Perepat: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27904239; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Sonne_alba_110319-13647_Fr_sagt.jpg|thumb|right|280px|Sonne alba 110319-13647 Fr sagt]] | |||
Hidup menyebar mulai dari [[Afrika]] timur, Kepulauan [[Seychelle]] dan [[Madagaskar]], [[Asia Tenggara]], hingga ke [[Australia]] tropis, [[Kaledonia Baru]], kepulauan di [[Pasifik]] barat dan [[Oseania]] barat daya. Pohon ini juga dikenal dengan nama-nama lokal seperti ''bogem, bidada, pidada, pedada, kedada, bangka, beropak, barapak, pupat, posi-posi, mange-mange, muntu, sopo, susup'', dan ''wahat putih''. Di [[Filipina]], tumbuhan ini dikenal sebagai ''bunayon, buñgalon, hikau-hikauan, ilukabban, lukabban, pagatpat, patpat, palatpat, palalan, payan''. | '''Perepat''' atau '''pidada putih''' (''Sonneratia alba'') adalah salah satu jenis [[pohon]] penyusun [[hutan bakau]]. Pohon berbatang besar ini sering didapati di bagian hutan bakau yang dasarnya berbatu karang atau berpasir, langsung berhadapan dengan [[laut]] terbuka.<ref>(1987). ''Tumbuhan Berguna Indonesia'', jil. '''3''': 1476-1477. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. (versi berbahasa Belanda [https://archive.org/details/denuttigeplanten03heyn/page/338/mode/2up -1917- '''III''': 338.])</ref> Nama "perepat" juga sering dipakai untuk pohon pantai lain yang agak serupa yang dikenal sebagai [[pidada]]. | ||
Hidup menyebar mulai dari [[Afrika]] timur, Kepulauan [[Seychelle]] dan [[Madagaskar]], [[Asia Tenggara]], hingga ke [[Australia]] tropis, [[Kaledonia Baru]], kepulauan di [[Pasifik]] barat dan [[Oseania]] barat daya.<ref>. (2007). [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e00.htm ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia'']. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (''Sonneratia alba'', [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e11.pdf hlm. 740-741])</ref> Pohon ini juga dikenal dengan nama-nama lokal seperti ''bogem, bidada, pidada, pedada, kedada, bangka, beropak, barapak, pupat, posi-posi, mange-mange, muntu, sopo, susup'', dan ''wahat putih''.<ref>. (1999). [https://indonesia.wetlands.org/id/publikasi/panduan-pengenalan-mangrove-di-indonesia/ ''Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia''], hal. 128-129. Bogor: PKA/Wetlands Int'l-Indonesia Programme.</ref> Di [[Filipina]], tumbuhan ini dikenal sebagai ''bunayon, buñgalon, hikau-hikauan, ilukabban, lukabban, pagatpat, patpat, palatpat, palalan, payan''.<ref>. (2007). [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e00.htm ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia'']. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (''Sonneratia alba'', [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e11.pdf hlm. 740-741])</ref> | |||
== Pengenalan == | == Pengenalan == | ||
[[Pohon]] yang selalu hijau, gundul (tak berambut), bertajuk melebar, tinggi 3-15 [[meter|m]], jarang hingga 20 m. Pepagan (kulit batang) berwarna krem hingga cokelat, dengan retak-retak halus mendatar. Akar napas tebal, muncul berupa kerucut-kerucut runcing agak tebal, hingga 25 [[sentimeter|cm]] tingginya. | [[Pohon]] yang selalu hijau, gundul (tak berambut), bertajuk melebar, tinggi 3-15 [[meter|m]], jarang hingga 20 m. Pepagan (kulit batang) berwarna krem hingga cokelat, dengan retak-retak halus mendatar. Akar napas tebal, muncul berupa kerucut-kerucut runcing agak tebal, hingga 25 [[sentimeter|cm]] tingginya.<ref>. (2007). [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e00.htm ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia'']. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (''Sonneratia alba'', [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e11.pdf hlm. 740-741])</ref> | ||
[[Daun|Daun-daun]] terletak berhadapan, tebal sebagai [[jangat]], helaian bundar telur atau bundar telur terbalik, 5–12,5 × 3–9 cm, dengan pangkal bentuk baji dan ujung membulat lebar, sering melekuk; bertangkai 6–15 [[milimeter|mm]], dengan kelenjar di pangkalnya. | [[Daun|Daun-daun]] terletak berhadapan, tebal sebagai [[jangat]], helaian bundar telur atau bundar telur terbalik, 5–12,5 × 3–9 cm, dengan pangkal bentuk baji dan ujung membulat lebar, sering melekuk; bertangkai 6–15 [[milimeter|mm]], dengan kelenjar di pangkalnya.<ref>. (2007). [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e00.htm ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia'']. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (''Sonneratia alba'', [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e11.pdf hlm. 740-741])</ref><ref>. (1981). ''Flora, untuk sekolah di Indonesia''. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Hlm. 316-317</ref> | ||
[[Bunga]] berkelamin ganda, soliter atau dalam [[bunga majemuk|karangan]] tiga kuntum di ujung ranting, bertangkai pendek-kukuh lk. 1 cm. Tabung kelopak serupa [[lonceng]], sering berusuk, dengan 6–7 taju kelopak sepanjang 2–2,5 cm, hijau di sisi luar dan merah di dalam, tidak rontok. Helai mahkota sempit, 13–20 × 0,5–1,5 mm, putih, serupa dengan benangsari, sering kemerahan di pangkalnya, lekas rontok atau kadang-kadang bahkan tak ada. Benang-benang sari berjumlah banyak, putih, dan lekas rontok. | [[Bunga]] berkelamin ganda, soliter atau dalam [[bunga majemuk|karangan]] tiga kuntum di ujung ranting, bertangkai pendek-kukuh lk. 1 cm. Tabung kelopak serupa [[lonceng]], sering berusuk, dengan 6–7 taju kelopak sepanjang 2–2,5 cm, hijau di sisi luar dan merah di dalam, tidak rontok. Helai mahkota sempit, 13–20 × 0,5–1,5 mm, putih, serupa dengan benangsari, sering kemerahan di pangkalnya, lekas rontok atau kadang-kadang bahkan tak ada. Benang-benang sari berjumlah banyak, putih, dan lekas rontok.<ref>. (2007). [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e00.htm ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia'']. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (''Sonneratia alba'', [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e11.pdf hlm. 740-741])</ref><ref>. (1981). ''Flora, untuk sekolah di Indonesia''. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Hlm. 316-317</ref> | ||
[[Buah|Buah buni]] bentuk bola agak gepeng, 3 × 4 cm, berbiji banyak, dengan pangkal terlindung kelopak yang tidak rontok dan bermahkota bekas tangkai putik; taju kelopak umumnya tertekuk ke belakang, tetapi adakalanya mendatar menyamping. Buah berbau tak enak jika masak. Jenis yang berubah-ubah. | [[Buah|Buah buni]] bentuk bola agak gepeng, 3 × 4 cm, berbiji banyak, dengan pangkal terlindung kelopak yang tidak rontok dan bermahkota bekas tangkai putik; taju kelopak umumnya tertekuk ke belakang, tetapi adakalanya mendatar menyamping. Buah berbau tak enak jika masak. Jenis yang berubah-ubah.<ref>. (2007). [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e00.htm ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia'']. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (''Sonneratia alba'', [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e11.pdf hlm. 740-741])</ref><ref>. (1981). ''Flora, untuk sekolah di Indonesia''. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Hlm. 316-317</ref> | ||
== Ekologi == | == Ekologi == | ||
Termasuk jenis [[pionir]] di [[hutan bakau]], perepat acap ditemukan tumbuh berhadapan dengan [[laut]] namun di bagian yang terlindung dari gempuran ombak secara langsung. Substrat yang disukai adalah campuran lumpur dan pasir; kadang-kadang juga di pantai berbatu, berkarang atau di atas tanah liat. Perepat tidak tahan penggenangan oleh air tawar dalam jangka panjang. Di tempat-tempat di mana jenis bakau yang lain dibalak, perepat bisa berbiak hingga mendominasi. | Termasuk jenis [[pionir]] di [[hutan bakau]], perepat acap ditemukan tumbuh berhadapan dengan [[laut]] namun di bagian yang terlindung dari gempuran ombak secara langsung. Substrat yang disukai adalah campuran lumpur dan pasir; kadang-kadang juga di pantai berbatu, berkarang atau di atas tanah liat. Perepat tidak tahan penggenangan oleh air tawar dalam jangka panjang. Di tempat-tempat di mana jenis bakau yang lain dibalak, perepat bisa berbiak hingga mendominasi.<ref>. (2007). [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e00.htm ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia'']. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (''Sonneratia alba'', [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e11.pdf hlm. 740-741])</ref><ref>(1983). Sonneratiaceae. in T.C. Whitmore (ed.). ''Tree Flora of Malaya'' '''1''': 445. Kuala Lumpur: Longman Mly., Sdn.Bhd.</ref> | ||
Perepat berbunga sepanjang tahun. Bunganya [[nokturnal]] dan diserbuki oleh [[ngengat]], [[burung]], serta [[kelelawar]]. Pohon perepat juga kerap dijadikan sebagai tempat berkumpulnya [[kunang-kunang]] di waktu malam. Sebagaimana [[berembang]], buah perepat pun mengapung di air dan dipencarkan oleh arus dan pasang-surut air laut. | Perepat berbunga sepanjang tahun. Bunganya [[nokturnal]] dan diserbuki oleh [[ngengat]], [[burung]], serta [[kelelawar]]. Pohon perepat juga kerap dijadikan sebagai tempat berkumpulnya [[kunang-kunang]] di waktu malam. Sebagaimana [[berembang]], buah perepat pun mengapung di air dan dipencarkan oleh arus dan pasang-surut air laut.<ref>. (2007). [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e00.htm ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia'']. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (''Sonneratia alba'', [https://www.fao.org/3/ag132e/ag132e11.pdf hlm. 740-741])</ref> | ||
== Kegunaan == | == Kegunaan == | ||
[[Kayu]] perepat berkualitas sedang. Kayu ini awet dalam air laut, tidak mudah belah dan menahan pasak dengan baik, sehingga acap dipakai untuk geladak, rusuk dan siku-siku [[perahu]]. Di [[Minahasa]], kayu yang berwarna cokelat muda hingga tua ini digunakan untuk ramuan rumah. Hanya saja, kayu ini mengandung [[garam]] sehingga menimbulkan karat pada paku dan baut. Kayu ini juga merupakan kayu bakar yang baik. | [[Kayu]] perepat berkualitas sedang. Kayu ini awet dalam air laut, tidak mudah belah dan menahan pasak dengan baik, sehingga acap dipakai untuk geladak, rusuk dan siku-siku [[perahu]]. Di [[Minahasa]], kayu yang berwarna cokelat muda hingga tua ini digunakan untuk ramuan rumah. Hanya saja, kayu ini mengandung [[garam]] sehingga menimbulkan karat pada paku dan baut. Kayu ini juga merupakan kayu bakar yang baik.<ref>(1987). ''Tumbuhan Berguna Indonesia'', jil. '''3''': 1476-1477. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. (versi berbahasa Belanda [https://archive.org/details/denuttigeplanten03heyn/page/338/mode/2up -1917- '''III''': 338.])</ref> | ||
Daun-daunnya yang muda dimakan mentah (sebagai [[lalap]]) atau direbus. Demikian pula buahnya yang [[sepat]] dan [[masam]], dapat dimakan jika mulai melunak. Di [[Maluku]], buah ini digunakan sebagai bumbu memasak [[ikan]]. | Daun-daunnya yang muda dimakan mentah (sebagai [[lalap]]) atau direbus. Demikian pula buahnya yang [[sepat]] dan [[masam]], dapat dimakan jika mulai melunak. Di [[Maluku]], buah ini digunakan sebagai bumbu memasak [[ikan]].<ref>(1987). ''Tumbuhan Berguna Indonesia'', jil. '''3''': 1476-1477. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. (versi berbahasa Belanda [https://archive.org/details/denuttigeplanten03heyn/page/338/mode/2up -1917- '''III''': 338.])</ref> | ||
== Jenis yang serupa == | == Jenis yang serupa == | ||
[[Pidada]] atau berembang (''S. caseolaris'') memiliki buah yang mirip, tetapi kelopaknya datar atau hanya sedikit cekung, tidak seperti mangkuk. Ranting-ranting berembang banyak menggantung. | [[Pidada]] atau berembang (''S. caseolaris'') memiliki buah yang mirip, tetapi kelopaknya datar atau hanya sedikit cekung, tidak seperti mangkuk. Ranting-ranting berembang banyak menggantung. | ||
| Baris 31: | Baris 32: | ||
== Galeri == | == Galeri == | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | |||
* | |||
* (+foto-foto identifikasi) | * (+foto-foto identifikasi) | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perepat&oldid=27904239 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27904239 (2025-09-30T15:20:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.04

Perepat atau pidada putih (Sonneratia alba) adalah salah satu jenis pohon penyusun hutan bakau. Pohon berbatang besar ini sering didapati di bagian hutan bakau yang dasarnya berbatu karang atau berpasir, langsung berhadapan dengan laut terbuka.[1] Nama "perepat" juga sering dipakai untuk pohon pantai lain yang agak serupa yang dikenal sebagai pidada.
Hidup menyebar mulai dari Afrika timur, Kepulauan Seychelle dan Madagaskar, Asia Tenggara, hingga ke Australia tropis, Kaledonia Baru, kepulauan di Pasifik barat dan Oseania barat daya.[2] Pohon ini juga dikenal dengan nama-nama lokal seperti bogem, bidada, pidada, pedada, kedada, bangka, beropak, barapak, pupat, posi-posi, mange-mange, muntu, sopo, susup, dan wahat putih.[3] Di Filipina, tumbuhan ini dikenal sebagai bunayon, buñgalon, hikau-hikauan, ilukabban, lukabban, pagatpat, patpat, palatpat, palalan, payan.[4]
Pengenalan
Pohon yang selalu hijau, gundul (tak berambut), bertajuk melebar, tinggi 3-15 m, jarang hingga 20 m. Pepagan (kulit batang) berwarna krem hingga cokelat, dengan retak-retak halus mendatar. Akar napas tebal, muncul berupa kerucut-kerucut runcing agak tebal, hingga 25 cm tingginya.[5]
Daun-daun terletak berhadapan, tebal sebagai jangat, helaian bundar telur atau bundar telur terbalik, 5–12,5 × 3–9 cm, dengan pangkal bentuk baji dan ujung membulat lebar, sering melekuk; bertangkai 6–15 mm, dengan kelenjar di pangkalnya.[6][7]
Bunga berkelamin ganda, soliter atau dalam karangan tiga kuntum di ujung ranting, bertangkai pendek-kukuh lk. 1 cm. Tabung kelopak serupa lonceng, sering berusuk, dengan 6–7 taju kelopak sepanjang 2–2,5 cm, hijau di sisi luar dan merah di dalam, tidak rontok. Helai mahkota sempit, 13–20 × 0,5–1,5 mm, putih, serupa dengan benangsari, sering kemerahan di pangkalnya, lekas rontok atau kadang-kadang bahkan tak ada. Benang-benang sari berjumlah banyak, putih, dan lekas rontok.[8][9]
Buah buni bentuk bola agak gepeng, 3 × 4 cm, berbiji banyak, dengan pangkal terlindung kelopak yang tidak rontok dan bermahkota bekas tangkai putik; taju kelopak umumnya tertekuk ke belakang, tetapi adakalanya mendatar menyamping. Buah berbau tak enak jika masak. Jenis yang berubah-ubah.[10][11]
Ekologi
Termasuk jenis pionir di hutan bakau, perepat acap ditemukan tumbuh berhadapan dengan laut namun di bagian yang terlindung dari gempuran ombak secara langsung. Substrat yang disukai adalah campuran lumpur dan pasir; kadang-kadang juga di pantai berbatu, berkarang atau di atas tanah liat. Perepat tidak tahan penggenangan oleh air tawar dalam jangka panjang. Di tempat-tempat di mana jenis bakau yang lain dibalak, perepat bisa berbiak hingga mendominasi.[12][13]
Perepat berbunga sepanjang tahun. Bunganya nokturnal dan diserbuki oleh ngengat, burung, serta kelelawar. Pohon perepat juga kerap dijadikan sebagai tempat berkumpulnya kunang-kunang di waktu malam. Sebagaimana berembang, buah perepat pun mengapung di air dan dipencarkan oleh arus dan pasang-surut air laut.[14]
Kegunaan
Kayu perepat berkualitas sedang. Kayu ini awet dalam air laut, tidak mudah belah dan menahan pasak dengan baik, sehingga acap dipakai untuk geladak, rusuk dan siku-siku perahu. Di Minahasa, kayu yang berwarna cokelat muda hingga tua ini digunakan untuk ramuan rumah. Hanya saja, kayu ini mengandung garam sehingga menimbulkan karat pada paku dan baut. Kayu ini juga merupakan kayu bakar yang baik.[15]
Daun-daunnya yang muda dimakan mentah (sebagai lalap) atau direbus. Demikian pula buahnya yang sepat dan masam, dapat dimakan jika mulai melunak. Di Maluku, buah ini digunakan sebagai bumbu memasak ikan.[16]
Jenis yang serupa
Pidada atau berembang (S. caseolaris) memiliki buah yang mirip, tetapi kelopaknya datar atau hanya sedikit cekung, tidak seperti mangkuk. Ranting-ranting berembang banyak menggantung.
Kedabu atau gedabu (S. ovata) memiliki bunga dan buah yang mirip; akan tetapi alih-alih mendatar atau membalik, kelopaknya menutup melingkup buah atau pangkal buah. Sisi luar kelopak berbingkul-bingkul, meski juga berusuk. Lembaran daun bentuk bundar telur, dengan tangkai daun yang jelas.
Di Papua Nugini dikenali adanya persilangan antara Sonneratia alba dan Sonneratia caseolaris, yang disebut sebagai Sonneratia X gulngai.
Galeri
Pranala luar
- (+foto-foto identifikasi)
Referensi
- ↑ (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3: 1476-1477. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. (versi berbahasa Belanda -1917- III: 338.)
- ↑ . (2007). Mangrove Guidebook for Southeast Asia. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (Sonneratia alba, hlm. 740-741)
- ↑ . (1999). Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia, hal. 128-129. Bogor: PKA/Wetlands Int'l-Indonesia Programme.
- ↑ . (2007). Mangrove Guidebook for Southeast Asia. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (Sonneratia alba, hlm. 740-741)
- ↑ . (2007). Mangrove Guidebook for Southeast Asia. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (Sonneratia alba, hlm. 740-741)
- ↑ . (2007). Mangrove Guidebook for Southeast Asia. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (Sonneratia alba, hlm. 740-741)
- ↑ . (1981). Flora, untuk sekolah di Indonesia. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Hlm. 316-317
- ↑ . (2007). Mangrove Guidebook for Southeast Asia. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (Sonneratia alba, hlm. 740-741)
- ↑ . (1981). Flora, untuk sekolah di Indonesia. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Hlm. 316-317
- ↑ . (2007). Mangrove Guidebook for Southeast Asia. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (Sonneratia alba, hlm. 740-741)
- ↑ . (1981). Flora, untuk sekolah di Indonesia. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Hlm. 316-317
- ↑ . (2007). Mangrove Guidebook for Southeast Asia. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (Sonneratia alba, hlm. 740-741)
- ↑ (1983). Sonneratiaceae. in T.C. Whitmore (ed.). Tree Flora of Malaya 1: 445. Kuala Lumpur: Longman Mly., Sdn.Bhd.
- ↑ . (2007). Mangrove Guidebook for Southeast Asia. Bangkok: FAO and Wetlands International. ISBN 974-7946-85-8 (Sonneratia alba, hlm. 740-741)
- ↑ (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3: 1476-1477. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. (versi berbahasa Belanda -1917- III: 338.)
- ↑ (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3: 1476-1477. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. (versi berbahasa Belanda -1917- III: 338.)
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27904239 (2025-09-30T15:20:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.