Proses kimia: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29517776; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Proses kimia''' adalah suatu cara di mana satu atau lebih [[zat kimia|zat]] mengalami perubahan identitas kimia. Proses tersebut dapat terjadi secara alami maupun dipicu oleh gaya atau pengaruh dari luar, serta melibatkan suatu [[reaksi kimia]]. Dalam penerapan praktis, proses kimia merupakan metode yang digunakan dalam kegiatan [[pemanufakturan|manufaktur]] atau skala industri (lihat [[Proses industri]]) untuk mengubah komposisi bahan kimia atau material, biasanya dengan menggunakan teknologi yang sama atau berkaitan dengan teknologi yang digunakan di [[pabrik kimia]] atau [[industri kimia]]. | '''Proses kimia''' adalah suatu cara di mana satu atau lebih [[zat kimia|zat]] mengalami perubahan identitas kimia.<ref>Kenneth A. Solen. [https://books.google.com/books?id=stJgAAAACAAJ Introduction to Chemical Process: Fundamentals & Design]. McGraw-Hill Custom Publishing. 2005. hlm. 3. ISBN 978-0073407937.</ref> Proses tersebut dapat terjadi secara alami maupun dipicu oleh gaya atau pengaruh dari luar, serta melibatkan suatu [[reaksi kimia]]. Dalam penerapan praktis, proses kimia merupakan metode yang digunakan dalam kegiatan [[pemanufakturan|manufaktur]] atau skala industri (lihat [[Proses industri]]) untuk mengubah komposisi bahan kimia atau material, biasanya dengan menggunakan teknologi yang sama atau berkaitan dengan teknologi yang digunakan di [[pabrik kimia]] atau [[industri kimia]]. | ||
Tidak satu pun dari definisi tersebut benar-benar bersifat mutlak, karena tidak selalu dapat ditentukan secara pasti apakah suatu proses merupakan proses kimia atau bukan. Definisi-definisi tersebut lebih bersifat praktis. Selain itu, terdapat tumpang tindih yang cukup besar antara kedua variasi definisi tersebut. Karena ketidakpastian definisi ini, para kimiawan dan ilmuwan lainnya umumnya menggunakan istilah "proses kimia" dalam pengertian umum atau dalam konteks rekayasa. Namun, dalam konteks "(rekayasa) proses", istilah "proses kimia" digunakan secara luas. Pembahasan selanjutnya akan berfokus pada proses kimia dalam pengertian rekayasa. | Tidak satu pun dari definisi tersebut benar-benar bersifat mutlak, karena tidak selalu dapat ditentukan secara pasti apakah suatu proses merupakan proses kimia atau bukan. Definisi-definisi tersebut lebih bersifat praktis. Selain itu, terdapat tumpang tindih yang cukup besar antara kedua variasi definisi tersebut. Karena ketidakpastian definisi ini, para kimiawan dan ilmuwan lainnya umumnya menggunakan istilah "proses kimia" dalam pengertian umum atau dalam konteks rekayasa. Namun, dalam konteks "(rekayasa) proses", istilah "proses kimia" digunakan secara luas. Pembahasan selanjutnya akan berfokus pada proses kimia dalam pengertian rekayasa. | ||
| Baris 44: | Baris 44: | ||
*[[Proses pemisahan]] | *[[Proses pemisahan]] | ||
*[[Reaksi kimia]] | *[[Reaksi kimia]] | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* [http://www.iprd.leeds.ac.uk Institute of Process Research & Development], Universitas Leeds | * [http://www.iprd.leeds.ac.uk Institute of Process Research & Development], Universitas Leeds | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proses+kimia&oldid=29517776 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29517776 (2026-08-03T05:52:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proses+kimia&oldid=29517776 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29517776 (2026-08-03T05:52:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.03
Proses kimia adalah suatu cara di mana satu atau lebih zat mengalami perubahan identitas kimia.[1] Proses tersebut dapat terjadi secara alami maupun dipicu oleh gaya atau pengaruh dari luar, serta melibatkan suatu reaksi kimia. Dalam penerapan praktis, proses kimia merupakan metode yang digunakan dalam kegiatan manufaktur atau skala industri (lihat Proses industri) untuk mengubah komposisi bahan kimia atau material, biasanya dengan menggunakan teknologi yang sama atau berkaitan dengan teknologi yang digunakan di pabrik kimia atau industri kimia.
Tidak satu pun dari definisi tersebut benar-benar bersifat mutlak, karena tidak selalu dapat ditentukan secara pasti apakah suatu proses merupakan proses kimia atau bukan. Definisi-definisi tersebut lebih bersifat praktis. Selain itu, terdapat tumpang tindih yang cukup besar antara kedua variasi definisi tersebut. Karena ketidakpastian definisi ini, para kimiawan dan ilmuwan lainnya umumnya menggunakan istilah "proses kimia" dalam pengertian umum atau dalam konteks rekayasa. Namun, dalam konteks "(rekayasa) proses", istilah "proses kimia" digunakan secara luas. Pembahasan selanjutnya akan berfokus pada proses kimia dalam pengertian rekayasa.
Meskipun suatu proses kimia terkadang hanya terdiri atas satu tahap, pada umumnya proses tersebut melibatkan beberapa tahap yang disebut satuan operasi. Di dalam sebuah pabrik, setiap satuan operasi biasanya berlangsung pada bejana atau bagian pabrik yang terpisah, yang disebut satuan atau unit. Sering kali satu atau lebih reaksi kimia terlibat, tetapi cara lain untuk mengubah komposisi bahan kimia atau material, seperti proses pencampuran maupun pemisahan, juga dapat digunakan. Tahapan proses dapat berlangsung secara berurutan berdasarkan waktu maupun secara berurutan berdasarkan posisi sepanjang aliran bahan yang bergerak; lihat Pabrik kimia. Untuk sejumlah tertentu bahan baku (input) atau produk (output), jumlah material yang diharapkan pada tahapan-tahapan penting proses dapat ditentukan berdasarkan data empiris dan perhitungan neraca massa. Jumlah tersebut dapat diperbesar atau diperkecil sesuai dengan kapasitas atau kebutuhan operasi dari suatu pabrik kimia yang dibangun untuk proses tersebut. Lebih dari satu pabrik kimia dapat menggunakan proses kimia yang sama, meskipun masing-masing beroperasi pada kapasitas yang berbeda. Proses-proses kimia seperti distilasi dan kristalisasi bahkan telah dikenal sejak masa alkimia di Aleksandria, Mesir.
Proses-proses kimia tersebut secara umum dapat digambarkan dalam bentuk diagram alir blok atau secara lebih rinci dalam bentuk diagram alir proses. Pada diagram alir blok, setiap satuan digambarkan sebagai sebuah blok, sedangkan aliran material di antara satuan-satuan tersebut digambarkan sebagai garis penghubung yang dilengkapi anak panah untuk menunjukkan arah aliran.
Selain digunakan pada pabrik kimia untuk memproduksi bahan kimia, proses-proses kimia dengan teknologi dan peralatan yang serupa juga digunakan dalam pengilangan minyak bumi, pemurnian, pengolahan gas alam, industri polimer, industri farmasi, pengolahan makanan, serta pengolahan air bersih dan air limbah.
Satuan proses dalam proses kimia
Satuan proses (unit processing) merupakan proses dasar dalam teknik kimia. Bersama dengan satuan operasi, satuan proses menjadi prinsip utama dalam berbagai industri kimia. Setiap jenis satuan proses mengikuti hukum-hukum kimia, sebagaimana setiap jenis satuan operasi mengikuti hukum-hukum fisika.
Satuan proses dalam teknik kimia meliputi beberapa proses penting berikut:
- Fraksionasi
- Dekontaminasi
- Distilasi
- Filtrasi
- Oksidasi
- Reduksi
- Pemurnian / Pemurnian (metalurgi)
- Hidrogenasi
- Dehidrogenasi
- Hidrolisis
- Hidrasi
- Dehidrasi
- Halogenasi
- Nitrifikasi
- Sulfonasi
- Aminasi
- Alkilasi
- Dealkilasi
- Esterifikasi
- Polimerisasi
- Polikondensasi
- Purifikasi
- Katalisis
Lihat pula
Pranala luar
- Institute of Process Research & Development, Universitas Leeds
Referensi
- ↑ Kenneth A. Solen. Introduction to Chemical Process: Fundamentals & Design. McGraw-Hill Custom Publishing. 2005. hlm. 3. ISBN 978-0073407937.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29517776 (2026-08-03T05:52:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.