Akuagliseroporin: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22867436; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Akuagliseroporin''' adalah protein yang dikenal bagian dari famili protein [[akuaporin]] yang menyalurkan air, [[gliserol]], dan zat terlarut kecil takbermuatan lainnya. Akuagliseroporin merupakan satu-satunya [[protein]] mamalia yang dapat menyerap gliserol melalui [[membran plasma]]. Akuagliseroporin ditemukan di banyak spesies, seperti [[bakteri]], tumbuhan, dan manusia. Karena di alam ditemukan di mana-mana, protein ini sangat penting dalam agrikultur dan kedokteran. Protein ini diidentifikasi sebagai kemungkinan sumber kontaminasi metaloid pada agrikultur karena akuagliseroporin menyalurkan [[Arsen|As(III)]] dan [[Antimon|Sb(III)]] pada ragi dan kemungkinan sumber masuknya metaloid ke dalam sumber makanan manusia. | '''Akuagliseroporin''' adalah protein yang dikenal bagian dari famili protein [[akuaporin]] yang menyalurkan air, [[gliserol]], dan zat terlarut kecil takbermuatan lainnya. Akuagliseroporin merupakan satu-satunya [[protein]] mamalia yang dapat menyerap gliserol melalui [[membran plasma]].<ref>Ana Madeira. [https://link.springer.com/article/10.1007/s00018-014-1773-2 Aquaglyceroporins: implications in adipose biology and obesity]. ''Cellular and Molecular Life Sciences''. 2015-02-01. Vol. 72 (4). hlm. 759–771. doi:10.1007/s00018-014-1773-2.</ref> Akuagliseroporin ditemukan di banyak spesies, seperti [[bakteri]], tumbuhan, dan manusia. Karena di alam ditemukan di mana-mana, protein ini sangat penting dalam agrikultur dan kedokteran. Protein ini diidentifikasi sebagai kemungkinan sumber kontaminasi metaloid pada agrikultur karena akuagliseroporin menyalurkan [[Arsen|As(III)]] dan [[Antimon|Sb(III)]] pada ragi dan kemungkinan sumber masuknya metaloid ke dalam sumber makanan manusia.<ref>Hiranmoy Bhattacharjee. [https://link.springer.com/article/10.1186/jbiol91 Aquaglyceroporins: ancient channels for metalloids]. ''Journal of Biology''. 2008-09-01. Vol. 7 (9). hlm. 33. doi:10.1186/jbiol91.</ref> | ||
== Signifikansi klinis == | == Signifikansi klinis == | ||
[[AQP7|Akuaporin 7]] menjadi subjek penelitian pada jaringan [[adiposa]] karena protein tersebut merupakan sumber utama gliserol yang bersirkulasi dalam metabolisme mamalia. Disregulasi akuaporin 7 telah dikaitkan dengan obesitas pada manusia dan telah dikaitkan dengan regulasi metabolisme adiposit. | [[AQP7|Akuaporin 7]] menjadi subjek penelitian pada jaringan [[adiposa]] karena protein tersebut merupakan sumber utama gliserol yang bersirkulasi dalam metabolisme mamalia. Disregulasi akuaporin 7 telah dikaitkan dengan obesitas pada manusia dan telah dikaitkan dengan regulasi metabolisme adiposit.<ref>Ana Madeira. [https://link.springer.com/article/10.1007/s00018-014-1773-2 Aquaglyceroporins: implications in adipose biology and obesity]. ''Cellular and Molecular Life Sciences''. 2015-02-01. Vol. 72 (4). hlm. 759–771. doi:10.1007/s00018-014-1773-2.</ref> | ||
[[AQP9|Akuaporin 9]] merupakan saluran gliserol utama pada [[eritrosit]] mencit dan telah ditemukan berkontribusi pada tahap intraetrositik infeksi malaria dan disfungsi protein ini telah ditemukan meningkatkan kesintasan dalam penelitian klinis yang melibatkan mencit. | [[AQP9|Akuaporin 9]] merupakan saluran gliserol utama pada [[eritrosit]] mencit dan telah ditemukan berkontribusi pada tahap intraetrositik infeksi malaria dan disfungsi protein ini telah ditemukan meningkatkan kesintasan dalam penelitian klinis yang melibatkan mencit.<ref>Yangjian Liu. [https://jhu.pure.elsevier.com/en/publications/aquaporin-9-is-the-major-pathway-for-glycerol-uptake-by-mouse-ery-4 Aquaporin 9 is the major pathway for glycerol uptake by mouse erythrocytes, with implications for malarial virulence]. ''Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America''. 2007-07-24. Vol. 104 (30). hlm. 12560–12564. doi:10.1073/pnas.0705313104.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Akuagliseroporin&oldid=22867436 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22867436 (2023-02-05T14:53:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Akuagliseroporin&oldid=22867436 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22867436 (2023-02-05T14:53:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.08
Akuagliseroporin adalah protein yang dikenal bagian dari famili protein akuaporin yang menyalurkan air, gliserol, dan zat terlarut kecil takbermuatan lainnya. Akuagliseroporin merupakan satu-satunya protein mamalia yang dapat menyerap gliserol melalui membran plasma.[1] Akuagliseroporin ditemukan di banyak spesies, seperti bakteri, tumbuhan, dan manusia. Karena di alam ditemukan di mana-mana, protein ini sangat penting dalam agrikultur dan kedokteran. Protein ini diidentifikasi sebagai kemungkinan sumber kontaminasi metaloid pada agrikultur karena akuagliseroporin menyalurkan As(III) dan Sb(III) pada ragi dan kemungkinan sumber masuknya metaloid ke dalam sumber makanan manusia.[2]
Signifikansi klinis
Akuaporin 7 menjadi subjek penelitian pada jaringan adiposa karena protein tersebut merupakan sumber utama gliserol yang bersirkulasi dalam metabolisme mamalia. Disregulasi akuaporin 7 telah dikaitkan dengan obesitas pada manusia dan telah dikaitkan dengan regulasi metabolisme adiposit.[3]
Akuaporin 9 merupakan saluran gliserol utama pada eritrosit mencit dan telah ditemukan berkontribusi pada tahap intraetrositik infeksi malaria dan disfungsi protein ini telah ditemukan meningkatkan kesintasan dalam penelitian klinis yang melibatkan mencit.[4]
Referensi
- ↑ Ana Madeira. Aquaglyceroporins: implications in adipose biology and obesity. Cellular and Molecular Life Sciences. 2015-02-01. Vol. 72 (4). hlm. 759–771. doi:10.1007/s00018-014-1773-2.
- ↑ Hiranmoy Bhattacharjee. Aquaglyceroporins: ancient channels for metalloids. Journal of Biology. 2008-09-01. Vol. 7 (9). hlm. 33. doi:10.1186/jbiol91.
- ↑ Ana Madeira. Aquaglyceroporins: implications in adipose biology and obesity. Cellular and Molecular Life Sciences. 2015-02-01. Vol. 72 (4). hlm. 759–771. doi:10.1007/s00018-014-1773-2.
- ↑ Yangjian Liu. Aquaporin 9 is the major pathway for glycerol uptake by mouse erythrocytes, with implications for malarial virulence. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 2007-07-24. Vol. 104 (30). hlm. 12560–12564. doi:10.1073/pnas.0705313104.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22867436 (2023-02-05T14:53:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.