Selenium dioksida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27497497; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Selenium_dioxide_sample.jpg|thumb|right|280px|Selenium dioxide sample]] | |||
'''Selenium dioksida''' adalah [[senyawa kimia]] dengan rumus SeO<sub>2</sub>. Senyawa padat yang tidak berwarna ini merupakan salah satu senyawa [[selenium]] yang paling sering ditemui. | '''Selenium dioksida''' adalah [[senyawa kimia]] dengan rumus SeO<sub>2</sub>. Senyawa padat yang tidak berwarna ini merupakan salah satu senyawa [[selenium]] yang paling sering ditemui. | ||
== Properti == | == Properti == | ||
SeO<sub>2</sub> padat merupakan senyawa [[polimer]] satu dimensi dan molekulnya berbentuk seperti rantai. Senyawa ini juga dianggap sebagai [[oksida asam]]: senyawa ini jika dilarutkan ke dalam air akan membentuk [[asam selenit]]. Jika direaksikan dengan [[basa]], senyawa ini akan membentuk garam [[selenit]] yang mengandung anion . Contohnya adalah dalam reaksi dengan [[natrium hidroksida]] yang menghasilkan [[natrium selenit]]: | SeO<sub>2</sub> padat merupakan senyawa [[polimer]] satu dimensi dan molekulnya berbentuk seperti rantai. Senyawa ini juga dianggap sebagai [[oksida asam]]: senyawa ini jika dilarutkan ke dalam air akan membentuk [[asam selenit]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Selenium+dioksida&oldid=27497497 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Jika direaksikan dengan [[basa]], senyawa ini akan membentuk garam [[selenit]] yang mengandung anion . Contohnya adalah dalam reaksi dengan [[natrium hidroksida]] yang menghasilkan [[natrium selenit]]: | ||
:SeO<sub>2</sub> + 2 NaOH → Na<sub>2</sub>SeO<sub>3</sub> + H<sub>2</sub>O | :SeO<sub>2</sub> + 2 NaOH → Na<sub>2</sub>SeO<sub>3</sub> + H<sub>2</sub>O | ||
| Baris 13: | Baris 15: | ||
== Kemunculan == | == Kemunculan == | ||
Bentuk alami selenium dioksida (downeyit) merupakan mineral yang sangat langka. Mineral ini hanya dapat ditemukan di beberapa sampah pembakaran batu bara. | Bentuk alami selenium dioksida (downeyit) merupakan mineral yang sangat langka. Mineral ini hanya dapat ditemukan di beberapa sampah pembakaran batu bara.<ref>Robert B. Finkelman. [http://www.minsocam.org/ammin/AM62/AM62_316.pdf Downeyite, the first verified natural occurrence of SeO 2]. ''American Mineralogist''. 1977. Vol. 62. hlm. 316–320.</ref> | ||
== Kegunaan == | == Kegunaan == | ||
SeO<sub>2</sub> merupakan reagen yang penting dalam proses [[sintesis organik]]. Oksidasi [[paraldehida]] dengan SeO<sub>2</sub> akan menghasilkan [[glioksal]] dan oksidasi [[sikloheksanona]] akan menghasilkan sikloheksana-1,2-dione. Bahan awal selenium direduksi menjadi selenium dan mengalami pengendapan. Endapannya yang berwarna merah dapat dengan mudah disaring. Reaksi semacam ini disebut [[oksidasi Riley]]. | SeO<sub>2</sub> merupakan reagen yang penting dalam proses [[sintesis organik]]. Oksidasi [[paraldehida]] dengan SeO<sub>2</sub> akan menghasilkan [[glioksal]]<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Selenium+dioksida&oldid=27497497 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan oksidasi [[sikloheksanona]] akan menghasilkan sikloheksana-1,2-dione.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Selenium+dioksida&oldid=27497497 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Bahan awal selenium direduksi menjadi selenium dan mengalami pengendapan. Endapannya yang berwarna merah dapat dengan mudah disaring.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Selenium+dioksida&oldid=27497497 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Reaksi semacam ini disebut [[oksidasi Riley]]. | ||
Dapat juga dideskripsikan secara lebih umum: | Dapat juga dideskripsikan secara lebih umum: | ||
:R<sub>2</sub>C=CR'-CHR"<sub>2</sub> + [O] → R<sub>2</sub>C=CR'-C(OH)R"<sub>2</sub> | :R<sub>2</sub>C=CR'-CHR"<sub>2</sub> + [O] → R<sub>2</sub>C=CR'-C(OH)R"<sub>2</sub> | ||
R, R', R" adalah substituen [[alkil]] atau [[aril]] | R, R', R" adalah substituen [[alkil]] atau [[aril]] | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Selenium+dioksida&oldid=27497497 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27497497 (2025-07-04T15:59:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 13.59

Selenium dioksida adalah senyawa kimia dengan rumus SeO2. Senyawa padat yang tidak berwarna ini merupakan salah satu senyawa selenium yang paling sering ditemui.
Properti
SeO2 padat merupakan senyawa polimer satu dimensi dan molekulnya berbentuk seperti rantai. Senyawa ini juga dianggap sebagai oksida asam: senyawa ini jika dilarutkan ke dalam air akan membentuk asam selenit.[1] Jika direaksikan dengan basa, senyawa ini akan membentuk garam selenit yang mengandung anion . Contohnya adalah dalam reaksi dengan natrium hidroksida yang menghasilkan natrium selenit:
- SeO2 + 2 NaOH → Na2SeO3 + H2O
Preparasi
Selenium dioksida dapat disiapkan dengan berbagai cara, seperti dengan mengoksidasi selenium, mereaksikannya dengan asam nitrat, atau mereaksikannya dengan hidrogen peroksida. Namun cara yang paling praktis adalah dengan mendehidrasikan asam selenit.
- 3 Se + 4 HNO3 + H2O → 3 H2SeO3 + 4 NO
- 2 H2O2 + Se → SeO2 + 2 H2O
- H2SeO3 ⇌ SeO2 + H2O
Kemunculan
Bentuk alami selenium dioksida (downeyit) merupakan mineral yang sangat langka. Mineral ini hanya dapat ditemukan di beberapa sampah pembakaran batu bara.[2]
Kegunaan
SeO2 merupakan reagen yang penting dalam proses sintesis organik. Oksidasi paraldehida dengan SeO2 akan menghasilkan glioksal[3] dan oksidasi sikloheksanona akan menghasilkan sikloheksana-1,2-dione.[4] Bahan awal selenium direduksi menjadi selenium dan mengalami pengendapan. Endapannya yang berwarna merah dapat dengan mudah disaring.[5] Reaksi semacam ini disebut oksidasi Riley.
Dapat juga dideskripsikan secara lebih umum:
- R2C=CR'-CHR"2 + [O] → R2C=CR'-C(OH)R"2
R, R', R" adalah substituen alkil atau aril
Pranala luar
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Robert B. Finkelman. Downeyite, the first verified natural occurrence of SeO 2. American Mineralogist. 1977. Vol. 62. hlm. 316–320.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27497497 (2025-07-04T15:59:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.