Reaksi metatesis: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29448104; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Reaksi metatesis''', terkadang disebut sebagai '''reaksi pertukaran ganda''', '''reaksi penggantian ganda''', atau '''reaksi dekomposisi ganda''', adalah suatu [[reaksi kimia]] yang melibatkan pertukaran [[ikatan kimia|ikatan]] antara dua [[spesi kimia]] yang tak-saling bereaksi yang menghasilkan pembentukan produk dengan jenis ikatan yang sama. Reaksi ini digambarkan melalui skema berikut: | [[File:Golden_rain_demonstration.jpg|thumb|right|280px|Reaksi metatesis: Demonstrasi hujan emas]] | ||
{| style="float: right;" | |||
|- | |||
| <math chem>\overset{+1}}\overset{-1}} + \overset{+1}}\overset{-1}} \rightarrow \overset{+1}}\overset{-1}} + \overset{+1}}\overset{-1}}</math> | |||
|} | |||
'''Reaksi metatesis''', terkadang disebut sebagai '''reaksi pertukaran ganda''', '''reaksi penggantian ganda''', atau '''reaksi dekomposisi ganda''', adalah suatu [[reaksi kimia]] yang melibatkan pertukaran [[ikatan kimia|ikatan]] antara dua [[spesi kimia]] yang tak-saling bereaksi yang menghasilkan pembentukan produk dengan jenis ikatan yang sama.<ref>.</ref> Reaksi ini digambarkan melalui skema berikut: | |||
:A-B + C-D → A-D + C-B | :A-B + C-D → A-D + C-B | ||
Suatu reaksi metatesis melibatkan pertukaran dua [[Gugus fungsional|gugus]] atau [[ion]] di antara reaktan. Ikatan antara spesi-spesi yang bereaksi dapat bersifat [[ikatan ionik|ionik]] maupun [[ikatan kovalen|kovalen]]. Biasanya, reaksi ini menghasilkan suatu produk tak-larut dari reaktan yang larut. Produk ini disebut sebagai [[Pengendapan|endapan]]. | Suatu reaksi metatesis melibatkan pertukaran dua [[Gugus fungsional|gugus]] atau [[ion]] di antara reaktan.<ref>Jeff Kolby. [https://books.google.co.id/books?id=Y2HbCwAAQBAJ&pg=PA550 ACT Prep Course: The Most Comprehensive ACT Book Available]. Nova Press. 2016. hlm. 550. ISBN 9781944595074.</ref> Ikatan antara spesi-spesi yang bereaksi dapat bersifat [[ikatan ionik|ionik]] maupun [[ikatan kovalen|kovalen]]. Biasanya, reaksi ini menghasilkan suatu produk tak-larut dari reaktan yang larut. Produk ini disebut sebagai [[Pengendapan|endapan]]. | ||
Dalam literatur lama, istilah '''dekomposisi ganda''' sering dijumpai. istilah dekomposisi ganda digunakan secara lebih spesifik ketika terdapat setidaknya satu zat yang tidak larut dalam [[pelarut]], seperti [[ligan]] atau [[pertukaran ion]] yang berlangsung pada reaktan fasa padat. Reaksi ini digambarkan dalam skema berikut: | Dalam literatur lama, istilah '''dekomposisi ganda''' sering dijumpai. istilah dekomposisi ganda digunakan secara lebih spesifik ketika terdapat setidaknya satu zat yang tidak larut dalam [[pelarut]], seperti [[ligan]] atau [[pertukaran ion]] yang berlangsung pada reaktan fasa padat. Reaksi ini digambarkan dalam skema berikut: | ||
| Baris 9: | Baris 16: | ||
:AX(aq) + BY(s) → AY(aq) + BX(s). | :AX(aq) + BY(s) → AY(aq) + BX(s). | ||
Reaksi metatesis merupakan teknik yang umum bagi pertukaran [[ion lawan]]. Pemilihan reaktan dalam reaksi ini ditentukan melalui [[diagram kelarutan]] atau [[energi kisi]]. [[Teori HSAB]] dapat pula digunakan untuk memprediksi produk dari reaksi metatesis ini. | Reaksi metatesis merupakan teknik yang umum bagi pertukaran [[ion lawan]]. Pemilihan reaktan dalam reaksi ini ditentukan melalui [[diagram kelarutan]] atau [[energi kisi]]. [[Teori HSAB]] dapat pula digunakan untuk memprediksi produk dari reaksi metatesis ini.<ref>Ralph G. Pearson. ''Hard and Soft Acids and Bases''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1963. Vol. 85 (22). hlm. 3533–3539. doi:10.1021/ja00905a001.</ref> | ||
== Aturan kelarutan == | == Aturan kelarutan == | ||
Untuk menentukan apakah reaksi metatesis terjadi atau tidak maka perlu diketahui apa jenis senyawa ionik yang membentuk endapan. Dari sini, digunakan aturan [[kelarutan]], yang umum digunakan untuk memprediksi senyawa ionik mana yang larut dan mana yang tak larut. Tabel berikut mencantumkan beberapa aturan kelarutan yang umum. | Untuk menentukan apakah reaksi metatesis terjadi atau tidak maka perlu diketahui apa jenis senyawa ionik yang membentuk endapan. Dari sini, digunakan aturan [[kelarutan]], yang umum digunakan untuk memprediksi senyawa ionik mana yang larut dan mana yang tak larut. Tabel berikut mencantumkan beberapa aturan kelarutan yang umum.<ref>Claude H. Yoder. [https://books.google.co.id/books?id=IBiLTyfpYzEC&pg=PA155 Ionic Compounds: Applications of Chemistry to Mineralogy]. John Wiley & Sons. 2007. hlm. 155. ISBN 9780470075098.</ref><ref>Daniel L. Reger. [https://books.google.co.id/books?id=OUIaM1V3ThsC&pg=PA144 Chemistry: Principles and Practice]. Cengage Learning. 2009. hlm. 144. ISBN 9780534420123.</ref> | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
! Umumnya larut dalam air !! Pengecualian | |||
|- | |||
| Seluruh senyawa Li<sup>+</sup>, Na<sup>+</sup>, Rb<sup>+</sup>, Cs<sup>+</sup>, dan NH<sub>4</sub><sup>+</sup> || Tidak ada | |||
|- | |||
| Seluruh senyawa <chem>NO3^-</chem> dan <chem>CH3COO-</chem> || Tidak ada | |||
|- | |||
| Senyawa Cl<sup>-</sup>, Br<sup>-</sup>, dan I<sup>-</sup> || Ag<sup>+</sup>, Hg<sub>2</sub><sup>2+</sup>, dan Pb<sup>2+</sup> | |||
|- | |||
| Senyawa <chem>SO4^2-</chem> || Hg<sub>2</sub><sup>2+</sup>, Pb<sup>2+</sup>, Sr<sup>2+</sup>, dan Ba<sup>2+</sup> | |||
|- | |||
! Umumnya tak larut dalam air || Pengecualian | |||
|- | |||
| Senyawa <chem>CO3^2-</chem> dan <chem>PO4^3-</chem> || Li<sup>+</sup>, Na<sup>+</sup>, K<sup>+</sup>, Rb<sup>+</sup>, Cs<sup>+</sup>, dan NH<sub>4</sub><sup>+</sup> | |||
|- | |||
| Senyawa OH<sup>-</sup> || Li<sup>+</sup>, Na<sup>+</sup>, K<sup>+</sup>, Rb<sup>+</sup>, Cs<sup>+</sup>, dan NH<sub>4</sub><sup>+</sup> | |||
|} | |||
Jika suatu senyawa mampu larut, maka digunakan label (aq), menandakan bahwa senyawa tersebut terlarut. Jika senyawa tersebut tak larut, maka digunakan label (s), menandakan bahwa senyawa tersebut mengendap keluar dari larutan tersebut. Jika seluruhnya larut, maka tidak ada reaksi yang diharapkan. | Jika suatu senyawa mampu larut, maka digunakan label (aq), menandakan bahwa senyawa tersebut terlarut. Jika senyawa tersebut tak larut, maka digunakan label (s), menandakan bahwa senyawa tersebut mengendap keluar dari larutan tersebut. Jika seluruhnya larut, maka tidak ada reaksi yang diharapkan. | ||
Sebagai contoh, reaksi metatesis antara [[natrium sulfat]] dan [[stronsium klorida]]. Aturan kelarutan menyatakan bahwa seluruh senyawa natrium larut dan semua senyawa klorida ionik larut kecuali Ag<sup>+</sup>, Hg<sub>2</sub><sup>2+</sup>, dan Pb<sup>2+</sup>. Karenanya, Na<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> dan SrCl<sub>2</sub> keduanya larut. Produk yang mungkin dari reaksi ini adalah NaCl dan SrSO<sub>4</sub>. Apabila ditinjau lebih lanjut, NaCl, dengan aturan yang sama, bersifat larut, sementara SrSO<sub>4</sub> bersifat sebaliknya (sebagaimana aturan kelarutan, semua senyawa sulfat larut, kecuali Sr<sup>2+</sup>). Karena itu, dapat diprediksi bahwa senyawa tersebut tidak larut—dalam bentuk endapan. Dari analisis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa reaksi dapat terjadi, dan persamaan reaksinya dapat ditulis sebagai: | Sebagai contoh, reaksi metatesis antara [[natrium sulfat]] dan [[stronsium klorida]]. Aturan kelarutan menyatakan bahwa seluruh senyawa natrium larut dan semua senyawa klorida ionik larut kecuali Ag<sup>+</sup>, Hg<sub>2</sub><sup>2+</sup>, dan Pb<sup>2+</sup>. Karenanya, Na<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> dan SrCl<sub>2</sub> keduanya larut. Produk yang mungkin dari reaksi ini adalah NaCl dan SrSO<sub>4</sub>. Apabila ditinjau lebih lanjut, NaCl, dengan aturan yang sama, bersifat larut, sementara SrSO<sub>4</sub> bersifat sebaliknya (sebagaimana aturan kelarutan, semua senyawa sulfat larut, kecuali Sr<sup>2+</sup>). Karena itu, dapat diprediksi bahwa senyawa tersebut tidak larut—dalam bentuk endapan. Dari analisis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa reaksi dapat terjadi, dan persamaan reaksinya dapat ditulis sebagai:<ref>Andy Schmitz. [https://2012books.lardbucket.org/books/beginning-chemistry/s08-02-types-of-chemical-reactions-si.html Beginning Chemistry (v. 1.0)].</ref> | ||
:Na<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> (aq) + SrCl<sub>2</sub> (aq) → 2NaCl (aq) + SrSO<sub>4</sub> (s) | :Na<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> (aq) + SrCl<sub>2</sub> (aq) → 2NaCl (aq) + SrSO<sub>4</sub> (s) | ||
== Jenis reaksi == | == Jenis reaksi == | ||
=== Reaksi pengendapan === | === Reaksi pengendapan === | ||
[[Reaksi pengendapan]] terjadi ketika dua [[senyawa ionik]] terlarut di dalam [[air]] dan membentuk suatu senyawa ionik baru yang tak larut; senyawa baru ini keluar dari larutan sebagai endapan padat. Pembentukan endapan padat merupakan penanda bahwa reaksi tersebut berlangsung. Sebagai contoh, reaksi antara [[kalium dikromat]] dengan [[asam sulfat]] yang menghasilkan endapan merah [[kromium trioksida]]:<ref>[http://www.chemicalland21.com/industrialchem/inorganic/CHROMIUM%20TRIOXIDE.htm Chromium trioxide]. ''Chemicalland21.com''. AroKor Holdings Inc.</ref><ref>H. Wayne Richardson. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH. 2005. doi:10.1002/14356007.a07_567.</ref> | |||
[[Reaksi pengendapan]] terjadi ketika dua [[senyawa ionik]] terlarut di dalam [[air]] dan membentuk suatu senyawa ionik baru yang tak larut; senyawa baru ini keluar dari larutan sebagai endapan padat. Pembentukan endapan padat merupakan penanda bahwa reaksi tersebut berlangsung. Sebagai contoh, reaksi antara [[kalium dikromat]] dengan [[asam sulfat]] yang menghasilkan endapan merah [[kromium trioksida]]: | |||
:H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>(aq) + K<sub>2</sub>Cr<sub>2</sub>O<sub>7</sub>(aq) → 2 CrO<sub>3</sub>(s) + K<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>(aq) + H<sub>2</sub>O(l) | :H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>(aq) + K<sub>2</sub>Cr<sub>2</sub>O<sub>7</sub>(aq) → 2 CrO<sub>3</sub>(s) + K<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>(aq) + H<sub>2</sub>O(l) | ||
Reaksi metatesis terkadang digunakan untuk memperoleh [[Garam (kimia)|garam]] yang larut dalam [[pelarut organik]]. Sebagai contoh, berikut adalah ilustrasi pengubahan [[natrium perenat]] menjadi garam [[tetrabutilamonium]]: | Reaksi metatesis terkadang digunakan untuk memperoleh [[Garam (kimia)|garam]] yang larut dalam [[pelarut organik]]. Sebagai contoh, berikut adalah ilustrasi pengubahan [[natrium perenat]] menjadi garam [[tetrabutilamonium]]:<ref>J. R. Dilworth, W. Hussain, A. J. Hutson, C. J. Jones, F. S. Mcquillan. ''Tetrahalo Oxorhenate Anions''. ''Inorganic Syntheses''. 1997. Vol. 31. hlm. 257–262. doi:10.1002/9780470132623.ch42.</ref> | ||
:NaReO<sub>4</sub> + N(C<sub>4</sub>H<sub>9</sub>)<sub>4</sub>Cl → N(C<sub>4</sub>H<sub>9</sub>)<sub>4</sub>[ReO<sub>4</sub>] + NaCl | :NaReO<sub>4</sub> + N(C<sub>4</sub>H<sub>9</sub>)<sub>4</sub>Cl → N(C<sub>4</sub>H<sub>9</sub>)<sub>4</sub>[ReO<sub>4</sub>] + NaCl | ||
Garam tetrabutilamonium mengendap dari larutan berair tersebut. Garam ini larut dalam [[diklorometana]]. | Garam tetrabutilamonium mengendap dari larutan berair tersebut. Garam ini larut dalam [[diklorometana]]. | ||
Kompleks logam dapat [[alkilasi|dialkilasi]] melalui reaksi metatesis garam. Sebagai contoh adalah [[metilasi]] [[titanosena diklorida]] untuk menghasilkan [[pereaksi Petasis]]: | Kompleks logam dapat [[alkilasi|dialkilasi]] melalui reaksi metatesis garam. Sebagai contoh adalah [[metilasi]] [[titanosena diklorida]] untuk menghasilkan [[pereaksi Petasis]]:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+metatesis&oldid=29448104 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
:(C<sub>5</sub>H<sub>5</sub>)<sub>2</sub>TiCl<sub>2</sub> + 2 ClMgCH<sub>3</sub> → (C<sub>5</sub>H<sub>5</sub>)<sub>2</sub>Ti(CH<sub>3</sub>)<sub>2</sub> + 2 MgCl<sub>2</sub> | :(C<sub>5</sub>H<sub>5</sub>)<sub>2</sub>TiCl<sub>2</sub> + 2 ClMgCH<sub>3</sub> → (C<sub>5</sub>H<sub>5</sub>)<sub>2</sub>Ti(CH<sub>3</sub>)<sub>2</sub> + 2 MgCl<sub>2</sub> | ||
Produk garam yang dihasilkan umumnya mengendap dari pelarut reaksi. | Produk garam yang dihasilkan umumnya mengendap dari pelarut reaksi. | ||
=== Reaksi netralisasi === | === Reaksi netralisasi === | ||
Reaksi netralisasi merupakan jenis reaksi pertukaran ganda. Reaksi ini terjadi ketika suatu [[asam]] bereaksi dengan [[basa]] pada jumlah yang setimbang. Reaksi ini biasanya menghasilkan larutan garam dan [[air]].<ref>Steven S. Zumdahl. [https://archive.org/details/chemicalprincipl0000zumd_u9g0 Chemical Principles]. Houghton Mifflin Company. 2009. hlm. [https://archive.org/details/chemicalprincipl0000zumd_u9g0/page/319 319]–324.</ref> Sebagai contoh, [[asam klorida]] bereaksi dengan [[natrium hidroksida]] untuk menghasilkan [[natrium klorida]] dan air:<ref>D.A Skoog. ''Fundamentals of Analytical Chemistry''. Thomson Brooks/Cole. 2004. ISBN 0-03-035523-0.</ref> | |||
:HCl + NaOH → NaCl + | |||
:HCl + NaOH → NaCl + | |||
=== Reaksi pembentukan gas === | === Reaksi pembentukan gas === | ||
Reaksi antara asam dan suatu [[karbonat]] atau [[bikarbonat]] selalu menghasilkan [[asam karbonat]] sebagai produk, yang secara spontan terurai menjadi gas [[karbon dioksida]] dan air.<ref>S. A. de Marothy. [https://dx.doi.org/10.1002/qua.24452 Autocatalytic decomposition of carbonic acid]. ''Int. J. Quantum Chem''. 2013. Vol. 113 (20). hlm. 2306–2311. doi:10.1002/qua.24452.</ref> Pelepasan gas karbon dioksida dari campuran reaksi dapat diamati dengan timbulnya gelembung udara. Sebagai contoh, reaksi "gunung berapi" yang umum dilakukan dalam demo kimia saat pameran ilmiah, yang melibatkan [[asam asetat]] dengan [[natrium bikarbonat]]: | |||
Reaksi antara asam dan suatu [[karbonat]] atau [[bikarbonat]] selalu menghasilkan [[asam karbonat]] sebagai produk, yang secara spontan terurai menjadi gas [[karbon dioksida]] dan air. Pelepasan gas karbon dioksida dari campuran reaksi dapat diamati dengan timbulnya gelembung udara. Sebagai contoh, reaksi "gunung berapi" yang umum dilakukan dalam demo kimia saat pameran ilmiah, yang melibatkan [[asam asetat]] dengan [[natrium bikarbonat]]: | : + → + + | ||
: + → + + | |||
=== Reaksi reduksi-oksidasi === | === Reaksi reduksi-oksidasi === | ||
Dalam reaksi metatesis [[redoks]], suatu atom logam dalam senyawaan (atau dalam larutan) mengalami reduksi atau oksidasi. Sebagai contoh, reaksi antara [[tembaga]] dan [[asam nitrat]] pekat yang menghasilkan [[tembaga(II) nitrat]], [[nitrogen dioksida]] dan air.<ref>H. Wayne Richardson. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH. 2005. doi:10.1002/14356007.a07_567.</ref> | |||
Dalam reaksi metatesis [[redoks]], suatu atom logam dalam senyawaan (atau dalam larutan) mengalami reduksi atau oksidasi. Sebagai contoh, reaksi antara [[tembaga]] dan [[asam nitrat]] pekat yang menghasilkan [[tembaga(II) nitrat]], [[nitrogen dioksida]] dan air. | |||
:Cu(s) + 4HNO<sub>3</sub>(aq) → Cu(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>(aq) + 2NO<sub>2</sub> + H<sub>2</sub>O(l) | :Cu(s) + 4HNO<sub>3</sub>(aq) → Cu(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>(aq) + 2NO<sub>2</sub> + H<sub>2</sub>O(l) | ||
Dalam reaksi di atas, tembaga mengalami oksidasi dari [[bilangan oksidasi]] 0 menjadi +2. Contoh lainnya adalah reaksi [[kalium dikromat]] dalam suasana [[asam klorida]] pekat yang menghasilkan larutan [[kromium(III) klorida]], [[kalium klorida]], gas [[klorin]] dan air. | Dalam reaksi di atas, tembaga mengalami oksidasi dari [[bilangan oksidasi]] 0 menjadi +2. Contoh lainnya adalah reaksi [[kalium dikromat]] dalam suasana [[asam klorida]] pekat yang menghasilkan larutan [[kromium(III) klorida]], [[kalium klorida]], gas [[klorin]] dan air.<ref>David Clark. [https://books.google.co.id/books?id=V9GZCstIg04C&pg=PA37 General Chemistry]. Jones & Bartlett Learning. 2004. hlm. 37. ISBN 9781890369224.</ref> | ||
:K<sub>2</sub>Cr<sub>2</sub>O<sub>7</sub>(aq) + 14HCl(aq) → 2CrCl<sub>3</sub>(aq) + 2KCl(aq) + 3Cl<sub>2</sub>(g) + 7H<sub>2</sub>O(l) | :K<sub>2</sub>Cr<sub>2</sub>O<sub>7</sub>(aq) + 14HCl(aq) → 2CrCl<sub>3</sub>(aq) + 2KCl(aq) + 3Cl<sub>2</sub>(g) + 7H<sub>2</sub>O(l) | ||
Dalam reaksi ini, [[kromium]] mengalami reduksi dari [[dikromat|bilangan oksidasi +6]] menjadi +3. Persamaan redoks dari reaksi di atas digambarkan sebagai berikut: | Dalam reaksi ini, [[kromium]] mengalami reduksi dari [[dikromat|bilangan oksidasi +6]] menjadi +3. Persamaan redoks dari reaksi di atas digambarkan sebagai berikut:<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/1081 1081]–1095. ISBN 3-11-007511-3.</ref> | ||
:<math chem>\ce{Cr2O7^2- + 14H3O+ + 6e^- -> 2Cr^3+ + 21H2O}\ (\epsilon_0 = 1{,}33\mathrm V)</math> | :<math chem>\ce{Cr2O7^2- + 14H3O+ + 6e^- -> 2Cr^3+ + 21H2O}\ (\epsilon_0 = 1{,}33\mathrm V)</math> | ||
| Baris 70: | Baris 88: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+metatesis&oldid=29448104 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29448104 (2026-07-12T09:06:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.18
| Gagal mengurai (kesalahan sintaks): {\displaystyle \overset{+1}}\overset{-1}} + \overset{+1}}\overset{-1}} \rightarrow \overset{+1}}\overset{-1}} + \overset{+1}}\overset{-1}}} |
Reaksi metatesis, terkadang disebut sebagai reaksi pertukaran ganda, reaksi penggantian ganda, atau reaksi dekomposisi ganda, adalah suatu reaksi kimia yang melibatkan pertukaran ikatan antara dua spesi kimia yang tak-saling bereaksi yang menghasilkan pembentukan produk dengan jenis ikatan yang sama.[1] Reaksi ini digambarkan melalui skema berikut:
- A-B + C-D → A-D + C-B
Suatu reaksi metatesis melibatkan pertukaran dua gugus atau ion di antara reaktan.[2] Ikatan antara spesi-spesi yang bereaksi dapat bersifat ionik maupun kovalen. Biasanya, reaksi ini menghasilkan suatu produk tak-larut dari reaktan yang larut. Produk ini disebut sebagai endapan.
Dalam literatur lama, istilah dekomposisi ganda sering dijumpai. istilah dekomposisi ganda digunakan secara lebih spesifik ketika terdapat setidaknya satu zat yang tidak larut dalam pelarut, seperti ligan atau pertukaran ion yang berlangsung pada reaktan fasa padat. Reaksi ini digambarkan dalam skema berikut:
- AX(aq) + BY(s) → AY(aq) + BX(s).
Reaksi metatesis merupakan teknik yang umum bagi pertukaran ion lawan. Pemilihan reaktan dalam reaksi ini ditentukan melalui diagram kelarutan atau energi kisi. Teori HSAB dapat pula digunakan untuk memprediksi produk dari reaksi metatesis ini.[3]
Aturan kelarutan
Untuk menentukan apakah reaksi metatesis terjadi atau tidak maka perlu diketahui apa jenis senyawa ionik yang membentuk endapan. Dari sini, digunakan aturan kelarutan, yang umum digunakan untuk memprediksi senyawa ionik mana yang larut dan mana yang tak larut. Tabel berikut mencantumkan beberapa aturan kelarutan yang umum.[4][5]
| Umumnya larut dalam air | Pengecualian |
|---|---|
| Seluruh senyawa Li+, Na+, Rb+, Cs+, dan NH4+ | Tidak ada |
| Seluruh senyawa dan | Tidak ada |
| Senyawa Cl-, Br-, dan I- | Ag+, Hg22+, dan Pb2+ |
| Senyawa | Hg22+, Pb2+, Sr2+, dan Ba2+ |
| Umumnya tak larut dalam air | Pengecualian |
| Senyawa dan | Li+, Na+, K+, Rb+, Cs+, dan NH4+ |
| Senyawa OH- | Li+, Na+, K+, Rb+, Cs+, dan NH4+ |
Jika suatu senyawa mampu larut, maka digunakan label (aq), menandakan bahwa senyawa tersebut terlarut. Jika senyawa tersebut tak larut, maka digunakan label (s), menandakan bahwa senyawa tersebut mengendap keluar dari larutan tersebut. Jika seluruhnya larut, maka tidak ada reaksi yang diharapkan.
Sebagai contoh, reaksi metatesis antara natrium sulfat dan stronsium klorida. Aturan kelarutan menyatakan bahwa seluruh senyawa natrium larut dan semua senyawa klorida ionik larut kecuali Ag+, Hg22+, dan Pb2+. Karenanya, Na2SO4 dan SrCl2 keduanya larut. Produk yang mungkin dari reaksi ini adalah NaCl dan SrSO4. Apabila ditinjau lebih lanjut, NaCl, dengan aturan yang sama, bersifat larut, sementara SrSO4 bersifat sebaliknya (sebagaimana aturan kelarutan, semua senyawa sulfat larut, kecuali Sr2+). Karena itu, dapat diprediksi bahwa senyawa tersebut tidak larut—dalam bentuk endapan. Dari analisis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa reaksi dapat terjadi, dan persamaan reaksinya dapat ditulis sebagai:[6]
- Na2SO4 (aq) + SrCl2 (aq) → 2NaCl (aq) + SrSO4 (s)
Jenis reaksi
Reaksi pengendapan
Reaksi pengendapan terjadi ketika dua senyawa ionik terlarut di dalam air dan membentuk suatu senyawa ionik baru yang tak larut; senyawa baru ini keluar dari larutan sebagai endapan padat. Pembentukan endapan padat merupakan penanda bahwa reaksi tersebut berlangsung. Sebagai contoh, reaksi antara kalium dikromat dengan asam sulfat yang menghasilkan endapan merah kromium trioksida:[7][8]
- H2SO4(aq) + K2Cr2O7(aq) → 2 CrO3(s) + K2SO4(aq) + H2O(l)
Reaksi metatesis terkadang digunakan untuk memperoleh garam yang larut dalam pelarut organik. Sebagai contoh, berikut adalah ilustrasi pengubahan natrium perenat menjadi garam tetrabutilamonium:[9]
- NaReO4 + N(C4H9)4Cl → N(C4H9)4[ReO4] + NaCl
Garam tetrabutilamonium mengendap dari larutan berair tersebut. Garam ini larut dalam diklorometana.
Kompleks logam dapat dialkilasi melalui reaksi metatesis garam. Sebagai contoh adalah metilasi titanosena diklorida untuk menghasilkan pereaksi Petasis:[10]
- (C5H5)2TiCl2 + 2 ClMgCH3 → (C5H5)2Ti(CH3)2 + 2 MgCl2
Produk garam yang dihasilkan umumnya mengendap dari pelarut reaksi.
Reaksi netralisasi
Reaksi netralisasi merupakan jenis reaksi pertukaran ganda. Reaksi ini terjadi ketika suatu asam bereaksi dengan basa pada jumlah yang setimbang. Reaksi ini biasanya menghasilkan larutan garam dan air.[11] Sebagai contoh, asam klorida bereaksi dengan natrium hidroksida untuk menghasilkan natrium klorida dan air:[12]
- HCl + NaOH → NaCl +
Reaksi pembentukan gas
Reaksi antara asam dan suatu karbonat atau bikarbonat selalu menghasilkan asam karbonat sebagai produk, yang secara spontan terurai menjadi gas karbon dioksida dan air.[13] Pelepasan gas karbon dioksida dari campuran reaksi dapat diamati dengan timbulnya gelembung udara. Sebagai contoh, reaksi "gunung berapi" yang umum dilakukan dalam demo kimia saat pameran ilmiah, yang melibatkan asam asetat dengan natrium bikarbonat:
- + → + +
Reaksi reduksi-oksidasi
Dalam reaksi metatesis redoks, suatu atom logam dalam senyawaan (atau dalam larutan) mengalami reduksi atau oksidasi. Sebagai contoh, reaksi antara tembaga dan asam nitrat pekat yang menghasilkan tembaga(II) nitrat, nitrogen dioksida dan air.[14]
- Cu(s) + 4HNO3(aq) → Cu(NO3)2(aq) + 2NO2 + H2O(l)
Dalam reaksi di atas, tembaga mengalami oksidasi dari bilangan oksidasi 0 menjadi +2. Contoh lainnya adalah reaksi kalium dikromat dalam suasana asam klorida pekat yang menghasilkan larutan kromium(III) klorida, kalium klorida, gas klorin dan air.[15]
- K2Cr2O7(aq) + 14HCl(aq) → 2CrCl3(aq) + 2KCl(aq) + 3Cl2(g) + 7H2O(l)
Dalam reaksi ini, kromium mengalami reduksi dari bilangan oksidasi +6 menjadi +3. Persamaan redoks dari reaksi di atas digambarkan sebagai berikut:[16]
Lihat pula
Referensi
- ↑ .
- ↑ Jeff Kolby. ACT Prep Course: The Most Comprehensive ACT Book Available. Nova Press. 2016. hlm. 550. ISBN 9781944595074.
- ↑ Ralph G. Pearson. Hard and Soft Acids and Bases. Journal of the American Chemical Society. 1963. Vol. 85 (22). hlm. 3533–3539. doi:10.1021/ja00905a001.
- ↑ Claude H. Yoder. Ionic Compounds: Applications of Chemistry to Mineralogy. John Wiley & Sons. 2007. hlm. 155. ISBN 9780470075098.
- ↑ Daniel L. Reger. Chemistry: Principles and Practice. Cengage Learning. 2009. hlm. 144. ISBN 9780534420123.
- ↑ Andy Schmitz. Beginning Chemistry (v. 1.0).
- ↑ Chromium trioxide. Chemicalland21.com. AroKor Holdings Inc.
- ↑ H. Wayne Richardson. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH. 2005. doi:10.1002/14356007.a07_567.
- ↑ J. R. Dilworth, W. Hussain, A. J. Hutson, C. J. Jones, F. S. Mcquillan. Tetrahalo Oxorhenate Anions. Inorganic Syntheses. 1997. Vol. 31. hlm. 257–262. doi:10.1002/9780470132623.ch42.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Steven S. Zumdahl. Chemical Principles. Houghton Mifflin Company. 2009. hlm. 319–324.
- ↑ D.A Skoog. Fundamentals of Analytical Chemistry. Thomson Brooks/Cole. 2004. ISBN 0-03-035523-0.
- ↑ S. A. de Marothy. Autocatalytic decomposition of carbonic acid. Int. J. Quantum Chem. 2013. Vol. 113 (20). hlm. 2306–2311. doi:10.1002/qua.24452.
- ↑ H. Wayne Richardson. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH. 2005. doi:10.1002/14356007.a07_567.
- ↑ David Clark. General Chemistry. Jones & Bartlett Learning. 2004. hlm. 37. ISBN 9781890369224.
- ↑ Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 1081–1095. ISBN 3-11-007511-3.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29448104 (2026-07-12T09:06:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.