Lompat ke isi

Anandamida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Anandamide skeletal

Anandamida (disingkat ANA), juga disebut sebagai N-arakidonoiletanolamina (disingkat AEA), adalah neurotransmiter asam lemak yang termasuk dalam kelompok turunan asam lemak yang dikenal sebagai "N-asiletanolamina" (NAE). Namanya diambil dari kata Sansekerta ananda (आनन्द) yang berarti "kegembiraan, kebahagiaan, kesenangan", ditambah "amida". Anandamida selaku endokanabinoid pertama yang ditemukan berinteraksi dengan sistem endokanabinoid tubuh dengan mengikat reseptor kanabinoid yang sama dengan yang diaktifkan oleh tetrahidrokanabinol yang ditemukan dalam Cannabis. Anandamida dapat ditemukan di dalam jaringan pada berbagai macam hewan.[1][2] Ia juga telah ditemukan pada tumbuhan seperti pohon kakao.[3]

Anandamida berasal dari metabolisme non-oksidatif asam arakidonat, asam lemak omega−6 esensial. Senyawa ini disintesis dari N-arakidonoil fosfatidiletanolamina melalui berbagai jalur.[4] Senyawa ini terutama didegradasi oleh enzim hidrolase amida asam lemak (FAAH), yang mengubah anandamida menjadi etanolamina dan asam arakidonat. Oleh karena itu, penghambat FAAH menyebabkan peningkatan kadar anandamida dan sedang diteliti untuk kemungkinan penggunaan terapeutik.[5][6]

Penemuan

Anandamida ditemukan oleh Raphael Mechoulam dan rekan-rekannya pada tahun 1992. Ini merupakan zat mirip ganja pertama yang diproduksi oleh tubuh manusia yang diamati. Dengan memeriksa otak babi dan usus anjing, mereka mampu mengisolasi ANA menggunakan spektrometri massa dan spektroskopi resonansi magnet inti.[7] ANA bekerja dalam sistem otak yang terkait dengan perasaan penghargaan, dan karenanya telah menjadi topik banyak penelitian.[8] Sejak temuan tahun 1992, banyak penelitian telah dilakukan untuk meneliti ANA lebih lanjut, termasuk penelitian tentang efek perilaku dan molekuler.

Penelitian

Menurut penelitian in vitro, efek anandamida terutama dimediasi oleh reseptor kanabinoid CB1 di sistem saraf pusat, dan reseptor kanabinoid CB2 di sistem saraf tepi.[9] Yang terakhir tampaknya terlibat dalam fungsi sistem imun. Reseptor kanabinoid awalnya ditemukan sensitif terhadap Δ9-tetrahidrokanabinol9-THC, umumnya disebut THC), yang merupakan kanabinoid psikoaktif utama yang ditemukan dalam ganja. Penemuan anandamida berasal dari penelitian tentang CB1 dan CB2, karena tidak dapat dihindari bahwa bahan kimia alami (endogen) akan ditemukan memengaruhi reseptor ini.

Anandamida sedang diteliti karena potensi keterlibatannya dalam implantasi embrio tahap awal dalam blastosis ke dalam rahim. Oleh karena itu, kanabinoid seperti Δ9-THC mungkin memengaruhi proses selama tahap awal kehamilan manusia.[10] Puncak anandamida plasma terjadi pada ovulasi dan berkorelasi positif dengan puncak kadar estradiol dan gonadotropin, menunjukkan bahwa ini mungkin terlibat dalam pengaturan kadar anandamida.[11] Selanjutnya, anandamida telah diusulkan sebagai biomarker kemandulan, tetapi sejauh ini belum memiliki nilai prediktif untuk digunakan secara klinis.[12]

Perilaku

Baik reseptor CB1 maupun CB2 (tempat pengikatan anandamida) sedang diteliti untuk kemungkinan perannya dalam interpretasi positif dan negatif terhadap lingkungan dan situasi.[13] Hubungan pengikatan anandamida dan CB1/CB2 dapat memengaruhi neurotransmisi dopamin, serotonin, GABA, dan glutamat.[14]

Endokanabinoid dapat mengganggu homeostasis dalam beberapa cara: dengan meningkatkan sensasi lapar, mendorong peningkatan asupan makanan, dan menggeser keseimbangan energi ke arah penyimpanan energi. Akibatnya, terjadi penurunan pengeluaran energi.[15]

Transmisi glutamatergik kortikal dapat dimodulasi oleh endokanabinoid selama pembiasaan stres dan rasa takut.[16]

Obesitas dan penyakit hati

Blokade reseptor CB1 ditemukan dapat meningkatkan resistensi lipid dan profil lipid pada subjek obesitas dengan diabetes melitus tipe 2.[17] Kadar anandamida yang tinggi ditemukan pada orang dengan penyakit perlemakan hati non–alkoholik, steatohepatitis nonalkoholik, dan fibrosis hati.[18]

Efek topikal

American Academy of Dermatology telah menyebut anandamida topikal sebagai terapi yang menjanjikan untuk lupus eritematosus kutaneus.[19][20]

Biosintesis

Pada manusia, anandamida disintesis dari N-arakidonoil fosfatidiletanolamina (NAPE). Selanjutnya, NAPE terbentuk melalui transfer asam arakidonat dari lesitin ke amina bebas sefalina melalui enzim N-asiltransferase.[21][22] Sintesis anandamida dari NAPE terjadi melalui berbagai jalur dan melibatkan enzim seperti fosfolipase A2, fosfolipase C dan fosfolipase D penghidrolisis N-asetilfosfatidiletanolamina (NAPE-PLD),[23] dengan enzim kunci lainnya yang belum diidentifikasi.[24]

Struktur kristal NAPE-PLD dalam kompleks dengan fosfatidiletanolamina dan deoksikolat menunjukkan bagaimana kanabinoid anandamida dihasilkan dari membran N-asilfosfatidiletanolamina (NAPE), dan mengungkapkan bahwa asam empedu, yang terutama terlibat dalam penyerapan lipid di usus halus, memodulasi biogenesisnya.[25]

Metabolisme

Anandamida endogen hadir dalam kadar yang sangat rendah dan memiliki waktu paruh yang sangat singkat karena aksi enzim hidrolase amida asam lemak (FAAH), yang memecahnya menjadi asam arakidonat bebas dan etanolamina. Studi pada anak babi menunjukkan bahwa kadar asam arakidonat dan asam lemak esensial lainnya dalam makanan memengaruhi kadar anandamida dan endokanabinoid lainnya di otak.[26] Pemberian makanan tinggi lemak pada tikus meningkatkan kadar anandamida di hati dan meningkatkan lipogenesis.[27] Anandamida mungkin relevan dengan perkembangan obesitas, setidaknya pada hewan pengerat.

Parasetamol (dikenal sebagai asetaminofen di AS dan Kanada) secara metabolik dikombinasikan dengan asam arakidonat oleh FAAH untuk membentuk AM404.[28] Metabolit ini merupakan agonis poten pada reseptor vaniloid TRPV1, agonis lemah pada reseptor CB1 dan CB2, dan penghambat penyerapan kembali anandamida. Akibatnya, kadar anandamida dalam tubuh dan otak meningkat. Dengan demikian, parasetamol bertindak sebagai pro-obat untuk metabolit kanabimimetik, yang mungkin sebagian atau sepenuhnya bertanggung jawab atas efek analgesiknya.[29][30]

Lada mengandung alkaloid guineesine, yang merupakan penghambat penyerapan kembali anandamida. Oleh karena itu, lada dapat meningkatkan efek fisiologis anandamida.[31]

Transpor

Transpor endokanabinoid untuk anandamida dan 2-arakidonoilgliserol meliputi protein kejut panas (Hsp70) dan protein pengikat asam lemak (FABP).[32][33]

Anandamida menunjukkan preferensi untuk berikatan dengan kolesterol dan seramida dibandingkan lipid membran lainnya. Kolesterol bertindak sebagai pasangan pengikat untuk anandamida. Awalnya, ikatan hidrogen memfasilitasi interaksi mereka. Setelah itu, anandamida tertarik ke bagian dalam membran, di mana ia membentuk kompleks molekuler dengan kolesterol. Proses ini melibatkan adaptasi konformasi anandamida terhadap lingkungan membran apolar. Selanjutnya, kompleks anandamida-kolesterol diarahkan ke reseptor kanabinoid (CB1) dan kemudian keluar.[34]

Lihat juga

Pranala luar

Referensi

  1. Isolation and structure of a brain constituent that binds to the cannabinoid receptor. Science. December 1992. Vol. 258 (5090). hlm. 1946–1949. doi:10.1126/science.1470919.
  2. Discovery and characterization of endogenous cannabinoids. Life Sciences. July 1999. Vol. 65 (6–7). hlm. 573–595. doi:10.1016/S0024-3205(99)00281-7.
  3. Brain cannabinoids in chocolate. Nature. August 1996. Vol. 382 (6593). hlm. 677–678. doi:10.1038/382677a0.
  4. Biology of endocannabinoid synthesis system. Prostaglandins & Other Lipid Mediators. September 2009. Vol. 89 (3–4). hlm. 112–119. doi:10.1016/j.prostaglandins.2008.12.002.
  5. The Endocannabinoid System as a Target for Novel Anxiolytic and Antidepressant Drugs. 2009. Vol. 85. hlm. 57–72. doi:10.1016/S0074-7742(09)85005-8. ISBN 978-0-12-374893-5.
  6. Advances in the discovery of fatty acid amide hydrolase inhibitors: what does the future hold?. Expert Opinion on Drug Discovery. July 2020. Vol. 15 (7). hlm. 765–778. doi:10.1080/17460441.2020.1751118.
  7. Isolation and structure of a brain constituent that binds to the cannabinoid receptor. Science. December 1992. Vol. 258 (5090). hlm. 1946–1949. doi:10.1126/science.1470919.
  8. Brain activity of anandamide: a rewarding bliss?. Acta Pharmacologica Sinica. March 2019. Vol. 40 (3). hlm. 309–323. doi:10.1038/s41401-018-0075-x.
  9. The endocannabinoid system as an emerging target of pharmacotherapy. Pharmacological Reviews. September 2006. Vol. 58 (3). hlm. 389–462. doi:10.1124/pr.58.3.2.
  10. THC: moderation during implantation. Nature Medicine. January 2004. Vol. 10 (1). hlm. 19–20. doi:10.1038/nm0104-19.
  11. The relationship between plasma levels of the endocannabinoid, anandamide, sex steroids, and gonadotrophins during the menstrual cycle. Fertility and Sterility. April 2010. Vol. 93 (6). hlm. 1989–1996. doi:10.1016/j.fertnstert.2008.12.033.
  12. Endocannabinoids as biomarkers of human reproduction. Human Reproduction Update. 2014. Vol. 20 (4). hlm. 501–516. doi:10.1093/humupd/dmu004.
  13. Effects of cannabis on neurocognitive functioning: recent advances, neurodevelopmental influences, and sex differences. Neuropsychology Review. June 2013. Vol. 23 (2). hlm. 117–137. doi:10.1007/s11065-012-9222-1.
  14. Pro-psychotic effects of synthetic cannabinoids: interactions with central dopamine, serotonin, and glutamate systems. Drug Metabolism Reviews. February 2018. Vol. 50 (1). hlm. 65–73. doi:10.1080/03602532.2018.1428343.
  15. What Role Does the Endocannabinoid System Play in the Pathogenesis of Obesity?. Nutrients. January 2021. Vol. 13 (2). hlm. 373. doi:10.3390/nu13020373.
  16. Endocannabinoids mediate acute fear adaptation via glutamatergic neurons independently of corticotropin-releasing hormone signaling. Genes, Brain and Behavior. March 2009. Vol. 8 (2). hlm. 203–211. doi:10.1111/j.1601-183X.2008.00463.x.
  17. Role of the endocannabinoid system in diabetes and diabetic complications. British Journal of Pharmacology. April 2016. Vol. 173 (7). hlm. 1116–1127. doi:10.1111/bph.13226.
  18. Metabolite profiling identifies anandamide as a biomarker of nonalcoholic steatohepatitis. JCI Insight. May 2017. Vol. 2 (9). doi:10.1172/jci.insight.92989.
  19. 43357 Encapsulated anandamide: A promising therapy for cutaneous lupus erythematosus. Journal of the American Academy of Dermatology. 2023. Vol. 89 (3). hlm. AB1. doi:10.1016/j.jaad.2023.07.014.
  20. A New Treatment in a New Package for Cutaneous Lupus Erythematosus. 19 March 2023.
  21. N-Acylation of ethanolamine phospholipids in canine myocardium. Biochimica et Biophysica Acta (BBA) - Lipids and Lipid Metabolism. August 1982. Vol. 712 (2). hlm. 342–355. doi:10.1016/0005-2760(82)90352-6.
  22. Occurrence and biosynthesis of endogenous cannabinoid precursor, N-arachidonoyl phosphatidylethanolamine, in rat brain. The Journal of Neuroscience. February 1997. Vol. 17 (4). hlm. 1226–1242. doi:10.1523/JNEUROSCI.17-04-01226.1997.
  23. Biology of endocannabinoid synthesis system. Prostaglandins & Other Lipid Mediators. September 2009. Vol. 89 (3–4). hlm. 112–119. doi:10.1016/j.prostaglandins.2008.12.002.
  24. Mauro Maccarrone. Metabolism of the Endocannabinoid Anandamide: Open Questions after 25 Years. Frontiers in Molecular Neuroscience. 2017-05-29. Vol. 10. doi:10.3389/fnmol.2017.00166.
  25. Structure of human N-acylphosphatidylethanolamine-hydrolyzing phospholipase D: regulation of fatty acid ethanolamide biosynthesis by bile acids. Structure. March 2015. Vol. 23 (3). hlm. 598–604. doi:10.1016/j.str.2014.12.018.
  26. Anandamide and diet: inclusion of dietary arachidonate and docosahexaenoate leads to increased brain levels of the corresponding N-acylethanolamines in piglets. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. May 2001. Vol. 98 (11). hlm. 6402–6406. doi:10.1073/pnas.101119098.
  27. Endocannabinoid activation at hepatic CB1 receptors stimulates fatty acid synthesis and contributes to diet-induced obesity. The Journal of Clinical Investigation. May 2005. Vol. 115 (5). hlm. 1298–1305. doi:10.1172/JCI23057.
  28. Conversion of acetaminophen to the bioactive N-acylphenolamine AM404 via fatty acid amide hydrolase-dependent arachidonic acid conjugation in the nervous system. The Journal of Biological Chemistry. September 2005. Vol. 280 (36). hlm. 31405–31412. doi:10.1074/jbc.M501489200.
  29. Paracetamol: new vistas of an old drug. CNS Drug Reviews. September 2006. Vol. 12 (3–4). hlm. 250–275. doi:10.1111/j.1527-3458.2006.00250.x.
  30. New analgesics synthetically derived from the paracetamol metabolite N-(4-hydroxyphenyl)-(5Z,8Z,11Z,14Z)-icosatetra-5,8,11,14-enamide. Journal of Medicinal Chemistry. December 2008. Vol. 51 (24). hlm. 7800–7805. doi:10.1021/jm800807k.
  31. Guineensine is a novel inhibitor of endocannabinoid uptake showing cannabimimetic behavioral effects in BALB/c mice. Pharmacological Research. February 2014. Vol. 80. hlm. 52–65. doi:10.1016/j.phrs.2013.12.010.
  32. Identification of intracellular carriers for the endocannabinoid anandamide. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. April 2009. Vol. 106 (15). hlm. 6375–6380. doi:10.1073/pnas.0901515106.
  33. Molecular identification of albumin and Hsp70 as cytosolic anandamide-binding proteins. Chemistry & Biology. June 2009. Vol. 16 (6). hlm. 624–632. doi:10.1016/j.chembiol.2009.05.004.
  34. Anandamide Revisited: How Cholesterol and Ceramides Control Receptor-Dependent and Receptor-Independent Signal Transmission Pathways of a Lipid Neurotransmitter. Biomolecules. May 2018. Vol. 8 (2). hlm. 31. doi:10.3390/biom8020031.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29038907 (2026-03-15T08:50:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.