Lompat ke isi

Oksidasi tekanan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25547835; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 25: Baris 25:
* [[Pelindian Asam Tekanan Tinggi]]
* [[Pelindian Asam Tekanan Tinggi]]
* [[Hidrometalurgi]]
* [[Hidrometalurgi]]
==Referensi==


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksidasi+tekanan&oldid=25547835 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25547835 (2024-04-09T17:15:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksidasi+tekanan&oldid=25547835 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25547835 (2024-04-09T17:15:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 22.57

Oksidasi Tekanan atau Pressure Oxidation (POX) adalah proses yang digunakan untuk mengekstraksi emas, tembaga, seng, molibdenum, dan uranium dari badan bijih tahan api. Proses POX menggunakan suhu tinggi (kira-kira 230 derajat Celsius), tekanan tinggi (kira-kira 35 bar atau 510 psi), dan oksigen untuk membebaskan mineral dari bijih tahan api.

POX telah digunakan sejak tahun 1985 ketika pertama kali diproduksi secara komersial di tambang McLaughlin Homestake di California. Penggunaannya semakin meningkat sejak saat itu.

Proses

Proses POX bekerja sebagai berikut: bijih ditambang dan dihancurkan untuk menghasilkan material halus. Bahan halus ini dicampur dengan air untuk membuat bubur. Bubur ini dipompa ke dalam autoklaf (semacam alat penanak bertekanan raksasa) di mana oksigen ditambahkan. Bubur dan oksigen kemudian bereaksi saat mengalir melalui beberapa kompartemen di dalam autoklaf. Bubur memerlukan waktu kurang lebih 60 menit untuk menyelesaikan proses oksidasi dalam autoklaf. Setelah meninggalkan atmosfer bertekanan dan bersuhu tinggi dalam autoklaf, bubur harus dikembalikan ke kondisi atmosferik. Hal ini dicapai melalui satu atau dua tahap kekecewaan/kilat. Setelah bubur berada pada kondisi atmosfer, bubur tersebut dicuci dan dipisahkan sehingga emas, tembaga atau mineral lainnya dapat diperoleh kembali dari fraksi cair.

Keuntungan

Manfaat utama POX adalah kemampuannya untuk dengan cepat memisahkan emas, tembaga, dan mineral lainnya dari bijih tahan api, mencapai perolehan kembali yang lebih tinggi, dan mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Lihat pula

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25547835 (2024-04-09T17:15:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.