Lompat ke isi

Gadolinium(III) klorida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27792707; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Gadolinium(III)_chloride.jpg|thumb|right|280px|Gadolinium(III) chloride]]
'''Gadolinium(III) klorida''', juga dikenal sebagai '''gadolinium triklorida''', adalah sebuah [[senyawa kimia|senyawa]] [[senyawa anorganik|anorganik]] dengan [[rumus kimia|rumus]] GdCl<sub>3</sub>. Senyawa ini merupakan padatan nirwarna yang bersifat [[higroskopi]]s dan larut dalam air. Bentuk [[hidrat|heksahidrat]] GdCl<sub>3</sub>∙6H<sub>2</sub>O sering ditemui dan kadang-kadang juga disebut gadolinium triklorida. Spesi Gd<sup>3+</sup> menjadi perhatian khusus karena ion ini memiliki jumlah spin tak berpasangan yang paling banyak, setidaknya untuk unsur kimia yang telah diketahui. Dengan tujuh elektron valensi dan tujuh orbital-f yang tersedia, ketujuh elektron tersebut tidak berpasangan dan tersusun secara simetris di sekeliling atom gadolinium. Magnetisme dan simetri yang tinggi membuat Gd<sup>3+</sup> menjadi komponen yang berguna dalam spektroskopi [[resonansi magnet inti|NMR]] dan [[pencitraan resonansi magnetik|MRI]].
'''Gadolinium(III) klorida''', juga dikenal sebagai '''gadolinium triklorida''', adalah sebuah [[senyawa kimia|senyawa]] [[senyawa anorganik|anorganik]] dengan [[rumus kimia|rumus]] GdCl<sub>3</sub>. Senyawa ini merupakan padatan nirwarna yang bersifat [[higroskopi]]s dan larut dalam air. Bentuk [[hidrat|heksahidrat]] GdCl<sub>3</sub>∙6H<sub>2</sub>O sering ditemui dan kadang-kadang juga disebut gadolinium triklorida. Spesi Gd<sup>3+</sup> menjadi perhatian khusus karena ion ini memiliki jumlah spin tak berpasangan yang paling banyak, setidaknya untuk unsur kimia yang telah diketahui. Dengan tujuh elektron valensi dan tujuh orbital-f yang tersedia, ketujuh elektron tersebut tidak berpasangan dan tersusun secara simetris di sekeliling atom gadolinium. Magnetisme dan simetri yang tinggi membuat Gd<sup>3+</sup> menjadi komponen yang berguna dalam spektroskopi [[resonansi magnet inti|NMR]] dan [[pencitraan resonansi magnetik|MRI]].
==Pembuatan==
==Pembuatan==
GdCl<sub>3</sub> biasanya dibuat melalui rute "[[amonium klorida]]", yang melibatkan sintesis awal (NH<sub>4</sub>)<sub>2</sub>[GdCl<sub>5</sub>]. Bahan ini dapat dibuat dari bahan awal yang umum pada suhu reaksi 230&nbsp;°C dari [[gadolinium(III) oksida]]:
GdCl<sub>3</sub> biasanya dibuat melalui rute "[[amonium klorida]]", yang melibatkan sintesis awal (NH<sub>4</sub>)<sub>2</sub>[GdCl<sub>5</sub>]. Bahan ini dapat dibuat dari bahan awal yang umum pada suhu reaksi 230&nbsp;°C dari [[gadolinium(III) oksida]]:<ref>G. Meyer. ''The Ammonium Chloride Route to Anhydrous Rare Earth Chlorides-The Example of YCl 3''. 1989. Vol. 25. hlm. 146–150. doi:10.1002/9780470132562.ch35. ISBN 978-0-470-13256-2.</ref>
::10 NH<sub>4</sub>Cl  +  Gd<sub>2</sub>O<sub>3</sub>  →  2 (NH<sub>4</sub>)<sub>2</sub>[GdCl<sub>5</sub>]  +  6 NH<sub>3</sub>  +  3 H<sub>2</sub>O
::10 NH<sub>4</sub>Cl  +  Gd<sub>2</sub>O<sub>3</sub>  →  2 (NH<sub>4</sub>)<sub>2</sub>[GdCl<sub>5</sub>]  +  6 NH<sub>3</sub>  +  3 H<sub>2</sub>O


dari gadolinium(III) klorida terhidrasi:
dari gadolinium(III) klorida terhidrasi:
::4 NH<sub>4</sub>Cl  +  2 GdCl<sub>3</sub>∙6H<sub>2</sub>O  →  2 (NH<sub>4</sub>)<sub>2</sub>[GdCl<sub>5</sub>]  +  12 H<sub>2</sub>O
::4 NH<sub>4</sub>Cl  +  2 GdCl<sub>3</sub>∙6H<sub>2</sub>O  →  2 (NH<sub>4</sub>)<sub>2</sub>[GdCl<sub>5</sub>]  +  12 H<sub>2</sub>O


dari logam [[gadolinium]]:
dari logam [[gadolinium]]:
Baris 15: Baris 16:
Reaksi pirolisis ini berlangsung melalui perantaraan NH<sub>4</sub>[Gd<sub>2</sub>Cl<sub>7</sub>].
Reaksi pirolisis ini berlangsung melalui perantaraan NH<sub>4</sub>[Gd<sub>2</sub>Cl<sub>7</sub>].


Rute amonium klorida lebih populer dan lebih murah daripada metode lainnya. Namun, GdCl<sub>3</sub> juga dapat disintesis melalui reaksi Gd padat pada suhu 600&nbsp;°C dalam aliran [[Asam klorida|HCl]].
Rute amonium klorida lebih populer dan lebih murah daripada metode lainnya. Namun, GdCl<sub>3</sub> juga dapat disintesis melalui reaksi Gd padat pada suhu 600&nbsp;°C dalam aliran [[Asam klorida|HCl]].<ref>John D. Corbett. ''Inorganic Syntheses''. 1983. Vol. 22. hlm. 39–42. doi:10.1002/9780470132531.ch8. ISBN 978-0-470-13253-1.</ref>
::Gd  +  3 HCl  →  GdCl<sub>3</sub>  +  3/2 H<sub>2</sub>
::Gd  +  3 HCl  →  GdCl<sub>3</sub>  +  3/2 H<sub>2</sub>


Gadolinium(III) klorida juga membentuk heksahidrat, GdCl<sub>3</sub>∙6H<sub>2</sub>O. Heksahidrat ini dibuat dengan gadolinium(III) oksida (atau klorida) dalam HCl pekat yang diikuti dengan penguapan.
Gadolinium(III) klorida juga membentuk heksahidrat, GdCl<sub>3</sub>∙6H<sub>2</sub>O. Heksahidrat ini dibuat dengan gadolinium(III) oksida (atau klorida) dalam HCl pekat yang diikuti dengan penguapan.<ref>L. L. Quill. ''Preparation of Lanthanide Chloride Methanolates Using 2,2-Dimethoxypropane''. ''Inorganic Chemistry''. 1967. Vol. 6 (7). hlm. 1433–1435. doi:10.1021/ic50053a032.</ref>
==Struktur==
==Struktur==
GdCl<sub>3</sub> mengkristal dengan struktur [[uranium(III) klorida|UCl<sub>3</sub>]] [[Keluarga kristal heksagonal|heksagonal]], seperti yang terlihat pada senyawa triklorida 4f lainnya dari [[Lantanum|La]], [[Serium|Ce]], [[Praseodimium|Pr]], [[Neodimium|Nd]], [[Prometium|Pm]], [[Samarium|Sm]], dan [[Europium|Eu]]. Senyawa berikut ini mengkristal dalam motif [[Itrium(III) klorida|YCl<sub>3</sub>]]: [[Disprosium(III) klorida|DyCl<sub>3</sub>]], [[Holmium(III) klorida|HoCl<sub>3</sub>]], [[Erbium(III) klorida|ErCl<sub>3</sub>]], [[Tulium(III) klorida|TmCl<sub>3</sub>]], [[Iterbium(III) klorida|YbCl<sub>3</sub>]], [[Lutesium(III) klorida|LuCl<sub>3</sub>]], dan YCl<sub>3</sub>. Motif UCl<sub>3</sub> menampilkan logam 9-koordinat dengan [[koordinasi sferis]] [[Geometri molekul prisma trigonal bertudung-tiga|prisma trigonal bertudung-tiga]]. Dalam bentuk heksahidrat dari gadolinium(III) klorida serta senyawa triklorida dan tribromida 4f yang lebih kecil lainnya, enam [[molekul]] H<sub>2</sub>O dan dua [[ion]] Cl<sup>−</sup> berkoordinasi dengan [[Ion#Anion dan kation|kation]] yang menghasilkan gugus koordinasi 8.
GdCl<sub>3</sub> mengkristal dengan struktur [[uranium(III) klorida|UCl<sub>3</sub>]] [[Keluarga kristal heksagonal|heksagonal]], seperti yang terlihat pada senyawa triklorida 4f lainnya dari [[Lantanum|La]], [[Serium|Ce]], [[Praseodimium|Pr]], [[Neodimium|Nd]], [[Prometium|Pm]], [[Samarium|Sm]], dan [[Europium|Eu]].<ref>A.F. Wells. [https://archive.org/details/structuralinorga0000well_m8i1 Structural Inorganic Chemistry]. Clarendon Press. 1984.</ref> Senyawa berikut ini mengkristal dalam motif [[Itrium(III) klorida|YCl<sub>3</sub>]]: [[Disprosium(III) klorida|DyCl<sub>3</sub>]], [[Holmium(III) klorida|HoCl<sub>3</sub>]], [[Erbium(III) klorida|ErCl<sub>3</sub>]], [[Tulium(III) klorida|TmCl<sub>3</sub>]], [[Iterbium(III) klorida|YbCl<sub>3</sub>]], [[Lutesium(III) klorida|LuCl<sub>3</sub>]], dan YCl<sub>3</sub>. Motif UCl<sub>3</sub> menampilkan logam 9-koordinat dengan [[koordinasi sferis]] [[Geometri molekul prisma trigonal bertudung-tiga|prisma trigonal bertudung-tiga]]. Dalam bentuk heksahidrat dari gadolinium(III) klorida serta senyawa triklorida dan tribromida 4f yang lebih kecil lainnya, enam [[molekul]] H<sub>2</sub>O dan dua [[ion]] Cl<sup>−</sup> berkoordinasi dengan [[Ion#Anion dan kation|kation]] yang menghasilkan gugus koordinasi 8.
==Sifat, dengan aplikasi untuk MRI==
==Sifat, dengan aplikasi untuk MRI==
Garam gadolinium merupakan minat utama untuk agen relaksasi dalam [[pencitraan resonansi magnetik]] (''magnetic resonance imaging'', MRI). Teknik ini memanfaatkan fakta bahwa Gd<sup>3+</sup> memiliki konfigurasi elektron f<sup>7</sup>. Tujuh adalah jumlah spin elektron tak berpasangan terbesar yang mungkin dimiliki oleh sebuah atom, sehingga Gd<sup>3+</sup> merupakan komponen kunci dalam desain kompleks yang sangat paramagnetik. Untuk menghasilkan agen relaksasi, sumber Gd<sup>3+</sup> seperti GdCl<sub>3</sub>∙6H<sub>2</sub>O diubah menjadi [[kompleks koordinasi]].  GdCl<sub>3</sub>∙6H<sub>2</sub>O tidak dapat digunakan sebagai agen kontras MRI karena kelarutannya yang rendah dalam air pada pH tubuh yang mendekati netral. Gadolinium(III) "bebas", misalnya [GdCl<sub>2</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>6</sub>]<sup>+</sup>, bersifat [[toksisitas|toksik]], sehingga agen pengelat sangat penting untuk aplikasi biomedis. Ligan [[Dentisitas|monodentat]] atau bahkan [[Dentisitas|bidentat]] sederhana tidak akan cukup karena mereka tidak tetap terikat pada Gd<sup>3+</sup> Gd3 dalam larutan. Oleh karena itu, diperlukan ligan dengan bilangan koordinasi yang lebih tinggi. Kandidat yang jelas adalah [[Asam etilenadiaminatetraasetat|EDTA]]<sup>4−</sup>, asam etilenadiaminatetraasetat, yang merupakan [[ligan heksadentat]] yang umum digunakan untuk kompleks logam transisi. Namun, lantanida menunjukkan bilangan koordinasi lebih besar dari enam, sehingga digunakan aminokarboksilat yang lebih besar.
Garam gadolinium merupakan minat utama untuk agen relaksasi dalam [[pencitraan resonansi magnetik]] (''magnetic resonance imaging'', MRI). Teknik ini memanfaatkan fakta bahwa Gd<sup>3+</sup> memiliki konfigurasi elektron f<sup>7</sup>. Tujuh adalah jumlah spin elektron tak berpasangan terbesar yang mungkin dimiliki oleh sebuah atom, sehingga Gd<sup>3+</sup> merupakan komponen kunci dalam desain kompleks yang sangat paramagnetik.<ref>B. Raduchel. ''Gadolinium Chelates: Chemistry, Safety, & Behavior''. ''Encyclopedia of Nuclear Magnetic Resonance''. 1996. Vol. 4. hlm. 2166–2172.</ref> Untuk menghasilkan agen relaksasi, sumber Gd<sup>3+</sup> seperti GdCl<sub>3</sub>∙6H<sub>2</sub>O diubah menjadi [[kompleks koordinasi]].  GdCl<sub>3</sub>∙6H<sub>2</sub>O tidak dapat digunakan sebagai agen kontras MRI karena kelarutannya yang rendah dalam air pada pH tubuh yang mendekati netral.<ref>A. J. Spencer. ''Gadolinium Chloride Toxicity in the Rat''. ''Toxicologic Pathology''. 1997. Vol. 25 (3). hlm. 245–255. doi:10.1177/019262339702500301.</ref> Gadolinium(III) "bebas", misalnya [GdCl<sub>2</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>6</sub>]<sup>+</sup>, bersifat [[toksisitas|toksik]], sehingga agen pengelat sangat penting untuk aplikasi biomedis. Ligan [[Dentisitas|monodentat]] atau bahkan [[Dentisitas|bidentat]] sederhana tidak akan cukup karena mereka tidak tetap terikat pada Gd<sup>3+</sup> Gd3 dalam larutan. Oleh karena itu, diperlukan ligan dengan bilangan koordinasi yang lebih tinggi. Kandidat yang jelas adalah [[Asam etilenadiaminatetraasetat|EDTA]]<sup>4−</sup>, asam etilenadiaminatetraasetat, yang merupakan [[ligan heksadentat]] yang umum digunakan untuk kompleks logam transisi. Namun, lantanida menunjukkan bilangan koordinasi lebih besar dari enam, sehingga digunakan aminokarboksilat yang lebih besar.


Salah satu agen pengelat yang representatif adalah H<sub>5</sub>DTPA, [[asam dietilenatriaminapentaasetat]]. Pengelatan pada basa konjugat dari ligan ini akan meningkatkan [[kelarutan]] Gd<sup>3+</sup> pada pH tubuh netral ''dan'' masih memungkinkan adanya efek [[paramagnetisme|paramagnetik]] yang diperlukan untuk agen kontras MRI. Ligan DTPA<sup>5−</sup> berikatan dengan Gd melalui lima atom oksigen dari karboksilat dan tiga atom nitrogen dari amina. Tersisa tempat pengikatan ke-9 yang ditempati oleh molekul [[air]]. Pertukaran cepat dari ligan air ini dengan air curah adalah alasan utama untuk sifat peningkatan sinyal dari kelat. Struktur [Gd(DTPA)(H<sub>2</sub>O)]<sup>2−</sup> ada prisma trigonal bertudung-tiga terdistorsi.
Salah satu agen pengelat yang representatif adalah H<sub>5</sub>DTPA, [[asam dietilenatriaminapentaasetat]].<ref>S. Aime. ''Synthesis and Characterization of a Novel DPTA-like Gadolinium(III) Complex: A Potential Reagent for the Determination of Glycated Proteins by Water Proton NMR Relaxation Measurements''. ''Inorganic Chemistry''. 1993. Vol. 32 (10). hlm. 2068–2071. doi:10.1021/ic00062a031.</ref> Pengelatan pada basa konjugat dari ligan ini akan meningkatkan [[kelarutan]] Gd<sup>3+</sup> pada pH tubuh netral ''dan'' masih memungkinkan adanya efek [[paramagnetisme|paramagnetik]] yang diperlukan untuk agen kontras MRI. Ligan DTPA<sup>5−</sup> berikatan dengan Gd melalui lima atom oksigen dari karboksilat dan tiga atom nitrogen dari amina. Tersisa tempat pengikatan ke-9 yang ditempati oleh molekul [[air]]. Pertukaran cepat dari ligan air ini dengan air curah adalah alasan utama untuk sifat peningkatan sinyal dari kelat. Struktur [Gd(DTPA)(H<sub>2</sub>O)]<sup>2−</sup> ada prisma trigonal bertudung-tiga terdistorsi.


Berikut ini adalah reaksi pembentukan Gd-DTPA:
Berikut ini adalah reaksi pembentukan Gd-DTPA:


== Referensi ==
<references />


==Referensi==
== Sumber dan atribusi ==


*
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gadolinium%28III%29+klorida&oldid=27792707 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27792707 (2025-09-08T08:35:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
*
 
 
 
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gadolinium%28III%29+klorida&oldid=27792707 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27792707 (2025-09-08T08:35:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 03.58

Gadolinium(III) chloride

Gadolinium(III) klorida, juga dikenal sebagai gadolinium triklorida, adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus GdCl3. Senyawa ini merupakan padatan nirwarna yang bersifat higroskopis dan larut dalam air. Bentuk heksahidrat GdCl3∙6H2O sering ditemui dan kadang-kadang juga disebut gadolinium triklorida. Spesi Gd3+ menjadi perhatian khusus karena ion ini memiliki jumlah spin tak berpasangan yang paling banyak, setidaknya untuk unsur kimia yang telah diketahui. Dengan tujuh elektron valensi dan tujuh orbital-f yang tersedia, ketujuh elektron tersebut tidak berpasangan dan tersusun secara simetris di sekeliling atom gadolinium. Magnetisme dan simetri yang tinggi membuat Gd3+ menjadi komponen yang berguna dalam spektroskopi NMR dan MRI.

Pembuatan

GdCl3 biasanya dibuat melalui rute "amonium klorida", yang melibatkan sintesis awal (NH4)2[GdCl5]. Bahan ini dapat dibuat dari bahan awal yang umum pada suhu reaksi 230 °C dari gadolinium(III) oksida:[1]

10 NH4Cl + Gd2O3 → 2 (NH4)2[GdCl5] + 6 NH3 + 3 H2O

dari gadolinium(III) klorida terhidrasi:

4 NH4Cl + 2 GdCl3∙6H2O → 2 (NH4)2[GdCl5] + 12 H2O

dari logam gadolinium:

10 NH4Cl + 2 Gd → 2 (NH4)2[GdCl5] + 6 NH3 + 3 H2

Pada langkah kedua, bentuk pentaklorida akan terurai pada suhu 300 °C:

(NH4)2[GdCl5] → GdCl3 + 2 NH4Cl

Reaksi pirolisis ini berlangsung melalui perantaraan NH4[Gd2Cl7].

Rute amonium klorida lebih populer dan lebih murah daripada metode lainnya. Namun, GdCl3 juga dapat disintesis melalui reaksi Gd padat pada suhu 600 °C dalam aliran HCl.[2]

Gd + 3 HCl → GdCl3 + 3/2 H2

Gadolinium(III) klorida juga membentuk heksahidrat, GdCl3∙6H2O. Heksahidrat ini dibuat dengan gadolinium(III) oksida (atau klorida) dalam HCl pekat yang diikuti dengan penguapan.[3]

Struktur

GdCl3 mengkristal dengan struktur UCl3 heksagonal, seperti yang terlihat pada senyawa triklorida 4f lainnya dari La, Ce, Pr, Nd, Pm, Sm, dan Eu.[4] Senyawa berikut ini mengkristal dalam motif YCl3: DyCl3, HoCl3, ErCl3, TmCl3, YbCl3, LuCl3, dan YCl3. Motif UCl3 menampilkan logam 9-koordinat dengan koordinasi sferis prisma trigonal bertudung-tiga. Dalam bentuk heksahidrat dari gadolinium(III) klorida serta senyawa triklorida dan tribromida 4f yang lebih kecil lainnya, enam molekul H2O dan dua ion Cl berkoordinasi dengan kation yang menghasilkan gugus koordinasi 8.

Sifat, dengan aplikasi untuk MRI

Garam gadolinium merupakan minat utama untuk agen relaksasi dalam pencitraan resonansi magnetik (magnetic resonance imaging, MRI). Teknik ini memanfaatkan fakta bahwa Gd3+ memiliki konfigurasi elektron f7. Tujuh adalah jumlah spin elektron tak berpasangan terbesar yang mungkin dimiliki oleh sebuah atom, sehingga Gd3+ merupakan komponen kunci dalam desain kompleks yang sangat paramagnetik.[5] Untuk menghasilkan agen relaksasi, sumber Gd3+ seperti GdCl3∙6H2O diubah menjadi kompleks koordinasi. GdCl3∙6H2O tidak dapat digunakan sebagai agen kontras MRI karena kelarutannya yang rendah dalam air pada pH tubuh yang mendekati netral.[6] Gadolinium(III) "bebas", misalnya [GdCl2(H2O)6]+, bersifat toksik, sehingga agen pengelat sangat penting untuk aplikasi biomedis. Ligan monodentat atau bahkan bidentat sederhana tidak akan cukup karena mereka tidak tetap terikat pada Gd3+ Gd3 dalam larutan. Oleh karena itu, diperlukan ligan dengan bilangan koordinasi yang lebih tinggi. Kandidat yang jelas adalah EDTA4−, asam etilenadiaminatetraasetat, yang merupakan ligan heksadentat yang umum digunakan untuk kompleks logam transisi. Namun, lantanida menunjukkan bilangan koordinasi lebih besar dari enam, sehingga digunakan aminokarboksilat yang lebih besar.

Salah satu agen pengelat yang representatif adalah H5DTPA, asam dietilenatriaminapentaasetat.[7] Pengelatan pada basa konjugat dari ligan ini akan meningkatkan kelarutan Gd3+ pada pH tubuh netral dan masih memungkinkan adanya efek paramagnetik yang diperlukan untuk agen kontras MRI. Ligan DTPA5− berikatan dengan Gd melalui lima atom oksigen dari karboksilat dan tiga atom nitrogen dari amina. Tersisa tempat pengikatan ke-9 yang ditempati oleh molekul air. Pertukaran cepat dari ligan air ini dengan air curah adalah alasan utama untuk sifat peningkatan sinyal dari kelat. Struktur [Gd(DTPA)(H2O)]2− ada prisma trigonal bertudung-tiga terdistorsi.

Berikut ini adalah reaksi pembentukan Gd-DTPA:

Referensi

  1. G. Meyer. The Ammonium Chloride Route to Anhydrous Rare Earth Chlorides-The Example of YCl 3. 1989. Vol. 25. hlm. 146–150. doi:10.1002/9780470132562.ch35. ISBN 978-0-470-13256-2.
  2. John D. Corbett. Inorganic Syntheses. 1983. Vol. 22. hlm. 39–42. doi:10.1002/9780470132531.ch8. ISBN 978-0-470-13253-1.
  3. L. L. Quill. Preparation of Lanthanide Chloride Methanolates Using 2,2-Dimethoxypropane. Inorganic Chemistry. 1967. Vol. 6 (7). hlm. 1433–1435. doi:10.1021/ic50053a032.
  4. A.F. Wells. Structural Inorganic Chemistry. Clarendon Press. 1984.
  5. B. Raduchel. Gadolinium Chelates: Chemistry, Safety, & Behavior. Encyclopedia of Nuclear Magnetic Resonance. 1996. Vol. 4. hlm. 2166–2172.
  6. A. J. Spencer. Gadolinium Chloride Toxicity in the Rat. Toxicologic Pathology. 1997. Vol. 25 (3). hlm. 245–255. doi:10.1177/019262339702500301.
  7. S. Aime. Synthesis and Characterization of a Novel DPTA-like Gadolinium(III) Complex: A Potential Reagent for the Determination of Glycated Proteins by Water Proton NMR Relaxation Measurements. Inorganic Chemistry. 1993. Vol. 32 (10). hlm. 2068–2071. doi:10.1021/ic00062a031.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27792707 (2025-09-08T08:35:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.