Struktur kimia: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29584986; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Struktur kimia''' merupakan informasi penataan atom-atom dan ikatan-ikatan yang membentuk suatu [[senyawa kimia]]. Struktur ini dapat digunakan untuk membahas sebuah [[molekul]] atau kumpulan atom seperti [[kristal]]. Informasi ini termasuk [[geometri molekul]], [[konfigurasi elektron]], dan bahkan [[struktur kristal]]. | '''Struktur kimia''' merupakan informasi penataan atom-atom dan ikatan-ikatan yang membentuk suatu [[senyawa kimia]]. Struktur ini dapat digunakan untuk membahas sebuah [[molekul]] atau kumpulan atom seperti [[kristal]]. Informasi ini termasuk [[geometri molekul]], [[konfigurasi elektron]], dan bahkan [[struktur kristal]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Struktur+kimia&oldid=29584986 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Palenik, G. J.; Jensen, W. P.; Suh, I. H. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_2003-07_80_7/page/753 The History of Molecular Structure Determination Viewed through the Nobel Prizes]. ''J. Chem. Educ''. 2003. Vol. 80 (7). hlm. 753. doi:10.1021/ed080p753.</ref> | ||
Geometri molekul mengacu pada penataan atom dalam ruang tiga dimensi dan umumnya juga melibatkan [[panjang ikatan]] dan [[sudut ikatan]] di antara atom-atom yang berikatan, sedangkan konfigurasi elektron merupakan deskripsi pengisian [[Orbital molekul|orbital]] dari molekul tersebut. | Geometri molekul mengacu pada penataan atom dalam ruang tiga dimensi dan umumnya juga melibatkan [[panjang ikatan]] dan [[sudut ikatan]] di antara atom-atom yang berikatan, sedangkan konfigurasi elektron merupakan deskripsi pengisian [[Orbital molekul|orbital]] dari molekul tersebut.<ref>Arne Haaland. [https://www.worldcat.org/title/173809048 Molecules and models: the molecular structures of main group element compounds]. Oxford University Press. 2008. ISBN 978-0-19-923535-3.</ref><ref>Frank Weinhold. ''Valency and bonding: a natural bond orbital donor-acceptor perspective''. Cambridge University Press. 2005. ISBN 978-0-521-83128-4.</ref> | ||
Struktur kimia harus mampu diterapkan untuk menjelaskan struktur molekul dengan baik, dari molekul sederhana seperti gas oksigen (O<sub>2</sub>) dan nitrogen (N<sub>2</sub>) hingga yang kompleks seperti [[protein]] dan [[DNA]]. | Struktur kimia harus mampu diterapkan untuk menjelaskan struktur molekul dengan baik, dari molekul sederhana seperti gas oksigen (O<sub>2</sub>) dan nitrogen (N<sub>2</sub>) hingga yang kompleks seperti [[protein]] dan [[DNA]].<ref>James, P.; Quadroni, M.; Carafoli, E.; Gonnet, J. ''Protein identification by mass profile fingerprinting''. ''Biochem. Biophys. Res. Commun''. 1993. Vol. 195. hlm. 58–64. doi:10.1006/bbrc.1993.2009.</ref><ref>Maxam, A. M.; Gilbert, W. ''A new method for sequencing DNA''. ''Proc. Natl. Acad. Sci. USA''. 1977. Vol. 74. hlm. 560–64. doi:10.1073/pnas.74.2.560.</ref> | ||
== Penentuan struktur kimia == | == Penentuan struktur kimia == | ||
Penentuan struktur kimia merupakan salah satu kegiatan penting dalam ilmu kimia karena struktur kimia menjadi aspek inti dari ilmu ini. | Penentuan struktur kimia merupakan salah satu kegiatan penting dalam ilmu kimia karena struktur kimia menjadi aspek inti dari ilmu ini.<ref>Roald Hoffmann. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/anie.199100013 Representation in Chemistry]. ''Angewandte Chemie International Edition in English''. 1991. Vol. 30 (1). hlm. 1–16. doi:10.1002/anie.199100013.</ref> | ||
Terdapat berbagai metode dalam penentuan struktur kimia, masing-masing memiliki kegunaan untuk mempelajari satu atau beberapa aspek dari senyawa tersebut. Seseorang harus mampu membedakan bagian keterikatan antaratom dalam molekul, bagian penataan dalam ruang tiga dimensi (seperti konfigurasi molekul ''cis''-''trans'' atau ''E''-''Z'' dan [[Kiralitas (kimia)|kiralitas]]), dan bagian pengukuran nilai dari panjang ikatan, sudut ikatan, dan sebagainya. Maka dari itu, upaya penentuan struktur kimia ini dimulai dari menentukan pola dan jenis ikatan yang terlibat, sebelum mendapatkan struktur tiga dimensi yang lengkap dengan besaran-besarannya. | Terdapat berbagai metode dalam penentuan struktur kimia, masing-masing memiliki kegunaan untuk mempelajari satu atau beberapa aspek dari senyawa tersebut. Seseorang harus mampu membedakan bagian keterikatan antaratom dalam molekul, bagian penataan dalam ruang tiga dimensi (seperti konfigurasi molekul ''cis''-''trans'' atau ''E''-''Z'' dan [[Kiralitas (kimia)|kiralitas]]), dan bagian pengukuran nilai dari panjang ikatan, sudut ikatan, dan sebagainya. Maka dari itu, upaya penentuan struktur kimia ini dimulai dari menentukan pola dan jenis ikatan yang terlibat, sebelum mendapatkan struktur tiga dimensi yang lengkap dengan besaran-besarannya.<ref>Alexander F. Wells. ''Structural inorganic chemistry''. Clarendon Press. 2012. ISBN 978-0-19-965763-6.</ref> | ||
Metode penentuan struktur umumnya melibatkan metode [[spektroskopi]], yakni metode yang memanfaatkan interaksi antara [[radiasi elektromagnetik]] dengan materi. Beberapa [[Penghargaan Nobel|peraih Nobel]] mempopulerkan metode ini untuk mengelusidasi struktur kimia, seperti [[John Kendrew]], [[Max F. Perutz]], dan [[Dorothy Hodgkin]]. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut: | Metode penentuan struktur umumnya melibatkan metode [[spektroskopi]], yakni metode yang memanfaatkan interaksi antara [[radiasi elektromagnetik]] dengan materi. Beberapa [[Penghargaan Nobel|peraih Nobel]] mempopulerkan metode ini untuk mengelusidasi struktur kimia, seperti [[John Kendrew]], [[Max F. Perutz]], dan [[Dorothy Hodgkin]].<ref>Palenik, G. J.; Jensen, W. P.; Suh, I. H. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_2003-07_80_7/page/753 The History of Molecular Structure Determination Viewed through the Nobel Prizes]. ''J. Chem. Educ''. 2003. Vol. 80 (7). hlm. 753. doi:10.1021/ed080p753.</ref> Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut: | ||
'''Metode untuk mencari keterikatan atom dan struktur elektronik''' | '''Metode untuk mencari keterikatan atom dan struktur elektronik''' | ||
* Spektroskopi vibrasi, [[Spektroskopi inframerah|inframerah]], ultraungu, dan [[Spektroskopi Raman|Raman]] untuk memberikan informasi awal mengenai [[gugus fungsi]] dan jenis ikatan; | * Spektroskopi vibrasi, [[Spektroskopi inframerah|inframerah]], ultraungu, dan [[Spektroskopi Raman|Raman]] untuk memberikan informasi awal mengenai [[gugus fungsi]] dan jenis ikatan;<ref>Pavia, D. L.; Lampman, G. M.; Kriz, G. S.; Vyvyan, J. R. [https://archive.org/details/introductiontosp0005edpavi Introduction to Spectroscopy]. Cengage Learning. 2015. ISBN 978-128-546-012-3.</ref> | ||
* [[Resonansi magnetik nuklir]] ([[proton]] dan [[karbon|karbon-13]]) untuk menentukan lingkungan dan gugus fungsi di sekitar suatu atom; dan | * [[Resonansi magnetik nuklir]] ([[proton]] dan [[karbon|karbon-13]]) untuk menentukan lingkungan dan gugus fungsi di sekitar suatu atom;<ref>MacCallum, J. L. et al. ''Automatic Protein Structure Determination from Sparse NMR Spectroscopy Data''. ''Biophys. J''. Vol. 110 (3). hlm. 153a. doi:10.1016/j.bpj.2015.11.861.</ref> dan | ||
* [[Spektrometri massa]] untuk menentukan [[Massa molekul relatif|massa molekul]] suatu molekul atau sebagian molekul; | * [[Spektrometri massa]] untuk menentukan [[Massa molekul relatif|massa molekul]] suatu molekul atau sebagian molekul; <ref>Klauss Biemann. ''Structure Determination of Natural Products by Mass Spectrometry''. ''Annu. Rev. An. Chem''. 2015. Vol. 8. hlm. 1-19. doi:10.1146/annurev-anchem-071114-040110.</ref><ref>Aebersold, R.; Mann, M. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_2003-03-13_422_6928/page/198 Mass spectrometry-based proteomics]. ''Nature''. 2003. Vol. 422. hlm. 198–207. doi:10.1038/nature01511.</ref> serta | ||
* Voltammetri siklik dan spektroskopi fotoelektron sinar-x untuk menentukan sifat redoks suatu senyawa dan jenis orbital suatu zat. | * Voltammetri siklik dan spektroskopi fotoelektron sinar-x untuk menentukan sifat redoks suatu senyawa dan jenis orbital suatu zat. | ||
'''Metode untuk mencari struktur tiga dimensi:''' | '''Metode untuk mencari struktur tiga dimensi:''' | ||
* [[Kristalografi sinar-x]] untuk menentukan model tiga dimensi dari sebuah senyawa yang sudah dikristalkan dan | * [[Kristalografi sinar-x]] untuk menentukan model tiga dimensi dari sebuah senyawa yang sudah dikristalkan<ref>Pavia, D. L.; Lampman, G. M.; Kriz, G. S. ''Introduction to Spectroscopy a Guide for Students of Organic Chemistry''. Harcourt College Publishers. 2001. ISBN 978-003-058-427-5.</ref><ref>Supratman, U. ''Elusidasi Struktur Senyawa Organik''. Widya Padjadjaran. 2008. ISBN 978-602-832-350-5.</ref> dan | ||
* [[Mikroskop elektron|Mikroskopi elektron]] untuk mendapatkan struktur langsung suatu zat tanpa perlu tahap kristalisasi | * [[Mikroskop elektron|Mikroskopi elektron]] untuk mendapatkan struktur langsung suatu zat tanpa perlu tahap kristalisasi | ||
Begitu struktur kimia dari suatu molekul sudah ditentukan, seseorang dapat membentuk representasinya menggunakan [[struktur Lewis]] (untuk keterikatan atom paling sederhana) dan bahkan dapat menggambar struktur tiga dimensi dengan model bola molekuler seperti [[model bola-dan-pasak]] atau [[model ruang terisi]]. | Begitu struktur kimia dari suatu molekul sudah ditentukan, seseorang dapat membentuk representasinya menggunakan [[struktur Lewis]] (untuk keterikatan atom paling sederhana) dan bahkan dapat menggambar struktur tiga dimensi dengan model bola molekuler seperti [[model bola-dan-pasak]] atau [[model ruang terisi]].<ref>Hart, H.; Leslie, E. C.; David, J. H. ''Organic Chemistry: A Short Course''. Erlangga. 2003. ISBN 979-741-013-7.</ref> | ||
== Geometri molekul kovalen == | == Geometri molekul kovalen == | ||
Begitu struktur kimia dari suatu molekul sudah ditentukan, seseorang dapat menggambarkannya dengan [[struktur Lewis]] (untuk keterikatan atom paling sederhana) dan bahkan dapat memprediksi geometri molekulnya. Untuk membangun geometri tersebut, salah satu aspek penting yang perlu ditinjau adalah sifat [[elektron]] (dan orbital yang terisi elektron) yang bermuatan negatif. Elektron yang berada pada posisi berdekatan akan mengalami tolakan sehingga geometri molekul paling optimal akan terbentuk apabila tolakan ini minimum. | Begitu struktur kimia dari suatu molekul sudah ditentukan, seseorang dapat menggambarkannya dengan [[struktur Lewis]] (untuk keterikatan atom paling sederhana) dan bahkan dapat memprediksi geometri molekulnya. Untuk membangun geometri tersebut, salah satu aspek penting yang perlu ditinjau adalah sifat [[elektron]] (dan orbital yang terisi elektron) yang bermuatan negatif. Elektron yang berada pada posisi berdekatan akan mengalami tolakan sehingga geometri molekul paling optimal akan terbentuk apabila tolakan ini minimum. | ||
Inilah yang menjadi landasan [[Teori VSEPR|teori tolakan pasangan elektron valensi]] (Valence-Shell Electron Pair Repulsion, VSEPR) sehingga seseorang mampu untuk membuat perkiraan geometri dari sebuah molekul. Pasangan elektron bebas (PEB) akan mengalami tolakan yang lebih besar daripada pasangan elektron yang terlibat dalam ikatan (PEI). Teori ini mampu memberikan pendekatan yang baik dari bentuk dan struktur banyak molekul dan mampu memberikan prediksi yang akurat apabila disempurnakan dengan [[Hibridisasi|teori hibridisasi]]. Tabel di bawah menunjukkan beberapa (prediksi) geometri molekul paling umum dan senyawa-senyawa dengan geometri tersebut. | Inilah yang menjadi landasan [[Teori VSEPR|teori tolakan pasangan elektron valensi]] (Valence-Shell Electron Pair Repulsion, VSEPR) sehingga seseorang mampu untuk membuat perkiraan geometri dari sebuah molekul. Pasangan elektron bebas (PEB) akan mengalami tolakan yang lebih besar daripada pasangan elektron yang terlibat dalam ikatan (PEI). Teori ini mampu memberikan pendekatan yang baik dari bentuk dan struktur banyak molekul dan mampu memberikan prediksi yang akurat apabila disempurnakan dengan [[Hibridisasi|teori hibridisasi]]. Tabel di bawah menunjukkan beberapa (prediksi) geometri molekul paling umum dan senyawa-senyawa dengan geometri tersebut. | ||
{| class="wikitable" border="1" | |||
|- | |||
! Molekul linear | |||
! Molekul angular | |||
! Molekul planar | |||
! Molekul piramidal | |||
! Molekul tetrahedral | |||
|- | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| | |||
|- | |||
| Molekul [[karbonil sulfida]], SCO | |||
| Molekul [[air]], H<sub>2</sub>O | |||
| Molekul [[boron trifluorida]], BF<sub>3</sub> | |||
| Molekul [[tiotionil]], S<sub>2</sub>F<sub>2</sub> | |||
| Molekul [[silikon tetrafluorida]], SiF<sub>4</sub> | |||
|- | |||
| 2 PEI di atom C | |||
| 2 PEB + 2 PEI di atom O | |||
| 3 PEI di atom B | |||
| 1 PEB + 3 PEI di atom S | |||
| 4 PEI di atom Si | |||
|- | |||
|Hibridisasi ''sp'' | |||
|Hibridisasi ''sp''<sup>3</sup> | |||
|Hibridisasi ''sp''<sup>2</sup> | |||
|Hibridisasi ''sp''<sup>3</sup> | |||
|Hibridisasi ''sp''<sup>3</sup> | |||
|} | |||
Keterangan: Ikatan rangkap dihitung sebagai 1 PEI, tetapi penyederhanaan ini membuat geometri molekul yang diprediksi dengan VSEPR dapat berbeda dengan aslinya. | |||
Apabila geometri molekul sudah ditentukan (diprediksi), senyawa tersebut dapat digambar dalam struktur tiga dimensi dengan model bola molekuler seperti model bola-dan-pasak atau model ruang terisi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Struktur+kimia&oldid=29584986 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
{| class="wikitable" border="1" | |||
Apabila geometri molekul sudah ditentukan (diprediksi), senyawa tersebut dapat digambar dalam struktur tiga dimensi dengan model bola molekuler seperti model bola-dan-pasak atau model ruang terisi. | |- | ||
! [[Molekul]] | |||
! [[Atom]] | |||
! [[Ion]] | |||
! [[Logam]] | |||
|- | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| | |||
|- | |||
| [[Asam tioasetat]], CH<sub>3</sub>-COSH | |||
| [[Intan]], C<sub>n</sub> | |||
| [[Tembaga(I) Iodida]], CuI<sub>2</sub> | |||
| [[Logam]] | |||
|- | |||
| [[Ikatan kovalen|Ikatan kovalen molekul]] | |||
| [[Ikatan kovalen|Ikatan kovalen retikuler]] | |||
| [[Ikatan ionik]] | |||
| [[Ikatan logam]] | |||
|} | |||
Jelas, ketika jumlah atom dalam molekul meningkat, kompleksitas strukturnya meningkat dan metode penentuannya makin sulit. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut. | Jelas, ketika jumlah atom dalam molekul meningkat, kompleksitas strukturnya meningkat dan metode penentuannya makin sulit. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut. | ||
{| class="wikitable" border="1" | |||
|- | |||
! [[Benzena]] | |||
! Heliks α ([[protein]]) | |||
! [[DNA]] | |||
! [[Hemoglobin]] | |||
|- | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| | |||
|- | |||
| [[August Kekulé|Kekulé]] (1865)<ref>Kekulé, August. ''Ueber einige Condensationsproducte des Aldehyds''. ''Liebigs Ann. Chem''. 1872. Vol. 162 (1). hlm. 77–124. doi:10.1002/jlac.18721620110.</ref><ref>Rocke, A. J. ''Hypothesis and Experiment in the Early Development of Kekule's Benzene Theory''. ''Annals of Science''. 1985. Vol. 42 (4). hlm. 355–81. doi:10.1080/00033798500200411.</ref> | |||
| [[Linus Pauling|Pauling]] dan [[Robert Corey|Corey]] (1951)<ref>[http://www.pnas.org/site/misc/Protein8.pdf The structure of proteins: two hydrogen-bonded helical configurations of the polypeptide chain]. ''Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America''. 1951. Vol. 37 (5). hlm. 235–40. doi:10.1073/pnas.37.5.235.</ref> | |||
| [[James Dewey Watson|Watson]] dan [[Francis Crick|Crick]] (1953)<ref>[http://www.nature.com/nature/dna50/watsoncrick.pdf Molecular structure of nucleic acids; a structure for deoxyribose nucleic acid]. ''Nature''. April 1953. Vol. 171 (4356). hlm. 737–8. doi:10.1038/171737a0.</ref> | |||
| [[Max F. Perutz]] (1960)<ref>M.F. Perutz. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1960-02-13_185_4711/page/416 Structure of haemoglobin: a three-dimensional Fourier synthesis at 5.5-A. resolution, obtained by X-ray analysis]. ''Nature''. 1960. Vol. 185 (4711). hlm. 416–22. doi:10.1038/185416a0.</ref><ref>Perutz MF. ''Structure of haemoglobin''. ''Brookhaven symposia in biology''. 1960. Vol. 13. hlm. 165–83.</ref> | |||
|} | |||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Diagram struktur kimia]] | * [[Diagram struktur kimia]] | ||
* [[Asas larangan Pauli]] | * [[Asas larangan Pauli]] | ||
| Baris 46: | Baris 113: | ||
* [[Kaidah oktet]] | * [[Kaidah oktet]] | ||
* [[Kristalografi]] | * [[Kristalografi]] | ||
== Bacaan lebih lanjut == | == Bacaan lebih lanjut == | ||
* Warren Gallagher, 2006, "Lecture 7: Structure Determination by X-ray Crystallography," dalam ''Chem 406: Biophysical Chemistry,'' self-published course notes, Eau Claire, WI, USA:University of Wisconsin-Eau Claire, Department of Chemistry, lihat [http://www.chem.uwec.edu/Chem406_F06/Pages/lecture_notes/lect07/C406-lect07-notes.pdf], diakses tanggal 2 Juli 2014. | * Warren Gallagher, 2006, "Lecture 7: Structure Determination by X-ray Crystallography," dalam ''Chem 406: Biophysical Chemistry,'' self-published course notes, Eau Claire, WI, USA:University of Wisconsin-Eau Claire, Department of Chemistry, lihat [http://www.chem.uwec.edu/Chem406_F06/Pages/lecture_notes/lect07/C406-lect07-notes.pdf], diakses tanggal 2 Juli 2014. | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Struktur+kimia&oldid=29584986 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29584986 (2026-08-15T21:49:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Struktur+kimia&oldid=29584986 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29584986 (2026-08-15T21:49:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.55
Struktur kimia merupakan informasi penataan atom-atom dan ikatan-ikatan yang membentuk suatu senyawa kimia. Struktur ini dapat digunakan untuk membahas sebuah molekul atau kumpulan atom seperti kristal. Informasi ini termasuk geometri molekul, konfigurasi elektron, dan bahkan struktur kristal.[1][2]
Geometri molekul mengacu pada penataan atom dalam ruang tiga dimensi dan umumnya juga melibatkan panjang ikatan dan sudut ikatan di antara atom-atom yang berikatan, sedangkan konfigurasi elektron merupakan deskripsi pengisian orbital dari molekul tersebut.[3][4]
Struktur kimia harus mampu diterapkan untuk menjelaskan struktur molekul dengan baik, dari molekul sederhana seperti gas oksigen (O2) dan nitrogen (N2) hingga yang kompleks seperti protein dan DNA.[5][6]
Penentuan struktur kimia
Penentuan struktur kimia merupakan salah satu kegiatan penting dalam ilmu kimia karena struktur kimia menjadi aspek inti dari ilmu ini.[7]
Terdapat berbagai metode dalam penentuan struktur kimia, masing-masing memiliki kegunaan untuk mempelajari satu atau beberapa aspek dari senyawa tersebut. Seseorang harus mampu membedakan bagian keterikatan antaratom dalam molekul, bagian penataan dalam ruang tiga dimensi (seperti konfigurasi molekul cis-trans atau E-Z dan kiralitas), dan bagian pengukuran nilai dari panjang ikatan, sudut ikatan, dan sebagainya. Maka dari itu, upaya penentuan struktur kimia ini dimulai dari menentukan pola dan jenis ikatan yang terlibat, sebelum mendapatkan struktur tiga dimensi yang lengkap dengan besaran-besarannya.[8]
Metode penentuan struktur umumnya melibatkan metode spektroskopi, yakni metode yang memanfaatkan interaksi antara radiasi elektromagnetik dengan materi. Beberapa peraih Nobel mempopulerkan metode ini untuk mengelusidasi struktur kimia, seperti John Kendrew, Max F. Perutz, dan Dorothy Hodgkin.[9] Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
Metode untuk mencari keterikatan atom dan struktur elektronik
- Spektroskopi vibrasi, inframerah, ultraungu, dan Raman untuk memberikan informasi awal mengenai gugus fungsi dan jenis ikatan;[10]
- Resonansi magnetik nuklir (proton dan karbon-13) untuk menentukan lingkungan dan gugus fungsi di sekitar suatu atom;[11] dan
- Spektrometri massa untuk menentukan massa molekul suatu molekul atau sebagian molekul; [12][13] serta
- Voltammetri siklik dan spektroskopi fotoelektron sinar-x untuk menentukan sifat redoks suatu senyawa dan jenis orbital suatu zat.
Metode untuk mencari struktur tiga dimensi:
- Kristalografi sinar-x untuk menentukan model tiga dimensi dari sebuah senyawa yang sudah dikristalkan[14][15] dan
- Mikroskopi elektron untuk mendapatkan struktur langsung suatu zat tanpa perlu tahap kristalisasi
Begitu struktur kimia dari suatu molekul sudah ditentukan, seseorang dapat membentuk representasinya menggunakan struktur Lewis (untuk keterikatan atom paling sederhana) dan bahkan dapat menggambar struktur tiga dimensi dengan model bola molekuler seperti model bola-dan-pasak atau model ruang terisi.[16]
Geometri molekul kovalen
Begitu struktur kimia dari suatu molekul sudah ditentukan, seseorang dapat menggambarkannya dengan struktur Lewis (untuk keterikatan atom paling sederhana) dan bahkan dapat memprediksi geometri molekulnya. Untuk membangun geometri tersebut, salah satu aspek penting yang perlu ditinjau adalah sifat elektron (dan orbital yang terisi elektron) yang bermuatan negatif. Elektron yang berada pada posisi berdekatan akan mengalami tolakan sehingga geometri molekul paling optimal akan terbentuk apabila tolakan ini minimum. Inilah yang menjadi landasan teori tolakan pasangan elektron valensi (Valence-Shell Electron Pair Repulsion, VSEPR) sehingga seseorang mampu untuk membuat perkiraan geometri dari sebuah molekul. Pasangan elektron bebas (PEB) akan mengalami tolakan yang lebih besar daripada pasangan elektron yang terlibat dalam ikatan (PEI). Teori ini mampu memberikan pendekatan yang baik dari bentuk dan struktur banyak molekul dan mampu memberikan prediksi yang akurat apabila disempurnakan dengan teori hibridisasi. Tabel di bawah menunjukkan beberapa (prediksi) geometri molekul paling umum dan senyawa-senyawa dengan geometri tersebut.
| Molekul linear | Molekul angular | Molekul planar | Molekul piramidal | Molekul tetrahedral |
|---|---|---|---|---|
| Molekul karbonil sulfida, SCO | Molekul air, H2O | Molekul boron trifluorida, BF3 | Molekul tiotionil, S2F2 | Molekul silikon tetrafluorida, SiF4 |
| 2 PEI di atom C | 2 PEB + 2 PEI di atom O | 3 PEI di atom B | 1 PEB + 3 PEI di atom S | 4 PEI di atom Si |
| Hibridisasi sp | Hibridisasi sp3 | Hibridisasi sp2 | Hibridisasi sp3 | Hibridisasi sp3 |
Keterangan: Ikatan rangkap dihitung sebagai 1 PEI, tetapi penyederhanaan ini membuat geometri molekul yang diprediksi dengan VSEPR dapat berbeda dengan aslinya.
Apabila geometri molekul sudah ditentukan (diprediksi), senyawa tersebut dapat digambar dalam struktur tiga dimensi dengan model bola molekuler seperti model bola-dan-pasak atau model ruang terisi.[17]
| Molekul | Atom | Ion | Logam |
|---|---|---|---|
| Asam tioasetat, CH3-COSH | Intan, Cn | Tembaga(I) Iodida, CuI2 | Logam |
| Ikatan kovalen molekul | Ikatan kovalen retikuler | Ikatan ionik | Ikatan logam |
Jelas, ketika jumlah atom dalam molekul meningkat, kompleksitas strukturnya meningkat dan metode penentuannya makin sulit. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
| Benzena | Heliks α (protein) | DNA | Hemoglobin |
|---|---|---|---|
| Kekulé (1865)[18][19] | Pauling dan Corey (1951)[20] | Watson dan Crick (1953)[21] | Max F. Perutz (1960)[22][23] |
Lihat pula
Bacaan lebih lanjut
- Warren Gallagher, 2006, "Lecture 7: Structure Determination by X-ray Crystallography," dalam Chem 406: Biophysical Chemistry, self-published course notes, Eau Claire, WI, USA:University of Wisconsin-Eau Claire, Department of Chemistry, lihat [1], diakses tanggal 2 Juli 2014.
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Palenik, G. J.; Jensen, W. P.; Suh, I. H. The History of Molecular Structure Determination Viewed through the Nobel Prizes. J. Chem. Educ. 2003. Vol. 80 (7). hlm. 753. doi:10.1021/ed080p753.
- ↑ Arne Haaland. Molecules and models: the molecular structures of main group element compounds. Oxford University Press. 2008. ISBN 978-0-19-923535-3.
- ↑ Frank Weinhold. Valency and bonding: a natural bond orbital donor-acceptor perspective. Cambridge University Press. 2005. ISBN 978-0-521-83128-4.
- ↑ James, P.; Quadroni, M.; Carafoli, E.; Gonnet, J. Protein identification by mass profile fingerprinting. Biochem. Biophys. Res. Commun. 1993. Vol. 195. hlm. 58–64. doi:10.1006/bbrc.1993.2009.
- ↑ Maxam, A. M.; Gilbert, W. A new method for sequencing DNA. Proc. Natl. Acad. Sci. USA. 1977. Vol. 74. hlm. 560–64. doi:10.1073/pnas.74.2.560.
- ↑ Roald Hoffmann. Representation in Chemistry. Angewandte Chemie International Edition in English. 1991. Vol. 30 (1). hlm. 1–16. doi:10.1002/anie.199100013.
- ↑ Alexander F. Wells. Structural inorganic chemistry. Clarendon Press. 2012. ISBN 978-0-19-965763-6.
- ↑ Palenik, G. J.; Jensen, W. P.; Suh, I. H. The History of Molecular Structure Determination Viewed through the Nobel Prizes. J. Chem. Educ. 2003. Vol. 80 (7). hlm. 753. doi:10.1021/ed080p753.
- ↑ Pavia, D. L.; Lampman, G. M.; Kriz, G. S.; Vyvyan, J. R. Introduction to Spectroscopy. Cengage Learning. 2015. ISBN 978-128-546-012-3.
- ↑ MacCallum, J. L. et al. Automatic Protein Structure Determination from Sparse NMR Spectroscopy Data. Biophys. J. Vol. 110 (3). hlm. 153a. doi:10.1016/j.bpj.2015.11.861.
- ↑ Klauss Biemann. Structure Determination of Natural Products by Mass Spectrometry. Annu. Rev. An. Chem. 2015. Vol. 8. hlm. 1-19. doi:10.1146/annurev-anchem-071114-040110.
- ↑ Aebersold, R.; Mann, M. Mass spectrometry-based proteomics. Nature. 2003. Vol. 422. hlm. 198–207. doi:10.1038/nature01511.
- ↑ Pavia, D. L.; Lampman, G. M.; Kriz, G. S. Introduction to Spectroscopy a Guide for Students of Organic Chemistry. Harcourt College Publishers. 2001. ISBN 978-003-058-427-5.
- ↑ Supratman, U. Elusidasi Struktur Senyawa Organik. Widya Padjadjaran. 2008. ISBN 978-602-832-350-5.
- ↑ Hart, H.; Leslie, E. C.; David, J. H. Organic Chemistry: A Short Course. Erlangga. 2003. ISBN 979-741-013-7.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Kekulé, August. Ueber einige Condensationsproducte des Aldehyds. Liebigs Ann. Chem. 1872. Vol. 162 (1). hlm. 77–124. doi:10.1002/jlac.18721620110.
- ↑ Rocke, A. J. Hypothesis and Experiment in the Early Development of Kekule's Benzene Theory. Annals of Science. 1985. Vol. 42 (4). hlm. 355–81. doi:10.1080/00033798500200411.
- ↑ The structure of proteins: two hydrogen-bonded helical configurations of the polypeptide chain. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 1951. Vol. 37 (5). hlm. 235–40. doi:10.1073/pnas.37.5.235.
- ↑ Molecular structure of nucleic acids; a structure for deoxyribose nucleic acid. Nature. April 1953. Vol. 171 (4356). hlm. 737–8. doi:10.1038/171737a0.
- ↑ M.F. Perutz. Structure of haemoglobin: a three-dimensional Fourier synthesis at 5.5-A. resolution, obtained by X-ray analysis. Nature. 1960. Vol. 185 (4711). hlm. 416–22. doi:10.1038/185416a0.
- ↑ Perutz MF. Structure of haemoglobin. Brookhaven symposia in biology. 1960. Vol. 13. hlm. 165–83.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29584986 (2026-08-15T21:49:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.