Lompat ke isi

Teofilin: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29587156; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Teofilin''' atau '''1,3-dimetilksantin''' adalah obat yang menghambat fosfodiesterase dan memblokir reseptor adenosin. Ini digunakan untuk mengobati [[Penyakit paru obstruktif kronis]] (PPOK) dan [[asma]]. Farmakologinya mirip dengan obat metil[[xantin]] lainnya (misalnya [[teobromina]] dan [[kafeina]]). Teofilin dalam jumlah kecil secara alami terdapat dalam teh, kopi, coklat, yerba [[Mate (minuman)|maté]], [[guarana]], dan kacang kola.
[[File:Theophylline.svg|thumb|right|280px|Theophylline]]
 
'''Teofilin'''<ref>[https://www.alodokter.com/teofilin Teofilin]. ''alodokter.com''.</ref> atau '''1,3-dimetilksantin''' adalah obat yang menghambat fosfodiesterase dan memblokir reseptor adenosin.<ref>[https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/2153 Theophylline]. PubChem, US National Library of Medicine. 26 August 2023.</ref> Ini digunakan untuk mengobati [[Penyakit paru obstruktif kronis]] (PPOK) dan [[asma]].<ref>[https://www.atsjournals.org/doi/10.1164/rccm.201302-0388PP Theophylline]. ''American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine''. October 2013. Vol. 188 (8). hlm. 901–906. doi:10.1164/rccm.201302-0388PP.</ref> Farmakologinya mirip dengan obat metil[[xantin]] lainnya (misalnya [[teobromina]] dan [[kafeina]]).<ref>[https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/2153 Theophylline]. PubChem, US National Library of Medicine. 26 August 2023.</ref> Teofilin dalam jumlah kecil secara alami terdapat dalam teh, kopi, coklat, yerba [[Mate (minuman)|maté]], [[guarana]], dan kacang kola.<ref>[https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/2153 Theophylline]. PubChem, US National Library of Medicine. 26 August 2023.</ref><ref>[https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507021/#:~:text=Theophylline%20is%20found%20in%20black,used%20principally%20in%20pharmaceutical%20preparations. Coffee, Tea, Mate, Methylxanthines and Methylglyoxal]. ''IARC Monographs on the Evaluation of Carcinogenic Risks to Humans''. International Agency for Research on Cancer. 1991. Vol. 51. hlm. 391–419.</ref>


Namanya berasal dari ''Thea'' (nama genus sebelumnya untuk teh) + Bahasa Yunani Warisan φύλλον (''phúllon'', artinya “daun”) + -''ine''.
Namanya berasal dari ''Thea'' (nama genus sebelumnya untuk teh) + Bahasa Yunani Warisan φύλλον (''phúllon'', artinya “daun”) + -''ine''.


== Sejarah Penemuan ==
== Sejarah Penemuan ==
Teofilin pertama kali diekstraksi dari daun teh dan diidentifikasi secara kimia sekitar tahun 1888 oleh ahli biologi Jerman [[Ludwig Karl Martin Leonhard Albrecht Kossel|Albrecht Kossel]]. Tujuh tahun kemudian, [[sintesis kimia]] dimulai dengan asam 1,3-dimetilurat dijelaskan oleh [[Emil Fischer]] dan Lorenz Ach. Sintesis [[purina]] Traube, yakni metode alternatif untuk mensintesis teofilin, diperkenalkan pada tahun 1900 oleh ilmuwan Jerman lainnya, Wilhelm Traube. Penggunaan klinis pertama Teofilin terjadi pada tahun 1902 sebagai [[diuretik]]. Diperlukan waktu 20 tahun tambahan hingga pertama kali dilaporkan sebagai pengobatan asma. Obat ini diresepkan dalam bentuk [[sirop]] hingga tahun 1970-an sebagai Theostat 20 dan Theostat 80, dan pada awal tahun 1980-an dalam bentuk tablet yang disebut Quibron.
Teofilin pertama kali diekstraksi dari daun teh dan diidentifikasi secara kimia sekitar tahun 1888 oleh ahli biologi Jerman [[Ludwig Karl Martin Leonhard Albrecht Kossel|Albrecht Kossel]].<ref>[https://zenodo.org/record/1425531 Über eine neue Base aus dem Pflanzenreich]. ''Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft''. 1888. Vol. 21. hlm. 2164–2167. doi:10.1002/cber.188802101422.</ref><ref>''Über das Theophyllin, einen neuen Bestandtheil des Thees''. ''Hoppe-Seyler's Zeitschrift für Physiologische Chemie''. 1889. Vol. 13. hlm. 298–308.</ref> Tujuh tahun kemudian, [[sintesis kimia]] dimulai dengan asam 1,3-dimetilurat dijelaskan oleh [[Emil Fischer]] dan Lorenz Ach.<ref>''Synthese des Caffeins''. ''Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft''. 1895. Vol. 28 (3). hlm. 3139. doi:10.1002/cber.189502803156.</ref> Sintesis [[purina]] Traube, yakni metode alternatif untuk mensintesis teofilin, diperkenalkan pada tahun 1900 oleh ilmuwan Jerman lainnya, Wilhelm Traube.<ref>[https://zenodo.org/record/1425990 Der synthetische Aufbau der Harnsäure, des Xanthins, Theobromins, Theophyllins und Caffeïns aus der Cyanessigsäure]. ''Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft''. 1900. Vol. 33 (3). hlm. 3035–3056. doi:10.1002/cber.19000330352.</ref> Penggunaan klinis pertama Teofilin terjadi pada tahun 1902 sebagai [[diuretik]].<ref>''Über Theocin (Theophyllin) als Diureticum''. ''Therapie der Gegenwart''. 1902. Vol. 43. hlm. 490–493.</ref> Diperlukan waktu 20 tahun tambahan hingga pertama kali dilaporkan sebagai pengobatan asma.<ref>[https://archive.org/details/sim_clinical-and-experimental-allergy_1982-03_12_2/page/211 The clinical and pharmacological history of theophylline: first report on the bronchospasmolytic action in man by S. R. Hirsch in Frankfurt (Main) 1922]. ''Clinical Allergy''. March 1982. Vol. 12 (2). hlm. 211–215. doi:10.1111/j.1365-2222.1982.tb01641.x.</ref> Obat ini diresepkan dalam bentuk [[sirop]] hingga tahun 1970-an sebagai Theostat 20 dan Theostat 80, dan pada awal tahun 1980-an dalam bentuk tablet yang disebut Quibron.


== Kegunaan ==
== Kegunaan ==
Efek dari pemakaian teofilin yakni:
Efek dari pemakaian teofilin yakni:<ref>[https://www.atsjournals.org/doi/10.1164/rccm.201302-0388PP Theophylline]. ''American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine''. October 2013. Vol. 188 (8). hlm. 901–906. doi:10.1164/rccm.201302-0388PP.</ref>
*relaksasi [[otot polos]] bronkus
*relaksasi [[otot polos]] bronkus
*meningkatkan kontraktilitas dan efisiensi otot jantung ([[inotropik]] positif)
*meningkatkan kontraktilitas dan efisiensi otot jantung ([[inotropik]] positif)
Baris 13: Baris 15:
*meningkatkan [[tekanan darah]]
*meningkatkan [[tekanan darah]]
*meningkatkan aliran darah ginjal *efek anti-inflamasi
*meningkatkan aliran darah ginjal *efek anti-inflamasi
*efek stimulasi [[sistem saraf pusat]], terutama pada pusat pernapasan meduler
*efek stimulasi [[sistem saraf pusat]], terutama pada pusat pernapasan meduler<ref>[https://archive.org/details/sim_journal-of-applied-physiology_1985-11_59_5/page/1428 Antagonism by theophylline of respiratory inhibition induced by adenosine]. ''Journal of Applied Physiology''. November 1985. Vol. 59 (5). hlm. 1428–1433. doi:10.1152/jappl.1985.59.5.1428.</ref>


Kegunaan terapeutik utama teofilin adalah untuk mengobati:
Kegunaan terapeutik utama teofilin adalah untuk mengobati:<ref>[https://www.atsjournals.org/doi/10.1164/rccm.201302-0388PP Theophylline]. ''American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine''. October 2013. Vol. 188 (8). hlm. 901–906. doi:10.1164/rccm.201302-0388PP.</ref>
*Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
*Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)<ref>''Efficacy and side effects of intravenous theophylline in acute asthma: a systematic review and meta-analysis''. ''Drug Design, Development and Therapy''. 10 January 2018. Vol. 12. hlm. 99–120. doi:10.2147/DDDT.S156509.</ref>
*Asma
*Asma
*[[Apnea]] bayi
*[[Apnea]] bayi<ref>''Comparative efficacy and safety of caffeine citrate and aminophylline in treating apnea of prematurity: A systematic review and meta-analysis''. ''PLOS ONE''. 19 September 2022. Vol. 17 (9). hlm. e0274882. doi:10.1371/journal.pone.0274882.</ref>
*Memblokir aksi [[adenosin]]; yakni neurotransmitter penghambat yang menginduksi tidur, mengontraksikan otot polos dan melemaskan otot jantung.
*Memblokir aksi [[adenosin]]; yakni neurotransmitter penghambat yang menginduksi tidur, mengontraksikan otot polos dan melemaskan otot jantung.
*Pengobatan sakit kepala pasca tusukan dura.
*Pengobatan sakit kepala pasca tusukan dura.<ref>''The impact of aminophylline on incidence and severity of post-dural puncture headache: A meta-analysis of randomised controlled trials''. ''Anaesthesia, Critical Care & Pain Medicine''. August 2021. Vol. 40 (4). hlm. 100920. doi:10.1016/j.accpm.2021.100920.</ref><ref>''Post-dural puncture headache prevention and treatment with aminophylline or theophylline: a systematic review and meta-analysis''. ''Anesthesia and Pain Medicine''. April 2023. Vol. 18 (2). hlm. 177–189. doi:10.17085/apm.22247.</ref>


==Peningkatan kinerja dalam olahraga==
==Peningkatan kinerja dalam olahraga==
 
Teofilin dan metilxantin lainnya sering digunakan karena efeknya yang meningkatkan kinerja dalam olahraga dikarenakan obat ini meningkatkan kewaspadaan, bronkodilatasi, serta meningkatkan kecepatan dan kekuatan kontraksi jantung.<ref>''Performance-enhancing drugs and the Olympics''. ''Journal of Internal Medicine''. February 2022. Vol. 291 (2). hlm. 181–196. doi:10.1111/joim.13431.</ref> Terdapat informasi yang bertentangan mengenai manfaat teofilin dan metilxantin lainnya sebagai profilaksis terhadap asma akibat olahraga.<ref>''Exercise-Induced Bronchospasm in Elite Athletes''. ''Cureus''. January 2022. Vol. 14 (1). hlm. e20898. doi:10.7759/cureus.20898.</ref>
Teofilin dan metilxantin lainnya sering digunakan karena efeknya yang meningkatkan kinerja dalam olahraga dikarenakan obat ini meningkatkan kewaspadaan, bronkodilatasi, serta meningkatkan kecepatan dan kekuatan kontraksi jantung. Terdapat informasi yang bertentangan mengenai manfaat teofilin dan metilxantin lainnya sebagai profilaksis terhadap asma akibat olahraga.


== Dampak Buruk ==
== Dampak Buruk ==
Penggunaan teofilin diperumit oleh interaksinya dengan berbagai obat dan fakta bahwa teofilin memiliki efek terapeutik yang sempit (<20 mcg/mL). Penggunaannya harus dipantau dengan pengukuran langsung kadar teofilin serum untuk menghindari [[toksisitas]]. Obat ini juga dapat menyebabkan mual, diare, peningkatan detak jantung, [[aritmia]], dan eksitasi CNS (sakit kepala, insomnia, mudah tersinggung, pusing, dan [[prasinkop]]). [[Sawan]] juga dapat terjadi pada kasus keracunan yang parah, dan dianggap sebagai keadaan darurat neurologis.
Penggunaan teofilin diperumit oleh interaksinya dengan berbagai obat dan fakta bahwa teofilin memiliki efek terapeutik yang sempit (<20 mcg/mL).<ref>[https://www.atsjournals.org/doi/10.1164/rccm.201302-0388PP Theophylline]. ''American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine''. October 2013. Vol. 188 (8). hlm. 901–906. doi:10.1164/rccm.201302-0388PP.</ref> Penggunaannya harus dipantau dengan pengukuran langsung kadar teofilin serum untuk menghindari [[toksisitas]]. Obat ini juga dapat menyebabkan mual, diare, peningkatan detak jantung, [[aritmia]], dan eksitasi CNS (sakit kepala, insomnia, mudah tersinggung, pusing, dan [[prasinkop]]).<ref>[https://www.atsjournals.org/doi/10.1164/rccm.201302-0388PP Theophylline]. ''American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine''. October 2013. Vol. 188 (8). hlm. 901–906. doi:10.1164/rccm.201302-0388PP.</ref><ref>[https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681006.html Theophylline]. ''MedlinePlus Drug Information''. U.S. National Library of Medicine.</ref> [[Sawan]] juga dapat terjadi pada kasus keracunan yang parah, dan dianggap sebagai keadaan darurat neurologis.<ref>[https://www.atsjournals.org/doi/10.1164/rccm.201302-0388PP Theophylline]. ''American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine''. October 2013. Vol. 188 (8). hlm. 901–906. doi:10.1164/rccm.201302-0388PP.</ref>


Toksisitasnya ditingkatkan oleh [[eritromisin]], [[simetidin]], dan antibiotik [[kuinolon]] seperti [[siprofloksasin]]. Beberapa formulasi teofilin berbasis [[lipid]] dapat menyebabkan kadar teofilin yang toksik bila dikonsumsi bersama makanan berlemak, efek yang disebut ''dose dumping'', tetapi hal ini tidak terjadi pada sebagian besar formulasi teofilin. Toksisitas teofilin dapat diobati dengan obat [[penyekat beta]]. Selain sawan, [[takikardia]] juga menjadi perhatian utama. Teofilin tidak boleh digunakan dalam kombinasi dengan [[fluvoksamin]] SSRI.
Toksisitasnya ditingkatkan oleh [[eritromisin]], [[simetidin]], dan antibiotik [[kuinolon]] seperti [[siprofloksasin]]. Beberapa formulasi teofilin berbasis [[lipid]] dapat menyebabkan kadar teofilin yang toksik bila dikonsumsi bersama makanan berlemak, efek yang disebut ''dose dumping'', tetapi hal ini tidak terjadi pada sebagian besar formulasi teofilin.<ref>[https://archive.org/details/sim_chest_1985-06_87_6/page/758 Food-induced "dose-dumping" from a once-a-day theophylline product as a cause of theophylline toxicity]. ''Chest''. June 1985. Vol. 87 (6). hlm. 758–765. doi:10.1378/chest.87.6.758.</ref> Toksisitas teofilin dapat diobati dengan obat [[penyekat beta]]. Selain sawan, [[takikardia]] juga menjadi perhatian utama.<ref>''Acute theophylline toxicity and the use of esmolol to reverse cardiovascular instability''. ''Annals of Emergency Medicine''. June 1990. Vol. 19 (6). hlm. 671–673. doi:10.1016/s0196-0644(05)82474-6.</ref> Teofilin tidak boleh digunakan dalam kombinasi dengan [[fluvoksamin]] SSRI.<ref>[https://archive.org/details/sim_american-journal-of-psychiatry_1997-09_154_9/page/1317 Fluvoxamine-induced theophylline toxicity]. ''The American Journal of Psychiatry''. September 1997. Vol. 154 (9). hlm. 1317–1318. doi:10.1176/ajp.154.9.1317b.</ref><ref>''Toxic interaction between fluvoxamine and sustained release theophylline in an 11-year-old boy''. ''Drug Safety''. November 1991. Vol. 6 (6). hlm. 460–462. doi:10.2165/00002018-199106060-00006.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teofilin&oldid=29587156 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29587156 (2026-08-16T07:26:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teofilin&oldid=29587156 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29587156 (2026-08-16T07:26:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.07

Theophylline

Teofilin[1] atau 1,3-dimetilksantin adalah obat yang menghambat fosfodiesterase dan memblokir reseptor adenosin.[2] Ini digunakan untuk mengobati Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan asma.[3] Farmakologinya mirip dengan obat metilxantin lainnya (misalnya teobromina dan kafeina).[4] Teofilin dalam jumlah kecil secara alami terdapat dalam teh, kopi, coklat, yerba maté, guarana, dan kacang kola.[5][6]

Namanya berasal dari Thea (nama genus sebelumnya untuk teh) + Bahasa Yunani Warisan φύλλον (phúllon, artinya “daun”) + -ine.

Sejarah Penemuan

Teofilin pertama kali diekstraksi dari daun teh dan diidentifikasi secara kimia sekitar tahun 1888 oleh ahli biologi Jerman Albrecht Kossel.[7][8] Tujuh tahun kemudian, sintesis kimia dimulai dengan asam 1,3-dimetilurat dijelaskan oleh Emil Fischer dan Lorenz Ach.[9] Sintesis purina Traube, yakni metode alternatif untuk mensintesis teofilin, diperkenalkan pada tahun 1900 oleh ilmuwan Jerman lainnya, Wilhelm Traube.[10] Penggunaan klinis pertama Teofilin terjadi pada tahun 1902 sebagai diuretik.[11] Diperlukan waktu 20 tahun tambahan hingga pertama kali dilaporkan sebagai pengobatan asma.[12] Obat ini diresepkan dalam bentuk sirop hingga tahun 1970-an sebagai Theostat 20 dan Theostat 80, dan pada awal tahun 1980-an dalam bentuk tablet yang disebut Quibron.

Kegunaan

Efek dari pemakaian teofilin yakni:[13]

  • relaksasi otot polos bronkus
  • meningkatkan kontraktilitas dan efisiensi otot jantung (inotropik positif)
  • peningkatan denyut jantung (kronotropik positif)
  • meningkatkan tekanan darah
  • meningkatkan aliran darah ginjal *efek anti-inflamasi
  • efek stimulasi sistem saraf pusat, terutama pada pusat pernapasan meduler[14]

Kegunaan terapeutik utama teofilin adalah untuk mengobati:[15]

  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)[16]
  • Asma
  • Apnea bayi[17]
  • Memblokir aksi adenosin; yakni neurotransmitter penghambat yang menginduksi tidur, mengontraksikan otot polos dan melemaskan otot jantung.
  • Pengobatan sakit kepala pasca tusukan dura.[18][19]

Peningkatan kinerja dalam olahraga

Teofilin dan metilxantin lainnya sering digunakan karena efeknya yang meningkatkan kinerja dalam olahraga dikarenakan obat ini meningkatkan kewaspadaan, bronkodilatasi, serta meningkatkan kecepatan dan kekuatan kontraksi jantung.[20] Terdapat informasi yang bertentangan mengenai manfaat teofilin dan metilxantin lainnya sebagai profilaksis terhadap asma akibat olahraga.[21]

Dampak Buruk

Penggunaan teofilin diperumit oleh interaksinya dengan berbagai obat dan fakta bahwa teofilin memiliki efek terapeutik yang sempit (<20 mcg/mL).[22] Penggunaannya harus dipantau dengan pengukuran langsung kadar teofilin serum untuk menghindari toksisitas. Obat ini juga dapat menyebabkan mual, diare, peningkatan detak jantung, aritmia, dan eksitasi CNS (sakit kepala, insomnia, mudah tersinggung, pusing, dan prasinkop).[23][24] Sawan juga dapat terjadi pada kasus keracunan yang parah, dan dianggap sebagai keadaan darurat neurologis.[25]

Toksisitasnya ditingkatkan oleh eritromisin, simetidin, dan antibiotik kuinolon seperti siprofloksasin. Beberapa formulasi teofilin berbasis lipid dapat menyebabkan kadar teofilin yang toksik bila dikonsumsi bersama makanan berlemak, efek yang disebut dose dumping, tetapi hal ini tidak terjadi pada sebagian besar formulasi teofilin.[26] Toksisitas teofilin dapat diobati dengan obat penyekat beta. Selain sawan, takikardia juga menjadi perhatian utama.[27] Teofilin tidak boleh digunakan dalam kombinasi dengan fluvoksamin SSRI.[28][29]

Referensi

  1. Teofilin. alodokter.com.
  2. Theophylline. PubChem, US National Library of Medicine. 26 August 2023.
  3. Theophylline. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. October 2013. Vol. 188 (8). hlm. 901–906. doi:10.1164/rccm.201302-0388PP.
  4. Theophylline. PubChem, US National Library of Medicine. 26 August 2023.
  5. Theophylline. PubChem, US National Library of Medicine. 26 August 2023.
  6. Coffee, Tea, Mate, Methylxanthines and Methylglyoxal. IARC Monographs on the Evaluation of Carcinogenic Risks to Humans. International Agency for Research on Cancer. 1991. Vol. 51. hlm. 391–419.
  7. Über eine neue Base aus dem Pflanzenreich. Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft. 1888. Vol. 21. hlm. 2164–2167. doi:10.1002/cber.188802101422.
  8. Über das Theophyllin, einen neuen Bestandtheil des Thees. Hoppe-Seyler's Zeitschrift für Physiologische Chemie. 1889. Vol. 13. hlm. 298–308.
  9. Synthese des Caffeins. Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft. 1895. Vol. 28 (3). hlm. 3139. doi:10.1002/cber.189502803156.
  10. Der synthetische Aufbau der Harnsäure, des Xanthins, Theobromins, Theophyllins und Caffeïns aus der Cyanessigsäure. Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft. 1900. Vol. 33 (3). hlm. 3035–3056. doi:10.1002/cber.19000330352.
  11. Über Theocin (Theophyllin) als Diureticum. Therapie der Gegenwart. 1902. Vol. 43. hlm. 490–493.
  12. The clinical and pharmacological history of theophylline: first report on the bronchospasmolytic action in man by S. R. Hirsch in Frankfurt (Main) 1922. Clinical Allergy. March 1982. Vol. 12 (2). hlm. 211–215. doi:10.1111/j.1365-2222.1982.tb01641.x.
  13. Theophylline. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. October 2013. Vol. 188 (8). hlm. 901–906. doi:10.1164/rccm.201302-0388PP.
  14. Antagonism by theophylline of respiratory inhibition induced by adenosine. Journal of Applied Physiology. November 1985. Vol. 59 (5). hlm. 1428–1433. doi:10.1152/jappl.1985.59.5.1428.
  15. Theophylline. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. October 2013. Vol. 188 (8). hlm. 901–906. doi:10.1164/rccm.201302-0388PP.
  16. Efficacy and side effects of intravenous theophylline in acute asthma: a systematic review and meta-analysis. Drug Design, Development and Therapy. 10 January 2018. Vol. 12. hlm. 99–120. doi:10.2147/DDDT.S156509.
  17. Comparative efficacy and safety of caffeine citrate and aminophylline in treating apnea of prematurity: A systematic review and meta-analysis. PLOS ONE. 19 September 2022. Vol. 17 (9). hlm. e0274882. doi:10.1371/journal.pone.0274882.
  18. The impact of aminophylline on incidence and severity of post-dural puncture headache: A meta-analysis of randomised controlled trials. Anaesthesia, Critical Care & Pain Medicine. August 2021. Vol. 40 (4). hlm. 100920. doi:10.1016/j.accpm.2021.100920.
  19. Post-dural puncture headache prevention and treatment with aminophylline or theophylline: a systematic review and meta-analysis. Anesthesia and Pain Medicine. April 2023. Vol. 18 (2). hlm. 177–189. doi:10.17085/apm.22247.
  20. Performance-enhancing drugs and the Olympics. Journal of Internal Medicine. February 2022. Vol. 291 (2). hlm. 181–196. doi:10.1111/joim.13431.
  21. Exercise-Induced Bronchospasm in Elite Athletes. Cureus. January 2022. Vol. 14 (1). hlm. e20898. doi:10.7759/cureus.20898.
  22. Theophylline. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. October 2013. Vol. 188 (8). hlm. 901–906. doi:10.1164/rccm.201302-0388PP.
  23. Theophylline. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. October 2013. Vol. 188 (8). hlm. 901–906. doi:10.1164/rccm.201302-0388PP.
  24. Theophylline. MedlinePlus Drug Information. U.S. National Library of Medicine.
  25. Theophylline. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. October 2013. Vol. 188 (8). hlm. 901–906. doi:10.1164/rccm.201302-0388PP.
  26. Food-induced "dose-dumping" from a once-a-day theophylline product as a cause of theophylline toxicity. Chest. June 1985. Vol. 87 (6). hlm. 758–765. doi:10.1378/chest.87.6.758.
  27. Acute theophylline toxicity and the use of esmolol to reverse cardiovascular instability. Annals of Emergency Medicine. June 1990. Vol. 19 (6). hlm. 671–673. doi:10.1016/s0196-0644(05)82474-6.
  28. Fluvoxamine-induced theophylline toxicity. The American Journal of Psychiatry. September 1997. Vol. 154 (9). hlm. 1317–1318. doi:10.1176/ajp.154.9.1317b.
  29. Toxic interaction between fluvoxamine and sustained release theophylline in an 11-year-old boy. Drug Safety. November 1991. Vol. 6 (6). hlm. 460–462. doi:10.2165/00002018-199106060-00006.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29587156 (2026-08-16T07:26:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.