Lompat ke isi

Kerucut: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27627613; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Kerucut.JPG|thumb|right|280px|Sebuah kerucut dengan tinggi () dan garis pelukis ()]]
Dalam [[geometri]], '''kerucut''' adalah sebuah [[limas]] istimewa yang beralas lingkaran. Kerucut mempunyai 2 sisi, 1 rusuk, dan 1 titik sudut.
Dalam [[geometri]], '''kerucut''' adalah sebuah [[limas]] istimewa yang beralas lingkaran. Kerucut mempunyai 2 sisi, 1 rusuk, dan 1 titik sudut.


Baris 6: Baris 8:
Keliling dasar kerucut disebut "directrix", dan masing-masing segmen garis antara directrix dan apex adalah "generatrix" atau "garis pembangkit" dari permukaan lateral. (Untuk hubungan antara pengertian istilah "directrix" dan directrix dari bagian kerucut, lihat Dandelin spheres .)
Keliling dasar kerucut disebut "directrix", dan masing-masing segmen garis antara directrix dan apex adalah "generatrix" atau "garis pembangkit" dari permukaan lateral. (Untuk hubungan antara pengertian istilah "directrix" dan directrix dari bagian kerucut, lihat Dandelin spheres .)


"Jari-jari dasar" dari kerucut lingkaran adalah jari - jari alasnya; sering kali ini hanya disebut jari-jari kerucut. The aperture kerucut melingkar tepat adalah sudut maksimum antara dua garis generatrix; jika generatrix membuat sudut ''θ'' ke sumbu, aperture adalah ''2 θ''. Sebuah kerucut dengan daerah termasuk puncaknya dipotong oleh pesawat disebut " kerucut terpotong "; jika bidang pemotongan sejajar dengan basis kerucut, itu disebut [[frustum]]. "Kerucut elips" adalah kerucut dengan dasar elips. "Kerucut umum" adalah permukaan yang dibuat oleh sekumpulan garis yang melewati titik dan setiap titik pada batas (juga lihat lambung visual).
"Jari-jari dasar" dari kerucut lingkaran adalah jari - jari alasnya; sering kali ini hanya disebut jari-jari kerucut. The aperture kerucut melingkar tepat adalah sudut maksimum antara dua garis generatrix; jika generatrix membuat sudut ''θ'' ke sumbu, aperture adalah ''2 θ''. Sebuah kerucut dengan daerah termasuk puncaknya dipotong oleh pesawat disebut " kerucut terpotong "; jika bidang pemotongan sejajar dengan basis kerucut, itu disebut [[frustum]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerucut&oldid=27627613 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> "Kerucut elips" adalah kerucut dengan dasar elips.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerucut&oldid=27627613 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> "Kerucut umum" adalah permukaan yang dibuat oleh sekumpulan garis yang melewati titik dan setiap titik pada batas (juga lihat lambung visual).


== Rumus kerucut ==
== Rumus kerucut ==
Baris 33: Baris 35:


Untuk membuktikan rumus volume kerucut di atas, berikut ini merupakan pembuktian di antaranya:
Untuk membuktikan rumus volume kerucut di atas, berikut ini merupakan pembuktian di antaranya:


==== Bukti volume kerucut melalui kalkulus ====
==== Bukti volume kerucut melalui kalkulus ====
Baris 42: Baris 43:
lalu, mengintegrasikannya
lalu, mengintegrasikannya


:<math>V = \frac{\pi r^2}{h^2} \int_0 ^h x^2 \, \mathrm dx = \frac{\pi r^2}{h^2} \left[\frac{x^3}{3}\right]^h _0 = \frac{1}{3}\pi r^2 h</math>.
:<math>V = \frac{\pi r^2}{h^2} \int_0 ^h x^2 \, \mathrm dx = \frac{\pi r^2}{h^2} \left[\frac{x^3}{3}\right]^h _0 = \frac{1}{3}\pi r^2 h</math>.<ref>Dale Varberg, Edward Purcell, Steve Rigdon (2006). ''Kalkulus Edisi Kesembilan, Jilid 1''. hlm. 282. (Penerjemah: I Nyoman Susila, Ph. D, Penerbit Erlangga)</ref>


== Persamaan ==
== Persamaan ==
Baris 60: Baris 61:


== Kerucut elips ==
== Kerucut elips ==
 
Dalam [[sistem koordinat Kartesius]],sebuah ''kerucut elips'' adalah lokus dari persamaan bentuk <ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerucut&oldid=27627613 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
Dalam [[sistem koordinat Kartesius]],sebuah ''kerucut elips'' adalah lokus dari persamaan bentuk


:<math> \frac{x^2}{a^2} + \frac{y^2}{b^2} = z^2 .</math>
:<math> \frac{x^2}{a^2} + \frac{y^2}{b^2} = z^2 .</math>
Baris 72: Baris 72:


== Tampilan keliling ==
== Tampilan keliling ==
Representasi parameter kerucut dapat dijelaskan sebagai berikut. Dengan gambar <math>\overrightarrow{P}</math> koordinat kerucut dapat dikonversi menjadi Koordinat kartesius. Dengan gambar <math>\overrightarrow{Q}</math>
Representasi parameter kerucut dapat dijelaskan sebagai berikut. Dengan gambar <math>\overrightarrow{P}</math> koordinat kerucut dapat dikonversi menjadi Koordinat kartesius. Dengan gambar <math>\overrightarrow{Q}</math>  
Koordinat kartesius dapat dikonversi menjadi koordinat kerucut.
Koordinat kartesius dapat dikonversi menjadi koordinat kerucut.


Baris 78: Baris 78:


== Konversi segmen kerucut yang diberikan ke koordinat kerucut ==
== Konversi segmen kerucut yang diberikan ke koordinat kerucut ==
Keliling segmen kerucut diberikan oleh (lihat ilustrasi di bawah):
Keliling segmen kerucut diberikan oleh (lihat ilustrasi di bawah):
: <math>r_1 \le r \le r_2 \quad \quad \quad 0 \le \varphi \le 2\pi \quad \quad \quad h = z_2 - z_1</math>,
: <math>r_1 \le r \le r_2 \quad \quad \quad 0 \le \varphi \le 2\pi \quad \quad \quad h = z_2 - z_1</math>,
Baris 93: Baris 92:
== Permukaan vektor ==
== Permukaan vektor ==
Vektor normal permukaan adalah ortogonal ke permukaan kerucut. Diperlukan untuk ''B''. melakukan perhitungan aliran melalui permukaan lateral. [[Luas permukaan]] lateral dapat dihitung sebagai integral ganda menggunakan norma vektor normal permukaan.
Vektor normal permukaan adalah ortogonal ke permukaan kerucut. Diperlukan untuk ''B''. melakukan perhitungan aliran melalui permukaan lateral. [[Luas permukaan]] lateral dapat dihitung sebagai integral ganda menggunakan norma vektor normal permukaan.
<math>\overrightarrow{n} =
<math>\overrightarrow{n} =  
\frac{\partial \overrightarrow{P}}{\partial \varphi} \times \frac{\partial \overrightarrow{P}}{\partial \chi}
\frac{\partial \overrightarrow{P}}{\partial \varphi} \times \frac{\partial \overrightarrow{P}}{\partial \chi}
=
=
Baris 110: Baris 109:
== Matriks transformasi ==
== Matriks transformasi ==
Matriks fungsional dan kebalikannya diperlukan untuk kemudian mengubah turunan parsial.
Matriks fungsional dan kebalikannya diperlukan untuk kemudian mengubah turunan parsial.
<math>J_f = \frac{\partial \left(x,y,z \right)}{\partial \left(\gamma, \varphi, \chi  \right)} =
<math>J_f = \frac{\partial \left(x,y,z \right)}{\partial \left(\gamma, \varphi, \chi  \right)} =  
\begin{pmatrix}
\begin{pmatrix}
\partial_{\gamma}x & \partial_{\varphi}x & \partial_{\chi}x \\
\partial_{\gamma}x & \partial_{\varphi}x & \partial_{\chi}x \\
\partial_{\gamma}y & \partial_{\varphi}y & \partial_{\chi}y \\
\partial_{\gamma}y & \partial_{\varphi}y & \partial_{\chi}y \\
\partial_{\gamma}z & \partial_{\varphi}z & \partial_{\chi}z
\partial_{\gamma}z & \partial_{\varphi}z & \partial_{\chi}z
\end{pmatrix} =
\end{pmatrix} =  
\begin{pmatrix}
\begin{pmatrix}
\chi \cos(\varphi) & - \chi \gamma \sin(\varphi) & \gamma \cos(\varphi) \\
\chi \cos(\varphi) & - \chi \gamma \sin(\varphi) & \gamma \cos(\varphi) \\
Baris 139: Baris 138:
\begin{pmatrix}
\begin{pmatrix}
\overrightarrow{e_\gamma} & \overrightarrow{e_{\varphi}} & \overrightarrow{e_{\chi}}
\overrightarrow{e_\gamma} & \overrightarrow{e_{\varphi}} & \overrightarrow{e_{\chi}}
\end{pmatrix} =
\end{pmatrix} =  
\begin{pmatrix}
\begin{pmatrix}
\cos(\varphi) & -\sin(\varphi) & \frac{\gamma  \cos(\varphi)}{\sqrt{1 + \gamma^2}} \\
\cos(\varphi) & -\sin(\varphi) & \frac{\gamma  \cos(\varphi)}{\sqrt{1 + \gamma^2}} \\
Baris 146: Baris 145:
\end{pmatrix} \quad \quad  \quad \quad
\end{pmatrix} \quad \quad  \quad \quad
S^{-1}
S^{-1}
  =
  =  
\begin{pmatrix}
\begin{pmatrix}
\cos(\varphi) & \sin(\varphi) & - \gamma \\
\cos(\varphi) & \sin(\varphi) & - \gamma \\
Baris 169: Baris 168:
Hasilnya adalah:
Hasilnya adalah:


<math>\frac{\partial }{\partial x} =
<math>\frac{\partial }{\partial x} =  
\frac{\cos(\varphi)}{\chi} \frac{\partial}{\partial \gamma} -
\frac{\cos(\varphi)}{\chi} \frac{\partial}{\partial \gamma} -
\frac{\sin(\varphi)}{\gamma  \chi} \frac{\partial}{\partial \varphi}</math>
\frac{\sin(\varphi)}{\gamma  \chi} \frac{\partial}{\partial \varphi}</math>


<math>\frac{\partial }{\partial y} =
<math>\frac{\partial }{\partial y} =  
\frac{\sin(\varphi)}{\chi}  \frac{\partial}{\partial \gamma} +
\frac{\sin(\varphi)}{\chi}  \frac{\partial}{\partial \gamma} +
\frac{\cos(\varphi)}{\gamma  \chi} \frac{\partial}{\partial \varphi}</math>
\frac{\cos(\varphi)}{\gamma  \chi} \frac{\partial}{\partial \varphi}</math>
Baris 183: Baris 182:
== Transformasi vektor satuan ==
== Transformasi vektor satuan ==
Vektor satuan dapat ditransformasikan dengan matriks transformasi terbalik.
Vektor satuan dapat ditransformasikan dengan matriks transformasi terbalik.
<math>\begin{pmatrix} \overrightarrow{e_x}  & \overrightarrow{e_y} & \overrightarrow{e_z} \end{pmatrix} =
<math>\begin{pmatrix} \overrightarrow{e_x}  & \overrightarrow{e_y} & \overrightarrow{e_z} \end{pmatrix} =  
\begin{pmatrix} \overrightarrow{e_\gamma}  & \overrightarrow{e_\varphi} & \overrightarrow{e_\chi} \end{pmatrix} \cdot
\begin{pmatrix} \overrightarrow{e_\gamma}  & \overrightarrow{e_\varphi} & \overrightarrow{e_\chi} \end{pmatrix} \cdot
S^{-1}</math>
S^{-1}</math>
Baris 189: Baris 188:
Hasilnya adalah:
Hasilnya adalah:


<math>\overrightarrow{e_x} =
<math>\overrightarrow{e_x} =  
\cos(\varphi) \cdot \overrightarrow{e_\gamma} -
\cos(\varphi) \cdot \overrightarrow{e_\gamma} -
\sin(\varphi) \cdot \overrightarrow{e_\varphi} </math>
\sin(\varphi) \cdot \overrightarrow{e_\varphi} </math>


<math>\overrightarrow{e_y} =
<math>\overrightarrow{e_y} =  
\sin(\varphi) \cdot \overrightarrow{e_\gamma} +
\sin(\varphi) \cdot \overrightarrow{e_\gamma} +
\cos(\varphi) \cdot \overrightarrow{e_\varphi} </math>
\cos(\varphi) \cdot \overrightarrow{e_\varphi} </math>
Baris 250: Baris 249:


== Dimensi tinggi ==
== Dimensi tinggi ==
[[Definisi]] kerucut dapat diperluas ke dimensi yang lebih tinggi (lihat kerucut cembung ). Dalam hal ini, salah satu mengatakan bahwa cembung set C di nyata vektor ruang '''R <sub>n</sub>''' adalah kerucut (dengan puncaknya pada titik asal) jika untuk setiap [[vektor]] ''x'' di ''C'' dan setiap non-negatif bilangan real a , vektor kapak di ''C''. Dalam konteks ini, analog kerucut bundar biasanya tidak istimewa; bahkan orang sering tertarik pada kerucut polihedral.
[[Definisi]] kerucut dapat diperluas ke dimensi yang lebih tinggi (lihat kerucut cembung ). Dalam hal ini, salah satu mengatakan bahwa cembung set C di nyata vektor ruang '''R <sub>n</sub>''' adalah kerucut (dengan puncaknya pada titik asal) jika untuk setiap [[vektor]] ''x'' di ''C'' dan setiap non-negatif bilangan real a , vektor kapak di ''C''.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerucut&oldid=27627613 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dalam konteks ini, analog kerucut bundar biasanya tidak istimewa; bahkan orang sering tertarik pada kerucut polihedral.


== Rumus [[Frustum]] ==
== Rumus [[Frustum]] ==
[[Frustum]] adalah sebuah tabung besar dikurangi sebuah tabung kecil.
[[Frustum]] adalah sebuah tabung besar dikurangi sebuah tabung kecil.


Baris 292: Baris 289:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerucut&oldid=27627613 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27627613 (2025-08-02T13:07:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerucut&oldid=27627613 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27627613 (2025-08-02T13:07:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.08

Berkas:Kerucut.JPG
Sebuah kerucut dengan tinggi () dan garis pelukis ()

Dalam geometri, kerucut adalah sebuah limas istimewa yang beralas lingkaran. Kerucut mempunyai 2 sisi, 1 rusuk, dan 1 titik sudut.

Sisi tegak kerucut tidak berupa segitiga tapi berupa bidang miring yang disebut selimut kerucut.

Terminologi

Keliling dasar kerucut disebut "directrix", dan masing-masing segmen garis antara directrix dan apex adalah "generatrix" atau "garis pembangkit" dari permukaan lateral. (Untuk hubungan antara pengertian istilah "directrix" dan directrix dari bagian kerucut, lihat Dandelin spheres .)

"Jari-jari dasar" dari kerucut lingkaran adalah jari - jari alasnya; sering kali ini hanya disebut jari-jari kerucut. The aperture kerucut melingkar tepat adalah sudut maksimum antara dua garis generatrix; jika generatrix membuat sudut θ ke sumbu, aperture adalah 2 θ. Sebuah kerucut dengan daerah termasuk puncaknya dipotong oleh pesawat disebut " kerucut terpotong "; jika bidang pemotongan sejajar dengan basis kerucut, itu disebut frustum.[1] "Kerucut elips" adalah kerucut dengan dasar elips.[2] "Kerucut umum" adalah permukaan yang dibuat oleh sekumpulan garis yang melewati titik dan setiap titik pada batas (juga lihat lambung visual).

Rumus kerucut

Garis pelukis

s=r2+t2

Luas alas

L=πr2

Luas selimut

L=πrs =πrr2+t2

Luas permukaan

L=La+Ls =πr2+πrs, atau =πr(r+s) =πr(r+r2+t2)

Volume

Volume kerucut dapat dirumuskan sebagai berikut

V=13πr2t

di mana r dan h masing-masing melambangkan jari-jari dan tinggi kerucut.

Untuk membuktikan rumus volume kerucut di atas, berikut ini merupakan pembuktian di antaranya:

Bukti volume kerucut melalui kalkulus

Misal y=rxh (anggap r>0, h>0), sumbu-x, dan x=h adalah garis yang membatasi daerah. Daerah tersebut diputar di sumbu-x. Untuk membuktikannya, kita cukup mengiriskan benda yang diputar. Aproksimasikan

ΔV=π(rhx)2Δx,

lalu, mengintegrasikannya

V=πr2h20hx2dx=πr2h2[x33]0h=13πr2h.[3]

Persamaan

Kerucut bundar padat yang tepat dengan tinggi h dan aperture 2θ , yang porosnya adalah z sumbu koordinat dan yang puncaknya adalah asalnya, digambarkan secara parametrik sebagai

F(s,t,u)=(utanscost,utanssint,u)

di mana s,t,u berkisar [0,θ), [0,2π), dan [0,h], masing-masing.

Dalam bentuk tersirat , padatan yang sama didefinisikan oleh ketidaksetaraan

{F(x,y,z)0,z0,zh},

di mana

F(x,y,z)=(x2+y2)(cosθ)2z2(sinθ)2.

Lebih umum, kerucut melingkar kanan dengan titik pada asal, sumbu sejajar dengan vektor 2θ, diberikan oleh persamaan vektor implisit F(u)=0 di mana

F(u)=(ud)2(dd)(uu)(cosθ)2   atau   F(u)=ud|d||u|cosθ

di mana u=(x,y,z), dan ud menunjukkan produk titik.

Kerucut elips

Dalam sistem koordinat Kartesius,sebuah kerucut elips adalah lokus dari persamaan bentuk [4]

x2a2+y2b2=z2.

Ini adalah sebuah gambar affine dari unit lingkaran kanan dengan persamaan x2+y2=z2 . Dari fakta, bahwa gambar affine dari bagian kerucut adalah bagian kerucut dari jenis yang sama (elips, parabola, ...) orang mendapat:

  • Setiap bagian pesawat kerucut elips adalah bagian kerucut.

Jelas, setiap kerucut melingkar kanan berisi lingkaran. Ini juga benar, tetapi kurang jelas, dalam kasus umum

Tampilan keliling

Representasi parameter kerucut dapat dijelaskan sebagai berikut. Dengan gambar P koordinat kerucut dapat dikonversi menjadi Koordinat kartesius. Dengan gambar Q Koordinat kartesius dapat dikonversi menjadi koordinat kerucut.

P(γ,φ,χ)=(xyz)=χ(γcos(φ)γsin(φ)1)Q(x,y,z)=(γφχ)=(1zx2+y2arctan2(y,x)z)

Konversi segmen kerucut yang diberikan ke koordinat kerucut

Keliling segmen kerucut diberikan oleh (lihat ilustrasi di bawah):

r1rr20φ2πh=z2z1,

Maka batasnya dapat dinyatakan dalam keliling kerucut sebagai berikut:

γ1=r2r1hχ1=r1γ1=hr1r2r1χ2=r2γ1=hr2r2r1.

Keliling segmen kerucut padat karenanya berkisar:

0γγ10φ2πχ1χχ2.

Representasi keliling berikut ini berlaku untuk permukaan lateral yang sesuai dari segmen kerucut ini:

γ=γ10φ2πχ1χχ2.

Permukaan vektor

Vektor normal permukaan adalah ortogonal ke permukaan kerucut. Diperlukan untuk B. melakukan perhitungan aliran melalui permukaan lateral. Luas permukaan lateral dapat dihitung sebagai integral ganda menggunakan norma vektor normal permukaan. n=Pφ×Pχ=χγ(cos(φ)sin(φ)γ)

Vektor satuan koordinat kerucut dalam komponen kartesius

Vektor satuan dalam komponen kartesius diperoleh dengan normalisasi pada vektor tangen dari parameterisasi tersebut. Vektor tangen dihasilkan dari turunan parsial pertama menurut masing-masing variabel. Ketiga vektor satuan ini membentuk basis normal. Ini bukan basis ortonormal karena tidak semua vektor satuan ortogonal satu sama lain. eγ=γPγP=(cos(φ)sin(φ)0)eφ=φPφP=(sin(φ)cos(φ)0)eχ=χPχP=11+γ2(γcos(φ)γsin(φ)1)

Matriks transformasi

Matriks fungsional dan kebalikannya diperlukan untuk kemudian mengubah turunan parsial. Jf=(x,y,z)(γ,φ,χ)=(γxφxχxγyφyχyγzφzχz)=(χcos(φ)χγsin(φ)γcos(φ)χsin(φ)χγcos(φ)γsin(φ)001)

Jf1=(γ,φ,χ)(x,y,z)=(xγyγzγxφyφzφxχyχzχ)=(cos(φ)χsin(φ)χγχsin(φ)χγcos(φ)χγ0001)

Matriks transformasi

Matriks transformasi diperlukan untuk mentransformasikan unit vektor dan bidang vektor. Matriks ini terdiri dari vektor satuan dari parameterisasi sebagai vektor kolom. Rincian lebih lanjut dapat ditemukan di bawah artikel Basiswechsel. S=(eγeφeχ)=(cos(φ)sin(φ)γcos(φ)1+γ2sin(φ)cos(φ)γsin(φ)1+γ20011+γ2)S1=(cos(φ)sin(φ)γsin(φ)cos(φ)0001+γ2)

Transformasi turunan parsial

Turunan parsial dapat ditransformasikan dengan matriks Jacobi terbalik

(xyz)T=(Jf1)T(γφχ)T

Hasilnya adalah:

x=cos(φ)χγsin(φ)γχφ

y=sin(φ)χγ+cos(φ)γχφ

z=χγχγ

Transformasi vektor satuan

Vektor satuan dapat ditransformasikan dengan matriks transformasi terbalik. (exeyez)=(eγeφeχ)S1

Hasilnya adalah:

ex=cos(φ)eγsin(φ)eφ

ey=sin(φ)eγ+cos(φ)eφ

ez=1+γ2eχγeγ

Transformasi bidang vektor

Bidang vektor dapat ditransformasikan oleh perkalian matriks dengan matriks transformasi. (FxFyFz)=S(FγFφFχ)

Hasilnya adalah:

Fx=cos(φ)Fγsin(φ)Fφ+γcos(φ)1+γ2Fχ

Fy=sin(φ)Fγ+cos(φ)Fφ+γsin(φ)1+γ2Fχ

Fz=11+γ2Fχ

Diferensial permukaan dan volume

Diferensial volume dapat ditentukan menggunakan determinan dari matriks Jacobi. Ini menawarkan kemungkinan z. B. untuk menghitung volume kerucut menggunakan triple integral. dV=detJfdγdχdφ=χ2γdγdχdφ

Diferensial permukaan dapat ditentukan dengan norma dari vektor normal permukaan. Jadi kamu bisa z. B. tentukan luas permukaan lateral dengan integral ganda. dA=ndχdφ=χγ1+γ2dχdφatauγ=const.

Operator diferensial vektor yang diubah

Operator nabla

Representasi Operator Nabla dalam koordinat kerucut dapat diperoleh dengan memasukkan vektor satuan transformasi dan turunan parsial dalam operator kartesius Nabla:

=(1+γ2χγγχ)eγ+(1γχφ)eφ+1+γ2(χγχγ)eχ

Gradien

Gradien dalam koordinat kerucut diperoleh dengan menerapkan transformasi Operator Nabla ke medan skalar dalam koordinat kerucut.

gradϕ=ϕ=(1+γ2χϕγγϕχ)eγ+(1γχϕφ)eφ+1+γ2(ϕχγχϕγ)eχ

Divergensi bidang vektor

Operator untuk divergensi bidang vektor dapat diperoleh dengan menerapkan operator Nabla ke bidang vektor dalam koordinat kerucut:

divF=F=1γχ((Fγγ)γ+Fφφ)+1χ21+γ2(Fχχ2)χ

Dimensi tinggi

Definisi kerucut dapat diperluas ke dimensi yang lebih tinggi (lihat kerucut cembung ). Dalam hal ini, salah satu mengatakan bahwa cembung set C di nyata vektor ruang R n adalah kerucut (dengan puncaknya pada titik asal) jika untuk setiap vektor x di C dan setiap non-negatif bilangan real a , vektor kapak di C.[5] Dalam konteks ini, analog kerucut bundar biasanya tidak istimewa; bahkan orang sering tertarik pada kerucut polihedral.

Rumus Frustum

Frustum adalah sebuah tabung besar dikurangi sebuah tabung kecil.

V=13π(r2+rR+R2)t

Bukti:

Andaikan sebuah tabung besar memiliki jari-jari r serta potongan tinggi t sedangkan kecil jari-jari R dan tinggi T.

V=VbVk
V=13π(r2(t+T)R2T)

untuk mencari h dengan membandingkan sbb:

t+TT=rR
t+T=rTR

lalu

V=13π(r2(rTR)R2T)
V=13πT(r3R3R)

untuk mencari T sbb:

t+TT=rR
Rt+RT=rT
Rt=(rR)T
T=RtrR

di mana r3R3=(rR)(r2+rR+R2)

V=13πRtrR((rR)(r2+rR+R2)R)
V=13π(r2+rR+R2)t

Lihat pula

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. Dale Varberg, Edward Purcell, Steve Rigdon (2006). Kalkulus Edisi Kesembilan, Jilid 1. hlm. 282. (Penerjemah: I Nyoman Susila, Ph. D, Penerbit Erlangga)
  4. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  5. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27627613 (2025-08-02T13:07:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.