Lompat ke isi

Bajak laut Barbaria: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26118718; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
[[File:MoorishAmbassador_to_Elizabeth_I.jpg|thumb|right|280px|Duta orang Moor dari Negara Barbaria mengadap Ratu Elizabeth I dari Inggris]]
'''Bajak laut Barbaria''' atau dikenal juga sebagai bajak laut Ottoman, adalah bajak laut dari Afrika Utara yang aktif sampai awal dan pertengahan abad ke-19.
'''Bajak laut Barbaria''' atau dikenal juga sebagai bajak laut Ottoman, adalah bajak laut dari Afrika Utara yang aktif sampai awal dan pertengahan abad ke-19.


Lanun Barbar menjalankan aktivitas mereka di [[Afrika Utara]], khususnya di Laut Tengah, [[Tunis]], [[Tripoli]], [[Aljir]], Salé, dan pelabuhan-pelabuhan di [[Maroko|Maghribi.]] [[Afrika Utara]] yang juga dikenal sebagai Pantai Ottoman. Banyak kapal-kapal dagang dari [[Eropa]] yang ingin ke [[Asia]] telah dibajak. Kegiatan ini berlangsung sampai abad ke-19 terutama semenjak [[Perang Salib]]. Penduduk Afrika Utara secara umum dipanggil [[Orang Berber|Berber]].
Lanun Barbar menjalankan aktivitas mereka di [[Afrika Utara]], khususnya di Laut Tengah, [[Tunis]], [[Tripoli]], [[Aljir]], Salé, dan pelabuhan-pelabuhan di [[Maroko|Maghribi.]] [[Afrika Utara]] yang juga dikenal sebagai Pantai Ottoman. Banyak kapal-kapal dagang dari [[Eropa]] yang ingin ke [[Asia]] telah dibajak. Kegiatan ini berlangsung sampai abad ke-19 terutama semenjak [[Perang Salib]]. Penduduk Afrika Utara secara umum dipanggil [[Orang Berber|Berber]].


Para bajak laut ini menangkap budak [[Kekristenan|Kristen]] dari [[Eropa]] dan dijual di pasar-pasar budak seperti di [[Aljazair]] dan [[Maroko|Maghribi.]] Menurut Robert Davis, antara 1 juta sampai 1,25 juta orang Eropa telah ditangkap oleh lanun antara abad ke-16 dan ke-17 dan dijual sebagai budak. Mereka ditangkap di sepanjang desa nelayan di [[Italia]], [[Spanyol]] dan [[Portugal]], [[Prancis]] dan [[Inggris]], dan [[Belanda]] dan Irlandia.
Efek kegiatan pembajakan ini, adalah hilangnya ribuan kapal dagang. Fokus para bajak laut ini adalah di pulau-pulau Balearic, mercusuar, dan gereja. Pulau Formentera hampir tidak berpenghuni karena kegiatan bajak laut. Tahun 1551, Turgut Reis telah memperbudak seluruh penduduk [[Malta]] Gozo. Antara 5.000 sampai 6.000 penduduknya dibawa ke [[Libya]].


Bajak laut yang terkenal adalah Barbarosa Ottoman bersaudara. Singkatannya Hizir (Hayrreddin) dan kakaknya Oruç. Mereka menguasai daerah [[Aljir]] pada abad ke-16 selama tiga abad terutama saat [[Kesultanan Utsmaniyah|Kekaisaran Ottoman]] karena semakin banyak kapal dagang berlayar di [[Laut Tengah|Laut Tengah.<br>]]
Bajak laut yang terkenal adalah Barbarosa Ottoman bersaudara. Singkatannya Hizir (Hayrreddin) dan kakaknya Oruç. Mereka menguasai daerah [[Aljir]] pada abad ke-16 selama tiga abad terutama saat [[Kesultanan Utsmaniyah|Kekaisaran Ottoman]] karena semakin banyak kapal dagang berlayar di [[Laut Tengah|Laut Tengah.<br>]]
Baris 12: Baris 11:


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Meskipun kegiatan bajak laut telah ada sejak kejatuhan [[Kekaisaran Romawi]], tetapi kegiatan ini semakin terang-terangan dan aktif saat Dinasti Berber. Pusat utama bajak laut adalah di kota Bougie karena paling jahat dan ganas. Kuasa bajak laut ini semakin kuat pada abad ke-16 dan ke-17. Kegiatan ini semakin kurang pada abad ke-18 ketika [[Prancis]] menjajah Aljir pada 1830.
Meskipun kegiatan bajak laut telah ada sejak kejatuhan [[Kekaisaran Romawi]], tetapi kegiatan ini semakin terang-terangan dan aktif saat Dinasti Berber. Pusat utama bajak laut adalah di kota Bougie karena paling jahat dan ganas. Kuasa bajak laut ini semakin kuat pada abad ke-16 dan ke-17. Kegiatan ini semakin kurang pada abad ke-18 ketika [[Prancis]] menjajah Aljir pada 1830.


Penyebab utama kegiatan bajak laut meningkat karena pemerintah [[Granada]] ditaklukkan oleh penganut agama [[Kekristenan|Katolik]] dari [[Spanyol]] pada tahun 1492. Banyak orang Islam [[Moor]] telah dibunuh dan diusir dari bumi [[Andalusia]] / [[Granada]] . Orang Islam Moor yang diburu dan dibuang ini kehilangan harta benda, rumah dan rezeki lalu bertindak membalas dendam.


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bajak+laut+Barbaria&oldid=26118718 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26118718 (2024-08-03T07:34:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bajak+laut+Barbaria&oldid=26118718 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26118718 (2024-08-03T07:34:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.41

Duta orang Moor dari Negara Barbaria mengadap Ratu Elizabeth I dari Inggris

Bajak laut Barbaria atau dikenal juga sebagai bajak laut Ottoman, adalah bajak laut dari Afrika Utara yang aktif sampai awal dan pertengahan abad ke-19.

Lanun Barbar menjalankan aktivitas mereka di Afrika Utara, khususnya di Laut Tengah, Tunis, Tripoli, Aljir, Salé, dan pelabuhan-pelabuhan di Maghribi. Afrika Utara yang juga dikenal sebagai Pantai Ottoman. Banyak kapal-kapal dagang dari Eropa yang ingin ke Asia telah dibajak. Kegiatan ini berlangsung sampai abad ke-19 terutama semenjak Perang Salib. Penduduk Afrika Utara secara umum dipanggil Berber.


Bajak laut yang terkenal adalah Barbarosa Ottoman bersaudara. Singkatannya Hizir (Hayrreddin) dan kakaknya Oruç. Mereka menguasai daerah Aljir pada abad ke-16 selama tiga abad terutama saat Kekaisaran Ottoman karena semakin banyak kapal dagang berlayar di Laut Tengah.

Bajak laut lain yang terkenal adalah Turgut Reis (Dragut), Kemal Reis, Salih Reis, dan Koca Murat Reis.

Sejarah

Meskipun kegiatan bajak laut telah ada sejak kejatuhan Kekaisaran Romawi, tetapi kegiatan ini semakin terang-terangan dan aktif saat Dinasti Berber. Pusat utama bajak laut adalah di kota Bougie karena paling jahat dan ganas. Kuasa bajak laut ini semakin kuat pada abad ke-16 dan ke-17. Kegiatan ini semakin kurang pada abad ke-18 ketika Prancis menjajah Aljir pada 1830.


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26118718 (2024-08-03T07:34:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.