Lompat ke isi

Klorinasi air: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28479706; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:A_member_of_the_Port_Loko_District_Ebola_Response_Centre_peparing_chlorinated_water_ready_for_the_decontamination_of_a_property_MOD_45158993.jpg|thumb|right|280px|A member of the Port Loko District Ebola Response Centre peparing chlorinated water ready for the decontamination of a property MOD 45158993]]
'''Klorinasi air''' adalah proses penambahan [[klorin]] () atau [[hipoklorit]] pada [[air]]. Metode ini digunakan untuk membunuh bakteri dan mikrob tertentu di [[air tanah|air keran]] karena klorin sangat beracun. Secara khusus, klorinasi digunakan untuk mencegah penyebaran [[penyakit]] yang ditularkan melalui air seperti [[kolera]], [[disentri]], dan [[tipus]].
'''Klorinasi air''' adalah proses penambahan [[klorin]] () atau [[hipoklorit]] pada [[air]]. Metode ini digunakan untuk membunuh bakteri dan mikrob tertentu di [[air tanah|air keran]] karena klorin sangat beracun. Secara khusus, klorinasi digunakan untuk mencegah penyebaran [[penyakit]] yang ditularkan melalui air seperti [[kolera]], [[disentri]], dan [[tipus]].


== Biokimia ==
== Biokimia ==
Sebagai sebuah [[halogen]], [[klorin]] merupakan disinfektan yang sangat efisien, dan ditambahkan ke dalam [[Penyediaan air|persediaan air publik]] untuk membunuh patogen penyebab penyakit, seperti [[bakteri]], [[virus]], dan [[protozoa]], yang biasanya tumbuh di [[waduk]] persediaan air, di dinding saluran air dan di tangki penyimpanan. Agen mikroskopis dari banyak penyakit seperti [[kolera]], [[demam tifoid]], dan [[disentri]] membunuh banyak orang setiap tahun sebelum metode desinfeksi digunakan secara rutin.
Sebagai sebuah [[halogen]], [[klorin]] merupakan disinfektan yang sangat efisien, dan ditambahkan ke dalam [[Penyediaan air|persediaan air publik]] untuk membunuh patogen penyebab penyakit, seperti [[bakteri]], [[virus]], dan [[protozoa]], yang biasanya tumbuh di [[waduk]] persediaan air, di dinding saluran air dan di tangki penyimpanan.<ref>Calderon, R. L. ''The Epidemiology of Chemical Contaminants of Drinking Water''. ''Food and Chemical Toxicology''. 2000. Vol. 38 (1 Suppl). hlm. S13–S20. doi:10.1016/S0278-6915(99)00133-7.</ref> Agen mikroskopis dari banyak penyakit seperti [[kolera]], [[demam tifoid]], dan [[disentri]] membunuh banyak orang setiap tahun sebelum metode desinfeksi digunakan secara rutin.<ref>Calderon, R. L. ''The Epidemiology of Chemical Contaminants of Drinking Water''. ''Food and Chemical Toxicology''. 2000. Vol. 38 (1 Suppl). hlm. S13–S20. doi:10.1016/S0278-6915(99)00133-7.</ref>


Klorin [[Produksi klorin|diproduksi]] dari garam melalui [[elektrolisis]] atau metode lainnya. Senyawa ini adalah [[gas]] pada [[tekanan atmosfer]] tetapi mencair di bawah tekanan tinggi. Gas cair diangkut dan digunakan seperti itu.
Klorin [[Produksi klorin|diproduksi]] dari garam melalui [[elektrolisis]] atau metode lainnya. Senyawa ini adalah [[gas]] pada [[tekanan atmosfer]] tetapi mencair di bawah tekanan tinggi. Gas cair diangkut dan digunakan seperti itu.


Sebagai [[Oksidator|agen pengoksidasi]] yang kuat, klorin membunuh melalui [[oksidasi]] molekul organik. Klorin dan produk hidrolisisnya, [[asam hipoklorit]] secara netral bermuatan dan karena itu dengan mudah menembus permukaan patogen yang bermuatan negatif. Ia mampu memecah [[lipida]] yang membentuk [[dinding sel]] dan bereaksi dengan [[enzim]] intraseluler serta [[protein]], membuatnya tidak berfungsi. [[Mikroorganisme]] kemudian mati atau tidak lagi bisa berkembang biak.
Sebagai [[Oksidator|agen pengoksidasi]] yang kuat, klorin membunuh melalui [[oksidasi]] molekul organik.<ref>Calderon, R. L. ''The Epidemiology of Chemical Contaminants of Drinking Water''. ''Food and Chemical Toxicology''. 2000. Vol. 38 (1 Suppl). hlm. S13–S20. doi:10.1016/S0278-6915(99)00133-7.</ref> Klorin dan produk hidrolisisnya, [[asam hipoklorit]] secara netral bermuatan dan karena itu dengan mudah menembus permukaan patogen yang bermuatan negatif. Ia mampu memecah [[lipida]] yang membentuk [[dinding sel]] dan bereaksi dengan [[enzim]] intraseluler serta [[protein]], membuatnya tidak berfungsi. [[Mikroorganisme]] kemudian mati atau tidak lagi bisa berkembang biak.<ref>Kleijnen, R.G. [http://students.chem.tue.nl/ifp42/Downloads/Final%20Report%20MDP%20Group%201%20-%20The%20Chlorine%20Dilemma.pdf The Chlorine Dilemma]. Eindhoven University of Technology. 16 Desember 2011.</ref>


=== Prinsip ===
=== Prinsip ===
Baris 12: Baris 14:
:Cl<sub>2</sub> + H<sub>2</sub>O  HOCl + HCl
:Cl<sub>2</sub> + H<sub>2</sub>O  HOCl + HCl


Dalam keadaan asam, spesi yang utama adalah  and HOCl, sementara dalam larutan basa, secara efektif hanya terdapat ClO<sup>−</sup> (ion [[hipoklorit]]). Konsentrasi yang sangat kecil dari ClO<sub>2</sub><sup>−</sup>, ClO<sub>3</sub><sup>−</sup>, ClO<sub>4</sub><sup>−</sup> juga ditemukan.
Dalam keadaan asam, spesi yang utama adalah  and HOCl, sementara dalam larutan basa, secara efektif hanya terdapat ClO<sup>−</sup> (ion [[hipoklorit]]). Konsentrasi yang sangat kecil dari ClO<sub>2</sub><sup>−</sup>, ClO<sub>3</sub><sup>−</sup>, ClO<sub>4</sub><sup>−</sup> juga ditemukan.<ref>Shunji Nakagawara, Takeshi Goto, Masayuki Nara, Youichi Ozaqa, Kunimoto Hotta and Yoji Arata. ''Spectroscopic Characterization and the pH Dependence of Bactericidal Activity of the Aqueous Chlorine Solution''. ''Analytical Sciences''. 1998. Vol. 14 (4). hlm. 691–698. doi:10.2116/analsci.14.691.</ref>


== Metode alternatif untuk desinfeksi air ==
== Metode alternatif untuk desinfeksi air ==
Baris 19: Baris 21:


=== Ozonasi ===
=== Ozonasi ===
[[Ozon#Konsumen|Ozonasi]] digunakan oleh banyak negara Eropa dan juga di beberapa [[munisipalitas]] di Amerika Serikat dan Kanada. Alternatif ini berbiaya lebih efektif tetapi menggunakan lebih banyak energi. Proses ini melibatkan [[ozon]] yang menggelembung melalui air, menghancurkan semua parasit, bakteri, dan semua zat organik berbahaya lainnya. Namun, metode ini tidak meninggalkan sisa ozon untuk mengendalikan kontaminasi air setelah proses selesai.
[[Ozon#Konsumen|Ozonasi]] digunakan oleh banyak negara Eropa dan juga di beberapa [[munisipalitas]] di Amerika Serikat dan Kanada. Alternatif ini berbiaya lebih efektif tetapi menggunakan lebih banyak energi. Proses ini melibatkan [[ozon]] yang menggelembung melalui air, menghancurkan semua parasit, bakteri, dan semua zat organik berbahaya lainnya. Namun, metode ini tidak meninggalkan sisa ozon untuk mengendalikan kontaminasi air setelah proses selesai.<ref>Neumann, H. (1981). "Bacteriological safety of hot tap water in developing countries." ''Public Health'' Rep.84:812-814.</ref>


Keuntungan klorin dibandingkan dengan ozon adalah bahwa residu tetap ada dalam air untuk jangka waktu yang lama. Fitur ini memungkinkan klorin untuk melakukan perjalanan melalui sistem pasokan air, secara efektif mengendalikan kontaminasi aliran balik patogen. Dalam sistem yang besar ini mungkin tidak memadai, sehingga kadar klor dapat ditingkatkan pada titik-titik dalam sistem distribusi, atau [[kloramina]] dapat digunakan, yang tetap berada di dalam air lebih lama sebelum bereaksi atau menghilang.
Keuntungan klorin dibandingkan dengan ozon adalah bahwa residu tetap ada dalam air untuk jangka waktu yang lama. Fitur ini memungkinkan klorin untuk melakukan perjalanan melalui sistem pasokan air, secara efektif mengendalikan kontaminasi aliran balik patogen. Dalam sistem yang besar ini mungkin tidak memadai, sehingga kadar klor dapat ditingkatkan pada titik-titik dalam sistem distribusi, atau [[kloramina]] dapat digunakan, yang tetap berada di dalam air lebih lama sebelum bereaksi atau menghilang.


=== Kloraminasi ===
=== Kloraminasi ===
[[Kloraminasi]] juga menjadi semakin umum. Disinfeksi dengan [[kloramina]] menghasilkan lebih sedikit [[produk samping]] yang tidak diinginkan daripada klorin (gas atau hipoklorit). Kloramina memiliki [[waktu paruh]] yang lebih lama dalam sistem distribusi, dan mempertahankan perlindungan yang efektif terhadap patogen. Kloramina tetap ada dalam distribusi karena potensial redoksnya lebih rendah dibandingkan dengan klorin bebas. Kloramina dibentuk dengan menambahkan amonia dan klorin ke dalam air minum untuk membentuk monokloramina dan/atau dikloramina. Sedangkan ''[[Helicobacter pylori]]'' dapat berkali-kali lebih tahan terhadap klorin daripada ''Escherichia coli'', kedua organisme sama-sama rentan terhadap efek desinfektan dari kloramina.
[[Kloraminasi]] juga menjadi semakin umum. Disinfeksi dengan [[kloramina]] menghasilkan lebih sedikit [[produk samping]] yang tidak diinginkan daripada klorin (gas atau hipoklorit). Kloramina memiliki [[waktu paruh]] yang lebih lama dalam sistem distribusi, dan mempertahankan perlindungan yang efektif terhadap patogen. Kloramina tetap ada dalam distribusi karena potensial redoksnya lebih rendah dibandingkan dengan klorin bebas. Kloramina dibentuk dengan menambahkan amonia dan klorin ke dalam air minum untuk membentuk monokloramina dan/atau dikloramina. Sedangkan ''[[Helicobacter pylori]]'' dapat berkali-kali lebih tahan terhadap klorin daripada ''Escherichia coli'', kedua organisme sama-sama rentan terhadap efek desinfektan dari kloramina.<ref>[http://aem.asm.org/cgi/reprint/68/2/981 Effect of Oxidizing Disinfectants (Chlorine, Monochloramine, and Ozone) on ''Helicobacter pylori'']. ''Applied and Environmental Microbiology''. 2002. Vol. 68 (2). hlm. 981–984. doi:10.1128/AEM.68.2.981-984.2002.</ref>


=== Brominasi dan iodinisasi ===
=== Brominasi dan iodinisasi ===
Klorin dalam air lebih dari tiga kali lebih efektif sebagai desinfektan melawan ''[[Escherichia coli]]'' daripada konsentrasi [[bromin]] yang setara, dan lebih dari enam kali lebih efektif daripada konsentrasi [[iodin]] yang setara.
Klorin dalam air lebih dari tiga kali lebih efektif sebagai desinfektan melawan ''[[Escherichia coli]]'' daripada konsentrasi [[bromin]] yang setara, dan lebih dari enam kali lebih efektif daripada konsentrasi [[iodin]] yang setara.<ref>''Comparison of Chlorine, Bromine, and Iodine as Disinfectants for Swimming Pool Water''. ''Applied Microbiology''. 1 Maret 1966. Vol. 14 (2). hlm. 276–279.</ref>


=== Penyaringan rumahan ===
=== Penyaringan rumahan ===
Pengolahan air dengan [[filtrasi]] dan penyaringan rumahan mungkin tidak perlu disinfeksi lebih lanjut; proporsi patogen yang sangat tinggi dihilangkan oleh bahan-bahan di lapisan penyaring. Air yang disaring harus digunakan segera setelah disaring, karena jumlah mikrob yang tersisa dapat berkembang biak dari waktu ke waktu. Secara umum, penyaringan rumahan ini menghilangkan lebih dari 90% klorin yang tersedia untuk segelas air olahan. Penyaring ini harus diganti secara berkala jika tidak, kandungan bakteri dari air dapat meningkat karena pertumbuhan bakteri di dalam unit filter.
Pengolahan air dengan [[filtrasi]] dan penyaringan rumahan mungkin tidak perlu disinfeksi lebih lanjut; proporsi patogen yang sangat tinggi dihilangkan oleh bahan-bahan di lapisan penyaring. Air yang disaring harus digunakan segera setelah disaring, karena jumlah mikrob yang tersisa dapat berkembang biak dari waktu ke waktu. Secara umum, penyaringan rumahan ini menghilangkan lebih dari 90% klorin yang tersedia untuk segelas air olahan. Penyaring ini harus diganti secara berkala jika tidak, kandungan bakteri dari air dapat meningkat karena pertumbuhan bakteri di dalam unit filter.<ref>Neumann, H. (1981). "Bacteriological safety of hot tap water in developing countries." ''Public Health'' Rep.84:812-814.</ref>


=== Radiasi UV ===
=== Radiasi UV ===
Baris 52: Baris 54:
* [[Penyediaan air]]
* [[Penyediaan air]]
* [[Sterilisasi]]
* [[Sterilisasi]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://city.milwaukee.gov/water City of Milwaukee, Wisconsin Water Works]
* [http://city.milwaukee.gov/water City of Milwaukee, Wisconsin Water Works]
* [http://www.epa.gov/safewater/faq/emerg.html Emergency Disinfection of Drinking Water] ([[United States Environmental Protection Agency|US EPA]])
* [http://www.epa.gov/safewater/faq/emerg.html Emergency Disinfection of Drinking Water] ([[United States Environmental Protection Agency|US EPA]])
* [http://www.npi.gov.au/database/substance-info/profiles/20.html National Pollutant Inventory - Chlorine]
* [http://www.npi.gov.au/database/substance-info/profiles/20.html National Pollutant Inventory - Chlorine]  
* [http://monographs.iarc.fr/ENG/Monographs/vol52/volume52.pdf Chlorinated Drinking Water] ([[International Agency for Research on Cancer|IARC]] Monograph)
* [http://monographs.iarc.fr/ENG/Monographs/vol52/volume52.pdf Chlorinated Drinking Water] ([[International Agency for Research on Cancer|IARC]] Monograph)
* [http://ntp.niehs.nih.gov/ntp/htdocs/LT_rpts/tr392.pdf NTP Study Report TR-392: Chlorinated & Chloraminated Water] (US [[NIH]])
* [http://ntp.niehs.nih.gov/ntp/htdocs/LT_rpts/tr392.pdf NTP Study Report TR-392: Chlorinated & Chloraminated Water] (US [[NIH]])
* [http://www.americanchemistry.com/chlorine/ American Chemistry Council's Chlorine Chemistry Division]
* [http://www.americanchemistry.com/chlorine/ American Chemistry Council's Chlorine Chemistry Division]  
* [https://web.archive.org/web/20080528142928/http://www.enceechlor.com/download/Drinking%20Water%20Chlorination%20-%20A%20Review%20of%20Disinfection%20Practices.pdf Disinfection Practices]
* [https://web.archive.org/web/20080528142928/http://www.enceechlor.com/download/Drinking%20Water%20Chlorination%20-%20A%20Review%20of%20Disinfection%20Practices.pdf Disinfection Practices]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klorinasi+air&oldid=28479706 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28479706 (2025-11-14T06:44:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klorinasi+air&oldid=28479706 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28479706 (2025-11-14T06:44:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 03.59

A member of the Port Loko District Ebola Response Centre peparing chlorinated water ready for the decontamination of a property MOD 45158993

Klorinasi air adalah proses penambahan klorin () atau hipoklorit pada air. Metode ini digunakan untuk membunuh bakteri dan mikrob tertentu di air keran karena klorin sangat beracun. Secara khusus, klorinasi digunakan untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air seperti kolera, disentri, dan tipus.

Biokimia

Sebagai sebuah halogen, klorin merupakan disinfektan yang sangat efisien, dan ditambahkan ke dalam persediaan air publik untuk membunuh patogen penyebab penyakit, seperti bakteri, virus, dan protozoa, yang biasanya tumbuh di waduk persediaan air, di dinding saluran air dan di tangki penyimpanan.[1] Agen mikroskopis dari banyak penyakit seperti kolera, demam tifoid, dan disentri membunuh banyak orang setiap tahun sebelum metode desinfeksi digunakan secara rutin.[2]

Klorin diproduksi dari garam melalui elektrolisis atau metode lainnya. Senyawa ini adalah gas pada tekanan atmosfer tetapi mencair di bawah tekanan tinggi. Gas cair diangkut dan digunakan seperti itu.

Sebagai agen pengoksidasi yang kuat, klorin membunuh melalui oksidasi molekul organik.[3] Klorin dan produk hidrolisisnya, asam hipoklorit secara netral bermuatan dan karena itu dengan mudah menembus permukaan patogen yang bermuatan negatif. Ia mampu memecah lipida yang membentuk dinding sel dan bereaksi dengan enzim intraseluler serta protein, membuatnya tidak berfungsi. Mikroorganisme kemudian mati atau tidak lagi bisa berkembang biak.[4]

Prinsip

Ketika terlarut dalam air, klorin berubah menjadi campuran setimbang dari klorin, asam hipoklorit (HOCl), dan asam klorida (HCl):

Cl2 + H2O HOCl + HCl

Dalam keadaan asam, spesi yang utama adalah and HOCl, sementara dalam larutan basa, secara efektif hanya terdapat ClO (ion hipoklorit). Konsentrasi yang sangat kecil dari ClO2, ClO3, ClO4 juga ditemukan.[5]

Metode alternatif untuk desinfeksi air

Klorin dioksida

Penggunaan klorin dioksida sebagai alternatif untuk klorin sekarang tersebar luas baik dalam aplikasi kota dan industri. Senyawa ini menghilangkan potensi DBP yang berbahaya dan merupakan desinfektan yang sangat efisien.

Ozonasi

Ozonasi digunakan oleh banyak negara Eropa dan juga di beberapa munisipalitas di Amerika Serikat dan Kanada. Alternatif ini berbiaya lebih efektif tetapi menggunakan lebih banyak energi. Proses ini melibatkan ozon yang menggelembung melalui air, menghancurkan semua parasit, bakteri, dan semua zat organik berbahaya lainnya. Namun, metode ini tidak meninggalkan sisa ozon untuk mengendalikan kontaminasi air setelah proses selesai.[6]

Keuntungan klorin dibandingkan dengan ozon adalah bahwa residu tetap ada dalam air untuk jangka waktu yang lama. Fitur ini memungkinkan klorin untuk melakukan perjalanan melalui sistem pasokan air, secara efektif mengendalikan kontaminasi aliran balik patogen. Dalam sistem yang besar ini mungkin tidak memadai, sehingga kadar klor dapat ditingkatkan pada titik-titik dalam sistem distribusi, atau kloramina dapat digunakan, yang tetap berada di dalam air lebih lama sebelum bereaksi atau menghilang.

Kloraminasi

Kloraminasi juga menjadi semakin umum. Disinfeksi dengan kloramina menghasilkan lebih sedikit produk samping yang tidak diinginkan daripada klorin (gas atau hipoklorit). Kloramina memiliki waktu paruh yang lebih lama dalam sistem distribusi, dan mempertahankan perlindungan yang efektif terhadap patogen. Kloramina tetap ada dalam distribusi karena potensial redoksnya lebih rendah dibandingkan dengan klorin bebas. Kloramina dibentuk dengan menambahkan amonia dan klorin ke dalam air minum untuk membentuk monokloramina dan/atau dikloramina. Sedangkan Helicobacter pylori dapat berkali-kali lebih tahan terhadap klorin daripada Escherichia coli, kedua organisme sama-sama rentan terhadap efek desinfektan dari kloramina.[7]

Brominasi dan iodinisasi

Klorin dalam air lebih dari tiga kali lebih efektif sebagai desinfektan melawan Escherichia coli daripada konsentrasi bromin yang setara, dan lebih dari enam kali lebih efektif daripada konsentrasi iodin yang setara.[8]

Penyaringan rumahan

Pengolahan air dengan filtrasi dan penyaringan rumahan mungkin tidak perlu disinfeksi lebih lanjut; proporsi patogen yang sangat tinggi dihilangkan oleh bahan-bahan di lapisan penyaring. Air yang disaring harus digunakan segera setelah disaring, karena jumlah mikrob yang tersisa dapat berkembang biak dari waktu ke waktu. Secara umum, penyaringan rumahan ini menghilangkan lebih dari 90% klorin yang tersedia untuk segelas air olahan. Penyaring ini harus diganti secara berkala jika tidak, kandungan bakteri dari air dapat meningkat karena pertumbuhan bakteri di dalam unit filter.[9]

Radiasi UV

Disinfeksi UV semakin populer. Perlakukan dengan UV meninggalkan residu yang sedikit di dalam air. Dalam air, UV menghasilkan ozon in situ dan dengan demikian memiliki banyak keuntungan dari desinfeksi ozon. Namun, iradiasi bakteri ultraviolet sendiri (serta klorinasi saja) tidak akan menghilangkan racun dari bakteri, pestisida, logam berat, dan lainnya dari air.

Radiasi pengion

Seperti UV, radiasi pengion (sinar-X, sinar gamma, dan berkas elektron) telah digunakan untuk mensterilkan air.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Calderon, R. L. The Epidemiology of Chemical Contaminants of Drinking Water. Food and Chemical Toxicology. 2000. Vol. 38 (1 Suppl). hlm. S13–S20. doi:10.1016/S0278-6915(99)00133-7.
  2. Calderon, R. L. The Epidemiology of Chemical Contaminants of Drinking Water. Food and Chemical Toxicology. 2000. Vol. 38 (1 Suppl). hlm. S13–S20. doi:10.1016/S0278-6915(99)00133-7.
  3. Calderon, R. L. The Epidemiology of Chemical Contaminants of Drinking Water. Food and Chemical Toxicology. 2000. Vol. 38 (1 Suppl). hlm. S13–S20. doi:10.1016/S0278-6915(99)00133-7.
  4. Kleijnen, R.G. The Chlorine Dilemma. Eindhoven University of Technology. 16 Desember 2011.
  5. Shunji Nakagawara, Takeshi Goto, Masayuki Nara, Youichi Ozaqa, Kunimoto Hotta and Yoji Arata. Spectroscopic Characterization and the pH Dependence of Bactericidal Activity of the Aqueous Chlorine Solution. Analytical Sciences. 1998. Vol. 14 (4). hlm. 691–698. doi:10.2116/analsci.14.691.
  6. Neumann, H. (1981). "Bacteriological safety of hot tap water in developing countries." Public Health Rep.84:812-814.
  7. Effect of Oxidizing Disinfectants (Chlorine, Monochloramine, and Ozone) on Helicobacter pylori. Applied and Environmental Microbiology. 2002. Vol. 68 (2). hlm. 981–984. doi:10.1128/AEM.68.2.981-984.2002.
  8. Comparison of Chlorine, Bromine, and Iodine as Disinfectants for Swimming Pool Water. Applied Microbiology. 1 Maret 1966. Vol. 14 (2). hlm. 276–279.
  9. Neumann, H. (1981). "Bacteriological safety of hot tap water in developing countries." Public Health Rep.84:812-814.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28479706 (2025-11-14T06:44:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.