Zona kematian (ekologi): Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28099539; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Aquatic_Dead_Zones.jpg|thumb|right|280px|Lingkaran merah menunjukkan lokasi dan ukuran banyak zona kematian di seluruh dunia (pada 2008). Titik hitam mununjukkan zona kematian dengan ukuran yang tidak diketahui. Ukuran dan jumlah zona kematian laut telah meningkat pada 50 tahun terakhir.''' ''']] | |||
'''Zona kematian''' adalah daerah [[Hipoksia (lingkungan)|hipoksik]] (rendah-[[oksigen]]) di [[samudra]] dan [[danau]] besar di seluruh dunia. Hipoksia dapat terjadi saat konsentrasi oksigen terlarut (''dissolved oxygen'', DO) menurun sampai ke atau dibawah 2 mg O<sub>2</sub>/liter.<ref>R. J. Diaz. ''Spreading Dead Zones and Consequences for Marine Ecosystems''. ''Science''. August 15, 2008. Vol. 321 (5891). hlm. 926–929. doi:10.1126/science.1156401.</ref> Saat sebuah daerah perairan mengalami kondisi hipoksik, flora dan fauna air mulai mengalami perubahan perilaku untuk mencapai daerah perairan dengan tingkat oksigen yang lebih tinggi. Saat DO anjlok dibawah angka 0.5 ml O<sub>2</sub>/liter pada suatu daerah perairan, kematian masal terjadi. Dengan rendahnya konsentrasi DO, daerah perairan yang terdampak tidak bisa mendukung kehidupan air yang tinggal disana.<ref>[http://www.noaanews.noaa.gov/stories2012/20120621_deadzone.html NOAA: Gulf of Mexico 'dead zone' predictions feature uncertainty]. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). June 21, 2012.</ref> Secara historis, banyak situs-situs semacam ini yang terjadi secara alami. Namun, pada 1970-an, para ahli [[oseanografi]] mulai menyadari peningkatan munculnya zona kematian dan melebarnya zona kematian yang ada. Peristiwa ini terjadi di dekat [[pesisir]] berpenghuni, titik dimana [[kehidupan air]] paling banyak berkumpul. | |||
== Bacaan lanjut == | == Bacaan lanjut == | ||
* | |||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | |||
* [http://www.wri.org/publication/awakening-the-dead-zone Suzie Greenhalgh and Amanda Sauer (WRI), "Awakening the 'Dead Zone': An investment for agriculture, water quality, and climate change"] 2003 | * [http://www.wri.org/publication/awakening-the-dead-zone Suzie Greenhalgh and Amanda Sauer (WRI), "Awakening the 'Dead Zone': An investment for agriculture, water quality, and climate change"] 2003 | ||
* Reyes Tirado (July 2008) [https://web.archive.org/web/20180514230304/http://www.greenpeace.org/canada/en/documents-and-links/publications/dead-zones/ Dead Zones: How Agricultural Fertilizers are Killing our Rivers, Lakes and Oceans]. Greenpeace publications. See also: | * Reyes Tirado (July 2008) [https://web.archive.org/web/20180514230304/http://www.greenpeace.org/canada/en/documents-and-links/publications/dead-zones/ Dead Zones: How Agricultural Fertilizers are Killing our Rivers, Lakes and Oceans]. Greenpeace publications. See also: | ||
* [https://www.nbcnews.com/id/wbna4624359 MSNBC report on dead zones], March 29, 2004 | * [https://www.nbcnews.com/id/wbna4624359 MSNBC report on dead zones], March 29, 2004 | ||
* Joel Achenbach, [https://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/story/2008/07/31/ST2008073100349.html?hpid=topnews "A 'Dead Zone' in The Gulf of Mexico: Scientists Say Area That Cannot Support Some Marine Life Is Near Record Size"], ''[[:en:The_Washington_Post|The Washington Post]]'', July 31, 2008 | * Joel Achenbach, [https://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/story/2008/07/31/ST2008073100349.html?hpid=topnews "A 'Dead Zone' in The Gulf of Mexico: Scientists Say Area That Cannot Support Some Marine Life Is Near Record Size"], ''[[:en:The_Washington_Post|The Washington Post]]'', July 31, 2008 | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zona+kematian+%28ekologi%29&oldid=28099539 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28099539 (2025-10-18T04:40:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.06

Zona kematian adalah daerah hipoksik (rendah-oksigen) di samudra dan danau besar di seluruh dunia. Hipoksia dapat terjadi saat konsentrasi oksigen terlarut (dissolved oxygen, DO) menurun sampai ke atau dibawah 2 mg O2/liter.[1] Saat sebuah daerah perairan mengalami kondisi hipoksik, flora dan fauna air mulai mengalami perubahan perilaku untuk mencapai daerah perairan dengan tingkat oksigen yang lebih tinggi. Saat DO anjlok dibawah angka 0.5 ml O2/liter pada suatu daerah perairan, kematian masal terjadi. Dengan rendahnya konsentrasi DO, daerah perairan yang terdampak tidak bisa mendukung kehidupan air yang tinggal disana.[2] Secara historis, banyak situs-situs semacam ini yang terjadi secara alami. Namun, pada 1970-an, para ahli oseanografi mulai menyadari peningkatan munculnya zona kematian dan melebarnya zona kematian yang ada. Peristiwa ini terjadi di dekat pesisir berpenghuni, titik dimana kehidupan air paling banyak berkumpul.
Bacaan lanjut
- Suzie Greenhalgh and Amanda Sauer (WRI), "Awakening the 'Dead Zone': An investment for agriculture, water quality, and climate change" 2003
- Reyes Tirado (July 2008) Dead Zones: How Agricultural Fertilizers are Killing our Rivers, Lakes and Oceans. Greenpeace publications. See also:
- MSNBC report on dead zones, March 29, 2004
- Joel Achenbach, "A 'Dead Zone' in The Gulf of Mexico: Scientists Say Area That Cannot Support Some Marine Life Is Near Record Size", The Washington Post, July 31, 2008
Referensi
- ↑ R. J. Diaz. Spreading Dead Zones and Consequences for Marine Ecosystems. Science. August 15, 2008. Vol. 321 (5891). hlm. 926–929. doi:10.1126/science.1156401.
- ↑ NOAA: Gulf of Mexico 'dead zone' predictions feature uncertainty. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). June 21, 2012.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28099539 (2025-10-18T04:40:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.