Teknik pantai: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27473063; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 6: | Baris 6: | ||
== Tantangan spesifik == | == Tantangan spesifik == | ||
Lingkungan pantai memberikan beberapa tantangan bagi cabang keteknikan ini, seperti pengaruh ombak, gelombang badai, pasang laut, tsunami, perubahan [[Permukaan laut|muka air laut]], dan [[ekosistem laut]]. | Lingkungan pantai memberikan beberapa tantangan bagi cabang keteknikan ini, seperti pengaruh ombak, gelombang badai, pasang laut, tsunami, perubahan [[Permukaan laut|muka air laut]], dan [[ekosistem laut]]. | ||
| Baris 12: | Baris 11: | ||
=== Gelombang panjang dan pendek === | === Gelombang panjang dan pendek === | ||
Fenomena gelombang seperti pasang laut dan tsunami membutuhkan pengetahuan fisik yang cukup mengenainya, serta [[Simulasi komputer|pemodelan numerik]] dan [[Pemodelan fisik|fisik]]. Saat ini, kebanyakan pekerjaan dalam lingkup teknik pantai berdasarkan pada pemodelan yang [[Verifikasi dan validasi|terverifikasi dan tervalidasi]] oleh data eksperimen. | Fenomena gelombang seperti pasang laut dan tsunami membutuhkan pengetahuan fisik yang cukup mengenainya, serta [[Simulasi komputer|pemodelan numerik]] dan [[Pemodelan fisik|fisik]]. Saat ini, kebanyakan pekerjaan dalam lingkup teknik pantai berdasarkan pada pemodelan yang [[Verifikasi dan validasi|terverifikasi dan tervalidasi]] oleh data eksperimen. | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Pengelolaan wilayah pesisir terpadu]] | * [[Pengelolaan wilayah pesisir terpadu]] | ||
** [[Pengelolaan wilayah pesisir]] | ** [[Pengelolaan wilayah pesisir]] | ||
** [[Abrasi]] | ** [[Abrasi]] | ||
** [[Geografi pesisir]] | ** [[Geografi pesisir]] | ||
== Catatan == | == Catatan == | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | * | ||
* – Proceedings of the International Conference on Coastal Engineering (ICCE), diselenggarakan sejak 1950 (menjadi acara dua tahunan sejak 1960). | * – Proceedings of the International Conference on Coastal Engineering (ICCE), diselenggarakan sejak 1950 (menjadi acara dua tahunan sejak 1960). | ||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknik+pantai&oldid=27473063 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27473063 (2025-06-28T09:50:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknik+pantai&oldid=27473063 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27473063 (2025-06-28T09:50:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.08
Teknik pantai merupakan salah satu cabang teknik sipil yang menangani konstruksi di pesisir, serta perkembangan wilayah pesisir itu sendiri.
Pengaruh hidrodinamis dari ombak, pasang laut, gelombang badai, tsunami, lingkungan air laut yang asin merupakan tantangan yang umum ditemui oleh rekayasawan pantai. Tantangan lain yang harus dihadapi ialah perubahan morfodinamis terhadap topografi pesisir, baik akibat aktivitas manusia maupun pengaruh dari alam. Ruang lingkup teknik pantai antara lain wilayah pesisir samudra, laut, estuari, danau besar, dan sebagainya.
Selain merancang, membangun, dan merawat struktur pantai, rekayasawan pantai terkadang juga terlibat dalam pengelolaan wilayah pesisir terpadu karena pengetahuannya di bidang hidro- dan morfodinamika sistem pantai. Peranan ini meliputi pemberian masukan dan teknologi untuk analisis dampak lingkungan, pengembangan dermaga, strategi perlindungan wilayah pesisir, reklamasi daratan, ladang angin lepas pantai, dan lain-lain.
Tantangan spesifik
Lingkungan pantai memberikan beberapa tantangan bagi cabang keteknikan ini, seperti pengaruh ombak, gelombang badai, pasang laut, tsunami, perubahan muka air laut, dan ekosistem laut.
Proyek dalam lingkup teknik pantai sering kali membutuhkan data kondisi metosean, seperti angin lokal, iklim gelombang, serta statistik dan informasi hidrodinamika. Selain itu, diperlukan pula informasi batimetri dan perubahan morfologi pantai. Apabila pekerjaan yang dilakukan melibatkan transpor sedimen dan perubahan morfologi, maka diperlukan informasi mengenai sedimen dasar laut, air, dan ekosistem.
Gelombang panjang dan pendek
Fenomena gelombang seperti pasang laut dan tsunami membutuhkan pengetahuan fisik yang cukup mengenainya, serta pemodelan numerik dan fisik. Saat ini, kebanyakan pekerjaan dalam lingkup teknik pantai berdasarkan pada pemodelan yang terverifikasi dan tervalidasi oleh data eksperimen.
Lihat pula
Catatan
Pranala luar
- – Proceedings of the International Conference on Coastal Engineering (ICCE), diselenggarakan sejak 1950 (menjadi acara dua tahunan sejak 1960).
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27473063 (2025-06-28T09:50:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.