Lompat ke isi

Rhizobia: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27588219; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Rhizobia''' merupakan jenis [[bakteri]] yang memiliki kemampuan untuk membentuk bintil akar penambat [[nitrogen]] pada tanaman [[legum]]. Bakteri ini membentuk bintil akar dengan cara menginfeksi akar tanaman. Bintil akar khusus yang terbentuk menjadi inang bagi mikrosimbion pengikat nitrogen yang disebut [[Bacteroides|bakteroid]]. Hubungan antara tanaman kacang-kacangan dengan bakteri Rhizobia yang ada di tanah merupakan [[Simbiosis|simbosis]] yang saling menguntungkan.  Asosiasi antara Rhizobia dan tanaman legum disebut sebagai Legume Nodulating Bacteria (LNB). Asosiasi ini kemudian memunculkan istilah ''cross inoculation group'' yaitu kelompok rhizobia yang hanya mampu membentuk bintil akar pada tanaman legum tertentu.
'''Rhizobia''' merupakan jenis [[bakteri]] yang memiliki kemampuan untuk membentuk bintil akar penambat [[nitrogen]] pada tanaman [[legum]].<ref>Misbakhul, dkk Bait. [https://journal.ipb.ac.id/index.php/JIPI/article/view/40347/24186 Identifikasi dan Kekerabatan Rhizobia Pohon Mangium dan Sengon Berdasarkan nodD1 dan nifH]. ''Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI)''. Oktober 2022. Vol. Vol. 27 (4) 2022. doi:10.18343/jipi.27.4.627.</ref> Bakteri ini membentuk bintil akar dengan cara menginfeksi akar tanaman. Bintil akar khusus yang terbentuk menjadi inang bagi mikrosimbion pengikat nitrogen yang disebut [[Bacteroides|bakteroid]].<ref>Raphael Ledermann. [https://journals.asm.org/doi/10.1128/JB.00539-20 How Rhizobia Adapt to the Nodule Environment]. ''Journal of Bacteriology''. 2021-05-20. Vol. 203 (12). doi:10.1128/JB.00539-20.</ref> Hubungan antara tanaman kacang-kacangan dengan bakteri Rhizobia yang ada di tanah merupakan [[Simbiosis|simbosis]] yang saling menguntungkan.<ref>[https://www.cropscience.bayer.us/articles/bayer/plant-rhizobia-relationship Plant-Rhizobia Relationship Crop Science US]. ''www.cropscience.bayer.us''.</ref> Asosiasi antara Rhizobia dan tanaman legum disebut sebagai Legume Nodulating Bacteria (LNB). Asosiasi ini kemudian memunculkan istilah ''cross inoculation group'' yaitu kelompok rhizobia yang hanya mampu membentuk bintil akar pada tanaman legum tertentu.<ref>Prenaly Amalia. [https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/65388 Karakterisasi Isolat Bakteri Pembintil Akar Legum dari beberapa Agroekosistem di Lampung Barat]. UGM.</ref> 


Sebagian besar [[spesies]] dari bakteri Rhizobia masuk dalam genus [[Rhizobium]], Mesorhizobium, Ensifer, atau Bradyrhizobium. Secara taksonomi, rhizobia mewakili beberapa garis keturunan dalam Alpha dan Betaproteobacteria, dan oleh karena itu istilah “rhizobia” tidak mewakili satu [[Taksonomi|takson]], tetapi mengacu pada kumpulan [[Polifili|polifiletik]] garis keturunan bakteri yang memiliki fungsi serupa. Rhizobia termasuk bakteri [[Gram-negatif]]. Jumlah spesies yang tepat dalam Rhizobia tidak pasti, karena spesies baru terus-menerus ditemukan dan dideskripsikan.
Sebagian besar [[spesies]] dari bakteri Rhizobia masuk dalam genus [[Rhizobium]], Mesorhizobium, Ensifer, atau Bradyrhizobium.<ref>[https://rhizobia.nz/taxonomy/rhizobia The current taxonomy of rhizobia NZ Rhizobia]. ''rhizobia.nz''.</ref> Secara taksonomi, rhizobia mewakili beberapa garis keturunan dalam Alpha dan Betaproteobacteria, dan oleh karena itu istilah “rhizobia” tidak mewakili satu [[Taksonomi|takson]], tetapi mengacu pada kumpulan [[Polifili|polifiletik]] garis keturunan bakteri yang memiliki fungsi serupa. Rhizobia termasuk bakteri [[Gram-negatif]]. Jumlah spesies yang tepat dalam Rhizobia tidak pasti, karena spesies baru terus-menerus ditemukan dan dideskripsikan.<ref>Sara Fahde. [https://www.mdpi.com/2077-0472/13/7/1279 Rhizobia: A Promising Source of Plant Growth-Promoting Molecules and Their Non-Legume Interactions: Examining Applications and Mechanisms]. ''Agriculture''. 2023-06-21. Vol. 13 (7). hlm. 1279. doi:10.3390/agriculture13071279.</ref>


== Sejarah Penemuan Rhizobia ==
== Sejarah Penemuan Rhizobia ==
Spesies Rhizobia pertama yang diindentifikasi adalah Rhizobium leguminosarum. Bakteri ini diidentifikasi oleh [[Martinus Beijerinck|Martinus Willem Beijerinck]] pada tahun 1888. Pada saat itu ia mengelompokkan [[mikroorganisme]] pengikat nitrogen yang diisolasi yaitu Bacillus radicicola yang kemudian belakangan dikenal sebagai Rhizobium.
Spesies Rhizobia pertama yang diindentifikasi adalah Rhizobium leguminosarum. Bakteri ini diidentifikasi oleh [[Martinus Beijerinck|Martinus Willem Beijerinck]] pada tahun 1888. Pada saat itu ia mengelompokkan [[mikroorganisme]] pengikat nitrogen yang diisolasi yaitu Bacillus radicicola yang kemudian belakangan dikenal sebagai Rhizobium.<ref>[https://www.britannica.com/biography/Martinus-W-Beijerinck Martinus W. Beijerinck Biography, Virology, & Facts Britannica]. ''www.britannica.com''.</ref>


== Manfaat Bagi Tanaman ==
== Manfaat Bagi Tanaman ==
Manfaat utama rhizobia bagi tanaman yaitu menjadi [[pupuk]] alami bagi tanaman sekaligus mengurangi pupuk kimia. Fiksasi nitrogen (menyerap nitrogen bebas dari lingkungan dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman) oleh rhizobia yang terkait dengan legum dapat memasok kebutuhan zat ini bagi tanaman.
Manfaat utama rhizobia bagi tanaman yaitu menjadi [[pupuk]] alami bagi tanaman sekaligus mengurangi pupuk kimia. Fiksasi nitrogen (menyerap nitrogen bebas dari lingkungan dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman) oleh rhizobia yang terkait dengan legum dapat memasok kebutuhan zat ini bagi tanaman.


Bagi tanaman, selain membutuhkan nitrogen juga membutuhkan fosfor. Dalam beberapa penelitian, Rhizobia memiliki peran dalam meningkatkan pemanfaatan [[fosfat]] oleh tanaman. Hal ini dipicu oleh [[enzim]] [[fosfatase]] yang dihasilkan oleh Rhizobia yang memfasilitasi penyerapan fosfat oleh tanaman. Rhizobia memiliki kemampuan untuk melarutkan fosfat yang terikat pada partikel tanah, sehingga meningkatkan ketersediaan fosfor untuk tanaman.
Bagi tanaman, selain membutuhkan nitrogen juga membutuhkan fosfor. Dalam beberapa penelitian, Rhizobia memiliki peran dalam meningkatkan pemanfaatan [[fosfat]] oleh tanaman. Hal ini dipicu oleh [[enzim]] [[fosfatase]] yang dihasilkan oleh Rhizobia yang memfasilitasi penyerapan fosfat oleh tanaman. Rhizobia memiliki kemampuan untuk melarutkan fosfat yang terikat pada partikel tanah, sehingga meningkatkan ketersediaan fosfor untuk tanaman.<ref>M. R Alfikri. [https://zenodo.org/record/8409419 Uji Pemanfaatan Rhizobia Sp. Dalam Meningkatkan Kadar Fosfat Tanah Dan Serapan Fosfat Tanaman Kedelai]. 2023-10-05. doi:10.5281/ZENODO.8409419.</ref> 


Hubungan simbiotik dengan Rhizobia juga meningkatkan jumlah dan aktivitas akar tanaman. Hal ini disebabkan karena bakteri ini menghasilkan senyawa-senyawa kimiawi seperti [[fitohormon]], yang merangsang pertumbuhan akar tanaman. Akar yang lebih kuat dan lebih berkembang memiliki kapasitas penyerapan yang lebih baik, termasuk penyerapan fosfor.
Hubungan simbiotik dengan Rhizobia juga meningkatkan jumlah dan aktivitas akar tanaman. Hal ini disebabkan karena bakteri ini menghasilkan senyawa-senyawa kimiawi seperti [[fitohormon]], yang merangsang pertumbuhan akar tanaman. Akar yang lebih kuat dan lebih berkembang memiliki kapasitas penyerapan yang lebih baik, termasuk penyerapan fosfor.<ref>M. R Alfikri. [https://zenodo.org/record/8409419 Uji Pemanfaatan Rhizobia Sp. Dalam Meningkatkan Kadar Fosfat Tanah Dan Serapan Fosfat Tanaman Kedelai]. 2023-10-05. doi:10.5281/ZENODO.8409419.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rhizobia&oldid=27588219 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27588219 (2025-07-23T08:51:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rhizobia&oldid=27588219 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27588219 (2025-07-23T08:51:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.12

Rhizobia merupakan jenis bakteri yang memiliki kemampuan untuk membentuk bintil akar penambat nitrogen pada tanaman legum.[1] Bakteri ini membentuk bintil akar dengan cara menginfeksi akar tanaman. Bintil akar khusus yang terbentuk menjadi inang bagi mikrosimbion pengikat nitrogen yang disebut bakteroid.[2] Hubungan antara tanaman kacang-kacangan dengan bakteri Rhizobia yang ada di tanah merupakan simbosis yang saling menguntungkan.[3] Asosiasi antara Rhizobia dan tanaman legum disebut sebagai Legume Nodulating Bacteria (LNB). Asosiasi ini kemudian memunculkan istilah cross inoculation group yaitu kelompok rhizobia yang hanya mampu membentuk bintil akar pada tanaman legum tertentu.[4]

Sebagian besar spesies dari bakteri Rhizobia masuk dalam genus Rhizobium, Mesorhizobium, Ensifer, atau Bradyrhizobium.[5] Secara taksonomi, rhizobia mewakili beberapa garis keturunan dalam Alpha dan Betaproteobacteria, dan oleh karena itu istilah “rhizobia” tidak mewakili satu takson, tetapi mengacu pada kumpulan polifiletik garis keturunan bakteri yang memiliki fungsi serupa. Rhizobia termasuk bakteri Gram-negatif. Jumlah spesies yang tepat dalam Rhizobia tidak pasti, karena spesies baru terus-menerus ditemukan dan dideskripsikan.[6]

Sejarah Penemuan Rhizobia

Spesies Rhizobia pertama yang diindentifikasi adalah Rhizobium leguminosarum. Bakteri ini diidentifikasi oleh Martinus Willem Beijerinck pada tahun 1888. Pada saat itu ia mengelompokkan mikroorganisme pengikat nitrogen yang diisolasi yaitu Bacillus radicicola yang kemudian belakangan dikenal sebagai Rhizobium.[7]

Manfaat Bagi Tanaman

Manfaat utama rhizobia bagi tanaman yaitu menjadi pupuk alami bagi tanaman sekaligus mengurangi pupuk kimia. Fiksasi nitrogen (menyerap nitrogen bebas dari lingkungan dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman) oleh rhizobia yang terkait dengan legum dapat memasok kebutuhan zat ini bagi tanaman.

Bagi tanaman, selain membutuhkan nitrogen juga membutuhkan fosfor. Dalam beberapa penelitian, Rhizobia memiliki peran dalam meningkatkan pemanfaatan fosfat oleh tanaman. Hal ini dipicu oleh enzim fosfatase yang dihasilkan oleh Rhizobia yang memfasilitasi penyerapan fosfat oleh tanaman. Rhizobia memiliki kemampuan untuk melarutkan fosfat yang terikat pada partikel tanah, sehingga meningkatkan ketersediaan fosfor untuk tanaman.[8]

Hubungan simbiotik dengan Rhizobia juga meningkatkan jumlah dan aktivitas akar tanaman. Hal ini disebabkan karena bakteri ini menghasilkan senyawa-senyawa kimiawi seperti fitohormon, yang merangsang pertumbuhan akar tanaman. Akar yang lebih kuat dan lebih berkembang memiliki kapasitas penyerapan yang lebih baik, termasuk penyerapan fosfor.[9]

Referensi

  1. Misbakhul, dkk Bait. Identifikasi dan Kekerabatan Rhizobia Pohon Mangium dan Sengon Berdasarkan nodD1 dan nifH. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI). Oktober 2022. Vol. Vol. 27 (4) 2022. doi:10.18343/jipi.27.4.627.
  2. Raphael Ledermann. How Rhizobia Adapt to the Nodule Environment. Journal of Bacteriology. 2021-05-20. Vol. 203 (12). doi:10.1128/JB.00539-20.
  3. Plant-Rhizobia Relationship Crop Science US. www.cropscience.bayer.us.
  4. Prenaly Amalia. Karakterisasi Isolat Bakteri Pembintil Akar Legum dari beberapa Agroekosistem di Lampung Barat. UGM.
  5. The current taxonomy of rhizobia NZ Rhizobia. rhizobia.nz.
  6. Sara Fahde. Rhizobia: A Promising Source of Plant Growth-Promoting Molecules and Their Non-Legume Interactions: Examining Applications and Mechanisms. Agriculture. 2023-06-21. Vol. 13 (7). hlm. 1279. doi:10.3390/agriculture13071279.
  7. Martinus W. Beijerinck Biography, Virology, & Facts Britannica. www.britannica.com.
  8. M. R Alfikri. Uji Pemanfaatan Rhizobia Sp. Dalam Meningkatkan Kadar Fosfat Tanah Dan Serapan Fosfat Tanaman Kedelai. 2023-10-05. doi:10.5281/ZENODO.8409419.
  9. M. R Alfikri. Uji Pemanfaatan Rhizobia Sp. Dalam Meningkatkan Kadar Fosfat Tanah Dan Serapan Fosfat Tanaman Kedelai. 2023-10-05. doi:10.5281/ZENODO.8409419.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27588219 (2025-07-23T08:51:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.