Lompat ke isi

Ikan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29462059; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
[[File:Fish_diversity.jpg|thumb|right|280px|Fish diversity]]
'''Ikan''' adalah [[hewan]] [[vertebrata]] [[hewan akuatik|akuatik]] ber[[insang]], [[Anamniota|anamniotik]], yang memiliki [[sirip ikan|sirip]] renang dan [[kraniata|tengkorak keras]], namun tidak memiliki [[tungkai (anatomi)|tungkai]] yang [[jari|berjari]]. Ikan dapat dikelompokkan menjadi [[ikan tak berrahang]] yang lebih [[basal (filogenetika)|basal]] dan [[ikan berrahang]] yang lebih umum, yang mencakup semua [[ikan bertulang rawan]] dan [[ikan bertulang sejati]] yang [[takson yang masih ada|masih hidup]], serta [[placodermi]] dan [[acanthodii]] yang telah punah. Berbeda dari tradisi lama yang mengelompokkan semua ikan ke dalam satu [[Kelas (biologi)|kelas]] ('''Pisces'''), [[filogenetika]] modern memandang ikan sebagai kelompok [[parafiletik]] yang mencakup semua vertebrata kecuali [[tetrapoda]].
'''Ikan''' adalah [[hewan]] [[vertebrata]] [[hewan akuatik|akuatik]] ber[[insang]], [[Anamniota|anamniotik]], yang memiliki [[sirip ikan|sirip]] renang dan [[kraniata|tengkorak keras]], namun tidak memiliki [[tungkai (anatomi)|tungkai]] yang [[jari|berjari]]. Ikan dapat dikelompokkan menjadi [[ikan tak berrahang]] yang lebih [[basal (filogenetika)|basal]] dan [[ikan berrahang]] yang lebih umum, yang mencakup semua [[ikan bertulang rawan]] dan [[ikan bertulang sejati]] yang [[takson yang masih ada|masih hidup]], serta [[placodermi]] dan [[acanthodii]] yang telah punah. Berbeda dari tradisi lama yang mengelompokkan semua ikan ke dalam satu [[Kelas (biologi)|kelas]] ('''Pisces'''), [[filogenetika]] modern memandang ikan sebagai kelompok [[parafiletik]] yang mencakup semua vertebrata kecuali [[tetrapoda]].


Baris 10: Baris 12:


== Etimologi ==
== Etimologi ==
Menurut penelitian linguistik komparatif terhadap rumpun bahasa Austronesia, bentuk dasar kata yang berhubungan dengan "ikan" direkonstruksi dalam bahasa leluhur yang disebut Proto-Austronesia. Dalam database ''Austronesian Comparative Dictionary'', kata yang menjadi nenek moyang istilah tersebut direkonstruksi sebagai *Sikan dan hikan, yang memiliki arti "fish" (ikan) dalam konteks kosakata dasar rumpun bahasa Austronesia.
Menurut penelitian linguistik komparatif terhadap rumpun bahasa Austronesia, bentuk dasar kata yang berhubungan dengan "ikan" direkonstruksi dalam bahasa leluhur yang disebut Proto-Austronesia. Dalam database ''Austronesian Comparative Dictionary'', kata yang menjadi nenek moyang istilah tersebut direkonstruksi sebagai *Sikan dan hikan, yang memiliki arti "fish" (ikan) dalam konteks kosakata dasar rumpun bahasa Austronesia.<ref>[https://acd.clld.org/cognatesets/28224 ACD - Austronesian Comparative Dictionary Online - Cognateset *Sikan].[https://acd.clld.org/valuesets/326-f18376d85a6f0cc45d16ec3f7316d3f3 ACD - Austronesian Comparative Dictionary Online - Words for fish (generic) in Malay].</ref>


Dalam perkembangan turunannya, bentuk *Sikan dan hikan kemudian berkembang menjadi bentuk seperti "ikan" dalam bahasa Melayu dan Indonesia modern. Bentuk ini tetap mempertahankan arti aslinya yang berkaitan dengan binatang air.
Dalam perkembangan turunannya, bentuk *Sikan dan hikan kemudian berkembang menjadi bentuk seperti "ikan" dalam bahasa Melayu dan Indonesia modern. Bentuk ini tetap mempertahankan arti aslinya yang berkaitan dengan binatang air.<ref>[https://acd.clld.org/cognatesets/28224 ACD - Austronesian Comparative Dictionary Online - Cognateset *Sikan].[https://acd.clld.org/valuesets/326-f18376d85a6f0cc45d16ec3f7316d3f3 ACD - Austronesian Comparative Dictionary Online - Words for fish (generic) in Malay].</ref>


Kata ''fish'' (ikan) dalam bahasa Inggris diwarisi dari [[bahasa Proto-Jermanik|Proto-Jermanik]], dan berkerabat dengan kata [[bahasa Jerman|Jerman]] , kata [[bahasa Latin|Latin]] , dan kata [[bahasa Irlandia Kuno|Irlandia Kuno]] , meskipun akar kata pastinya tidak diketahui; beberapa ahli merekonstruksi akar kata [[bahasa Proto-Indo-Eropa|Proto-Indo-Eropa]] , yang hanya terbukti dalam [[rumpun bahasa Italik|bahasa Italik]], [[rumpun bahasa Keltik|Keltik]], dan [[rumpun bahasa Jermanik|Jermanik]].
Kata ''fish'' (ikan) dalam bahasa Inggris diwarisi dari [[bahasa Proto-Jermanik|Proto-Jermanik]], dan berkerabat dengan kata [[bahasa Jerman|Jerman]] , kata [[bahasa Latin|Latin]] , dan kata [[bahasa Irlandia Kuno|Irlandia Kuno]] , meskipun akar kata pastinya tidak diketahui; beberapa ahli merekonstruksi akar kata [[bahasa Proto-Indo-Eropa|Proto-Indo-Eropa]] , yang hanya terbukti dalam [[rumpun bahasa Italik|bahasa Italik]], [[rumpun bahasa Keltik|Keltik]], dan [[rumpun bahasa Jermanik|Jermanik]].<ref>[https://www.dwds.de/wb/Fisch DWDS – Digitales Wörterbuch der deutschen Sprache]. ''DWDS''.</ref><ref>Winfred Philipp Lehmann. [https://archive.org/details/lehmann-gothic-etymological-dictionary-1986/page/n1/mode/2up A Gothic etymological dictionary]. BRILL. 1986. hlm. 118. ISBN 978-90-04-08176-5.</ref><ref>[https://www.oed.com/view/Entry/70646 fish, n.1]. Oxford University Press.</ref><ref>Carl Darling Buck. [https://archive.org/details/bwb_Y0-BSA-088 A Dictionary of Selected Synonyms in the Principal Indo-European Languages]. University of Chicago Press. 1949. hlm. [https://archive.org/details/bwb_Y0-BSA-088/page/184 184].</ref>


 
Meskipun sering digunakan secara bergantian dalam bahasa Inggris, dalam biologi kata ''fish'' dan ''fishes'' memiliki makna yang berbeda. ''Fish'' digunakan sebagai kata benda tunggal, atau sebagai bentuk jamak untuk menggambarkan banyak individu dari satu spesies. ''Fishes'' digunakan untuk menggambarkan spesies atau kelompok spesies yang berbeda.<ref>Daniel Pauly. [https://books.google.com/books?id=lTDa0fM4vQIC&pg=PA77 Fish(es)]. Cambridge University Press. 13 May 2004. hlm. 77. ISBN 978-1-139-45181-9.</ref><ref>Joseph S. Nelson. [http://www.uap.ualberta.ca/images/pdfs/9780888642363.pdf The Fishes of Alberta]. University of Alberta. 1992. hlm. 400. ISBN 978-0-88864-236-3.</ref>
Meskipun sering digunakan secara bergantian dalam bahasa Inggris, dalam biologi kata ''fish'' dan ''fishes'' memiliki makna yang berbeda. ''Fish'' digunakan sebagai kata benda tunggal, atau sebagai bentuk jamak untuk menggambarkan banyak individu dari satu spesies. ''Fishes'' digunakan untuk menggambarkan spesies atau kelompok spesies yang berbeda.


== Evolusi ==
== Evolusi ==
=== Sejarah fosil ===
=== Sejarah fosil ===
Sekitar 530 juta tahun yang lalu selama [[ledakan Kambrium]], hewan mirip ikan dengan [[notokorda]] dan mata di bagian depan tubuh, seperti ''[[Haikouichthys]]'', muncul dalam [[catatan fosil]].<ref>D. G. Shu. [https://www.researchgate.net/publication/10926399 Head and backbone of the Early Cambrian vertebrate ''Haikouichthys'']. ''Nature''. 2003. Vol. 421 (6922). hlm. 526–529. doi:10.1038/nature01264.</ref> Selama periode [[Kambrium]] akhir, bentuk tak berrahang lainnya seperti [[conodonta]] muncul.<ref>Philip C. J. Donoghue. ''The Evolutionary Emergence of Vertebrates From Among Their Spineless Relatives''. ''Evolution: Education and Outreach''. 2009. Vol. 2 (2). hlm. 204–212. doi:10.1007/s12052-009-0134-3.</ref><ref>James F. Miller. [https://books.google.com/books?id=bGGi7wlAuw4C&pg=PA43 Cambrian and earliest Ordovician conodont evolution, biofacies, and provincialism]. ''Geological Society of America Special Paper''. 1984. Vol. 196 (196). hlm. 43–68. doi:10.1130/SPE196-p43. ISBN 978-0-8137-2196-5.</ref>


[[Gnathostomata|Vertebrata berrahang]] muncul pada periode [[Silur]], dengan [[placodermi]] berisai raksasa seperti ''[[Dunkleosteus]]''.<ref>[http://www.smh.com.au/news/science/jaws-of-steel-on-this-fish-tank/2006/11/29/1164777657728.html Monster fish crushed opposition with strongest bite ever]. ''Smh.com.au''. 30 November 2006.</ref> Ikan berrahang juga muncul selama periode Silur:<ref>Brian Choo. ''The largest Silurian vertebrate and its palaeoecological implications''. ''Scientific Reports''. 2014. Vol. 4. doi:10.1038/srep05242.</ref> [[Chondrichthyes]] yang bertulang rawan<ref>Plamen S. Andreev. [https://www.nature.com/articles/s41586-022-05233-8 Spiny chondrichthyan from the lower Silurian of South China]. ''Nature''. September 2022. Vol. 609 (7929). hlm. 969–974. doi:10.1038/s41586-022-05233-8.</ref><ref>Plamen S. Andreev. ''The oldest gnathostome teeth''. ''Nature''. September 2022. Vol. 609 (7929). hlm. 964–968. doi:10.1038/s41586-022-05166-2.</ref> dan [[Osteichthyes]] yang bertulang sejati.<ref>Linda R. Berg. [https://archive.org/details/biology0000solo_07ed Biology]. Cengage Learning. 2004. hlm. [https://archive.org/details/biology0000solo_07ed/page/598 599]. ISBN 978-0-534-49276-2.</ref>


Sekitar 530 juta tahun yang lalu selama [[ledakan Kambrium]], hewan mirip ikan dengan [[notokorda]] dan mata di bagian depan tubuh, seperti ''[[Haikouichthys]]'', muncul dalam [[catatan fosil]]. Selama periode [[Kambrium]] akhir, bentuk tak berrahang lainnya seperti [[conodonta]] muncul.
Selama periode [[Devon]], keanekaragaman ikan meningkat pesat, termasuk di antara placodermi, ikan bersirip cuping, dan hiu awal, yang membuat periode Devon dijuluki sebagai "zaman ikan".<ref>Rex Dalton. ''Hooked on fossils''. ''Nature''. January 2006. Vol. 439 (7074). hlm. 262–263. doi:10.1038/439262a.</ref>
 
[[Gnathostomata|Vertebrata berrahang]] muncul pada periode [[Silur]], dengan [[placodermi]] berisai raksasa seperti ''[[Dunkleosteus]]''. Ikan berrahang juga muncul selama periode Silur: [[Chondrichthyes]] yang bertulang rawan dan [[Osteichthyes]] yang bertulang sejati.
 
Selama periode [[Devon]], keanekaragaman ikan meningkat pesat, termasuk di antara placodermi, ikan bersirip cuping, dan hiu awal, yang membuat periode Devon dijuluki sebagai "zaman ikan".


=== Filogeni ===
=== Filogeni ===
Ikan adalah kelompok [[parafiletik]], karena setiap [[klad]] yang mencakup semua ikan berrahang ([[Gnathostomata]]) atau semua ikan bertulang sejati ([[Osteichthyes]]) juga mencakup klad [[tetrapoda]] (vertebrata berkaki empat, sebagian besar terestrial), yang biasanya tidak dianggap sebagai ikan.<ref>Harry W. Greene. ''We are primates and we are fish: Teaching monophyletic organismal biology''. ''Integrative Biology''. 1998-01-01. Vol. 1 (3). hlm. 108–111. doi:10.1002/(sici)1520-6602(1998)1:3 3.0.co;2-t.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikan&oldid=29462059 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Beberapa tetrapoda, seperti [[cetacea]] dan [[Ichthyopterygia|ichthyosaurus]], secara [[adaptasi akuatik sekunder|sekunder]] telah memperoleh bentuk tubuh mirip ikan melalui [[evolusi konvergen]].<ref>R. W. Davis. ''Marine Mammals: Adaptations for an Aquatic Life''. Springer International Publishing. 2019. hlm. 7–27. ISBN 978-3-3199-8278-6.</ref> Di sisi lain, ''[[Fishes of the World]]'' berkomentar bahwa "makin diterima secara luas bahwa tetrapoda, termasuk kita sendiri, hanyalah ikan bertulang sejati yang termodifikasi, sehingga kami merasa nyaman menggunakan takson Osteichthyes sebagai sebuah klad, yang kini mencakup semua tetrapoda".<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikan&oldid=29462059 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Ikan adalah kelompok [[parafiletik]], karena setiap [[klad]] yang mencakup semua ikan berrahang ([[Gnathostomata]]) atau semua ikan bertulang sejati ([[Osteichthyes]]) juga mencakup klad [[tetrapoda]] (vertebrata berkaki empat, sebagian besar terestrial), yang biasanya tidak dianggap sebagai ikan. Beberapa tetrapoda, seperti [[cetacea]] dan [[Ichthyopterygia|ichthyosaurus]], secara [[adaptasi akuatik sekunder|sekunder]] telah memperoleh bentuk tubuh mirip ikan melalui [[evolusi konvergen]]. Di sisi lain, ''[[Fishes of the World]]'' berkomentar bahwa "makin diterima secara luas bahwa tetrapoda, termasuk kita sendiri, hanyalah ikan bertulang sejati yang termodifikasi, sehingga kami merasa nyaman menggunakan takson Osteichthyes sebagai sebuah klad, yang kini mencakup semua tetrapoda".
[[Keanekaragaman hayati]] ikan yang masih ada terdistribusi secara tidak merata di antara berbagai kelompok; [[teleostei]], ikan bertulang sejati yang [[Kinesis kranial|mampu menonjolkan rahangnya]], menyusun 96% dari spesies ikan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikan&oldid=29462059 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Kladogram]]<ref>Matt Friedman. ''Five hundred million years of extinction and recovery: A Phanerozoic survey of large-scale diversity patterns in fishes''. ''Palaeontology''. June 2012. Vol. 55 (4). hlm. 707–742. doi:10.1111/j.1475-4983.2012.01165.x.</ref> berikut menunjukkan [[filogeni|hubungan evolusioner]] dari semua kelompok ikan yang masih hidup (dengan keanekaragamannya masing-masing<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikan&oldid=29462059 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>) dan tetrapoda.<ref>[https://www.iucnredlist.org/resources/summary-statistics Summary Statistics]. ''IUCN Red List of Threatened Species''. Table 1a: [https://nc.iucnredlist.org/redlist/content/attachment_files/2023-1_RL_Table_1a.pdf Number of species evaluated in relation to the overall number of described species, and numbers of threatened species by major groups of organisms]</ref> Kelompok yang telah [[punah]] ditandai dengan tanda belati (†); kelompok dengan penempatan yang tidak pasti<ref>Matt Friedman. ''Five hundred million years of extinction and recovery: A Phanerozoic survey of large-scale diversity patterns in fishes''. ''Palaeontology''. June 2012. Vol. 55 (4). hlm. 707–742. doi:10.1111/j.1475-4983.2012.01165.x.</ref> diberi label dengan tanda tanya (?) dan garis putus-putus (- - - - -). Kelompok dengan lebih dari 25.000 spesies dicetak '''tebal'''.
 
[[Keanekaragaman hayati]] ikan yang masih ada terdistribusi secara tidak merata di antara berbagai kelompok; [[teleostei]], ikan bertulang sejati yang [[Kinesis kranial|mampu menonjolkan rahangnya]], menyusun 96% dari spesies ikan. [[Kladogram]] berikut menunjukkan [[filogeni|hubungan evolusioner]] dari semua kelompok ikan yang masih hidup (dengan keanekaragamannya masing-masing) dan tetrapoda. Kelompok yang telah [[punah]] ditandai dengan tanda belati (†); kelompok dengan penempatan yang tidak pasti diberi label dengan tanda tanya (?) dan garis putus-putus (- - - - -). Kelompok dengan lebih dari 25.000 spesies dicetak '''tebal'''.
 


=== Taksonomi ===
=== Taksonomi ===
Ikan (tanpa tetrapoda) adalah kelompok [[parafiletik]] dan karena alasan ini, kelas Pisces yang terlihat dalam karya referensi lama tidak lagi digunakan dalam klasifikasi formal. Klasifikasi tradisional membagi ikan menjadi tiga [[kelas (biologi)|kelas]] [[takson yang masih ada|yang masih ada]] ("[[Agnatha]]", [[Chondrichthyes]], dan "[[Osteichthyes]]"), dengan bentuk-bentuk punah yang terkadang diklasifikasikan di dalam kelompok-kelompok tersebut, atau terkadang sebagai kelas tersendiri.<ref>M.J. Benton. [https://bpb-eu-w2.wpmucdn.com/blogs.bristol.ac.uk/dist/5/537/files/2019/08/1998qualityvfr.pdf The adequacy of the fossil record]. Wiley. 1998. hlm. 269–303, Fig. 2. ISBN 978-0-471-96988-4.</ref>


 
Ikan menyumbang lebih dari separuh spesies vertebrata. Per tahun 2016, terdapat lebih dari 32.000 spesies ikan bertulang sejati yang telah dideskripsikan, lebih dari 1.100 spesies ikan bertulang rawan, dan lebih dari 100 hagfish dan lamprey. Sepertiga dari jumlah tersebut termasuk dalam sembilan famili terbesar; dari yang terbesar hingga terkecil, famili tersebut adalah [[Cyprinidae]], [[Gobiidae]], [[Cichlidae]], [[Characidae]], [[Loricariidae]], [[Balitoridae]], [[Serranidae]], [[Labridae]], dan [[Scorpaenidae]]. Sekitar 64 famili bersifat [[monotipik]], yang hanya memuat satu spesies.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikan&oldid=29462059 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
Ikan (tanpa tetrapoda) adalah kelompok [[parafiletik]] dan karena alasan ini, kelas Pisces yang terlihat dalam karya referensi lama tidak lagi digunakan dalam klasifikasi formal. Klasifikasi tradisional membagi ikan menjadi tiga [[kelas (biologi)|kelas]] [[takson yang masih ada|yang masih ada]] ("[[Agnatha]]", [[Chondrichthyes]], dan "[[Osteichthyes]]"), dengan bentuk-bentuk punah yang terkadang diklasifikasikan di dalam kelompok-kelompok tersebut, atau terkadang sebagai kelas tersendiri.
 
Ikan menyumbang lebih dari separuh spesies vertebrata. Per tahun 2016, terdapat lebih dari 32.000 spesies ikan bertulang sejati yang telah dideskripsikan, lebih dari 1.100 spesies ikan bertulang rawan, dan lebih dari 100 hagfish dan lamprey. Sepertiga dari jumlah tersebut termasuk dalam sembilan famili terbesar; dari yang terbesar hingga terkecil, famili tersebut adalah [[Cyprinidae]], [[Gobiidae]], [[Cichlidae]], [[Characidae]], [[Loricariidae]], [[Balitoridae]], [[Serranidae]], [[Labridae]], dan [[Scorpaenidae]]. Sekitar 64 famili bersifat [[monotipik]], yang hanya memuat satu spesies.


=== Keanekaragaman ===
=== Keanekaragaman ===
 
Ukuran ikan berkisar dari [[hiu paus]] raksasa sepanjang  hingga beberapa teleostei mungil yang hanya sepanjang , seperti cyprinidae ''[[Paedocypris progenetica]]'' dan [[Schindleria brevipinguis|stout infantfish]].<ref>Craig R. McClain. ''Sizing ocean giants: patterns of intraspecific size variation in marine megafauna''. ''PeerJ''. 2015-01-13. Vol. 3. doi:10.7717/peerj.715.</ref><ref>Maurice Kottelat. [http://www.eurocean.org/np4/file/133/Paedocypris_20__20the_20world_20s_20smal.pdf ''Paedocypris'', a new genus of Southeast Asian cyprinid fish with a remarkable sexual dimorphism, comprises the world's smallest vertebrate]. ''Proceedings of the Royal Society B''. 2005. Vol. 273 (1589). hlm. 895–899. doi:10.1098/rspb.2005.3419.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikan&oldid=29462059 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 
Ukuran ikan berkisar dari [[hiu paus]] raksasa sepanjang  hingga beberapa teleostei mungil yang hanya sepanjang , seperti cyprinidae ''[[Paedocypris progenetica]]'' dan [[Schindleria brevipinguis|stout infantfish]].
 


Performa renang bervariasi mulai dari ikan seperti tuna, [[salmon]], dan [[Carangidae|kuwe]] yang dapat menempuh jarak 10–20 kali panjang tubuh per detik hingga spesies seperti [[sidat]] dan [[Batoidea|pari]] yang berenang tidak lebih dari 0,5 kali panjang tubuh per detik.
Performa renang bervariasi mulai dari ikan seperti tuna, [[salmon]], dan [[Carangidae|kuwe]] yang dapat menempuh jarak 10–20 kali panjang tubuh per detik hingga spesies seperti [[sidat]] dan [[Batoidea|pari]] yang berenang tidak lebih dari 0,5 kali panjang tubuh per detik.


Ikan pada umumnya bersifat [[ektoterm|berdarah dingin]], memiliki tubuh [[Garis arus, garis rekam, dan garis lintasan|terampingkan]] untuk berenang cepat, mengekstrak oksigen dari air menggunakan insang, memiliki dua set sirip berpasangan, satu atau dua sirip punggung, sirip dubur dan sirip ekor, rahang, kulit yang tertutup [[sisik]], serta bertelur. Setiap kriteria tersebut memiliki pengecualian, yang menciptakan keanekaragaman luas dalam bentuk tubuh dan cara hidup. Sebagai contoh, beberapa ikan perenang cepat berdarah panas, sementara beberapa ikan perenang lambat telah meninggalkan bentuk tubuh terampingkan demi bentuk tubuh lainnya.
Ikan pada umumnya bersifat [[ektoterm|berdarah dingin]], memiliki tubuh [[Garis arus, garis rekam, dan garis lintasan|terampingkan]] untuk berenang cepat, mengekstrak oksigen dari air menggunakan insang, memiliki dua set sirip berpasangan, satu atau dua sirip punggung, sirip dubur dan sirip ekor, rahang, kulit yang tertutup [[sisik]], serta bertelur. Setiap kriteria tersebut memiliki pengecualian, yang menciptakan keanekaragaman luas dalam bentuk tubuh dan cara hidup. Sebagai contoh, beberapa ikan perenang cepat berdarah panas, sementara beberapa ikan perenang lambat telah meninggalkan bentuk tubuh terampingkan demi bentuk tubuh lainnya.


== Ekologi ==
== Ekologi ==
=== Habitat ===
=== Habitat ===
Spesies ikan secara kasar terbagi rata antara ekosistem [[air tawar]] dan laut (samudra); terdapat sekitar 15.200 spesies air tawar dan sekitar 14.800 spesies laut.<ref>Stéphanie Manel. ''Global determinants of freshwater and marine fish genetic diversity''. ''Nature Communications''. 2020-02-10. Vol. 11 (1). hlm. 692. doi:10.1038/s41467-020-14409-7.</ref> [[Terumbu karang]] di [[Indo-Pasifik]] merupakan pusat keanekaragaman bagi ikan laut,<ref>Nicolas Hubert. ''Cryptic Diversity in Indo-Pacific Coral-Reef Fishes Revealed by DNA-Barcoding Provides New Support to the Centre-of-Overlap Hypothesis''. ''PLOS ONE''. 2012-03-15. Vol. 7 (3). doi:10.1371/journal.pone.0028987.</ref> sedangkan ikan air tawar kontinental paling beragam di [[daerah aliran sungai]] besar di [[hutan hujan tropis]], terutama di cekungan [[Cekungan Amazon|Amazon]], [[Cekungan Kongo|Kongo]], dan [[Mekong]].<ref>Peter van der Sleen. ''Encyclopedia of Inland Waters''. Elsevier. 2022. hlm. 243–255. doi:10.1016/b978-0-12-819166-8.00056-6. ISBN 978-0-12-822041-2.</ref> Lebih dari 5.600 spesies ikan menghuni perairan tawar [[Neotropis]] saja, sehingga [[ikan Neotropis]] mewakili sekitar 10% dari seluruh spesies [[vertebrata]] di Bumi.<ref>James S. Albert. ''Aquatic Biodiversity in the Amazon: Habitat Specialization and Geographic Isolation Promote Species Richness''. ''Animals''. June 2011. Vol. 1 (2). hlm. 205–241. doi:10.3390/ani1020205.</ref>


Ikan melimpah di sebagian besar badan air. Mereka dapat ditemukan di hampir semua lingkungan akuatik, mulai dari [[aliran sungai gunung]] yang tinggi (misalnya, [[Salvelinus|char]] dan [[Gobio gobio|gudgeon]]) hingga kedalaman [[zona abisal|abisal]] dan bahkan [[zona hadal|hadal]] di lautan terdalam (misalnya, [[Ophidiiformes|cusk-eel]] dan [[Liparidae|snailfish]]), meskipun tidak ada yang ditemukan di 25% bagian terdalam lautan.<ref>P.H. Yancey. ''Marine fish may be biochemically constrained from inhabiting the deepest ocean depths''. ''PNAS''. 2014. Vol. 111 (12). hlm. 4461–4465. doi:10.1073/pnas.1322003111.</ref> Ikan yang hidup paling dalam di lautan yang ditemukan sejauh ini adalah sejenis cusk-eel, ''[[Abyssobrotula galatheae]]'', yang tercatat di dasar [[Palung Puerto Riko]] pada kedalaman .<ref>[http://australianmuseum.net.au/what-is-the-deepest-living-fish What is the deepest-living fish?]. ''Australian Museum''. 23 December 2014.</ref>


Spesies ikan secara kasar terbagi rata antara ekosistem [[air tawar]] dan laut (samudra); terdapat sekitar 15.200 spesies air tawar dan sekitar 14.800 spesies laut. [[Terumbu karang]] di [[Indo-Pasifik]] merupakan pusat keanekaragaman bagi ikan laut, sedangkan ikan air tawar kontinental paling beragam di [[daerah aliran sungai]] besar di [[hutan hujan tropis]], terutama di cekungan [[Cekungan Amazon|Amazon]], [[Cekungan Kongo|Kongo]], dan [[Mekong]]. Lebih dari 5.600 spesies ikan menghuni perairan tawar [[Neotropis]] saja, sehingga [[ikan Neotropis]] mewakili sekitar 10% dari seluruh spesies [[vertebrata]] di Bumi.
Dalam hal suhu, [[Neopagetopsis ionah|Jonah's icefish]] hidup di perairan dingin di Samudra Selatan, termasuk di bawah [[Paparan Es Filchner–Ronne]] pada lintang 79°LS,<ref>Autun Purser. ''A vast icefish breeding colony discovered in the Antarctic''. ''Current Biology''. 2022. Vol. 32 (4). hlm. 842–850.e4. doi:10.1016/j.cub.2021.12.022.</ref> sementara [[Cyprinodon macularius|pupfish gurun]] hidup di mata air, sungai, dan rawa gurun, yang terkadang sangat asin, dengan suhu air mencapai 36 °C.<ref>Paul C. Marsh. [https://ecos.fws.gov/docs/recovery_plan/931208b.pdf Desert Pupfish (Cyprinodon macularius) Recovery Plan]. United States Fish and Wildlife Service. 1993.</ref><ref>Joy B. Shrode. ''Effects of Constant and Fluctuating Temperatures on Reproductive Performance of a Desert Pupfish, ''Cyprinodon n. nevadensis''''. ''Physiological Zoology''. 1977. Vol. 50 (1). hlm. 1–10. doi:10.1086/physzool.50.1.30155710.</ref>
 
Ikan melimpah di sebagian besar badan air. Mereka dapat ditemukan di hampir semua lingkungan akuatik, mulai dari [[aliran sungai gunung]] yang tinggi (misalnya, [[Salvelinus|char]] dan [[Gobio gobio|gudgeon]]) hingga kedalaman [[zona abisal|abisal]] dan bahkan [[zona hadal|hadal]] di lautan terdalam (misalnya, [[Ophidiiformes|cusk-eel]] dan [[Liparidae|snailfish]]), meskipun tidak ada yang ditemukan di 25% bagian terdalam lautan. Ikan yang hidup paling dalam di lautan yang ditemukan sejauh ini adalah sejenis cusk-eel, ''[[Abyssobrotula galatheae]]'', yang tercatat di dasar [[Palung Puerto Riko]] pada kedalaman .


Dalam hal suhu, [[Neopagetopsis ionah|Jonah's icefish]] hidup di perairan dingin di Samudra Selatan, termasuk di bawah [[Paparan Es Filchner–Ronne]] pada lintang 79°LS, sementara [[Cyprinodon macularius|pupfish gurun]] hidup di mata air, sungai, dan rawa gurun, yang terkadang sangat asin, dengan suhu air mencapai 36 °C.
Beberapa ikan hidup sebagian besar di darat atau bertelur di darat dekat air.<ref>K.L.M. Martin. ''Beach-Spawning Fishes: Reproduction in an Endangered Ecosystem''. CRC Press. 2014. ISBN 978-1-4822-0797-2.</ref> [[Gelodok]] mencari makan dan berinteraksi satu sama lain di dataran lumpur dan masuk ke dalam air untuk bersembunyi di liang mereka.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikan&oldid=29462059 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Satu [[spesies yang belum dideskripsikan]] dari ''[[Phreatobius]]'' telah disebut sebagai "ikan darat" sejati karena lele mirip cacing ini hidup sepenuhnya di antara [[serasah]] yang tergenang air.<ref>[http://www.planetcatfish.com/catelog/species.php?species_id=646 Cat-eLog: Heptapteridae: ''Phreatobius'': ''Phreatobius'' sp. (1)]. ''Planet Catfish''.</ref><ref>P.A. Henderson. [https://archive.org/details/journal-fish-biology_1990-09_37_3/page/401 Spatial organization and population density of the fish community of the litter banks within a central Amazonian blackwater stream]. ''Journal of Fish Biology''. 1990. Vol. 37 (3). hlm. 401–411. doi:10.1111/j.1095-8649.1990.tb05871.x.</ref> [[Ikan gua]] dari berbagai famili hidup di [[danau bawah tanah]], [[sungai bawah tanah]], atau [[akuifer]].<ref>G.S. Helfman. [https://archive.org/details/fishconservation0000helf Fish Conservation: A Guide to Understanding and Restoring Global Aquatic Biodiversity and Fishery Resources]. Island Press. 2007. hlm. [https://archive.org/details/fishconservation0000helf/page/41 41]–42. ISBN 978-1-55963-595-0.</ref>
 
Beberapa ikan hidup sebagian besar di darat atau bertelur di darat dekat air. [[Gelodok]] mencari makan dan berinteraksi satu sama lain di dataran lumpur dan masuk ke dalam air untuk bersembunyi di liang mereka. Satu [[spesies yang belum dideskripsikan]] dari ''[[Phreatobius]]'' telah disebut sebagai "ikan darat" sejati karena lele mirip cacing ini hidup sepenuhnya di antara [[serasah]] yang tergenang air. [[Ikan gua]] dari berbagai famili hidup di [[danau bawah tanah]], [[sungai bawah tanah]], atau [[akuifer]].


=== Parasit dan predator ===
=== Parasit dan predator ===
Seperti hewan lainnya, ikan juga mengalami [[parasitisme]]. Beberapa spesies menggunakan [[ikan pembersih]] untuk menghilangkan parasit eksternal. Yang paling terkenal di antaranya adalah [[Labroides dimidiatus|keling pembersih]] dari [[terumbu karang]] di samudra [[Samudra Hindia|Hindia]] dan [[Samudra Pasifik|Pasifik]]. Ikan-ikan kecil ini menjaga stasiun pembersihan tempat ikan lain berkumpul dan melakukan gerakan khusus untuk menarik perhatian para pembersih tersebut. Perilaku pembersihan telah diamati pada sejumlah kelompok ikan, termasuk kasus menarik antara dua cichlid dari genus yang sama, ''[[Etroplus maculatus]]'', sang pembersih, dan ''[[Etroplus suratensis]]'' yang jauh lebih besar.<ref>Richard L. Wyman. [https://archive.org/details/sim_copeia_1972-12-29_4/page/834 A Cleaning Symbiosis between the Cichlid Fishes ''Etroplus maculatus'' and ''Etroplus suratensis''. I. Description and Possible Evolution]. ''Copeia''. 1972. Vol. 1972 (4). hlm. 834–838. doi:10.2307/1442742.</ref>


 
Ikan menempati banyak [[tingkat trofik]] dalam [[jaring-jaring makanan]] air tawar dan laut. Ikan di tingkat yang lebih tinggi [[Ikan predator|bersifat predator]], dan sebagian besar mangsanya terdiri dari ikan lain.<ref>Ransom A. Myers. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_2003-05-15_423_6937/page/280 Rapid worldwide depletion of predatory fish communities]. ''Nature''. Springer Science and Business Media. 2003. Vol. 423 (6937). hlm. 280–283. doi:10.1038/nature01610.</ref> Selain itu, mamalia seperti [[lumba-lumba]] dan [[Pinniped|anjing laut]] memangsa ikan, bersama dengan burung seperti [[gannet]] dan [[Phalacrocoracidae|kormoran]].<ref>[https://www.nwcouncil.org/fish-and-wildlife/fw-topics/predation/ Predation]. Northwest Power and Conservation Council.</ref>
Seperti hewan lainnya, ikan juga mengalami [[parasitisme]]. Beberapa spesies menggunakan [[ikan pembersih]] untuk menghilangkan parasit eksternal. Yang paling terkenal di antaranya adalah [[Labroides dimidiatus|keling pembersih]] dari [[terumbu karang]] di samudra [[Samudra Hindia|Hindia]] dan [[Samudra Pasifik|Pasifik]]. Ikan-ikan kecil ini menjaga stasiun pembersihan tempat ikan lain berkumpul dan melakukan gerakan khusus untuk menarik perhatian para pembersih tersebut. Perilaku pembersihan telah diamati pada sejumlah kelompok ikan, termasuk kasus menarik antara dua cichlid dari genus yang sama, ''[[Etroplus maculatus]]'', sang pembersih, dan ''[[Etroplus suratensis]]'' yang jauh lebih besar.
 
Ikan menempati banyak [[tingkat trofik]] dalam [[jaring-jaring makanan]] air tawar dan laut. Ikan di tingkat yang lebih tinggi [[Ikan predator|bersifat predator]], dan sebagian besar mangsanya terdiri dari ikan lain. Selain itu, mamalia seperti [[lumba-lumba]] dan [[Pinniped|anjing laut]] memangsa ikan, bersama dengan burung seperti [[gannet]] dan [[Phalacrocoracidae|kormoran]].
 


== Anatomi dan fisiologi ==
== Anatomi dan fisiologi ==
=== Lokomosi ===
=== Lokomosi ===
Tubuh ikan pada umumnya beradaptasi untuk berenang secara efisien dengan mengontraksikan set [[otot]] berpasangan di kedua sisi tulang punggung secara bergantian. Kontraksi ini membentuk kurva berbentuk S yang bergerak ke bawah tubuh. Saat setiap kurva mencapai sirip ekor, gaya diterapkan ke air, yang mendorong ikan ke depan. Sirip lainnya bertindak sebagai [[Permukaan kendali penerbangan|permukaan kendali]] layaknya flap pada pesawat terbang, yang memungkinkan ikan untuk mengemudi ke segala arah.<ref>M. Sfakiotakis. [http://www.mor-fin.com/Science-related-links_files/http___www.ece.eps.hw.ac.uk_Research_oceans_people_Michael_Sfakiotakis_IEEEJOE_99.pdf Review of Fish Swimming Modes for Aquatic Locomotion]. ''IEEE Journal of Oceanic Engineering''. 1999. Vol. 24 (2). hlm. 237–252. doi:10.1109/48.757275.</ref>


Karena massa jenis jaringan tubuh lebih besar daripada air, ikan harus mengompensasi perbedaan tersebut atau mereka akan tenggelam. Banyak ikan bertulang sejati memiliki organ internal yang disebut [[gelembung renang]] yang memungkinkan mereka menyesuaikan [[daya apung]] dengan menambah atau mengurangi jumlah gas di dalamnya.<ref>[https://ucmp.berkeley.edu/vertebrates/actinopterygii/actinomm.html Actinopterygii: More on Morphology]. University of California Museum of Paleontology.</ref>


Tubuh ikan pada umumnya beradaptasi untuk berenang secara efisien dengan mengontraksikan set [[otot]] berpasangan di kedua sisi tulang punggung secara bergantian. Kontraksi ini membentuk kurva berbentuk S yang bergerak ke bawah tubuh. Saat setiap kurva mencapai sirip ekor, gaya diterapkan ke air, yang mendorong ikan ke depan. Sirip lainnya bertindak sebagai [[Permukaan kendali penerbangan|permukaan kendali]] layaknya flap pada pesawat terbang, yang memungkinkan ikan untuk mengemudi ke segala arah.
[[Sisik ikan|Sisik pada ikan]] memberikan perlindungan dari [[Predasi|predator]] dengan konsekuensi menambah kekakuan dan berat tubuh.<ref>Haocheng Quan. ''Structure and Mechanical Adaptability of a Modern Elasmoid Fish Scale from the Common Carp''. ''Matter''. 2020. Vol. 3 (3). hlm. 842–863. doi:10.1016/j.matt.2020.05.011.</ref> Sisik ikan sering kali sangat reflektif; [[Kamuflase#Pemerakan|pewarnaan perak ini memberikan kamuflase]] di lautan terbuka. Karena air di sekelilingnya memiliki warna yang sama, memantulkan citra air tersebut membuat ikan nyaris tak terlihat.<ref>Peter Herring. [https://archive.org/details/biologyofdeepoce0000herr The Biology of the Deep Ocean]. Oxford University Press. 2002. hlm. [https://archive.org/details/biologyofdeepoce0000herr/page/192 192]–195. ISBN 978-0-19-854956-7.</ref>
 
 
Karena massa jenis jaringan tubuh lebih besar daripada air, ikan harus mengompensasi perbedaan tersebut atau mereka akan tenggelam. Banyak ikan bertulang sejati memiliki organ internal yang disebut [[gelembung renang]] yang memungkinkan mereka menyesuaikan [[daya apung]] dengan menambah atau mengurangi jumlah gas di dalamnya.
 
[[Sisik ikan|Sisik pada ikan]] memberikan perlindungan dari [[Predasi|predator]] dengan konsekuensi menambah kekakuan dan berat tubuh. Sisik ikan sering kali sangat reflektif; [[Kamuflase#Pemerakan|pewarnaan perak ini memberikan kamuflase]] di lautan terbuka. Karena air di sekelilingnya memiliki warna yang sama, memantulkan citra air tersebut membuat ikan nyaris tak terlihat.
 


=== Peredaran darah ===
=== Peredaran darah ===
 
Ikan memiliki [[sistem peredaran darah|sistem peredaran darah tertutup]]. [[Jantung]] memompa darah dalam satu lintasan tunggal ke seluruh tubuh; sebagai perbandingan, jantung mamalia memiliki dua lintasan, satu menuju paru-paru untuk mengambil oksigen, dan satu lagi menuju tubuh untuk menyalurkan oksigen tersebut. Pada ikan, jantung memompa darah melalui insang. Darah yang kaya oksigen kemudian mengalir tanpa pemompaan lebih lanjut, tidak seperti pada mamalia, menuju jaringan tubuh. Akhirnya, darah yang miskin oksigen kembali ke jantung.<ref>[https://organismalbio.biosci.gatech.edu/nutrition-transport-and-homeostasis/animal-circulatory-systems/ Animal Circulatory Systems]. Georgia Tech.</ref>
 
Ikan memiliki [[sistem peredaran darah|sistem peredaran darah tertutup]]. [[Jantung]] memompa darah dalam satu lintasan tunggal ke seluruh tubuh; sebagai perbandingan, jantung mamalia memiliki dua lintasan, satu menuju paru-paru untuk mengambil oksigen, dan satu lagi menuju tubuh untuk menyalurkan oksigen tersebut. Pada ikan, jantung memompa darah melalui insang. Darah yang kaya oksigen kemudian mengalir tanpa pemompaan lebih lanjut, tidak seperti pada mamalia, menuju jaringan tubuh. Akhirnya, darah yang miskin oksigen kembali ke jantung.


=== Pernapasan ===
=== Pernapasan ===
==== Insang ====
==== Insang ====
 
Ikan melakukan pertukaran gas menggunakan [[insang]] di kedua sisi [[faring]]. Insang terdiri dari struktur seperti sisir yang disebut filamen. Setiap filamen mengandung jaringan [[pembuluh darah kapiler|kapiler]] yang menyediakan [[luas permukaan]] yang besar untuk pertukaran [[oksigen]] dan [[karbon dioksida]]. Ikan bertukar gas dengan menarik air yang kaya oksigen melalui mulutnya dan memompanya melewati insang. Darah kapiler di insang mengalir ke arah yang berlawanan dengan air, menghasilkan [[pertukaran lawan arus]] yang efisien. Insang mendorong air yang miskin oksigen keluar melalui bukaan di sisi faring. Ikan bertulang rawan memiliki beberapa bukaan insang: hiu biasanya memiliki lima, terkadang enam atau tujuh pasang; mereka sering kali harus berenang untuk mengoksigenasi insang mereka. Ikan bertulang sejati memiliki satu bukaan insang di setiap sisi, yang tersembunyi di bawah penutup tulang pelindung atau [[operkulum (ikan)|operkulum]]. Mereka mampu mengoksigenasi insang mereka menggunakan otot-otot di kepala.<ref>Alfred Sherwood Romer. [https://archive.org/details/vertebratebody0000rome_a5a9 The Vertebrate Body]. Holt-Saunders International. 1977. hlm. [https://archive.org/details/vertebratebody0000rome_a5a9/page/316 316]–327. ISBN 0-03-910284-X.</ref>
 
Ikan melakukan pertukaran gas menggunakan [[insang]] di kedua sisi [[faring]]. Insang terdiri dari struktur seperti sisir yang disebut filamen. Setiap filamen mengandung jaringan [[pembuluh darah kapiler|kapiler]] yang menyediakan [[luas permukaan]] yang besar untuk pertukaran [[oksigen]] dan [[karbon dioksida]]. Ikan bertukar gas dengan menarik air yang kaya oksigen melalui mulutnya dan memompanya melewati insang. Darah kapiler di insang mengalir ke arah yang berlawanan dengan air, menghasilkan [[pertukaran lawan arus]] yang efisien. Insang mendorong air yang miskin oksigen keluar melalui bukaan di sisi faring. Ikan bertulang rawan memiliki beberapa bukaan insang: hiu biasanya memiliki lima, terkadang enam atau tujuh pasang; mereka sering kali harus berenang untuk mengoksigenasi insang mereka. Ikan bertulang sejati memiliki satu bukaan insang di setiap sisi, yang tersembunyi di bawah penutup tulang pelindung atau [[operkulum (ikan)|operkulum]]. Mereka mampu mengoksigenasi insang mereka menggunakan otot-otot di kepala.


==== Pernapasan udara ====
==== Pernapasan udara ====
Sekitar 400 spesies ikan dalam 50 familidapat menghirup udara, yang memungkinkan mereka hidup di air yang miskin oksigen atau muncul ke daratan.<ref>Jeffrey B. Graham. [https://www.researchgate.net/publication/263929585 Respiratory Physiology of Vertebrates]. Cambridge University Press. 2010. hlm. 174–221. doi:10.1017/CBO9780511845178.007. ISBN 978-0-521-87854-8.</ref> Kemampuan ikan untuk melakukan hal ini berpotensi dibatasi oleh peredaran darah lintasan tunggal mereka, karena darah beroksigen dari organ pernapasan udara mereka akan bercampur dengan darah terdeoksigenasi yang kembali ke jantung dari seluruh tubuh. Ikan paru-paru, bichir, ropefish, bowfin, snakefish, dan knifefish Afrika telah berevolusi untuk mengurangi percampuran tersebut, dan untuk mengurangi hilangnya oksigen dari insang ke air yang miskin oksigen.<ref>Jeffrey B. Graham. [https://www.researchgate.net/publication/263929585 Respiratory Physiology of Vertebrates]. Cambridge University Press. 2010. hlm. 174–221. doi:10.1017/CBO9780511845178.007. ISBN 978-0-521-87854-8.</ref>


 
Bichir dan ikan paru-paru memiliki paru-paru berpasangan mirip tetrapoda, yang mengharuskan mereka muncul ke permukaan untuk menelan udara, dan menjadikan mereka pembernapas udara obligat. Banyak ikan lain, termasuk penghuni [[kolam batu]] dan [[zona intertidal]], adalah pembernapas udara fakultatif, yang mampu menghirup udara saat berada di luar air, seperti yang mungkin terjadi setiap hari saat [[air surut]], dan menggunakan insang mereka saat berada di air. Beberapa ikan pesisir seperti [[Dialommus macrocephalus|rockskipper]] dan [[gelodok]] memilih untuk meninggalkan air guna mencari makan di habitat yang terpapar udara untuk sementara waktu.<ref>Jeffrey B. Graham. [https://www.researchgate.net/publication/263929585 Respiratory Physiology of Vertebrates]. Cambridge University Press. 2010. hlm. 174–221. doi:10.1017/CBO9780511845178.007. ISBN 978-0-521-87854-8.</ref> Beberapa ikan lele menyerap udara melalui saluran pencernaan mereka.<ref>Jonathan W. Armbruster. [http://www.auburn.edu/academic/science_math/res_area/loricariid/fish_key/Air.pdf Modifications of the Digestive Tract for Holding Air in Loricariid and Scoloplacid Catfishes]. ''Copeia''. 1998. Vol. 1998 (3). hlm. 663–675. doi:10.2307/1447796.</ref>
Sekitar 400 spesies ikan dalam 50 familidapat menghirup udara, yang memungkinkan mereka hidup di air yang miskin oksigen atau muncul ke daratan. Kemampuan ikan untuk melakukan hal ini berpotensi dibatasi oleh peredaran darah lintasan tunggal mereka, karena darah beroksigen dari organ pernapasan udara mereka akan bercampur dengan darah terdeoksigenasi yang kembali ke jantung dari seluruh tubuh. Ikan paru-paru, bichir, ropefish, bowfin, snakefish, dan knifefish Afrika telah berevolusi untuk mengurangi percampuran tersebut, dan untuk mengurangi hilangnya oksigen dari insang ke air yang miskin oksigen.
 
Bichir dan ikan paru-paru memiliki paru-paru berpasangan mirip tetrapoda, yang mengharuskan mereka muncul ke permukaan untuk menelan udara, dan menjadikan mereka pembernapas udara obligat. Banyak ikan lain, termasuk penghuni [[kolam batu]] dan [[zona intertidal]], adalah pembernapas udara fakultatif, yang mampu menghirup udara saat berada di luar air, seperti yang mungkin terjadi setiap hari saat [[air surut]], dan menggunakan insang mereka saat berada di air. Beberapa ikan pesisir seperti [[Dialommus macrocephalus|rockskipper]] dan [[gelodok]] memilih untuk meninggalkan air guna mencari makan di habitat yang terpapar udara untuk sementara waktu. Beberapa ikan lele menyerap udara melalui saluran pencernaan mereka.


=== Pencernaan ===
=== Pencernaan ===
 
Sistem pencernaan terdiri dari sebuah tabung, yaitu usus, yang membentang dari mulut hingga anus. Mulut sebagian besar ikan mengandung gigi untuk mencengkeram mangsa, menggigit atau mengikis bahan tanaman, atau menghancurkan makanan. Sebuah [[esofagus|kerongkongan]] membawa makanan ke lambung tempat makanan tersebut dapat disimpan dan dicerna sebagian. Sebuah sfingter, pilorus, melepaskan makanan ke usus secara berkala. Banyak ikan memiliki kantong berbentuk jari, [[seka pilorik]], di sekitar pilorus, yang fungsinya belum jelas. [[Pankreas]] mengeluarkan enzim ke dalam usus untuk mencerna makanan; enzim lain disekresikan secara langsung oleh usus itu sendiri. [[Hati (anatomi)|Hati]] memproduksi [[empedu]] yang membantu memecah lemak menjadi emulsi yang dapat diserap di dalam usus.<ref>[http://web.utk.edu/~rstrange/wfs550/html-con-pages/v-digest-sys.html Digestive System]. University of Tennessee.</ref>
Sistem pencernaan terdiri dari sebuah tabung, yaitu usus, yang membentang dari mulut hingga anus. Mulut sebagian besar ikan mengandung gigi untuk mencengkeram mangsa, menggigit atau mengikis bahan tanaman, atau menghancurkan makanan. Sebuah [[esofagus|kerongkongan]] membawa makanan ke lambung tempat makanan tersebut dapat disimpan dan dicerna sebagian. Sebuah sfingter, pilorus, melepaskan makanan ke usus secara berkala. Banyak ikan memiliki kantong berbentuk jari, [[seka pilorik]], di sekitar pilorus, yang fungsinya belum jelas. [[Pankreas]] mengeluarkan enzim ke dalam usus untuk mencerna makanan; enzim lain disekresikan secara langsung oleh usus itu sendiri. [[Hati (anatomi)|Hati]] memproduksi [[empedu]] yang membantu memecah lemak menjadi emulsi yang dapat diserap di dalam usus.


=== Ekskresi ===
=== Ekskresi ===
 
Sebagian besar ikan melepaskan limbah nitrogen mereka sebagai [[amonia]]. Zat ini dapat diekskresikan melalui insang atau di[[penyaringan|saring]] oleh [[ginjal]]. Garam diekskresikan oleh kelenjar rektal.<ref>Derek Burton. ''Oxford Scholarship Online''. Oxford University Press. 2017-12-21. Vol. 1. doi:10.1093/oso/9780198785552.003.0008.</ref> Ikan air laut cenderung kehilangan air melalui [[osmosis]]; ginjal mereka mengembalikan air ke tubuh, dan menghasilkan urine yang pekat. Hal sebaliknya terjadi pada [[ikan air tawar]]: mereka cenderung mendapatkan air secara osmotik, dan menghasilkan urine yang encer. Beberapa ikan memiliki ginjal yang mampu berfungsi baik di air tawar maupun air laut.<ref>J. Maetz. ''Fish gills: mechanisms of salt transfer in fresh water and sea water''. ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London B''. 1971-08-20. Vol. 262 (842). hlm. 209–249. doi:10.1098/rstb.1971.0090.</ref>
Sebagian besar ikan melepaskan limbah nitrogen mereka sebagai [[amonia]]. Zat ini dapat diekskresikan melalui insang atau di[[penyaringan|saring]] oleh [[ginjal]]. Garam diekskresikan oleh kelenjar rektal. Ikan air laut cenderung kehilangan air melalui [[osmosis]]; ginjal mereka mengembalikan air ke tubuh, dan menghasilkan urine yang pekat. Hal sebaliknya terjadi pada [[ikan air tawar]]: mereka cenderung mendapatkan air secara osmotik, dan menghasilkan urine yang encer. Beberapa ikan memiliki ginjal yang mampu berfungsi baik di air tawar maupun air laut.


=== Otak ===
=== Otak ===
Ikan memiliki otak yang kecil relatif terhadap ukuran tubuh jika dibandingkan dengan vertebrata lain, biasanya seperlima belas massa otak burung atau mamalia yang berukuran sama. Namun, beberapa ikan memiliki otak yang relatif besar, terutama [[Mormyridae|mormyrid]] dan [[hiu]], yang memiliki otak yang kira-kira sama besarnya untuk berat badan mereka seperti burung dan [[marsupial]]. Di bagian depan otak terdapat [[lobus olfaktorius]], sepasang struktur yang menerima dan memproses sinyal dari [[lubang hidung]] melalui dua [[saraf olfaktorius]].
Ikan memiliki otak yang kecil relatif terhadap ukuran tubuh jika dibandingkan dengan vertebrata lain, biasanya seperlima belas massa otak burung atau mamalia yang berukuran sama. Namun, beberapa ikan memiliki otak yang relatif besar, terutama [[Mormyridae|mormyrid]] dan [[hiu]], yang memiliki otak yang kira-kira sama besarnya untuk berat badan mereka seperti burung dan [[marsupial]]. Di bagian depan otak terdapat [[lobus olfaktorius]], sepasang struktur yang menerima dan memproses sinyal dari [[lubang hidung]] melalui dua [[saraf olfaktorius]].


Baris 129: Baris 94:


=== Sistem sensorik ===
=== Sistem sensorik ===
Sistem [[gurat sisi]] adalah jaringan sensor di kulit yang mendeteksi arus dan getaran lembut, serta merasakan gerakan ikan di dekatnya, baik predator maupun mangsa.<ref>Horst Bleckmann. ''Lateral line system of fish''. ''Integrative Zoology''. 2009-03-01. Vol. 4 (1). hlm. 13–25. doi:10.1111/j.1749-4877.2008.00131.x.</ref> Hal ini dapat dianggap sebagai indra [[peraba]] sekaligus [[pendengaran]]. [[Ikan gua buta]] bernavigasi hampir sepenuhnya melalui sensasi dari sistem gurat sisi mereka.<ref>Peter Godfrey-Smith. [https://archive.org/details/metazoaanimallif0000godf Metazoa]. Farrar, Straus and Giroux. 2020. ISBN 978-0-374-20794-6.</ref> Beberapa ikan, seperti lele dan hiu, memiliki [[ampula Lorenzini]], [[elektroseptor]] yang mendeteksi arus listrik lemah dalam orde milivolt.<ref>J. S. Albert. [https://archive.org/details/physiologyoffish0000unse_g9g6 The Physiology of Fishes]. CRC Press. 2006. hlm. [https://archive.org/details/physiologyoffish0000unse_g9g6/page/429 429]–470. ISBN 978-0-8493-2022-4.</ref>


[[Penglihatan pada ikan|Penglihatan]] adalah [[sistem sensorik]] penting pada ikan.<ref>D. M. Guthrie. ''The Behaviour of Teleost Fishes''. Springer. 1986. hlm. 75–113. doi:10.1007/978-1-4684-8261-4_4. ISBN 978-1-4684-8263-8.</ref> Mata ikan mirip dengan mata [[hewan darat|hewan terestrial]] [[vertebrata]] seperti [[penglihatan burung|burung]] dan mamalia, tetapi memiliki [[lensa (anatomi)|lensa]] yang lebih [[bola|bulat]].<ref>D. M. Guthrie. ''The Behaviour of Teleost Fishes''. Springer. 1986. hlm. 75–113. doi:10.1007/978-1-4684-8261-4_4. ISBN 978-1-4684-8263-8.</ref> [[Retina]] mereka umumnya memiliki [[sel batang]] dan [[sel kerucut]] (untuk [[penglihatan skotopik]] dan [[penglihatan fotopik]]); banyak spesies memiliki [[penglihatan warna]], sering kali dengan tiga jenis sel kerucut.<ref>D. M. Guthrie. ''The Behaviour of Teleost Fishes''. Springer. 1986. hlm. 75–113. doi:10.1007/978-1-4684-8261-4_4. ISBN 978-1-4684-8263-8.</ref> Teleostei dapat melihat [[cahaya terpolarisasi]];<ref>Craig W. Hawryshyn. ''Ultraviolet Polarization Vision and Visually Guided Behavior in Fishes''. ''Brain, Behavior and Evolution''. 2010. Vol. 75 (3). hlm. 186–194. doi:10.1159/000314275.</ref> beberapa seperti cyprinid memiliki jenis sel kerucut keempat yang mendeteksi [[ultraviolet]].<ref>D. M. Guthrie. ''The Behaviour of Teleost Fishes''. Springer. 1986. hlm. 75–113. doi:10.1007/978-1-4684-8261-4_4. ISBN 978-1-4684-8263-8.</ref> Di antara [[ikan tak berrahang]], [[lamprey]] memiliki mata yang berkembang baik,<ref>V. Benno Meyer-Rochow. ''Review of larval and postlarval eye ultrastructure in the lamprey (cyclostomata) with special emphasis on ''Geotria australis'' (gray)''. ''Microscopy Research and Technique''. 1996. Vol. 35 (6). hlm. 431–444. doi:10.1002/(SICI)1097-0029(19961215)35:6 3.0.CO;2-L.</ref> sementara [[hagfish]] hanya memiliki bintik mata primitif.<ref>Trevor D. Lamb. ''Evolution of the vertebrate eye: opsins, photoreceptors, retina and eye cup''. ''Nature Reviews Neuroscience''. 2007. Vol. 8 (12). hlm. 960–976. doi:10.1038/nrn2283. Lihat juga [https://link.springer.com/content/pdf/10.1007/s12052-008-0091-2.pdf Lamb et al.'s "The origin of the Vertebrate Eye", 2008.]</ref>


Sistem [[gurat sisi]] adalah jaringan sensor di kulit yang mendeteksi arus dan getaran lembut, serta merasakan gerakan ikan di dekatnya, baik predator maupun mangsa. Hal ini dapat dianggap sebagai indra [[peraba]] sekaligus [[pendengaran]]. [[Ikan gua buta]] bernavigasi hampir sepenuhnya melalui sensasi dari sistem gurat sisi mereka. Beberapa ikan, seperti lele dan hiu, memiliki [[ampula Lorenzini]], [[elektroseptor]] yang mendeteksi arus listrik lemah dalam orde milivolt.
[[Pendengaran pada ikan|Pendengaran]] juga merupakan sistem sensorik penting pada ikan. Ikan merasakan suara menggunakan gurat sisi dan [[otolith]] di telinga mereka, di dalam kepala mereka. Beberapa dapat mendeteksi suara melalui gelembung renang.<ref>A. D. Hawkins. [https://books.google.com/books?id=egP3BwAAQBAJ Hearing and Sound Communication in Fishes]. Springer. 1981. hlm. 109–138. ISBN 978-1-4615-7188-9.</ref>


[[Penglihatan pada ikan|Penglihatan]] adalah [[sistem sensorik]] penting pada ikan. Mata ikan mirip dengan mata [[hewan darat|hewan terestrial]] [[vertebrata]] seperti [[penglihatan burung|burung]] dan mamalia, tetapi memiliki [[lensa (anatomi)|lensa]] yang lebih [[bola|bulat]]. [[Retina]] mereka umumnya memiliki [[sel batang]] dan [[sel kerucut]] (untuk [[penglihatan skotopik]] dan [[penglihatan fotopik]]); banyak spesies memiliki [[penglihatan warna]], sering kali dengan tiga jenis sel kerucut. Teleostei dapat melihat [[cahaya terpolarisasi]]; beberapa seperti cyprinid memiliki jenis sel kerucut keempat yang mendeteksi [[ultraviolet]]. Di antara [[ikan tak berrahang]], [[lamprey]] memiliki mata yang berkembang baik, sementara [[hagfish]] hanya memiliki bintik mata primitif.
Beberapa ikan, termasuk salmon, mampu melakukan [[magnetoresepsi]]; ketika sumbu medan magnet diubah di sekitar tangki bundar berisi ikan muda, mereka mengarahkan kembali diri mereka agar segaris dengan medan tersebut.<ref>Thomas P. Quinn. [https://archive.org/details/journal-of-comparative-physiology_1980_137_3/page/243 Evidence for celestial and magnetic compass orientation in lake migrating sockeye salmon fry]. ''Journal of Comparative Physiology A''. 1980. Vol. 137 (3). hlm. 243–248. doi:10.1007/bf00657119.</ref><ref>P. B. Taylor. ''Experimental evidence for geomagnetic orientation in juvenile salmon, ''Oncorhynchus tschawytscha'' Walbaum''. ''Journal of Fish Biology''. May 1986. Vol. 28 (5). hlm. 607–623. doi:10.1111/j.1095-8649.1986.tb05196.x.</ref> Mekanisme magnetoresepsi ikan masih belum diketahui;<ref>Krzysztof Formicki. ''Magnetoreception in fish''. ''Journal of Fish Biology''. 2019. Vol. 95 (1). hlm. 73–91. doi:10.1111/jfb.13998.</ref> eksperimen pada burung menyiratkan [[mekanisme pasangan radikal]] kuantum.<ref>Peter J. Hore. [https://www.scientificamerican.com/article/how-migrating-birds-use-quantum-effects-to-navigate/ The Quantum Nature of Bird Migration]. ''Scientific American''. April 2022. hlm. 24–29.</ref>
 
[[Pendengaran pada ikan|Pendengaran]] juga merupakan sistem sensorik penting pada ikan. Ikan merasakan suara menggunakan gurat sisi dan [[otolith]] di telinga mereka, di dalam kepala mereka. Beberapa dapat mendeteksi suara melalui gelembung renang.
 
Beberapa ikan, termasuk salmon, mampu melakukan [[magnetoresepsi]]; ketika sumbu medan magnet diubah di sekitar tangki bundar berisi ikan muda, mereka mengarahkan kembali diri mereka agar segaris dengan medan tersebut. Mekanisme magnetoresepsi ikan masih belum diketahui; eksperimen pada burung menyiratkan [[mekanisme pasangan radikal]] kuantum.


=== Kognisi ===
=== Kognisi ===
 
Kapasitas kognitif ikan mencakup [[kesadaran diri]], sebagaimana teramati dalam [[uji cermin]]. [[Pari manta]] dan [[Labridae|ikan keling]] yang ditempatkan di depan cermin berulang kali memeriksa apakah perilaku bayangan mereka meniru gerakan tubuh mereka.<ref>Csilla Ari. ''Contingency checking and self-directed behaviors in giant manta rays: Do elasmobranchs have self-awareness?''. ''Journal of Ethology''. 2016-05-01. Vol. 34 (2). hlm. 167–174. doi:10.1007/s10164-016-0462-z.</ref><ref>Masanori Kohda. ''Cleaner wrasse pass the mark test. What are the implications for consciousness and self-awareness testing in animals?''. ''PLOS Biology''. 2018-08-21. Vol. 17 (2). hlm. 397067. doi:10.1371/journal.pbio.3000021.</ref> Ikan keling ''[[Choerodon]]'', [[ikan sumpit]], dan [[Gadus morhua|kod Atlantik]] mampu memecahkan masalah dan menciptakan alat.<ref>Jonathan Balcombe. [https://www.scientificamerican.com/article/fishes-use-problem-solving-and-invent-tools1/ Fishes Use Problem-Solving and Invent Tools]. 1 May 2017.</ref> Cichlid [[monogami pada hewan|monogami]] ''[[Amatitlania siquia]]'' menunjukkan perilaku pesimistis ketika dihalangi untuk bersama pasangannya.<ref>Chloé Laubu. ''Pair-bonding influences affective state in a monogamous fish species''. ''Proceedings of the Royal Society B''. 2019. Vol. 286 (1904). doi:10.1098/rspb.2019.0760.</ref> Ikan mengorientasikan diri menggunakan penanda tempat; mereka mungkin menggunakan peta mental berdasarkan berbagai penanda. Ikan mampu belajar melintasi labirin, yang menunjukkan bahwa mereka memiliki ingatan spasial dan diskriminasi visual.<ref>Journal of Undergraduate Life Sciences. [http://juls.sa.utoronto.ca/Issues/JULS-Vol2Iss1/JULS-Vol2Iss1-Review3.pdf Appropriate maze methodology to study learning in fish].</ref> Penelitian perilaku menunjukkan bahwa ikan adalah makhluk [[Sentience|sentien]] (mampu merasa), yang sanggup mengalami [[Nyeri pada ikan|rasa nyeri]].<ref>Michael Woodruff. [https://aeon.co/essays/fish-are-nothing-like-us-except-that-they-are-sentient-beings The face of the fish]. ''Aeon''. 3 July 2020.</ref>
 
Kapasitas kognitif ikan mencakup [[kesadaran diri]], sebagaimana teramati dalam [[uji cermin]]. [[Pari manta]] dan [[Labridae|ikan keling]] yang ditempatkan di depan cermin berulang kali memeriksa apakah perilaku bayangan mereka meniru gerakan tubuh mereka. Ikan keling ''[[Choerodon]]'', [[ikan sumpit]], dan [[Gadus morhua|kod Atlantik]] mampu memecahkan masalah dan menciptakan alat. Cichlid [[monogami pada hewan|monogami]] ''[[Amatitlania siquia]]'' menunjukkan perilaku pesimistis ketika dihalangi untuk bersama pasangannya. Ikan mengorientasikan diri menggunakan penanda tempat; mereka mungkin menggunakan peta mental berdasarkan berbagai penanda. Ikan mampu belajar melintasi labirin, yang menunjukkan bahwa mereka memiliki ingatan spasial dan diskriminasi visual. Penelitian perilaku menunjukkan bahwa ikan adalah makhluk [[Sentience|sentien]] (mampu merasa), yang sanggup mengalami [[Nyeri pada ikan|rasa nyeri]].


=== Elektrogenesis ===
=== Elektrogenesis ===
 
[[Ikan listrik]] seperti [[Mormyridae|ikan gajah]], [[Gymnarchus|knifefish Afrika]], dan [[Electrophorus (fish)|sidat listrik]] memiliki sebagian otot yang beradaptasi untuk [[Elektroresepsi dan elektrogenesis|menghasilkan medan listrik]]. Mereka menggunakan medan tersebut untuk melokalisasi dan mengidentifikasi objek seperti mangsa di perairan sekitarnya, yang mungkin keruh atau gelap.<ref>J. S. Albert. [https://archive.org/details/physiologyoffish0000unse_g9g6 The Physiology of Fishes]. CRC Press. 2006. hlm. [https://archive.org/details/physiologyoffish0000unse_g9g6/page/429 429]–470. ISBN 978-0-8493-2022-4.</ref> Ikan berlistrik kuat seperti sidat listrik juga dapat menggunakan [[Organ listrik (ikan)|organ listrik]] mereka untuk menghasilkan kejutan yang cukup kuat guna melumpuhkan mangsanya.<ref>Kenneth C. Catania. ''Electric eels use high-voltage to track fast-moving prey''. ''Nature Communications''. 20 October 2015. Vol. 6. doi:10.1038/ncomms9638.</ref>
 
[[Ikan listrik]] seperti [[Mormyridae|ikan gajah]], [[Gymnarchus|knifefish Afrika]], dan [[Electrophorus (fish)|sidat listrik]] memiliki sebagian otot yang beradaptasi untuk [[Elektroresepsi dan elektrogenesis|menghasilkan medan listrik]]. Mereka menggunakan medan tersebut untuk melokalisasi dan mengidentifikasi objek seperti mangsa di perairan sekitarnya, yang mungkin keruh atau gelap. Ikan berlistrik kuat seperti sidat listrik juga dapat menggunakan [[Organ listrik (ikan)|organ listrik]] mereka untuk menghasilkan kejutan yang cukup kuat guna melumpuhkan mangsanya.


=== Endotermi ===
=== Endotermi ===
 
Sebagian besar ikan sepenuhnya berdarah dingin atau [[ektoterm]]. Namun, [[Scombroidei]] bersifat [[hewan berdarah panas|berdarah panas]] (endotermik), termasuk [[Istiophoriformes|billfish]] dan tuna.<ref>B.A. Block. [https://www.researchgate.net/publication/226138605 Endothermy in fishes: a phylogenetic analysis of constraints, predispositions, and selection pressures]. ''Environmental Biology of Fishes''. 1993. Vol. 40 (3). hlm. 283–302. doi:10.1007/BF00002518.</ref> [[Lampris guttatus|Opah]], sejenis [[Lampriformes|lampriform]], menggunakan endotermi seluruh tubuh, menghasilkan panas dengan otot renangnya untuk menghangatkan tubuh sementara pertukaran lawan arus meminimalkan hilangnya panas.<ref>Nicholas C. Wegner. [https://archive.org/details/sim_science_science_2015-05-15_348_6236/page/786 Whole-body endothermy in a mesopelagic fish, the opah, Lampris guttatus]. ''Science''. 2015-05-15. Vol. 348 (6236). hlm. 786–789. doi:10.1126/science.aaa8902.</ref> Di antara ikan bertulang rawan, hiu dari famili [[Lamnidae]] (seperti hiu putih besar) dan [[Alopiidae]] (hiu tikus) bersifat endotermik. Tingkat endotermi bervariasi mulai dari billfish, yang hanya menghangatkan mata dan otaknya, hingga [[tuna sirip biru]] dan [[Lamna nasus|hiu porbeagle]], yang mempertahankan suhu tubuh lebih dari  di atas suhu air sekitarnya.<ref>B.A. Block. [https://www.researchgate.net/publication/226138605 Endothermy in fishes: a phylogenetic analysis of constraints, predispositions, and selection pressures]. ''Environmental Biology of Fishes''. 1993. Vol. 40 (3). hlm. 283–302. doi:10.1007/BF00002518.</ref><ref>K.J. Goldman. [http://www.mendeley.com/research/temperature-and-activities-of-a-white-shark-carcharodon-carcharias/ Regulation of body temperature in the white shark, ''Carcharodon carcharias'']. ''Journal of Comparative Physiology''. 1997. Vol. 167 (6). hlm. 423–429. doi:10.1007/s003600050092.</ref><ref>F.G. Carey. ''Temperature regulation in free-swimming bluefin tuna''. ''Comparative Biochemistry and Physiology A''. February 1973. Vol. 44 (2). hlm. 375–392. doi:10.1016/0300-9629(73)90490-8.</ref>
Sebagian besar ikan sepenuhnya berdarah dingin atau [[ektoterm]]. Namun, [[Scombroidei]] bersifat [[hewan berdarah panas|berdarah panas]] (endotermik), termasuk [[Istiophoriformes|billfish]] dan tuna. [[Lampris guttatus|Opah]], sejenis [[Lampriformes|lampriform]], menggunakan endotermi seluruh tubuh, menghasilkan panas dengan otot renangnya untuk menghangatkan tubuh sementara pertukaran lawan arus meminimalkan hilangnya panas. Di antara ikan bertulang rawan, hiu dari famili [[Lamnidae]] (seperti hiu putih besar) dan [[Alopiidae]] (hiu tikus) bersifat endotermik. Tingkat endotermi bervariasi mulai dari billfish, yang hanya menghangatkan mata dan otaknya, hingga [[tuna sirip biru]] dan [[Lamna nasus|hiu porbeagle]], yang mempertahankan suhu tubuh lebih dari  di atas suhu air sekitarnya.
 


=== Reproduksi dan siklus hidup ===
=== Reproduksi dan siklus hidup ===
Organ reproduksi utama adalah [[testis]] dan [[ovarium]] yang berpasangan.<ref>Rodrigo J. Guimaraes-Cruz. ''Gonadal structure and gametogenesis of ''Loricaria lentiginosa'' Isbrücker (Pisces, Teleostei, Siluriformes)''. ''Rev. Bras. Zool''. July–September 2005. Vol. 22 (3). hlm. 556–564. doi:10.1590/S0101-81752005000300005.</ref> Telur dilepaskan dari ovarium ke [[oviduk]].<ref>M.F.G. Brito. ''Reproduction of the surubim catfish (Pisces, Pimelodidae) in the São Francisco River, Pirapora Region, Minas Gerais, Brazil''. ''Arquivo Brasileiro de Medicina Veterinária e Zootecnia''. 2003. Vol. 55 (5). hlm. 624–633. doi:10.1590/S0102-09352003000500018.</ref> Lebih dari 97% ikan, termasuk salmon dan ikan mas koki, bersifat [[ovipar]], yang berarti telur dikeluarkan ke dalam air dan berkembang di luar tubuh induknya.<ref>Peter Scott. [https://archive.org/details/fishkeepersguide0000scot_q5p7 Livebearing Fishes]. Tetra Press. 1997. hlm. [https://archive.org/details/fishkeepersguide0000scot_q5p7/page/n12 13]. ISBN 1-56465-193-2.</ref> Telur biasanya dibuahi di luar tubuh induk, dengan ikan jantan dan betina melepaskan [[gamet]] mereka ke air di sekitarnya. Pada beberapa ikan ovipar, seperti [[Rajidae|skate]], pembuahan terjadi secara internal: jantan menggunakan [[Istilah iktiologi#I|organ intromiten]] untuk menyalurkan sperma ke dalam lubang genital betina.<ref>Bruce Miller. [https://content.ucpress.edu/chapters/9317.ch01.pdf Early Life History of Marine Fishes]. University of California Press. 2009. hlm. 11–37. ISBN 978-0-520-24972-1.</ref>


 
Ikan laut melepaskan sejumlah besar telur kecil ke kolom air terbuka. Anakan yang baru menetas dari ikan ovipar adalah [[Iktioplan|larva planktonik]]. Mereka memiliki [[kantung kuning telur]] yang besar dan tidak menyerupai ikan remaja atau dewasa. Periode larva pada ikan ovipar biasanya hanya beberapa minggu, dan larva tumbuh serta mengalami [[metamorfosis|perubahan struktur]] dengan cepat menjadi ikan remaja. Selama transisi ini, larva harus beralih dari kantung kuning telur ke memakan mangsa [[zooplankton]].<ref>Bruce Miller. [https://content.ucpress.edu/chapters/9317.ch01.pdf Early Life History of Marine Fishes]. University of California Press. 2009. hlm. 11–37. ISBN 978-0-520-24972-1.</ref> Beberapa ikan seperti [[Embiotocidae|surf-perch]], [[Goodeidae|splitfin]], dan [[hiu lemon]] bersifat [[vivipar]] atau melahirkan, yang berarti induk menyimpan telur dan memberi nutrisi pada embrio melalui struktur yang analog dengan [[plasenta]] untuk menghubungkan suplai darah induk dengan embrio.<ref>Bruce Miller. [https://content.ucpress.edu/chapters/9317.ch01.pdf Early Life History of Marine Fishes]. University of California Press. 2009. hlm. 11–37. ISBN 978-0-520-24972-1.</ref>
Organ reproduksi utama adalah [[testis]] dan [[ovarium]] yang berpasangan. Telur dilepaskan dari ovarium ke [[oviduk]]. Lebih dari 97% ikan, termasuk salmon dan ikan mas koki, bersifat [[ovipar]], yang berarti telur dikeluarkan ke dalam air dan berkembang di luar tubuh induknya. Telur biasanya dibuahi di luar tubuh induk, dengan ikan jantan dan betina melepaskan [[gamet]] mereka ke air di sekitarnya. Pada beberapa ikan ovipar, seperti [[Rajidae|skate]], pembuahan terjadi secara internal: jantan menggunakan [[Istilah iktiologi#I|organ intromiten]] untuk menyalurkan sperma ke dalam lubang genital betina.
 
Ikan laut melepaskan sejumlah besar telur kecil ke kolom air terbuka. Anakan yang baru menetas dari ikan ovipar adalah [[Iktioplan|larva planktonik]]. Mereka memiliki [[kantung kuning telur]] yang besar dan tidak menyerupai ikan remaja atau dewasa. Periode larva pada ikan ovipar biasanya hanya beberapa minggu, dan larva tumbuh serta mengalami [[metamorfosis|perubahan struktur]] dengan cepat menjadi ikan remaja. Selama transisi ini, larva harus beralih dari kantung kuning telur ke memakan mangsa [[zooplankton]]. Beberapa ikan seperti [[Embiotocidae|surf-perch]], [[Goodeidae|splitfin]], dan [[hiu lemon]] bersifat [[vivipar]] atau melahirkan, yang berarti induk menyimpan telur dan memberi nutrisi pada embrio melalui struktur yang analog dengan [[plasenta]] untuk menghubungkan suplai darah induk dengan embrio.


=== Perbaikan DNA ===
=== Perbaikan DNA ===
 
Embrio spesies ikan dengan pembuahan eksternal terpapar langsung selama perkembangannya terhadap kondisi lingkungan yang dapat [[kerusakan DNA (terjadi secara alami)|merusak DNA mereka]], seperti polutan, [[sinar ultraviolet|sinar UV]], dan [[spesies oksigen reaktif]].<ref>Abhipsha Dey. ''DNA repair genes play a variety of roles in the development of fish embryos''. ''Frontiers in Cell and Developmental Biology''. 2023. Vol. 11. doi:10.3389/fcell.2023.1119229.</ref> Untuk mengatasi kerusakan DNA tersebut, berbagai jalur [[perbaikan DNA]] yang berbeda digunakan oleh embrio ikan selama perkembangannya.<ref>Abhipsha Dey. ''DNA repair genes play a variety of roles in the development of fish embryos''. ''Frontiers in Cell and Developmental Biology''. 2023. Vol. 11. doi:10.3389/fcell.2023.1119229.</ref> Dalam beberapa tahun terakhir, [[Danio rerio|ikan zebra]] telah menjadi model yang berguna untuk menilai polutan lingkungan yang mungkin bersifat genotoksik, yaitu menyebabkan kerusakan DNA.<ref>Aryelle Canedo. ''Zebrafish (Danio rerio) using as model for genotoxicity and DNA repair assessments: Historical review, current status and trends''. ''Science of the Total Environment''. 2021. Vol. 762. doi:10.1016/j.scitotenv.2020.144084.</ref>
Embrio spesies ikan dengan pembuahan eksternal terpapar langsung selama perkembangannya terhadap kondisi lingkungan yang dapat [[kerusakan DNA (terjadi secara alami)|merusak DNA mereka]], seperti polutan, [[sinar ultraviolet|sinar UV]], dan [[spesies oksigen reaktif]]. Untuk mengatasi kerusakan DNA tersebut, berbagai jalur [[perbaikan DNA]] yang berbeda digunakan oleh embrio ikan selama perkembangannya. Dalam beberapa tahun terakhir, [[Danio rerio|ikan zebra]] telah menjadi model yang berguna untuk menilai polutan lingkungan yang mungkin bersifat genotoksik, yaitu menyebabkan kerusakan DNA.


=== Pertahanan terhadap penyakit ===
=== Pertahanan terhadap penyakit ===
Ikan memiliki pertahanan non-spesifik maupun pertahanan imun terhadap penyakit. Pertahanan non-spesifik meliputi kulit dan sisik, serta lapisan lendir yang disekresikan oleh [[Epidermis (kulit)|epidermis]] yang memerangkap dan menghambat pertumbuhan [[mikroorganisme]]. Jika [[patogen]] menembus pertahanan ini, [[sistem imun bawaan]] dapat memicu [[peradangan|respons inflamasi]] yang meningkatkan aliran darah ke daerah yang terinfeksi dan mengirimkan [[sel darah putih]] yang mencoba menghancurkan patogen secara non-spesifik. Pertahanan spesifik merespons antigen tertentu, seperti [[protein]] pada permukaan [[bakteri patogen]], yang dikenali oleh [[sistem imun adaptif]]. Sistem kekebalan berevolusi pada [[deuterostomia]] seperti yang ditunjukkan dalam kladogram berikut.<ref>M. F. Flajnik. ''Origin and evolution of the adaptive immune system: genetic events and selective pressures''. ''Nature Reviews Genetics''. 2010. Vol. 11 (1). hlm. 47–59. doi:10.1038/nrg2703.</ref>


Organ kekebalan bervariasi menurut jenis ikan. Ikan tak berrahang memiliki [[jaringan limfoid]] di dalam [[pronefros|ginjal anterior]], dan [[granulosit]] di dalam usus. Mereka memiliki [[Imunitas adaptif pada ikan tak berrahang|jenis sistem imun adaptif tersendiri]]; sistem ini menggunakan [[reseptor limfosit variabel]] (VLR) untuk menghasilkan kekebalan terhadap berbagai antigen. Hasilnya sangat mirip dengan ikan berrahang dan tetrapoda, tetapi mungkin telah [[Evolusi konvergen|berevolusi secara terpisah]].<ref>M. F. Flajnik. ''Origin and evolution of the adaptive immune system: genetic events and selective pressures''. ''Nature Reviews Genetics''. 2010. Vol. 11 (1). hlm. 47–59. doi:10.1038/nrg2703.</ref> Semua ikan berrahang memiliki [[sistem imun adaptif]] dengan [[limfosit]] B dan T yang masing-masing membawa [[imunoglobulin]] dan [[reseptor sel T]]. Sistem ini menggunakan [[rekombinasi V(D)J|penataan ulang Variable–Diversity–Joining]] (V(D)J) untuk menciptakan kekebalan terhadap berbagai antigen. Sistem ini berevolusi sekali dan bersifat basal bagi klad vertebrata berrahang.<ref>M. F. Flajnik. ''Origin and evolution of the adaptive immune system: genetic events and selective pressures''. ''Nature Reviews Genetics''. 2010. Vol. 11 (1). hlm. 47–59. doi:10.1038/nrg2703.</ref>


Ikan memiliki pertahanan non-spesifik maupun pertahanan imun terhadap penyakit. Pertahanan non-spesifik meliputi kulit dan sisik, serta lapisan lendir yang disekresikan oleh [[Epidermis (kulit)|epidermis]] yang memerangkap dan menghambat pertumbuhan [[mikroorganisme]]. Jika [[patogen]] menembus pertahanan ini, [[sistem imun bawaan]] dapat memicu [[peradangan|respons inflamasi]] yang meningkatkan aliran darah ke daerah yang terinfeksi dan mengirimkan [[sel darah putih]] yang mencoba menghancurkan patogen secara non-spesifik. Pertahanan spesifik merespons antigen tertentu, seperti [[protein]] pada permukaan [[bakteri patogen]], yang dikenali oleh [[sistem imun adaptif]]. Sistem kekebalan berevolusi pada [[deuterostomia]] seperti yang ditunjukkan dalam kladogram berikut.
Ikan bertulang rawan memiliki tiga organ khusus yang mengandung sel-sel sistem kekebalan: organ epigonal di sekitar gonad, [[organ Leydig]] di dalam kerongkongan, dan [[katup spiral]] di usus mereka, sementara [[timus]] dan [[limpa]] mereka memiliki fungsi yang mirip dengan organ yang sama dalam sistem kekebalan tetrapoda.<ref>A.G. Zapata. ''The Fish Immune System: Organism, Pathogen and Environment''. Academic Press. 1996. Vol. 15. hlm. 1–55. doi:10.1016/S1546-5098(08)60271-X. ISBN 978-0-12-350439-5.</ref> Teleostei memiliki limfosit di timus, serta sel kekebalan lainnya di limpa dan organ lainnya.<ref>S. Chilmonczyk. [https://archive.org/details/sim_annual-review-of-fish-diseases_1992_2_2/page/180 The thymus in fish: development and possible function in the immune response]. ''Annual Review of Fish Diseases''. 1992. Vol. 2. hlm. 181–200. doi:10.1016/0959-8030(92)90063-4.</ref><ref>J.D. Hansen. ''''Lymphocyte development in fish and amphibians''''. ''Immunological Reviews''. 1998. Vol. 166 (1). hlm. 199–220. doi:10.1111/j.1600-065x.1998.tb01264.x.</ref>
 
 
Organ kekebalan bervariasi menurut jenis ikan. Ikan tak berrahang memiliki [[jaringan limfoid]] di dalam [[pronefros|ginjal anterior]], dan [[granulosit]] di dalam usus. Mereka memiliki [[Imunitas adaptif pada ikan tak berrahang|jenis sistem imun adaptif tersendiri]]; sistem ini menggunakan [[reseptor limfosit variabel]] (VLR) untuk menghasilkan kekebalan terhadap berbagai antigen. Hasilnya sangat mirip dengan ikan berrahang dan tetrapoda, tetapi mungkin telah [[Evolusi konvergen|berevolusi secara terpisah]]. Semua ikan berrahang memiliki [[sistem imun adaptif]] dengan [[limfosit]] B dan T yang masing-masing membawa [[imunoglobulin]] dan [[reseptor sel T]]. Sistem ini menggunakan [[rekombinasi V(D)J|penataan ulang Variable–Diversity–Joining]] (V(D)J) untuk menciptakan kekebalan terhadap berbagai antigen. Sistem ini berevolusi sekali dan bersifat basal bagi klad vertebrata berrahang.
 
Ikan bertulang rawan memiliki tiga organ khusus yang mengandung sel-sel sistem kekebalan: organ epigonal di sekitar gonad, [[organ Leydig]] di dalam kerongkongan, dan [[katup spiral]] di usus mereka, sementara [[timus]] dan [[limpa]] mereka memiliki fungsi yang mirip dengan organ yang sama dalam sistem kekebalan tetrapoda. Teleostei memiliki limfosit di timus, serta sel kekebalan lainnya di limpa dan organ lainnya.


== Perilaku ==
== Perilaku ==
=== Berkawanan dan bergerombol ===
=== Berkawanan dan bergerombol ===
''Kawanan'' (''shoal'') adalah kelompok yang terorganisasi secara longgar tempat setiap ikan berenang dan mencari makan secara mandiri namun tetap tertarik pada anggota kelompok lainnya dan menyesuaikan perilakunya, seperti kecepatan renang, agar tetap berada di dekat anggota kelompok lainnya. ''Gerombolan'' (''school'') adalah kelompok yang jauh lebih terorganisasi, yang menyelaraskan renangnya sehingga semua ikan bergerak dengan kecepatan dan arah yang sama. Bergerombol terkadang merupakan bentuk [[adaptasi antipredator]], yang menawarkan kewaspadaan yang lebih baik terhadap predator.<ref>Tony J. Pitcher. ''The Behaviour of Teleost Fishes''. Springer. 1986. hlm. 294–337. doi:10.1007/978-1-4684-8261-4_12. ISBN 978-1-4684-8263-8.</ref>


 
Sering kali lebih efisien untuk mengumpulkan makanan dengan bekerja sebagai satu kelompok, dan masing-masing ikan mengoptimalkan strategi mereka dengan memilih untuk bergabung atau meninggalkan kawanan. Ketika predator terdeteksi, ikan mangsa merespons secara defensif, yang menghasilkan perilaku kawanan kolektif seperti gerakan yang tersinkronisasi. Respons tersebut tidak hanya terdiri dari upaya untuk bersembunyi atau melarikan diri; taktik antipredator meliputi, misalnya, memencar dan berkumpul kembali. Ikan juga berkumpul dalam kawanan untuk memijah.<ref>Tony J. Pitcher. ''The Behaviour of Teleost Fishes''. Springer. 1986. hlm. 294–337. doi:10.1007/978-1-4684-8261-4_12. ISBN 978-1-4684-8263-8.</ref> [[Mallotus villosus|Ikan kapelin]] bermigrasi setiap tahun dalam gerombolan besar di antara daerah mencari makan dan tempat pemijahannya.<ref>H. Gjøsæter. [https://www.researchgate.net/publication/230660010 The population biology and exploitation of capelin (''Mallotus villosus'') in the Barents Sea]. ''Sarsia''. 1998. Vol. 83 (6). hlm. 453–496. doi:10.1080/00364827.1998.10420445.</ref>
''Kawanan'' (''shoal'') adalah kelompok yang terorganisasi secara longgar tempat setiap ikan berenang dan mencari makan secara mandiri namun tetap tertarik pada anggota kelompok lainnya dan menyesuaikan perilakunya, seperti kecepatan renang, agar tetap berada di dekat anggota kelompok lainnya. ''Gerombolan'' (''school'') adalah kelompok yang jauh lebih terorganisasi, yang menyelaraskan renangnya sehingga semua ikan bergerak dengan kecepatan dan arah yang sama. Bergerombol terkadang merupakan bentuk [[adaptasi antipredator]], yang menawarkan kewaspadaan yang lebih baik terhadap predator.
 
Sering kali lebih efisien untuk mengumpulkan makanan dengan bekerja sebagai satu kelompok, dan masing-masing ikan mengoptimalkan strategi mereka dengan memilih untuk bergabung atau meninggalkan kawanan. Ketika predator terdeteksi, ikan mangsa merespons secara defensif, yang menghasilkan perilaku kawanan kolektif seperti gerakan yang tersinkronisasi. Respons tersebut tidak hanya terdiri dari upaya untuk bersembunyi atau melarikan diri; taktik antipredator meliputi, misalnya, memencar dan berkumpul kembali. Ikan juga berkumpul dalam kawanan untuk memijah. [[Mallotus villosus|Ikan kapelin]] bermigrasi setiap tahun dalam gerombolan besar di antara daerah mencari makan dan tempat pemijahannya.


=== Komunikasi ===
=== Komunikasi ===
Ikan berkomunikasi dengan mentransmisikan sinyal akustik (suara) satu sama lain. Hal ini paling sering terjadi dalam konteks makan, agresi, atau percumbuan.<ref>S.R. Weinmann. ''Territorial vocalization in sympatric damselfish: acoustic characteristics and intruder discrimination''. ''Bioacoustics''. February 2017. Vol. 27 (1). hlm. 87–102. doi:10.1080/09524622.2017.1286263.</ref> Suara yang dipancarkan bervariasi tergantung pada spesies dan stimulus yang terlibat. Ikan dapat menghasilkan suara stridulatori dengan menggerakkan komponen sistem rangka, atau dapat menghasilkan suara non-stridulatori dengan memanipulasi organ khusus seperti gelembung renang.<ref>F. Bertucci. ''New Insights into the Role of the Pharyngeal Jaw Apparatus in the Sound-Producing Mechanism of ''Haemulon flavolineatum'' (Haemulidae)''. ''Journal of Experimental Biology''. 29 October 2014. Vol. 217 (21). hlm. 3862–3869. doi:10.1242/jeb.109025.</ref>


Beberapa ikan menghasilkan suara dengan menggesekkan atau menggemeretakkan tulang mereka bersama-sama. Suara-suara ini bersifat stridulatori. Pada ''[[Haemulon flavolineatum]]'', ikan gerot-gerot Prancis, suara geraman dihasilkan dengan menggemeretakkan gigi, terutama saat dalam keadaan tertekan. Geraman tersebut memiliki frekuensi sekitar 700&nbsp;Hz, dan berlangsung sekitar 47 milidetik.<ref>F. Bertucci. ''New Insights into the Role of the Pharyngeal Jaw Apparatus in the Sound-Producing Mechanism of ''Haemulon flavolineatum'' (Haemulidae)''. ''Journal of Experimental Biology''. 29 October 2014. Vol. 217 (21). hlm. 3862–3869. doi:10.1242/jeb.109025.</ref> Kuda laut moncong panjang, ''[[Hippocampus reidi]]'', menghasilkan dua kategori suara, 'klik' dan 'geraman', dengan menggesekkan tulang mahkota mereka melintasi bagian beralur dari neurokranium mereka.<ref>D.J. Colson. [https://archive.org/details/sim_environmental-biology-of-fishes_1998-02_51_2/page/220 Sound production during feeding in Hippocampus seahorses (Syngnathidae)]. ''Environmental Biology of Fishes''. February 1998. Vol. 51 (2). hlm. 221–229. doi:10.1023/A:1007434714122.</ref> Klik dihasilkan selama percumbuan dan makan, dan frekuensi klik berada dalam kisaran 50&nbsp;Hz-800&nbsp;Hz. Frekuensi berada di ujung kisaran yang lebih tinggi selama pemijahan, ketika ikan betina dan jantan berjarak kurang dari lima belas sentimeter. Geraman dihasilkan ketika ''H. reidi'' mengalami stres. Suara 'geraman' terdiri dari serangkaian getaran suara dan dipancarkan bersamaan dengan getaran tubuh.<ref>T.P.R. Oliveira. ''Sounds produced by the longsnout seahorse: a study of their structure and functions''. ''Journal of Zoology''. 26 June 2014. Vol. 294 (2). hlm. 114–121. doi:10.1111/jzo.12160.</ref>


Ikan berkomunikasi dengan mentransmisikan sinyal akustik (suara) satu sama lain. Hal ini paling sering terjadi dalam konteks makan, agresi, atau percumbuan. Suara yang dipancarkan bervariasi tergantung pada spesies dan stimulus yang terlibat. Ikan dapat menghasilkan suara stridulatori dengan menggerakkan komponen sistem rangka, atau dapat menghasilkan suara non-stridulatori dengan memanipulasi organ khusus seperti gelembung renang.
Beberapa spesies ikan menciptakan kebisingan dengan melibatkan otot-otot khusus yang berkontraksi dan menyebabkan getaran gelembung renang. [[Opsanus tau|Oyster toadfish]] menghasilkan geraman keras dengan mengontraksikan otot sonik di sepanjang sisi gelembung renang.<ref>L.F. Fine. ''Acoustical properties of the swimbladder in the oyster toadfish ''Opsanus tau''''. ''Journal of Experimental Biology''. 16 October 2009. Vol. 212 (21). hlm. 3542–3552. doi:10.1242/jeb.033423.</ref> Toadfish betina dan jantan memancarkan geraman berdurasi pendek, sering kali sebagai respons ketakutan.<ref>M.L. Fine. ''Grunt variation in the oyster toadfish ''Opsanus tau'': effect of size and sex''. ''PeerJ''. 15 October 2015. Vol. 3 (1330). doi:10.7717/peerj.1330.</ref> Selain geraman berdurasi pendek, toadfish jantan menghasilkan "panggilan peluit kapal" (''boat whistle calls'').<ref>S.W. Ricci. ''Oyster toadfish (''Opsanus tau'') boatwhistle call detection and patterns within a large-scale oyster restoration site''. ''PLOS ONE''. 8 August 2017. Vol. 12 (8). doi:10.1371/journal.pone.0182757.</ref> Panggilan ini berdurasi lebih lama, berfrekuensi lebih rendah, dan terutama digunakan untuk menarik pasangan.<ref>S.W. Ricci. ''Oyster toadfish (''Opsanus tau'') boatwhistle call detection and patterns within a large-scale oyster restoration site''. ''PLOS ONE''. 8 August 2017. Vol. 12 (8). doi:10.1371/journal.pone.0182757.</ref> Berbagai suara tersebut memiliki kisaran frekuensi 140&nbsp;Hz hingga 260&nbsp;Hz.<ref>S.W. Ricci. ''Oyster toadfish (''Opsanus tau'') boatwhistle call detection and patterns within a large-scale oyster restoration site''. ''PLOS ONE''. 8 August 2017. Vol. 12 (8). doi:10.1371/journal.pone.0182757.</ref> Frekuensi panggilan bergantung pada laju kontraksi otot sonik.<ref>C.R. Skoglund. ''Functional analysis of swimbladder muscles engaged in sound productivity of the toadfish''. ''Journal of Cell Biology''. 1 August 1961. Vol. 10 (4). hlm. 187–200. doi:10.1083/jcb.10.4.187.</ref><ref>L.F. Fine. ''Acoustical properties of the swimbladder in the oyster toadfish ''Opsanus tau''''. ''Journal of Experimental Biology''. 16 October 2009. Vol. 212 (21). hlm. 3542–3552. doi:10.1242/jeb.033423.</ref>
 
 
Beberapa ikan menghasilkan suara dengan menggesekkan atau menggemeretakkan tulang mereka bersama-sama. Suara-suara ini bersifat stridulatori. Pada ''[[Haemulon flavolineatum]]'', ikan gerot-gerot Prancis, suara geraman dihasilkan dengan menggemeretakkan gigi, terutama saat dalam keadaan tertekan. Geraman tersebut memiliki frekuensi sekitar 700&nbsp;Hz, dan berlangsung sekitar 47 milidetik. Kuda laut moncong panjang, ''[[Hippocampus reidi]]'', menghasilkan dua kategori suara, 'klik' dan 'geraman', dengan menggesekkan tulang mahkota mereka melintasi bagian beralur dari neurokranium mereka. Klik dihasilkan selama percumbuan dan makan, dan frekuensi klik berada dalam kisaran 50&nbsp;Hz-800&nbsp;Hz. Frekuensi berada di ujung kisaran yang lebih tinggi selama pemijahan, ketika ikan betina dan jantan berjarak kurang dari lima belas sentimeter. Geraman dihasilkan ketika ''H. reidi'' mengalami stres. Suara 'geraman' terdiri dari serangkaian getaran suara dan dipancarkan bersamaan dengan getaran tubuh.
 
Beberapa spesies ikan menciptakan kebisingan dengan melibatkan otot-otot khusus yang berkontraksi dan menyebabkan getaran gelembung renang. [[Opsanus tau|Oyster toadfish]] menghasilkan geraman keras dengan mengontraksikan otot sonik di sepanjang sisi gelembung renang. Toadfish betina dan jantan memancarkan geraman berdurasi pendek, sering kali sebagai respons ketakutan. Selain geraman berdurasi pendek, toadfish jantan menghasilkan "panggilan peluit kapal" (''boat whistle calls''). Panggilan ini berdurasi lebih lama, berfrekuensi lebih rendah, dan terutama digunakan untuk menarik pasangan. Berbagai suara tersebut memiliki kisaran frekuensi 140&nbsp;Hz hingga 260&nbsp;Hz. Frekuensi panggilan bergantung pada laju kontraksi otot sonik.


''[[Sciaenops ocellatus]]'' (''red drum''), menghasilkan suara tabuhan dengan menggetarkan gelembung renangnya. Getaran disebabkan oleh kontraksi cepat otot sonik yang mengelilingi aspek dorsal gelembung renang. Getaran ini menghasilkan suara berulang dengan frekuensi dari 100 hingga >200&nbsp;Hz. ''S. ocellatus'' menghasilkan panggilan yang berbeda tergantung pada stimulus yang terlibat, seperti percumbuan atau serangan predator. Betina tidak menghasilkan suara, dan tidak memiliki otot penghasil suara (sonik).
''[[Sciaenops ocellatus]]'' (''red drum''), menghasilkan suara tabuhan dengan menggetarkan gelembung renangnya. Getaran disebabkan oleh kontraksi cepat otot sonik yang mengelilingi aspek dorsal gelembung renang. Getaran ini menghasilkan suara berulang dengan frekuensi dari 100 hingga >200&nbsp;Hz. ''S. ocellatus'' menghasilkan panggilan yang berbeda tergantung pada stimulus yang terlibat, seperti percumbuan atau serangan predator. Betina tidak menghasilkan suara, dan tidak memiliki otot penghasil suara (sonik).<ref>E. Parmentier. [https://archimer.ifremer.fr/doc/00190/30127/28589.pdf Sound production in Sciaenops ocellatus: Preliminary study for the development of acoustic cues in aquaculture]. ''Aquaculture''. 22 May 2014. Vol. 432. hlm. 204–211. doi:10.1016/j.aquaculture.2014.05.017.</ref>


== Konservasi ==
== Konservasi ==
 
[[Daftar Merah IUCN|Daftar Merah]] [[Uni Internasional untuk Konservasi Alam|IUCN]] tahun 2024 menyebutkan 2.168 spesies ikan yang genting atau terancam kritis.<ref>[https://www.iucnredlist.org/search?query=Fishes&searchType=species Search for 'Fishes' (Global, CR-Critically Endangered, En-Endangered, Species)].</ref> Termasuk di antaranya adalah spesies seperti [[Gadus morhua|kod Atlantik]],<ref>J. Sobel. ''''Gadus morhua''''. 1996. Vol. 1996. doi:10.2305/IUCN.UK.1996.RLTS.T8784A12931575.en.</ref> ''[[Cyprinodon diabolis|pupfish devil's hole]]'',<ref>''''Cyprinodon diabolis''''. 2014. Vol. 2014. doi:10.2305/IUCN.UK.2014-3.RLTS.T6149A15362335.en.</ref> [[coelacanth]],<ref>J.A. Musick. ''''Latimeria chalumnae''''. 2000. Vol. 2000. doi:10.2305/IUCN.UK.2000.RLTS.T11375A3274618.en.</ref> dan [[hiu putih besar]].<ref>C.L. Rigby. ''''Carcharodon carcharias''''. 2019.</ref> Karena ikan hidup di bawah air, mereka lebih sulit dipelajari dibandingkan hewan dan tumbuhan terestrial, dan informasi mengenai populasi ikan sering kali kurang memadai. Ikan air tawar tampak sangat terancam karena mereka sering kali hidup di badan air yang relatif kecil. Sebagai contoh, pupfish Devil's Hole hanya menempati satu kolam berukuran .
[[Daftar Merah IUCN|Daftar Merah]] [[Uni Internasional untuk Konservasi Alam|IUCN]] tahun 2024 menyebutkan 2.168 spesies ikan yang genting atau terancam kritis. Termasuk di antaranya adalah spesies seperti [[Gadus morhua|kod Atlantik]], ''[[Cyprinodon diabolis|pupfish devil's hole]]'', [[coelacanth]], dan [[hiu putih besar]]. Karena ikan hidup di bawah air, mereka lebih sulit dipelajari dibandingkan hewan dan tumbuhan terestrial, dan informasi mengenai populasi ikan sering kali kurang memadai. Ikan air tawar tampak sangat terancam karena mereka sering kali hidup di badan air yang relatif kecil. Sebagai contoh, pupfish Devil's Hole hanya menempati satu kolam berukuran .


=== Penangkapan ikan berlebih ===
=== Penangkapan ikan berlebih ===
[[Organisasi Pangan dan Pertanian]] melaporkan bahwa "pada tahun 2017, 34 persen stok ikan dari perikanan laut dunia diklasifikasikan sebagai mengalami penangkapan berlebih".<ref>[http://www.fao.org/documents/card/en/c/ca9229en The State of World Fisheries and Aquaculture 2020]. Food and Agriculture Organization. 2020. hlm. 54. doi:10.4060/ca9229en. ISBN 978-92-5-132692-3.</ref> Penangkapan ikan berlebih merupakan ancaman utama bagi ikan konsumsi seperti kod dan [[tuna]].<ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/scotland/highlands_and_islands/6234881.stm Call to halt cod 'over-fishing']. ''BBC News''. 5 January 2007.</ref><ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/asia-pacific/6301187.stm Tuna groups tackle overfishing]. ''BBC News''. 26 January 2007.</ref> Penangkapan ikan berlebih pada akhirnya menyebabkan keruntuhan [[stok ikan]], karena ikan yang bertahan hidup tidak dapat menghasilkan cukup banyak anakan untuk menggantikan yang telah diambil. Kepunahan komersial semacam itu tidak berarti spesies tersebut punah, melainkan bahwa spesies tersebut tidak dapat lagi menyokong kegiatan perikanan. Dalam kasus perikanan [[sarden Pasifik]] di lepas pantai California, hasil tangkapan terus menurun dari puncaknya pada tahun 1937 sebesar 800.000 ton menjadi 24.000 ton yang tidak layak secara ekonomi pada tahun 1968.


 
Dalam [[Keruntuhan perikanan kod barat laut Atlantik|kasus perikanan kod barat laut Atlantik]], penangkapan ikan berlebih mengurangi populasi ikan hingga menjadi 1% dari tingkat historisnya pada tahun 1992.<ref>Lawrence C. Hamilton. [https://www.researchgate.net/publication/247089244 Outport adaptations: Social indicators through Newfoundland's Cod crisis]. ''Human Ecology Review''. January 2001. Vol. 8 (2). hlm. 1–11.</ref>
[[Organisasi Pangan dan Pertanian]] melaporkan bahwa "pada tahun 2017, 34 persen stok ikan dari perikanan laut dunia diklasifikasikan sebagai mengalami penangkapan berlebih". Penangkapan ikan berlebih merupakan ancaman utama bagi ikan konsumsi seperti kod dan [[tuna]]. Penangkapan ikan berlebih pada akhirnya menyebabkan keruntuhan [[stok ikan]], karena ikan yang bertahan hidup tidak dapat menghasilkan cukup banyak anakan untuk menggantikan yang telah diambil. Kepunahan komersial semacam itu tidak berarti spesies tersebut punah, melainkan bahwa spesies tersebut tidak dapat lagi menyokong kegiatan perikanan. Dalam kasus perikanan [[sarden Pasifik]] di lepas pantai California, hasil tangkapan terus menurun dari puncaknya pada tahun 1937 sebesar 800.000 ton menjadi 24.000 ton yang tidak layak secara ekonomi pada tahun 1968.
[[Ilmu perikanan|Ilmuwan perikanan]] dan [[industri perikanan]] memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai ketahanan perikanan terhadap penangkapan ikan yang intensif. Di banyak wilayah pesisir, industri perikanan merupakan pemberi kerja utama, sehingga pemerintah cenderung mendukungnya.<ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/uk/6112352.stm UK 'must shield fishing industry']. ''BBC News''. 3 November 2006.</ref><ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/europe/6197433.stm EU fish quota deal hammered out]. ''BBC News''. 21 December 2006.</ref> Di sisi lain, para ilmuwan dan konservasionis mendesak perlindungan yang ketat, memperingatkan bahwa banyak stok ikan dapat musnah dalam waktu lima puluh tahun.<ref>[http://www.physorg.com/news81778444.html Ocean study predicts the collapse of all seafood fisheries by 2050]. ''phys.org''.</ref><ref>[http://www.panda.org/about_wwf/where_we_work/europe/what_we_do/mediterranean/about/marine/bluefin_tuna/tuna_at_risk/index.cfm Atlantic bluefin tuna could soon be commercially extinct]. WWF.</ref>
 
Dalam [[Keruntuhan perikanan kod barat laut Atlantik|kasus perikanan kod barat laut Atlantik]], penangkapan ikan berlebih mengurangi populasi ikan hingga menjadi 1% dari tingkat historisnya pada tahun 1992.
[[Ilmu perikanan|Ilmuwan perikanan]] dan [[industri perikanan]] memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai ketahanan perikanan terhadap penangkapan ikan yang intensif. Di banyak wilayah pesisir, industri perikanan merupakan pemberi kerja utama, sehingga pemerintah cenderung mendukungnya. Di sisi lain, para ilmuwan dan konservasionis mendesak perlindungan yang ketat, memperingatkan bahwa banyak stok ikan dapat musnah dalam waktu lima puluh tahun.


=== Ancaman lainnya ===
=== Ancaman lainnya ===
Tekanan utama pada ekosistem air tawar dan laut adalah [[degradasi habitat]] termasuk [[pencemaran air]], pembangunan bendungan, pengambilan air untuk kebutuhan manusia, dan introduksi spesies [[spesies invasif|eksotik]] termasuk predator. Ikan air tawar, terutama jika [[Endemisme|endemik]] di suatu wilayah (tidak ditemukan di tempat lain), dapat terancam punah karena semua alasan ini, seperti yang terjadi pada tiga dari sepuluh ikan air tawar endemik Spanyol.<ref>Benigno Elvira. [https://archive.org/details/sim_biological-conservation_1995_72_2/page/129 Conservation status of endemic freshwater fish in Spain]. ''Biological Conservation''. Elsevier. 1995. Vol. 72 (2). hlm. 129–136. doi:10.1016/0006-3207(94)00076-3.</ref> Bendungan sungai, terutama skema besar seperti [[Bendungan Kariba]] (sungai Zambezi) dan [[Bendungan Aswan]] ([[Sungai Nil]]) di sungai-sungai dengan perikanan yang bernilai ekonomi penting, telah menyebabkan penurunan besar dalam hasil tangkapan ikan.<ref>Donald C. Jackson. [http://www.friendsofmerrymeetingbay.org/cybrary/pages/20010000_UN_FAO_Dams,%20fish%20and%20fisheries.pdf#page=6 The influence of dams on river fisheries]. FAO Fisheries. 2001. Vol. Technical paper 419. hlm. 1–44.</ref>


Tekanan utama pada ekosistem air tawar dan laut adalah [[degradasi habitat]] termasuk [[pencemaran air]], pembangunan bendungan, pengambilan air untuk kebutuhan manusia, dan introduksi spesies [[spesies invasif|eksotik]] termasuk predator. Ikan air tawar, terutama jika [[Endemisme|endemik]] di suatu wilayah (tidak ditemukan di tempat lain), dapat terancam punah karena semua alasan ini, seperti yang terjadi pada tiga dari sepuluh ikan air tawar endemik Spanyol. Bendungan sungai, terutama skema besar seperti [[Bendungan Kariba]] (sungai Zambezi) dan [[Bendungan Aswan]] ([[Sungai Nil]]) di sungai-sungai dengan perikanan yang bernilai ekonomi penting, telah menyebabkan penurunan besar dalam hasil tangkapan ikan.
Pukat dasar industri [[Dampak lingkungan dari perikanan|dapat merusak habitat dasar laut]], seperti yang terjadi di [[Georges Bank]] di Atlantik Utara.<ref>Daniel E. Duplisea. ''Extinction Debt and Colonizer Credit on a Habitat Perturbed Fishing Bank''. ''PLOS ONE''. Public Library of Science (PLoS). 2016. Vol. 11 (11). doi:10.1371/journal.pone.0166409.</ref> Introduksi [[spesies invasif]] akuatik tersebar luas. Hal ini memodifikasi ekosistem, menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, dan dapat merugikan perikanan. Spesies berbahaya mencakup ikan tetapi tidak terbatas padanya;<ref>Sabrina J. Lovell. [https://ageconsearch.umn.edu/record/280839/files/NCEE2005-02.pdf The economic impacts of aquatic invasive species: a review of the literature]. ''Agricultural and Resource Economics Review''. 2006. Vol. 35 (1). hlm. 195–208. doi:10.1017/S1068280500010157.</ref> kedatangan [[ubur-ubur sisir]] di Laut Hitam merusak perikanan [[ikan teri|teri]] di sana.<ref>D. Knowler. ''The Economics of Biological Invasions''. Edward Elgar. 2000. hlm. 70–93. doi:10.4337/9781781008645.00013. ISBN 978-1-78100-864-5.</ref><ref>Sabrina J. Lovell. [https://ageconsearch.umn.edu/record/280839/files/NCEE2005-02.pdf The economic impacts of aquatic invasive species: a review of the literature]. ''Agricultural and Resource Economics Review''. 2006. Vol. 35 (1). hlm. 195–208. doi:10.1017/S1068280500010157.</ref> Pembukaan [[Terusan Suez]] pada tahun 1869 memungkinkan [[migrasi Lessepsian]], yang memfasilitasi kedatangan ratusan spesies ikan, alga, dan invertebrata laut Indo-Pasifik di [[Laut Mediterania]], yang berdampak besar pada keseluruhan keanekaragaman hayati<ref>[https://ciesm.org/catalog/index.php?article=2021 Atlas of Exotic Fishes in the Mediterranean Sea]. CIESM Publishers. 2021.</ref> dan ekologinya.<ref>Daniel Golani. [https://www.researchgate.net/publication/242311439 Impact of Red Sea fish migrants through the Suez Canal on the aquatic environment of the Eastern Mediterranean]. ''Bulletin Series Yale School of Forestry and Environmental Studies''. 1998. hlm. 375–387.</ref>


Pukat dasar industri [[Dampak lingkungan dari perikanan|dapat merusak habitat dasar laut]], seperti yang terjadi di [[Georges Bank]] di Atlantik Utara. Introduksi [[spesies invasif]] akuatik tersebar luas. Hal ini memodifikasi ekosistem, menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, dan dapat merugikan perikanan. Spesies berbahaya mencakup ikan tetapi tidak terbatas padanya; kedatangan [[ubur-ubur sisir]] di Laut Hitam merusak perikanan [[ikan teri|teri]] di sana. Pembukaan [[Terusan Suez]] pada tahun 1869 memungkinkan [[migrasi Lessepsian]], yang memfasilitasi kedatangan ratusan spesies ikan, alga, dan invertebrata laut Indo-Pasifik di [[Laut Mediterania]], yang berdampak besar pada keseluruhan keanekaragaman hayati dan ekologinya.
[[Ikan kakap nil]] yang predator sengaja diintroduksi ke [[Danau Victoria]] pada tahun 1960-an sebagai ikan komersial dan ikan olahraga. Danau tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan sekitar 500 spesies ikan [[Cichlidae|cichlid]] [[Endemisme|endemik]]. Hal ini secara drastis mengubah ekologi danau, dan [[Perikanan di Danau Victoria|menyederhanakan perikanan]] dari multi-spesies menjadi hanya tiga: kakap nil, [[Rastrineobola argentea|silver cyprinid]], dan ikan introduksi lainnya, [[nila]]. Populasi cichlid [[haplochromine]] telah runtuh.<ref>George W. Coulter. [https://archive.org/details/environmental-biology-of-fishes_1986-11-01_17_3/page/161 Unique qualities and special problems of the African Great Lakes]. ''Environmental Biology of Fishes''. Springer Science and Business Media. 1986. Vol. 17 (3). hlm. 161–183. doi:10.1007/bf00698196.</ref><ref>A. P. Achieng. ''The impact of the introduction of the Nile Perch, ''Lates niloticus'' (L.), on the fisheries of Lake Victoria''. ''Journal of Fish Biology''. 1990. Vol. 37, Suppl. A. hlm. 17–23. doi:10.1111/j.1095-8649.1990.tb05016.x.</ref>
 
[[Ikan kakap nil]] yang predator sengaja diintroduksi ke [[Danau Victoria]] pada tahun 1960-an sebagai ikan komersial dan ikan olahraga. Danau tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan sekitar 500 spesies ikan [[Cichlidae|cichlid]] [[Endemisme|endemik]]. Hal ini secara drastis mengubah ekologi danau, dan [[Perikanan di Danau Victoria|menyederhanakan perikanan]] dari multi-spesies menjadi hanya tiga: kakap nil, [[Rastrineobola argentea|silver cyprinid]], dan ikan introduksi lainnya, [[nila]]. Populasi cichlid [[haplochromine]] telah runtuh.


== Kepentingan bagi manusia ==
== Kepentingan bagi manusia ==
=== Ekonomi ===
=== Ekonomi ===
Sepanjang sejarah, manusia telah menggunakan [[ikan sebagai makanan|ikan sebagai sumber makanan]] untuk [[protein]] pangan. Secara historis dan saat ini, sebagian besar ikan yang dipanen untuk konsumsi manusia berasal dari penangkapan ikan liar. Namun, budi daya ikan, yang telah dipraktikkan sejak sekitar 3.500 SM di Tiongkok kuno,<ref>Mark Spalding. [http://voices.nationalgeographic.com/2013/07/11/sustainable-ancient-aquaculture/ Sustainable Ancient Aquaculture]. 11 July 2013.</ref> menjadi semakin penting di banyak negara. Pada tahun 2007, sekitar seperenam protein dunia diperkirakan disediakan oleh ikan.<ref>Gene S. Helfman. [https://archive.org/details/fishconservation0000helf Fish Conservation: A Guide to Understanding and Restoring Global Aquatic Biodiversity and Fishery Resources]. Island Press. 2007. hlm. [https://archive.org/details/fishconservation0000helf/page/10 11]. ISBN 978-1-59726-760-1.</ref>


 
[[Perikanan]] adalah bisnis global yang besar yang memberikan pendapatan bagi jutaan orang.<ref>Gene S. Helfman. [https://archive.org/details/fishconservation0000helf Fish Conservation: A Guide to Understanding and Restoring Global Aquatic Biodiversity and Fishery Resources]. Island Press. 2007. hlm. [https://archive.org/details/fishconservation0000helf/page/10 11]. ISBN 978-1-59726-760-1.</ref> Hingga tahun 2020, lebih dari 65 juta ton (Mt) ikan laut dan 10 Mt ikan air tawar ditangkap, sementara sekitar 50 Mt ikan, terutama air tawar, dibudidayakan. Dari spesies laut yang ditangkap pada tahun 2020, [[anchoveta]] menyumbang 4,9 Mt, [[Gadus chalcogrammus|Alaska pollock]] 3,5 Mt, [[cakalang]] 2,8 Mt, serta [[hering Atlantik]] dan [[tuna sirip kuning]] masing-masing 1,6 Mt; delapan spesies lainnya memiliki tangkapan lebih dari 1 Mt.<ref>''The State of World Fisheries and Aquaculture 2022. Towards Blue Transformation''. Food and Agriculture Organization. 2022. doi:10.4060/cc0461en. ISBN 978-92-5-136364-5.</ref>
Sepanjang sejarah, manusia telah menggunakan [[ikan sebagai makanan|ikan sebagai sumber makanan]] untuk [[protein]] pangan. Secara historis dan saat ini, sebagian besar ikan yang dipanen untuk konsumsi manusia berasal dari penangkapan ikan liar. Namun, budi daya ikan, yang telah dipraktikkan sejak sekitar 3.500 SM di Tiongkok kuno, menjadi semakin penting di banyak negara. Pada tahun 2007, sekitar seperenam protein dunia diperkirakan disediakan oleh ikan.
 
[[Perikanan]] adalah bisnis global yang besar yang memberikan pendapatan bagi jutaan orang. Hingga tahun 2020, lebih dari 65 juta ton (Mt) ikan laut dan 10 Mt ikan air tawar ditangkap, sementara sekitar 50 Mt ikan, terutama air tawar, dibudidayakan. Dari spesies laut yang ditangkap pada tahun 2020, [[anchoveta]] menyumbang 4,9 Mt, [[Gadus chalcogrammus|Alaska pollock]] 3,5 Mt, [[cakalang]] 2,8 Mt, serta [[hering Atlantik]] dan [[tuna sirip kuning]] masing-masing 1,6 Mt; delapan spesies lainnya memiliki tangkapan lebih dari 1 Mt.


=== Rekreasi ===
=== Rekreasi ===
 
Ikan telah diakui sebagai sumber keindahan hampir selama digunakan sebagai makanan, muncul dalam [[lukisan gua]], dipelihara sebagai [[ikan hias]] di kolam, dan dipajang di [[akuarium]] di rumah, kantor, atau tempat umum. Memancing rekreasi adalah kegiatan memancing terutama untuk kesenangan atau kompetisi; hal ini dapat dikontraskan dengan perikanan komersial, yang merupakan penangkapan ikan untuk keuntungan, atau [[perikanan rakyat|perikanan artisanal]], yang merupakan penangkapan ikan terutama untuk makanan. Bentuk memancing rekreasi yang paling umum menggunakan [[joran pancing|joran]], [[kerek pancing|kerek]], [[senar pancing|senar]], [[kail ikan|kail]], dan berbagai macam [[umpan pancing|umpan]]. Memancing rekreasi sangat populer di Amerika Utara dan Eropa; badan pemerintah sering kali secara aktif mengelola spesies ikan target.<ref>[https://archive.org/details/anglerinenvironm0000unse The Angler in the Environment: Social, Economic, Biological, and Ethical Dimensions]. American Fisheries Society. 2011. hlm. [https://archive.org/details/anglerinenvironm0000unse/page/365 365]. ISBN 978-1-934874-24-0.</ref><ref>''Recreational Fisheries: Social, Economic and Management Aspects''. Wiley-Blackwell. 1998. hlm. 328. ISBN 978-0-852-38248-6.</ref>
 
Ikan telah diakui sebagai sumber keindahan hampir selama digunakan sebagai makanan, muncul dalam [[lukisan gua]], dipelihara sebagai [[ikan hias]] di kolam, dan dipajang di [[akuarium]] di rumah, kantor, atau tempat umum. Memancing rekreasi adalah kegiatan memancing terutama untuk kesenangan atau kompetisi; hal ini dapat dikontraskan dengan perikanan komersial, yang merupakan penangkapan ikan untuk keuntungan, atau [[perikanan rakyat|perikanan artisanal]], yang merupakan penangkapan ikan terutama untuk makanan. Bentuk memancing rekreasi yang paling umum menggunakan [[joran pancing|joran]], [[kerek pancing|kerek]], [[senar pancing|senar]], [[kail ikan|kail]], dan berbagai macam [[umpan pancing|umpan]]. Memancing rekreasi sangat populer di Amerika Utara dan Eropa; badan pemerintah sering kali secara aktif mengelola spesies ikan target.


=== Budaya ===
=== Budaya ===
Tema ikan memiliki makna simbolis dalam banyak agama. Di [[Mesopotamia]] kuno, persembahan ikan diberikan kepada para dewa sejak zaman paling awal.<ref>Jeremy Black. [https://books.google.com/books?id=05LXAAAAMAAJ&q=Inana Gods, Demons and Symbols of Ancient Mesopotamia: An Illustrated Dictionary]. The British Museum Press. 1992. hlm. 82–83. ISBN 978-0-7141-1705-8.</ref> Ikan juga merupakan simbol utama [[Enki]], dewa air.<ref>Jeremy Black. [https://books.google.com/books?id=05LXAAAAMAAJ&q=Inana Gods, Demons and Symbols of Ancient Mesopotamia: An Illustrated Dictionary]. The British Museum Press. 1992. hlm. 82–83. ISBN 978-0-7141-1705-8.</ref> Ikan sering muncul sebagai motif pengisi dalam [[segel silinder]] dari periode [[Dinasti Babilonia Pertama|Babilonia Lama]] ( 1830 SM –  1531 SM) dan [[Kekaisaran Asyur Baru|Asyur Baru]] (911–609 SM).<ref>Jeremy Black. [https://books.google.com/books?id=05LXAAAAMAAJ&q=Inana Gods, Demons and Symbols of Ancient Mesopotamia: An Illustrated Dictionary]. The British Museum Press. 1992. hlm. 82–83. ISBN 978-0-7141-1705-8.</ref> Dimulai selama [[Kassites|Periode Kassite]] ( 1600 SM –  1155 SM) dan berlangsung hingga awal [[Kekaisaran Akhemeniyah|Periode Persia]] (550–30 SM), penyembuh dan pengusir setan mengenakan pakaian ritual yang menyerupai tubuh ikan.<ref>Jeremy Black. [https://books.google.com/books?id=05LXAAAAMAAJ&q=Inana Gods, Demons and Symbols of Ancient Mesopotamia: An Illustrated Dictionary]. The British Museum Press. 1992. hlm. 82–83. ISBN 978-0-7141-1705-8.</ref> Selama [[Kekaisaran Seleukia|Periode Seleukia]] (312–63 SM), [[pahlawan budaya]] legendaris Babilonia, [[Oannes (mitologi)|Oannes]], dikatakan berpakaian kulit ikan.<ref>Jeremy Black. [https://books.google.com/books?id=05LXAAAAMAAJ&q=Inana Gods, Demons and Symbols of Ancient Mesopotamia: An Illustrated Dictionary]. The British Museum Press. 1992. hlm. 82–83. ISBN 978-0-7141-1705-8.</ref>




Tema ikan memiliki makna simbolis dalam banyak agama. Di [[Mesopotamia]] kuno, persembahan ikan diberikan kepada para dewa sejak zaman paling awal. Ikan juga merupakan simbol utama [[Enki]], dewa air. Ikan sering muncul sebagai motif pengisi dalam [[segel silinder]] dari periode [[Dinasti Babilonia Pertama|Babilonia Lama]] ( 1830 SM –  1531 SM) dan [[Kekaisaran Asyur Baru|Asyur Baru]] (911–609 SM). Dimulai selama [[Kassites|Periode Kassite]] ( 1600 SM –  1155 SM) dan berlangsung hingga awal [[Kekaisaran Akhemeniyah|Periode Persia]] (550–30 SM), penyembuh dan pengusir setan mengenakan pakaian ritual yang menyerupai tubuh ikan. Selama [[Kekaisaran Seleukia|Periode Seleukia]] (312–63 SM), [[pahlawan budaya]] legendaris Babilonia, [[Oannes (mitologi)|Oannes]], dikatakan berpakaian kulit ikan.
Ikan tampil secara menonjol dalam seni,<ref>Peter B. Moyle. [https://archive.org/details/sim_environmental-biology-of-fishes_1991-05_31_1/page/n9 Introduction to fish imagery in art]. ''Environmental Biology of Fishes''. May 1991. Vol. 31 (1). hlm. 5–23. doi:10.1007/bf00002153.</ref> dalam film seperti ''[[Finding Nemo]]''<ref>Christy Tidwell. [https://www.americanpopularculture.com/journal/articles/spring_2009/tidwell.htm 'Fish Are Just like People, Only Flakier': Environmental Practice and Theory in ''Finding Nemo'']. ''Americana: The Journal of American Popular Culture''. 2009.</ref> dan buku seperti ''[[The Old Man and the Sea]]''.<ref>P. Durga. [https://joell.in/wp-content/uploads/2017/10/NATURE-OF-EXISTENTIAL-STRUGGLE-IN-THE-OLD-MAN-AND-THE-SEA.pdf Nature of Existential Struggle in ''The Old Man and the Sea'']. ''Journal of English Language and Literature JOELL''. 2017. Vol. 4 (4). hlm. 19–21.</ref> Ikan besar, terutama hiu, sering menjadi subjek [[film horor]] dan [[Tegang (genre)|film tegang]], terutama novel ''[[Jaws (novel)|Jaws]]'', yang dibuat menjadi film yang kemudian diparodikan dan ditiru berkali-kali.<ref>Jay Alabaster. ''This shark, swallow you whole": Essays on the Cultural Influence of Jaws''. McFarland. 2023. hlm. 124–. ISBN 978-1-4766-7745-3.</ref> Piranha ditampilkan dalam cahaya yang mirip dengan hiu dalam film seperti ''[[Piranha (film 1978)|Piranha]]''.<ref>Sue Anne Zollinger. [http://indianapublicmedia.org/amomentofscience/piranhaferocious-fighter-scavenging-softie/ Piranha – Ferocious Fighter or Scavenging Softie?]. ''A Moment of Science''. Indiana Public Media. 3 July 2009.</ref>
 
Ikan dianggap suci bagi dewi Suriah [[Atargatis]] dan, selama festivalnya, hanya para imamnya yang diizinkan memakannya. Dalam [[Kitab Yunus]], tokoh sentralnya, seorang [[nabi]] bernama [[Yunus]], ditelan oleh ikan raksasa setelah dilemparkan ke laut oleh awak kapal yang ia tumpangi. [[Kekristenan awal|Umat Kristen awal]] menggunakan ''[[ichthys]]'', simbol ikan, untuk melambangkan Yesus. Di antara [[dewa]] yang dikatakan mengambil wujud ikan adalah [[Ikatere]] dari [[orang Polinesia]], dewa hiu [[Kāmohoaliʻi]] dari [[Hawaii|Hawaii]], dan [[Matsya]] dari umat Hindu. Rasi bintang [[Pises (rasi bintang)|Pises]] ("Ikan") dikaitkan dengan legenda dari Romawi Kuno bahwa [[Venus (mitologi)|Venus]] dan putranya [[Kupid]] diselamatkan oleh dua ekor ikan.
 
Ikan tampil secara menonjol dalam seni, dalam film seperti ''[[Finding Nemo]]'' dan buku seperti ''[[The Old Man and the Sea]]''. Ikan besar, terutama hiu, sering menjadi subjek [[film horor]] dan [[Tegang (genre)|film tegang]], terutama novel ''[[Jaws (novel)|Jaws]]'', yang dibuat menjadi film yang kemudian diparodikan dan ditiru berkali-kali. Piranha ditampilkan dalam cahaya yang mirip dengan hiu dalam film seperti ''[[Piranha (film 1978)|Piranha]]''.
 


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
== Catatan ==
== Catatan ==
== Referensi ==
== Sumber ==
== Sumber ==
*
*  
*
*  
*
*  


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
*
*  
*
*  
* Moyle, Peter B. (1993) [https://books.google.com/books?id=cu-J9tqy4IQC&q=Fish%3A+An+Enthusiast%27s+Guide ''Fish: An Enthusiast's Guide'']  University of California Press.  – good lay text.
* Moyle, Peter B. (1993) [https://books.google.com/books?id=cu-J9tqy4IQC&q=Fish%3A+An+Enthusiast%27s+Guide ''Fish: An Enthusiast's Guide'']  University of California Press.  – good lay text.
*
*  
*
*  
*  [http://www.uctv.tv/search-details.aspx?showID=16412 ''UCTV'' interview]
*  [http://www.uctv.tv/search-details.aspx?showID=16412 ''UCTV'' interview]  


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [https://db.angfa.org.au/ ANGFA] – Illustrated database of freshwater fishes of Australia and New Guinea
* [https://db.angfa.org.au/ ANGFA] – Illustrated database of freshwater fishes of Australia and New Guinea
* [https://www.fishbase.se/search.php FishBase online] – Comprehensive database with information on over 29,000 fish species
* [https://www.fishbase.se/search.php FishBase online] – Comprehensive database with information on over 29,000 fish species
*
*  
*
*  
* [https://www.fao.org/fishery/en/topic/2888 United Nation] – Fisheries and Aquaculture Department: Fish and seafood utilization
* [https://www.fao.org/fishery/en/topic/2888 United Nation] – Fisheries and Aquaculture Department: Fish and seafood utilization


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikan&oldid=29462059 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29462059 (2026-07-15T14:07:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikan&oldid=29462059 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29462059 (2026-07-15T14:07:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.40

Fish diversity

Ikan adalah hewan vertebrata akuatik berinsang, anamniotik, yang memiliki sirip renang dan tengkorak keras, namun tidak memiliki tungkai yang berjari. Ikan dapat dikelompokkan menjadi ikan tak berrahang yang lebih basal dan ikan berrahang yang lebih umum, yang mencakup semua ikan bertulang rawan dan ikan bertulang sejati yang masih hidup, serta placodermi dan acanthodii yang telah punah. Berbeda dari tradisi lama yang mengelompokkan semua ikan ke dalam satu kelas (Pisces), filogenetika modern memandang ikan sebagai kelompok parafiletik yang mencakup semua vertebrata kecuali tetrapoda.

Sebagian besar ikan bersifat berdarah dingin, dengan suhu tubuh yang berubah-ubah mengikuti air di sekitarnya, meskipun beberapa perenang aktif berukuran besar seperti hiu putih dan tuna mampu mempertahankan suhu inti yang lebih tinggi. Banyak ikan dapat berkomunikasi secara akustik satu sama lain, seperti saat melakukan peragaan percumbuan. Ilmu yang mempelajari ikan dikenal sebagai iktiologi.

Terdapat lebih dari 33.000 spesies ikan yang masih ada, yang jelas merupakan kelompok vertebrata terbesar dan melebihi jumlah gabungan semua spesies dari kelas tradisional lainnya, yaitu amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Sebagian besar ikan termasuk dalam kelas Actinopterygii, atau ikan bersirip kipas, yang mencakup sekitar setengah dari seluruh vertebrata yang masih hidup.Ikan paling awal muncul selama periode Kambrium sebagai penyaring makanan kecil; mereka terus berevolusi sepanjang era Paleozoikum, berdiversifikasi menjadi berbagai bentuk. Ikan paling awal yang memiliki insang pernapasan khusus dan sirip berpasangan, yaitu ostrakoderma, memiliki lempeng tulang berat yang berfungsi sebagai eksoskeleton pelindung terhadap predator invertebrata. Ikan pertama yang memiliki rahang, yaitu placodermi, muncul pada periode Silur dan mengalami diversifikasi besar-besaran selama periode Devon, yang disebut sebagai "Zaman Ikan".

Ikan bertulang sejati, yang dibedakan dengan adanya gelembung renang dan kemudian endoskeleton yang terosifikasi, muncul sebagai kelompok ikan yang dominan setelah kepunahan Devon akhir memusnahkan predator puncak, yakni placodermi. Ikan bertulang sejati dibagi lagi menjadi ikan bersirip cuping dan ikan bersirip kipas. Sekitar 96% dari seluruh spesies ikan yang hidup saat ini adalah teleostei—sebuah kelompok mahkota dari ikan bersirip kipas yang dapat menonjolkan rahangnya. Tetrapoda, sebuah klad vertebrata yang sebagian besar merupakan hewan terestrial dan telah mendominasi tingkat trofik atas baik di ekosistem akuatik maupun ekosistem terestrial sejak Paleozoikum Akhir, berevolusi dari ikan bersirip cuping selama periode Karbon, dengan mengembangkan paru-paru pernapasan udara yang homolog dengan gelembung renang.

Ikan telah menjadi sumber daya alam penting bagi manusia sejak zaman prasejarah, terutama sebagai bahan pangan. Nelayan komersial dan subsisten memanen ikan di perikanan liar atau membudidayakannya di kolam atau keramba jaring di laut. Ikan ditangkap untuk rekreasi atau dipelihara oleh penghobi ikan sebagai ikan hias untuk pameran pribadi maupun umum di akuarium dan kolam taman. Ikan memiliki peran dalam budaya manusia sepanjang zaman, berfungsi sebagai dewa, simbol keagamaan, serta menjadi subjek seni, buku, dan film.

Etimologi

Menurut penelitian linguistik komparatif terhadap rumpun bahasa Austronesia, bentuk dasar kata yang berhubungan dengan "ikan" direkonstruksi dalam bahasa leluhur yang disebut Proto-Austronesia. Dalam database Austronesian Comparative Dictionary, kata yang menjadi nenek moyang istilah tersebut direkonstruksi sebagai *Sikan dan hikan, yang memiliki arti "fish" (ikan) dalam konteks kosakata dasar rumpun bahasa Austronesia.[1]

Dalam perkembangan turunannya, bentuk *Sikan dan hikan kemudian berkembang menjadi bentuk seperti "ikan" dalam bahasa Melayu dan Indonesia modern. Bentuk ini tetap mempertahankan arti aslinya yang berkaitan dengan binatang air.[2]

Kata fish (ikan) dalam bahasa Inggris diwarisi dari Proto-Jermanik, dan berkerabat dengan kata Jerman , kata Latin , dan kata Irlandia Kuno , meskipun akar kata pastinya tidak diketahui; beberapa ahli merekonstruksi akar kata Proto-Indo-Eropa , yang hanya terbukti dalam bahasa Italik, Keltik, dan Jermanik.[3][4][5][6]

Meskipun sering digunakan secara bergantian dalam bahasa Inggris, dalam biologi kata fish dan fishes memiliki makna yang berbeda. Fish digunakan sebagai kata benda tunggal, atau sebagai bentuk jamak untuk menggambarkan banyak individu dari satu spesies. Fishes digunakan untuk menggambarkan spesies atau kelompok spesies yang berbeda.[7][8]

Evolusi

Sejarah fosil

Sekitar 530 juta tahun yang lalu selama ledakan Kambrium, hewan mirip ikan dengan notokorda dan mata di bagian depan tubuh, seperti Haikouichthys, muncul dalam catatan fosil.[9] Selama periode Kambrium akhir, bentuk tak berrahang lainnya seperti conodonta muncul.[10][11]

Vertebrata berrahang muncul pada periode Silur, dengan placodermi berisai raksasa seperti Dunkleosteus.[12] Ikan berrahang juga muncul selama periode Silur:[13] Chondrichthyes yang bertulang rawan[14][15] dan Osteichthyes yang bertulang sejati.[16]

Selama periode Devon, keanekaragaman ikan meningkat pesat, termasuk di antara placodermi, ikan bersirip cuping, dan hiu awal, yang membuat periode Devon dijuluki sebagai "zaman ikan".[17]

Filogeni

Ikan adalah kelompok parafiletik, karena setiap klad yang mencakup semua ikan berrahang (Gnathostomata) atau semua ikan bertulang sejati (Osteichthyes) juga mencakup klad tetrapoda (vertebrata berkaki empat, sebagian besar terestrial), yang biasanya tidak dianggap sebagai ikan.[18][19] Beberapa tetrapoda, seperti cetacea dan ichthyosaurus, secara sekunder telah memperoleh bentuk tubuh mirip ikan melalui evolusi konvergen.[20] Di sisi lain, Fishes of the World berkomentar bahwa "makin diterima secara luas bahwa tetrapoda, termasuk kita sendiri, hanyalah ikan bertulang sejati yang termodifikasi, sehingga kami merasa nyaman menggunakan takson Osteichthyes sebagai sebuah klad, yang kini mencakup semua tetrapoda".[21]

Keanekaragaman hayati ikan yang masih ada terdistribusi secara tidak merata di antara berbagai kelompok; teleostei, ikan bertulang sejati yang mampu menonjolkan rahangnya, menyusun 96% dari spesies ikan.[22] Kladogram[23] berikut menunjukkan hubungan evolusioner dari semua kelompok ikan yang masih hidup (dengan keanekaragamannya masing-masing[24]) dan tetrapoda.[25] Kelompok yang telah punah ditandai dengan tanda belati (†); kelompok dengan penempatan yang tidak pasti[26] diberi label dengan tanda tanya (?) dan garis putus-putus (- - - - -). Kelompok dengan lebih dari 25.000 spesies dicetak tebal.

Taksonomi

Ikan (tanpa tetrapoda) adalah kelompok parafiletik dan karena alasan ini, kelas Pisces yang terlihat dalam karya referensi lama tidak lagi digunakan dalam klasifikasi formal. Klasifikasi tradisional membagi ikan menjadi tiga kelas yang masih ada ("Agnatha", Chondrichthyes, dan "Osteichthyes"), dengan bentuk-bentuk punah yang terkadang diklasifikasikan di dalam kelompok-kelompok tersebut, atau terkadang sebagai kelas tersendiri.[27]

Ikan menyumbang lebih dari separuh spesies vertebrata. Per tahun 2016, terdapat lebih dari 32.000 spesies ikan bertulang sejati yang telah dideskripsikan, lebih dari 1.100 spesies ikan bertulang rawan, dan lebih dari 100 hagfish dan lamprey. Sepertiga dari jumlah tersebut termasuk dalam sembilan famili terbesar; dari yang terbesar hingga terkecil, famili tersebut adalah Cyprinidae, Gobiidae, Cichlidae, Characidae, Loricariidae, Balitoridae, Serranidae, Labridae, dan Scorpaenidae. Sekitar 64 famili bersifat monotipik, yang hanya memuat satu spesies.[28]

Keanekaragaman

Ukuran ikan berkisar dari hiu paus raksasa sepanjang hingga beberapa teleostei mungil yang hanya sepanjang , seperti cyprinidae Paedocypris progenetica dan stout infantfish.[29][30][31]

Performa renang bervariasi mulai dari ikan seperti tuna, salmon, dan kuwe yang dapat menempuh jarak 10–20 kali panjang tubuh per detik hingga spesies seperti sidat dan pari yang berenang tidak lebih dari 0,5 kali panjang tubuh per detik.

Ikan pada umumnya bersifat berdarah dingin, memiliki tubuh terampingkan untuk berenang cepat, mengekstrak oksigen dari air menggunakan insang, memiliki dua set sirip berpasangan, satu atau dua sirip punggung, sirip dubur dan sirip ekor, rahang, kulit yang tertutup sisik, serta bertelur. Setiap kriteria tersebut memiliki pengecualian, yang menciptakan keanekaragaman luas dalam bentuk tubuh dan cara hidup. Sebagai contoh, beberapa ikan perenang cepat berdarah panas, sementara beberapa ikan perenang lambat telah meninggalkan bentuk tubuh terampingkan demi bentuk tubuh lainnya.

Ekologi

Habitat

Spesies ikan secara kasar terbagi rata antara ekosistem air tawar dan laut (samudra); terdapat sekitar 15.200 spesies air tawar dan sekitar 14.800 spesies laut.[32] Terumbu karang di Indo-Pasifik merupakan pusat keanekaragaman bagi ikan laut,[33] sedangkan ikan air tawar kontinental paling beragam di daerah aliran sungai besar di hutan hujan tropis, terutama di cekungan Amazon, Kongo, dan Mekong.[34] Lebih dari 5.600 spesies ikan menghuni perairan tawar Neotropis saja, sehingga ikan Neotropis mewakili sekitar 10% dari seluruh spesies vertebrata di Bumi.[35]

Ikan melimpah di sebagian besar badan air. Mereka dapat ditemukan di hampir semua lingkungan akuatik, mulai dari aliran sungai gunung yang tinggi (misalnya, char dan gudgeon) hingga kedalaman abisal dan bahkan hadal di lautan terdalam (misalnya, cusk-eel dan snailfish), meskipun tidak ada yang ditemukan di 25% bagian terdalam lautan.[36] Ikan yang hidup paling dalam di lautan yang ditemukan sejauh ini adalah sejenis cusk-eel, Abyssobrotula galatheae, yang tercatat di dasar Palung Puerto Riko pada kedalaman .[37]

Dalam hal suhu, Jonah's icefish hidup di perairan dingin di Samudra Selatan, termasuk di bawah Paparan Es Filchner–Ronne pada lintang 79°LS,[38] sementara pupfish gurun hidup di mata air, sungai, dan rawa gurun, yang terkadang sangat asin, dengan suhu air mencapai 36 °C.[39][40]

Beberapa ikan hidup sebagian besar di darat atau bertelur di darat dekat air.[41] Gelodok mencari makan dan berinteraksi satu sama lain di dataran lumpur dan masuk ke dalam air untuk bersembunyi di liang mereka.[42] Satu spesies yang belum dideskripsikan dari Phreatobius telah disebut sebagai "ikan darat" sejati karena lele mirip cacing ini hidup sepenuhnya di antara serasah yang tergenang air.[43][44] Ikan gua dari berbagai famili hidup di danau bawah tanah, sungai bawah tanah, atau akuifer.[45]

Parasit dan predator

Seperti hewan lainnya, ikan juga mengalami parasitisme. Beberapa spesies menggunakan ikan pembersih untuk menghilangkan parasit eksternal. Yang paling terkenal di antaranya adalah keling pembersih dari terumbu karang di samudra Hindia dan Pasifik. Ikan-ikan kecil ini menjaga stasiun pembersihan tempat ikan lain berkumpul dan melakukan gerakan khusus untuk menarik perhatian para pembersih tersebut. Perilaku pembersihan telah diamati pada sejumlah kelompok ikan, termasuk kasus menarik antara dua cichlid dari genus yang sama, Etroplus maculatus, sang pembersih, dan Etroplus suratensis yang jauh lebih besar.[46]

Ikan menempati banyak tingkat trofik dalam jaring-jaring makanan air tawar dan laut. Ikan di tingkat yang lebih tinggi bersifat predator, dan sebagian besar mangsanya terdiri dari ikan lain.[47] Selain itu, mamalia seperti lumba-lumba dan anjing laut memangsa ikan, bersama dengan burung seperti gannet dan kormoran.[48]

Anatomi dan fisiologi

Lokomosi

Tubuh ikan pada umumnya beradaptasi untuk berenang secara efisien dengan mengontraksikan set otot berpasangan di kedua sisi tulang punggung secara bergantian. Kontraksi ini membentuk kurva berbentuk S yang bergerak ke bawah tubuh. Saat setiap kurva mencapai sirip ekor, gaya diterapkan ke air, yang mendorong ikan ke depan. Sirip lainnya bertindak sebagai permukaan kendali layaknya flap pada pesawat terbang, yang memungkinkan ikan untuk mengemudi ke segala arah.[49]

Karena massa jenis jaringan tubuh lebih besar daripada air, ikan harus mengompensasi perbedaan tersebut atau mereka akan tenggelam. Banyak ikan bertulang sejati memiliki organ internal yang disebut gelembung renang yang memungkinkan mereka menyesuaikan daya apung dengan menambah atau mengurangi jumlah gas di dalamnya.[50]

Sisik pada ikan memberikan perlindungan dari predator dengan konsekuensi menambah kekakuan dan berat tubuh.[51] Sisik ikan sering kali sangat reflektif; pewarnaan perak ini memberikan kamuflase di lautan terbuka. Karena air di sekelilingnya memiliki warna yang sama, memantulkan citra air tersebut membuat ikan nyaris tak terlihat.[52]

Peredaran darah

Ikan memiliki sistem peredaran darah tertutup. Jantung memompa darah dalam satu lintasan tunggal ke seluruh tubuh; sebagai perbandingan, jantung mamalia memiliki dua lintasan, satu menuju paru-paru untuk mengambil oksigen, dan satu lagi menuju tubuh untuk menyalurkan oksigen tersebut. Pada ikan, jantung memompa darah melalui insang. Darah yang kaya oksigen kemudian mengalir tanpa pemompaan lebih lanjut, tidak seperti pada mamalia, menuju jaringan tubuh. Akhirnya, darah yang miskin oksigen kembali ke jantung.[53]

Pernapasan

Insang

Ikan melakukan pertukaran gas menggunakan insang di kedua sisi faring. Insang terdiri dari struktur seperti sisir yang disebut filamen. Setiap filamen mengandung jaringan kapiler yang menyediakan luas permukaan yang besar untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Ikan bertukar gas dengan menarik air yang kaya oksigen melalui mulutnya dan memompanya melewati insang. Darah kapiler di insang mengalir ke arah yang berlawanan dengan air, menghasilkan pertukaran lawan arus yang efisien. Insang mendorong air yang miskin oksigen keluar melalui bukaan di sisi faring. Ikan bertulang rawan memiliki beberapa bukaan insang: hiu biasanya memiliki lima, terkadang enam atau tujuh pasang; mereka sering kali harus berenang untuk mengoksigenasi insang mereka. Ikan bertulang sejati memiliki satu bukaan insang di setiap sisi, yang tersembunyi di bawah penutup tulang pelindung atau operkulum. Mereka mampu mengoksigenasi insang mereka menggunakan otot-otot di kepala.[54]

Pernapasan udara

Sekitar 400 spesies ikan dalam 50 familidapat menghirup udara, yang memungkinkan mereka hidup di air yang miskin oksigen atau muncul ke daratan.[55] Kemampuan ikan untuk melakukan hal ini berpotensi dibatasi oleh peredaran darah lintasan tunggal mereka, karena darah beroksigen dari organ pernapasan udara mereka akan bercampur dengan darah terdeoksigenasi yang kembali ke jantung dari seluruh tubuh. Ikan paru-paru, bichir, ropefish, bowfin, snakefish, dan knifefish Afrika telah berevolusi untuk mengurangi percampuran tersebut, dan untuk mengurangi hilangnya oksigen dari insang ke air yang miskin oksigen.[56]

Bichir dan ikan paru-paru memiliki paru-paru berpasangan mirip tetrapoda, yang mengharuskan mereka muncul ke permukaan untuk menelan udara, dan menjadikan mereka pembernapas udara obligat. Banyak ikan lain, termasuk penghuni kolam batu dan zona intertidal, adalah pembernapas udara fakultatif, yang mampu menghirup udara saat berada di luar air, seperti yang mungkin terjadi setiap hari saat air surut, dan menggunakan insang mereka saat berada di air. Beberapa ikan pesisir seperti rockskipper dan gelodok memilih untuk meninggalkan air guna mencari makan di habitat yang terpapar udara untuk sementara waktu.[57] Beberapa ikan lele menyerap udara melalui saluran pencernaan mereka.[58]

Pencernaan

Sistem pencernaan terdiri dari sebuah tabung, yaitu usus, yang membentang dari mulut hingga anus. Mulut sebagian besar ikan mengandung gigi untuk mencengkeram mangsa, menggigit atau mengikis bahan tanaman, atau menghancurkan makanan. Sebuah kerongkongan membawa makanan ke lambung tempat makanan tersebut dapat disimpan dan dicerna sebagian. Sebuah sfingter, pilorus, melepaskan makanan ke usus secara berkala. Banyak ikan memiliki kantong berbentuk jari, seka pilorik, di sekitar pilorus, yang fungsinya belum jelas. Pankreas mengeluarkan enzim ke dalam usus untuk mencerna makanan; enzim lain disekresikan secara langsung oleh usus itu sendiri. Hati memproduksi empedu yang membantu memecah lemak menjadi emulsi yang dapat diserap di dalam usus.[59]

Ekskresi

Sebagian besar ikan melepaskan limbah nitrogen mereka sebagai amonia. Zat ini dapat diekskresikan melalui insang atau disaring oleh ginjal. Garam diekskresikan oleh kelenjar rektal.[60] Ikan air laut cenderung kehilangan air melalui osmosis; ginjal mereka mengembalikan air ke tubuh, dan menghasilkan urine yang pekat. Hal sebaliknya terjadi pada ikan air tawar: mereka cenderung mendapatkan air secara osmotik, dan menghasilkan urine yang encer. Beberapa ikan memiliki ginjal yang mampu berfungsi baik di air tawar maupun air laut.[61]

Otak

Ikan memiliki otak yang kecil relatif terhadap ukuran tubuh jika dibandingkan dengan vertebrata lain, biasanya seperlima belas massa otak burung atau mamalia yang berukuran sama. Namun, beberapa ikan memiliki otak yang relatif besar, terutama mormyrid dan hiu, yang memiliki otak yang kira-kira sama besarnya untuk berat badan mereka seperti burung dan marsupial. Di bagian depan otak terdapat lobus olfaktorius, sepasang struktur yang menerima dan memproses sinyal dari lubang hidung melalui dua saraf olfaktorius.

Ikan yang berburu terutama dengan penciuman, seperti hagfish dan hiu, memiliki lobus olfaktorius yang sangat besar. Di belakang lobus ini terdapat telensefalon, yang pada ikan sebagian besar berkaitan dengan penciuman. Bersama-sama struktur ini membentuk otak depan. Menghubungkan otak depan ke otak tengah adalah diensefalon; bagian ini bekerja dengan hormon dan homeostasis. Kelenjar pineal berada tepat di atas diensefalon; organ ini mendeteksi cahaya, memelihara ritme sirkadian, dan mengontrol perubahan warna.

Otak tengah berisi dua lobus optik. Lobus ini sangat besar pada spesies yang berburu dengan penglihatan, seperti trout pelangi dan cichlid. Otak belakang mengontrol renang dan keseimbangan. Serebelum berlobus tunggal adalah bagian terbesar dari otak; bagian ini kecil pada hagfish dan lamprey, tetapi sangat besar pada mormyrid, memproses indra listrik mereka. Batang otak atau mielensefalon mengontrol beberapa otot dan organ tubuh, serta mengatur respirasi dan osmoregulasi.

Sistem sensorik

Sistem gurat sisi adalah jaringan sensor di kulit yang mendeteksi arus dan getaran lembut, serta merasakan gerakan ikan di dekatnya, baik predator maupun mangsa.[62] Hal ini dapat dianggap sebagai indra peraba sekaligus pendengaran. Ikan gua buta bernavigasi hampir sepenuhnya melalui sensasi dari sistem gurat sisi mereka.[63] Beberapa ikan, seperti lele dan hiu, memiliki ampula Lorenzini, elektroseptor yang mendeteksi arus listrik lemah dalam orde milivolt.[64]

Penglihatan adalah sistem sensorik penting pada ikan.[65] Mata ikan mirip dengan mata hewan terestrial vertebrata seperti burung dan mamalia, tetapi memiliki lensa yang lebih bulat.[66] Retina mereka umumnya memiliki sel batang dan sel kerucut (untuk penglihatan skotopik dan penglihatan fotopik); banyak spesies memiliki penglihatan warna, sering kali dengan tiga jenis sel kerucut.[67] Teleostei dapat melihat cahaya terpolarisasi;[68] beberapa seperti cyprinid memiliki jenis sel kerucut keempat yang mendeteksi ultraviolet.[69] Di antara ikan tak berrahang, lamprey memiliki mata yang berkembang baik,[70] sementara hagfish hanya memiliki bintik mata primitif.[71]

Pendengaran juga merupakan sistem sensorik penting pada ikan. Ikan merasakan suara menggunakan gurat sisi dan otolith di telinga mereka, di dalam kepala mereka. Beberapa dapat mendeteksi suara melalui gelembung renang.[72]

Beberapa ikan, termasuk salmon, mampu melakukan magnetoresepsi; ketika sumbu medan magnet diubah di sekitar tangki bundar berisi ikan muda, mereka mengarahkan kembali diri mereka agar segaris dengan medan tersebut.[73][74] Mekanisme magnetoresepsi ikan masih belum diketahui;[75] eksperimen pada burung menyiratkan mekanisme pasangan radikal kuantum.[76]

Kognisi

Kapasitas kognitif ikan mencakup kesadaran diri, sebagaimana teramati dalam uji cermin. Pari manta dan ikan keling yang ditempatkan di depan cermin berulang kali memeriksa apakah perilaku bayangan mereka meniru gerakan tubuh mereka.[77][78] Ikan keling Choerodon, ikan sumpit, dan kod Atlantik mampu memecahkan masalah dan menciptakan alat.[79] Cichlid monogami Amatitlania siquia menunjukkan perilaku pesimistis ketika dihalangi untuk bersama pasangannya.[80] Ikan mengorientasikan diri menggunakan penanda tempat; mereka mungkin menggunakan peta mental berdasarkan berbagai penanda. Ikan mampu belajar melintasi labirin, yang menunjukkan bahwa mereka memiliki ingatan spasial dan diskriminasi visual.[81] Penelitian perilaku menunjukkan bahwa ikan adalah makhluk sentien (mampu merasa), yang sanggup mengalami rasa nyeri.[82]

Elektrogenesis

Ikan listrik seperti ikan gajah, knifefish Afrika, dan sidat listrik memiliki sebagian otot yang beradaptasi untuk menghasilkan medan listrik. Mereka menggunakan medan tersebut untuk melokalisasi dan mengidentifikasi objek seperti mangsa di perairan sekitarnya, yang mungkin keruh atau gelap.[83] Ikan berlistrik kuat seperti sidat listrik juga dapat menggunakan organ listrik mereka untuk menghasilkan kejutan yang cukup kuat guna melumpuhkan mangsanya.[84]

Endotermi

Sebagian besar ikan sepenuhnya berdarah dingin atau ektoterm. Namun, Scombroidei bersifat berdarah panas (endotermik), termasuk billfish dan tuna.[85] Opah, sejenis lampriform, menggunakan endotermi seluruh tubuh, menghasilkan panas dengan otot renangnya untuk menghangatkan tubuh sementara pertukaran lawan arus meminimalkan hilangnya panas.[86] Di antara ikan bertulang rawan, hiu dari famili Lamnidae (seperti hiu putih besar) dan Alopiidae (hiu tikus) bersifat endotermik. Tingkat endotermi bervariasi mulai dari billfish, yang hanya menghangatkan mata dan otaknya, hingga tuna sirip biru dan hiu porbeagle, yang mempertahankan suhu tubuh lebih dari di atas suhu air sekitarnya.[87][88][89]

Reproduksi dan siklus hidup

Organ reproduksi utama adalah testis dan ovarium yang berpasangan.[90] Telur dilepaskan dari ovarium ke oviduk.[91] Lebih dari 97% ikan, termasuk salmon dan ikan mas koki, bersifat ovipar, yang berarti telur dikeluarkan ke dalam air dan berkembang di luar tubuh induknya.[92] Telur biasanya dibuahi di luar tubuh induk, dengan ikan jantan dan betina melepaskan gamet mereka ke air di sekitarnya. Pada beberapa ikan ovipar, seperti skate, pembuahan terjadi secara internal: jantan menggunakan organ intromiten untuk menyalurkan sperma ke dalam lubang genital betina.[93]

Ikan laut melepaskan sejumlah besar telur kecil ke kolom air terbuka. Anakan yang baru menetas dari ikan ovipar adalah larva planktonik. Mereka memiliki kantung kuning telur yang besar dan tidak menyerupai ikan remaja atau dewasa. Periode larva pada ikan ovipar biasanya hanya beberapa minggu, dan larva tumbuh serta mengalami perubahan struktur dengan cepat menjadi ikan remaja. Selama transisi ini, larva harus beralih dari kantung kuning telur ke memakan mangsa zooplankton.[94] Beberapa ikan seperti surf-perch, splitfin, dan hiu lemon bersifat vivipar atau melahirkan, yang berarti induk menyimpan telur dan memberi nutrisi pada embrio melalui struktur yang analog dengan plasenta untuk menghubungkan suplai darah induk dengan embrio.[95]

Perbaikan DNA

Embrio spesies ikan dengan pembuahan eksternal terpapar langsung selama perkembangannya terhadap kondisi lingkungan yang dapat merusak DNA mereka, seperti polutan, sinar UV, dan spesies oksigen reaktif.[96] Untuk mengatasi kerusakan DNA tersebut, berbagai jalur perbaikan DNA yang berbeda digunakan oleh embrio ikan selama perkembangannya.[97] Dalam beberapa tahun terakhir, ikan zebra telah menjadi model yang berguna untuk menilai polutan lingkungan yang mungkin bersifat genotoksik, yaitu menyebabkan kerusakan DNA.[98]

Pertahanan terhadap penyakit

Ikan memiliki pertahanan non-spesifik maupun pertahanan imun terhadap penyakit. Pertahanan non-spesifik meliputi kulit dan sisik, serta lapisan lendir yang disekresikan oleh epidermis yang memerangkap dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Jika patogen menembus pertahanan ini, sistem imun bawaan dapat memicu respons inflamasi yang meningkatkan aliran darah ke daerah yang terinfeksi dan mengirimkan sel darah putih yang mencoba menghancurkan patogen secara non-spesifik. Pertahanan spesifik merespons antigen tertentu, seperti protein pada permukaan bakteri patogen, yang dikenali oleh sistem imun adaptif. Sistem kekebalan berevolusi pada deuterostomia seperti yang ditunjukkan dalam kladogram berikut.[99]

Organ kekebalan bervariasi menurut jenis ikan. Ikan tak berrahang memiliki jaringan limfoid di dalam ginjal anterior, dan granulosit di dalam usus. Mereka memiliki jenis sistem imun adaptif tersendiri; sistem ini menggunakan reseptor limfosit variabel (VLR) untuk menghasilkan kekebalan terhadap berbagai antigen. Hasilnya sangat mirip dengan ikan berrahang dan tetrapoda, tetapi mungkin telah berevolusi secara terpisah.[100] Semua ikan berrahang memiliki sistem imun adaptif dengan limfosit B dan T yang masing-masing membawa imunoglobulin dan reseptor sel T. Sistem ini menggunakan penataan ulang Variable–Diversity–Joining (V(D)J) untuk menciptakan kekebalan terhadap berbagai antigen. Sistem ini berevolusi sekali dan bersifat basal bagi klad vertebrata berrahang.[101]

Ikan bertulang rawan memiliki tiga organ khusus yang mengandung sel-sel sistem kekebalan: organ epigonal di sekitar gonad, organ Leydig di dalam kerongkongan, dan katup spiral di usus mereka, sementara timus dan limpa mereka memiliki fungsi yang mirip dengan organ yang sama dalam sistem kekebalan tetrapoda.[102] Teleostei memiliki limfosit di timus, serta sel kekebalan lainnya di limpa dan organ lainnya.[103][104]

Perilaku

Berkawanan dan bergerombol

Kawanan (shoal) adalah kelompok yang terorganisasi secara longgar tempat setiap ikan berenang dan mencari makan secara mandiri namun tetap tertarik pada anggota kelompok lainnya dan menyesuaikan perilakunya, seperti kecepatan renang, agar tetap berada di dekat anggota kelompok lainnya. Gerombolan (school) adalah kelompok yang jauh lebih terorganisasi, yang menyelaraskan renangnya sehingga semua ikan bergerak dengan kecepatan dan arah yang sama. Bergerombol terkadang merupakan bentuk adaptasi antipredator, yang menawarkan kewaspadaan yang lebih baik terhadap predator.[105]

Sering kali lebih efisien untuk mengumpulkan makanan dengan bekerja sebagai satu kelompok, dan masing-masing ikan mengoptimalkan strategi mereka dengan memilih untuk bergabung atau meninggalkan kawanan. Ketika predator terdeteksi, ikan mangsa merespons secara defensif, yang menghasilkan perilaku kawanan kolektif seperti gerakan yang tersinkronisasi. Respons tersebut tidak hanya terdiri dari upaya untuk bersembunyi atau melarikan diri; taktik antipredator meliputi, misalnya, memencar dan berkumpul kembali. Ikan juga berkumpul dalam kawanan untuk memijah.[106] Ikan kapelin bermigrasi setiap tahun dalam gerombolan besar di antara daerah mencari makan dan tempat pemijahannya.[107]

Komunikasi

Ikan berkomunikasi dengan mentransmisikan sinyal akustik (suara) satu sama lain. Hal ini paling sering terjadi dalam konteks makan, agresi, atau percumbuan.[108] Suara yang dipancarkan bervariasi tergantung pada spesies dan stimulus yang terlibat. Ikan dapat menghasilkan suara stridulatori dengan menggerakkan komponen sistem rangka, atau dapat menghasilkan suara non-stridulatori dengan memanipulasi organ khusus seperti gelembung renang.[109]

Beberapa ikan menghasilkan suara dengan menggesekkan atau menggemeretakkan tulang mereka bersama-sama. Suara-suara ini bersifat stridulatori. Pada Haemulon flavolineatum, ikan gerot-gerot Prancis, suara geraman dihasilkan dengan menggemeretakkan gigi, terutama saat dalam keadaan tertekan. Geraman tersebut memiliki frekuensi sekitar 700 Hz, dan berlangsung sekitar 47 milidetik.[110] Kuda laut moncong panjang, Hippocampus reidi, menghasilkan dua kategori suara, 'klik' dan 'geraman', dengan menggesekkan tulang mahkota mereka melintasi bagian beralur dari neurokranium mereka.[111] Klik dihasilkan selama percumbuan dan makan, dan frekuensi klik berada dalam kisaran 50 Hz-800 Hz. Frekuensi berada di ujung kisaran yang lebih tinggi selama pemijahan, ketika ikan betina dan jantan berjarak kurang dari lima belas sentimeter. Geraman dihasilkan ketika H. reidi mengalami stres. Suara 'geraman' terdiri dari serangkaian getaran suara dan dipancarkan bersamaan dengan getaran tubuh.[112]

Beberapa spesies ikan menciptakan kebisingan dengan melibatkan otot-otot khusus yang berkontraksi dan menyebabkan getaran gelembung renang. Oyster toadfish menghasilkan geraman keras dengan mengontraksikan otot sonik di sepanjang sisi gelembung renang.[113] Toadfish betina dan jantan memancarkan geraman berdurasi pendek, sering kali sebagai respons ketakutan.[114] Selain geraman berdurasi pendek, toadfish jantan menghasilkan "panggilan peluit kapal" (boat whistle calls).[115] Panggilan ini berdurasi lebih lama, berfrekuensi lebih rendah, dan terutama digunakan untuk menarik pasangan.[116] Berbagai suara tersebut memiliki kisaran frekuensi 140 Hz hingga 260 Hz.[117] Frekuensi panggilan bergantung pada laju kontraksi otot sonik.[118][119]

Sciaenops ocellatus (red drum), menghasilkan suara tabuhan dengan menggetarkan gelembung renangnya. Getaran disebabkan oleh kontraksi cepat otot sonik yang mengelilingi aspek dorsal gelembung renang. Getaran ini menghasilkan suara berulang dengan frekuensi dari 100 hingga >200 Hz. S. ocellatus menghasilkan panggilan yang berbeda tergantung pada stimulus yang terlibat, seperti percumbuan atau serangan predator. Betina tidak menghasilkan suara, dan tidak memiliki otot penghasil suara (sonik).[120]

Konservasi

Daftar Merah IUCN tahun 2024 menyebutkan 2.168 spesies ikan yang genting atau terancam kritis.[121] Termasuk di antaranya adalah spesies seperti kod Atlantik,[122] pupfish devil's hole,[123] coelacanth,[124] dan hiu putih besar.[125] Karena ikan hidup di bawah air, mereka lebih sulit dipelajari dibandingkan hewan dan tumbuhan terestrial, dan informasi mengenai populasi ikan sering kali kurang memadai. Ikan air tawar tampak sangat terancam karena mereka sering kali hidup di badan air yang relatif kecil. Sebagai contoh, pupfish Devil's Hole hanya menempati satu kolam berukuran .

Penangkapan ikan berlebih

Organisasi Pangan dan Pertanian melaporkan bahwa "pada tahun 2017, 34 persen stok ikan dari perikanan laut dunia diklasifikasikan sebagai mengalami penangkapan berlebih".[126] Penangkapan ikan berlebih merupakan ancaman utama bagi ikan konsumsi seperti kod dan tuna.[127][128] Penangkapan ikan berlebih pada akhirnya menyebabkan keruntuhan stok ikan, karena ikan yang bertahan hidup tidak dapat menghasilkan cukup banyak anakan untuk menggantikan yang telah diambil. Kepunahan komersial semacam itu tidak berarti spesies tersebut punah, melainkan bahwa spesies tersebut tidak dapat lagi menyokong kegiatan perikanan. Dalam kasus perikanan sarden Pasifik di lepas pantai California, hasil tangkapan terus menurun dari puncaknya pada tahun 1937 sebesar 800.000 ton menjadi 24.000 ton yang tidak layak secara ekonomi pada tahun 1968.

Dalam kasus perikanan kod barat laut Atlantik, penangkapan ikan berlebih mengurangi populasi ikan hingga menjadi 1% dari tingkat historisnya pada tahun 1992.[129] Ilmuwan perikanan dan industri perikanan memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai ketahanan perikanan terhadap penangkapan ikan yang intensif. Di banyak wilayah pesisir, industri perikanan merupakan pemberi kerja utama, sehingga pemerintah cenderung mendukungnya.[130][131] Di sisi lain, para ilmuwan dan konservasionis mendesak perlindungan yang ketat, memperingatkan bahwa banyak stok ikan dapat musnah dalam waktu lima puluh tahun.[132][133]

Ancaman lainnya

Tekanan utama pada ekosistem air tawar dan laut adalah degradasi habitat termasuk pencemaran air, pembangunan bendungan, pengambilan air untuk kebutuhan manusia, dan introduksi spesies eksotik termasuk predator. Ikan air tawar, terutama jika endemik di suatu wilayah (tidak ditemukan di tempat lain), dapat terancam punah karena semua alasan ini, seperti yang terjadi pada tiga dari sepuluh ikan air tawar endemik Spanyol.[134] Bendungan sungai, terutama skema besar seperti Bendungan Kariba (sungai Zambezi) dan Bendungan Aswan (Sungai Nil) di sungai-sungai dengan perikanan yang bernilai ekonomi penting, telah menyebabkan penurunan besar dalam hasil tangkapan ikan.[135]

Pukat dasar industri dapat merusak habitat dasar laut, seperti yang terjadi di Georges Bank di Atlantik Utara.[136] Introduksi spesies invasif akuatik tersebar luas. Hal ini memodifikasi ekosistem, menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, dan dapat merugikan perikanan. Spesies berbahaya mencakup ikan tetapi tidak terbatas padanya;[137] kedatangan ubur-ubur sisir di Laut Hitam merusak perikanan teri di sana.[138][139] Pembukaan Terusan Suez pada tahun 1869 memungkinkan migrasi Lessepsian, yang memfasilitasi kedatangan ratusan spesies ikan, alga, dan invertebrata laut Indo-Pasifik di Laut Mediterania, yang berdampak besar pada keseluruhan keanekaragaman hayati[140] dan ekologinya.[141]

Ikan kakap nil yang predator sengaja diintroduksi ke Danau Victoria pada tahun 1960-an sebagai ikan komersial dan ikan olahraga. Danau tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan sekitar 500 spesies ikan cichlid endemik. Hal ini secara drastis mengubah ekologi danau, dan menyederhanakan perikanan dari multi-spesies menjadi hanya tiga: kakap nil, silver cyprinid, dan ikan introduksi lainnya, nila. Populasi cichlid haplochromine telah runtuh.[142][143]

Kepentingan bagi manusia

Ekonomi

Sepanjang sejarah, manusia telah menggunakan ikan sebagai sumber makanan untuk protein pangan. Secara historis dan saat ini, sebagian besar ikan yang dipanen untuk konsumsi manusia berasal dari penangkapan ikan liar. Namun, budi daya ikan, yang telah dipraktikkan sejak sekitar 3.500 SM di Tiongkok kuno,[144] menjadi semakin penting di banyak negara. Pada tahun 2007, sekitar seperenam protein dunia diperkirakan disediakan oleh ikan.[145]

Perikanan adalah bisnis global yang besar yang memberikan pendapatan bagi jutaan orang.[146] Hingga tahun 2020, lebih dari 65 juta ton (Mt) ikan laut dan 10 Mt ikan air tawar ditangkap, sementara sekitar 50 Mt ikan, terutama air tawar, dibudidayakan. Dari spesies laut yang ditangkap pada tahun 2020, anchoveta menyumbang 4,9 Mt, Alaska pollock 3,5 Mt, cakalang 2,8 Mt, serta hering Atlantik dan tuna sirip kuning masing-masing 1,6 Mt; delapan spesies lainnya memiliki tangkapan lebih dari 1 Mt.[147]

Rekreasi

Ikan telah diakui sebagai sumber keindahan hampir selama digunakan sebagai makanan, muncul dalam lukisan gua, dipelihara sebagai ikan hias di kolam, dan dipajang di akuarium di rumah, kantor, atau tempat umum. Memancing rekreasi adalah kegiatan memancing terutama untuk kesenangan atau kompetisi; hal ini dapat dikontraskan dengan perikanan komersial, yang merupakan penangkapan ikan untuk keuntungan, atau perikanan artisanal, yang merupakan penangkapan ikan terutama untuk makanan. Bentuk memancing rekreasi yang paling umum menggunakan joran, kerek, senar, kail, dan berbagai macam umpan. Memancing rekreasi sangat populer di Amerika Utara dan Eropa; badan pemerintah sering kali secara aktif mengelola spesies ikan target.[148][149]

Budaya

Tema ikan memiliki makna simbolis dalam banyak agama. Di Mesopotamia kuno, persembahan ikan diberikan kepada para dewa sejak zaman paling awal.[150] Ikan juga merupakan simbol utama Enki, dewa air.[151] Ikan sering muncul sebagai motif pengisi dalam segel silinder dari periode Babilonia Lama ( 1830 SM – 1531 SM) dan Asyur Baru (911–609 SM).[152] Dimulai selama Periode Kassite ( 1600 SM – 1155 SM) dan berlangsung hingga awal Periode Persia (550–30 SM), penyembuh dan pengusir setan mengenakan pakaian ritual yang menyerupai tubuh ikan.[153] Selama Periode Seleukia (312–63 SM), pahlawan budaya legendaris Babilonia, Oannes, dikatakan berpakaian kulit ikan.[154]


Ikan tampil secara menonjol dalam seni,[155] dalam film seperti Finding Nemo[156] dan buku seperti The Old Man and the Sea.[157] Ikan besar, terutama hiu, sering menjadi subjek film horor dan film tegang, terutama novel Jaws, yang dibuat menjadi film yang kemudian diparodikan dan ditiru berkali-kali.[158] Piranha ditampilkan dalam cahaya yang mirip dengan hiu dalam film seperti Piranha.[159]

Lihat pula

Catatan

Sumber

Bacaan lanjutan

Pranala luar

  • ANGFA – Illustrated database of freshwater fishes of Australia and New Guinea
  • FishBase online – Comprehensive database with information on over 29,000 fish species
  • United Nation – Fisheries and Aquaculture Department: Fish and seafood utilization

Referensi

  1. ACD - Austronesian Comparative Dictionary Online - Cognateset *Sikan.ACD - Austronesian Comparative Dictionary Online - Words for fish (generic) in Malay.
  2. ACD - Austronesian Comparative Dictionary Online - Cognateset *Sikan.ACD - Austronesian Comparative Dictionary Online - Words for fish (generic) in Malay.
  3. DWDS – Digitales Wörterbuch der deutschen Sprache. DWDS.
  4. Winfred Philipp Lehmann. A Gothic etymological dictionary. BRILL. 1986. hlm. 118. ISBN 978-90-04-08176-5.
  5. fish, n.1. Oxford University Press.
  6. Carl Darling Buck. A Dictionary of Selected Synonyms in the Principal Indo-European Languages. University of Chicago Press. 1949. hlm. 184.
  7. Daniel Pauly. Fish(es). Cambridge University Press. 13 May 2004. hlm. 77. ISBN 978-1-139-45181-9.
  8. Joseph S. Nelson. The Fishes of Alberta. University of Alberta. 1992. hlm. 400. ISBN 978-0-88864-236-3.
  9. D. G. Shu. Head and backbone of the Early Cambrian vertebrate Haikouichthys. Nature. 2003. Vol. 421 (6922). hlm. 526–529. doi:10.1038/nature01264.
  10. Philip C. J. Donoghue. The Evolutionary Emergence of Vertebrates From Among Their Spineless Relatives. Evolution: Education and Outreach. 2009. Vol. 2 (2). hlm. 204–212. doi:10.1007/s12052-009-0134-3.
  11. James F. Miller. Cambrian and earliest Ordovician conodont evolution, biofacies, and provincialism. Geological Society of America Special Paper. 1984. Vol. 196 (196). hlm. 43–68. doi:10.1130/SPE196-p43. ISBN 978-0-8137-2196-5.
  12. Monster fish crushed opposition with strongest bite ever. Smh.com.au. 30 November 2006.
  13. Brian Choo. The largest Silurian vertebrate and its palaeoecological implications. Scientific Reports. 2014. Vol. 4. doi:10.1038/srep05242.
  14. Plamen S. Andreev. Spiny chondrichthyan from the lower Silurian of South China. Nature. September 2022. Vol. 609 (7929). hlm. 969–974. doi:10.1038/s41586-022-05233-8.
  15. Plamen S. Andreev. The oldest gnathostome teeth. Nature. September 2022. Vol. 609 (7929). hlm. 964–968. doi:10.1038/s41586-022-05166-2.
  16. Linda R. Berg. Biology. Cengage Learning. 2004. hlm. 599. ISBN 978-0-534-49276-2.
  17. Rex Dalton. Hooked on fossils. Nature. January 2006. Vol. 439 (7074). hlm. 262–263. doi:10.1038/439262a.
  18. Harry W. Greene. We are primates and we are fish: Teaching monophyletic organismal biology. Integrative Biology. 1998-01-01. Vol. 1 (3). hlm. 108–111. doi:10.1002/(sici)1520-6602(1998)1:3 3.0.co;2-t.
  19. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  20. R. W. Davis. Marine Mammals: Adaptations for an Aquatic Life. Springer International Publishing. 2019. hlm. 7–27. ISBN 978-3-3199-8278-6.
  21. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  22. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  23. Matt Friedman. Five hundred million years of extinction and recovery: A Phanerozoic survey of large-scale diversity patterns in fishes. Palaeontology. June 2012. Vol. 55 (4). hlm. 707–742. doi:10.1111/j.1475-4983.2012.01165.x.
  24. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  25. Summary Statistics. IUCN Red List of Threatened Species. Table 1a: Number of species evaluated in relation to the overall number of described species, and numbers of threatened species by major groups of organisms
  26. Matt Friedman. Five hundred million years of extinction and recovery: A Phanerozoic survey of large-scale diversity patterns in fishes. Palaeontology. June 2012. Vol. 55 (4). hlm. 707–742. doi:10.1111/j.1475-4983.2012.01165.x.
  27. M.J. Benton. The adequacy of the fossil record. Wiley. 1998. hlm. 269–303, Fig. 2. ISBN 978-0-471-96988-4.
  28. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  29. Craig R. McClain. Sizing ocean giants: patterns of intraspecific size variation in marine megafauna. PeerJ. 2015-01-13. Vol. 3. doi:10.7717/peerj.715.
  30. Maurice Kottelat. Paedocypris, a new genus of Southeast Asian cyprinid fish with a remarkable sexual dimorphism, comprises the world's smallest vertebrate. Proceedings of the Royal Society B. 2005. Vol. 273 (1589). hlm. 895–899. doi:10.1098/rspb.2005.3419.
  31. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  32. Stéphanie Manel. Global determinants of freshwater and marine fish genetic diversity. Nature Communications. 2020-02-10. Vol. 11 (1). hlm. 692. doi:10.1038/s41467-020-14409-7.
  33. Nicolas Hubert. Cryptic Diversity in Indo-Pacific Coral-Reef Fishes Revealed by DNA-Barcoding Provides New Support to the Centre-of-Overlap Hypothesis. PLOS ONE. 2012-03-15. Vol. 7 (3). doi:10.1371/journal.pone.0028987.
  34. Peter van der Sleen. Encyclopedia of Inland Waters. Elsevier. 2022. hlm. 243–255. doi:10.1016/b978-0-12-819166-8.00056-6. ISBN 978-0-12-822041-2.
  35. James S. Albert. Aquatic Biodiversity in the Amazon: Habitat Specialization and Geographic Isolation Promote Species Richness. Animals. June 2011. Vol. 1 (2). hlm. 205–241. doi:10.3390/ani1020205.
  36. P.H. Yancey. Marine fish may be biochemically constrained from inhabiting the deepest ocean depths. PNAS. 2014. Vol. 111 (12). hlm. 4461–4465. doi:10.1073/pnas.1322003111.
  37. What is the deepest-living fish?. Australian Museum. 23 December 2014.
  38. Autun Purser. A vast icefish breeding colony discovered in the Antarctic. Current Biology. 2022. Vol. 32 (4). hlm. 842–850.e4. doi:10.1016/j.cub.2021.12.022.
  39. Paul C. Marsh. Desert Pupfish (Cyprinodon macularius) Recovery Plan. United States Fish and Wildlife Service. 1993.
  40. Joy B. Shrode. Effects of Constant and Fluctuating Temperatures on Reproductive Performance of a Desert Pupfish, Cyprinodon n. nevadensis'. Physiological Zoology. 1977. Vol. 50 (1). hlm. 1–10. doi:10.1086/physzool.50.1.30155710.
  41. K.L.M. Martin. Beach-Spawning Fishes: Reproduction in an Endangered Ecosystem. CRC Press. 2014. ISBN 978-1-4822-0797-2.
  42. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  43. Cat-eLog: Heptapteridae: Phreatobius: Phreatobius sp. (1). Planet Catfish.
  44. P.A. Henderson. Spatial organization and population density of the fish community of the litter banks within a central Amazonian blackwater stream. Journal of Fish Biology. 1990. Vol. 37 (3). hlm. 401–411. doi:10.1111/j.1095-8649.1990.tb05871.x.
  45. G.S. Helfman. Fish Conservation: A Guide to Understanding and Restoring Global Aquatic Biodiversity and Fishery Resources. Island Press. 2007. hlm. 41–42. ISBN 978-1-55963-595-0.
  46. Richard L. Wyman. A Cleaning Symbiosis between the Cichlid Fishes Etroplus maculatus and Etroplus suratensis. I. Description and Possible Evolution. Copeia. 1972. Vol. 1972 (4). hlm. 834–838. doi:10.2307/1442742.
  47. Ransom A. Myers. Rapid worldwide depletion of predatory fish communities. Nature. Springer Science and Business Media. 2003. Vol. 423 (6937). hlm. 280–283. doi:10.1038/nature01610.
  48. Predation. Northwest Power and Conservation Council.
  49. M. Sfakiotakis. Review of Fish Swimming Modes for Aquatic Locomotion. IEEE Journal of Oceanic Engineering. 1999. Vol. 24 (2). hlm. 237–252. doi:10.1109/48.757275.
  50. Actinopterygii: More on Morphology. University of California Museum of Paleontology.
  51. Haocheng Quan. Structure and Mechanical Adaptability of a Modern Elasmoid Fish Scale from the Common Carp. Matter. 2020. Vol. 3 (3). hlm. 842–863. doi:10.1016/j.matt.2020.05.011.
  52. Peter Herring. The Biology of the Deep Ocean. Oxford University Press. 2002. hlm. 192–195. ISBN 978-0-19-854956-7.
  53. Animal Circulatory Systems. Georgia Tech.
  54. Alfred Sherwood Romer. The Vertebrate Body. Holt-Saunders International. 1977. hlm. 316–327. ISBN 0-03-910284-X.
  55. Jeffrey B. Graham. Respiratory Physiology of Vertebrates. Cambridge University Press. 2010. hlm. 174–221. doi:10.1017/CBO9780511845178.007. ISBN 978-0-521-87854-8.
  56. Jeffrey B. Graham. Respiratory Physiology of Vertebrates. Cambridge University Press. 2010. hlm. 174–221. doi:10.1017/CBO9780511845178.007. ISBN 978-0-521-87854-8.
  57. Jeffrey B. Graham. Respiratory Physiology of Vertebrates. Cambridge University Press. 2010. hlm. 174–221. doi:10.1017/CBO9780511845178.007. ISBN 978-0-521-87854-8.
  58. Jonathan W. Armbruster. Modifications of the Digestive Tract for Holding Air in Loricariid and Scoloplacid Catfishes. Copeia. 1998. Vol. 1998 (3). hlm. 663–675. doi:10.2307/1447796.
  59. Digestive System. University of Tennessee.
  60. Derek Burton. Oxford Scholarship Online. Oxford University Press. 2017-12-21. Vol. 1. doi:10.1093/oso/9780198785552.003.0008.
  61. J. Maetz. Fish gills: mechanisms of salt transfer in fresh water and sea water. Philosophical Transactions of the Royal Society of London B. 1971-08-20. Vol. 262 (842). hlm. 209–249. doi:10.1098/rstb.1971.0090.
  62. Horst Bleckmann. Lateral line system of fish. Integrative Zoology. 2009-03-01. Vol. 4 (1). hlm. 13–25. doi:10.1111/j.1749-4877.2008.00131.x.
  63. Peter Godfrey-Smith. Metazoa. Farrar, Straus and Giroux. 2020. ISBN 978-0-374-20794-6.
  64. J. S. Albert. The Physiology of Fishes. CRC Press. 2006. hlm. 429–470. ISBN 978-0-8493-2022-4.
  65. D. M. Guthrie. The Behaviour of Teleost Fishes. Springer. 1986. hlm. 75–113. doi:10.1007/978-1-4684-8261-4_4. ISBN 978-1-4684-8263-8.
  66. D. M. Guthrie. The Behaviour of Teleost Fishes. Springer. 1986. hlm. 75–113. doi:10.1007/978-1-4684-8261-4_4. ISBN 978-1-4684-8263-8.
  67. D. M. Guthrie. The Behaviour of Teleost Fishes. Springer. 1986. hlm. 75–113. doi:10.1007/978-1-4684-8261-4_4. ISBN 978-1-4684-8263-8.
  68. Craig W. Hawryshyn. Ultraviolet Polarization Vision and Visually Guided Behavior in Fishes. Brain, Behavior and Evolution. 2010. Vol. 75 (3). hlm. 186–194. doi:10.1159/000314275.
  69. D. M. Guthrie. The Behaviour of Teleost Fishes. Springer. 1986. hlm. 75–113. doi:10.1007/978-1-4684-8261-4_4. ISBN 978-1-4684-8263-8.
  70. V. Benno Meyer-Rochow. Review of larval and postlarval eye ultrastructure in the lamprey (cyclostomata) with special emphasis on Geotria australis (gray). Microscopy Research and Technique. 1996. Vol. 35 (6). hlm. 431–444. doi:10.1002/(SICI)1097-0029(19961215)35:6 3.0.CO;2-L.
  71. Trevor D. Lamb. Evolution of the vertebrate eye: opsins, photoreceptors, retina and eye cup. Nature Reviews Neuroscience. 2007. Vol. 8 (12). hlm. 960–976. doi:10.1038/nrn2283. Lihat juga Lamb et al.'s "The origin of the Vertebrate Eye", 2008.
  72. A. D. Hawkins. Hearing and Sound Communication in Fishes. Springer. 1981. hlm. 109–138. ISBN 978-1-4615-7188-9.
  73. Thomas P. Quinn. Evidence for celestial and magnetic compass orientation in lake migrating sockeye salmon fry. Journal of Comparative Physiology A. 1980. Vol. 137 (3). hlm. 243–248. doi:10.1007/bf00657119.
  74. P. B. Taylor. Experimental evidence for geomagnetic orientation in juvenile salmon, Oncorhynchus tschawytscha Walbaum. Journal of Fish Biology. May 1986. Vol. 28 (5). hlm. 607–623. doi:10.1111/j.1095-8649.1986.tb05196.x.
  75. Krzysztof Formicki. Magnetoreception in fish. Journal of Fish Biology. 2019. Vol. 95 (1). hlm. 73–91. doi:10.1111/jfb.13998.
  76. Peter J. Hore. The Quantum Nature of Bird Migration. Scientific American. April 2022. hlm. 24–29.
  77. Csilla Ari. Contingency checking and self-directed behaviors in giant manta rays: Do elasmobranchs have self-awareness?. Journal of Ethology. 2016-05-01. Vol. 34 (2). hlm. 167–174. doi:10.1007/s10164-016-0462-z.
  78. Masanori Kohda. Cleaner wrasse pass the mark test. What are the implications for consciousness and self-awareness testing in animals?. PLOS Biology. 2018-08-21. Vol. 17 (2). hlm. 397067. doi:10.1371/journal.pbio.3000021.
  79. Jonathan Balcombe. Fishes Use Problem-Solving and Invent Tools. 1 May 2017.
  80. Chloé Laubu. Pair-bonding influences affective state in a monogamous fish species. Proceedings of the Royal Society B. 2019. Vol. 286 (1904). doi:10.1098/rspb.2019.0760.
  81. Journal of Undergraduate Life Sciences. Appropriate maze methodology to study learning in fish.
  82. Michael Woodruff. The face of the fish. Aeon. 3 July 2020.
  83. J. S. Albert. The Physiology of Fishes. CRC Press. 2006. hlm. 429–470. ISBN 978-0-8493-2022-4.
  84. Kenneth C. Catania. Electric eels use high-voltage to track fast-moving prey. Nature Communications. 20 October 2015. Vol. 6. doi:10.1038/ncomms9638.
  85. B.A. Block. Endothermy in fishes: a phylogenetic analysis of constraints, predispositions, and selection pressures. Environmental Biology of Fishes. 1993. Vol. 40 (3). hlm. 283–302. doi:10.1007/BF00002518.
  86. Nicholas C. Wegner. Whole-body endothermy in a mesopelagic fish, the opah, Lampris guttatus. Science. 2015-05-15. Vol. 348 (6236). hlm. 786–789. doi:10.1126/science.aaa8902.
  87. B.A. Block. Endothermy in fishes: a phylogenetic analysis of constraints, predispositions, and selection pressures. Environmental Biology of Fishes. 1993. Vol. 40 (3). hlm. 283–302. doi:10.1007/BF00002518.
  88. K.J. Goldman. Regulation of body temperature in the white shark, Carcharodon carcharias. Journal of Comparative Physiology. 1997. Vol. 167 (6). hlm. 423–429. doi:10.1007/s003600050092.
  89. F.G. Carey. Temperature regulation in free-swimming bluefin tuna. Comparative Biochemistry and Physiology A. February 1973. Vol. 44 (2). hlm. 375–392. doi:10.1016/0300-9629(73)90490-8.
  90. Rodrigo J. Guimaraes-Cruz. Gonadal structure and gametogenesis of Loricaria lentiginosa Isbrücker (Pisces, Teleostei, Siluriformes). Rev. Bras. Zool. July–September 2005. Vol. 22 (3). hlm. 556–564. doi:10.1590/S0101-81752005000300005.
  91. M.F.G. Brito. Reproduction of the surubim catfish (Pisces, Pimelodidae) in the São Francisco River, Pirapora Region, Minas Gerais, Brazil. Arquivo Brasileiro de Medicina Veterinária e Zootecnia. 2003. Vol. 55 (5). hlm. 624–633. doi:10.1590/S0102-09352003000500018.
  92. Peter Scott. Livebearing Fishes. Tetra Press. 1997. hlm. 13. ISBN 1-56465-193-2.
  93. Bruce Miller. Early Life History of Marine Fishes. University of California Press. 2009. hlm. 11–37. ISBN 978-0-520-24972-1.
  94. Bruce Miller. Early Life History of Marine Fishes. University of California Press. 2009. hlm. 11–37. ISBN 978-0-520-24972-1.
  95. Bruce Miller. Early Life History of Marine Fishes. University of California Press. 2009. hlm. 11–37. ISBN 978-0-520-24972-1.
  96. Abhipsha Dey. DNA repair genes play a variety of roles in the development of fish embryos. Frontiers in Cell and Developmental Biology. 2023. Vol. 11. doi:10.3389/fcell.2023.1119229.
  97. Abhipsha Dey. DNA repair genes play a variety of roles in the development of fish embryos. Frontiers in Cell and Developmental Biology. 2023. Vol. 11. doi:10.3389/fcell.2023.1119229.
  98. Aryelle Canedo. Zebrafish (Danio rerio) using as model for genotoxicity and DNA repair assessments: Historical review, current status and trends. Science of the Total Environment. 2021. Vol. 762. doi:10.1016/j.scitotenv.2020.144084.
  99. M. F. Flajnik. Origin and evolution of the adaptive immune system: genetic events and selective pressures. Nature Reviews Genetics. 2010. Vol. 11 (1). hlm. 47–59. doi:10.1038/nrg2703.
  100. M. F. Flajnik. Origin and evolution of the adaptive immune system: genetic events and selective pressures. Nature Reviews Genetics. 2010. Vol. 11 (1). hlm. 47–59. doi:10.1038/nrg2703.
  101. M. F. Flajnik. Origin and evolution of the adaptive immune system: genetic events and selective pressures. Nature Reviews Genetics. 2010. Vol. 11 (1). hlm. 47–59. doi:10.1038/nrg2703.
  102. A.G. Zapata. The Fish Immune System: Organism, Pathogen and Environment. Academic Press. 1996. Vol. 15. hlm. 1–55. doi:10.1016/S1546-5098(08)60271-X. ISBN 978-0-12-350439-5.
  103. S. Chilmonczyk. The thymus in fish: development and possible function in the immune response. Annual Review of Fish Diseases. 1992. Vol. 2. hlm. 181–200. doi:10.1016/0959-8030(92)90063-4.
  104. J.D. Hansen. 'Lymphocyte development in fish and amphibians'. Immunological Reviews. 1998. Vol. 166 (1). hlm. 199–220. doi:10.1111/j.1600-065x.1998.tb01264.x.
  105. Tony J. Pitcher. The Behaviour of Teleost Fishes. Springer. 1986. hlm. 294–337. doi:10.1007/978-1-4684-8261-4_12. ISBN 978-1-4684-8263-8.
  106. Tony J. Pitcher. The Behaviour of Teleost Fishes. Springer. 1986. hlm. 294–337. doi:10.1007/978-1-4684-8261-4_12. ISBN 978-1-4684-8263-8.
  107. H. Gjøsæter. The population biology and exploitation of capelin (Mallotus villosus) in the Barents Sea. Sarsia. 1998. Vol. 83 (6). hlm. 453–496. doi:10.1080/00364827.1998.10420445.
  108. S.R. Weinmann. Territorial vocalization in sympatric damselfish: acoustic characteristics and intruder discrimination. Bioacoustics. February 2017. Vol. 27 (1). hlm. 87–102. doi:10.1080/09524622.2017.1286263.
  109. F. Bertucci. New Insights into the Role of the Pharyngeal Jaw Apparatus in the Sound-Producing Mechanism of Haemulon flavolineatum (Haemulidae). Journal of Experimental Biology. 29 October 2014. Vol. 217 (21). hlm. 3862–3869. doi:10.1242/jeb.109025.
  110. F. Bertucci. New Insights into the Role of the Pharyngeal Jaw Apparatus in the Sound-Producing Mechanism of Haemulon flavolineatum (Haemulidae). Journal of Experimental Biology. 29 October 2014. Vol. 217 (21). hlm. 3862–3869. doi:10.1242/jeb.109025.
  111. D.J. Colson. Sound production during feeding in Hippocampus seahorses (Syngnathidae). Environmental Biology of Fishes. February 1998. Vol. 51 (2). hlm. 221–229. doi:10.1023/A:1007434714122.
  112. T.P.R. Oliveira. Sounds produced by the longsnout seahorse: a study of their structure and functions. Journal of Zoology. 26 June 2014. Vol. 294 (2). hlm. 114–121. doi:10.1111/jzo.12160.
  113. L.F. Fine. Acoustical properties of the swimbladder in the oyster toadfish Opsanus tau'. Journal of Experimental Biology. 16 October 2009. Vol. 212 (21). hlm. 3542–3552. doi:10.1242/jeb.033423.
  114. M.L. Fine. Grunt variation in the oyster toadfish Opsanus tau: effect of size and sex. PeerJ. 15 October 2015. Vol. 3 (1330). doi:10.7717/peerj.1330.
  115. S.W. Ricci. Oyster toadfish (Opsanus tau) boatwhistle call detection and patterns within a large-scale oyster restoration site. PLOS ONE. 8 August 2017. Vol. 12 (8). doi:10.1371/journal.pone.0182757.
  116. S.W. Ricci. Oyster toadfish (Opsanus tau) boatwhistle call detection and patterns within a large-scale oyster restoration site. PLOS ONE. 8 August 2017. Vol. 12 (8). doi:10.1371/journal.pone.0182757.
  117. S.W. Ricci. Oyster toadfish (Opsanus tau) boatwhistle call detection and patterns within a large-scale oyster restoration site. PLOS ONE. 8 August 2017. Vol. 12 (8). doi:10.1371/journal.pone.0182757.
  118. C.R. Skoglund. Functional analysis of swimbladder muscles engaged in sound productivity of the toadfish. Journal of Cell Biology. 1 August 1961. Vol. 10 (4). hlm. 187–200. doi:10.1083/jcb.10.4.187.
  119. L.F. Fine. Acoustical properties of the swimbladder in the oyster toadfish Opsanus tau'. Journal of Experimental Biology. 16 October 2009. Vol. 212 (21). hlm. 3542–3552. doi:10.1242/jeb.033423.
  120. E. Parmentier. Sound production in Sciaenops ocellatus: Preliminary study for the development of acoustic cues in aquaculture. Aquaculture. 22 May 2014. Vol. 432. hlm. 204–211. doi:10.1016/j.aquaculture.2014.05.017.
  121. Search for 'Fishes' (Global, CR-Critically Endangered, En-Endangered, Species).
  122. J. Sobel. 'Gadus morhua'. 1996. Vol. 1996. doi:10.2305/IUCN.UK.1996.RLTS.T8784A12931575.en.
  123. 'Cyprinodon diabolis'. 2014. Vol. 2014. doi:10.2305/IUCN.UK.2014-3.RLTS.T6149A15362335.en.
  124. J.A. Musick. 'Latimeria chalumnae'. 2000. Vol. 2000. doi:10.2305/IUCN.UK.2000.RLTS.T11375A3274618.en.
  125. C.L. Rigby. 'Carcharodon carcharias'. 2019.
  126. The State of World Fisheries and Aquaculture 2020. Food and Agriculture Organization. 2020. hlm. 54. doi:10.4060/ca9229en. ISBN 978-92-5-132692-3.
  127. Call to halt cod 'over-fishing'. BBC News. 5 January 2007.
  128. Tuna groups tackle overfishing. BBC News. 26 January 2007.
  129. Lawrence C. Hamilton. Outport adaptations: Social indicators through Newfoundland's Cod crisis. Human Ecology Review. January 2001. Vol. 8 (2). hlm. 1–11.
  130. UK 'must shield fishing industry'. BBC News. 3 November 2006.
  131. EU fish quota deal hammered out. BBC News. 21 December 2006.
  132. Ocean study predicts the collapse of all seafood fisheries by 2050. phys.org.
  133. Atlantic bluefin tuna could soon be commercially extinct. WWF.
  134. Benigno Elvira. Conservation status of endemic freshwater fish in Spain. Biological Conservation. Elsevier. 1995. Vol. 72 (2). hlm. 129–136. doi:10.1016/0006-3207(94)00076-3.
  135. Donald C. Jackson. The influence of dams on river fisheries. FAO Fisheries. 2001. Vol. Technical paper 419. hlm. 1–44.
  136. Daniel E. Duplisea. Extinction Debt and Colonizer Credit on a Habitat Perturbed Fishing Bank. PLOS ONE. Public Library of Science (PLoS). 2016. Vol. 11 (11). doi:10.1371/journal.pone.0166409.
  137. Sabrina J. Lovell. The economic impacts of aquatic invasive species: a review of the literature. Agricultural and Resource Economics Review. 2006. Vol. 35 (1). hlm. 195–208. doi:10.1017/S1068280500010157.
  138. D. Knowler. The Economics of Biological Invasions. Edward Elgar. 2000. hlm. 70–93. doi:10.4337/9781781008645.00013. ISBN 978-1-78100-864-5.
  139. Sabrina J. Lovell. The economic impacts of aquatic invasive species: a review of the literature. Agricultural and Resource Economics Review. 2006. Vol. 35 (1). hlm. 195–208. doi:10.1017/S1068280500010157.
  140. Atlas of Exotic Fishes in the Mediterranean Sea. CIESM Publishers. 2021.
  141. Daniel Golani. Impact of Red Sea fish migrants through the Suez Canal on the aquatic environment of the Eastern Mediterranean. Bulletin Series Yale School of Forestry and Environmental Studies. 1998. hlm. 375–387.
  142. George W. Coulter. Unique qualities and special problems of the African Great Lakes. Environmental Biology of Fishes. Springer Science and Business Media. 1986. Vol. 17 (3). hlm. 161–183. doi:10.1007/bf00698196.
  143. A. P. Achieng. The impact of the introduction of the Nile Perch, Lates niloticus (L.), on the fisheries of Lake Victoria. Journal of Fish Biology. 1990. Vol. 37, Suppl. A. hlm. 17–23. doi:10.1111/j.1095-8649.1990.tb05016.x.
  144. Mark Spalding. Sustainable Ancient Aquaculture. 11 July 2013.
  145. Gene S. Helfman. Fish Conservation: A Guide to Understanding and Restoring Global Aquatic Biodiversity and Fishery Resources. Island Press. 2007. hlm. 11. ISBN 978-1-59726-760-1.
  146. Gene S. Helfman. Fish Conservation: A Guide to Understanding and Restoring Global Aquatic Biodiversity and Fishery Resources. Island Press. 2007. hlm. 11. ISBN 978-1-59726-760-1.
  147. The State of World Fisheries and Aquaculture 2022. Towards Blue Transformation. Food and Agriculture Organization. 2022. doi:10.4060/cc0461en. ISBN 978-92-5-136364-5.
  148. The Angler in the Environment: Social, Economic, Biological, and Ethical Dimensions. American Fisheries Society. 2011. hlm. 365. ISBN 978-1-934874-24-0.
  149. Recreational Fisheries: Social, Economic and Management Aspects. Wiley-Blackwell. 1998. hlm. 328. ISBN 978-0-852-38248-6.
  150. Jeremy Black. Gods, Demons and Symbols of Ancient Mesopotamia: An Illustrated Dictionary. The British Museum Press. 1992. hlm. 82–83. ISBN 978-0-7141-1705-8.
  151. Jeremy Black. Gods, Demons and Symbols of Ancient Mesopotamia: An Illustrated Dictionary. The British Museum Press. 1992. hlm. 82–83. ISBN 978-0-7141-1705-8.
  152. Jeremy Black. Gods, Demons and Symbols of Ancient Mesopotamia: An Illustrated Dictionary. The British Museum Press. 1992. hlm. 82–83. ISBN 978-0-7141-1705-8.
  153. Jeremy Black. Gods, Demons and Symbols of Ancient Mesopotamia: An Illustrated Dictionary. The British Museum Press. 1992. hlm. 82–83. ISBN 978-0-7141-1705-8.
  154. Jeremy Black. Gods, Demons and Symbols of Ancient Mesopotamia: An Illustrated Dictionary. The British Museum Press. 1992. hlm. 82–83. ISBN 978-0-7141-1705-8.
  155. Peter B. Moyle. Introduction to fish imagery in art. Environmental Biology of Fishes. May 1991. Vol. 31 (1). hlm. 5–23. doi:10.1007/bf00002153.
  156. Christy Tidwell. 'Fish Are Just like People, Only Flakier': Environmental Practice and Theory in Finding Nemo. Americana: The Journal of American Popular Culture. 2009.
  157. P. Durga. Nature of Existential Struggle in The Old Man and the Sea. Journal of English Language and Literature JOELL. 2017. Vol. 4 (4). hlm. 19–21.
  158. Jay Alabaster. This shark, swallow you whole": Essays on the Cultural Influence of Jaws. McFarland. 2023. hlm. 124–. ISBN 978-1-4766-7745-3.
  159. Sue Anne Zollinger. Piranha – Ferocious Fighter or Scavenging Softie?. A Moment of Science. Indiana Public Media. 3 July 2009.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29462059 (2026-07-15T14:07:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.