Neurotransmiter: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29574965; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Chemical_synapse_schema_cropped.jpg|thumb|right|280px|Chemical synapse schema cropped]] | |||
'''Neurotransmiter''' adalah [[senyawa organik]] endogenus membawa sinyal di antara [[neuron]]. Neurotransmiter terbungkus oleh [[vesikel]] [[sinapsis]], sebelum dilepaskan bertepatan dengan datangnya [[potensial aksi]]. | '''Neurotransmiter''' adalah [[senyawa organik]] endogenus membawa sinyal di antara [[neuron]]. Neurotransmiter terbungkus oleh [[vesikel]] [[sinapsis]], sebelum dilepaskan bertepatan dengan datangnya [[potensial aksi]]. | ||
| Baris 5: | Baris 7: | ||
* [[neurotransmiter monoamina|Monoamina]]: [[dopamin]], [[adrenalin]], [[noradrenalin]], [[histamin]], [[serotonin]], [[melatonin]] | * [[neurotransmiter monoamina|Monoamina]]: [[dopamin]], [[adrenalin]], [[noradrenalin]], [[histamin]], [[serotonin]], [[melatonin]] | ||
* Bentuk lain: [[asetilkolina]], [[adenosina]], [[anandamida]], dll. | * Bentuk lain: [[asetilkolina]], [[adenosina]], [[anandamida]], dll. | ||
Ketidakseimbangan neurotransmiter di otak dapat menimbulkan gangguan kejiwaan seperti [[skizofrenia]], [[Gangguan bipolar|bipolar]], [[Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas|ADHD]], [[Depresi (psikologi)|depresi]], [https://www.alodokter.com/penyakit-parkinson parkinson], [[Penyakit Alzheimer|alzeimer]] dan sebagainya. | Ketidakseimbangan neurotransmiter di otak dapat menimbulkan gangguan kejiwaan seperti [[skizofrenia]], [[Gangguan bipolar|bipolar]], [[Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas|ADHD]], [[Depresi (psikologi)|depresi]], [https://www.alodokter.com/penyakit-parkinson parkinson], [[Penyakit Alzheimer|alzeimer]] dan sebagainya.<ref>Bagus Utomo. [https://www.worldcat.org/oclc/1235904149 Supaya kamu mau kenalan denganku : sebuah buku pintar gangguan jiwa]. 2021. ISBN 978-623-7173-89-2.</ref> | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Neurotransmiter&oldid=29574965 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29574965 (2026-08-14T04:49:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.02

Neurotransmiter adalah senyawa organik endogenus membawa sinyal di antara neuron. Neurotransmiter terbungkus oleh vesikel sinapsis, sebelum dilepaskan bertepatan dengan datangnya potensial aksi.
Beberapa neurotransmiter utama, antara lain:
- Asam amino: asam glutamat, asam aspartat, serina, GABA, glisin
- Monoamina: dopamin, adrenalin, noradrenalin, histamin, serotonin, melatonin
- Bentuk lain: asetilkolina, adenosina, anandamida, dll.
Ketidakseimbangan neurotransmiter di otak dapat menimbulkan gangguan kejiwaan seperti skizofrenia, bipolar, ADHD, depresi, parkinson, alzeimer dan sebagainya.[1]
Referensi
- ↑ Bagus Utomo. Supaya kamu mau kenalan denganku : sebuah buku pintar gangguan jiwa. 2021. ISBN 978-623-7173-89-2.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29574965 (2026-08-14T04:49:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.