efficiency]. 2024-03-08.</ref> | |||
== Bacaan lanjutan == | == Bacaan lanjutan == | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tetrasena&oldid=28641569 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28641569 (2025-11-29T14:13:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.00

Tetrasena (juga disebut naftasena) adalah hidrokarbon aromatik polisiklik. Senyawa ini tampak seperti bubuk berwarna jingga pucat. Tetrasena adalah anggota bercincin empat dari rangkaian asena.
Tetrasena adalah semikonduktor organik molekuler yang digunakan dalam transistor efek medan organik (OFET) dan dioda pemancar cahaya organik (OLED). Tetrasena dapat digunakan sebagai media penguatan dalam laser pewarna sebagai sensitizer dalam kemiluminesensi. Naftasena merupakan komponen utama antibiotik golongan tetrasiklin.
Sejarah dan sintesis
Pada tahun 1884, W. Roser mencoba mensintesis senyawa yang disebut "aetindiftalil" (harfiahnya "etina diftalil")[1] dengan memanaskan 3 bagian ftalat anhidrida, 3 bagian asam suksinat, dan 1 bagian natrium asetat menurut prosedur Siegmund Gabriel.[2] Ia kemudian menemukan bahwa terdapat produk sampingan berwarna merah bata yang dihasilkan dalam jumlah besar dalam reaksi tersebut, yang disebut Isoäthindiphtalid ("Isoetiena diftalida") dan ternyata merupakan isomer dari aetindiftalil. Pada tahun 1898, Gabriel dan Ernst Leupold melakukan penelitian terhadap produk sampingan tersebut dan mengonfirmasi bahwa produk tersebut merupakan senyawa golongan baru yang mengandung 4 cincin.[3]
Dalam dokumen yang sama, Gabriel dan Leupold melaporkan sintesis tetrasena mereka dengan mengkondensasi dua mol anhidrida ftalat dengan satu mol asam suksinat menjadi kuinona, lalu direduksi dengan debu seng.[4][5] Mereka menamakannya dengan naftasena, kemungkinan sebagai lakuran dari naftalena dan antrasena. Tata nama modern untuk polisena (termasuk tetrasena) diperkenalkan oleh Erich Clar pada tahun 1939.[6][7] Clar juga mengembangkan rute baru untuk mensintesis tetrasena dari asilasi Friedel-Crafts antara anhidrida ftalat dan tetralin yang dikatalisis oleh AlCl3, ZnCl2, dan NaCl yang melibatkan reduksi Clemmensen, membentuk 5,12-dihidrotetrasena yang kemudian didehidrogenasi oleh kloranil untuk membentuk tetrasena.[8]
Fisikawan Jerman Jan Hendrik Schön mengklaim telah mengembangkan laser pompa elektrik berbasis tetrasena selama masa kerjanya di Bell Labs (1997–2002). Namun, hasilnya tidak dapat direproduksi, dan hal tersebut dianggap sebagai penipuan ilmiah.[9]
Pada bulan Mei 2007, peneliti Jepang dari Universitas Tohoku dan Universitas Osaka melaporkan sebuah transistor pemancar cahaya ambipolar yang terbuat dari kristal tetrasena tunggal.[10] Ambipolar berarti muatan listrik diangkut oleh lubang bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif.
Pada tahun 2024, transistor ini digunakan untuk menghasilkan eksitasi berenergi rendah dalam sel surya dalam proses yang dikenal sebagai fisi singlet. Lapisan antarmuka antara tetrasena dan silikon mentransfernya ke lapisan silikon, tempat sebagian besar energinya dapat diubah menjadi listrik.[11]
Bacaan lanjutan
Referensi
- ↑ W. Roser. Ueber Phtalylderivate. II. Chemische Berichte. 1884. Vol. 17 (2). hlm. 2770–2775. doi:10.1002/cber.188401702230.
- ↑ S. Gabriel. Ueber die Einwirkung von wasserentziehenden Mitteln auf Säureanhydride. Chemische Berichte. 1877. Vol. 10 (2). hlm. 1559–1560. doi:10.1002/cber.18770100271.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ S. Gabriel. Transformations of Ethinediphthalide. Journal of the Chemical Society: Abstracts of Chemical Papers. Gurney & Jackson. 1898. hlm. 482.
- ↑ E. Clar. Polycyclic Hydrocarbons. Springer. 1964. hlm. 3–11. doi:10.1007/978-3-662-01665-7_1. ISBN 978-3-662-01665-7.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ E. Clar. Eine neue Synthese des Tetracens. Chemische Berichte. 1942. Vol. 75 (10). hlm. 1271–1273. doi:10.1002/cber.19420751015.
- ↑ Dan Agin. Junk Science: An Overdue Indictment of Government, Industry, and Faith Groups That Twist Science for Their Own Gain. Macmillan. 2007. ISBN 978-0-312-37480-8.
- ↑ T. Takahashi. Ambipolar Light-Emitting Transistors of a Tetracene Single Crystal. Advanced Functional Materials. 2007. Vol. 17 (10). hlm. 1623–1628. doi:10.1002/adfm.200700046.
- ↑ University of Paderborn Researchers Use Hawk Supercomputer and Lean into Imperfection to Improve Solar Cell Efficiency. 2024-03-08.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28641569 (2025-11-29T14:13:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.