Lompat ke isi

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29421489; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Insignia_of_the_Indonesian_National_Police.svg|thumb|right|280px|Insignia of the Indonesian National Police]]
'''Kepala Kepolisian Republik Indonesia''' atau umumnya disingkat menjadi '''Kapolri''', adalah pejabat yang menjadi pimpinan tertinggi dalam organisasi [[Kepolisian Republik Indonesia]] (Polri).
'''Kepala Kepolisian Republik Indonesia''' atau umumnya disingkat menjadi '''Kapolri''', adalah pejabat yang menjadi pimpinan tertinggi dalam organisasi [[Kepolisian Republik Indonesia]] (Polri).


Sejak pertama kali dibentuk, jabatan ini pernah mengalami beberapa pergantian hierarki dan nama jabatan. Pada era [[Orde Lama]], jabatan ini pernah mengalami beberapa kali pergantian nama, sementara pada era [[Orde Baru]], jabatan ini secara hierarki berada di bawah [[Panglima ABRI]] dengan nama Kepala Staf Angkatan Kepolisian. Pada Era Reformasi dan sampai saat ini Kapolri secara hierarki langsung di bawah [[Presiden Indonesia|Presiden Republik Indonesia]] sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Kepolisian.
Sejak pertama kali dibentuk, jabatan ini pernah mengalami beberapa pergantian hierarki dan nama jabatan. Pada era [[Orde Lama]], jabatan ini pernah mengalami beberapa kali pergantian nama, sementara pada era [[Orde Baru]], jabatan ini secara hierarki berada di bawah [[Panglima ABRI]] dengan nama Kepala Staf Angkatan Kepolisian. Pada Era Reformasi dan sampai saat ini Kapolri secara hierarki langsung di bawah [[Presiden Indonesia|Presiden Republik Indonesia]] sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Kepolisian.
== Sejarah ==
== Sejarah ==
Pada tanggal [[19 Agustus]] [[1945]] [[Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia]] (PPKI) membentuk Badan Kepolisian Negara (BKN). Pada tanggal 29 September 1945 Presiden [[Soekarno]] melantik Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN).
Pada tanggal [[19 Agustus]] [[1945]] [[Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia]] (PPKI) membentuk Badan Kepolisian Negara (BKN). Pada tanggal 29 September 1945 Presiden [[Soekarno]] melantik Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN).<ref>''Sejarah Nasional Indonesia VI''. hlm. 182.</ref>


Pada awalnya kepolisian berada dalam lingkungan [[Kementerian Dalam Negeri Indonesia|Kementerian Dalam Negeri]] dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab masalah administrasi, sedangkan masalah operasional bertanggung jawab kepada [[Jaksa Agung]].
Pada awalnya kepolisian berada dalam lingkungan [[Kementerian Dalam Negeri Indonesia|Kementerian Dalam Negeri]] dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab masalah administrasi, sedangkan masalah operasional bertanggung jawab kepada [[Jaksa Agung]].<ref>Awaloedin Djamin. ''Sejarah perkembangan kepolisian di Indonesia''. 2007. hlm. 122.</ref>


Mulai tanggal [[1 Juli]] [[1946]] dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada [[Perdana Menteri]].
Mulai tanggal [[1 Juli]] [[1946]] dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada [[Perdana Menteri]].<ref>[http://ngada.org/pp11sd-1946.htm Penetapan Pemerintah tahun 1946]. ngada.org.</ref>


Pada masa negera [[Republik Indonesia Serikat]], Jawatan Kepolisian Negara Republik Indonesia Serikat berada di bawah Perdana Menteri dengan perantaraan Jaksa Agung dalam bidang politik dan operasional. Sementara itu dalam hal pemeliharaan dan susunan administrasi bertanggungjawab kepada Menteri Dalam Negeri. Presiden RIS, [[Soekarno]] pada tanggal 21 Januari 1950 mengangkat kembali Soekanto Tjokrodiatmodjo sebagai Kepala Jawatan Kepolisian Republik Indonesia Serikat. Setelah RIS bubar, Soekanto diangkat kembali sebagai Kepala Jawatan Kepolisian Republik Indonesia.
Pada masa negera [[Republik Indonesia Serikat]], Jawatan Kepolisian Negara Republik Indonesia Serikat berada di bawah Perdana Menteri dengan perantaraan Jaksa Agung dalam bidang politik dan operasional.<ref>Keputusan Presiden RIS No.22 Tahun 1950 Tanggal 16 Januari 1950</ref> Sementara itu dalam hal pemeliharaan dan susunan administrasi bertanggungjawab kepada Menteri Dalam Negeri. Presiden RIS, [[Soekarno]] pada tanggal 21 Januari 1950 mengangkat kembali Soekanto Tjokrodiatmodjo sebagai Kepala Jawatan Kepolisian Republik Indonesia Serikat.<ref>Keputusan Presiden RIS No.29 Tahun 1950 Tanggal 21 Januari 1950</ref> Setelah RIS bubar, Soekanto diangkat kembali sebagai Kepala Jawatan Kepolisian Republik Indonesia.<ref>Keppres No.190 Tahun 1950</ref>


Pada tahun 1961 Kepolisian Negara menjadi bagian dari angkatan bersenjata. Pada tahun 1962 jabatan kepala jawatan kepolisian diubah menjadi Menteri/Kepala Kepolisian Negara, dan diubah lagi menjadi Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian Negara. Pada masa [[Kabinet Dwikora]] jabatan Kapolri diubah lagi menjadi Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian.
Pada tahun 1961 Kepolisian Negara menjadi bagian dari angkatan bersenjata.<ref>''pasal 3'', Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1961, Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kepolisian Negara</ref> Pada tahun 1962 jabatan kepala jawatan kepolisian diubah menjadi Menteri/Kepala Kepolisian Negara,<ref>Keputusan Presiden No.94 Tahun 1962</ref> dan diubah lagi menjadi Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian Negara.<ref>Keputusan Presiden No.134 Tahun 1962</ref> Pada masa [[Kabinet Dwikora]] jabatan Kapolri diubah lagi menjadi Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian.<ref>[http://sipuu.setkab.go.id/PUUdoc/12776/KP%20NO%2015%20TH%201963.pdf Keputusan Presiden Republik Indonesia No.15 Tahun 1963]. ''sipuu.setkab.go.id''. Sistem Informasi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.</ref>


Setelah reorganisasi [[ABRI]] tahun 1970—1999, jabatan bernama Kepala Staf Angkatan Kepolisian RI (Kapolri) yang berada di bawah komando dari [[Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia]] (Panglima ABRI).
Setelah reorganisasi [[ABRI]] tahun 1970—1999, jabatan bernama Kepala Staf Angkatan Kepolisian RI (Kapolri) yang berada di bawah komando dari [[Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia]] (Panglima ABRI).
Baris 17: Baris 19:
Mulai tanggal 1 April 1999, [[Kepolisian Negara Republik Indonesia]] dipisahkan dengan [[Tentara Nasional Indonesia]] dari ABRI kembali menjadi berdiri sendiri bernama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Kapolri dipilih oleh [[Presiden Indonesia|Presiden]] berdasarkan persetujuan [[Dewan Perwakilan Rakyat]] dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Mulai tanggal 1 April 1999, [[Kepolisian Negara Republik Indonesia]] dipisahkan dengan [[Tentara Nasional Indonesia]] dari ABRI kembali menjadi berdiri sendiri bernama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Kapolri dipilih oleh [[Presiden Indonesia|Presiden]] berdasarkan persetujuan [[Dewan Perwakilan Rakyat]] dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
== Daftar ==
== Daftar ==
 
{| class="wikitable" style="text-align:center;"
|- bgcolor=#cccccc
! width="10"|Ko.
! width="100" | Foto
! width="200" | Nama
! width="125" | Dari
! width="125" | Sampai
! width="250" | Jabatan terakhir
! width="250" | Keterangan
|-
|1.
|
| [[Komisaris Jenderal Polisi]]<br>[[Soekanto Tjokrodiatmodjo|Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo]]
|29 September 1945
|14 Desember 1959
|''Ajunct Technisch Leider der Veldpolitie van Residentie Zuid-Borneo en Oost-Borneo''
|Jabatan bernama Kepala Kepolisian Negara
|-
|2.
|
| [[Komisaris Jenderal Polisi]]<br />[[Soekarno Djojonegoro]]
|15 Desember 1959
|29 Desember 1963
|Ajun Kepala Kepolisian Negara
|
|-
|3.
|
| [[Inspektur Jenderal Polisi]]<br />[[Soetjipto Danoekoesoemo]]
|30 Desember 1963
|8 Mei 1965
|Komandan Mobrig Polisi Pusat
|Jabatan bernama Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian (Men/Pangak)
|-
|4.
|
| [[Komisaris Jenderal Polisi]]<br />[[Soetjipto Joedodihardjo]]
|9 Mei 1965
|15 Mei 1968
|Kepala Pusat Pertahanan Sipil
|
|-
|5.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Hoegeng Iman Santoso|Drs. Hoegeng Iman Santoso]]
|15 Mei 1968<ref>[http://soeharto.co/1968-05-15-amanat-presiden-republik-indonesia-jenderal-soeharto-pada-upacara-serah-terimah-jabatan-panglima-angkatan-kepolisian 1968-05-15 Amanat Presiden Republik Indonesia Jenderal Soeharto Pada Upacara Serah Terimah Jabatan Panglima Angkatan Kepolisian]. Soeharto.co.</ref>
|2 Oktober 1971
| Deputi Menteri/Panglima AK Urusan Operasi Polri
| Jabatan bernama Kepala Staf Angkatan Kepolisian RI (Kapolri)
|-
|6.
|
| [[Letnan Jenderal Polisi]]<br />[[M. Hasan|Drs. Mohamad Hasan]]
|3 Oktober 1971
|24 Juni 1974
| Irjen Hankam<ref>[https://kamtibmas.wordpress.com/category/kapolri/page/3/ Kapolri Keenam (3 Oktober 1971 – 24 Juni 1974)].</ref>
|
|-
|7.
|
| [[Letnan Jenderal Polisi]]<br />[[Widodo Budidarmo|Drs. Widodo Budidarmo]]
|26 Juni 1974<ref>[http://soeharto.co/1974-06-26-amanat-presiden-soeharto-pada-upacara-pelantikan-kasal-dan-kapolri 1974-06-26 Amanat Presiden Soeharto Pada Upacara Pelantikan KASAL Dan KAPOLRI]. Soeharto.co.</ref>
|25 September 1978
|Panglima Komando Daerah Kepolisian VII/Metropolitan Jakarta Raya
|
|-
|8.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Awaluddin Djamin|Prof. Dr. Drs. Awaluddin Djamin, M.P.A.]]
|26 September 1978
|3 Desember 1982
|Duta Besar Republik Indonesia<br/> untuk Jerman Barat
|
|-
|9.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Anton Soedjarwo]]
|4 Desember 1982
|6 Juni 1986
|Panglima Komando Daerah Kepolisian VII/Metropolitan Jakarta Raya
|
|-
|10.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Mochammad Sanoesi]]
|7 Juni 1986
|19 Februari 1991
|Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah
|
|-
|11.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Kunarto]]
|20 Februari 1991
|5 April 1993
|Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara
|
|-
|12.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Banurusman Astrosemitro]]
|6 April 1993
|14 Maret 1996
|Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya
|
|-
|13.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Dibyo Widodo]]
|15 Maret 1996
|28 Juni 1998
|Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya
|
|-
|14.
|
| [[Letnan Jenderal Polisi]]<br />[[Roesmanhadi]]
|29 Juni 1998
|3 Januari 2000
|Staf Ahli Menhankam Bidang Kamtibmas
|
|-
| rowspan="2" |15.
| rowspan="2" |
| rowspan="2" | [[Jenderal Polisi]]<br />[[Roesdihardjo]]
|4 Januari 2000
|18 Agustus 2000
|Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Polri <ref>Selamat Ginting. [http://www.republika.co.id/berita/koran/teraju/15/02/09/nji16k-corps-coklat-kunci-presiden Corps Coklat Kunci Presiden]. Republika Online. 9 Februari 2015.</ref>
|Jabatan bernama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri)
|-
|18 Agustus 2000
|23 September 2000
|
|
|-
|16.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Suroyo Bimantoro]]
|23 September 2000<ref>[https://www.liputan6.com/news/read/17608/presiden-megawati-menetapkan-kembali-bimantoro-sebagai-kapolri Presiden Megawati Menetapkan Kembali Bimantoro sebagai Kapolri]. ''Liputan6.com''. 4 Agustus 2001.</ref>
|29 November 2001
|Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia
|
|-
|rowspan="2" align="center" |17.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Chairuddin Ismail]]
|20 Juli 2001
|3 Agustus 2001
|Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia
|Pejabat Sementara ''de facto'' Kapolri,<ref>Anggoro Gunawan. [http://www.tempo.co/read/news/2001/07/20/05534443/SI-Kemungkinan-Akan-Digelar-Sabtu-217-Pukul-1000-WIB SI Kemungkinan Akan Digelar Sabtu (21/7) Pukul 10.00 WIB]. ''Tempo.co''. 20 Juli 2001.</ref> dalam Keppres 97/2001 dianggap tidak sah.
|-
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Da'i Bachtiar]]
|29 November 2001
|7 Juli 2005
|Ketua Pelaksana Harian Badan Koordinasi Narkotika Nasional
|
|-
|18.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Sutanto]]
|8 Juli 2005
|30 September 2008
|Kepala Pelaksana Harian<br/> [[Badan Narkotika Nasional]]
|
|-
|19.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Bambang Hendarso Danuri]]
|1 Oktober 2008
|22 Oktober 2010
|Kepala Badan Reserse Kriminal Polri
|
|-
|20.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Timur Pradopo]]
|22 Oktober 2010
|25 Oktober 2013
|Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri
|
|-
|21.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Sutarman]]
|25 Oktober 2013
|16 Januari 2015
|Kepala Badan Reserse Kriminal Polri
|
|-
|rowspan="2" align="center" |22.
|rowspan=2|
|rowspan=2| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Badrodin Haiti]]
|16 Januari 2015
|17 April 2015
|Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia
|Pelaksana Tugas Kapolri dengan <br/>pangkat Komisaris Jenderal<ref>Sabrina Asril. [http://nasional.kompas.com/read/2015/01/16/20310861/Wakapolri.Badrodin.Haiti.Jadi.Pelaksana.Tugas.Kapolri Wakapolri Badrodin Haiti Jadi Pelaksana Tugas Kapolri]. ''Kompas.com''. 16 Januari 2015.</ref>
|-
|17 April 2015
|13 Juli 2016
|Pelaksana Tugas Kepala Kepolisian Republik Indonesia
|<ref>[https://setkab.go.id/dilantik-presiden-jenderal-badrodin-haiti-resmi-jabat-kapolri/ Dilantik Presiden, Jenderal Badrodin Haiti Resmi Jabat Kapolri]. ''Sekretariat Kabinet Republik Indonesia''. 17 April 2015.</ref>
|-
|rowspan="2" align="center" |23.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Tito Karnavian]]
|13 Juli 2016
|23 Oktober 2019
|Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
|<ref>Rakhmatulloh. [http://nasional.sindonews.com/read/1123176/14/tito-karnavian-dilantik-jadi-kapolri-begini-reaksi-kpk-1468405632 Tito Karnavian Dilantik Jadi Kapolri, Begini Reaksi KPK]. ''Sindonews.com''. SindoNews. 13 Juli 2016.</ref>
|-
|
| [[Komisaris Jenderal Polisi]]<br />[[Ari Dono Sukmanto]]
|23 Oktober 2019
|1 November 2019
|Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia
|Pelaksana Tugas Kapolri sampai dengan ditetapkan calon Kapolri yang baru
|-
|24.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Idham Azis]]
|1 November 2019
|27 Januari 2021
|Kepala Badan Reserse Kriminal Polri
|
|-
|25.
|
| [[Jenderal Polisi]]<br />[[Listyo Sigit Prabowo]]
|27 Januari 2021
|'''Petahana'''
|Kepala Badan Reserse Kriminal Polri
|
|-
|}


== Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang masih hidup ==
== Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang masih hidup ==
Baris 23: Baris 259:


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Panglima Tentara Nasional Indonesia]]
* [[Panglima Tentara Nasional Indonesia]]
* [[Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia]]
* [[Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia]]
Baris 34: Baris 269:
* [[Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara]]
* [[Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara]]
* [[Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia]]
* [[Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*  [http://www.museum.polri.go.id/kapolri.html Daftar Kapolri di situs web Museum Polri]
*  [http://www.museum.polri.go.id/kapolri.html Daftar Kapolri di situs web Museum Polri]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kepala+Kepolisian+Negara+Republik+Indonesia&oldid=29421489 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29421489 (2026-07-05T08:27:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kepala+Kepolisian+Negara+Republik+Indonesia&oldid=29421489 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29421489 (2026-07-05T08:27:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 03.55

Berkas:Insignia of the Indonesian National Police.svg
Insignia of the Indonesian National Police

Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau umumnya disingkat menjadi Kapolri, adalah pejabat yang menjadi pimpinan tertinggi dalam organisasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Sejak pertama kali dibentuk, jabatan ini pernah mengalami beberapa pergantian hierarki dan nama jabatan. Pada era Orde Lama, jabatan ini pernah mengalami beberapa kali pergantian nama, sementara pada era Orde Baru, jabatan ini secara hierarki berada di bawah Panglima ABRI dengan nama Kepala Staf Angkatan Kepolisian. Pada Era Reformasi dan sampai saat ini Kapolri secara hierarki langsung di bawah Presiden Republik Indonesia sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Kepolisian.

Sejarah

Pada tanggal 19 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) membentuk Badan Kepolisian Negara (BKN). Pada tanggal 29 September 1945 Presiden Soekarno melantik Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN).[1]

Pada awalnya kepolisian berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab masalah administrasi, sedangkan masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung.[2]

Mulai tanggal 1 Juli 1946 dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri.[3]

Pada masa negera Republik Indonesia Serikat, Jawatan Kepolisian Negara Republik Indonesia Serikat berada di bawah Perdana Menteri dengan perantaraan Jaksa Agung dalam bidang politik dan operasional.[4] Sementara itu dalam hal pemeliharaan dan susunan administrasi bertanggungjawab kepada Menteri Dalam Negeri. Presiden RIS, Soekarno pada tanggal 21 Januari 1950 mengangkat kembali Soekanto Tjokrodiatmodjo sebagai Kepala Jawatan Kepolisian Republik Indonesia Serikat.[5] Setelah RIS bubar, Soekanto diangkat kembali sebagai Kepala Jawatan Kepolisian Republik Indonesia.[6]

Pada tahun 1961 Kepolisian Negara menjadi bagian dari angkatan bersenjata.[7] Pada tahun 1962 jabatan kepala jawatan kepolisian diubah menjadi Menteri/Kepala Kepolisian Negara,[8] dan diubah lagi menjadi Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian Negara.[9] Pada masa Kabinet Dwikora jabatan Kapolri diubah lagi menjadi Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian.[10]

Setelah reorganisasi ABRI tahun 1970—1999, jabatan bernama Kepala Staf Angkatan Kepolisian RI (Kapolri) yang berada di bawah komando dari Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Panglima ABRI).

Mulai tanggal 1 April 1999, Kepolisian Negara Republik Indonesia dipisahkan dengan Tentara Nasional Indonesia dari ABRI kembali menjadi berdiri sendiri bernama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Kapolri dipilih oleh Presiden berdasarkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Daftar

Ko. Foto Nama Dari Sampai Jabatan terakhir Keterangan
1. Komisaris Jenderal Polisi
Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo
29 September 1945 14 Desember 1959 Ajunct Technisch Leider der Veldpolitie van Residentie Zuid-Borneo en Oost-Borneo Jabatan bernama Kepala Kepolisian Negara
2. Komisaris Jenderal Polisi
Soekarno Djojonegoro
15 Desember 1959 29 Desember 1963 Ajun Kepala Kepolisian Negara
3. Inspektur Jenderal Polisi
Soetjipto Danoekoesoemo
30 Desember 1963 8 Mei 1965 Komandan Mobrig Polisi Pusat Jabatan bernama Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian (Men/Pangak)
4. Komisaris Jenderal Polisi
Soetjipto Joedodihardjo
9 Mei 1965 15 Mei 1968 Kepala Pusat Pertahanan Sipil
5. Jenderal Polisi
Drs. Hoegeng Iman Santoso
15 Mei 1968[11] 2 Oktober 1971 Deputi Menteri/Panglima AK Urusan Operasi Polri Jabatan bernama Kepala Staf Angkatan Kepolisian RI (Kapolri)
6. Letnan Jenderal Polisi
Drs. Mohamad Hasan
3 Oktober 1971 24 Juni 1974 Irjen Hankam[12]
7. Letnan Jenderal Polisi
Drs. Widodo Budidarmo
26 Juni 1974[13] 25 September 1978 Panglima Komando Daerah Kepolisian VII/Metropolitan Jakarta Raya
8. Jenderal Polisi
Prof. Dr. Drs. Awaluddin Djamin, M.P.A.
26 September 1978 3 Desember 1982 Duta Besar Republik Indonesia
untuk Jerman Barat
9. Jenderal Polisi
Anton Soedjarwo
4 Desember 1982 6 Juni 1986 Panglima Komando Daerah Kepolisian VII/Metropolitan Jakarta Raya
10. Jenderal Polisi
Mochammad Sanoesi
7 Juni 1986 19 Februari 1991 Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah
11. Jenderal Polisi
Kunarto
20 Februari 1991 5 April 1993 Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara
12. Jenderal Polisi
Banurusman Astrosemitro
6 April 1993 14 Maret 1996 Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya
13. Jenderal Polisi
Dibyo Widodo
15 Maret 1996 28 Juni 1998 Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya
14. Letnan Jenderal Polisi
Roesmanhadi
29 Juni 1998 3 Januari 2000 Staf Ahli Menhankam Bidang Kamtibmas
15. Jenderal Polisi
Roesdihardjo
4 Januari 2000 18 Agustus 2000 Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Polri [14] Jabatan bernama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri)
18 Agustus 2000 23 September 2000
16. Jenderal Polisi
Suroyo Bimantoro
23 September 2000[15] 29 November 2001 Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia
17. Jenderal Polisi
Chairuddin Ismail
20 Juli 2001 3 Agustus 2001 Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Pejabat Sementara de facto Kapolri,[16] dalam Keppres 97/2001 dianggap tidak sah.
Jenderal Polisi
Da'i Bachtiar
29 November 2001 7 Juli 2005 Ketua Pelaksana Harian Badan Koordinasi Narkotika Nasional
18. Jenderal Polisi
Sutanto
8 Juli 2005 30 September 2008 Kepala Pelaksana Harian
Badan Narkotika Nasional
19. Jenderal Polisi
Bambang Hendarso Danuri
1 Oktober 2008 22 Oktober 2010 Kepala Badan Reserse Kriminal Polri
20. Jenderal Polisi
Timur Pradopo
22 Oktober 2010 25 Oktober 2013 Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri
21. Jenderal Polisi
Sutarman
25 Oktober 2013 16 Januari 2015 Kepala Badan Reserse Kriminal Polri
22. Jenderal Polisi
Badrodin Haiti
16 Januari 2015 17 April 2015 Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Pelaksana Tugas Kapolri dengan
pangkat Komisaris Jenderal[17]
17 April 2015 13 Juli 2016 Pelaksana Tugas Kepala Kepolisian Republik Indonesia [18]
23. Jenderal Polisi
Tito Karnavian
13 Juli 2016 23 Oktober 2019 Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme [19]
Komisaris Jenderal Polisi
Ari Dono Sukmanto
23 Oktober 2019 1 November 2019 Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Pelaksana Tugas Kapolri sampai dengan ditetapkan calon Kapolri yang baru
24. Jenderal Polisi
Idham Azis
1 November 2019 27 Januari 2021 Kepala Badan Reserse Kriminal Polri
25. Jenderal Polisi
Listyo Sigit Prabowo
27 Januari 2021 Petahana Kepala Badan Reserse Kriminal Polri

Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang masih hidup

Hingga saat ini, mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang masih hidup, yakni:

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Sejarah Nasional Indonesia VI. hlm. 182.
  2. Awaloedin Djamin. Sejarah perkembangan kepolisian di Indonesia. 2007. hlm. 122.
  3. Penetapan Pemerintah tahun 1946. ngada.org.
  4. Keputusan Presiden RIS No.22 Tahun 1950 Tanggal 16 Januari 1950
  5. Keputusan Presiden RIS No.29 Tahun 1950 Tanggal 21 Januari 1950
  6. Keppres No.190 Tahun 1950
  7. pasal 3, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1961, Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kepolisian Negara
  8. Keputusan Presiden No.94 Tahun 1962
  9. Keputusan Presiden No.134 Tahun 1962
  10. Keputusan Presiden Republik Indonesia No.15 Tahun 1963. sipuu.setkab.go.id. Sistem Informasi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
  11. 1968-05-15 Amanat Presiden Republik Indonesia Jenderal Soeharto Pada Upacara Serah Terimah Jabatan Panglima Angkatan Kepolisian. Soeharto.co.
  12. Kapolri Keenam (3 Oktober 1971 – 24 Juni 1974).
  13. 1974-06-26 Amanat Presiden Soeharto Pada Upacara Pelantikan KASAL Dan KAPOLRI. Soeharto.co.
  14. Selamat Ginting. Corps Coklat Kunci Presiden. Republika Online. 9 Februari 2015.
  15. Presiden Megawati Menetapkan Kembali Bimantoro sebagai Kapolri. Liputan6.com. 4 Agustus 2001.
  16. Anggoro Gunawan. SI Kemungkinan Akan Digelar Sabtu (21/7) Pukul 10.00 WIB. Tempo.co. 20 Juli 2001.
  17. Sabrina Asril. Wakapolri Badrodin Haiti Jadi Pelaksana Tugas Kapolri. Kompas.com. 16 Januari 2015.
  18. Dilantik Presiden, Jenderal Badrodin Haiti Resmi Jabat Kapolri. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 17 April 2015.
  19. Rakhmatulloh. Tito Karnavian Dilantik Jadi Kapolri, Begini Reaksi KPK. Sindonews.com. SindoNews. 13 Juli 2016.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29421489 (2026-07-05T08:27:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.